• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Monografi

Luas Wilayah kabupaten Maros kurang lebih 1.619,12 KM yang terdiri dari 14 (empat belas) kecamatan yang membawahi 103 Desa/kelurahan.

Kabupaten Maros merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan ibukota provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini adalah Kota Makassar dengan jarak kedua kota tersebut berkisar 30 km dan sekaligus terintegrasi dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata. Dalam kedudukannya, Kabupaten Maros memegang peranan penting terhadap pembangunan Kota Makassar karena sebagai daerah perlintasan yang sekaligus sebagai pintu gerbang Kawasan Mamminasata bagian utara yang dengan sendirinya memberikan peluang yang sangat besar terhadap pembangunan di Kabupaten Maros dengan luas wilayah sekitar 1.619,12 km2 dan terbagi dalam 14 wilayah kecamatan. Kabupaten Maros secara administrasi wilayah berbatasan dengan :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Bone

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar.

38

Secara administratif, Kabupaten Maros terdiri atas 14 Kecamatan. 80 desa dan 23 kelurahan. Pembagian wilayah menurut kecamatan dan jumlah desa/kelurahan adalah sebagai berikut :

Tabel. 02 Luas wilayah menurut kecamatan tahun 2014

No Kecamatan Ibukota

Sumber: Buku RPJMD kab. Maros tahun 2010-2014

2. Pedidikan

Sarana pendidikan di Kabupaten Maros berjumlah 505 unit, meliputi:

perguruan tinggi 4 unit, SMA/SMK 50 unit, SMP 70 unit, SD 259 unit, TK 120 unit, SDLB 2 unit.

3. Kesehatan

Pada bidang kesehatan di kabupaten Maros jumlah fasilitas kesehatan yang ada berjumlah 471 unit, meliputi: rumah sakit 1, Puskesmas 11, Rumah bersalin 2, Posyandu 392, Balai kesehatan 4, Puskesdes 61.

4. Sosial Masyarakat

Pada dasarnya sikap dan prilaku manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dilandasi oleh keyakinan dalam beragama yang dianut oleh setiap warga masyarakat yang dijadikan sebagai pedoman dan penuntun dalam kehidupannya. Struktur kependudukan yang ada dikabupaten Maros didominasi oleh penduduk yang beragama Islam. Walaupun terdapat perbedaan dalam hal beragama, namun itu tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati di antara sesama warga. Di kabupaten Maros terdapat 597 mesjid, 47 musholla dan 18 gereja yang merupakan tempat peribadatan yang digunakan dalam melakukan aktifitas ibadah warga.

B. Gambaran Umum Partai Keadilan Sejahtera.

1. Sejarah berdirinya Partai Keadilan Sejahtera.

Gerah. Begitulah Ustadz Abu Ridla (alumnus Universitas Ibn Saud-Saudi Arabia, jurusan Publisistik komunikasi) ketika menyaksikan betapa peradaban Islam (kebudayaan dalam manifestasi yang lebih luas) berada dibawah dominasi Barat, terpuruk dilindas globalisasi yang diciptakan Barat.

Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslimnya, tak bisa berbuat apa-apa menghadapi kemorosatan (dekadensi) moral yang tengah digelar Barat.

Penyimpangan atau kerusakan masyarakat Indonesia itu sudah sedemikian jauh

dari nilai-nilai Islam, ujar Abu Ridla tegas. Keadaan ini menurutnya terjadi sebagaimana telah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya,

“niscaya disuatu zaman kalian akan begitu dahsyat mengikuti tata nilai orang-orang sebelum kalian. Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai-sampai seandainya mereka masuk kelubang biawak, kalianpun akan mengikutinya. Para sahabat bertanya, “apakah mereka orang-orang Yahudi?

Rasulullah SAW menjawab, “siapa lagi?”.

Ustadz Abu Ridla bukanlah nama asing dalam dunia dakwah, terlebih bagi mereka yang ketika mahasiswa terlibat dalam pergerakan pemikiran Islam yang marak tahun 80-an. Ustadz Abu Ridla dikenal sebagai ahlinya pembawa materi ghazwul fikri (perang pemikiran). Satu konsep yang ingin mengubah cara berpikir dan bertingkah laku seseorang atau kelompok orang atau bangsa tertentu berdasarkan arah atau konsep pemikiran Islam.

Dengan bekal pengalaman berinteraksi dengan dunia pemikiran pergerakan internasional dan pengalaman seringnya mengikuti konferensi tingkat internasional dan seminar-seminar yang menampilkan pembicara-pembicara tokoh pergerakan kaliber internasional, maka dakwah yang disampaikan Abu Ridla pun menjadi sesuatu yang baru dilingkungan pergerakan pemikiran muslim Indonesia saat itu.

