• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.9. Monitoring dan Evaluasi Kinerja

Peningkatan Layanan Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara

Rp.

11.507.015.000,-

Anggaran yang tercantum pada Tabel 3 adalah anggaran setelah revisi terakhir, yaitu revisi anggaran ke-11 yang disetujui pada tanggal 9 November 2021.

2.9. Monitoring dan Evaluasi Kinerja

Setiap kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara selalu dipantau dan dinilai secara internal melalui beberapa mekanisme, yaitu:

1. Rapat mingguan

Setiap awal pekan, diadakan rapat yang dihadiri oleh Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Koordinator, Subkoordinator, dan Ketua Kelompok Layanan. Rapat mingguan pada umumnya membahas isu yang berkembang di Pujasintara selama seminggu terakhir dan curah pendapat untuk menemukan solusi persoalan yang perlu segera diselesaikan. Kepala Pujasintara juga bisa memberikan arahan kepada para Koordinator, Subkoordinator, dan kelompok-kelompok jabatan fungsional yang diwakili oleh Ketua-Ketua Kelompok Layanan serta menyampaikan evaluasi atas pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

Pada umumnya, rapat mingguan diadakan melalui platform rapat jarak jauh seperti Google Meet dan Zoom.

2. Arahan Kepala Pujasintara

Pada situasi tertentu, Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara mengadakan pertemuan yang dihadiri seluruh pegawai yang berada di bawah administrasinya untuk menyampaikan arahan-arahan yang dianggap penting dan harus segera diketahui oleh seluruh pegawai. Arahan ini biasanya dilakukan menggunakan aplikasi pertemuan Google Meet atau Zoom.

3. Pengukuran Kinerja Lembaga melalui Smart DJA dan E-Performance

Dalam manajemen kegiatan di Pujasintara, unit kerja melaporkan kemajuan penggunaan anggaran melalui platform Smart DJA yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Selain itu, untuk memantau kinerja unit kerja sesuai dengan perencanaan strategis, Perpusnas juga membuat platform pelaporan yang disebut E-Performance. Kedua aplikasi ini diperbarui utamanya setiap triwulan untuk memantau kelajuan kinerja yang dilakukan oleh Pujasintara.

4. Akreditasi dan review ISO

Sebagai wujud komitmen mutu Pujasintara, setiap tahunnya diadakan kegiatan sertifikasi ISO 9001:2015 atas layanan yang diberikan di Pujasintara. Hingga tahun 2020, layanan-layanan yang telah tersertifikasi ISO adalah Layanan Keanggotaan, Layanan Koleksi Anak, Layanan Koleksi Audio-Visual, Layanan Naskah Nusantara, Layanan Koleksi Buku Langka, Layanan Referens, dan Layanan Terbitan Berkala.

Setiap tahun, layanan-layanan yang telah tersertifikasi akan dievaluasi kembali. Selain itu, setiap tahun pula diusulkan layanan-layanan baru untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015.

5. Penyusunan dan pembahasan SOP dan NSPK

Untuk menjamin keseragaman dan kualitas pelayanan di Pujasintara, setiap tahun diadakan pembuatan SOP Layanan di lingkungan Pujasintara. Tahun ini, telah dibuat 10 dokumen SOP layanan.

Selain itu, sejalan dengan Peraturan Perpustakaan Nasional nomor 4 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kelola di Lingkungan Perpustakaan Nasional, Pujasintara juga memiliki fungsi pembuatan kebijakan teknis tentang layanan perpustakaan, yang tertuang dalam Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Saat ini, Pujasintara telah menyusun 33 draf NSPK yang nantinya akan dikembangkan menjadi Peraturan Perpustakaan Nasional.

6. Laporan pekerjaan harian dan bulanan

Selain Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang dievaluasi secara tahunan, pegawai juga diwajibkan membuat laporan pekerjaan secara harian dan bulanan. Laporan pekerjaan harian diserahkan pada saat mengisi presensi pulang yang dilakukan secara daring melalui Google Forms. Sementara itu, laporan bulanan dikumpulkan setiap awal bulan berikutnya untuk menunjukkan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama sebulan ke belakang.

