• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL

Dalam Rangka Mengikuti “ACTIVE 2015” HMJ Akuntansi

Universitas Sebelas Maret Surakarta

IMPLEMENTASI ILMU AKUNTANSI DALAM SISTEM

MANAJEMEN KEUANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN

PRAKTIK KECURANGAN DI UNIVERSITAS GADJAH MADA

Ditulis oleh :

Fathurahman Sidiq Akuntansi/13/EK/19547/349666

Caecilia Westi Sekar Wangi Akuntansi/13/347600/EK/19401

Yuniana Rizki Rakhmayanti Akuntansi/13/347074/EK/19388

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2015

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis ini diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dalam rangkaian acara ACTIVE (Acounting Society in Versatility) 2015.

Judul Karya Tulis

IMPLEMENTASI ILMU AKUNTANSI DALAM SISTEM MANAJEMEN KEUANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PRAKTIK KECURANGAN DI

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Ketua kelompok

a. Nama Lengkap : Fathurahman Sidiq

b. NIM : 13/349666/EK/19547

c. Jurusan : Akuntansi

d. Perguruan Tinggi : Universitas Gadjah Mada

Anggota kelompok 1

a. Nama Lengkap : Caecilia Westi Sekar Wangi

b. NIM : 13/347600/EK/19401

c. Jurusan : Akuntansi

d. Perguruan Tinggi : Universitas Gadjah Mada

Anggota kelompok 2

a. Nama Lengkap : Yuniana Rizki Rakhmayanti

b. NIM : 13/347074/EK/19388

c. Jurusan : Akuntansi

(3)

Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap dan Gelar : Haryono Drs., M.Com., Ak., CA.,

b. NIP : 196607101994031003

(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia atas hidup. Berkat karunia-Nya kita semua dapat selalu membawa kebaikan dan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada Bapak Haryono Drs., M.Com., Ak., CA., selaku dosen pembimbing, serta seluruh pihak yang turut membantu, baik bantuan moril maupun materiil. Pada akhirnya karya tulis ilmiah yang berjudul ”Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem Manajemen Keuangan sebagai Upaya Pencegahan Praktik Kecurangan di Universitas Gadjah Mada” ini dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Penulis menyadari di dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk membantu melengkapi karya tulis ilmiah ini.

Harapan penulis atas penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah dapat memberikan manfaat untuk semua orang di kemudian hari.

Yogyakarta, 6 Oktober 2015

(6)

DAFTAR ISI

B. Implementasi Ilmu Akuntansi pada Sistem Manajemen Keuangan Sebagai Fondasi yang Kuat... 7

B. Peran SIMKEU dalam Pencegahan Masalah...17

(7)

DAFTAR BAGAN

Bagan 1. Posisi Indonesia berdasarkan Penggunaan Internet...1

Bagan 2. Peringkat Permasalahan Utama di Bidang Bisnis di Indonesia...3

Bagan 3. Form UMK Online di SIMKEU...12

Bagan 4. Verifikasi UMK di SIMKEU...13

Bagan 5. RBAC pada SIMKEU UGM...13

Bagan 6. Alur Kerja Pengajuan UMK...14

Bagan 7. Alur Kerja Pertanggungjawaban Dana...15

Bagan 8. Arsitektur Infrastruktur SIMKEU...16

Bagan 9. Monitoring Alokasi pada SIMKEU...19

Bagan 10. Monitoring Proses AMLOK pada SIMKEU...19

(8)

RINGKASAN

Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu institusi pendidikan yang ada di Indonesia mulai berupaya untuk menjadi less cash society. Upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan alur penganggaran dan pencairan dana unit kerja melalui komputer atau online process. Proses tersebut dibantu dengan adanya Sistem Informasi Keuangan UGM atau SIMKEU (https://simkeu.ugm.ac.id/) sebagai program yang dikembangkan secara in-house oleh pihak UGM. Tujuan awal penerapan proses yang terkomputerisasi ini adalah untuk memotong waktu kerja yang cukup lama pada saat proses masih harus manual sehingga menjadi lebih efisien. Namun, secara tidak langsung tujuan lainnya adalah untuk melakukan pencegahan praktik kecurangan yang mungkin terjadi.

Desain dari SIMKEU ini merupakan hasil jerih payah beberapa pihak yang diantaranya memiliki latar belakang ilmuakuntansi. Mereka memiliki andil besar dalam perancangan dan pengembangan SIMKEU sampai saat ini. Ilmu akuntansi yang dimiliki tersebut berkontribusi dalam hal perancangan desain yang efisien sehingga mempercepat proses transaksi keuangan. Selain itu, akuntan juga berperan dalam pembuatan prosedur keamanan sebagai upaya pengendalian dan pengawasan dari pelaksanaan SIMKEU.

