• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI A. Kerangka Teori

1. Kreativitas Mengajar Guru a. Pengertian kreativitas

Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan yamg diterima dari luar dan individu. Kreativitas yang dimiliki manusia, lahir bersama lahirnya manusia tersebut. Sejak lahir individu sudah memperlihatkan kecenderungan mengaktualisasikan dirinya. Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Kreativitas manusia banyak melahirkan sesuatu yang besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya yang spektakuler sehingga banyak diminati dan dicari banyak orang karena pada hakikatnya kreativitas merupakan hasil dari pikiran yang kreatif atau kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.

Sulit bagi kita untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional sehingga para ahli mengemukakan tentang definisi dari kreativitas secara beragam. Sedemikian beragam definisi mengenai kreativitas ini, sehingga pengertian kreativitas bergantung pada bagaimana pandangan orang yang mendefinisikannya. Perbedaan definisi kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut merupakan definisi yang saling melengkapi.

8

(2)

Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian kreativitas menurut para ahli. Menurut kamus Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau daya cipta. Dalam hal ini kreativitas lebih diartikan pada cipta atau kemajuan mencipta. Dalam hal ini juga kreativitas lebih diartikan pada kemampuan membuat gabungan atau kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya, sekalipun dalam bentuk sederhana.

Siswoyo (2007:119) menyebutkan “pendidik pada lingkungan sekolah disebut guru, guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik”.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat atau menciptakan hal-hal baru atau kombinasi baru berdasarkan data, informasi dan unsur-unsur yang ada. memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi dan menghasilkan karya cipta yang di peroleh melalui pengetahuan atau pengalaman hidup serta mampu memunculkan ide-ide kreatif yang inovatif (Uno dan Mohammad, 2012:13)

Semiawan dalam B. Suryosubroto (2009:220) memberikan pengertian bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan untuk membentuk gagasan baru dan penerapan dalam memecahkan masalah.

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun ombinasi dengan hal-hal yang sudah ada yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Kreativitas merupakan bidang kajian yang kompleks, yang menimbulkan berbagai perbedaan. Menurut istilah kreativitas diartikan imajinasi, keaslian, beda pendapat, pendapat baru, ilham, petualangan, penjelajahan dan penganugerahan (Suryosubroto, 2009:191)

Kreativitas adalah kemampuan berfikir tentang sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa serta menghasilkan solusi unikatas suatu problem (Suryosubroto, 2009:2)

(3)

Menurut Munandar dalam B. Suryosubroto (2009:221) kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan mengolaborasi suatu program.

Menurut Slameto (2003:146) yang terpenting dalam kreativitas itu bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah dketahui orang sebelumnya, melainkan bahwa produk kreativitas itu merupakan sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain atu dunia pada umumnya, misalnya seorang guru menciptakan metode mengajar dengan diskusi yang belum pernah ia pakai.

Pendapat Amien yang dikutip oleh B. Suryosubroto (2009:220) menyatakan bahwa kreativitas diartikan sebagai pola berfikir atau ide yang timbul secara spontan dan imajinatif yang mencirikan hasil yang artistic, penemuan ilmiah, dan menciptakan secara mekanis.

Kreativitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap sesuatu masalah, yang menekankan pada segi kuantitas, ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.

(Ahmadi dan Amri, 2011:3)

Bagi beberapa orang, keativitas dianggap sebagai kemampuan yang diberikan Allah kepada setiap manusia untuk menghasilkan gagasan baru atau wawasan segar, sebagai hasil dari pola pikir yang out of the box. Kreativitas sebagai proses yang menghasilkan sesuatu yang tidak berkembang secara alamiah atau tidak dibuat dengan cara tidak biasa. Kreativitas didefinisikan sebagai suatu pengalaman untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan identitas individu seseorang secara terpadu dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri, orang lain, dan alam.

Ditinjau dari sisi lain kreativitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri apek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreativitas di tandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh

(4)

seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.

(Permadi dan Arifin, 2010:113)

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada dasarnya merupakan anugrah yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia, yakni berupa kemampuan untuk mencipta (daya cipta) dan berkreasi. Kreativitas juga merupakan tindakan berfikir yang majinatif melalui proses mental dari keinginan yang besar dan disertai komitmen yang menghasilkan gagasan-gagasan baru, bersifat asli, independen dan bernilai.

Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Walaupun kreativitas dimulai sebagai proses di dalam perasaan atau gagasan tetapi juga harus menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat. Pikiran dan perasaan mungkin menarik dan penting. Tetapi pikiran dan perasaan bukanlah kreatif itu sendiri. Harus ada suatu produk yang mengungkapkan semua pikiran dan perasaan tersebut.

1) Ciri-ciri kreativitas

Orang kreatif adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki kreativitas. Untuk disebut sebagai seorang yang kreatif maka perlu diketahui tentang ciri-ciri atau karakteristik orang yang kreatif. Berikut ini dikemukakan beberapa pendapat orang ahli tentang ciri-ciri orang yang kreatif. Menurut Munandar dalam B. Suryosubroto (2009:223-224) menjabarkan ciri-ciri kemampuan berfikir kreatif sebagai berikut :

a) Ciri-ciri kemampuan berfikir kreatif (Aptitude) (1) Keterampilan berfikir lancer, yaitu :

(a) Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian, masalah atau pertanyaan.

(b) Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal.

(c) Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.

(5)

(2) Keterampilan berfikir luwes (fleksibel), yaitu :

(a) Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi.

(b) Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda.

