LA l MPIRA l N
3. Uji T
Tabel 21 Coefficients
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinierity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 14.348 6.292 2.280 .027
Umur -.071 .095 -.134 -.744 .460 .314 3.181
Pendidikan .114 .223 .061 .510 .612 .700 1.429
Lama Berusahatani .213 .108 .386 1.969 .054 .264 3.792
Luas Lahan -2.356 .885 -.340 -2.662 .010 .620 1.613
Kegiatan Penyuluh .870 .222 .674 3.923 .000 .343 2.915
Peran Penyuluh -.672 .231 -.488 -2.911 .005 .361 2.772
Sarana dan Prasarana Produksi
-.180 .227 -.109 -.794 .431 .540 1.853
Ketersediaan Informasi .646 .304 .322 2.124 .039 .442 2.263
Pandemi Covid-19 .528 .155 .389 3.399 .001 .774 1.292
a. Dependent Variabel: Persepsi Petani
Tabel 22 Hasil Analisis Uji T
No. Variabel T hitung T tabel Sig Kriteria
1 Umur 0,744 2,008 0,460 Tidak Signifikan
2 Pendidikan 0,510 2,008 0,612 Tidak Signifikan
3 Lama Berusahatani 1,969 2,008 0,054 Tidak Signifikan
4 Luas Lahan 2,662 2,008 0,010 Signifikan
5 Kegiatan Penyuluhan 3,923 2,008 0,000 Signifikan
6 Peran Penyuluh 2,911 2,008 0,005 Signifikan
7 Ketersediaan Sarana Produksi 0,794 2,008 0,431 Tidak Signifikan 8 Ketersediaan Informasi 2,124 2,008 0,039 Signifikan 9 Pandemi Covid-19 3,399 2,008 0,001 Signifikan
Lampiran 5. Kegiatan Penyuluhan Mengenal Good Handling Practices (GHP) LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)
Nama : Seliza Syahada Waktu Pertemuan : 30 menit
Tempat : Desa Argamukti, Argalingga, dan Tejamulya
Sasaran : Kelompok Tani Mukti Rahayu, Tani Maju, dan Taman Sari
Topik/Judul : Mengenal Good Handling Practices (GHP)
TIK : Diharapkan petani mampu mengetahui dan memahami GHP
Tanggal Pertemuan : 21 Mei, 26 Mei, dan 1 Juni 2022 Metode : Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab Alat dan Bahan
a. Alat : Laptop, Proyektor b. Bahan : PPT, Folder
No. Waktu Uraian Materi Petunjuk
1 5 menit Pendahuluan a. Climat Setting b. Tujuan
- Pembukaan - Perkenalan
- Menjelaskan gambaran tentang materi yang akan disampaikan.
2 20 menit Pelaksanaan
a. Penjelasan pengertian dan tujuanGHP
b. Penjelasan persyaratan manajemen GHP
c. Penjelasan ruang lingkup GHP
Diskusi
- Menggunakan metode ceramah dan diskusi.
- Pembagian folder kepada sasaran untuk bahan diskusi dan bacaan.
3 5 menit Pengakhiran a. Kesimpulan
b. Penutup
- Untuk mengetahui sejauhmana sasaran menerima materi.
Argapura, 2022 Penyuluh Pertanian Lapangan
Seliza Syahada NIM 02.01.18.050
SINOPSIS
MENGENAL Good Handling Practices (GHP)
Good Handling Practices (GHP) adalah pedoman umum dalam melaksanakan pascapanen hortikultura secara baik dan benar sehingga kehilangan hasil dapat ditekan semaksimal mungkin untuk menghasilkan produk yang bermutu atau memenuhi standar mutu yang berlaku. Adapun tujuan GHP, yaitu : 1) Mempertahankan mutu produk; 2) Menekan kehilangan karena penyusutan dan kerusakan; 3) Memperpanjang daya simpan; dan 4) Menambah nilai ekonomis.
Ada beberapa persyaratan manajemen yang harus dipatuhi ketika hendak menerapkan GHP seperti spesifikasi produk dan penanganannya, cara pencatatan, bagaimana perilaku personil, peningkatan sumber daya manusia serta fasilitas yang tersedia. Adapun penjelasannya adalah : 1) Spesifikasi Produk dan Penanganan.
Proses penanganan, pengemasan dan penyimpanan harus dicatat. Produk yang sudah sesuai dengan standar harus dicek terlebih dahulu oleh supervisor, pemanen dan manager, baru kemudian dikonfirmasi kepada pelanggan; 2) Identifikasi dan Ketelusuran Produk. Setiap produk yang siap dikirim harus diberi kode identitas dan catatan (tanggal panen, identitas lot, pengemasan dan tanggal kirim, tujuan produk dikirim, serta asal produk dari blok lahan tertentu; 3) Personil. Personil yang terlibat dalam proses pasca panen harus sehat, bebas luka atau penyakit yang dapat mengakibatkan pencemaran. Setiap personil sebelum melakukan pekerjaannya harus mencuci tangan terlebih dahulu, tidak makan-minum, merokok atau meludah selama bekerja; 4) Training. Petugas yang melakukan sortasi (pemilihan) dan grading (pengkelasan) harus bersertifikat, staf pemanenan harus dilatih dan seluruh staf sudah melaksanakan prinsip hygiene personil; 5) Fasilitas.