Sejak bulan Juni 2021, evaluasi kinerja juga dilakukan menggunakan aplikasi E-Kinerja yang dibuat oleh Biro SDM dan Umum. Di dalam aplikasi ini, pegawai diwajibkan melaporkan pekerjaan yang dilakukannya setiap hari. Pembobotan dilakukan atas kerja yang dilaporkan, yang akan tampil dalam bentuk persentase kinerja bulanan pegawai. Persentase ini nantinya akan mempengaruhi perolehan Tunjangan Kinerja pegawai setiap bulan.

7. Pengendalian mutu pekerjaan oleh koordinator dan subkoordinator

Koordinator dan subkoordinator memegang peranan penting dalam memastikan bahwa semua pegawai di lingkungan Pujasintara melakukan pekerjaan dan kegiatan yang terkait dengan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara. Hal ini dilakukan melalui

pengecekan laporan pekerjaan pegawai secara harian dan bulanan. Selain itu, koordinator dan subkoordinator juga memeriksa pekerjaan pegawai yang dilaporkan di aplikasi E-Kinerja. Pegawai yang tidak melaporkan pekerjaan atau melaporkan pekerjaan yang tidak semestinya akan langsung diketahui oleh para koordinator dan subkoordinator. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan tergantung isu yang berkembang di Pujasintara dan dapat dibahas secara langsung dengan Kepala Pujasintara atau dalam rapat-rapat seperti rapat mingguan.

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA DAN REALISASI KEUANGAN

3.1. Pengukuran Capaian Sasaran Strategis 2021

Pengukuran capaian Sasaran Strategis dilakukan berdasarkan Rencana Strategis Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara 2020-2024. Sementara itu, pengukuran capaian Pekerjaan Kinerja 2021 didasarkan pada Perjanjian Kinerja tahun 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

3.1.1. Sasaran Strategis 1 (Peningkatan layanan perpustakaan, pelestarian, dan alih media bahan perpustakaan dan naskah nusantara/kuno)

3.1.1.1. Indikator Kinerja 1 (Indeks Pelayanan Publik)

Tabel 4. Capaian Sasaran Strategis 1 Indikator Kinerja 1 tahun 2021.

SASARAN STRATEGIS/PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI CAPAIAN SS1. Peningkatan

layanan

perpustakaan, pelestarian dan alih media bahan perpustakaan dan naskah nusantara/kuno

IK1. Indeks pelayanan publik

Indeks 3.85 4.02 104%

Indeks Pelayanan Publik merupakan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB). Nilai terakhir dirilis untuk Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) untuk tahun 2020, dengan penilaian yang diselenggarakan pada tanggal 17 September 2020 dalam bentuk desk evaluation. Untuk tahun 2021, penilaian sudah dilakukan namun nilai belum dirilis oleh Kementerian PAN-RB sehingga yang dijadikan realisasi pada tahun 2021 ini adalah nilai dari tahun 2020. Hal ini juga mengingat bahwa pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Pujasintara tahun 2020, Indeks Pelayanan Publik yang dilaporkan adalah untuk tahun 2019 karena nilai juga belum dirilis Kementerian PAN-RB pada saat pelaporan tahun tersebut.

Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2020 yang diterbitkan pada tanggal 12 Maret 2021, Indeks Pelayanan Publik yang diperoleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara sebesar 4,02 atau dalam kategori A- (Sangat Baik).

Terdapat 6 aspek penilaian dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik, nilai yang diperoleh, dan rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:

Tabel 5. Nilai Per Aspek Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik beserta rekomendasi.

ASPEK NILAI REKOMENDASI

A. Kebijakan Pelayanan

3,8 (B) 1. Melakukan evaluasi terhadap Standar Pelayanan yang telah disusun menyesuaikan dengan kondisi terkini.

2. Meningkatkan intensitas pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai sarana untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat secara periodik dan mengirimkan laporan pelaksanaan SKM kepada Kementerian PANRB.

