BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.3 Model Teoritik
Model teoritik atau juga dikenal dengan kerangka pemikiran adalah model konseptual yang digunakan oleh peneliti untuk memecahkan masalah penelitian berdasarkan konsep-konsep dan teori yang relevan (Pujileksono, 2005:10-12).
Berdasarkan kerangka teori yang telah dijabarkan, kerangka pemikiran yang terbentuk adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 : Model teoritik penelitian Program Laptop Si
Unyil
Anak-anak yang menonton Program Laptop Si Unyil
- Pandangan Anak
terhadapTayangan Laptop Si Unyil
- Nilai – nilai yang terkandung dalam Tayangan Laptop Si Unyil
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
Istilah metode penelitian terdiri dari dua kata yaitu metode dan penelitian.
Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu Methodos yang memiliki arti sebagai cara untuk menuju ke arah satu jalan. Dan penelitian merupakan suatu proses pengumpulan data secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian metode penelitian adalah cara yang dilakukan dengan langkah-langkah secara ilmiah untuk mendapat data yang valid yang kemudian dikembangkan dan dibuktikan serta penarikan kesimpulan berdasarkan kaidah ilmiah dan penerapan tujuan tertentu.
Ada dua jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kulaitatif. Menurut Yusuf(2014: 239) penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiry yang menekankan pada pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol, maupun deskripsitentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, menggunakan bebrapa cara, serta disajikan secara naratif.
Metode deskriptif kualitatif merupakan salah satu jenis dari penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan tentang situasi, fenomena tertentu, baik menyangkut manusianya maupun hubungannya dengan manusia lain.
3.2 Objek Penelitian
Objek Penelitian adalah sesuatu yang merujuk pada masalah atau tema yang sedang diteliti (Idrus, 2009:91). Objek dalam penelitian ini adalah pandangan anak SD Negeri No 101949 Pematang Tatal terhadap tayangan Laptop Si Unyil.
3.3 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian dengan metode kualitatif dikenal dengan informan.Informan adalah orang yang menjadi narasumber yang memberikan informasi baik berupa pendapat maupun uraian pengalaman yang didapat selama proses wawancara. Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, adalah penentuan informan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti yang berkaitan dengan masalah penelitian. Sugiono (2006:61) mengatakan bahwa purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Berdasarkan tujuannya maka informan dalam penelitian ini adalah siswa/i SD Negeri No. 101949 Pematang Tatal dengan kriteria sebagai berikut:
- Siswa/i yang menonoton tayangan Laptop Si Unyil minimal 3 kali dalam seminggu (5 kali tayang dalam seminggu)
- Siswa/i yang menonton tayangan Laptop SI Unyil minimal selama 15 menit maksimal 30 menit dalam satu kali kegiatan menonton.
3.4 Kerangka Analisis
Unit analisis diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan fokus/komponen yang diteliti. Unit analisis dilakukan oleh peneliti agar validitas dan realibilitas penelitian dapat terjaga. Menurut Spradley (Yusuf, 2014:368) menyebut unit analisis sebagai situasi sosial untuk menggambarkan keberadaan kelompok yang diteliti, yaitu pelaku (actors), tempat (place), dan aktivitas (activities).
Pelaku (actors) adalah subjek atau informan yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini pelaku yang dimaksud adalah siswa/i SD Negeri No. 101949 Pematang Tatal.
Tempat (place)adalah lokasi dimana penelitian dilakukan. Penelitian ini dilakukan SD Negeri No. 101949 Pematang Tatal yang terletak di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kegiatan (activities) merupakan segala aktivitas yang dilakukan subjek penelitian yang berkaitan dengan tempat dan masalah penelitian. Kegiatan yang akan diteliti adalah pandangan anak terhadap tayangan Laptop Si Unyil di SD Negeri No. 101949 Pematang Tatal.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Wawancara Mendalam (dept interview)
Wawancara mendalam biasanya lebih luwes, susunan pertanyaan dibuat enak, tidak ada tekanan, dan tidak saling mengejar target. Namun suasana berjalan dalam suasana akrab dan penih persahabatan. Jenis wawancara ini juga lebih humanistik dan fleksibel dan masing-masing tidak akan saling menyalahkan satu sama lain. yang penting ada keterbukaan antara peneliti dan yang diteliti. Dalam kaitan ini, peneliti ibarat seorang penyelam (taking the role of the other) yang menyelami orang yang diteliti. Peneliti dengan sabar dan ikut berperan dalam wawancara, memberikan dorongan tertentu, memberikan rasa aman serta nyaman (Endraswara, 2006 : 168-169).