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin modern kini telah mengglobal. Berkat kecanggihannya, pekerjaan manusia pun menjadi semakin efektif dan efisien. Terlebih lagi dengan adanya akses koneksi internet yang dapat mempermudah komunikasi antar manusia. Menurut Global Web Index, yang merupakan perusahaan riset penelitian pasar konsumen digital, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara yang memiliki perkembangan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Persentase perkembangan dalam lima tahun terakhir adalah 430%, di bawah Filipina yang sebesar 531%. Total penduduk Indonesia yang menggunakan internet adalah sebesar 58 juta orang yang merupakan peringkat ke-7 di dunia[CITATION Par14 \l 1057 ].

Bagan 1. Posisi Indonesia berdasarkan Penggunaan Internet

(10)

Tak sampai disitu saja, perkembangan TIK juga berbanding lurus dengan maraknya kejahatan siber. Menurut pernyataan dari Kepala Satuan IV Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, laporan terhadap kejahatan yang ada di dunia maya kian meningkat, yaitu sebanyak 2-3 laporan per hari di tahun 2010-2011[CITATION 154 \l 1057 ]. Bahkan Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia sebagai negara dengan tingkat kejahatan siber terbesar menurut Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam[CITATION Dec13 \l 1057 ].

Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) ini telah dibuat tidak hanya untuk meningkatkan efektivitas dan pelayanan publik melalui TIK, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara[CITATION Men08 \l 1057 ]. Ketentuan yang terdapat pada UU ITE telah merujuk ketentuan dan prinsip yang berlaku secara internasional, seperti UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce, EU Directives on Electronic Commerce, Convention on Cybercrime, dan sebagainya. Namun, tetap saja tindak kecurangan dalam TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tak kunjung berkurang dan kian meresahkan. Hal ini membuktikan bahwa eksistensi dari UU ITE masih kurang cukup untuk membendung tindak kecurangan dan memproteksi para pengguna TIK.

(11)

Bagan 2. Peringkat Permasalahan Utama di Bidang Bisnis di Indonesia

Salah satu bidang kerja yang membutuhkan adanya TIK ialah keuangan. Birokrasi yang kompleks, penyesuaian antara anggaran dan transaksi, serta alokasi dana dalam jumlah besar dapat diselesaikan secara efisien dengan penggunaan TIK. Selain itu, memungkinkan dan memudahkan pula untuk diadakannya kontrol keuangan dari pusat karena telah ada integrasi informasi.

Tidak hanya perusahaan bisnis yang perlu untuk menerapkan TIK, tetapi juga lembaga-lembaga yang bergerak di sektor publik, salah satunya adalah institusi pendidikan. Terkadang sistem keuangan institusi pendidikan masih kurang terkelola dengan baik sehingga memunculkan peluang adanya tindak kecurangan. Hal tersebut sering terjadi disebabkan oleh minimnya sumber daya manusia dan fasilitas pengelolaan keuangan yang ada.

(12)

pencegahan terhadap masalah atau kecurangan di sistem keuangan yang mungkin akan terjadi.

Berdasarkan penjelasan di atas, melalui karya tulis ini penulis berusaha menganalisis dan mengkaji lebih lanjut mengenai kontribusi ilmu akuntansi dalam upaya pencegahan praktik kecurangan melalui studi kasus pengembangan SIMKEU di UGM. Karya tulis yang berjudul “Implementasi Ilmu Akuntansi dalam Sistem Manajemen Keuangan sebagai Upaya Pencegahan Praktik Kecurangan di Universitas Gadjah Mada” ini merupakan hasil karya penulis sendiri, bukan plagiat, dan belum pernah dikompetisikan atau dipublikasikan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, penelitian ini memiliki beberapa rumusan masalah sebagai berikut.

1. Bagaimana kontribusi ilmu akuntansi dalam pengembangan SIMKEU di UGM? 2. Bagaimana cara SIMKEU dalam mencegah kecurangan yang mungkin terjadi

pada transaksi keuangan di UGM?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui kontribusi ilmu akuntansi dalam pengembangan SIMKEU di UGM.

(13)

D. Manfaat

Dengan disusunnya penelitian ini, terdapat beberapa manfaat yang diharapkan dapat dipetik, yaitu sebagai berikut.