B. Profesionalisme SDM

3,69 (B) 1. Meningkatkan kegiatan dalam rangka pengembangan kompetensi pegawai berupa diklat bagi pelaksana layanan baik teknis maupun non teknis.

2. Meningkatkan intensitas pemberian penghargaan agar dapat memotivasi pegawai.

C. Sarana Prasarana 4,8 (A) Menjaga kualitas sarana prasarana yang tersedia guna kenyamanan pengguna layanan.

D. Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP)

4,07 (A-) Meningkatkan kualitas SIPP yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna layanan dan melakukan pemutakhiran data SIPP yang dimiliki.

E. Konsultasi dan Pengaduan

4,15 (A-) Meningkatkan kualitas dan kuantitas media konsultasi dan pengaduan yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pimpinan instansi maupun pengguna layanan.

F. Inovasi 3,75 (B) Mengembangkan inovasi yang ada sehingga berkelanjutan dan makin bermanfaat bagi masyarakat serta berpartisipasi dalam kompetisi inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

Tabel 6. Perbandingan capaian SS1 IK1 tahun 2020-2021.

No. Sasaran Indikator

Kinerja Satuan Realisasi

2020 2021

1. SS1. Peningkatan layanan perpustakaan, pelestarian dan alih

media bahan

3.1.1.2. Indikator Kinerja 2 (Tingkat Kepuasan Pemustaka)

Tabel 7. Capaian Sasaran Strategis 1 Indikator Kinerja 2 tahun 2021.

SASARAN STRATEGIS/PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI CAPAIAN SS1. Peningkatan

layanan

perpustakaan, pelestarian dan alih media bahan perpustakaan dan naskah

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017, Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat menyebutkan bahwa untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, perlu dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam tuntutan reformasi birokrasi menyebutkan survei kepuasan penerima layanan minimal dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali dalam setahun.

Perpustakaan Nasional sebagai penyelenggara pelayanan publik berkomitmen untuk melakukan survei kepuasan secara berkala untuk mendapatkan masukan atas layanan perpustakaan yang diberikan. Pelayanan ini diselenggarakan oleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara). Pada tahun 2021 ini Pujasintara Perpustakaan Nasional RI berkomitmen memenuhi tuntutan reformasi birokrasi untuk mengadakan survei kepuasan sebanyak empat kali survei. Laporan ini merupakan laporan periode keempat di tahun 2021.

Survei yang berupa kajian kepuasan pemustaka dilakukan untuk mengukur indeks kepuasan pemustaka atas layanan Perpustakaan Nasional sebagai pengguna layanan. Selain itu juga untuk mengukur tingkat harapan pemustaka dan mendapatkan gambaran keinginan masyarakat terhadap pelayanan secara umum yang nantinya dipergunakan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan Perpustakaan Nasional RI.

Kajian Kepuasan Pemustaka Terhadap Layanan Informasi Perpustakaan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jumlah sampel responden ditetapkan menggunakan formula Krejcie dan Morgan dengan margin error sebesar 5% sebanyak 400 responden tiap periode. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan link kuesioner yang didesain dalam aplikasi survei berbayar surveymonkey kepada pemustaka yang sedang atau pernah menggunakan layanan Perpusnas. Pengumpulan data survei periode keempat pada tanggal 11 – 22 Oktober 2021 dengan capaian responden sebanyak 792 pemustaka. Lingkup layanan yang menjadi obyek survei ini sebanyak 23 Layanan terdiri dari layanan onsite maupun online.

Indeks kepuasan pemustaka diukur dengan skala likert 1 – 4 (1. Tidak Puas, 2. Kurang Puas, 3. Puas dan 4. Sangat Puas). Adapun parameter yang digunakan untuk menilai layanan Perpusnas terdiri dari sembilan unsur layanan meliputi kemudahan prosedur, kemudahan persyaratan, kecepatan waktu layanan, biaya (hanya untuk layanan yang terdapat biaya layanan), kesesuaian layanan dengan standar layanan, perilaku petugas, kompetensi petugas, kualitas sarana prasarana, dan penanganan pengaduan.

