• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENGEMBANGAN MODEL PEMECAHAN MASALAH

5.3 Model Pemecahan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan pada tahap sebelumnya, maka dapat disusun suatu bentuk model pemecahan masalah dengan tahapan sebagai berikut :

Tahap I : Merupakan fase untuk mengetahui aktivitas-aktivitas yang memiliki probabilitas paling besar sebagai penyebab terjadinya human error. Adapun langkah-langkah penyelesaian untuk mendapatkan hasil pada tahapan ini yaitu :

A. Menguraikan aktivitas.

Tahap awal dilakukan pengumpulan data-data aktivitas dilakukan untuk mendapatkan deskripsi tiap aktivitas/pekerjaan yang dilakukan dan urutannya mulai dari bahan baku sampai produk jadi. Setelah data-data aktivitas tersebut dijelaskan

selanjutnya dilakukan dekomposisi sub-sub aktivitas yang ada berdasarkan prosedur operasi standar yang diperoleh. Untuk setiap aktivitas yang dikerjakan oleh manusia akan diidentifikasikan human error yang berhubungan dan efek kesalahannya. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya ditabelkan.

B. Dekomposisi Aktivitas

Berdasarkan deskripsi aktivitas, selanjutnya dilakukan dekomposisi sub-sub aktivitas yang ada berdasarkan prosedur standar operasi yang telah diperoleh. Untuk setiap aktivitas manusia, diidentifikasikan human error yang berhubungan dan efek kesalahannya. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya ditabelkan dan dilengkapi dengan kode-kode.

C. Estimasi λij, β ij, χ ij

λij adalah probabilitas kesalahan manusia ke-j pada aktivitas ke-i. Nilainya

ditentukan berdasarkan pengamatan dengan mengacu pada NUREG/CR-1278-F (Swain and Guttmann, 1983). Probabilitas hazard diklasifikasikan dalam 5 kategori dengan rentang 10-6 hingga 1. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel 5.1 dibawah ini. Dalam hal ini penilai adalah sekolompok tenaga ahli untuk studi yang dilakukan, diantaranya adalah Kepala Divisi Pabrik Kantong, Kepala Bagian Urusan Pabrik

Kantong, Kepala Bagian Quality dan Maintenance pada Pabrik Kantong. Dengan

adanya kategori nilai dari λij membuat keputusan subyektif lebih mudah dan standar.

Dalam penelitian ini pengkategorian probabilitas hazard berdasarkan tindakan yang diberikan terhadap rata-rata frekuensi kesalahan yang dilakukan oleh operator untuk setiap shift kerja yang ada dengan level kesalahan > 20 kali, 10 – 20 kali, 5 – 10 kali dan 1 – 5 kali, masing-masing level memiliki kategori secara berturut-turut yaitu

teguran tertulis dengan sangsi, teguran tanpa ada sangsi, pengarahan supervisi, dan tidak ada tindakan.

Tabel 5.1 Kategori Probabilitas Hazard

Level Deskripsi Nilai λij Rata-rata

A Sering 1.0 – 0.1 0.5

B Mungkin terjadi 0.1 – 0.01 0.05 C Kadang-kadang 0.01 – 0.001 0.005 D Jarang 0.001 – 0.0001 0.0005 E Tidak mungkin terjadi 0.0001 – 0.00001 0.00005 Sumber : Swain and Guttmann, 1983

β ijadalah probabilitas efek kesalahan dari mode kesalahan ke-j pada aktivitas ke-i.

