• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motor Penggerak Pisau Pengaduk

Dalam dokumen Oleh : EGA ABRAHAM PANGARIBUAN (Halaman 89-97)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3. Motor Penggerak Pisau Pengaduk

Motor penggerak yang digunakan tidak memiliki alat penutup sehingga membahayakan operator yang sedang bekerja.

Gambar 6.3. Motor Penggerak Pisau Pengaduk

Motor pengaduk tidak memiliki tutup pada bagian belting sehingga dapat membahayakan operator yang sedang bekerja.

4. Mekanisme Pengadukan Dodol Menggunakan Mesin

Mekanisme pengadukan menggunakan mesin pengaduk dodol dapat dilihat pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1. Mekanisme Pengadukan Dodol Menggunakan Mesin

No. Gambar Keterangan

1

Proses pengadukan sedang berlangsung dan adonan masih berbentuk cair

2

Adonan sudah mulai mengental selama proses pengadukan

Tabel 6.1. Mekanisme Pengadukan Dodol Menggunakan Mesin (Lanjutan)

No. Gambar Keterangan

3

Proses pengadukan terus berlangsung hingga adonan menjadi matang

4

Dodol yang telah matang dituang kedalam wadah

Sumber: UKM SGN

Mesin pengaduk dodol semi-automatis masih memerlukan operator untuk membantu proses pengadukan. Mesin pengaduk dodol yang digunakan mampu mengaduk dodol hingga matang. Operator mesin pengaduk dodol memastikan dodol yang diaduk tidak keluar dari kuali pengaduk.

5. Mekanisme Pengadukan Manual dan Menggunakan Mesin Pengaduk Dodol Pengadukan dodol secara manual dan pengadukan dodol menggunakan mesin dapat dilihat pada Gambar 6.4.

Gambar 6.4. Pengadukan Dodol Manual dan Menggunakan Mesin Pengaduk Dodol

Pengadukan dodol secara manual masih mengharuskan operator mengaduk adonan secara terus menerus dalam waktu 4 sampai 5 jam. Operator pada saat menggunakan mesin pengaduk dodol, tidak lagi mengaduk dodol secara terus menerus, sehingga dapat mengurangi keluhan dan beban kerja operator.

6.1.1. Analisis Fasilitas Kerja

Fasilitas kerja untuk proses pengadukan dodol menggunakan mesin pengaduk dodol mengharuskan operator menunggu lama untuk proses pemanasannya, pengadukan yang tidak merata dan motor penggerak mesin yang tidak memiliki penutup. Hal ini membuat hambatan untuk UKM dalam memproduksi dodol secara maksimal dikarenakan waktu untuk memanaskan adonan terlalu lama. Berdasarkan hal tersebut dilakukan inovasi berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan pihak UKM. Inovasi alat pemanas dapat dilihat pada Gambar 6.5.

Gambar 6.5. Inovasi Alat Pemanas

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat pada gambar diatas bahwa penggunaan alat pemanas dengan diameter yang lebih besar diharapkan dapat memanaskan kuali secara merata dan mempersingkat waktu pemanasan.

Pengadukan yang tidak merata disebabkan oleh pisau pengaduk yang memiliki jarak dengan kuali pengaduk sehingga membuat adonan pada dasar kuali tidak diaduk dengan rata. Inovasi pisau pengaduk dodol dapat dilihat pada Gambar 6.6.

Gambar 6.6. Inovasi Pisau Pengaduk

Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan pihak UKM, diharapkan inovasi pisau pengaduk dodol dapat mengaduk dodol secara merata sehingga tidak terbentuknya kerak akibat adonan yang tidak diaduk secara merata.

Motor penggerak yang tidak memiliki tutup pada bagian belting dapat membahayakan operator yang sedang bekerja. Inovasi tutup motor penggerak pada bagian belting dapat dilihat pada Gambar 6.7.