Secara keseluruhan indeks kepuasan pemustaka Perpusnas periode keempat tahun 2021 ini sebesar 3,63. Indeksnya meningkat 0,02 dibandingkan dengan periode ketiga tahun 2021.

Berdasarkan kriteria PermenPAN RB Nomor 14 Tahun 2017 nilai tersebut masuk dalam kategori Sangat Baik.

Dari sembilan unsur penilaian kepuasan pemustaka, seluruhnya masuk kategori sangat baik, kecuali unsur produk dan biaya. Unsur penilaian yang paling tinggi indeks kepuasannya adalah perilaku pustakawan dengan indeks sebesar 3,71. Sedangkan unsur penilaian yang paling rendah indeks kepuasannya adalah unsur produk terkait kelengkapan koleksi di Perpusnas dengan indeks sebesar 3,48.

Dari 23 kelompok layanan, Kelompok layanan Perpusnas yang memiliki indeks kepuasan tertinggi ada pada layanan surat kabar lama dengan indeks sebesar 3,93. Sedangkan kelompok layanan yang indeks kepuasannya terendah ada pada layanan bimbingan pemustaka dengan indeks sebesar 3,41.

Secara keseluruhan unsur penilaian indeks kepuasan lebih besar tingkat kepuasannya dibandingkan tingkat harapannya. Artinya layanan yang diberikan oleh pustakawan Perpusnas sudah melebih ekspektasi dari pemustaka atau dirasa sangat memuaskan.

Berdasarkan analisis IPA, unsur layanan yang bisa menjadi prioritas untuk ditingkatkan yaitu unsur produk terkait kelengkapan koleksi Perpusnas. Beberapa saran koleksi yang perlu ditambah antara lain terkait buku Teknik, ekonomi, politik, hukum, sastra dan buku-buku terkait penelitian.

Pelayanan yang ada di Perpusnas seluruhnya sudah sangat baik/sangat memuaskan dan dapat memenuhi harapan para pemustaka bahkan melebihi harapan mereka. Untuk itu, Perpusnas perlu mempertahankan performa layanan yang sudah sangat baik tersebut.

Gambar 2. Indeks Kepuasan Masyarakat dari Survei Kepuasan Pemustaka di Perpustakaan Nasional Tahun 2021.

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa Indeks Kepuasan Pemustaka mengalami peningkatan pada setiap triwulan. Rendahnya indeks kepuasan pada triwulan I tidak terlepas dari penutupan layanan yang terjadi karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada

awal tahun 2021, yang membuat Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas harus ditutup. Namun, seiring waktu dan dengan peningkatan layanan daring Perpusnas, indeks dapat bergerak naik hingga mencapai nilai tertingginya pada triwulan IV tahun 2021.

Untuk penilaian Indikator Kinerja 2 pada tahun 2021, hasil survei keempat triwulan dirata-rata dan diubah menjadi skala 100, sehingga didapatkan angka nilai 90.25.

Tabel 8. Perbandingan capaian SS1 IK2 tahun 2020-2021.

Sasaran Indikator

Kinerja Satuan Realisasi

2020 2021

SS1. Peningkatan layanan perpustakaan, pelestarian dan alih

media bahan

3.1.1.3. Indikator Kinerja 3 (Persentase peningkatan kunjungan pemustaka di Perpustakaan Nasional

Tabel 9. Target, Realisasi, dan Capaian Sasaran Strategis 1 Indikator Kinerja 3 tahun 2021.

SASARAN STRATEGIS/PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI CAPAIAN SS1. Peningkatan

layanan

perpustakaan, pelestarian dan alih media bahan perpustakaan dan naskah

Pada tahun 2021, peningkatan kunjungan secara daring meningkat tajam sebesar 38,48%

dibandingkan target 1%. Hal ini juga dialami dalam peningkatan kunjungan tahun 2020 sebesar 36,07%, sementara target yang ditetapkan sebesar 0,5%. Rincian mengenai penambahan masing-masing unsur kunjungan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 10. Persentase peningkatan kunjungan di Perpusnas tahun 2021.

