BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
D. Motivasi belajar Fiqhi
1. Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi adalah suatu perubahan yang berciri timbulnya suatu perasaan yang didahului oleh reaksi-reaksi yang ingin mencapai tujuan. Adapun indikator dari motivasi belajar antara lain:
(a) adanya hasrat dan keinginan berhasil dapat dilihat dari antusias siswa dalam belajar (b) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar: mendengarkan penjelasan guru, memberi tanggapan dari guru atau siswa lain, menjawab pertanyaan dari guru dan menanyakan yang belum jelas (c) adanya harapan dan cita-cita masa depan dan (d) adanya kegiatan yang menarik sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.
Menurut Witherington dalam Chalijah Hasan (1994: 84-86) menyatakan bahwa:
Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap. „Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetapkan dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman‟. „Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian‟.
Oemar Hamalik (2008 : 27) menyatakan bahwa:
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman, (learning is defined as the modification or strengtheig of behavior through experience).
Menurut pengertian ini, belajar didefinisikan sebagai suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan perubahan tingkah laku.
Belajar yaitu berubah, maksud belajar di sini berarti usaha mengubah tingkah laku. Belajar akan membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan perubahan ilmu pengetahuan dan pemahaman tetapi juga bentuk kecakapan, keterampilan, sikap dan tingkah laku.
Esyenck, dkk. dalam Slamete (2011:170) menyatakan bahwa :
motivasi belajar adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang rumit dan dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep diri, sikap dan sebagainya.
b. Macam-macam Motivasi Belajar
Berbicara tentang macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
a) Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir.
Jadi motivasi itu tanpa dipelajari, contoh dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja.
b) Motif-motif yang dipelajari maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari, sebagai contoh dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu dalam masyarakat.
2) Motivasi dilihat dari sumber (asalnya)
a) Motivasi Intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan dari diri sendiri. Di antara motivasi intrinsik adalah keinginan dan tujuan. Dalam salah satu firmannya, Allah SWT berusaha membangkitkan motivasi intrinsik manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar- Ra‟d (13) ayat 11. Yang berbunyi:
... ...
Terjemahnya:
…Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…
b) Motivasi Ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga ia mau melakukan sesuatu.
c. Ciri-ciri Motivasi Belajar
Brown mengemukakan bahwa terdapat ciri-ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi. Hal ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas, antara lain :
1) Tertarik kepada guru, artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh.
2) Tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan.
3) Mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru.
4) Ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas.
5) Ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain.
6) Tindakan, kebiasaan dan moralnya selalu dalam kontrol diri.
7) Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali, dan Selalu terkontrol oleh lingkungan.
Apabila seseorang memiliki ciri-ciri diatas berarti orang itu memiliki motivasi yang cukup kuat. Ciri-ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar berhasil baik kalau
siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri, bahkan lebih lanjut siswa harus lebih peka dan responsif terhadap berbagai masalah umum dan bagaimana memikirkan pemecahannya.
d. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, antara lain:
1) Cita-cita atau aspirasi siswa
Dari segi manipulasi kemandirian, keinginan yang tidak terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar, dari segi pembelajaran penguatan dengan hadiah atau hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan dan kemauan menjadi cita-cita.
2) Kemampuan siswa
Keinginan siswa perlu diikuti dengan kemampuan atau kecakapan untuk mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasisiswa untuk melakukan tugas-tugas perkembangannya.
3) Kondisi siswa
Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar, lelah atau marah akan mengganggu perhatiannya dalam belajar.
4) Kondisi lingkungan siswa.
Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, orang tua lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan karena pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebaya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar.
Lingkungan alam, tempat tinggal dan pergaulan juga mengalami perubahan. Lingkungan budaya seperti surat kabar, majalah, radio, televisi semakin menjangkau siswa.
2. Fiqhi
a. Pengertian Fiqhi
Secara bahasa fiqhi berasal dari bahasa arab dalam bentuk masdar, fi‟ilnya. Sedangkan fiqhi menurut istilah sebagaimana dikemukakan oleh ulama keenam Abdul Wahhab Khallaf:
“Fiqhi adalah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara‟
yang „amali”
Dalam penelitian ini, peneliti fokus pada materi mata pelajaran fiqhi kelas VIII MTS Lambara Harapan.
b. Hakikat dan Tujuan Pembelajaran Fiqhi
Pembelajaran adalah proses belajar mengajar yang terdiri dari dua kata belajar dan mengajar. Belajar menurut Fatah Syukur 2002 adalah:
Proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan atau disebut proses komunikasi. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, pelengkap dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pendidikan Fiqhi adalah suatu bentuk bimbingan jasmani-rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama. Jadi pembelajaran pendidikan fiqhi adalah proses belajar mengajar sebagai suatu bentuk bimbingan jasmani-rohani berdasarkan hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian yang utama.Hakikat pendidikan fiqhi adalah proses membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik agar menjadi manusia dewasa sesuai tujuan pendidikan Islam.
Mata Pelajaran Fiqhi di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat:
1. Mengetahui dan memahami cara-cara pelaksanaan hukum Islam baik yang menyangkut aspek ibadah maupun muamalah untuk dijadikan pedoman hidup dalam kehidupan pribadi dan sosial.
2. Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dan baik, sebagai perwujudan dari ketaatan dalam menjalankan ajaran agama Islam baik dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. dengan diri manusia itu sendiri, sesama manusia, dan makhluk lainnya maupun hubungan dengan lingkungannya.
Dalam pendidikan Islam keberhasilan belajar mencakup tiga hal, yaitu: (1) keberhasilan pada aspek kejiwaan yang ditunjukkan dengan adanya sikap kematangan, yakni sikap kemandirian (2) keberhasilan belajar pada aspek keagamaan yakni ditunjukkan dengan adanya sikap anak yang positif dalam menangani agama Islam, memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama Islam dan memiliki akhlakul karimah (3) keberhasilan belajar pada aspek kecerdasan ditunjukkan dari baiknya prestasi belajar di sekolah.
Dari dua pengertian di atas dapat peneliti simpulkan bahwa motivasi belajar fiqhi adalah suatu perubahan yang berciri timbulnya suatu perasaan yang didahului oleh reaksi-reaksi dalam mencapai tujuan serta diikuti suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap pada ilmu – ilmu yang mempelajari hukum syarak yang amali.