• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORITIK

MODEL TRANSFORMASI HUKUM ISLAM KE DALAM HUKUM NASIONAL

No Kategori Deskripsi Contoh/ catatan

1 Substan-tive (progressi

substantive terjadi apabila substansi hukum Islam yakni keadilan, kemas-lahatan dan adanya perlindungan

Berdasarkan penelitian Harun Nasution dan

Transformasi dan Integrasi Hukum Islam dalam Hukum Nasional | 91

ve) terhadap hal asasi manusia sudah di-akomodir dalam system hukum nasional. Konstitusi Indonesia sudah mengadopsi prinsip-prinsip hukum Islam.

Masdar Farid Mas‟udi

2 Normative (adaptive)

Transformsi hukum Islam ke dalam hukum nasional terjadi manakala norma-norma yang terkandung dalam hukum Islam juga diakomodir dan dijadikan norma hukum nasional.

Sebagian besar norma hukum Islam tentang Perkawinan telah diakomo-dir ke dalam UU No 1/1974 tentang Perkawinan. 3 Attributive or symbolic

Secara simbolis atau atributif, hukum Islam telah berubah menjadi hukum nasional jika atribut atau simbol hukum Islam seperti syariah, al-adl (adil), hikmah (kebijaksanaan), zakat, wakaf dan sebagainya ditampung dalam hukum nasional.

Ada beberapa atribut yang secara simbolis menunjukkan hukum Islam seperti istilah zina, waqaf dan zakat, meskipun isinya mungkin berbeda dengan apa yang di-inginkan oleh beberapa ulama

Model transformasi dan integrasi hukum Islam dalam hukum nasional dipengaruhi oleh banyak faktor. Di samping karena perbedaan dalam model penggalian dan pengamalan hukum Islam di negara atau daerah tertentu, juga dipengaruhi oleh madzhab fiqh yang dominan, politik hukum yang dianut oleh negara tersebut serta ketentuan-ketentuan hukum internasional yang telah diadopsi atau diratifikasi oleh negara yang bersankutan.

92 | Transformasi dan Integrasi Hukum Islam dalam Hukum Nasional bagaimana negara-negara Muslim melakukan transformasi dan reformasi terhadap hukum keluarga mereka. Pertama, ICCPR (International Covenant

on Civil and Political Rights), kedua, ICESCR ( International Covenant on Economic , Social and Cultural Rights), ketiga, CRC (Convention on the Rights of the Child ), keempat, CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women).

ICCPR merupakan perjanjian internasional yang teksnya dihasilkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1966. ICCPR mulai berlaku tahun 1976 setelah 35 negara meratifikasi. Perlu dicatat, ICCPR hanya berlaku bagi negara-negara yang telah meratifikasi. Substansi yang diatur dalam ICCPR intinya adalah penghormatan atas hak asasi manusia (HAM) yang terkait dengan hak-hak sipil dan politik dan mewajibkan kepada negara peserta untuk mentransformasikan ke dalam hukum nasional.

Ada dua klasifikasi terhadap hak-hak dan kebebasan dasar yang tercantum dalam ICCPR. Klasifikasi pertama adalah hak-hak dalam jenis

non-derogable, yaitu hak yang bersifat absolut yang tidak boleh dikurangi

pemenuhannya oleh negara walaupun dalam keadaan darurat sekalipun. Hak-hak yang termasuk dalam jenis ini adalah:

1. hak atas hidup (rights to life)

2. hak bebas dari penyiksaan (rights to be free from torture) 3. hak bebas dari perbudakan (rights to be free from slavery)

4. hak bebas dari penahanan karena gagal memenuhi perjanjian (utang) 5. hak bebas dari pemidanaan yang berlaku surut

6. hak atas kebebasan berpikir, keyakinan dan agama.

Klasifikasi kedua adalah hak-hak dalam jenis derogable, yakni hak-hak yang boleh dikurangi atau dibatasi pemenuhannya oleh negara. Hak dan kebebasan yang termasuk dalam jenis ini adalah.

1. Hak atas kebebasan berkumpul secara damai

2. Hak atas kebebasan berserikat, termasuk membentuk dan menjadi anggota serikat buruh.

3. Hak atas kebebasan menyatakan pendapat atau berekspresi , termasuk kebebasn mencari, menerima dan memberikan informasi dan segala macam gagasan tanpa memperhatikan batas (baik melalui lisan atau tulisan).

ICESCR ( International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights) adalah perjanjian multilateral yang diadopsi oleh PBB pada tahun

Transformasi dan Integrasi Hukum Islam dalam Hukum Nasional | 93

1966 dan berlaku efektif pada tahun 1976. Perjanjian ini mengikat pihak-pihak yang telah menandatangani dan meratifikasinya untuk memberikan hak-hak ekonomi, social dan budaya kepada individu maupun kelompok, termasuk hak-hak kaum buruh, hak untuk mendapatkan kesehatan, hak untuk mendapatkan pendidikan, dan hak untuk mendapatkan standar hidup yang layak. Tercatat sejak Januari 2018, sudah 166 negara yang meratifikasi perjanjian ini.111

CRC (Convention on the Rights of the Child) adalah perjanjian tentang hak-hak anak. Perjanjian ini pertama kali diadopsi oleh PBB pada tahun 1989 kemudian berlaku setahun kemudian. Perjanjian yang diadopsi secara luas oleh banyak negara ini dibuat untuk merespon ketidakadilan yang diderita oleh anak terutama terkait dengan kebutuhan khusus mereka. Prinsip yang terkandung dalam perjanjian ini antara lain:

 Non-discrimination

 The primacy of a child‟s best interests in all decisions affecting children  The right of every child to life, survival, and development

 The important of seeking and respecting the views of child.

CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women), Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita adalah sebuah perjanjian internasional yang ditetapkan pada tahun 1979 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa serta berlaku efektif sejak tahun 1981. Dewasa ini, perjanjian ini sudah diratifikasi oleh 189 negara.112 Konvensi ini juga bicara tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang memungkinkan setiap individu /kelompok yang tidak puas atas pelaksanaan CEDAW di negaranya dapat mengajukan langsung permasalahannya kepada pemerintah bahkan sampai PBB.

Berikut ini gambaran, bagaimana tiga puluh delapan negara yang memiliki jumlah penduduk muslim cukup signifikan menempatkan hukum Islam dalam konstitusinya serta bagaimana cara mereka mengadopsi konvensi internasional.

111

https://en.wikipedia.org/wiki/International_Covenant_on_Economic,_Social_and_Cultural_ Rights diakses 5 Juli 2018

112https://en.wikipedia.org/wiki/Convention_on_the_Elimination_of_All_Forms_of_Discrim ination_Against_Women, diakses 5 Juli 2018.

94 | Transformasi dan Integrasi Hukum Islam dalam Hukum Nasional Aljazair, misalnya, mayoritas penduduk negara ini Muslim dengan komposisi, mayoritasnya bermadzhab Maliki, ada pula minoritas yang bermadzhab Ibadi serta minoritas Kristen. Konstitusi negara ini menyatakan bahwa Islam merupakan agama resmi negara. Negara ini juga telah menandatangani ICCPR (International Covenant on Civil and Political

Rights) dan ICESCR ( International Covenant on Economic , Social and Cultural Rights) sejak tahun 1968. Tetapi baru meratifikasinya pada tahun

1989.

Bagaimana negara-negara yang memiliki penduduk Muslim yang jumlahnya cukup signifikan merespon ICCPR, ICCESCR, CRC dan CEDAW terlihat pada tabel berikut.

TABLE 12.