• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Motivasi Ekstrinsik a. Untuk bermasyarakat

Hasil penelitian motivasi ekstrinsik pada indikator untuk bermasyarakat terdiri dari 6 butir pertanyaan yang memuat tentang faktor guru yang baik, permintaan orang tua, mencari teman, dan kebanggan orang tua. Secara terperinci hasil penelitian masing-masing faktor dari untuk bermasyarakat dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Faktor Guru yang baik

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal karena guru olahraga yang baik diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 15. Faktor guru yang baik

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 14 siswa atau 56,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes karena faktor guru yang baik. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi mengikuti pelajaran Penjasorkes karena guru yang baik sebanyak 11 responden atau 44,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 15. berikut : 14 56.0 56.0 56.0 11 44.0 44.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

44.00%

56.00%

Tidak Ya

Gambar 15.

Diagram Lingkaran Faktor Guru yang Baik

2) Permintaan orang tua

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal untuk permintaan dari orang tua diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 16. Faktor Permintaan Orang Tua

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 15 siswa atau 60,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes karena permintaan orang tua. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi karena permintaan orang tua sebanyak 10 siswa atau 40,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 16. berikut:

15 60.0 60.0 60.0 10 40.0 40.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

40.00%

60.00%

Tidak Ya

Gambar 16.

Diagram Lingkaran Faktor Permintaan Orang Tua

3) Mencari teman

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal untuk mencari teman diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 17. Faktor Untuk Mencari Teman

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 20 siswa atau 80,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes untuk mencari teman. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi untuk mencari

20 80.0 80.0 80.0 5 20.0 20.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

20.00%

80.00%

Tidak Ya

teman sebanyak 5 siswa atau 20,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 17 berikut:

Gambar 17.

Diagram Lingkaran Faktor Mencari Teman

4) Kebanggaan Orang tua

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal untuk kebanggaan orang tua diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 18. Faktor Kebanggan Orang Tua

13 52.0 52.0 52.0 12 48.0 48.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

48.00% 52.00%

Tidak Ya

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 13 siswa atau 52,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes karena untuk kebanggaan orang tua. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi untuk kebanggaan orang tua sebanyak 12 siswa atau 48,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 18. berikut:

Gambar 18.

Diagram Lingkaran Faktor Kebanggan Orang Tua

5) Simpati

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal karena faktor simpati diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 19. Faktor Simpati

19 76.0 76.0 76.0 6 24.0 24.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

48.00% 52.00%

Tidak Ya

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 19 siswa atau 76,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes karena faktor simpati. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi mengikuti pelajaran Penjasorkes karena faktor simpati sebanyak 6 siswa atau 24,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 19. berikut:

Gambar 19.

Diagram Lingkaran Faktor Simpati

b. Mendapatkan Pengetahuan dan Pengalaman

Hasil penelitian motivasi ekstrinsik pada indikator mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terdiri dari 2 butir pertanyaan yang memuat tentang faktor mencari pengalaman dan menambah wawasan. Secara terperinci hasil penelitian masing-masing faktor dari mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dapat dijelaskan sebagai berikut.

44.00%

56.00%

Tidak Ya

1) Mencari Pengalaman

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal untuk mencari pengalaman diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 20. Faktor Pengalaman

Berdasarkan tabel di atas, bahwa sebanyak 14 siswa atau 56,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes dikarenakan mencari pengalaman. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi untuk mencari pengalaman sebanyak 11 siswa atau 44,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 20. berikut:

Gambar 20.

Diagram Lingkaran Faktor Pengalaman

14 56.0 56.0 56.0 11 44.0 44.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

52.00% 48.00%

Tidak Ya

2) Faktor Menambah Wawasan

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal untuk menambah wawasan diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 21. Faktor Menambah Wawasan

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 12 siswa atau 48,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes untuk menambah wawasan. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi untuk menambah wawasan sebanyak 13 siswa atau 52,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 21. berikut:

Gambar 21.

Diagram Lingkaran Faktor Menambah Wawasan

12 48.0 48.0 48.0 13 52.0 52.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

c. Mendapatkan Kesenangan

Hasil penelitian motivasi ekstrinsik pada indikator mendapatkan kesenangan terdiri dari 2 butir pertanyaan yang memuat tentang faktor mencari perhatian dan kesenangan orang tua. Secara terperinci hasil penelitian masing-masing faktor dari mendapatkan kesenangan dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Faktor Memperoleh Pujian

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal untuk memperoleh pujian diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 22. Faktor Memperoleh Pujian

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 17 siswa atau 68,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes untuk memperoleh pujian. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi untuk memperoleh pujian sebanyak 8 siswa atau 32,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 22. berikut:

17 68.0 68.0 68.0 8 32.0 32.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

32.00%

68.00%

Tidak Ya

Gambar 22.