Dengan demikian, tipe wawancara mendalam adalah tidak terstruktur dan berpedoman pada daftar pertanyaan. peneliti menyususn rencana (schedule) wawancara namun tidak menggunakan format dan urutan yang baku sehingga proses wawancara berlangsung dengan santai dan tidak kaku. Dengan demikian peneliti dapat memperoleh informasi lebih banyak dari informan berdasarkan panduan daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan. Wawancara dilakukan secara langsung dan tatap muka.
2. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan wawancara hanya dapat mengungkapkan tingkah laku berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh narasumber. Peneliti perlu melakukan obervasi untuk melihat,
mencium, atau mendengarkan suatu objek penelitian dan kemudian disimpulkan dari apa yang telah diamati. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang valid dan mendukung pernyataan yang telah disampaikan infoeman melalui wawancara sebelumnya.
Kegiatan observasi dapat menentukan keberhasilan dan ketepatan hasil penelitian. Yaitu dengan mmberi makna tentang apa yang diamati dalam realitas dan dalam konteks alami (natural setting). Baik bertanya maupun melihat bagaimana hubungan antara satu aspek dengan aspek yang lain pada objek yang diamatinya.
3.6 Teknik Analisis Data
Data yang telah didapat melalui teknik pengumpulan data yang telah ditentukan lebih banyak berupa kata-kata dan angka. Oleh karena itu data tersebut harus diproses dan dianalisis sebelum dapat digunakan. Peneliti menggunakan teknik analisis data yang di tawarkan oleh Miles dan Hubermen (Yusuf, 2014:
407) dengan tiga kegiatan analisis data secara serempak, yaitu : 1. Reduksi Data
Reduksi data menunjuk kepada prosespemilihan, pemokusan, penyederhanaan, pemisahan dan pentransfosmasian data mentah yang terlihat dalam catatan tertulis lapangan (written-up field notes). Reduksi data adalah kegiatan yang tidak terpisahkan dari analisis data. Peneliti memilih data mana yang akan diberi kode, mana yang ditarik keluar, dan pola rangkuman sejumlah potongan atau apa pengembangan ceritanya merupakan pilihan analistik. Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam, memilih, memfokuskan, membuang dan mengorganisasikan data dalam satu cara, dimana kesimpulan akhir dapat digambarkan dan diverifikasikan.
2. Data Display
Display dalam konteks ini adalah kumpulan informasi yang telah tersusun yang membolehkan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Bentuk display data dalam penelitian kualitatif yaitu teks naratif dan kejadian atau peristiwa itu terjadi di masa lampau.
3. Kesimpulan/Verifikasi
Kesimpulan merupakan kegiatan utama dalam analisis data. Luasnya danlengkapnya catatan lapangan, jenis metodologi yang digunakan dalam pengolahan data serta pengalaman peneliti dalam penelitian ,e,berikan warna kesimpulan penelitian. Apabila proses sudah benar dan data yang dianalisis tekah memenuhi standar kelayakan dan konformitas, maka kesimpulan awal yang diambil akan dapat dipercayai.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
Hasilpenelitian adalah hasil yang peneliti peroleh, berupa hasil dari wawancara mendalam dan observasi berupa data yang peneliti dapatkan selama melakukan proses penelitian. pada penelitian ini peneliti melakukan proses wawancara mendalam dengan tujuh orang informan yang merupakan siswa dan siswi yang meNo.nton tayangan Laptop Si Unyil di SDN Nomor 101949 Pematang Tatal. Pada bab ini akan dipaparkan dan dijelaskan hasil dari penelitian yang didapatkan disertai dengan pembahasan berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui pandangan anak di SDN Nomor 101949 Pematang Tatal pada tayangan Laptop Si Unyil dan nilai-nilai yang terkandung dalam tayangan tersebut.
