• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi Belajar Siswa a. Pengertian Motivasi

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 24-28)

Sebelum membahas motivasi akan terlebih dahulu menjelaskan perbedaan antara motif dan motivasi. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melaksanakan sesuatu atau keadaan seseorang yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian perbuatan. Sedangkan motivasi adalah sesuatu kekuatan atau tenaga atau daya atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak kea rah tujuan tertentu. (Uno dan Mohamad, 2012:193).

Sedangkan menurut Satikno dalam Jamal Ma’mur Asmani (2011:175) motivasi berpangkal dari kata motif, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang, untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan.

Bahkan motif dapat diartikan sebagai satu kondisi intern (kesiapsiagaan). Sedangkan menurut Mc Donald motivasi adalah perubahan energi dari dalam seseorang yang ditandai dengan munculnya fleeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motivasi sebagai inner (batin) berfungsi menimbulkan., mendasari, serta mengarahkan perbuatan. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya maka akan semakin besar kesuksesannya.

(Ahmadi dan Supriyono, 2007:83)

Motivasi merupakan dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan atau tidaknya melakukan sesuatu. Dorongan itu berasal dari dalam atau dari luar. (Asmani, 2011:150)

Berdasarkan pengertian menurut para ahli di atas dapat menyimpulkan bawha motivasi adalah dorongan yang timbul baikdari dalam diri atau dari seseorang untuk melakukan sesuatu kearah yang menjadi tujuannnya.

b. Pengertian Belajar

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik penguatan (motivasi) yang dilandasi tujuan tertentu. Kolerasi ini menguatkan urgenitas motivasi belajar (Suprijono, 2011:163)

Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organism atau pribadi. (Djamarah dan Zain, 2010:10)

Belajar meupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan. Misalnya, dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan sebagainya. (Hamdani, 2011:21)

Belajar merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan agar siswa dapat memecahkan masalah sehingga pengalamannya dapat berkembang dan memungkinkan untuk mencipta, menggabung-gabungkan, menyusun unsur-unsur yang ada menjadi sesuatu hal yang baru dan menjadi satu kesatuan dan kemungkinan adanya beberapa bentuk jawaban yang didapat.

(Suryosubroto, 2009:221)

Pengertian lain tentang belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat diindikasikan dalam berbagai bentuk seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkakh laku, kecakapan, keterampilan dan kemampuan serta perubahan aspek-aspek yang lain yang ada pada individu yang belajar. (Ahmadi dan Amri, 2011:99)

Berdasarkan pengertian menurut para ahli di atas penulis dapat menyimpukan bahwa belajar adalah proses perubahan pada diri seseorang yang mengarahkan dalam perubahan kognitif, afektif dan psikomotor.

c. Pengertian Motivasi Belajar

Kalau dua kata dari kata motivasi dan belajar digabungkan maka pengertian motivasi belajar merupakan hasrat untuk belajar dari seorang individu. Seorang siswa dapat belajar secara lebih efisien apabila ia berusaha untuk belajar secara maksimal. (Hamdani, 2011:290)

Menurut Slavin dan Uno dan Mohamad (2012:193-194) motivasi belajar merupakan salah satu persyaratan yang paling penting dalam belajar. Bila tidak ada motivasi maka proses pembelajaran tidak akan terjadi dan motivasi dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar juga merupakan proses yang memberi semangat belajar, arah dan kegiatan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.

Motivasi belajar bertahan erat dengan tujuan belajar. Semakin tinggi motivasi siswa untuk belajar, semakin tinggi pula proses dan hasil belajarnya. Untuk lenbih jelasnya berikut ini fungsi motivasi terhadap tujuan belajar :

1) Mendorong peserta didik untuk berbuat. Motivasi sebagai pendorong atau motor dari setiap kegiatan belajar.

2) Menentukan arah kegiatan pembelajaran yakni kea rah tujuan belajar yang hendak dicapai. Motivasi belajar memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai denagn rumusan tujuan pembelajaran.

3) Menyeleksi kegiatan pembelajaran, yakni menentukan kegiatan-kegiatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran dengan menyeleksi kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang bagi pencapaian tujaun tersebut.

d. Macam-macam Motivasi

Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga di harapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar motivasi sangat di perlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar dengan baik (Asmani, 2011:175)

Motivasi dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.

1) Motivasi Instrinsik

Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain. Dengan kata lain motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul atas dasar kemauan sendiri.

2) Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, baik karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain, sehingga siswa mau melakukan sesuatu untuk belajar.

e. Indikator Motivasi

Berikut ini indicator tentang motivasi menurut Uno dan Mohamad (2012:253)

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama tidak berhenti sebelum selesai)

2) Ulet menghadapi kesulitan ( tidak lekas putus asa) 3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi 4) Ingin mendalami dorongan dari luar untuk berprestasi

5) Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya)

6) Menunjukan minat terhadap macam-macam masalah orang dewasa (misalnya, terhadap pembangunan, korupsi, keadilan dan sebagainya)

7) Senang dan rajin belajar, penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat memperhankan pendapat-pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini tersebut)

8) Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian)

9) Senang mencari dan memecahkan soal-soal.

3. Urgensi Kreativitas Mengajar Guru terhadap Motivasi Belajar

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 24-28)

Dokumen terkait