Suatu masa di era reformasi, ketika setiap orang berpeluang mengekspresikan kecenderungannya, baik berpolitik maupun menuangkan pemikiran secara terbuka, maka ustadz Abu Ridla bersama teman-temannya yang concern dengan kegiatan kampus, melakukan diskusi yang pada akhirnya

melahirkan satu pemikiran untuk membikin partai politik yang kemudian kita kenal dengan nama partai keadilan demi mengaktualisasikan pemikiran dan dakwah. Parpol ini merupakan sarana aplikasi dan aktualisasi dalam berdakwah. Dakwah tidak semata-mata hanya dikampus, tapi juga harus disosialisasikan di legislatif dengan harapan agar dakwah didengar juga oleh politikus yang akan menyusun atau menentukan kebijakan negeri ini.

Tetapi, meski ikut membidani lahirnya partai keadilan saat itu, nama Abu Ridla tidak muncul ke permukaan dan tidak menjadi praktisi aktif di partai dakwah ini. Teman-temannya menilai ia lebih cocok tidak dijabatan eksekutif, tetapi di majelis pertimbangan partai saja. Ahmad Sumargono menyebutnya sebagai ideolog partai keadilan. Ia concern dengan pemikiran dan konsep, seperti persoalan pendidikan politik dan penentuan kebijakan dasar partai.

Dunia “masjid kampus” telah mengantarkan Ridla kedunia perpolitikan.

Beliau ini termasuk salah satu tokoh yang membidani lahirnya partai keadilan (PK). Bahkan ketika PK tersandung kebijakan electoral trheshold pun, Abu Ridla juga tak ketinggalan menjadi salah satu arsitek partai keadilan sejahtera (PKS).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama partai keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002 (atau tanggal 9 Jumadil „Ula 1423 H untuk tahun hijriah) dan merupakan kelanjutan dari partai keadilan (PK) yang didirikan di Jakarta pada 20 Juli 1998 (atau 26 Rabi‟ul Awwal 1419 H). Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal partai keadilan (disingkat PK) dalam sebuah

konferensi pers di aula masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma‟il.

Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH.

Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma‟il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di masjid Al-Azhar dan meminta piagam Jakarta masuk dalam amandemen UUD 1945.

Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikutsertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus mengubah namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003, partai keadilan sejahtera (PKS) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat dewan pimpinan wilayah (setingkat Provinsi) dan dewan pimpinan daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera. Pada sidang majelis syuro I PKS pada 26–29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiring terpilih menjadi presiden PK sejahtera periode 2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma‟il dan Hidayat Nur Wahid disaat Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16–20 Juni 2010 di Jakarta, Luthfi Hasan Ishaaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2010-2015. Karena Luthfi Hasan Ishaaq tersangkut kasus korupsi, maka presiden PKS saat ini adalah Anis Matta, Lc.

2. Visi, misi dan tujuan partai keadilan sejahtera.

a. Visi partai keadilan sejahtera

Visi partai keadilan sejahtera adalah menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

b. Misi partai keadilan sejahtera

Misi partai keadilan sejahtera adalah menjadikan partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat

yang diridhai Allah SWT. dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c. Tujuan partai keadilan sejahtera

Tujuan partai keadilan sejahtera adalah terpenuhinya hak, kewajiban dan tanggung jawab politik setiap anggota sebagai warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Lambang dan makna bendera partai keadilan sejahtera

Lambang dan makna partai keadilan sejahtera di atur dan disusun dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai keadilan sejahtera yang ditafsirkan sebagai berikut:

a. Kotak persegi empat melambangkan kesetaraan, keteraturan, keserasian, persatuan dan kesatuan arah.

b. Bulan sabit melambangkan kejayaan, dimensi waktu, keindahan, pencerahan, dan kesinambungan sejarah.

c. Untaian 17 (tujuh belas) butir padi pada tangkai tegak lurus melambangkan adil, ukhuwah, istiqamah, berani, disiplin dalam menjalankan tugas, serta tegas dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

d. Putih melambangkan bersih, suci dan mulia.

e. Hitam melambangkan kepastian, aspiratif dan akomodatif.

f. Kuning emas melambangkan kecemerlangan, kebahagiaan dan kejayaan.

g. PKS dengan warna hitam singkatan dari Partai Keadilan Sejahtera.

C. Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Maros.