4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Peneliti merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) alumni dari SDN No. 101949 Pematang Tatal yang lulus pada tahun 2008. Saat ini peneliti masih berdomisili di Desa Pematang Tatal Dusun II. Peneliti rutin melakukan kegiatan pulang kampung satu kali dalam kurun waktu dua minggu. Letak rumah peneliti dengan lokasi penelitian yang tidak terlalu jauh menjadikan lingkungan kampung halaman peneliti dipenuhi oleh anak-anak yang bersekolah di SDN No.
101949 Pematang Tatal. Peneliti melihat bahwa kebiasaan anak-anak diusia sekolah dasar khususnya di siang hari adalah menonton televisi setelah pulang dari sekolah.Berdasarkan percakapan kecil yang peneliti lakukan, tayangan yang ditonton anak pada siang hari adalah tayangan-tayangan yang menghibur, seru dan menarik untuk ditonton, yaitu tayangan Laptop Si Unyil.
SDNegeriNomor 101949 Pematang Tatal adalah sekolah milik pemerintah daerah yang berstatus negeri. Sekolah dasar ini terletak di Desa Pematang Tatal Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.
SDN No. 101949 merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam aktivitas mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik dan menyejahterakan masyarakat.
Keberadaan SDN No. 101949 di Desa Pematang Tatal memberikan sumbangan kemajuan daerah dalam meningkatkan kecerdasan anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Kepala SDN No. 101949 Pematang Tatal sangat terbuka dengan mahasiswa yang ingin turut serta dalam memajukan sekolah dasar tersebut baik dalam penelitian maupun penerimaan guru atau staff administrasi yang bersal dari Desa Pematang Tatal.
SDN No. 101949 Pematang Tatal merupakan sekolah dasar yang menerima bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2009. Bantuan BOS memberikan dampak yang baik bagi sekolah dan peserta didik. Dengan adanya bantuan BOS, orang tua dari siswa/siswi SDN No. 101949 Pematang Tatal terbantu dalam kebutuhan finansial dan tetap bisa menyekolahkan anaknya tanpa memikirkan kendala. BOS memberikan fasilitas buku cetak yang dapat digunakan oleh siswa/siswi dan tidak adanya pembayaran uang bulanan (SPP) di SDN No.
101949 Pematang Tatal. Dengan demikian hanya pembelian lembar kerja siswa (LKS) dan pakaian olahraga dibebankan oleh peserta didik.
Berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dengan Nomor 02.-4.29.35.4.00001, SDN No. 101949 Pematang Tatal berdiri sejak Tahun 1971. Dengan luas tanah 2652 m2 terdapat delapan ruang kelas untuk keiatan belajar mengajar, satu perpustakaan dan satu kantor guru di SDN No.
101949 Pematang Tatal. Terdapat sebuah lapangan bola kaki milik desa yang berada tepat di sebelah sekolah yang memudahkan siswa/siswi untuk melakukan kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler. SDN No. 101949 Pematang Tatal juga memberikan sarana bagi siswa/siswinya dalam pengembangan diri lewat kegiatan ekstrakurikuler, yaitu kegiatan sepak bola dan pramuka. Ekstrakurikuler sepak bola dilakukan dua kali dalam satu minggu, yaitu pada hari senin dan kamis.
Kegiatan ini dilakukan untuk melatih siswa dalam bermain sepak bola dan mengikuti pertandingan bila ada kesempatan. Sedangkan latihan pramuka dilakukan setiap hari sabtu yang diikuti oleh siswa/siswi kelas IV, V dan VI.