1. Bagi instansi pendidikan, dapat memberikan wawasan mengenai pencegahan tindak kecurangan dengan menggunakan sistem keuangan yang terintegrasi. 2. Bagi khalayak, sebagai penambah wawasan terkait sistem keuangan yang

terintergrasi dan penggugah kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan tindak kecurangan.

3. Bagi peneliti, dapat memberikan pengetahuan yang lebih mengenai upaya pencegahan kecurangan secara luas.

4. Bagi mahasiswa, sebagai pemantik adanya analisis dan kajian lebih lanjut dari berbagai sudut pandang ilmu mengenai upaya pencegahan tindak kecurangan melalui sistem yang terintegrasi.

(14)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Praktik Kecurangan

Praktik kecurangan bagi masyarakat bukan hal baru karena hampir terjadi di setiap lapisan masyrakat terlepas dari ukuran skala pengaruhnya. Praktik kecurangan atau yang bisa juga disebut fraud difenisikan sebagai “A knowing misrepresentation of the truth or concealment of a material fact to induce another to act to his or her detriment”[CITATION Ass15 \l 1033 ].

Praktik kecurangan, menurut Association of Certified Fraud Examiner, dibagi menjadi 3 jenis, yaitu korupsi, penyalahgunaan aset, dan kecurangan dalam laporan keuangan[ CITATION Ass151 \l 1033 ]. Tiga jenis praktik kecurangan tersebut dapat terjadi karena tiga kondisi dasar, yaitu motif, kesempatan, dan justifikasi atau lebih dikenal dengan istilah fraud triangle[ CITATION Uni10 \l 1033 ].

Bagi dunia keuangan, pada awal abad ke-21 ini banyak digemparkan dengan praktik kecurangan di bidang keuangan (financial fraud). Jika menelisik kembali ke sejarahnya, praktik kecurangan di bidang keuangan pertama kali tercatat adalah kasus Hegestratos yang ingin mengelabui krediturnya yang terjadi 300 tahun sebelum masehi. [ CITATION Bea09 \l 1033 ].

Praktik kecurangan yang sering menjadi headline berita tersebut bukanlah tanpa alasan. Dampak yang ditimbulkan oleh praktik kecurangan sangat signifikan, yaitu kerugian finansial, kehilangan kepercayaan pihak luar, moral organisasi jatuh, dan biaya audit atau recover yang mahal[ CITATION Joh \l 1033 ].

(15)

B. Implementasi Ilmu Akuntansi pada Sistem Manajemen Keuangan Sebagai Fondasi yang Kuat.

Praktik kecurangan di Indonesia belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Indonesian Corruption Watch (ICW) menyatakan bahwa tahun 2014 telah terjadi 629 kasus korupsi yang merugikan negara sebesar 5,29 triliun rupiah. Kerugian tersebut belum termasuk biaya yang dikeluarkan untuk proses peradilan. Upaya pemberantasan korupsi memang baik, namun jika terus seperti itu akan banyak biaya yang terbuang.

Pemberantasan korupsi merupakan salah satu contoh dari deteksi koreksi yang memakan banyak biaya. Padahal seringkali terdapat tuntutan penghematan anggaran dari beberapa pihak. Hal tersebut menandakan harus ditemukannya cara baru untuk mengatasi praktik kecurangan[ CITATION Sya14 \l 1033 ].

Perkembangan transaksi keuangan menuju era transaksi nontunai, seperti yang sedang digalakkan oleh Bank Indonesia, menjadi indikasi awal mula penekanan terhadap praktik kecurangan. Keunggulan transaksi nontunai yang mudah dilacak ini adalah salah satu alasan utamanya. Keunggulan tersebut tidak hadir dengan sendirinya. Hal itu dipengaruhi oleh bentuk dan desain suatu sistem informasi yang digunakan. Semakin mudah prosedur pelacakan, maka semakin kuat deteksi preventif yang dimiliki oleh suatu organisasi.

Committee of Sponsoring Organizations atau COSO [CITATION Moe09 \l 1033 ] mengeluarkan panduan tentang bagaimana sebuah kerangka kerja pengendalian internal dibuat. Kerangka kerja tersebut terdiri atas komponen lingkungan, penilaian risiko, pengendalian akivitas, komunikasi dan informasi, serta monitoring. Komponen pengendalian aktivitas, komunikasi dan informasi merupakan dua faktor penting yang memiliki kaitan terhadap perancangan desain sistem informasi yang baik dan benar.