No. Nama Layanan 2020 2021 Fluktuasi

(%)

1 Indonesia One Search 4,806,159 8,543,263 77.76

2 iPusnas 532,498 525,072 -1.39

3 e-Resources 497,917 444,023 -10.82

4 OPAC Perpusnas 3,021,454 4,316,780 42.87

5 Portal Web www.perpusnas.go.id 1,231,605 1,800,523 46.19 6 Khasanah Pustaka Nusantara (Khastara) 49,684 104,905 111.14

7 Agenda 8,801 17,987 104.37

8 Livechat 13,103 17,827 36.05

No. Nama Layanan 2020 2021 Fluktuasi (%)

9 Email 2,696 3,294 22.18

10 Kunjungan

Online 11,288,653 15,734,566 39.38

Onsite 222,372 205,873 -7.42

Online + Onsite 11,511,025 15,940,439 38.48

Dapat dilihat di atas bahwa peningkatan terbesar ditunjukkan oleh Khasanah Pustaka Nusantara diikuti oleh laman Agenda, masing-masing sebesar 111,14% dan 104,37%.

Perbedaan pengukuran persentase peningkatan kunjungan di Perpusnas (yang juga terkait dengan jumlah pemustaka di Indikator Kinerja 7) dengan tahun 2020 adalah dihapuskannya beberapa situs web dan portal sebagai tindak lanjut dari perubahan Organisasi dan Tata Kerja Perpusnas. Adapun portal dan web yang dihilangkan dari perhitungan tahun 2021 adalah yang terkait dengan tugas dan fungsi unit kerja lainnya di luar Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara), khususnya Pusat Data dan Informasi yang sebelumnya merupakan Sub Bidang Otomasi di bawah Pujasintara.

Pembahasan lebih lanjut mengenai jumlah kunjungan masing-masing komponen dapat dilihat pada laporan Indikator Kinerja 7.

Secara keseluruhan, kunjungan yang bersifat online (nomor 1-9) atau kunjungan ke situs web dan aplikasi layanan informasi dan perpustakaan yang diberikan Perpusnas meningkat hingga 39,38% dibandingkan tahun 2020. Namun, kunjungan onsite atau kunjungan pemustaka langsung ke Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas turun sebesar 7,42%. Menurunnya jumlah kunjungan ini disebabkan beberapa faktor. Yang pertama, jumlah kunjungan tahun 2020 di triwulan awal sebelum efek wabah Covid-19 melanda masih sangat tinggi. Tahun 2021 dimulai dalam suasana pandemi, sehingga tidak ada bulan yang angka kunjungannya sangat tinggi.

Selain itu, pada tahun 2021 lebih banyak terjadi penutupan Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, salah satunya yang terlama adalah pada saat penutupan layanan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak akhir bulan Juni hingga akhir bulan September tahun 2021.

Meskipun secara keseluruhan jumlah pengunjung Perpusnas meningkat, namun ada beberapa penurunan yang tercatat. Selain penurunan kunjungan onsite yang dibahas sebelumnya, terjadi penurunan yang cukup tajam pada E-Resources sebesar 10,82% diikuti dengan iPusnas yang menurun 1,39%. Penurunan kunjungan E-Resources sendiri sudah terjadi pada tahun 2020, dan penurunan yang terjadi makin besar di tahun 2021. Kedua layanan daring ini sangat potensial dan menggunakan sumber daya yang besar di Perpusnas.

Oleh karena itu, di tahun-tahun berikutnya perlu perhatian serius dari Perpusnas pada umumnya dan Pujasintara pada khususnya agar kedua layanan ini bisa lebih banyak lagi digunakan oleh masyarakat.

Tabel 11. Perbandingan capaian SS1 IK3 tahun 2020-2021.