(c) Mencari banyak alternative atau arah yang berbeda- beda.

(d) Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.

(3) Keterampilan berfikir rasional, yaitu :

(a) Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik.

(b) Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri.

(4) Keterampilan memprinci atau mengelaborasi, yaitu : (a) Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu

gagasan atau produk.

(b) Menambah atau memperinci detil-detil dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga lebih menarik.

(5) Keterampilan menilai (mengevaluasi), yaitu :

(a) Menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana.

(b) Mampu mengambil kepanduan terhadap situasi yang terbuka.

(c) Tidak hanya mencantumkan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.

b) Ciri-ciri afektif ( Non aptitude) (1) Rasa ingin tahu, yaitu :

(a) Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak.

(b) Mengajukan banyak pertanyaan.

(c) Selalu memperhatikan orang, objek dan situasi.

(d) Peka dalam pengamatan dan mengetahui.

(6)

(2) Bersifat imajinatif, yaitu :

(a) Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi.

(b) Mnggunakan hayalan dan kenyataan.

(3) Merasa tertantang oleh kemajemukan, yaitu : (a) Terdorong untuk mengatasi masalah yang sulit (b) Merasa tertantang oleh situasi-situasi yang rumit.

(c) Lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.

(4) Sifat berani mengambil resiko, yaitu :

(a) Berani memberikan jawaban meskipun belum tentu benar.

(b) Tidak takut gagal atau mendapat kritik.

(c) Tidak menjadi ragu karena ketidakjelasan dan bertanggung jawab atas tindakannya.

(5) Sifat menghargai, yaitu :

(a) Dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup.

(b) Menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.

2) Aspek dalam perkembangan kreativitas

Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu :

a) Aspek pribadi

Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.

b) Aspek pendorong

Ditinjau dari aspek pendorong, kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

c) Aspek proses

Ditinjau dari aspek proses, kreativitas adalah proses merasakan atau mengamati adanya masalah, membuat dugaan

(7)

tentang kekurangan (masalah) inti, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.

d) Aspek produk

Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.

3) Tahapan kreativitas

Kreativitas tidak muncul serta merta, tetapi melalui proses.

Proses kreatif menurut De Porter & Mike Hernacki dalam Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohammad, (2012:164) mengalir melalui lima tahap, tahapan tersebut sebagai berikut :

a) Persiapan mendefinisikan masalah, tujuan, atau tantangan.

b) Inkubasi yaitu mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.

c) Iluminasi yaitu mendesak ke perukaan, gagasan-gagasan bermunculan.

d) Verifikasi yaitu memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.

e) Aplikasi yaitu mengambil langkah-langkah untuk menindak lanjuti solusi tersebut.

4) Indikator kreativitas

Berikut ini adalah indikator tentang kreativitas menurut Uno dan Mohamad (2012:252)

a) Memiliki rasa ingin tahu yang besar.

b) Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot.

c) Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.

d) Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu- malu.

e) Mempunyai atau menghargain keindahan.

f) Mempunyai pendapat sediri dna dapat mengungkapkannya serta tidak mudah terpengaruh orang lain.

(8)

g) Memiliki rasa humor tinggi.

h) Mempunyai daya imajinasi yang kuat.

i) Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain.

j) Dapat bekerja sendiri.

k) Senang mencoba hal-hal baru.

l) Mampu mengembangkan atau memperinci suatu gagasan b. Pengertian Guru

1) Pengertian

Secara normatif, dalam UU No. 14 Tahun 2005 bab 1 Ketentuan Umum, Pasal I ayat 1 di sebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tuga utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Permadi dan Arifin, 2010:176)

Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak usia didik di sekolah. Guru adalah orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya.

Dengan keilmuan yang di milikinya, dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas (Dzamarah dan Zain, 2010:112) Guru adalah titik pokok dari suatu kurikulum. Berkat usaha guru timbul kegairahan belajar siswa. Karena itu, guru harus memiliki bermacam-macam tingkat keterampilan, mungkin karena bakatnya yang baik sebagai guru atau karena persiapan yang lebih baik (Salahudin, 2010:190)

Guru adalah variabel bebas yang memengaruhi kualitas pengajaran. Hal ini karena guru adalah sutradara dan sekaligus aktor dalam proses pengajaran (Hamdani, 2011:79)

Jadi pengertian guru berdasarkan teori di atas adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan seluruh potensinya baik ranah afektif,

(9)

kognitif, maupun fisik dan psikomotorik. Guru juga orang yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada peserta didiknya dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar dapat mencapai tingkat kedewasaan serta mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya.

2) Kompetensi guru

Guru harus memiliki kompetensi karena kompetensi memegang peranan penting dalam setiap proses pembelajaran.

Kompetensi merupakan perangkat perilaku efektif yang berhubungan dengan usaha mengeksplorasi dan menginvestigasi, melakukan analisis dan memikirkan serta memberikan perhatian dan melakukan apersepsi untuk mengarahkan seseorang menemukan dan mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efesien (Permadi dan Arifin, 2010:26)

Kompetensi yang harus di miliki oleh guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya dapat di bedakan menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

a) Kompetensi Pedagogis

Kompetensi pedagogis merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, merancang dan melaksanakan proses pembelajaran, serta mengevaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang di milikinya.

b) Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

Kompetensi kepribadian guru ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik. Oleh sebab itulah, kompetensi ini akan menjadi landasan bagi kompetensi guru lainnya.

c) Kompetensi Sosial

(10)

Sebagai makhluk sosial yang senantiasa melakukan interaksi antar personal, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai seorang profesioal guru harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan kelembagaan/sekolah, berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan.

d) Kompetensi Professional

Dalam Standarisasi Nasional Pendidikan bahwa kompetensi professional adalah kemampuan guru menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan untuk membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan.

