Model pengembangan sistem pemasaran ikan segar di Kawasan Maluku Tengah ditunjukkan pada Gambar 16. Pemerintah, dalam hal ini beberapa lembaga terkait dengan pemasaran ikan segar seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, PLN, Pertamina, Bank, BPS dan Lembaga Akademik bersama pihak Swasta, melakukan beberapa kegiatan untuk mewujudkan pemasaran ikan segar yang efisien.
Kondisi geografis Provinsi Maluku khususnya Kawasan Maluku Tengah yang terdiri dari banyak pulau mengakibatkan sarana dan prasarana transportasi sangat dibutuhkan, agar pulau-pulau tersebut dapat saling terhubungkan satu dengan lainnya. Tidak memadainya sarana dan prasarana transportasi, komunikasi dan pemasaran mengakibatkan pasar-pasar yang ada di Kawasan Maluku Tengah tersegmentasi. Perbedaan harga yang besar di tingkat nelayan dan konsumen dengan share terbesar di tingkat pedagang juga merupakan permasalahan tersendiri dalam pemasaran. Padahal untuk menghasilkan suatu pasar yang efisien, share tersebut harus terbagi sama untuk semua unsur yang melakukan kegiatan pemasaran tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan harus menyediakan sarana dan prasarana transportasi agar pulau-pulau yang ada di Provinsi Maluku dapat terhubungkan satu dengan lainnya. Dengan demikian produk yang dihasilkan di suatu pulau dapat terdistribusi dengan baik ke pulau lain.
Fluktuasi harga ikan yang cukup besar merupakan masalah yang paling utama dalam pemasaran ikan segar di Kawasan Maluku Tengah. Hal ini disebabkan oleh sifat dan karakteristik ikan segar yang musiman dan mudah busuk. Pada saat musim ikan, ketersediaan ikan di pasar banyak dan pada saat bukan musim ikan, ketersediaan ikan di pasar sedikit. Sesuai hukum ekonomi,
Gambar 16 Model konseptual pengembangan sistem pemasaran ikan segar di Kawasan Maluku Tengah.
Pemerintah
Dinas Perikan-an dPerikan-an KelautPerikan-an Dinas Perindustrian BPS Lembaga Akademik Lembaga Keuangan Sarana dan prasarana transportasi Meningkatkan kapasitas dan menjamin kebutuhan listrik untuk Cold StorageMemperluas jaringan
komunikasi dan
mekanisme informasi pasar yang akurat
Nelayan Pedagang Konsumen
Monitoring dan Evaluasi
Kinerja Pemasaran Ikan Segar PLN Pertamina Menyediakan infrastruktur pemasaran (boks penyimpanan ikan, air bersih dan es) Membangun
pasar yang
bersih dan sehat Menjamin ketersediaan BBM dan es Menggalakan diversifikasi dan kebiasaan makan ikan olahan Menyediakan pinjaman dan memberikan bantuan keuangan saat paceklik Kebutuhan ikan segar untuk masyarakat maupun industri Dinas Koperasi Swasta Dinas Perhubungan
ketika ketersediaan ikan di pasar melebihi jumlah yang dibutuhkan konsumen, maka harganya akan turun. Kapasitas tampung Cold Storage yang terbatas dan hanya untuk jenis dan kualitas ikan tertentu mengakibatkan pada saat seperti ini, tak jarang ikan harus dibuang, karena pasar tidak mampu menyerap ikan yang ada. Apabila nelayan tidak membawa es ketika melaut dan penanganan ikan pasca panen tidak higienis, maka kesegarannya akan menurun. Penerapan rantai dingin yang seadanya selama proses distribusi dan pemasaran akan lebih mempercepat proses penurunan tingkat kesegaran ikan dan diikuti oleh penurunan harganya. Untuk mengatasi hal ini, maka Pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan serta PLN bekerja sama dengan pihak Swasta harus meningkatkan kapasitas dan kebutuhan listrik untuk Cold Storage. Pemerintah juga harus menjamin ketersediaan es yang bersih dan murah baik bagi nelayan maupun pedagang, agar dalam proses penangkapan, distribusi dan pemasaran, tingkat kesegaran ikan tetap terpelihara. Selanjutnya, Dinas Perikanan dan Kelautan melakukan pelatihan kepada nelayan tentang cara menangani ikan dengan baik selama proses penangkapan maupun pasca proses penangkapan agar tingkat kesegaran ikan tidak mudah menurun. Dinas Perikanan dan Kelautan dengan Dinas Perindustrian juga harus merevitalisasi pasar yang ada menjadi pasar yang bersih dan higienis serta menyediakan infrastruktur pemasaran seperti boks penyimpanan ikan, es maupun air bersih agar tingkat kesegaran ikan dapat dipertahankan. Pasar yang bersih dan sehat juga memberikan kenyamanan baik bagi pedagang yang berjualan maupun konsumen yang berbelanja.