Sasaran Indikator

Kinerja Satuan Realisasi

2020 2021

SS1. Peningkatan layanan perpustakaan, pelestarian dan alih

media bahan

Realisasi hingga mencapai lebih dari 3.800% ini perlu menjadi perhatian karena sangat jauh melampaui target. Apalagi, hal serupa juga terjadi pada tahun 2020, ketika target yang ditetapkan sejumlah 0,5% sementara realisasi peningkatan yang terjadi adalah 36,07%. Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian target mengingat pada tahun 2021 saja sudah ada beberapa portal dan situs web yang tidak diperhitungkan dalam laporan Indikator Kinerja ini.

Dengan pengurangan unsur-unsur yang dinilai tersebut, persentase peningkatan kunjungan pemustaka masih sangat tinggi. Capaian jumlah pengunjung di Indonesia One Search yang sangat tinggi sangat kontras dengan jumlah pengguna aplikasi iPusnas dan E-Resources yang masing-masing mengalami penurunan 1,39% dan 10,82 persen.

3.1.1.4. Indikator Kinerja 4 (Persentase peningkatan alih aksara, alih bahasa dan penelitian naskah kuno)

Tabel 12. Capaian Sasaran Strategis 1 Indikator Kinerja 4 tahun 2021.

SASARAN STRATEGIS/PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI CAPAIAN SS1. Peningkatan

layanan

perpustakaan, pelestarian dan alih media bahan perpustakaan dan naskah

Penghitungan persentase peningkatan alih aksara, alih bahasa, dan penelitian naskah kuno menggunakan rumus sebagai berikut:

𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑎𝑘𝑠𝑎𝑟𝑎, 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑠𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑛𝑜

= Σ 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑎𝑘𝑠𝑎𝑟𝑎, 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑠𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑛𝑜

Σ 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑛𝑜 𝑑𝑖 𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑠𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛× 100%

Jumlah naskah kuno koleksi Perpustakaan Nasional di awal tahun penghitungan (2020) sebanyak 12.031.

Apabila dijabarkan sesuai dengan data-data dari jumlah seluruh koleksi yang telah dilakukan alih aksara, alih bahasa, dan diteliti, maka dapat dijabarkan sebagai berikut :

𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑎𝑘𝑠𝑎𝑟𝑎, 𝑎𝑙𝑖ℎ 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑠𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑛𝑜

= 55

12.031× 100%

= 𝟎, 𝟒𝟔%

Capaian peningkatan 0,46% ini sama dengan tahun 2020 mengingat jumlah alih aksara, alih bahasa, dan penelitian naskah kuno yang dilakukan juga sama. Namun, karena perbedaan target peningkatan pada tahun 2021 sebesar 0,61% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 0,41%, maka target tersebut tidak tercapai. Hal ini perlu menjadi perhatian dari sisi perencanaan, sebab jika acuan Rencana Strategis Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Tahun 2020-2024 terus digunakan, maka hingga tahun 2024 sasaran IK4 ini tidak akan tercapai. Target jumlah naskah yang dialihaksara, dialihbahasa, dan diteliti sesuai Indikator Kinerja 11 per tahunnya masih belum cukup untuk memenuhi target indikator persentase peningkatan alih aksara, alih bahasa, dan penelitian naskah kuno ini. Oleh karenanya, perlu ada perhatian serius dalam perencanaan indikator mengenai naskah kuno ini dalam bentuk revisi target atau penyesuaian anggaran agar target persentase ini dapat tercapai. Hal ini mengingat bahwa target ini berdampak langsung pada target kinerja Perpustakaan Nasional secara keseluruhan.

Tabel 13. Perbandingan capaian SS1 IK4 tahun 2020-2021.

Sasaran Indikator

Kinerja Satuan Realisasi

2020 2021

SS1. Peningkatan layanan perpustakaan, pelestarian dan alih

media bahan

perpustakaan dan naskah

nusantara/kuno

IK4.

Persentase peningkatan alih aksara, alih bahasa dan penelitian naskah kun

Persen 0,46 0,46

3.1.2. Sasaran Program 1 (Tersusunnya kebijakan teknis di bidang jasa informasi, layanan perpustakaan, dan pengelolaan naskah nusantara)

3.1.2.1. Indikator Kinerja 5 (Jumlah NSPK yang disusun)

Tabel 14. Capaian Sasaran Program 1 Indikator Kinerja 5 tahun 2021.

