• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIK

2.1.3 Morfologi dan Karakterisasi Mawar (Rosa hybrida L.)

Mawar adalah salah satu jenis tanaman hias yang umum diminati oleh masyarakat karena memiliki keindahan, warna, dan baunya yang menarik. Bunga mawar tergolong kedalam family Rosaceae yang mempunyai lebih dari 150 spesies dan 1400 kultival. Mawar banyak di manfaatkan sebagai tanaman penghasil minyak atsiri dan dapat di jadikan sebagai mawar pot dan bunga potong (Mubarok, 2018: 60).

Mawar adalah tanaman hias kelompok semak bagian batang yang berduri.

Mawar disebut dengan tanda ataupun lambang religi dalam peradaban manusia.

Mawar bersumber dari negara dataran cina, negara timoer tengah, dan negara eropa timur. Saat berkembangannya tanaman hias ini meluas di kawasan beriklim dingin maupun panas (Puspita et al, 2019: 12).

Mawar merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Rosaceae. Pada dasarnya, spesies mawar berbentuk tanaman semak yang memiliki berduri, yang ketinggiannya dapat memenuhi dua hingga lima meter.

Umumnya spesies mawar yang tumbuh di asia tenggara menjatuhkan daun

semuanya, menyebabkan beberapa spesies yang dapat selamanya berdaun hijau sepanjang tahun. Umumnya bunga mawar memiliki warna putih, merah muda, kuning, dan juga merah. Umumnya mawar berduri-duri kecil yang runcing di bagian tangkainya. Tetapi beberapa spesies mawar memiliki duri yang tidak tumbuh dan tidak runcing (Puspita et al, 2019: 12-13).

Mawar adalah tanaman semak berkayu dengan duri pada batang. Tipe daun mawar yaitu daun majemuk yang terdiri dari tiga, lima, tujuh helaian daun.

Tulang daun menyirip dengan ujung daun bergerigi. Kelopak bunga mawar terdiri dari lima helai maupun kelipatannya. Dari satu tangkai bunga bakal tumbuh 1- 6 kuncup bunga, namun tidak segalanya di biarkan tumbuh. Keadaan ini supaya bunga yang di peroleh bersize besar dan memiliki kelompok berukuran yang besar (Ansori, 2010: 139).

Mawar adalah tanaman bunga hias berbentuk semak dengan batang berduri. Mawar di sebut juga dengan sebutan bunga ros. Bunga mawar banyak di minati masyarakat karena memiliki nilai keindahan yang bernilai ekonomi cukup tinggi selain itu juga merupakan komoditas unggulan dalam industri florikultura di indonesia. Beberapa golongan bunga potong, bunga mawar ditempatkan sebagai bunga utama. Untuk mendapatakan perkembangan dan produktivitas tanaman bunga mawar yang berkualitas diperlukan adanya proses renovasi budidaya tanaman salah satunya dengan terdapat benih yang baik dari segi karakter maupun kapasitas (Wendi, 2019: 43).

Mawar adalah salah satu jenis tanaman hias yang di prioritaskan perkembangannya di negara Indonesia. Bunga mawar potong ramai dibudidayakan dari segi komersial karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan

digemari oleh masyarakat konsumen serta mempunyai nilai keindahan yang tinggi (indah, anggun dan harum). Dilihat dari segi manfaatnya, bunga mawar dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kosmetik, mawar tabur, mawar taman, maupun sebagai bunga potong (Amiarsih et al, 2003: 285).

Permintaan bunga mawar potong dikalangan masyarakat Indonesia cenderung meningkat yang dapat dilihat dari meningkatnya hasil panen bunga mawar. Bunga mawar potong Indonesia telah memasuki pasar internasioal.

Penghasilkan bunga mawar potong hingga saat ini di Indonesia sedang menempati peringkat satu industri florikultura di dunia semenjak tahun 1993. Usaha tani bunga mawar sudah merupakan usaha yang komersial walaupun belum di kelola secara intensif dan efisien. Bunga potong yang diimport dari beberapa negara Uni Eropa masih dominan oleh bunga mawar (Purnawanti, 2002: 7).

Bunga mawar yang dijadikan sebagai tanaman budidaya umumnya mempunyai nilai jual baik sebagai bunga hias, bunga potong dan sebagai bunga yang dapat diambil ekstraknya dari bagian mahkotanya. Dijadikan sebagai bunga potong yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan merupakan peringkat pertama dalam penjualan setaiap harinya. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri terus-menerus mengalami peningkatan, terutama di perkotaan. kota jakarta menampung bunga terbesar yang menghasilkan omset 25,8 miliar per tahun. Setiap harinya permintaan bunga mawar tidak kurang dari 20000 kuntum (Muzaki et al, 2021: 53).

