BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
D. Model Penelitian
Dalam berbagai penelitian terdapat beberapa variabel yang dapat di gunakan untuk menganalisis return saham antara lain: kebijakan hutang, kinerja keuangan, kebijakan deviden, rasio keuangan, kebijakan deviden, ukuran perusahaan, pengaruh inflasi, nilai tukar. Dalam penelitian ini di gunakan variabel rasio keuangan. Ada beberapa kategori rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur berbagai aspek dari hubungan risiko dan return yaiturasio likuiditas, leverage, aktivitas, profitabilitas, dan menambahkan kebijakan deviden sebagai variabel moderasi untuk mengetahui apakah kebijakan deviden dapat memperlemah atau memperkuat hubungan antara variabel rasio keuangan dengan return saham, maka dapat di gambarkan kerangka berpikir sebagai berikut :
22
Gambar 2.1 Model Penelitian Sumber: model penelitian, 2018
current ratio
dept to equity ratio
Return saham Saham return on assets
Total assets turnover
kebijakan deviden
H1
H2
H3
H4
H5 H6 H7 H8
23
23 BAB III
METODA PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Berdasar jenis data dan analisis yang digunakan, penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif karena mengacu pada perhitunga n data berupa angka. Penelitian ini bersifat asosiatif kausal, yaitu penelit ia n yang mencari pengaruh hubungan sebab akibat kausal karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas independen terhadap variabel terikat dependen Sugiyono (2012). Penelitian ini bertujuan untuk menguj i seberapa jauh pengaruh variabel independen, yaitu Likuiditas (CR), Leverage (DER), Provitabilitas (ROA) dan Aktivitas (TATO) terhadap variabel dependen, yaitu Return Saham dengan Kebijakan deviden (DPR) sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan sampel dan telah diaudit. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diperoleh dari website http://www.idx.co.id dan berbagai sumber media lainnya.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2012) populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
24
ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 83 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014-2017.
2. Sampel
Perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan-perusa haa n manufaktur yang masuk dalam Bursa Efek Indonesia.Tek nik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan berbagai pertimbangan dan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian. Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017.
b. Perusahaan mempunyai data harga saham (closing price) pada saat laporan keuangan di publikasikan pada tahun 2014-2017.
c. Perusahaan menyampaikan return saham secara continue.
d. Perusahaan memberikan deviden secara kontinue selama periode pengamatan 31 Desember 2014 sampai dengan 31 Desember 2017.
C. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada tigs, yaitu variabel independen, variabel dependen dan variabel moderasi.Variabe l independen/penjelas yang digunakan adalah rasio likuiditas diproksikan dengan current ratio. Rasio leverage diproksikan dengan debt to equity ratio. Sementara itu rasio aktivitas diproksikan dengan total asset turn over, sedangkan rasio profitabilitas diproksikan dengan return on asset.
25
Tabel. 3.1
Definisi Operasional Variabel No Jenis
(merupakan hasil yang diperoleh dari investasi.)
𝑟𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
6 ROA(X4) Profitabiltas
(Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien pengelola perusahaan dapat mencari keuntungan atau laba untuk setiap penjualan yang dilakukan.)
𝑅𝑂𝐴
= 𝑁𝐼𝐴𝑇
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑥 100%
26
D. Metoda Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk mengana l isa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpula n yang berlaku untuk umum atau generalisasi Sugiyono (2012). Statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskrips ika n data sampel.
2. Uji Asumsi Klasik
Digunakan untuk menguji apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif dengan metode estimasi Ordinary Least Squares (OLS). Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Secara teoritis model regresi yang digunakan dalam penelitian akan menghasilkan nilai parameter model penduga yang akurat bila dipenuhi asumsi klasik. Menurut Ghozali (2013) yang dilakukan dalam melaksanakan uji asumsi klasik yaitu:
1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residu memiliki distribusi normal Ghozali (2013). Seperti yang diketahui bahwa uji t dan uji f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribus i normal. Untuk mendeteksi apakah variabel residual berdistrib us i
27
normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan analis is statistik Ghozali (2013). Uji normalitas yang banyak digunakan adalah uji Jarque – Bera (JB). Uji Jarque Bera adalah untuk uji normalitas dengan sampel besar (asymptotic). Dengan mempertimbangkan nilai Sig. dengan α = 0.05 Ghozali, (2013).
2) Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 atau periode sebelumnya Ghozali (2013). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Menurut Ghozali cara mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson (D-W test). Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi:
Tabel 3.2
Durbin Watson d test : Pengambilan Keputusan
Hipotesis Nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi positif
Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada autokorelasi positif atau negatif
28
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji Heterokesdatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu observasi ke observasi yang lain. Dalam penelitian ini untuk menguji heterokesdatisitas dari masing- masing persamaan digunakan Uji Breusch-Pagan-Godfrey yang dilakukan dengan meregresikan variabel-variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya Ghozali (2013). Kriteria yag digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heterokedastisitas atau tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan koefisien signifikansi dengan ketentuan jika koefisien korelasi semua variabel terhadap residualnya > 0.05.