Kepala SDN No. 101949 Pematang Tatal, Ibu Sri Mimi Sukawati, S.Pd dibantu oleh dua orang guru laki-laki dan duabelas orang guru perempuan yang berstatus aktif dalam menjalankan kegiatan operasional sekolah dasar dan terdaftar di sekolah induk. Berdasarkan data yang didapat oleh peneliti, terdapat tiga ratus tujuh belas siswa dengan pembagian seratus enam puluh delapan terdiri dari siswa perempuan dan seratus empat puluh sembilan terdiri dari siswa laki-laki.Berikut struktur organisasi SDN No. 101949 Pematang Tatal:
Gambar 4.1. Struktur Organisasi SDN Nomor 101949 Pematang Tatal
Kegiatan belajar mengajar di SDN No. 101949 Pematang Tatal dilakukan dua waktu, yaitu pagi hari dan siang hari. Hal ini dilakukan karena terbatasnya ruang kelas yang tersedia dengan jumlah siswa ada. Pemberlakuan dua waktu masuk sekolah hanya berlaku pada kelas I dan II yang masing-masing dibagi menjadi dua kelas. Kebijakan sekolah tidak menetapkan standar jumlah khusus dalam penerimaan siswa setiap tahunnya. sehingga terdapat perbedaan jumlah siswa setiap tahunnya. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat lima puluh
Kepala Sekolah
Unit Perpustakaan Bendahara
Guru
Siswa-Siswi Penjaga Sekolah
--- Komite Sekolah
sembilan siswa kelas I, enam puluh dua siswa kelas II, empat puluh tujuh siswa kelas III, empat puluh lima siswa kelas IV, enam puluh siswa kelas V, dan empat puluh empat siswa kelas VI.
Adapun Visi dan Misi dari SDN Nomor 101949 Pematang Tatal adalah sebagai berikut:
VISI
Membangun Sisiwa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkarakter, Terampil, serta Mencintai Lingkungan Hidup.
MISI
• Mampu mempersiapkan siswa/siswi berprestasi dibidang IMTAQ dan IPTEK yang berwawasan lingkungan
• Menjadikan Sekolah berdisiplinkan tinggi terpercaya di masyarakat dan berwawasan lingkungan melalui program budaya bersih
• menjadikan siswa/siswi yang cerdas, terampil, berkarakter, serta jujur.
4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Penelitian
Peneliti akan menjelaskan gambaran umum mengenai proses pengambilan data di lapangan. Pada tahap awal, peneliti mendapatkan informasi melalui observasi langsung terhadap anak-anak yang sekolah di SDN No. 101949 Pematang Tatal yang tinggal di lingkungan rumah peneliti. Peneliti menetapkan beberapa syarat atau kriteria dalam menentukan informan, yaitu siswa/siswi kelas VI di SDN No. 101949 Pematang Tatal yang menonton tayangan Laptop Si Unyil.
siswa/siswi yang menonton tayangan Laptop Si Unyil minimal lima belas menit dari tiga puluh menit durasi tayangan dan minimal tiga kali dalam satu minggu.
Informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan purposive sampling, yaitu informan merupakan orang yang terpilih berdasarkan kriteria informan dalam penelitian ini. informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, yaitu tiga orang siswa perempuan dan tiga orang siswa laki-laki. Jumlah informan yang menonton tayangan Laptop Si Unyil diambil dengan jumlah enam orang karena
peneliti menemukan enam orang siswa/siswi yang memenui kriteria peneliti dalam menentukan informan. Data ini peneliti peroleh dengan melakukan observasi langsung terhadap siswa/siswi kelas VI yang tinggal di lingkungan rumah peneliti, yaitu Dian Agustia dan Tasya yang peneliti harapkan untuk untuk mengetahui hal tersebut. Serta mendatangi SDN No. 101949 Pematang Tatal dengan melakukan interaksi langsung di kelas VI untuk mengetahui lebih lanjut siswa/siswi yang menonton tayangan Laptop Si Unyil.
Peneliti memerlukan waktu satu minggu untuk menemukan informan yang tepat. ketika peneliti melakukan observasi langsung sebelum melakukan wawancara, pada awalnya peneliti menduga ada banyak siswa/siswi yang menonton tayangan Laptop Si Unyil. Hal ini karena siswa/i yang peneliti temui adalah siswa yang mengaku menonton tayangan Laptop Si Unyil setiap hari dengan durasi waktu yang cukup lama begitu juga dengan temannya. Pada tanggal 28 Mei 2018 peneliti mengajukan permohonan pembuatan surat izin penelitian ke bagian pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) dan selesai pada tanggal 30 Mei 2018. Satu hari sebelum melakukan penelitian, peneliti mendatangi rumah kepala SDN No. 101949 Pematang Tatal, Ibu Sri Mimi Sukawati yang akrab dipanggil dengan sebutan Ibu Mimi untuk meminta izin bahwa peneliti akan melakukan penelitian untuk kebutuhan peneliti dalam menyelesaikan tugas akhir. Ibu Mimi adalah seorang ibu dari dua anak laki-laki yang berprilaku lemah lembut, sopan, murah senyum, terbuka dan penyayang. Hal ini ditunjukkan bagaimana peneliti berprilaku selama berkunjung. Setelah peneliti menyampaikan maksud dan tujuan penelitian, Ibu Mimi dengan senyuman mengizinkan peneliti melakukan penelitian di SDN No.