1. Ketua, berfungsi sebagai pemimpin organisasi PKS di tingkat Kabupaten Maros dalam menjalankan program kerja selama satu periode atau lima tahun.

2. Sekretaris, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugasnya di bidang administrasi dan kesekretariatan.

3. Wakil Sekretaris I, berfungsi membantu sekretaris umum dalam menjalankan tugasnya di bidang administrasi dan perencanaan.

4. Wakil Sekretaris II, berfungsi membantu sekretaris umum dalam menjalankan tugasnya di bidang data dan arsip.

5. Wakil Sekretaris III, berfungsi membantu sekretaris umum dalam menjalankan tugasnya di bidang kesekretariatan.

6. Bendahara, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang keuangan.

7. Bidang kaderisasi, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam bidang rekrutmen, pembinaan dan pengembangan kader.

8. Bidang Pembinaan Keummatan, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pembinaan hubungan dengan lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi keummatan.

9. Bidang Humas, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang hubungan masyarakat.

10. Bidang Perempuan, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang perempuan.

11. Bidang Ekonomi dan Wirausaha, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang ekonomi dan kewirausahaan.

12. Bidang Lembaga Sosial, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pembinaan kelembagaan sosial.

13. Bidang Kepanduan dan Olahraga, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang kepanduan dan olahraga.

14. Bidang Kebijakan Publik, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang politik, hukum dan HAM.

15. Bidang Generasi Muda dan Profesi, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengembangan generasi muda dan profesi.

16. PCD I, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengembangan cabang da‟wah wilayah kecamatan turikale dan maros baru.

17. PCD II, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengembangan cabang da‟wah wilayah kecamatan lau dan bontoa.

18. PCD III, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengembangan cabang da‟wah wilayah kecamatan bantimurung, simbang, cenrana, camba dan mallawa.

19. PCD IV, berfungsi membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengembangan cabang da‟wah wilayah kecamatan mandai, marusu, tanralili, tompobulu dan moncongloe.

D. Strategi Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Maros Pada Pemilu Legislatif tahun 2014.

Struktur kepengurusan partai keadilan sejahtera dalam menghadapi proses pelaksanaan pemilu legislatif di Kabupaten Maros dilakukan dengan membuat suatu program-program kerja yang akan digunakan dalam upaya untuk dapat menarik simpati masyarakat agar dapat memilih partai keadilan sejahtera pada pelaksanaan pemilu legislatif. Beberapa program kerja yang dilakukan oleh PKS adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyaraakat.

b. Melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat.

c. Mempublikasikan kegiatan-kegiatan partai di media cetak dan media sosial.

d. Memperingati hari ibu.

e. Membangun hubungan dengan berbagai komunitas masyarakat.

f. Mengadakan buka puasa bersama.

g. Melakukan olahraga atau senam rutin bersama dengan masyarakat.

Pada pemilihan umum legislatif 2014 lalu yang diikuti oleh 12 partai nasional dan 3 partai lokal dari Provinsi Aceh. Dari sekian partai politik yang menjadi kandidat dari pelaksanaan pemilihan umum legislatif 2014, masing-masing dari partai tersebut telah menyusun atau menentukan strategi yang akan mereka gunakan selama pertarungan pada pemilu legislatif.

Tentunya setiap partai dalam menyusun sebuah strategi tidak lepas dari aturan-aturan atau ideologi masing-masing partai itu sendiri. Apabila seseorang dalam sebuah partai menentukan strategi namun tidak dilandasi oleh

aturan yang ada dalam partai tersebut, maka orang tersebut dinyatakan telah melanggar aturan yang telah di buat oleh partainya.

Disamping itu juga, penentuan suatu strategi juga dilakukan berdasarkan petunjuk dari para pengurus yang menjadi bagian dari pada partai itu sendiri. Keaktifan pengurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan sebuah partai.

Karena tanpa adanya kepengurusan yang aktif, maka suatu partai tidak akan dapat bersaing dengan partai-partai lain yang menjadi peserta pada pemilu.

