• Tidak ada hasil yang ditemukan

Monitoring Proses AMLOK pada SIMKEU

Dalam dokumen Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem (Halaman 27-36)

Terdapat peran dari pengawas khusus, yaitu tim kerja independen pada tiap unit kerja, yang bertugas sebagai pengawas setiap transaksi yang akan diproses lebih lanjut di level yang lebih tinggi. Dengan adanya tim kerja independen inilah kinerja yang rentan akan risiko praktik kecurangan dapat diminimalisir. Hal itu disebabkan karena pada setiap transaksi yang dilakukan akan diawasi langsung secara ketat oleh tim kerja

tersebut. Dengan demikian, kemungkinan akan adanya “dana siluman” yang diajukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab akan lebih dapat dicegah atau bahkan dihilangkan.

Selain itu, terdapat pula evaluasi SIMKEU oleh evaluator dan analis sistem yang memiliki latar belakang ilmu akuntansi secara berkala [ CITATION Har15 \l 1033 ]. Hal ini dilakukan untuk memastikan SIMKEU telah berjalan dengan baik. Tim evaluator sistem ini juga akan meneliti apakah SIMKEU memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk lebih dapat disesuaikan dengan kondisi, masalah, dan kebutuhan terkini.

Dapat dilihat bahwa SIMKEU ini berperan dalam pencegahan masalah yang mungkin akan terjadi di UGM. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pengelolaan keuangan telah terkomputerisasi dan terintegrasi, terdapat pengawasan dan kontrol yang baik, serta evaluasi kinerja secara berkala. Tentu saja kinerja SIMKEU itu tidak lepas dari peran beberapa pihak, seperti tim kerja dan tim evaluator sistem.

C. Kontribusi Akuntan dengan Ilmu Akuntansi dalam Desain dan Pengembangan SIMKEU

Aktivitas penjurnalan dan pencatatan di program SIMKEU sudah terkomputerisasi. Seolah-olah tidak membutuhkan peran akuntan lagi untuk menjalankannya. Persepsi tersebut adalah salah besar. Peran akuntan bagi program SIMKEU bisa dikatakan sangat vital.

Akuntansi bukan hanya soal pencatatan dan penjurnalan. Akuntansi lebih dari itu, apalagi pada saat ini kita berada di era yang serba terkomputerisasi sehingga fungsi pencatatan dan penjurnalan pun tidak lagi dijalankan lagi oleh akuntan secara manual. Perangkat-perangkat lunak, seperti MYOB, yang menggantikannya menjalankan fungsi pencatatan dan penjurnalan.

pengendalian. Kontribusi pertama yang dilakukan oleh akuntan dengan ilmu akuntansinya adalah menganalisis dan merancang suatu sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunad yang dalam penelitian ini adalah SIMKEU. Alur data SIMKEU dibuat sedemikian rupa dengan dasar pengetahuan akuntansi, yaitu dibuat pos-pos keuangan dengan karakteristik yang disesuaikan dengan fungsi, kompleksitas, dan keamanan yang diinginkan oleh pihak UGM.

Kontribusi akuntan yang kedua adalah fungsi supervisi atau pengawasan sebagai bentuk deteksi preventif terhadap praktik kecurangan. Akuntan yang membuat desain sistem informasi, dalam hal ini SIMKEU, juga merupakan pihak yang paling paham dimana pos-pos yang memiliki risiko praktik kecurangan. Pada kontribusi yang kedua ini akuntan lebih mengimplementasikan ilmu akuntansi berupa fungsi audit. Fungsi audit yang melekat pada seorang akuntan akan menjadi fondasi yang kuat mengenai bagaimana seharusnya pengawasan yang dilakukan pada SIMKEU tersebut.

Pada praktik SIMKEU terdapat hierarki otorisasi terhadap akses sistem. Hierarki otorisasi ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap alur transaksi keuangan yang telah disetujui untuk diproses lebih lanjut. Selain itu, adanya tim verivikator dan tim evaluasi kerja independen adalah bentuk pengawasan tambahan (pada SIMKEU). SIMKEU juga dirancang menggunakan tiga databases di tiga lokasi yang berbeda sebagai prosedur keamanan atas risiko yang ada seperti cybercrime, kebakaran, atau gempa bumi yang sering terjadi di Yogyakarta. Direktorat Keuangan UGM juga melakukan evaluasi periodik pada SIMKEU setahun sekali sebagai upaya pengembangan sistem lebih lanjut. Dengan demikian, SIMKEU dapat menjadi sarana yang semakin efiktif dan efisien dalam mendukung kinerja UGM.

Ilmu akuntansi esensinya memang tidak berubah walaupun zaman terus berkembang. Namun, adanya perubahan teknologi kini telah berdampak pada perubahan peran akuntan. Pandangan konservatif yang hanya melihat akuntan sebagai “tukang catat” transaksi ini merupakan kesalahan yang fatal. Terlebih lagi dengan adanya GNNT yang diusung oleh Bank Indonesia ini bukan berarti para akuntan akan kehilangan keunggulan kompetitifnya. Sebaliknya, akuntan harus berperan lebih inovatif dengan cakupan kerja yang lebih luas. Hal tersebut dapat dilihat pada peran akuntan dan

kontribusi ilmu akuntansinya di SIMKEU UGM. Pada kenyataannya semua tergantung dari bagaimana seorang akuntan mengoptimalkan kontribusi ilmu akuntansi yang dimiliki sehingga bisa “dibungkus” menjadi sesuatu yang baru dan berguna.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Ilmu akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan keuangan tidak hanya seputar pencatatan dan pelaporan transaksi, tetapi mencakup area kerja yang lebih luas. Penerapan SIMKEU di UGM yang berhasil mengubah alur kerja pengelolaan keuangan manual menjadi terkomputerisasi ini membutuhkan kontribusi dari ilmu akuntansi. Analisis dan perencanaan desain sistem dilakukan oleh akuntan sehingga SIMKEU dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna. Selain itu, terdapat fungsi audit berupa pengawasan dan pengendalian internal dari SIMKEU sebagai deteksi preventif atas praktik kecurangan.

