• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORETIS A. Public Speaking

C. Motivas Belajar

1. Pengertian motivasi belajar

Secara umum motivasi adalah serangkaian usaha yang menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu serta motivasi juga dapat di rangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh didalam diri seseorang. Dalam kegiaran belajar, motivasi belajar yaitu daya penggerak dari dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.19

Dalam Islam, belajar (menuntut ilmu) merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Pendidikan merupakan realisasi dari kewajiban menuntut ilmu yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi:

Artinya:

“Mencari ilmu wajib terhadap setiap orang Islam….”.(H.R. Ibnu Majah dari Anas bin Malik).20

Motivasi belajar dalam proses pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilannya. Namun motivasi belajar dapat menjadi lemah, lemahnya motivasi akan melemahkan aktivitas dan kegiatan

19Sudirman, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Rajawali,2016), h.75.

20 Abu, Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Mâjah Al-Quzwaini, Sunan Ibnu Mâjah, (Kairo: Dâr Al-Kutub Al-„Arabiyyah, 1996) h.81.

belajar, sehingga mutu hasil belajar menjadi rendah. Oleh karena itu, motivasi belajar pada siswa perlu diperkuat terus menerus, dengan tujuan agar siswa mampu melaksanakan aktivitas belajarnya dengan baik, sehingga hasil yang diraihnya dapat optimal.

Dalam proses pembelajaran, motivasi sangat diperlukan, seseorang yang memiliki motivasi belajar tidak mungkin melakukan aktivitas belajar. Dalam hal ini, peran guru sangat penting, bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar anak didiknya melakukan aktivitas belajar dengan baik. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula.

Greenberg menyebutkan bahwa motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan, dan memantapkan perilaku asas suatu tujuan. Dari tiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah kondisi psikologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan).21

Belajar diartikan sebagai “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”.

Surya dalam Tohirin, menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.22

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah dorongan, rangsangan atau kemauan seseorang untuk melakukan sesuatu. Dimana

21Djaali, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara,2017), h. 101.

22Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2005) h.

55

33

ransangan tersebut berasal dari luar sedangkan motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang.

2. Macam-macam motivasi belajar

Berbicara tentang macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian motivasi atau motif-motif yang aktif itu sangat bervariasi sebagai berikut:

a. Motivasi yang dilihat dari dasar pembentukannya yaitu motif bawaan dan motif yang dipelajari. Motif bawaan berarti motif yang dibawa sejak lahir, motivasi ini ada tanpa harus dipelajari. Sementara itu, motif yang dipelajari berarti motif yang timbul akibat proses belajar atau motif yang dipelajari. Motif ini juga sering disebut dengan motif yang diisyaratkan secara social.

b. Motivasi menurut pembagian Woodworth dan Marquis terdiri dari motif organis, motif darurat dan motif objektif. Motif atau kebutuhan organis berarti kebutuhan dasar manusia, seperti minum, makan, beristirahat dan sebagainya. Sementara itu, motif darurat dapat berupa dorongan untuk dapat menyelamatkan diri, membalas, berusaha, memburu, dan sebagainya. Sementara itu, motif darurat dapat berupa dorongan untuk menyelamatkan diri, membalas, berusaha, memburu dan sebagainya. Motivasi ini timbul karena adanya rangsangan dari luar. Terakhir motif objektif dapat berupa kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, menipulasi, menaruh minat, dan sebagainya.

c. Motivasi jasmani dan rohaniah, motivasi jasmaniah ini dapat berupa refleks, insting otomatis, dan nafsu, sedangkan motivasi rohaniah dapat berupa kemauan.

d. Motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik berarti motif yang menjadi aktif atau akan berfungsi dengan sendirinya tanpa perlu adanya rangsang dari luar.

Hal ini karena dalam diri individu sudah ada dorogan untuk melakukan sesuatu.

Sementara itu, motivasi ekstrinsik berarti motif yang akan berfungsi dengan adanya rangsangan dari luar.23

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi secara garis besar ada dua yaitu: motivasi dari dalam diri seseorang dan motivasi dari luar seseorang.