3) Peran dan Fungsi Guru

Ada banyak peran yang harus di mainkan guru dalam proses pembelajaran. Adapun peran tersebut adalah sebagai berikut :

a) Guru Sebagai Pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harsu memiliki standar kualitas tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Peran guru sebagai pendidik berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggung jawab kemsyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat di sebut pendidik dan pemelihara anak harus

(11)

mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.

b) Guru Sebagai Pengajar

Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar mengajara di pengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kreativitas, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor-faktor di atas di penuhi maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.

c) Guru Sebagai Pembimbing

Guru dapat di ibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuandan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

d) Guru Sebagai Pemimpin

Guru di harapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan dengan itu guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya.

e) Guru Sebagai Pengelola pembelajaran

Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga di tuntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan supaya pengetahuan dan keterampilan yang di milikinya tidak ketinggalan jaman. Serta dalam proses pembelajaran terhindar dari kejenuhan.

(12)

f) Guru Sebagai Model dan Teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang menganggap dia sebagai guru.

Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk di tentang, apalagi di tolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang di lakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh guru : sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum.

g) Guru sebagai Anggota Masyarakat

Peran guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru di harapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang di lakukan. Guru dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang yang di kuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus di miliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa di terima oleh masyarakat.

h) Guru Sebagai Administrator

Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan di harapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru di tuntut bekerja secara administrasi teratur.

(13)

Sebab administrasi yang di kerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar yang merupakan dokumen berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

i) Guru Sebagai Penasehat

Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua peserta didiknya, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.

Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.

j) Guru Sebagai Pembaharu

Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak dari pada nenek kita.

Serang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus di pahami, di cerna dan di wujudkan dalm pendidikan.

Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini ke dalam istilah atau bahasa modern yang akan di terima oelh peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan generasi muda, yang juga penerjemah pengamalan, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.

k) Guru Sebagai Pendorong Kreativitas

Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru di tuntut untuk mendemonstrasikan

(14)

dan menunjukkan proses kreativitas tersebut. Akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreativ dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang di kerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah di kerjakan sebelumnya, dan apa yang di kerjakan di masa mendatang lebih baik dari sekarang.

l) Guru Sebagai Emansipator

Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insane. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan sering kali membebaskan peserta didik dari “self image”

yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emancipator ketika peserta didik yang di campakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan di bangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.

m) Guru Sebagai Evaluator

Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat di pisahkan dengan setiap segi penilaian.

Teknik apapun yang di pilih, dalam penilaian harus di lakukan dengan proseduryang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

n) Guru Sebagai Kulminator

Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didikakan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa

(15)

mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran evaluator.

Guru sejatinya seorang pribadi yang harus serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik.

Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekpresikan secara optimal segala kemampuan yang ia miliki dalam rangka membina dan mendidik anak didik dengan baik. Seorang guru yang kreatif akan memiliki sikap kepekaan, inisiatif, cara baru dalam mengajar, kepemimpinan serta tanggung jawab yang tinggi dalam pekerjaan dan tugasnya sebagi seorang guru.

Begitu banyak peran yang harus di emban oleh seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas professional, tugas manusiawi dan tugas kemasyarakatan (civic mission). Jika di kaitkan dengan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengan logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika.

Ketiga tugas ini jika di padang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktik-praktik komunikasi. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak berupa tari-tarian, melalui suara (lagu, nyanyian), dapat melalui warna dan garis-garis (lukisan-lukisan), melalui bentuk berupa ukiran atau melalui simbol-simbol dan tanda-tanda yang biasanya di sebut rumus- rumus.

Salah satu dari sekian banyak dampak ketika tidak terlaksananya peran dan fungsi guru secara maksimal misalnya, tidak terbinanya akhlak dan moral siswa. Beberapa kebiasaan

(16)

buruk siswa seperti tidak berlaku disiplin dari berbagai peraturan yang telah di sepakati bersama, malas, kurang berlaku sopan dan sebagainya. Hal itu berarti tugas guru sebagi pendidik belum maksimal.

c. Pembelajaran Matematika

1) Pengetian Pembelajaran Matematika

Begitu pentingnya matematika dalam kehidupan sehari- hari sehingga membuat matematika menjadi mata pelajaran yang hampir terdapat di semua jenjang pendidikan. Hal ini juga di karenakan matematika dapat membantu seseorang dalam bernalar dan melatih berfikir secara logis dan sistematis bila di pelajari dengan baik dan benar. Agar seseoarang dapat mempelajari matematika dengan baik dan benar maka harus mengetahui karakteristik dari matematika. Ini sesuai dengan pepatah “bila tak kenal maka tak sayang”.

Matematika diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan, bangun dan konsep-konsep yang berkenaan dengan kebenarannya logika, menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lainnya. Artinya matematika menjadi ilmu real yang bisa di apikasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai bentuk (Jannah, 2011:26)

Matematika dapat di katakan sebagai suatu ilmu berfikir yang banyak menggunakan simbol-simbol sehingga cenderung abstrak. Sehingga pembelajaran matematika harus di buat ke dalam contoh-contoh nyata agar siswa lebih mudah memahaminya. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat bantu peraga.

Sedangkan pengertian pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiaitan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang di pelajari.