(16)

BAB III

METODE PENULISAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pembahasan yang tercakup adalah kontribusi peran akuntan dengan ilmu akuntansi dalam menmbuat sistem informasi keuangan sebagai upaya untuk mendeteksi praktik kecurangan sebelum terjadi di UGM.

Variabel penelitian yang akan dibahas adalah mengenai teknis pelaksanaan dari program SIMKEU di UGM dan ilmu akuntansi yang digunakan dalam merancang desain SIMKEU, serta cara supervisi SIMKEU oleh akuntan.

B. Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer yang dibutuhkan adalah informasi mengenai teknis pelaksanaan dari SIMKEU. Untuk data sekunder yang dibutuhkan ialah dokumen dasar pelaksanaan SIMKEU, pengertian dari ilmu akuntansi, beserta hal-hal lain yang mendukung penulisan. Berikut ini merupakan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian.

1. Metode wawancara, yaitu dengan melakukan tanya-jawab kepada beberapa informan sesuai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Beberapa informan tersebut berasal dari Direktorat Keuangan UGM sebagai salah satu pihak yang paling berkaitan dengan program SIMKEU.

(17)

C. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif. Analisis deskriptif-kualitatif dilakukan dengan memberikan ulasan atau interpretasi terhadap data yang diperoleh, baik data kualitatif maupun kuantitatif. Tujuan dari teknik analisis ini ialah supaya penelitian menjadi lebih jelas dan bermakna. Langkah-langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut.

1. Menyeleksi data yang digunakan, baik kuantitatif maupun kualititatif. 2. Menganalisis data yang dipilih.

(18)

BAB IV

PEMBAHASAN

Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) adalah suatu gerakan dari pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan suatu komunitas atau masyarakat Indonesia yang secara berangsur-angsur menggunakan instrumen non tunai, atau disebut sebagai Less Cash Society (LCS), pada setiap transaksi. Hal ini dilakukan agar setiap transaksi yang dilakukan oleh pelaku bisnis, institusi pemerintah, maupun institusi pendidikan menjadi lebih efisien, aman, dan terintegrasi. UGM pun telah merealisasikan GNTT di dalam sistem pengelolaan keuangannya, yaitu SIMKEU.

A. Teknis Penerapan SIMKEU

Pada mulanya, tepatnya sebelum tahun 2010, sistem pencairan uang muka kerja (UMK) dilakukan secara manual. Transaksi yang tiap harinya bisa mencapai ratusan ini berasal dari kurang lebih 30 unit kerja di seluruh UGM. Formulir pencairan UMK diajukan ke Direktorat Keuangan UGM yang dilayani oleh seorang pegawai. Pegawai tersebut kemudian mencocokkan kesesuaian angka di formulir pengajuan dengan daftar anggaran awal tahun yang berbentuk buku tebal. Oleh karena itu, tidak heran akan ada tumpukan kertas yang tinggi di meja pegawai, khususnya apabila mendekati akhir tahun. Menyebabkan pegawai akan kerja lembur akibat adanya peningkatan jumlah transaksi.

(19)

oleh bagian keuangan dari unit kerja baru setelah itu diberikan kepada bagian unit kerja yang membutuhkan.

Dengan proses manual tersebut, tidak heran akan banyak peluang kesalahan dan kecurangan yang mungkin terjadi pada sistem keuangan UGM. Human error dari pegawai dalam mencocokkan anggaran dan transaksi, dokumentasi formulir, penyimpanan uang, atau salah memasukan data ini mungkin akan terjadi. Terutama apabila volume transaksi kian meningkat. Lamanya proses pengajuan UMK hingga sampai di unit kerja membuat kinerja menjadi terhambat. Hal itu disebabkan hanya ada satu pegawai yang melakukan pelayanan di front office. Belum lagi apabila pihak atas yang berwenang untuk menyetujui UMK ini sedang pergi untuk perjalanan dinas atau sakit.

Meskipun sudah ada pengawasan berkala yang dilakukan tiap tiga bulan sekali, kontrol yang dilakukan atas sistem pencairan UMK ini akan lebih sukar karena memang masih manual. Semua pekerjaan dilakukan oleh satu orang saja sehingga seluruh informasi menjadi terpusat dan kemungkinan adanya kecurangan cukup tinggi. Terlebih lagi uang yang diberikan langsung kepada bendahara terkadang tidak langsung diserahkan ke unit kerja, tetapi disimpan dahulu di bank beberapa waktu untuk dapat memperoleh pendapatan dari bunga bank.