Sehubungan dengan hal tersebut, informan dengan inisial AR selaku wakil sekretaris I DPD PKS Kabupaten Maros mengatakan :

“Setiap partai sudah pasti akan menentukan sebuah strategi yang akan dijalankan pada setiap pemilu, namun penentuan strategi tidak semata-mata dilakukan oleh seorang saja. pasti akan meminta sebuah petunjuk ataupun saran dari pihak lain dalam hal ini pengurus ataupun simpatisan partai. Kalaupun dilakukan oleh seorang saja, maka akan membuat orang tersebut akan sulit menentukan sebuah strategi yang efektif karena hanya berpikir sendiri saja. Karena itulah seseorang yang bertugas untuk menetukan sebuah strategi akan saling bekerja sama dengan rekan-rekan yang lain agar mampu membuat sebuah strategi yang diangggap akan mampu mendongkrak popularitas sebuah partai.” (hasil wawancara tanggal 25 Januari 2015)

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas, maka diketahui bahwa dalam menentukan strategi yang akan dijalankan pada pelaksanaan pemilu, haruslah dilakukan secara teliti dan betul-betul dianggap akan dapat mendongkrak popularitas partai agar dapat menarik simpati masyarakat untuk dapat memilih partai tersebut. Selain itu dalam menentukan suatu strategi haruslah dengan suatu pemikiran yang secara meluas dalam hal ini menentukan

strategi tidak dengan hanya bekerja sendiri-sendiri, namun harus juga dengan bantuan dari para pengurus yang lain ataupun simpatisan partai itu.

Ungkapan lain dikatakan oleh informan berinisial AH selaku ketua DPD PKS Kabupaten Maros yang mengatakan:

“Menentukan strategi partai pada pemilu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Perlu berbagai pertimbangan untuk dapat menyusunnya secara efektif dan maksimal. Apabila partai sekedar menentukan strategi saja tanpa pertimbangan yang baik, maka hal itu sudah pasti tidak akan membuat suatu partai mengalami perkembangan. dan partai tersebut kemungkinan besar sulit untuk menyaingi partai lainnya pada pemilu. Jadi penentuan strategi sangatlah membutuhkan ketelitian untuk memikirkannya. Di samping itu juga sebuah partai harus dapat mengetahui kondisi sosial yang ada di masyarakat. Karena masyarakatlah yang akan memberikan hak suaranya untuk para kandidat.” (hasil wawancara tanggal 25 Januari 2015)

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas, maka penulis memahami bahwa setiap partai yang akan menyusun suatu strategi harus melalui pertimbangan-pertimbangan agar dapat menentukannya secara efektif dan maksimal. Selain daripada itu, penentuan strategi partai sangatlah diharuskan untuk dapat mengetahui kondisi sosial yang ada di masyarakat karena masyarakatlah yang akan memberikan suara untuk setiap partai peserta pemilu.

1. Perencanaan Strategi Politik

Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut prinsip demokrasi langsung. Maka implikasinya adalah bahwa siapapun yang dianggap memiliki kemauan untuk berperan aktif dalam proses kontestasi politik, seperti pemilihan umum kepala daerah dan pemilihan calon anggota

legislatif, yang disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam undang-undang, memiliki hak untuk menjadi caleg.

Ada berbagai cara dan metodologi yang digunakan oleh kandidat, baik pada aspek internal atau yang dikenal dengan tim pemenangan kandidat, serta pada aspek eksternal yaitu tim sukses yang dibentuk oleh partai politik. Pemilihan strategi yang tepat akan menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pemilu agar proses pemenangan bisa efektif dan efisien (secara politik dan ekonomi).

Dalam proses pelaksanaan pemilu, tidak ada satupun partai yang ingin kalah. semuanya ingin memenangkan pemilu. Semuanya ingin menarik perhatian masyarakat tentang suatu partai tertentu agar partai tersebut terus mendapat kepercayaan terhadap masyarakat.

Dalam menyusun suatu strategi politik, PKS melakukan berbagai kegiatan-kegiatan dan survey-survey terhadap masyarakat untuk mengetahui keinginan sebenarnya dari masyarakat melalui pemilu ini. Dalam hal ini beberapa langkah yang dilakukan oleh Partai keadilan sejahtera dalam upaya menarik simpati dari masyarakat. Pertama, pelatihan kader dan caleg.

Kedua, memberikan informasi melalui media reklame. Ketiga, struktur kepengurusan yang aktif. Keempat, menerapkan gerakan silaturahmi. Hal ini adalah merupakan sebuah strategi yang digunakan oleh PKS dalam pemilu legislatif 2014.

1. Pelatihan kader dan caleg.

Untuk memperoleh kader yang efektif dalam menjalankan sebuah tugas di tingkat kepengurusan partai tidak hanya dapat diandalkan melalui wawasan yang mereka miliki. Untuk dapat mengoptimalkan peran dari kader maka perlu dilakukan sebuah kegiatan yang menyangkut dengan partai sekaligus pengetahuan tentang pemilu.

Begitu juga dengan caleg yang akan diusung oleh partai keadilan sejahtera pada pemilu legislatif 2014.