4) Uji Multikolinearitas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau tidak. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikoloniaritas didalam model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan lawannya nilai variance inflation factor (VIF). Model regresi yang bebas multikoinearitas adalah mempunyai nilai tolerance diatas 0,1 atau VIF dibawah 10. Ada beberapa cara untuk mengatasi permasalahan multikolinear itas yaitu Ghozali (2013):
29
a. Mengeluarkan salah satu variabel bebasnya / independen yang tidak signifikan dari model penelitian.
b. Mengubah variabel yaitu dengan melakukan suatu pembedaan, membuat rasio, atau dengan mengubah bentuk dari X menjadi 1/X atau 𝑋2 dan lain-lain.
c. Menambah atau mengurangi data.
d. Menstransformasi variabel independen.
3. Data Panel
Data panel adalah gabungan antara data runtut waktu (time series) dan data silang (cross section). Menurut Agus Widarjono (2013) penggunaan data panel dalam sebuah observasi mempunyai beberapa keuntungan yang diperoleh. Pertama, data panel yang merupakan gabungan dua data time series dan cross section mampu menyediaka n data yang lebih banyak sehingga akan lebih menghasilkan degree of freedom yang lebih besar. Kedua, menggabungkan informasi dari data time series dan cross section dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variabel (omitted-variabel).
Dalam metode estimasi model regresi dengan menggunakan data panel dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, antara lain:
a. Common Effect Model
Merupakan pendekatan model data panel yang paling sederhana karena hanya mengkombinasikan data time series dan cross section. Pada model ini tidak diperhatikan dimensi waktu maupun
30
individu, sehingga diasumsikan bahwa perilaku data perusahaan sama dalam berbagai kurun waktu. Metode ini bisa menggunaka n pendekatan ordinary least square (OLS) atau teknik kuadrat terkecil untuk mengestimasi model data panel.
b. Fixed Effect Model
Model ini mengasumsikan bahwa perbedaan antar individu dapat diakomodasi dari perbedaan intersepnya. Untuk mengestimasi data panel model fixed effects menggunakan teknik variable dummy untuk menangkap perbedaan intersep antar perusahaan, perbedaan intersep bisa terjadi karena perbedaan budaya kerja, manajerial, dan insentif. Namun demikian slopnya sama antar perusahaan. Model estimasi ini sering juga disebut dengan teknik least squares dummy variable (LSDV).
c. Random Effect Model
Model ini akan mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan antar individu. Pada model random effect perbedaan intersep diakomodasi oleh error terms masing- masing perusahaan. keuntunga n menggunakan model random effect yakni menghilangka n heteroskedastisitas. Model ini juga disebut dengan error component model (ECM) atau teknik generalized least square (GLS)
Untuk memilih model yang paling tepat digunakan dalam mengelo la data panel, terdapat beberapa pengujian yang dapat dilakukan yakni:
31
a. Uji Chow
Chow test yakni pengujian untuk menentukan model fixed effet atau random effect yang paling tepat digunakan dalam mengestimasi data panel. Apabila nilai signifikansi cross-section chi-square < 0.05, maka model fixed effect terpilih daripada common effect, dan begitu juga sebaliknya.
b. Uji Hausman
Hausman test adalah pengujian statistik untuk memilih apakah model fixed effect atau random effect yang paling tepat digunakan.
Apabila signifikansi cross-section random < 0.05, maka dalam penelitian ini model fixed effect, dan begitu juga sebaliknya.
4. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis yang digunakan adalah uji t. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji t digunakan untuk mengukur signifikansi pengaruh pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan perbandingan nilai t hitung masing- masing koefisien regresi dengan t tabel (nilai kritis) sesuai dengan tingkat signifika ns i yang digunakan. Ketentuan menilai hasil hipotesis uji t adalah digunakan tingkat signifikansi 5% dengan derajat kebebasan df = n-1 Ghozali (2013). Jika thitung > ttabel, atau P value < α = 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti variabel independen mempunya i pengaruh terhadap variabel dependen. Begitu juga sebaliknya, maka
32
variabel independen tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.
5. Uji Interaksi atau Moderated Regression Analysis (MRA)
Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi linier berganda dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). Uji Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan untuk mengetahui apakah variabel moderasi akan memperkuat atau memperlemah hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. Jika memperkuat nilai signifikannya akan bernilai positif dibawah 0.05 atau 5% dan jika signifikansinya bernilai negatif atau diatas 0.05 dinyatakan memperlemah dan bukan sebagai variabel moderasi Ghozali (2013). Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam pengujian moderasi adalah sebagai berikut:
1. Meregresikan variabel bebas (X) dan moderasi (z) terhadap variabel terikat (y) sehingga persamaan :
Y = α + β1Xit + β2Zit + ε
2. Meregresikan variabel bebas (x),variabel moderasi (z) dan variabel interaksi (xz) terhadap variabel terikat (y) sehingga persamaannya:
Y = α + β1Xit+ β2Zit+ β3XZit + ε Keterangan :
i = entitas ke-i t = periode ke-t
33
BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis regresi dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan peneliti mengenai kemampuan kebijakan deviden dalam memoderasi pengaruh likuiditas, profitabilitas, leverage, terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017 dengan menggunakan uji interaksi dari data panel.
Kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut:
1. Likuiditas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017, Keadaan ini dimungkinkan likuiditas yang tinggi tidak selalu menguntungkan bagi perusahaan, current ratio perusahaan yang terlalu tinggi menunjukkan bahwa perusahaan kurang mampu mengelola asset perusahaan dalam memperoleh laba, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan perusahaan.
2. Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017, Keadaan ini dimungkinkan bahwa semakin tinggi nilai ROA dalam yang dimiliki perusahaan, membuat investor tertarik untuk berinvestasi .
3. Leverage tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017, Keadaan ini dimungkinkan bahwa leverage yang dimilik i
34
perusahaan tidak dapat menjadi ukuran seorang investor dalam melihat return saham
4. Aktifitas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017, Keadaan ini dimungkinkan bahwa rasio aktivitas tidak bermanfaaat untuk mengukur return saham karena kebanyakan investor hanya melihat assets yang baru yang lebih efisien karena pengaruh teknologi dan jika keadaan inflasi, assets perusahaan menjadi mahal atau turun yang dapat menyebabkannya naik turunya return saham 5. Kebijakan deviden tidak mampu dalam memoderasi variabel likuiditas,
profitabilitas, leverage, dan aktivitas. Hal ini dikarenakan kebijakan dividen belum tentu dapat meningkatkan return saham perusahaan pada saat current ratio, return on asset, debt to equity eatio rendah dan pada saat total aset turnover tinggi begitupun sebaliknya.
B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini mempunyai keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya:
a. Sampel penelitian ini menggunakan laporan keuangan perusahaan dengan periode pengamatan 2014-2017
b. Banyak perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan harga saham (closing price), dan tidak menyampaikan kebijakan deviden perusahaan.
35
C. Saran
Berdasarkan hasil dan keterbatasan penelitian ini, maka penelit i memberikan saran sebagai berikut:
a. Peneliti dapat menambahkan variabei-variabel lain untuk menganalisis pengaruh terhadap return saham.
b. Peneliti diharapkan memperluas objek penelitian dan memperpanjang waktu pengamatan.
c. Variabel moderasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kebijakan deviden dan tidak mampu memoderasi hubungan variabel likuiditas, leverage, profitabilitas, dan aktivitas terhadap return saham, untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan variabel lain yang dapat digunakan dalam moderasi antar hubungan.
36
DAFTAR PUSTAKA
Ariyanti, Ajeng Ika, and Suwitho. 2016. “Pengaruh Cr, Tato, Npm Dan Roa Terhadap Return Saham.” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5(April).
Bisara, Chrismas. 2015. “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham.”
4(11): 1–18.
Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F. 2013. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11 Buku 1. Salemba Empat: Jakarta.
Brigham, F.E . dan J.F.Houston. 2014. Fundamental of Financial Management.
Cengage learning. South Western. A.Yulianto. 2014. Dasar dasar manajemen keuangan. Salemba Empat. Jakarta.
Farkhan, and Ika. 2013. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Di BEI.” 9(1): 1–18.
Ghozali, Imam. 2013. Analisis Multivariate dan Ekonometrika Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan Eviews 8. BPFE Universiras Diponegoro: Semarang
Gunadi, Gd Gilang, and I Ketut Wijaya Kesuma. 2015. “Pengaruh ROA, DER, EPS Terhadap Return Saham Perusahaan Food and Beverage BEI.” E-Journal Manajemen Unud 4(6): 1636–47.
Hidayat, wahid al. 2014. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham.”
Houston, Brigham dan. 2014. Fundamentals of Financial Management. Mason:
South-Western: Cengage Leaning.
Ivan Andrianto Gejali. 2014. “Jurnal Ilmu & Riset Manajemen Vol. 2 No. 7 (2013).” Jurnal Ilmu & Riset Manajemen 3(7): 1–20.
Jogiyanto, H. 2014. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Kesembilan.
Yogyakarta: BPEF.
Legiman, 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi return saham pada perusahaan agroindustry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012. Jurnal EMBA vol.3 No.3.
Martono dan Harjito. 2013. Manajemen Keuangan. Edisi Kedua. EKONISIA.
Yogyakarta.
Rachmawati, Ike Devi. 2017. “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham.” 6(2014).
Rusydina, Arifah. 2017. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham.” 6:
1–18.
37
Samsul, Mohammad, 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Surabaya : Erlangga
Septiana, Farda Eka, and Aniek Wahyuati. 2016. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur.” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5(1): 1–21.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
White, Gerald I., et al. 2002. The Analysis and Use of Financial Statement. Third Edit. USA: John Wiley & Sons, Inc.