SASARAN STRATEGIS/PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI CAPAIAN SP1. Tersusunnya

kebijakan teknis di bidang jasa informasi, layanan perpustakaan, dan pengelolaan naskah nusantara

IK5. Jumlah NSPK yang disusun

NSPK 10 10 100%

Pada tahun 2021, dilaksanakan kegiatan penyusunan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang melibatkan semua kelompok layanan di Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara. Kegiatan ini menghasilkan 9 naskah SOP dengan 3 naskah dilengkapi dengan Standar Pelayanan, ditambah dengan 1 Peraturan Perpustakaan Nasional tentang Penerapan Kartu Anggota Berbasis Nomor Induk Kependudukan.

Daftar NSPK yang disusun pada tahun 2021 beserta ruang lingkup kelompok layanannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 15. Daftar NSPK yang disusun pada tahun 2021

No. NSPK Kelompok Layanan

1. SOP Penggunaan Sarana Mainan Anak Layanan Anak

2 SOP Layanan Lansia dan Disabilitas Layanan Lansia dan Disabilitas 3 SOP Penyiangan Koleksi Layanan Monograf Terbuka

4 SP-SOP Diseminasi Informasi Terseleksi Layanan Kemas Ulang dan Diseminasi Informasi

5 SP-SOP Newsletter Layanan Perpustakaan

Layanan Kemas Ulang dan Diseminasi Informasi

6 SOP Penyiangan Koleksi Langka Kelompok Substansi Koleksi Monograf dan Berkala Langka 7 SOP Layanan Sirkulasi Naskah

Nusantara

Pemetaan, Promosi, dan Layanan Naskah Nusantara

8 SOP Pemetaan Naskah Nusantara Pemetaan, Promosi, dan Layanan Naskah Nusantara

9 SOP Pendaftaran dan Penghargaan Naskah Nusantara

Pemetaan, Promosi, dan Layanan Naskah Nusantara

No. NSPK Kelompok Layanan 10 Peraturan Perpustakaan Nasional

tentang Penerapan Kartu Tanda Anggota Berbasis Nomor Induk Kependudukan

Layanan Sirkulasi Keanggotaan

Secara umum, deskripsi masing-masing NSPK yang disusun sebagai berikut:

1. SOP Layanan Lansia dan Disabilitas

Membahas mekanisme layanan untuk pemustaka lansia dan pemustaka dengan disabilitas yang tersedia di Ruang Layanan Koleksi Lansia dan Disabilitas di Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Lantai 7.

2. SOP Layanan Mainan Anak

Membahas mekanisme penggunaan mainan anak yang tersedia di Ruang Layanan Koleksi Anak di Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Lantai 7.

3. SOP Penyiangan Koleksi Monograf Terbuka

Membahas mekanisme penyiangan di Koleksi Monograf Terbuka Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Lantai 21-22.

4. SOP Layanan Diseminasi Informasi Terseleksi

Membahas Layanan Diseminasi Informasi Terseleksi yang diselenggarakan oleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

5. Layanan Newsletter Layanan Perpusnas

Membahas Layanan Newsletter Layanan Perpusnas yang diselenggarakan oleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

6. SOP Penyiangan Koleksi Langka

Membahas mekanisme penyiangan untuk koleksi langka yang berada dalam pengelolaan Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

7. SOP Pemetaan Naskah Kuno

Membahas mekanisme Pemetaan Naskah Kuno sesuai amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

8. SOP Pengelolaan Layanan Sirkulasi Naskah Nusantara

Membahas pengelolaan Layanan Sirkulasi Naskah Nusantara yang berada di Ruang Koleksi Naskah Nusantara di Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Lantai 9. SOP Pengelolaan Pendaftaran dan Penghargaan Naskah Kuno

Membahas mekanisme pengelolaan pendaftaran dan penghargaan Naskah Kuno

Membahas mekanisme pengelolaan pendaftaran dan penghargaan Naskah Kuno

Dokumen terkait