• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Kandang (box) Penampung

4.2 Morfologi Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus)

4.2 Morfologi Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus)

4.2.1 Ukuran Tubuh Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus)

Hasil pengukuran rata-rata pada bagian-bagian tubuh biawak ekor biru yang dibedakan berdasarkan kelas umur dan jenis kelaminnya disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Ukuran rata-rata bagian tubuh biawak ekor biru berdasarkan jenis kelamin dan kelas umurnya

Berdasarkan hasil pengukuran pada bagian tubuh biawak, diketahui bahwa panjang total (dari ujung kepala-ekor) rata-rata biawak jantan dewasa adalah

No. Variabel Ukuran Dewasa Remaja Anakan

Jantan (cm) Betina (cm) Jantan (cm) Betina (cm) (cm) 1 Panjang kepala 9,7 10 8 6 4,10 2 Panjang leher 9 8 8 5,50 3,65

3 Panjang jari kaki depan 6 7 5,25 4 2,50

4 Panjang jari kaki belakang 7,5 7,75 6,75 6 3,25

5 Panjang lengan atas 4,83 5,50 3,5 2,50 1,40

6 Panjang lengan bawah 5,83 6,75 4,5 3 2,75

7 Panjang betis (tibia) 6,83 7,50 6 4 2

8 Panjang paha (femur) 6,17 7,50 5 3 2

9 Panjang total kaki depan 17,33 19,25 13,25 9,50 6,65 10 Panjang total kaki belakang 19,67 22,75 17,75 13 7,25

11 Ukuran lingkar dada 21 21 15 10 4,75

12 Lebar dada 8 9,25 7,25 5 1,90

13 Ukuran lingkar perut 22,33 26,50 17 12 7

14 Panjang badan dari pangkal leher – kloaka

31 30 25 17 10

15 Panjang ekor dari pangkal - ujung ekor

77,67 78 66,5 45 26,75

16 Panjang total dari ujung kepala - ujung ekor

127,33 127 107,5 73,50 44,50

17 Lebar kloaka 4,83 5,5 3,25 2 1

127,33 cm sedangkan betina dewasa berukuran rata-rata 127 cm. Di penangkaran ini biawak jantan dewasa dan betina dewasa memiliki ukuran tubuh yang relatif hampir sama sehingga sulit untuk membedakan jenis kelamin biawak berdasarkan ukuran tubuhnya. Menurut Bennett (1998) biawak jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan betina. Ukuran tubuh yang lebih kecil pada betina dapat memungkinkan biawak tersebut terserang oleh predator. Namun betina cenderung kurang aktif dibandingkan dengan jantan sehingga hal tersebut dapat mengurangi tingkat bahaya pada betina.

Persentase panjang ekor biawak terhadap panjang total tubuhnya diketahui biawak jantan dewasa mencapai 60,87% sedangkan biawak betina 61,42% begitu pula dengan kelas umur lainnya yang berkisar 60% dari panjang total tubuhnya. Menurut Bennett (1998) kurang lebih hampir 80% panjang tubuh biawak adalah ekor. Rata-rata panjang total kaki belakang biawak ekor biru lebih panjang dibandingkan dengan kaki depan, karena kaki belakang digunakan untuk menopang tubuh bagian belakang biawak yang relatif lebih berat. Selain itu, biawak juga menggunakan kaki belakangnya untuk dapat berdiri. Biawak juga menggunakan kaki belakang saat proses kopulasi yaitu dengan mencengkram bagian tubuh betina.

Jumlah total biawak dewasa di perusahaan ini adalah 10 ekor, biawak remaja terdapat 4 ekor dan biawak anakan hanya terdapat 2 ekor sehingga total keseluruhan adalah 16 ekor. Pengambilan contoh pada biawak yang diukur adalah sebanyak 10 ekor (63%) dari jumlah total biawak. Jumlah ini dapat dikatakan mewakili dari jumlah biawak ekor biru yang ada di PT Mega Citrindo. Jumlah biawak di perusahaan ini juga dapat berubah-ubah karena pengumpul bisa datang kapan saja untuk terus menyediakan satwa seperti biawak ekor biru yang akan diekspor. Kendala yang dihadapi dalam pengukuran bagian tubuh biawak adalah kesulitan dalam menangkap biawak dan tingkat bahaya yang cukup tinggi karena biawak dapat melakukan perlawanan dengan menggunakan gigitan, cakaran maupun cambukan ekornya.

4.2.2 Warna dan Corak Tubuh Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus)

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ciri kualitatif pada biawak ekor biru yang dapat diamati seperti warna dan corak tubuh biawak disajikan dalam tabel berikut (Tabel 13).