Rosa hybrida adalah salah satu jenis bunga mawar yang mempunyai aroma wangi yang tersendiri dan warna yang menarik. Bunga mawar bersumber dari dataran cina, negara timur bagian tengah, dan negara eropa bagian timur dari

perkembangannya meluas ke tempat beriklim dingin dan panas. Karakter aroma dan warna yang menarik, sehingga masyarakat banyak memanfaatkan bunga mawar sebagai bunga hias dapat digunakan untuk acara resmi maupun acara tidak resmi contohnya seminar, lokakarya dan beberapa acara lainnya (Wuri & Sutardi, 2021: 904).

Tanaman hias didalam pot yang banyak diminati masyarakat yaitu tanaman hias bunga mawar batik. Bunga mawar batik yaitu bunga hasil persilangan antara mawar lokal dengan mawar import. Contohnya persilangan bunga mawar merah dengan mawar merah tua yang nyaris hitam sekaligus juga mawar putih, yang menghasilkan sekumtum bunga mawar dengan warna yang penuh motif. Sebagai tanaman pot yang dinikmati konsumen pada mawar batik yaitu keindahan bunganya yang memiliki warna yang menarik, karena semakin lama bunga tersebut mekar, maka semakin lama dapat menikmati melihat indahnya bunga saat mekar (Suradinata et al. 2015: 55).

Tanaman mawar diperbanyak dengan teknik generatif ataupun vegetatif.

Vegetatif dilakukan dengan stek batang bisa juga dibagian cabang, cangkok, dan okulasi. Cara stek sering digunakan, dikarena dapat menghasilkan tanaman yang mempunyai kersamaan dengan induknya dari segi umur, tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan memproduksi bibit tanaman dengan jumlah banyak. Bagian batang mawar yang baik digunakan saat menyetek merupakan bagian batang pada bagian tegahnya, karena apabila menggunakan bagian batang yang terlalu muda sulit untuk susah ditanam. Cara stek tidak berhasil dikarenakan batang muda tidak bisa menyesuaikannya diakibatkan masih mudanya jaringan tanaman yang akan di stek (Sylviana et al, 2019: 169). Tanaman mawar bisa diperbanyak menggunakan

cara stek, mencangkok, okulasi, dan penyambungan batang. Para pekebun atau penjual pada dasarnya memperbanyak tanaman mawar dengan cara penyambungan. Tetapi perbanyakan dengan cara penyambungan mengakibatkan masalah batang bawah banyak yang terserang penyakit (Marlina & Rohayati, 2009: 65).

Bunga mawar potong bisa dipanen setiap 3 kali seminggu. Bunga yang telah di lakukan pemotongan atau setelah panen maka secara fisiologis tanaman bunga mawar potong akan membentuk tunas baru dan akan berkembang menjadi bunga. Tunas baru yang tersebut akan tumbuh pada titik tumbuh di bawah bekas pemotongan tangkai bunga. Umurnya mulai dari tunas baru tumbuh sampai di bisa di potong atau di panen sekitar 1- 1,5 bulan (Purbianti et al, 2001).

Menurut Puspita et al, (2019:14) selain keindahan dan keharuman dari bunga mawar, bahwa mawar juga memiliki banyak zat yang banyak manfaat.

Beberapa orang yang menggunakan mawar untuk perawat kecantikan selain sebagai tanaman hias dan pelengkap taman, karena bunga mawar terdiri dari kandungan vitamin C yang berfungsi untuk menambahakan hasil kolagen yang bermanfaat untuk kulit agat terjaga keelastisan dan kelembapan kulit.

Mawar merupakan tanaman hias yang paling terkenal dari beberapa puluhan ribu jenis tanaman hias yang ada. Tidak seorang pun yang menyukai tanaman hias di muka bumi yang tidak mengenal mawar. Orang baru sekalipun juga mudah mengetahui bunga mawar, karena memiliki bentuk dan bau bunganya khas. Mawar bersumber dari daerah beriklim sedang di bagian daerah subtropis.

Tempat hidup sebenarnya di daerah suhu dingin (Lany, 2008:7).

Mawar dapat dipanen apabila seluruh kelopak bunga sudah terbuka selama 1 maupun 2 mahkota yang sudah membuka. Kesegaran suatu bunga mawar akan lebih lama apabila di panen pada waktu yang tepat. Mawar jika di panen pada waktu saat kembang penuh, kesegarannya tidak bisa bertahan dalam lama dan mudah layu begitupun apabila dipanen lebih duluan dapat mengakibatkan kuncup bunga menjadi gagal untuk mekar nantinya (Nofrianti, 2005). Menurut Tjitrosoepomo (1996), klasifikasi bunga mawar sebagai berikut:

Kingdom :Plantae

Divisi :Spermatophyta Kelas :Dicotyledoneae

Ordo :Rosales

Famili :Rosaceae

Genus :Rosa

Species :Rosa hybrida L.

Tanaman mawar (R. hybrida L.) selengkapnya disajikan pada Gambar 2.1.

Gambar 2. 1Tanaman Mawar (R. hybrida L.) (Dokumentasi pribadi, 2022).