101949 Pematang Tatal dan surat izin bisa menyusul selama peneliti melakukan penelitian.
Proses penelitian yang peneliti lakukan bertepatan dengan bulan puasa ramadhan menjadikan tantangan tersendiri bagi peneliti dalam menghadapinya.
pada tanggal 30 Mei 2018 pukul 08.10 WIB peneliti sampai di SDN No. 101949 Pematang Tatal dan langsung menemui Ibu Mimi. Sebelum Masuk ke dalam ruangan Ibu Mimi, peneliti mendengar bahwa para siswa/siswi sedang membaca
ayat suci Alquran di dalam kelas. Pembacaan Alquran dilakukan karena pada saat di SDN No. 101949 Pematang Tatal sedang melakukan kegiatan pesantren kilat yang menjadi kegiatan rutin selama bulan ramadhan. Setelah peneliti menemui Ibu Mimi, peneliti langsung diajak ke dalam ruang kelas VI yang kebetulan saat itu wali kelas VI tidak hadir. Peneliti melihat Ibu Mimi keluar kelas dan memanggil siswa/sisiwi kelas VI lainnya untuk bergabung ke dalam ruang kelas VI-A. Pada saat itu peneliti mengetahui bahwa siswa/siswi kelas VI dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas VI-A dan kelas VI-B.
Peneliti telah menyiapkan diri satu hari sebelum datang ke SDN No.
101949 Pematang Tatal bagaimana peneliti dapat mendapatkan informan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Siswa/siswi yang telah berkumpul di ruang kelas VI-A menunjukkan raut wajah yang bingung seolah menanyakan pertanyaan ‘siapa’ ketika melihat peneliti masuk ke dalam ruangan. Ibu Mimi meminta siswa/siswi untuk berhenti membaca Alquran sejenak dan memperkenalkan peneliti dan memberitahu siswa/siswi maksud dan tujuan peneliti datang ke SDN No. 101949 Pematang Tatal. Selanjutnya peneliti diberi wewenang untuk bertatap langsung dengan para siswa/siswi kelas VI.
Tanpa memperpanjang waktu peneliti langsung mengenalkan diri kepada pada siswa/siswi. Peneliti pertama-tama memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, asal kampus dan alamat tempat tinggal. Para siswa/siswi nampak tenang dan memeprhatikan dengan baik namun masih menunjukkan raut wajah bingung selama peneliti memperkenalkan diri. Kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan peneliti untuk melakukan penelitian di SDN No. 101949 Pematang Tatal ini. Beberapa siswa mulai mengerti bahwa tujuan peneliti datang walaupun belum tahu sepenuhnya penelitian apa yang sebenarnya dilakukan.
Perkenalan dan tegur sapa antara peneliti dan para siswa berlangsung kurang lebih lima menit. Setelahpara siswa mengetahui sedikit informasi tentang peneliti, raut wajah bingung dari para siswa mulai menghilang dan mulai muncul suara bisik-bisik dari kursi yang berada di paling belakang kelas. Suara berisik itu muncul dari para siswa laki-laki yang terlihat akrab satu sama lain. peneliti
menyimpulkan bahwa sekumpulan siswa laki-laki tersebut yang berjumlah lima orang merupakan teman dekat di sekolah. Untuk mengatasinya, peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan tentang sekolah yang tidak peneliti ketahui agar perhatian para siswa kembali fokus kepada peneliti. Peneliti mulai menyanyakan tentang jumlah seluruh murid kelas enam pada tahun ini.
serempak mereka menjawab dengan suara samar-samar dengan ragu-ragu seperti suara lebah. Kemudian peneliti langsung menanyakan kepada para siswa siapa ketua kelas di masing-masing kelas VI-A dan VI-B. Kebetulan dua ketua kelas dari kelas VI-A dan VI-B memiliki nama yang sama, yaitu Riki. Secara bergantian mereka menyebutkan jumlah siswa yang ada di kelasnya masing-masing, yaitu berjumlah duahpuluh dua orang di kelas VI-A maupun VI-B.