Dengan permasalahan yang muncul akibat sistem manual tersebut, UGM memutuskan untuk mengembangkan sistem terintegrasi dengan aplikasi dan database terpusat, yaitu SIMKEU. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengelola keuangan dengan efektif, efisien, dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. SIMKEU sendiri merupakan sistem gabungan antara SIMAGAMA, sistem yang mengurusi realisasi anggaran, dan SIMAKUN, sistem yang mengurusi laporan keuangan.

(20)

berbeda untuk melakukan analisis terhadap kondisi, permasalahan, dan kebutuhan akan sistem keuangan di UGM.

Perancangan SIMKEU ini dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun. Pada tahun 2010 pengajuan UMK dapat dilakukan secara online, tetapi proses pertanggungjawaban dana masih manual. Setelah adanya peninjauan dan evaluasi lebih lanjut, pertanggungjawaban UMK telah dapat dilakukan secara online pada tahun 2011. SIMKEU juga telah mengembangkan sistem pembayaran definitif di tahun 2012. Pembayaran definitif disini ialah transaksi keuangan yang tidak melibatkan bendahara unit kerja lagi untuk menerima uang, tetapi menggunakan virtual account dari masing-masing unit kerja untuk melakukan transfer uang.

(21)

tombak dari proses transaksi keuangan di UGM. Sesuai dengan namanya, mereka bertugas untuk memverifikasi setiap transaksi yang masuk di SIMKEU, apakah sudah sesuai anggaran, apakah tujuan penggunaan dana sudah tepat, apakah bukti pertanggungjawaban sudah sesuai dengan yang ditetapkan, dan lain sebagainya.

Bagan 4. Verifikasi UMK di SIMKEU

Selain verifikator, terdapat pula pihak-pihak yang berkaitan dan memiliki tingkatan otorisasi dalam mengakses dan menyetujui transaksi pada SIMKEU. Otorisasi yang digunakan ialah Role Based Access Control (RBAC) sehingga otoritas yang berbeda akan dapat mengakses hal yang berbeda pula pada SIMKEU sesuai dengan tingkatannya. Untuk dapat mengajukan pencairan UMK, pihak dengan otoritas paling bawah harus menuggu persetujuan dari pihak yang memiliki otoritas di atasnya, dan begitu seterusnya hingga sampai pada pihak dengan otoritas paling tinggi, yaitu eksekutif universitas.

(22)

Sistem yang baru ini jauh lebih efisien karena persetujuan UMK dapat dilakukan 24 jam secara online melalui SIMKEU. Persetujuan transaksi juga dapat didisposisikan kepada pemegang otoritas di bawahnya tergantung dari karakteristik transaksi dan kesibukan pekerjaan. Selain itu, perlu adanya laporan pertanggungjawaban dalam bentuk fisik dengan tanda tangan basah dari atasan untuk diberikan kepada direktorat keuangan. Hal ini juga tidak menjadi masalah karena laporan dapat disusulkan dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, SIMKEU ini sebenarnya bukan sistem sepenuhnya paperless, tetapi lebih cenderung kepada sistem yang less paper karena masih dibutuhkannya dokumentasi fisik tertentu.

(23)

Bagan 7. Alur Kerja Pertanggungjawaban Dana

Tantangan yang dihadapi selama pengimplementasian SIMKEU adalah perubahan status UGM yang juga berkaitan dengan perubahan anggaran UMK. UGM berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dengan otonomi pengelolaan keuangan sebelum tahun 2010. Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, statusnya berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Implikasinya penerimaan UGM disamakan dengan penerimaan negara. Namun, mulai tahun 2013 UGM berubah status menjadi badan hukum yang seluruh penerimaan dianggap sebagai dana masyarakat umum[CITATION UIU13 \l 1057 ]. Hasil revisi anggaran beberapa kegiatan di unit kerja dari komite anggaran ini harus segera dimasukkan ke SIMKEU. Dengan demikian, SIMKEU berperan dalam mempermudah dan mempercepat masa transisi status sehingga layanan keuangan dengan implementasi status yang baru dapat diberikan secara akurat[CITATION Ika12 \l 1057 ].

(24)

untuk akses SIMKEU telah meggunakan Security Service Layer (SSL) sebagai proteksi atas segala tindak kecurangan cyber.

Pada akhir tahun 2013, SIMKEU sempat crowded sehingga kinerja server menjadi lambat karena terdapat banyak pihak yang mengakses dan memproses informasi. Administrator SIMKEU yang piket berjaga pun sempat kewalahan menanganinya. Hal tersebut berkaitan dengan penyediaan layanan prima terhadap para stakeholders sehingga perlu segera ditindaklanjuti. Solusinya ialah dengan memisahkan server SIMKEU dengan Human Resources Information Systems (HRIS) yang sebelumnya masih bergabung pada server yang sama.