Diagram Lingkaran Faktor Memperoleh Pujian

2) Faktor Hobi orang tua

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal karena merupakan hoby orang tua diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 23. Faktor Hobi Orang Tua

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 23 siswa atau 92,00% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes dikarenakan hobi orang tua. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi

23 92.0 92.0 92.0 2 8.0 8.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

8.00%

92.00%

Tidak Ya

karena hobi orang tua sebanyak 2 siswa atau 8,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam gambar 23. berikut:

Gambar 23.

Diagram Lingkaran Faktor Hobi Orang Tua

d. Peran Serta Guru

Hasil penelitian motivasi ekstrinsik pada indikator peran serta guru terdiri dari 1 butir pertanyaan yang memuat tentang faktor pelajaran Penjasorkes merupakan pelajaran yang menarik. Secara terperinci hasil penelitian faktor dari peran serta guru dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Pelajaran yang menarik

Motivasi ekstrinsik mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal karena pelajaran Penjasorkes merupakan pelajaran yang menarik diperoleh hasil sebagai berikut :

8.00%

92.00%

Tidak Ya

Tabel 24. Faktor Pelajaran yang Menarik

Berdasarkan tabel diatas, bahwa sebanyak 23 siswa atau 92% memiliki motivasi mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes karena pelajaran Penjasorkes merupakan pelajaran yang menarik. Sedang siswa yang tidak memiliki motivasi karena pelajaran Penjasorkes merupakan pelajaran yang menarik sebanyak 2 siswa atau 8,00%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 24 berikut:

Gambar 24.

Diagram Lingkaran Faktor Pelajaran Yang Menarik

23 92.0 92.0 92.0 2 8.0 8.0 100.0 25 100.0 100.0 Ya Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

4.2. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa motivasi yang dapat mendorong siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal berdasarkan analisis data yang terkumpul maka dapat diperoleh hasil sebanyak 16 siswa atau 64,00% yang memiliki motivasi yang dapat mendorong siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes dalam kategori sedang, sebanyak 9 siswa atau 36,00% yang memiliki motivasi yang dapat mendorong siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes dalam kategori tinggi dan tidak ada yang memiliki kategori rendah.

Motivasi intrinsik yang mendorong siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebanyak 68,00% dalam kategori sedang.

Selain motivasi intrinsik yang berperan dalam memotivasi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes, motivasi dari luar (ekstrinsik) juga berperan di dalamnya. Hasil survei menunjukkan bahwa besarnya motivasi ekstrinsik rata-rata mencapai 76,00% dalam kategori sedang.

1. Motivasi Intrinsik

Berdasarkan hasil analisis di atas maka motivasi intrinsik yang mendorong siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) dalam mengikuti proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebanyak 68,00% dalam

kategori sedang. Hal ini memberikan gambaran bahwa sebagian besar siswa memiliki motivasi intrinsik yang muncul dari diri siswa dalam menguikuti pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Motivasi yang muncul dari diri siswa dalam hal keinginan untuk memperoleh kesehatan bagi tubuhnya. Ada beberapa alasan penderita tunarungu wicara mengikuti kegiatan Penjasorkes ditinjau dari motivasi intrinsik, antara lain: faktor kesehatan sebanyak 100%, tubuh yang kuat 64,00%, badan menjadi kurus sebanyak 80,00%, menjaga kesehatan badan sebanyak 88,00%, faktor hobi sebanyak 64,00%, faktor kebutuhan sebanyak 52,00%, kondisi fisik menjadi baik sebanyak 72,00%, kesenangan sejak kecil sebanyak 44,00%, cita-cita menjadi guru olahraga 52,00%, keinginan menjadi atlet 68,00%, dan mendapat nilai bagus 96,00%.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa keinginan untuk memperoleh kesehatan dengan mengikuti pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan secara keseluruhan dijawab “ya” oleh seluruh responden (100%). Hal ini memberikan gambaran bahwa siswa telah mengetahui bahwa dengan mengikuti pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kondisi kesehatan badan akan semakin baik. Demikian pula untuk menjaga kesehatan badan, sebanyak 88,00% responden menjawab bahwa dengan mengikuti pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan akan dapat menjaga kesehatan badan. Karena dengan berolahraga kondisi badan akan lebih terjamin kesehatannnya dibandingkan dengan yang tidak ikut dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.

Sedangkan pada indikator-indikator yang lain misalnya karena faktor kesenangan sejak kecil, sebagian besar responden menjawab tidak, yaitu sebanyak

56,00%. Hal ini memberikan gambaran bahwa keinginan untuk mengikuti pendidikan jasmani belum muncul sejak dini pada diri siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) siswa Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal.

Secara keseluruhan bahwa motivasi intrinsik siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 68,00% sedangkan lainnya termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 32,00% dan yang termasuk dalam kategori kurang tidak ada. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan siswa akan kesehatan badan dengan ikut pada pendidikan jasmani telah muncul dari diri siswa berkebutuhan khusus (tunarungu wicara) siswa Sekolah Luar Biasa ABC “Swadaya” Kendal.

Dokumen terkait