(17)

Salah satu komponen yang menentukan ketercapaian kompetensi adalah penggunaan strategi pembelajaran matematika, yang sesuai dengan topik yang sedang di bicarakan, tingkat perkembangan intelektual siswa, prinsip dan teori belajar, keterlibatan siswa secara aktif, keterkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari, pengembangan dan pemahaman penalaran matematis.

Untuk mendukung usaha pembelajaranyang mampu menumbuhkan motivasi dalam belajar matematika, di perlukan guru yang professional dan kompeten, yaitu guru yang menguasai pembelajaran matematika, mempunyai kreativitas tinggi, memahami karakteristik belajar siswa dan dapat membuat keputusan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Guru matematika yang professional dan kompeten mempunyai wawasan landasan yang dapat di pakai dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika.

Tugas seorang guru matematika di antaranya adalah bagaimana memberikan materi pelajaran kepada siswa sesuai dengan standar kurikulum serta melangsungkan proses pembelajaran dengan melibatkan peran siswa secara penuh dan aktif. Oleh sebab itu, guru matematika di tuntut untuk berfikir dan bertindak kreatif dalam mengajarkan mata pelajaran ini kepada siswa (Jannah, 2011:77)

Penekanan pembelajaran matematika tidak hanya pada melatih keterampilan dan hafal fakta, tetapi pada pemahaman konsep, dalam pemahamannya tentu saja di sesuaikan dengan tingkat berfikir siswa, mengingat objek matematika adalah abstrak.

Pembelajaran matematika tidak dapat terlepas dari matematika itu sendiri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil yang lebih maksimal, akan lebih baik jika terlebih dahulu mengungkap karakteristik dari matematika yaitu objeknya yang

(18)

abstrak, simbol yang kosong dari arti, kesepakatan dan pemikiran deduktif aksiomatik dan arti kontadiksi.

2) Tujuan Pembelajaran Matematika

Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol- simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Simbol-simbol itu penting untuk membantu memanipulasi aturan-aturan dengan operasi yang di tetapkan.

Simbolisasi menjamin adanya komunikasi dan mampu memberikan keterangan untuk membentuk suatu konsep baru.

Konsep baru terbentuk karena adanya pemahaman terhadap konsep sebelumnya, sehingga matematika itu konsep-konsepnya tersusun secara hirarkis. Dengan demikian simbol-simbol itu berarti, kita harus memahami ide yang terkandung di dalam simbol tersebut. Karena itu hal terpenting adalah bahwa itu harus di pahami sebelum ide itu di simbolkan.

Menurut Yuniawati dalam Jannah (2011:78) merumuskan setidaknya ada lima tujuan umum pembelajaran matematika, yakni belajar untuk berkomunikasi, belajar untuk mengaitkan ide dan pembentukan sikap positif terhadap matematika.

Kesemuanya itu lazim di sebut dengan mathematical power (daya matematika).

Penulis dapat menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran matematika adalah untuk mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi perubahan keadaan dalam kehidupa sehari-hari melalui latihan atas dasar pemikiran logis, rasional, kritis, cermat, jujur dan efektif serta mempersiapkan siswa agar dapat mengaplikasikan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari.

(19)

d. Pengertian Kreativitas Mengajar Guru

Kreativitas guru merupakan istilah yang banyak di gunakan.

Pada umumnya orang menghubungkan kreativitas dengan produk- produk kreasi. Dengan kata lain produk-produk kreasi itu merupakan hal yang penting untuk menilai kreativitas. Clark Monstakos, seorang psikolog humanistis menyatakan bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan (mengaktualisasikan) identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam dan orang lain.

Kreatif dalah salah satu kata kunci yang perlu di lakukan guru untuk memberikan layanan pendidikan yang maksimal sesuai kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan (Uno dan Mohamad, 2012:169)

Guru matematika di tuntut harus memiliki kreativitas dan menciptakan siswa yang kreatif pula. Untuk menciptakan siswa yang kreatif tidaklah mudah, perlu adanya stategi atau metode yang baik dalam proses mendesain pembelajaran. Semua itu mampu di lakukan oleh guru kreatif sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas.

Pengertian guru kreatif adalah guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan secara optimal segala kemampuan yang ia miliki dalam rangka membina dan mendidik anak didik dengan baik. Seorang guru yang kreatif akan memiliki sikap kepekaan, inisiatif, cara baru dalam mengajar, kepemimpinan serta tanggung jawab yang tinggi dalam pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang pendidik.

Perkembangan guru matematika yang kreatif dalam proses belajar mengajar tidak hanya berperan untuk memberikan informasi terhadap siswa tetapi lebih jauh guru matematika dapat berperan sebagai perencana, pengatur dan pendorong siswa agar dapat belajar secara efektif dan peran beriktunya adalah mengevaluasi dari keseluruhan proses belajar mengajar. Jadi dalam situasi dan kondisi

(20)

bagaimanapun guru matematika dalam mewujudkan proses belajar mengajar tidak terlepas dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi karena guru matematika yang baik harus mampu berperan sebagai planner, organisator, motivator dan evaluator.

Dari uraian di atas jelas bahwa proses belajar mengajar di perlukan guru matematika yang professional dan paling tidak memiliki tiga kemampuan yaitu membantu siswa belajar efektif sehingga mampu mencapai hasil yang optimal, kemampuan menjadi penghubung kebudayaan masyarakat yang aktif dan kreatif serta fungsional dan yang terakhir harus memiliki kemampuan menjadi pendorong pengembangan organisasi sekolah dan profesi. Dengan semua kemampuan yang di jelaskan di atas maka guru matematika harus mempunyai kreativitas dalam proses belajar mengajar.