Bagan 8. Arsitektur Infrastruktur SIMKEU

(25)

sendiri daripada membeli paket adalah lebih mudah menyesuaikan sistem dengan proses bisnis daripada sebaliknya.

Meskipun terdapat kompleksitas transaksi yang tinggi dan banyaknya unit kerja yang dikelola, SIMKEU tetap dievaluasi sekali setahun dan dikembangkan sampai sekarang. Terbukti saat ini SIMKEU menjadi benchmark dari institusi pendidikan lainnya karena memiliki server canggih dan spesifikasi tinggi dengan 24 processors apabila dibandingkan sistem lain di dalam dan luar UGM. Setelah berintegrasi dengan HRIS, UGM berencana untuk melakukan pengintegrasian SIMKEU dengan sistem yang lain, yaitu sistem pencatatan aset pada direktorat aset. [CITATION Pen151 \l 1057 ]

B. Peran SIMKEU dalam Pencegahan Masalah

Sebelum diterapkannya SIMKEU dalam pengelolaan keuangan di UGM, setiap anggaran dana yang dialokasikan maupun dicairkan pada tiap unit kerja memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan persetujuan birokrasi dari pusat. Hal tersebut disebabkan karena setiap aktivitas transaksi masih dicatat, disetujui dan dilaporkan secara manual. Waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan tiap dana yang akan dialokasikan minimal dua bulan [ CITATION Did15 \l 1033 ]. Dengan demikian, setiap transaksi manual yang dilakukan akan sangat rentan oleh praktik kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang mengelola karena tidak adanya pencatatan yang terkomputerisasi sehingga setiap data yang diinput belum jelas arah muara integrasi data.

Adanya beberapa kemungkinan praktik kecurangan tersebut, pada akhirnya “memaksa” pihak UGM mencetuskan suatu sistem yang dapat mengintegrasikan seluruh aktivitas transaksi pada unit kerja di UGM. Sistem ini berbasis real time yang seluruh transaksi dan tindak lanjutnya dapat dilacak. SIMKEU ini secara berangsur akan berkontribusi pada GNNT yang bertujuan untuk mewujudkan LCS.

(26)

Terdapat tiga manfaat penting yang telah didapatkan oleh pihak UGM dengan implementasi SIMKEU dalam tata kelola keuangannya.

Pertama, dengan adanya sistem yang terintegrasi, setiap transaksi pada unit kerja maupun pusat dapat lebih mudah dilacak pada setiap prosesnya. Selain itu, data aktivitas transaksi akan di-back up secara otomatis yang nantinya dapat dijadikan bukti apabila terjadi praktik kecurangan. Human error dalam penginputan data keuangan juga dapat diminimalisir dengan penggunaan sistem yang terintegrasi.

Kedua, setiap transaksi yang awalnya dilakukan secara manual berubah menjadi sistem yang terkomputerisasi. Sebelum adanya SIMKEU, setiap unit kerja yang melakukan pengajuan UMK mebutuhkan waktu yang lama. Namun, pada akhirnya setiap transaksi tersebut dapat diproses dalam waktu yang lebih efisien dengan adanya SIMKEU ini.

Ketiga, SIMKEU ini telah terintegrasi dan terkomputerisasi pada semua lapisan tata kelola keuangan di UGM, baik pada tiap unit kerja maupun pusat. Waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk setiap pemrosesan transaksi keuangan ini akan jauh lebih efisien. Hal tersebut akan berimbas pada peningkatan produktivitas kinerja para pegawai di UGM.

(27)

Bagan 9. Monitoring Alokasi pada SIMKEU

Bagan 10. Monitoring Proses AMLOK pada SIMKEU

(28)

tersebut. Dengan demikian, kemungkinan akan adanya “dana siluman” yang diajukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab akan lebih dapat dicegah atau bahkan dihilangkan.

Selain itu, terdapat pula evaluasi SIMKEU oleh evaluator dan analis sistem yang memiliki latar belakang ilmu akuntansi secara berkala [ CITATION Har15 \l 1033 ]. Hal ini dilakukan untuk memastikan SIMKEU telah berjalan dengan baik. Tim evaluator sistem ini juga akan meneliti apakah SIMKEU memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk lebih dapat disesuaikan dengan kondisi, masalah, dan kebutuhan terkini.