UGM telah mengupayakan GNNT pada pengelolaan keuangannya, yaitu dengan SIMKEU. Meskipun mengalami berbagai tantangan, SIMKEU dapat beroperasi dengan baik dan terus melakukan pengembangan sampai saat ini. Dapat dikatakan bahwa SIMKEU telah membantu mewujudkan LCS sebagai tujuan akhir GNNT. Apabila LCS berhasil diwujudkan di lingkungan UGM, kemungkinan akan adanya praktik kecurangan pun dapat dicegah.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut.

1. Diharapkan institusi pendidikan dapat mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi yang terintegrasi dalam mengelola keuangannya sebagai upaya mendukung GNNT.

2. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menganalisis lebih lanjut mengenai pencegahan praktik kecurangan yang terdapat pada institusi kerja.

3. Dibutuhkan kajian yang lebih luas cakupannya mengingat ilmu akuntansi memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengembangan SIMKEU.

DAFTAR PUSTAKA

Achjari, Didi, wawancara oleh Yuniana Rizki Rakhmayanti. (21 September 2015).

Association of Certified Fraud Examiner. Fraud resources; Fraud tree. 2015. http://www.acfe.com/fraud-tree.aspx (diakses September 29, 2015). Association of Certified Fraud Exminer. Fraud Resources; What is Fraud.

2015. http://www.acfe.com/fraud-101.aspx (diakses September 29, 2015).

Beattie, Andrea. The Pionners of Financial Fraud. 2009. Decilya, Sutji . 15 April 2013.

http://metro.tempo.co/read/news/2013/04/15/064473563/polisi-tangani-600-kejahatan-online-per-tahun (diakses September 3, 2015). Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. “UNDANG-UNDANG TENTANG

INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.” Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jakarta, DKI Jakarta, 21 April 2008.

Freedman, John. How Fraud Hurts You. Houston, t.thn.

Haryono, wawancara oleh Yuniana Rizki Rakhmayanti. (27 September 2015). Ika. Hadapi Perubahan Status, UGM Upgrade Aplikasi Sisitem Informasi

Keuangan. 14 Februari 2012. http://ugm.ac.id/id/post/page?id=4442 (diakses Oktober 1, 2015).

Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. UI, UGM, ITB, dan IPB Jadi PTN Badan Hukum. 23 Oktober 2013.

http://www.kopertis12.or.id/2013/10/23/ui-ugm-itb-dan-ipb-jadi-ptn-badan-hukum.html (diakses Oktober 1, 2015).

Moeller, Robert. Brink's Modern Internal Auditing. 7th Ed. Hoboken, New Jersey: John Willey & Sons, 2009.

Paragian, Yasser . Dalam 5 tahun terakhir, jumlah pengguna internet Indonesia naik 430 persen. 13 Maret 2014.

https://id.techinasia.com/dalam-5-tahun-terakhir-jumlah-pengguna-internet-indonesia-naik-430-persen-grafik/ (diakses Oktober 1, 2015). Pengabdian, Irvan, wawancara oleh Caecilia Westi Sekar Wangi.

Pengembangan SIMKEU (25 September 2015).

Republika. Tingkat Kejahatan Siber di Indonesia Termasuk Terbesar di Dunia. Jakarta, 9 April 2015.

Romney, Marshall, dan Paul Steinbart. Accounting Information System. Harlow: Pearson Education, 2012.

Syariful Alam, M.Ikom. Pemerintah Jokowi-JK Harus Hemat Anggaran. Jakarta, 15 September 2014.

Universitas Gadjah Mada. “Visi dan Misi UGM.” Tentang UGM. 2 Februari 2014. https://ugm.ac.id/id/tentang-ugm/1359-visi.dan.misi (diakses Oktober 2, 2015).

University of Houston. “Understanding Fraud.” http://www.uhv.edu/compliance. 1 Juni 2010.

http://www.uhv.edu/compliance/pdf/UnderstandingFraud.pdf (diakses September 30, 2015).

World Economic Forum. Global Competitiveness Report. Forum Report, Switzerland: World Economic Forum, 2014.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua kelompok

Nama : Fathurahman Sidiq Tempat lahir : Tangerang

Tanggal lahir : 16 Mei 1994 Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

Anggota I

Nama : Caecilia Westi Sekar Wangi Tempat lahir : Semarang

Tanggal Lahir : 8 Juli 1995 Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

Anggota II

Nama : Yuniana Rizki Rakhmayanti Tempat lahir : Grobogan

Tanggal lahir : 29 Juni 1995 Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

LAMPIRAN

Bagan 11. Logic Model Implementasi SIMKEU di UGM

Dalam dokumen Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem (Halaman 27-36)

Dokumen terkait