Tabel 13. Ciri kualitatif biawak ekor biru berdasarkan kelas umur dan jenis kelamin

Warna dan corak tubuh pada satwa reptil biasanya dijadikan sebagai salah satu mekanisme pertahanan diri dari predator (Goin et al. 1978). Warna totol pada biawak ekor biru juga hampir sama dengan biawak buaya (Varanus salvadorii) yaitu berwarna kuning. Biawak buaya (Varanus salvadorii) termasuk jenis biawak yang paling ganas diantara jenis biawak lainnya sehingga warna totol yang mencolok pada biawak ekor biru akan memperlihatkan biawak ini lebih ganas dibandingkan dengan jenis biawak lainnya. Warna tubuh biawak jantan memiliki warna totol-totol (corak) kuning yang lebih cerah dibandingkan dengan betina.

Warna biru pada ekor biawak akan memudar ketika telah dewasa. Menurut anonim (2007) warna ekor pada biawak dewasa sedikit memudar bila dibandingkan dengan biawak remaja. Warna ekor biawak yang masih anakan belum terlihat berwarna biru melainkan warna hitam dengan garis-garis putih kekuningan. Biawak ekor biru anakan tidak memiliki warna yang begitu mencolok melainkan didominasi dengan warna hitam. Hal ini merupakan salah satu mekanisme untuk menghindari predator sehingga biawak tersebut sulit

No. Ciri Kualitatif Deskripsi Keterangan

Anakan Remaja Dewasa

1 Warna tubuh Hitam Hitam

kebiruan

Hitam keabu-abuan 2 Warna totol-totol Putih dan

sedikit kekuningan

Kuning dan biru

Kuning Jantan lebih cerah

dibandingkan dengan betina

3 Warna ekor Putih

kekuningan dengan garis-garis hitam Biru dengan garis-garis hitam Biru dengan garis-garis hitam yang telah memudar 4 Warna iris mata Coklat Coklat Coklat 5 Warna bagian tepi

badan Hitam dengan totol putih kekuningan Hijau kebiruan Kuning

terlihat. Warna yang mencolok akan memudahkan predator untuk menemukan mangsanya. Mimikri adalah salah satu mekanisme satwa yang memiliki corak dan warna tubuh yang menyerupai dengan lingkungan sekitarnya sehingga satwa tersebut dapat menghindar dari predator (Goin et al. 1978). Berikut adalah gambar biawak ekor biru (Varanus doreanus) berdasarkan kelas umurnya (Gambar 23).

Gambar 23. Biawak ekor biru (Varanus doreanus) (a) anakan; (b) remaja; (c) dewasa.

Biawak ekor biru memiliki hubungan kekerabatan dengan Varanus indicus (Bennett 1998) namun yang membedakannya dari segi warna, Varanus indicus memiliki warna tubuh lebih kuning kehijauan. Biawak ekor biru (Varanus

doreanus) juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Varanus jobiensis

(Anonim 2007). Salah satu ciri morfologi yang membedakannya adalah warna leher Varanus jobiensis berwarna merah sedangkan pada biawak ekor biru (Varanus doreanus) warna leher hitam dengan totol-totol (corak) kuning yang lebih rapat.

4.2.3 Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus) Jantan dan Betina

Penentuan jenis kelamin jantan dan betina berdasarkan ukuran tubuh dan corak warna cukup sulit untuk dibedakan. Biawak temasuk jenis satwa monomorfik, menurut Bucknill dan Chasen (1990) dalam Suratno et al. (1998) monomorfik berarti secara morfologi sulit dibedakan jenis kelaminnya. Untuk mengetahui perbedaan jantan dan betina lebih mudah dengan melihat langsung bentuk alat kelaminnya. Metode yang biasa dilakukan untuk mengetahui jenis

a b

kelamin pada berbagai jenis reptil dapat dilakukan dengan memasukkan minyak pelumas, benda tumpul atau peralatan logam ke dalam lubang kelaminnya (Szidat 1968; Honneger 1978 dalam Bennett 1998). Bentuk kelamin jantan pada biawak memiliki dua tonjolan dibagian sudut kloaka. Tonjolan ini tidak akan terlihat bila tidak ditekan pada bagian kloakanya. Biawak betina tidak memiliki tonjolan pada kloakanya. Metode lain yang dapat digunakan adalah menggunakan x-rays untuk mendeteksi mineralisasi di dalam hemipenisnya (Shea & Reddacliff 1986, Card & Kluge 1995 dalam Bennett 1998).

4.3 Aktivitas Harian Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus) di Kandang

Dokumen terkait