BAB 6 Jenis dan Model-Model Pembelajaran Terpadu
D. Model Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar
Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekan ini dimulai dengan menentukan tema, yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Dari subtema tersebut diharapakan aktivitas siswa dapat berkembang dengan sendirinya. Kekuatan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba adalah sebagai berikut:
a. Adanya faktor motivasional yang dihasilkan dari menyeleksi tema yang sangat diminati.
b. Model jaring laba-laba relatif lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman.
c. Model ini mempermudah perencanaan kerja tim untuk mengembangkan tema ke dalam semua bidang isi pelajaran.
91 Kelemahan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba sebagai berikut:
a. Langkah yang sulit dalam pembelajaran terpadu model jaring laba-laba adalah menyeleksi tema
b. Adanya kecenderungan merumuskan suatu tema yang dangkal, sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial di dalam perencanaan kurikulum.
c. Guru dapat menjaga misi kurikulum
d. Dalam pembelajaran guru lebih fokus pada kegiatan daripada pengembangan konsep.
2. Model Keterhubungan (connected)
Fogarty (dalam Prabowo, 2000), mengemukakan bahwa model terhubung (connected) merupakan model integrasi inter bidang studi. Model ini secara nyata mengorganisasikan satu konsep, atau kemampuan yang ditumbuh-kembangkan dalam suatu pokok bahasan yang dikaitkan dengan konsep dalam satu bidang studi.
Dari penjelasan Fogarty diatas bahwa sebuah model terhubung berisi tentang saling keterhubungan antara model dan antar bidang studi yang saling menghubungkan satu konsep dengan konsep laindan harus beirisikan tentang ide – ide, keterampilan dan topik yang akan dibahas dengan topik lain.
Model keterhubungan adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas-tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas-tugas yang dilakukan dihari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari dalam satu semester dengan ide-ide yang akan dipelajari pada semester berikutnya di dalam satu mata pelajaran.
Kekuatan Model Keterpaduan antara lain:
a. Dengan mengaitkan ide-ide dalam satu mata pelajaran, siswa memiliki keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu mata pelajaran yang terfokus pada satu aspek.
b. Konsep-konsep kunci yang dikembangkan siswa secara terus menerus sehingga terjadi internalisasi.
92 c. Mengaitkan ide-ide dalam suatu mata pelajaran memungkinkan siswa mengkaji,
mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan mengasilmilasi ide secara berangsur- angsur dan memudahkan dalam memecahkan masalah.
Kelemahan model keterhubungan antar lain:
a. Berbagai mata pelajaran didalam model ini tetap terpisah dan nampak tidak terkait, walaupun hubungan di buat secara eksplisit antara mata pelajaran.
b. Guru tidak didorong untuk berkeeja secara bersama-sama sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide mata pelajaran.
c. Usaha-usaha yang terkonsentrasi untuk mengintegrasikan ide-ide dalam satu mata pelajaran dapat mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajran lain.
Hadi subroto (2000), juga mengemukakan keunggulan dan kelemahan model (connected. Keunggulannya adalah : (a) dengan adanya hubungan atau kaitan antara gagasan didalam satu bidang studi, siswa-siswa mempunyai gambaran yang lebih komprehensif dari beberapa aspek tertentu mereka pelajari secara lebih mendalam. (b) konsep-konsep kunci dikembangkan dengan waktu yang cukup sehingga lebih dapat dicerna oleh siswa. (c) kaitan-kaitan dengan sejumlah gagasan didalam satu bidang studi memungkinkan siswa untuk dapat mengkonseptualisasi kembali dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. (d) pembelajaran terpadu model terhubung tidak mengganggu kurikulum yang sedang berlaku.
Kelemahan model ini adalah berbagai bidang studi masih tetap terpisah dan nampak tidak ada hubungan meskipun hubungan-hubungan itu telah disusun secara eksplisit di dalam satu bidang studi.
Dari penjelasan Hadi subroto bahwa, kelemahan dan keunggulan pembelajaran terpadu hubungan didalam studi, siswa – siswa akan belajar lebih mendalam lagi dan akan dikembangkan dan dapat dicerna oleh siswa untuk mengkonseptualisasi gagasan secara bertahap. Dan pembelajaran terpadu terhubung ini tidak mengganggu kurikulum yang berlaku. Sedangkan kelemahannya nampak terpisah dan tidak ada hubungan didalam bidang studi.