Dapat dilihat bahwa SIMKEU ini berperan dalam pencegahan masalah yang mungkin akan terjadi di UGM. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pengelolaan keuangan telah terkomputerisasi dan terintegrasi, terdapat pengawasan dan kontrol yang baik, serta evaluasi kinerja secara berkala. Tentu saja kinerja SIMKEU itu tidak lepas dari peran beberapa pihak, seperti tim kerja dan tim evaluator sistem.

C. Kontribusi Akuntan dengan Ilmu Akuntansi dalam Desain dan

Akuntansi bukan hanya soal pencatatan dan penjurnalan. Akuntansi lebih dari itu, apalagi pada saat ini kita berada di era yang serba terkomputerisasi sehingga fungsi pencatatan dan penjurnalan pun tidak lagi dijalankan lagi oleh akuntan secara manual. Perangkat-perangkat lunak, seperti MYOB, yang menggantikannya menjalankan fungsi pencatatan dan penjurnalan.

(29)

pengendalian. Kontribusi pertama yang dilakukan oleh akuntan dengan ilmu akuntansinya adalah menganalisis dan merancang suatu sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunad yang dalam penelitian ini adalah SIMKEU. Alur data SIMKEU dibuat sedemikian rupa dengan dasar pengetahuan akuntansi, yaitu dibuat pos-pos keuangan dengan karakteristik yang disesuaikan dengan fungsi, kompleksitas, dan keamanan yang diinginkan oleh pihak UGM.

Kontribusi akuntan yang kedua adalah fungsi supervisi atau pengawasan sebagai bentuk deteksi preventif terhadap praktik kecurangan. Akuntan yang membuat desain sistem informasi, dalam hal ini SIMKEU, juga merupakan pihak yang paling paham dimana pos-pos yang memiliki risiko praktik kecurangan. Pada kontribusi yang kedua ini akuntan lebih mengimplementasikan ilmu akuntansi berupa fungsi audit. Fungsi audit yang melekat pada seorang akuntan akan menjadi fondasi yang kuat mengenai bagaimana seharusnya pengawasan yang dilakukan pada SIMKEU tersebut.

Pada praktik SIMKEU terdapat hierarki otorisasi terhadap akses sistem. Hierarki otorisasi ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap alur transaksi keuangan yang telah disetujui untuk diproses lebih lanjut. Selain itu, adanya tim verivikator dan tim evaluasi kerja independen adalah bentuk pengawasan tambahan (pada SIMKEU). SIMKEU juga dirancang menggunakan tiga databases di tiga lokasi yang berbeda sebagai prosedur keamanan atas risiko yang ada seperti cybercrime, kebakaran, atau gempa bumi yang sering terjadi di Yogyakarta. Direktorat Keuangan UGM juga melakukan evaluasi periodik pada SIMKEU setahun sekali sebagai upaya pengembangan sistem lebih lanjut. Dengan demikian, SIMKEU dapat menjadi sarana yang semakin efiktif dan efisien dalam mendukung kinerja UGM.

(30)
(31)

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Ilmu akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan keuangan tidak hanya seputar pencatatan dan pelaporan transaksi, tetapi mencakup area kerja yang lebih luas. Penerapan SIMKEU di UGM yang berhasil mengubah alur kerja pengelolaan keuangan manual menjadi terkomputerisasi ini membutuhkan kontribusi dari ilmu akuntansi. Analisis dan perencanaan desain sistem dilakukan oleh akuntan sehingga SIMKEU dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna. Selain itu, terdapat fungsi audit berupa pengawasan dan pengendalian internal dari SIMKEU sebagai deteksi preventif atas praktik kecurangan.

UGM telah mengupayakan GNNT pada pengelolaan keuangannya, yaitu dengan SIMKEU. Meskipun mengalami berbagai tantangan, SIMKEU dapat beroperasi dengan baik dan terus melakukan pengembangan sampai saat ini. Dapat dikatakan bahwa SIMKEU telah membantu mewujudkan LCS sebagai tujuan akhir GNNT. Apabila LCS berhasil diwujudkan di lingkungan UGM, kemungkinan akan adanya praktik kecurangan pun dapat dicegah.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut.

1. Diharapkan institusi pendidikan dapat mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi yang terintegrasi dalam mengelola keuangannya sebagai upaya mendukung GNNT.

2. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menganalisis lebih lanjut mengenai pencegahan praktik kecurangan yang terdapat pada institusi kerja.

(32)
(33)

DAFTAR PUSTAKA

Achjari, Didi, wawancara oleh Yuniana Rizki Rakhmayanti. (21 September 2015).