3. Aspek-aspek motivasi belajar

Menurut Chernis dan Goleman dalam Sardiman, adapun aspek-aspek dalam motivasi belajar sebagai berikut:

a. Kesenangan kenikmatan untuk belajar

Berarti menaruh perhatian dan minat terhadap kegiatan itu dan merasa senang sewaktu mengerjakan tugas-tugas sekolah.

b. Orientasi terhadap penguasaan materi

Suatu kemampuan yang diperoleh siswa dengan menguasai materi-materi yang disajikan disekolah.

c. Hasrat ingin tahu

Keinginan siswa yang mewakili motivasi untuk mencari hal-hal baru dan mencarinya lebih jauh lagi.

d. Keuletan dalam mengerjakan tugas

Peserta didik memusatkan perhatian sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah atau putus asa.

e. Keterlibatan yang tinggi pada tugas

23Pupu Saeful Rahmat, Psikologi Pendidikan (Jakarta Timur: Bumi Aksara, 2018) h. 140.

35

Peserta didik tekun dalam mengerjakan tugas, berkonsentrasi pada tugas dan meluangkan waktu untuk belajar.

f. Orientasi terhadap tugas-tugas

Orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang, sulit dan baru, peserta didik termotivasi untuk menyelesaikan tugas sulit ataupun baru daripada tugas mudah atau rutin.24

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada bebrapa aspek-aspek dalam motivasi belajar yaitu antara lain adalah Kesenangan kenikmatan untuk belajar, Orientasi terhadap penguasaan materi, hasrat ingin tahu, Orientasi terhadap penguasaan materi, Keuletan dalam mengerjakan tugas, Keterlibatan yang tinggi pada tugas dan Orientasi terhadap tugas-tugas.

4. Fungsi motivasi dalam belajar a. Motivasi sebagai pendorong perbuatan

Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang akan dicari itu dalam rangka untuk memuaskan rasa ingin tahunya dari sesuatu yang akan dipelajari.

Sesuatu yang belum diketahui tersebut akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Sikap itulah yang mendasari dan mendorong kearah sejumlah perbuatan dalam belajar.

b. Motivasi sebagai penggerak perbuatan

Dorongan psikologi yang melahirkan sikap terhadap anak didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisis

24Wahdania, Ulfiani Rahman, dkk, “Pengaruh Efikasi Diri, Harga Diri Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Bulupoddo Kab. Sinjai”

Mapan 5, No. 1 (2017), h. 74

c. Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan. Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada anak didik dalam belajar.

Menurut mosely yang dikutip oleh Nyayu Khadijah, fungsi motivasi belajar adalah:

a. Mendorong manusia untuk berbuat

b. Menetukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang hendak dicapai.

c. Menyeleksi perbuatan.25

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi belajar ada tiga yaitu Motivasi sebagai pendorong perbuatan, Motivasi sebagai penggerak perbuatan dan Motivasi sebagai pengarah perbuatan.

5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar menurut Dimyati dan Mudjiono adalah sebagai berikut:

a. Cita-cita atau aspirasi peserta didik

Cita-cita atau aspirasi adalah suatu target yang ingin dicapai. Penentuan cita-cita atau tujuan yang akan dicapai sangat penting bagi peserta didik untuk meningkatkan motivasinya.

b. Kemampuan peserta didik

Keinginan seorang anak perlu di barengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat dalam

25Rohmalina Wahab, Psikologi Belajar (Cet. II, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2016), h. 131.

37

diri peserta didik, misalnya perhatian, ingatan, daya pikir, dan taraf perkembangan berfikir peserta didik menjadi ukuran.

c. Kondisi peserta didik

Kondisi peserta didik dapat berupa kondisi fisik dan psikologis. Kondisi fisik dan psikologis siswa sangat mempengaruhi motivasi peserta didik. Guru harus lebih cermat melihat kondisi fisik dan psikologis yang dialami peserta didik

d. Kondisi lingkungan peserta didik

Kondisi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, merupakan suatu unsur yang datang dari luar diri peserta didik untuk memberikan motivasi belajar yang baik.

e. Unsur-unsur dinamis dalam belajar

Unsur-unsur dinamis dalam belajar yang dimaksud adalah unsur-unsur yang keberadaannya kondisional dalam proses belajar.

f. Upaya guru dalam mengajar peserta didik

yang dimaksud adalah guru mampu mempersiapkan diri dalam pemberian pelajaran seperti penguasaan materi, cara penyampaian, menarik perhatian peserta didik dan mengevaluasi hasil belajar.26

Dari penjelasan di atas maka dapat di simpulkan bahwa ada bebrapa faktor yang Faktor dapat mempengaruhi motivasi belajar antara lain yaitu cita-cita yang peserta didik ingin capai, kemampuan peserta didik, kondisi peserta didik, lingkungan peserta didik, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya guru dalam mengajar peserta didik.

26Rinja Efendi, Manajemen Kelas Di Sekolah Dasar (Surabaya: Penerbit Qiara Media,2020), h. 68

38

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dokumen terkait