Gambar 6.7. Inovasi Tutup Motor Penggerak Pisau Pengaduk

Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan pihak UKM, diharapkan inovasi yang dilakukan dapat membuat operator terhindar dari kecelakaan saat bekerja.

6.1.2. Analisis Beban Kerja dan Kelelahan

Berdasarkan pengolahan data pada Bab 5.2. diperoleh bahwa beban kerja yang diterima oleh operator pengaduk dodol menggunakan mesin mengalami penurunan dari operator pengaduk dodol manual. Konsumsi energi yang diterima oleh operator pengaduk dodol menggunakan mesin sebesar 228,99 yang merupakan kategori “sedang”, lebih rendah daripada operator pengaduk dodol

manual sebesar 413,41 yang merupakan kategori “berat”. Penurunan konsumsi energi disebabkan oleh operator mesin pengaduk dodol tidak perlu lagi mengaduk dodol secara terus-menerus, berbeda dengan operator manual yang mengaduk dodol secara terus-menerus.

% CVL untuk operator mesin pengaduk dodol sebesar 17,09% berada dalam kategori “tidak mengalami kelelahan” lebih rendah dari operator pengaduk dodol manual sebesar 42,74% berada dalam kategori “diperlukan perbaikan”.

Penurunan % CVL terjadi karena operator mesin pengaduk dodol tidak lagi melakukan pengadukan dodol secara terus-menerus.

Berdasarkan kuesioner SNQ, keluhan rasa sakit yang diterima operator setelah menggunakan mesin pengaduk dodol mengalami penurunan dari pengadukan dodol secara manual.

Penggunaan mesin pengaduk dodol diharapkan dapat mengurangi beban kerja operator yang sebelumnya menggunakan fasilitas pengaduk dodol manual.

6.1.3. Analisis Postur Kerja

Penggunaan mesin pengaduk dodol menunjukan bahwa operator mesin pengaduk dodol mengalami penurunan nilai exposure dari pengadukan dodol secara manual. Perbandingan nilai exposure operator mesin pengaduk dodol dan operator pengaduk dodol manual dapat dilihat pada Tabel 6.2.

Tabel 6.2. Perbandingan Hasil Nilai QEC Manual dan Mesin Jenis Pekerjaan Total Skor Nilai Exposure (E) Level Tindakan

Manual 121 74,69 % Tindakan sekarang juga

Mesin 110 67,9% Tindakan dalam waktu dekat

Berdasarkan Tabel 6.2. dapat dilihat bahwa penggunaan mesin memengaruhi sikap kerja operator. Penurunan nilai tidak terlalu signifikan karena postur operator mesin pengaduk dodol tidak banyak berubah dari sebelumnya, melainkan terjadi penurunan intensitas operator melakukan pengadukan dodol. Penurunan nilai ini diharapkan dapat membuat operator tidak lagi mengalami kelelahan dan keluhan rasa sakit akibat pengadukan dodol.

6.1.4. Analisis Inovasi Mesin Pengaduk Dodol

Berdasarkan hasil analisis beban kerja, keluhan operator dan postur kerja, terjadi penurunan nilai setelah menggunakan mesin pengaduk dodol. Mesin pengaduk dodol masih belum sempurna, maka dari itu dilakukan beberapa inovasi guna mengurangi beban kerja operator pengaduk dodol.

Inovasi pengaduk dodol dilakukan untuk menghindari terjadinya kerak pada dasar kuali dan untuk menghasilkan adonan dodol yang merata. Inovasi alat pemanas kuali dilakukan untuk membuat pengapian secara merata dan mempersingkat waktu untuk memanaskan adonan. Inovasi selanjutnya adalah inovasi penutup mesin penggerak pisau pengaduk yang dilakukan untuk melindungi operator dari kecelakaan kerja saat proses mengaduk dodol menggunakan mesin. Usulan yang diberikan berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan pihak UKM.

BAB VII

Dalam dokumen Oleh : EGA ABRAHAM PANGARIBUAN (Halaman 89-97)

Dokumen terkait