Association of Certified Fraud Examiner. Fraud resources; Fraud tree. 2015. http://www.acfe.com/fraud-tree.aspx (diakses September 29, 2015).

Association of Certified Fraud Exminer. Fraud Resources; What is Fraud. 2015. http://www.acfe.com/fraud-101.aspx (diakses September 29, 2015).

Beattie, Andrea. The Pionners of Financial Fraud. 2009.

Decilya, Sutji . 15 April 2013.

http://metro.tempo.co/read/news/2013/04/15/064473563/polisi-tangani-600-kejahatan-online-per-tahun (diakses September 3, 2015).

Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. “UNDANG-UNDANG TENTANG

INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.” Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jakarta, DKI Jakarta, 21 April 2008.

Freedman, John. How Fraud Hurts You. Houston, t.thn.

Haryono, wawancara oleh Yuniana Rizki Rakhmayanti. (27 September 2015).

Ika. Hadapi Perubahan Status, UGM Upgrade Aplikasi Sisitem Informasi Keuangan. 14 Februari 2012. http://ugm.ac.id/id/post/page?id=4442 (diakses Oktober 1, 2015).

Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. UI, UGM, ITB, dan IPB Jadi PTN Badan Hukum. 23 Oktober 2013.

http://www.kopertis12.or.id/2013/10/23/ui-ugm-itb-dan-ipb-jadi-ptn-badan-hukum.html (diakses Oktober 1, 2015).

Moeller, Robert. Brink's Modern Internal Auditing. 7th Ed. Hoboken, New Jersey: John Willey & Sons, 2009.

Paragian, Yasser . Dalam 5 tahun terakhir, jumlah pengguna internet Indonesia naik 430 persen. 13 Maret 2014.

https://id.techinasia.com/dalam-5-tahun-terakhir-jumlah-pengguna-internet-indonesia-naik-430-persen-grafik/ (diakses Oktober 1, 2015).

Pengabdian, Irvan, wawancara oleh Caecilia Westi Sekar Wangi. Pengembangan SIMKEU (25 September 2015).

Republika. Tingkat Kejahatan Siber di Indonesia Termasuk Terbesar di Dunia. Jakarta, 9 April 2015.

Romney, Marshall, dan Paul Steinbart. Accounting Information System. Harlow: Pearson Education, 2012.

(34)

Syariful Alam, M.Ikom. Pemerintah Jokowi-JK Harus Hemat Anggaran. Jakarta, 15 September 2014.

Universitas Gadjah Mada. “Visi dan Misi UGM.” Tentang UGM. 2 Februari 2014. https://ugm.ac.id/id/tentang-ugm/1359-visi.dan.misi (diakses Oktober 2, 2015).

University of Houston. “Understanding Fraud.” http://www.uhv.edu/compliance. 1 Juni 2010.

http://www.uhv.edu/compliance/pdf/UnderstandingFraud.pdf (diakses September 30, 2015).

(35)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua kelompok

Nama : Fathurahman Sidiq

Tempat lahir : Tangerang

Tanggal lahir : 16 Mei 1994

Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

Anggota I

Nama : Caecilia Westi Sekar Wangi

Tempat lahir : Semarang

Tanggal Lahir : 8 Juli 1995

Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

Anggota II

Nama : Yuniana Rizki Rakhmayanti

Tempat lahir : Grobogan

Tanggal lahir : 29 Juni 1995

Jurusan : Akuntansi

Universitas : Universitas Gadjah Mada

(36)

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 97% peningkatan bobot kering tanaman dipengaruhi oleh peningkatan dosis pupuk kandang sapi, sedangkan 3%nya dipengaruhi oleh hal-hal

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kesehatan sangat diperlukan untuk mempertajam penentuan prioritas penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Oleh karena

 Konsep rumah tangga pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya melakukan dan bertanggungjawab dalam kegiatan pembudidayaan,

Jalur kereta api Kunming-Singapura dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi (Djankov, 2016). Negara- negara Asia Tenggara pasalnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang

Melalui garapan tari kreasi baru yang berjudul Agirang dikemas dengan pada awal tarian dimulai ( papeson ) menampilkan 3 orang penari putri yang gerak-gerak tarinya

kelas kontrol dengan model pembelajarn konvesional namun tidak terlalu signifikan terhadap hasil belajar siswa.Dimana model Project Based Learning (PjBL) memiliki nilai

Dengan berpijak pada pendapat para pakar dan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh para wartawan, redaktur, atau