Dalam pelaksanaan pelatihan terhadap kader dan caleg partai keadilan sejahtera dilakukan beberapa kegiatan, yaitu:

a. Pelatihan berupa peningkatan kapasitas caleg partai keadilan sejahtera.

b. Mengadakan kelas politik dan hukum. Dalam hal ini, caleg partai diberikan pemahaman tentang sistem perpolitikan yang ada di Indonesia dan bagaimana sistem hukum yang diterapkan bangsa Indonesia.

c. Sosialisasi undang-undang partai politik dan undang-undang pemilu.

d. Pelatihan direct selling (door to door). Maksud dari direct selling di sini adalah kunjungan terhadap rumah ke rumah warga yang lain.

e. Pelatihan mengenai media sosial (facebook, twitter, youtube, dll).

Meskipun pada zaman sekarang ini hampir sebagian besar masyarakat sudah mengetahui tentang penggunaan media sosial,

namun tidak menutup kemungkinan ada di antara kader maupun caleg yang belum memahami sepenuhnya penggunaan media sosial.

Gambar 1. Pelatihan kader dan caleg PKS Maros

Pelatihan kader dan caleg ini dimaksudkan untuk membuat para kader dan caleg PKS agar lebih mengetahui dan bahkan bisa lebih aktif menyalurkan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah. Dalam pelatihan terhadap kader dan caleg PKS, dilakukan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas kader dan caleg.

Informan dengan inisial AR selaku wakil sekretaris I DPD PKS Kabupaten Maros mengatakan:

“Pelatihan terhadap kader dan caleg di partai keadlan sejahtera, kami lakukan beberapa hal yaitu: pelatihan peningkatan kapasitas caleg, kelas politik dan hukum, melakukan sosialisasi undangundang parpol dan pemilu kepada kader dan caleg partai keadilan sejahtera, pelatihan berupa direct selling atau mengunjungi rumah-rumah warga dan pelatihan tentang penggunaan media sosial.” (hasil wawancara tanggal 25 Januari 2015)

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas,kita dapat mengetahui bahwa partai keadilan sejahtera melakukan beberapa langkah pelatihan guna untuk meningkatkan kapabilitas calegnya.

Terkait dengan pelatihan kader dan caleg, informan dengan inisial KS selaku sekretaris DPD PKS Kabupaten Maros mengatakan:

“Pelatihan terhadap kader dan caleg PKS ini merupakan aturan yang ada di partai keadilan sejahtera. Namun meskipun itu adalah aturan, bukan berarti pelatihan tersebut dilakukan seadanya saja.

Pelatihan ini sudah pasti sangat penting bagi PKS. Pelatihan ini diharapkan akan mampu membuat kader partai lebih mampu untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengangkat popularitas partai. Begitu juga dengan caleg yang diusung oleh PKS, perlu dilakukan pelatihan agar dapat mengetahui tugas dan fungsinya sebagai caleg. Dari hasil pelatihan ini maka diharapkan para kader maupun caleg PKS akan dapat memiliki kapabilitas yang berkualitas sehingga dapat berguna bagi masyarakat luas.” (hasil wawancara tanggal 25 Januari 2015)

Dari hasil wawancara dengan infoman diatas, maka kita dapat memahami bahwa pelatihan terhadap kader dan caleg partai keadilan sejahtera bukan hanya karena terkait aturan, tapi lebih diprioritaskan terhadap bagaimana bisa membuat para kader maupun caleg PKS dapat memiliki sebuah kapabilitas yang berkualitas yang dapat berguna bagi masyarakat luas.

Informan lain berinisial MH selaku ketua tim pemenangan PKS Kabupaten Maros, menambahkan:

“bahwa pelatihan terhadap kader dan caleg ini, bukan hanya untuk meningkatkan kapabilitasnya sebagai kader maupun caleg saja, namun juga bagaimana supaya kader dan caleg ini bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat lain agar mereka dapat mengetahui keinginan dari masyarakat tersebut dan mampu untuk bersaing dengan caleg yang lainnya.” (hasil wawancara tanggal 25 Januari 2015)

Dari hasil wawancara tersebut diatas, maka kita dapat mengetahui bahwa pada pelatihan terhadap kader maupun caleg yang ada di partai

keadilan sejahtera tidak hanya menekankan pada peningkatan kapabilitas kader dan caleg, tapi juga mengupayakan agar bagaimana supaya kader dan caleg bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat lainnya.

Mengingat saat-saat sekarang ini popularitas partai keadilan

Mengingat saat-saat sekarang ini popularitas partai keadilan

Dokumen terkait