3. Model keterpaduan (Integrated)
Model ini merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar mata pelajaran. Model ini diusahakan dengan cara menggabungkan mata pelajaran dengan cara menetapkan prioritas kurukuler dan menentukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih di dalam beberapa mata pelajaran. Berbeda dengan model jarring laba-laba yang menuntut pemilihan tema dan pengembangannya sebagai langkah awal, maka dalam model keterpaduan tema yang
93 terkait dan bertumpang tindih merupakan hal yang terakhir yang ingun di cari dan di pilih oleh guru dalam perencanaan program. Pertama guru menyeleksi konsep- konsep, keterampilan dan sikap yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa mata pelajaran, selanjutnya dipilih beberapa konsep keterampilan dan sikap yang memiliki keterhubungan yang erat daan tupang tindih diantara berbagai mata pelajaran .
Kekuatan Model Keterpaduan antara lain:
a. Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan diantara berbagai mata pelajaran.
b. Memungkinkan pemahaman antar mata pelajaran dan memberikan penhargaan terhadap pengetahuan dan keahlian.
c. Mampu membangun motivasi.
Kelemahan model keterpaduan antar lain:
a. Model ini model yang sangat sulit diterapkan secara penuh.
b. Model menghendak guru yang terampil, percaya diri, dan menguasai konsep, sikap dan keterampilan yang sangat diprioritaskan.
c. Model ini menghendaki antar mata pelajaran yang terkadang sulit dilakukan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
4. Model sarang (Nested)
Pembelajaran terpadu tipe Nested (tersarang) merupakan pengintegrasian kurikulum didalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin di latihkan oleh seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pengetahuan untuk ketercapaian materi pelajaran (Content).
Keterampilan-keterampilan belajar itu meliputi keterampilan berpikir, keterampilan sosila, dan keterampilan mengorganisir (organizig skill). Fogarty (1991:23).
Dari penjelasan diatas, kurikulum yaitu berisi tentang suatu disiplin dan kurikulum saling berhubungan dan guru di tuntut untuk melatih keterampilan kepada siswanya demi untuk mencapai suatu materi dan anak – anak akan dilatih untuk terus berpikir demi mewujudkan keterampilan berpikir, keterampilan sosila, dan keterampilan mengorganisir. Keterampilan berpikir didalam keterampilan tersebut anak-anak peserta didik akan dituntut memikirkan sebuah ide keterampilan apa yang akan mereka keluarkan pada saat proses pembelajaran. Contoh: mereka melakukan proses pembelajaran seni budaya. Kemudian seorang guru seni tersebut memberikan
94 sebuah tugas tersebut kepada anak-anak untuk membuat sebuah prakarya. Nah, dari situlah anak-anak akan melakukan sebuah pemikiran tentang keterampilan prakarya apa yang akan mereka gunakan buat tugas tersebut dan menunjukkan hasil keterampilan mereka kepada gurunya.
Pada dasarnya langkah-langkah pembelaran terpadu tipe Nested atau tersarang mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
Kelebihan tipe Nested atau tersarang adalah guru dapat memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam suatu pembelajaran didalam satu mata pelajaran. Dengan menjaring dan mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa, pembelajaran menjadi semakin diperkaya dan berkembang. Dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan sosial dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak dimensi. Tepi tersarang juga memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk berkerja dengan guru lain. Dalam tipe ini, guru dapat memadukan kurikulum secara meluas.
Kekurungan tipe Nested terletak pada guru ketika tanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang menjadi target dalam suatu pembelajaran. Hal ini berdampak pada siswa, dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajara sekaligus.
95
Rangkuman:
Pembelajaran terpadu juga merupakan suatu pembelajaran yang memadukan beberapa pokok bahasan. Salah satu karakteristik pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran terpadu merupakan system pembelajaran yang memberikan keluasan pada siswa, dimana siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa akan lebih banyak menggali dan mencari sendiri materi-materi pembelajaran, guru hanya berperan sebagai fasilitator guru tidak lagi menerangkan materi secara keseluruhan.
Jenis pembelajaran terpadu terdiri dari 3 macam, yaitu:
Integra si dalam satu mata pelajaran atau dalam satu disiplin ilmu (within single disciplines)
yang terdiri atas:
1. Model Penggalan (Fragmented) 2. Model Keterhubungan (Connected) 3. Model Sarang (Nested)
Integrasi lintas mata pelajaran (across several disciplines) yang terdiri atas: 1. Model Urutan / Rangkaian (Sequenced)
2. Model Bagian (Shared)
3. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
4. Model Galur (Threaded)
5. Model Keterpaduan (Intregrated)
Integrasi dalam dan lintas (internal) siswa (within and across leasson) yang terdiri atas:
1. Model Celupan (Immersed) 2. Model Jaringan (Networked)
Evaluasi:
1. Apa pengertian pembelajaran terpadu? 2. Apa saja jenis pembelajaran terpadu?
3. Model apa saja yang dapat digunakan dalam model pembelajaran terpadu? 4. Mengapa pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu? 5. Apa kelemahan dari model pemeblajaran keterpaduan integrated?
96