Melalui lembaga-lembaga terkait seperti Lembaga Akademik, Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Badan Pusat Statistika Daerah, Pemerintah melakukan riset mengenai kebutuhan ikan segar untuk masyarakat maupun industri yang ada di Provinsi Maluku, serta bersama Lembaga Akademik dan pihak Swasta, Pemerintah memperluas jaringan informasi pasar yang efisien bagi semua lembaga pemasaran.
Proses pengembangan sistem pemasaran ikan segar secara ringkas ditunjukkan pada Tabel 30.
Tabel 30. Proses Pengembangan Sistem Pemasaran Ikan Segar di Kawasan Maluku Tengah
Input Process Output Pelaku
- Kepastian
ketersediaan ikan di pasar dengan harga yang stabil
- Pembatasan jenis, ukuran alat tangkap, waktu tangkap dan daerah penangkapan. - Meningkatkan
kapa-sitas Cold Storage dan menjamin kebu-tuhan listrik untuk Cold Storage. - Menjamin kebutuhan
BBM dan es yang murah untuk nelayan melaut.
- Memperluas jaringan informasi pasar serta mekanisme informasi pasar yang akurat bagi setiap pelaku pemasaran
- Kepastian keterse-diaan ikan di pasar dengan harga yang stabil - Dinas Perikanan dan Kelautan - Dinas Perikanan dan Kelautan PLN - Dinas Perikanan dan Kelautan, Pertamina - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian, Lembaga Akademik, Swasta - Memberikan bantuan (bagi nelayan) - Menyediakan pinjam-an dengpinjam-an bunga ren-dah.
- Memberikan bantuan keuangan pada saat paceklik. - Kredit untuk perluasan usaha - Bantuan keuangan saat paceklik - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian, Bank - Memberikan
bantuan (bagi peda-gang)
- Menyediakan pinjam-an dengpinjam-an bunga ren-dah dan aturan yang tidak berbelit. - Menyediakan
infra-struktur pemasaran, seperti box
penyimpanan ikan, air bersih dan es yang murah. - Kredit - Infrastruktur pemasaran - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian, Bank - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian
Lanjutan Tabel 30.
Input Process Output Pelaku
- Menyediakan pasar yang bersih dan sehat
- Membangun pasar yang bersih dan sehat serta menyediakan sa-rana dan prasasa-rana pendukung
pemasaran.
- Para pengguna pasar harus menjaga kebersihan pasar. - Pasar yang higienis - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian, Swasta. - Sosialisasi makan ikan olahan, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada konsumsi ikan segar
- Riset kebutuhan ikan segar untuk masyarakat maupun industri di Maluku, serta mekanisme perluasan informasi pasar bagi semua lembaga
pemasaran.
- Menggalakan kebia-saan makan ikan olah-an dengolah-an cara mela-kukan pekan pameran produk ikan olahan. Pameran ini dapat menjadi salah satu event Nasional dan sumber pendapatan Daerah.
- Menggalakan diversi-fikasi produk ikan olahan di tingkat nela-yan dan pedagang pengolah. - Bekerjasama dengan lembaga terkait seperti Lembaga Akademik, Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Dinas Perindustrian Daerah - Diversifikasi produk ikan olahan - Data - Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindus-trian, Dinas Koperasi. - Lembaga Akademik, BPS.