Ketika suatu proses pembelajaran siswa mendominasi dalam pengambilan keputusan, bukan berarti bahwa guru matematika tidak turut serta dalam pengambilan keputusan. Justru sebaliknya guru matematika harus lebih kreatif untuk mengarahkan siswa agar menjadi lebih kreatif dalam pengambilan keputusan sehingga metode yang di gunakan oleh guru matematika menggugah siswa menjadi lebih variatif dan kreatif dalam pembelajaran.

Dari sedikit pemaparan di atas kita dapat menggambarkan bahwa guru matematika yang kreatif bukan hanya pandai dalam pengambilan keputusan dan mendominasi kelas tetapi bagaimana mendesain suatu gaya mengajar yang melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan sehingga membuat siswa aktif, variatif dan kreatif dalam setiap episode pembelajaran.

Kreativitas mengajar guru matematika kaitannya bukan hanya dengan bahan ajar, cara penugasan atau pelibatan sumber belajar saja, namun mendesain proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran juga termasuk yang di butuhkan oleh seorang guru matematika yang kreatif.

(21)

Guru sangat berperan dalam menciptakan keadaan atau situasi yang menyenangkan dan berharga bagi siswa. Hal tersebut di maksudkan agar siswa mampu berkembang secara optimal, yang di manifestasikan dalam perbuatan atau prilaku belajar yang kreatif.

Salah satu tugas yang harus di laksanakan oleh guru matematika di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar menjadi peserta didik yang selaras dengan tujuan yang di inginkan.

Dari pemaparan di atas jelas bahwa guru kreatif adalah guru yang selalu berusaha untuk mengembangkan dan memperluas proses pembelajaran yang selama ini di anggap statis dan baku. Guru kreatif adalah guru yang anti kemapanan, ia punya ide-ide cerdas dan brilian dalam meningkatkan mutu pendidikan, memiliki keingintahuan yang besar dalam mencoba, menemukan dan meneliti sesuatu yang dapat mendongkrak kualitas pembelajarannya.

Hal ini sejalan dengan pendapat Uno dan Mohamad (2012:153) bahwa guru yang kreatif menjadi faktor kunci untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa keapada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

e. Upaya Meningkatkan Kreativitas Mengajar Guru Matematika

Kepribadian kreatif seseorang di peroleh melalui proses.

Berikut ini adalah ciri-ciri kepribadian kreatif berdasarkan survey kepustakaan oleh Supriadi dalam Ahmadi dan Amri (2011:4)

1) Terbuka terhadap pengalaman baru.

2) Fleksibel dalam berfikir dan merespon.

3) Bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan.

4) Menghargai fantasi.

5) Tertarik kepada kegiatan-kegiatan kreatif.

6) Mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.

7) Mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

(22)

8) Toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi tidak pasti.

9) Berani mengambil resiko yang di perhitungkan.

10) Percaya diri dan mandiri.

11) Memiliki tanggung jawab dan komitmen kepada tugas.

12) Tekun dan tidak mudah bosan.

13) Tidak kehabisan akal dalam memecahkan masalah.

14) Kaya akan inisiatif.

15) Peka terhadap situasi lingkungan.

16) Lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan dari pada masa lalu.

17) Memiliki citra diri dan stabilitas emosional yang baik.

18) Tertarik kepada hal-hal yang abstrak, kompleks, holistik dan mengandung teka-teki.

19) Memiliki gagasan yang orisinil.

20) Mempunyai minat yang luas.

21) Menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaatkan dan kontruktif bagi pengembangan diri.

22) Kritis terhadap pendapat orang lain.

23) Senang mengajukan pertanyaan yang baik.

24) Memiliki kesadaran etik moral dan estetik yang tinggi.

Berbagai macam kepribadian di atas jarang sekali tampak pada seseorang secara keseluruhan, akan tetapi orang-orang yang kreatif akan lebih banyak memiliki ciri-ciri tersebut. Dari berbagai kepribadian orang yang kreatif dapat di simpulkan bahwa guru yang kreatif cirinya adalah : punya rasa ingin tahu, mau bekerja keras, berani, kemampuan intelektualnya di manfaatkan semaksimal mungkin, madiri, dinamis, penuh inovasi, banyak gagasan dan daya cipta, bersedia menerima informasi, menghubungkan ide dan pengalaman yang di peroleh dari berbagai sumber yang berbeda, cenderung menampilkan berbagai alternatif terhadap subjek tertentu.

Berdasarkan uraian di atas dapat di katakana bahwa kreativitas dapat di tumbuhkembangkan melalui suatu proses yang mempengaruhinya.

(23)

Kemunculan kreativitas secara umum di pengaruhi oleh adanya berbagai kemampuan yang di miliki, sikap dan minat yang positif dan tinggi terhadap bidang pekerjaan yang di tekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas. Tumbuhnya kreativitas di kalangan guru matematika dapat di pengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya :

1) Iklim kerja yang memungkinkan para guru meningkatkan pengetahuan dan kecakapan dalam melaksanakan tugas.

2) Kerjasama yang cukup baik antara berbagai personil pendidikan dalam memecahkan permasalahan yang di hadapi.

3) Pemberian penghargaan dan dorongan semangat terhadap setiap upaya yang bersifat positif bagi para guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

4) Perbedaan status yang tidak terlalu tajam di antara personil sekolah sehingga memungkinkan terjalinnya hubungan manusiawi yang lebih harmonis.