Menurut pendapat peneliti, anak-anak adalah manusia yang sedang berada diusia bermain, menyukai hal-hal yang lucu, menarik, berbeda, mengerti hal-hal yang bersifat sedehana, ingin didengar dan diperhatikanserta memiliki keingintahuan yang tinggi. Oleh sebab itu peneliti menyiapkan diri untuk dapat menggunakan kata-kata atau kalimat sederhana yang mudah dipahami oleh para siswa. Sebisa mungkin peneliti berperan sebagai orang yang bisa dijadikan teman yang mau mendengarkan pendapat mereka. Untuk dapat mengetahui siapa saja dari para siswa yang menonton tayangan Laptop Si Unyil, pertama-tama peneliti menanyakan kegiatan mereka setelah pulang sekolah. Suara seperti lebah yang berterbangan kembali memenuhi ruangan kelas dengan jawaban-jawaban para siswa namun dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya. Beberapa jawaban ditengah-tengah suara itu yang peneliti dengar antara lain menonton tv, pergi ke warung internet (warnet), tidur siang, makan, dan main-main. Untuk memastikan jawaban para siswa, peneliti menunjuk salah satu siswa laki-laki yang duduk di kursi belakang yang peneliti dengar bersuara lebih lantang di tengah-tengah suara seperti lebah yang berterbangan dan memintanya Ia untuk berdiri dan menyebutkan namanya, siswa tersebut bernama Aji. Mendadak suasana kelas menjadi sepi dan hening. Siswa yang peneliti tunjuk terlihat kaget dan bingung harus menjawab apa. Dengan suara terbata-bata namun percaya diri Aji menyebutkan namanya dan menjawab pertanyaan peneliti, yaitu kegiatan apa aja yang Aji lakukan setelah pulang sekolah.
Menonton tv adalah jawaban pertama yang disebutkan para siswa ketika menjawab pertanyaan peneliti mengenai kegiatan apa saja yang para siswa lakukan setelah pulang sekolah. Peneliti melanjutkan dengan menanyakan tayangan apa saja yang mereka tonton setelah pulang sekolah. Suara seperti lebah berterbangan kembali memenuhi ruang kelas namun dengan volume suara yang lebih kecil dan malu-malu. Numun ada seorang siswa perempuan yang duduk di bangku urutan kedua yang terlihat lancar dan cakap ketika menyebutkan beberapa tayangan tv yang ditontonnya. Nama siswi tersebut adalah Kiki. Kiki menyebutkan beberapa tayangan yang ditontonnya antara lain Upin & Ipin, Spongebob Squarepants, Roy, dan Kisah Nyata. Kiki tidak menyebutkan Laptop Si Unyil sebagai salah satu dari daftar tontonanya. Kemudia peneliti beralih kepada siswa laki-laki yang duduk di urutan ketiga dari depan kelas yang mejanya menempel ke dinding ruang kelas yang berada di sebelah kiri dari depan kelas.
Menonton tv adalah jawaban pertama yang disebutkan para siswa ketika menjawab pertanyaan peneliti mengenai kegiatan apa saja yang para siswa lakukan setelah pulang sekolah. Peneliti melanjutkan dengan menanyakan tayangan apa saja yang mereka tonton setelah pulang sekolah. Suara seperti lebah berterbangan kembali memenuhi ruang kelas namun dengan volume suara yang lebih kecil dan malu-malu. Numun ada seorang siswa perempuan yang duduk di bangku urutan kedua yang terlihat lancar dan cakap ketika menyebutkan beberapa tayangan tv yang ditontonnya. Nama siswi tersebut adalah Kiki. Kiki menyebutkan beberapa tayangan yang ditontonnya antara lain Upin & Ipin, Spongebob Squarepants, Roy, dan Kisah Nyata. Kiki tidak menyebutkan Laptop Si Unyil sebagai salah satu dari daftar tontonanya. Kemudia peneliti beralih kepada siswa laki-laki yang duduk di urutan ketiga dari depan kelas yang mejanya menempel ke dinding ruang kelas yang berada di sebelah kiri dari depan kelas.