Nilainya ditentukan berdasarkan empat level kualitatif seperti pada tabel 5.2, dengan nilai kuantitatif yang berasosiasi dengan tiap level tersebut. Nilai β ij juga ditentukan

oleh kelompok ahli dalam penelitian yang dilakukan. Tabel 5.2 Level Kualitatif Efek Kesalahan

Level Deskripsi Nilai λij Rata-rata

B1 Pasti rugi 1.0 1.0

B2 Kemungkinan rugi besar 0.1 < β ij < 1.0 0.5

B3 Kemungkinan rugi kecil 0.0 < β ij < 0.1 0.05

B4 Tidak merugikan 0.00 0.00

Sumber : Swain and Guttmann, 1983

χ ij adalah probabilitas kerusakan hardware/software yang berasosiasi dengan mode

kesalahan ke-j pada aktivitas ke-i. Dalam penelitian ini χ ij merupakan probabilitas

kerusakan mesin yang digunakan dan nilainya ditentukan berdasarkan data-data mengenai pemeliharaan mesin diperusahaan atau oleh tenaga ahli yang menangani mesin tersebut.

Merupakan langkah selanjutnya untuk mendapatkan nilai keandalan seperti yang telah dijelaskan pada tahap sebelumnya, sehingga permasalahan dapat terjawab. Sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka dalam analisis ini dilakukan perhitungan untuk mendapatkan probabilitas kesalahan manusia dan keandalan manusia. Tahapan analisis pembahasan ini dijelaskan dengan beberapa tahapan, sebagai berikut :

Perhitungan HEP (Human Error Probability)

Nilai HEP untuk masing-masing aktivitas ditentukan berdasarkan hasil estimasi λij, β ij, χ ij yang diperoleh dengan mengalikan masing-masing nilai probabilitas

seperti formulasi dibawah ini :

HEPij = λij x β ij x χ ij ... (5.1)

Analisis Human Reliability

Analisis human reliability dilakukan berdasarkan pohon kejadian yang telah dibuat pada tahapan sebelumnya. Dari jalur gagal pada pohon kejadian tersebut dapat dihitung probabilitas kegagalan untuk tiap aktivitas (Fi) melalui persamaan berikut :

Fi = 1 – ∏ (1 – HEPij ) ... (5.2) Dari nilai pada persamaan tersebut, maka probabilitas sukses untuk aktivitas ke-I (Ri) adalah sebagai berikut :

Ri = 1 – Fi... (5.3) Sedangkan probabilitas sukses untuk keseluruhan aktivitas/keandalan manusia untuk keseluruhan aktivitas ditentukan dengan menggunakan formulasi :

Berdasarkan nilai Rm yang telah diperoleh maka akan dapat diketahui

performansi keandalan manusia. Hal ini selanjutnya akan dijadikan suatu dasar perbaikan yang akan dilakukan bila performansi yang diperoleh belum optimal. Tahap 2 : Merupakan fase untuk melakukan rancangan perbaikan faktor penyebab

terjadinya human error. Rancangan yang akan dilakukan dititik beratkan pada aktivitas-aktivitas yang memiliki probabilitas paling besar untuk menyebabkan terjadinya human error tersebut. Langkah-langkah sistematik yang dilaksanakan pada fase kedua ini meliputi :

A. Identifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya human error

Hal ini diperoleh dari penilaian operator terhadap tingkat kepentingan mereka yang berkaitan dengan upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh perusahaan guna meminimasi terjadinya human error pada masa akan datang, serta informasi yang berkenaan dengan penilaian operator terhadap faktor apa saja yang bisa mengakibatkan munculnya human error. Informasi tersebut akan digali sedalam mungkin dengan menyusun suatu instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner (model kuesioner terdapat pada lampiran)

B. Persentase Dominan Pilihan Operator

Hal, ini dilakukan untuk melihat penilaian dominan dari operator terhadap dua hal yang digali dari kuesioner sebelumnya. Untuk memudahkan perhitungan ini, maka data-data mentah yang diperoleh diolah dengan menggunakan software SPSS. Sebelum pengolahan ini terlebih dahulu dilakukan beberapa pengujian-pengujian statistik yaitu uji validitas dan reliabilitas.

C. Rancangan Perbaikan Faktor Penyebab Human Error

Rancangan terhadap beberapa faktor penyebab terjadinya human error didasari dari hasil yang diperoleh pada tahapan penjajagan sebelumnya (hasil penyebaran kuesioner yang sudah diolah sedemikian rupa)

Dokumen terkait