5) Pemberian kepercayaan kepada para guru untuk meningkatkan diri dan mempertunjukkan karya dan gagasan kreatifnya.

6) Menimpakan kewenangan yang cukup besar kepada para guru dalam melaksanakan tugas dan memecahkan permasalahan yang di hadapi dalam pelaksanaan tugas.

7) Sering mengikuti kegiatan seminar atau workshop dalam upaya meningkatkan kreativitas mengajar.

8) Pemberian kesempatan kepada para guru untuk ambil bagian dalam merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang merupakan bagian dalam merumuskan kebijaksanaan- kebijaksanaan yang berkaitan dengan kegitan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, khususnya yang berkaitan dengan hasil belajar.

(24)

2. Motivasi Belajar Siswa a. Pengertian Motivasi

Sebelum membahas motivasi akan terlebih dahulu menjelaskan perbedaan antara motif dan motivasi. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melaksanakan sesuatu atau keadaan seseorang yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian perbuatan. Sedangkan motivasi adalah sesuatu kekuatan atau tenaga atau daya atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak kea rah tujuan tertentu. (Uno dan Mohamad, 2012:193).

Sedangkan menurut Satikno dalam Jamal Ma’mur Asmani (2011:175) motivasi berpangkal dari kata motif, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang, untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan.

Bahkan motif dapat diartikan sebagai satu kondisi intern (kesiapsiagaan). Sedangkan menurut Mc Donald motivasi adalah perubahan energi dari dalam seseorang yang ditandai dengan munculnya fleeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motivasi sebagai inner (batin) berfungsi menimbulkan., mendasari, serta mengarahkan perbuatan. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya maka akan semakin besar kesuksesannya.

(Ahmadi dan Supriyono, 2007:83)

Motivasi merupakan dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan atau tidaknya melakukan sesuatu. Dorongan itu berasal dari dalam atau dari luar. (Asmani, 2011:150)

Berdasarkan pengertian menurut para ahli di atas dapat menyimpulkan bawha motivasi adalah dorongan yang timbul baikdari dalam diri atau dari seseorang untuk melakukan sesuatu kearah yang menjadi tujuannnya.

(25)

b. Pengertian Belajar

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik penguatan (motivasi) yang dilandasi tujuan tertentu. Kolerasi ini menguatkan urgenitas motivasi belajar (Suprijono, 2011:163)

Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organism atau pribadi. (Djamarah dan Zain, 2010:10)

Belajar meupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan. Misalnya, dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan sebagainya. (Hamdani, 2011:21)

Belajar merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan agar siswa dapat memecahkan masalah sehingga pengalamannya dapat berkembang dan memungkinkan untuk mencipta, menggabung-gabungkan, menyusun unsur-unsur yang ada menjadi sesuatu hal yang baru dan menjadi satu kesatuan dan kemungkinan adanya beberapa bentuk jawaban yang didapat.

(Suryosubroto, 2009:221)

Pengertian lain tentang belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat diindikasikan dalam berbagai bentuk seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkakh laku, kecakapan, keterampilan dan kemampuan serta perubahan aspek- aspek yang lain yang ada pada individu yang belajar. (Ahmadi dan Amri, 2011:99)

Berdasarkan pengertian menurut para ahli di atas penulis dapat menyimpukan bahwa belajar adalah proses perubahan pada diri seseorang yang mengarahkan dalam perubahan kognitif, afektif dan psikomotor.

(26)

c. Pengertian Motivasi Belajar

Kalau dua kata dari kata motivasi dan belajar digabungkan maka pengertian motivasi belajar merupakan hasrat untuk belajar dari seorang individu. Seorang siswa dapat belajar secara lebih efisien apabila ia berusaha untuk belajar secara maksimal. (Hamdani, 2011:290)

Menurut Slavin dan Uno dan Mohamad (2012:193-194) motivasi belajar merupakan salah satu persyaratan yang paling penting dalam belajar. Bila tidak ada motivasi maka proses pembelajaran tidak akan terjadi dan motivasi dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar juga merupakan proses yang memberi semangat belajar, arah dan kegiatan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.

Motivasi belajar bertahan erat dengan tujuan belajar. Semakin tinggi motivasi siswa untuk belajar, semakin tinggi pula proses dan hasil belajarnya. Untuk lenbih jelasnya berikut ini fungsi motivasi terhadap tujuan belajar :

1) Mendorong peserta didik untuk berbuat. Motivasi sebagai pendorong atau motor dari setiap kegiatan belajar.

2) Menentukan arah kegiatan pembelajaran yakni kea rah tujuan belajar yang hendak dicapai. Motivasi belajar memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai denagn rumusan tujuan pembelajaran.

3) Menyeleksi kegiatan pembelajaran, yakni menentukan kegiatan- kegiatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran dengan menyeleksi kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang bagi pencapaian tujaun tersebut.

(27)

d. Macam-macam Motivasi

Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga di harapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar motivasi sangat di perlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar dengan baik (Asmani, 2011:175)

Motivasi dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.

1) Motivasi Instrinsik

Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain. Dengan kata lain motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul atas dasar kemauan sendiri.

2) Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, baik karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain, sehingga siswa mau melakukan sesuatu untuk belajar.

e. Indikator Motivasi

Berikut ini indicator tentang motivasi menurut Uno dan Mohamad (2012:253)

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama tidak berhenti sebelum selesai)

2) Ulet menghadapi kesulitan ( tidak lekas putus asa) 3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi 4) Ingin mendalami dorongan dari luar untuk berprestasi

5) Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya)

(28)

6) Menunjukan minat terhadap macam-macam masalah orang dewasa (misalnya, terhadap pembangunan, korupsi, keadilan dan sebagainya)

7) Senang dan rajin belajar, penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat memperhankan pendapat-pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini tersebut)

8) Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian)

9) Senang mencari dan memecahkan soal-soal.

3. Urgensi Kreativitas Mengajar Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa

Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah diperolehnya perubahan tingkah laku individu-individu yang lebih baik. Cirri-ciri tingkah laku yang di peroleh dari hasil belajar adalah terbentuknya tingkah laku baru berupa kemampuan actual dan potensial, kemampuan baru tersebut berlaku dalam waktu yang relativ lama dan kemampuan baru tersebut diperoleh melalui usaha (Ismail, 2008:17)

Yang di maksud usaha ini adalah usaha guru dalam mengoptimalkan kreativitasya untuk mengembangkan peserta didik melalui proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil.

Keberhasilan seoran guru dalam mengajar ditentukan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal terdiri atas motivasi, kepercayaan diri dan kreativitas guru itu sendiri.

Sedangkan faktor eksternal lebih di tekankan pada sarana serta iklim sekolah yang bersangkutan. Setiap kemajuan yang di raih manusia selalu melibatkan keativitas. Ketika manusia mendambakan produktivitas, efektivitas, efesiensi dan bahkan kebahagiaan yang lebih baik dan lebih tinggi dari apa yang sebelumnya di capai maka kreativitas di jadikan dasar untuk menggapainya.

(29)

Motivasi atau minat belajar merupakan hasrat untuk belajar dari seseorang individu. Seorang siswa dapat belajar secara lebih efisien apabila ia berusaha untuk belajar secara maksimal. Artinya, ia memotivasi dirinya sendiri. Motivasi belajar dapat datang dari dalam diri siswa yang rajin membaca buku dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap suatu masalah yang akan tetapi motivasi belajar juga dapat dibangkitkan, ditingkatkan dan dipelihara oleh kondisi-kondisi luar, seperti penyajian pelajaran oleh guru dengan media bervariasi, metode yang tepat, komunikasi yang dinamis dan sebagainya. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang mempunyai kreativitas dalam mengelola pembelajaran.

Guru yang mempunyai kreativitas yang tinggi akan mampu memberikan motivasi belajar kepada anak didiknya. Motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.

Keberhasilan belajar siswa mendorong guru harus terampil dan kreatif dalam mengembangkan strategi motivasi, khususnya yang terkait dengan pencapaian kepuasan belajar.

Guru matematika yang memiliki kreativitas maka akan menghasilkan proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu dengan cara guru mendesain pembelajaran yang menarik sehingga membuat peserta didik termotivasi. Mendesain pembelajarannya adalah dengan ketepatan menentukan antara metode- metode, tujuan, media yang sesuai dengan materi dan evaluasi, jika hal ini dilakukan dengan baik serta ditambah dengan adanya kemampuan komunikasi yang baik dari gurunya maka kepuasan belajar dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik.

Jadi penulis dapat menyimpulkan bahwa kreativitas guru merupakan salah satu dari faktor ekstrinsik yang dapat memberikan pengaruh motivasi belajar siswa. Dengan adanya kreativitas guru maka diharapkan setiap guru menjelaskan materi, siswa efektif untuk memperhatikan gurunya, ketika pembelajaran diselingi pertayaan siswa

(30)

aktif memjawab pertanyaan tersebut, ketika diberikan latihan siswa bisa mengerjakan latihan tersebut. Apalagi jika diberikan tugas rumah, siswa mau mengerjakan tugasnya.

B. Penelitian yang Relevan

Untuk menghindari duplikasi dengan penelitian-penelitian yang telah di lakukan terdahulu yang ada kaitannya dengan masalah penelitian yang akan di lakukan, maka penulis mencoba menelusuri beberapa hasil penelitian yang sudah di laksanakan oleh mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dari hasil penelusuran tersebut di temukan tiga buah hasil penelitian yang ada kemiripan dengan masalah penelitian yang akan di teliti, yakni :

1. Kreativitas Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran Hubungannya dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi VIII di SMP Negeri 1 Klangenan Kabupaten Cirebon. Diteliti oleh Maria Sofiana Mantik Mahasiswi Jurusan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2011. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kreativitas guru dalam penggunaan media pembelajaran di SMP 1 Klangenan Kabupaten Cirebon di nilai cukup (57,68%) dan hasil belajar siswa di nilai cukup baik (61,8). Kreativitas guru dalam penggunaan media pembelajaran hubungananya belajar siswa pada mata pelajaran IPS Ekonomi terdapat kolerasi positif yang signifikan yaitu sebesar 0,48. Jika melihat hasil dari uji-t, di peroleh nilai thitung lebih besar dari ttabel atau 3,00 > 1,684. Maka Ho di tolak dan Ha di terima (Mantik, 2011: hal. abstrak)

2. Pengaruh Kreativitas Guru Biologi terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPA Biologi Siswa Madrasah Aliyah (MA) Sunan Gunung Jati Losari Kabupaten Cirebon. Di teliti oleh Muhammad Aminudin, Mahasiswa Jurusan Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2007. Dari hasil penelitian yang di peroleh, di ketahui bahwa pengaruh antara kreativitas guru biologi dengan prestasi belajar biologi menunjukkan kolerasi sebesar rs = 0,433, maka terdapat pengaruh antara

(31)

kreativitas guru biologi dengan prestasi belajar biologi siswa Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati Losari Kabupaten Cirebon (Aminudin, 2007:

hal. abstrak)

Dari kedua hasil penelitian di atas, terdapat kesamaan dengan penelitian yang di lakukan penulis, yaitu tentang “Kreativitas Guru”.

Namun kedua hasil penelitian tersebut tidak ada yang sama persis dengan masalah yang akan di teliti.

Oleh karena itu, penelitian dengan judul “Pengaruh Kreativitas Mengajar Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di MI Hidayatul Muta’alimin Kabupaten Cirebon”

layak di lakukan karena masalah yang akan di teliti bukan duplikasi dari penelitian-penelitian yang telah di lakukan sebelumnya.

C. Kerangka Pemikiran

Kreativitas adalah kemampuan berfikir tentang sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa serta menghasilkan solusi unikatas suatu problem (Suryosubroto, 2009:2)

Menurut Munandar dalam B. Suryosubroto (2009:221) kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan mengolaborasi suatu program.

Pendapat Amien yang dikutip oleh B. Suryosubroto (2009:220) menyatakan bahwa kreativitas diartikan sebagai pola berfikir atau ide yang timbul secara spontan dan imajinatif yang mencirikan hasil yang artistic, penemuan ilmiah, dan menciptakan secara mekanis.

Ditinjau dari sisi lain kreativitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri apek dunia kehidupan di sekitar kita.

Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan sesuatu (Permadi dan Arifin, 2010:113)

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada dasarnya merupakan anugrah yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia, yakni berupa kemampuan untuk mencipta (daya cipta) dan berkreasi. Kreativitas juga merupakan tindakan berfikir yang majinatif

(32)

melalui proses mental dari keinginan yang besar dan disertai komitmen yang menghasilkan gagasan-gagasan baru, bersifat asli, independen dan bernilai.

Sebelum membahas motivasi akan terlebih dahulu menjelaskan perbedaan antara motif dan motivasi. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melaksanakan sesuatu atau keadaan seseorang yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian perbuatan. Sedangkan motivasi adalah sesuatu kekuatan atau tenaga atau daya atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak kea rah tujuan tertentu. (Uno dan Mohamad, 2012:193)

Sedangkan menurut Satikno dalam Asmani (2011:175) motivasi berpangkal dari kata motif, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang, untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai satu kondisi intern (kesiapsiagaan). Sedangkan menurut Mc Donald motivasi adalah perubahan energi dari dalam seseorang yang ditandai dengan munculnya fleeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Berdasarkan pengertian menurut para ahli di atas dapat menyimpulkan bawha motivasi adalah dorongan yang timbul baikdari dalam diri atau dari seseorang untuk melakukan sesuatu kearah yang menjadi tujuannnya.

Kalau dua kata dari kata motivasi dan belajar digabungkan maka pengertian motivasi belajar merupakan hasrat untuk belajar dari seorang individu. Seorang siswa dapat belajar secara lebih efisien apabila ia berusaha untuk belajar secara maksimal (Hamdani, 2011:290)

Menurut Slavin dan Uno dan Mohamad (2012:193-194) motivasi belajar merupakan salah satu persyaratan yang paling penting dalam belajar. Bila tidak ada motivasi maka proses pembelajaran tidak akan terjadi dan motivasi dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.

(33)

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar juga merupakan proses yang memberi semangat belajar, arah dan kegiatan perilaku.

Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.

Terdapatnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran matematika maka motivasi belajar siswa tinggi dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Namun sebaliknya tidak terdapatnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran matematika maka motivasi belajar siswa kurang dan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik.

(Sugiono, 2015:66) Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Kreativitas Mengajar Guru terhadap

Motivasi Siswa D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka berfikir di atas maka hipotesis yang diajukan penulis adalah sebagai berikut :

Ha : Terdapat hubungan yang segnifikan antara pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap motovasi belajar siswa.

Kreativitas Guru

Motivasi belajar siswa

Referensi

Dokumen terkait

2 Wakil Dekan Bidang I SALINAN TERKENDALI 02 3 Wakil Dekan Bidang II SALINAN TERKENDALI 03 4 Manajer Pendidikan SALINAN TERKENDALI 04 5 Manajer Riset dan Pengabdian

Setelah penelitian, mutu biji kakao yang difermentasi oleh petani telah sesuai dengan SNI yang termasuk pada mutu kelas III, karena persentase biji tidak

Pengawasan kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila dipergunakan, mempertahankan kualitas produk yang sudah tinggi dan

Kompetensi adalah suatu kemampuan (keterampilan, sikap, dan pengetahuan) yang dimiliki seseorang yang dapat menunjukkan kinerja unggul dalam melakukan pekerjaan..

Maka pendekatan visual dalam perancangan buku pop up ini adalah dengan menggunakan pendekatan visual yang berupa gambar ilustrasi kartun yang sederhana dan tidak

Sehingga, untuk Indeks Kinerja Kunci tingkat pentalan (bounce rate), terdapat kesimpulan kedua, yaitu: pengunjung yang datang hanya melihat satu halaman dituju, mereka merasa

-> Multi – connections : dapat digabungkan dengan peralatan jaringan untuk menampilkan secara tour dari channel yang bersangkutan. Setelah memilih koneksi, anda dapat

Seperti yang sering dibicarakan di masyarakat, ternyata data yang diperoleh.. dari respon jawaban peserta didik yang menjadi sampel pada bagian ketiga, yaitu sikap/ perilaku