Lokasi pasca panen harus terhindar dari tempat yang kotor, bebas sampah, tidak ada pencemaran hewan kebun, bebas dari zat kimia dan terhindar dari bencana alam. Sedangkan bangunannya harus berdasarkan perencanaan, hygiene, mencegah kontimasi silang dan lampu ruangan harus diberi pelindung, terang dan memiliki persyaratan kesehatan.
Pada proses penanganan pasca panen yang baik, ada 13 ruang lingkup penanganan yang harus dipenuhi. Semuanya terintegrasi satu sama lain
sehingga apabila ada satu atau dua langkah yang mengalami error maka akan mengganggu proses selanjutnya. Berikut adalah ruang lingkup GHP: 1) Pengumpulan. Diusahakan agar tempat pengumpulan berada di tempat yang teduh untuk menghindari penguapan yang dapat menurunkan kualit as; 2) Sortasi. Untuk memisahkan produkdari campuran benda lain yang tidak diinginkan; 3) Pembersihan/Pencucian; 4) Grading adalah mengelompokkan produk berdasarkan ukuran, bentuk, warna hingga tingkat kematangan; 5) Pengemasan; 6) Pelabelan. Label harus dibuat dengan ukuran, warna dan/atau bentuk yang berbeda untuk tiap jenis produk agar mudah dibedakan; 7) Pemeraman/Ripening; 8) Penyimpanan. Bermanfaat untuk mempertahankan daya simpan dan melindungi produk dari kerusakan; 9) Transportasi; 10) Standarisasi Mutu; 11) Sarana dan Prasarana; 12) Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Pengelolaan Lingkungan, serta 13) Pengawasan dan Pembinaan.
Referensi :
Kementerian Pertanian. (2021). Good Handling Practices komoditas Hortikultura.
Media Penyuluhan Folder
Media Penyuluhan Powerpoint
Lampiran 6. Kegiatan Penyuluhan Penanganan Pascapanen Cabai Merah LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM) Nama : Seliza Syahada
Waktu Pertemuan : 40 menit
Tempat : Desa Argamukti, Argalingga, dan Tejamulya
Sasaran : Kelompok Tani Mukti Rahayu, Tani Maju, dan Taman Sari
Topik/Judul : Penanganan Pascapanen Cabai Merah
TIK : Diharapkan petani mampu memahami manfaat dan cara penerapan GHP cabai merah
Tanggal Pertemuan : 21 Mei, 26 Mei, dan 1 Juni 2022 Metode : Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab Alat dan Bahan
a. Alat : Laptop, Proyektor, Alat Peraga b. Bahan : Folder, Video
No. Waktu Uraian Materi Petunjuk
1 5 menit Pendahuluan a. Climat Setting b. Tujuan
- Pembukaan - Perkenalan
- Menjelaskan gambaran tentang materi yang akan disampaikan.
2 30 menit Pelaksanaan
a. Penjelasan materi penanganan pascapanen (GHP) cabai merah
b. Prospek dan gambaran jika petani mampu menerapkan pascapanen dengan prinsip GHP
Diskusi
- Menggunakan metode ceramah dan diskusi.
- Pemutaran video
- Pembagian folder kepada sasaran untuk bahan diskusi dan bacaan.
3 5 menit Pengakhiran a. Kesimpulan b. Penutup
- Untuk mengetahui sejauhmana sasaran menerima materi.
Argapura, 2022 Penyuluh Pertanian Lapangan
Seliza Syahada NIM 02.01.18.050
SINOPSIS
PENANGANAN PASCAPANEN CABAI MERAH
Cabai merah setelah panen masih melakukan aktivitas metabolisme , bila tidak ditangani segera akan mengalami kerusakan. Penanganan pascapanen bertujuan menekan kehilangan/kerusakan hasil, mempertahankan mutu dan daya simpan produk cabai merah. Target penerapan GHP cabai merah, yakni menghasilkan produk cabai merah bermutu, menekan tingkat kehilangan hasil kurang dari 10%, dan meningkatkan efisien usaha agribisnis cabai merah.
Tahapan penerapan Good Handling Practices (GHP) cabai merah adalah 1) Penentuan cara panen. Dapat dilakukan secara visual dengan melihat persentase warna merah pada kulit buah (lebih dari 90%) dan perkembangan fisik buah; 2) Penentuan waktu panen. Dilakukan dengan cara memetik buah (yang telah memenuhi kriteria) beserta tangkainya secara utuh dengan menggunakan tangan secara manual. Peralatan yang dibutuhkan selama penanganan cabai merah adalah kantong panen, keranjang panen, sarung tangan, nauangan untuk meletakkan hasil panen, timbangan, dan packing house; 3) Perlakuan segera setelah panen.
Pengumpulan cabai merah di tempat yang terlindungi dari sinar matahari, hujan, memiliki sirkulasi udara yang baik dan dekat dengan lokasi panen. Kemudian, pendinginan (dengan kipas angin atau blower) untuk menurunkan suhu panas yang terbawa dari lapangan hingga suhu tumpukan cabai sama dengan suhu ruangan.
Lalu, sortasi awal dilakukan dengan pemililahan cabai merah yang utuh dan sehat, dipisahkan ke kontainer atau keranjang bersih.
Selanjutnya 4) Sortasi dan Grading. Sortasi adalah tindakan untuk mendapatkan mutu yang baik dengan cara memilah-milah produk yang baik dengan yang rusak. Produk yang baik adalah bebas dari cacat atau kerusakan fisik akibat kegiatan panen maupun serangan hama penyakit.; 5) Pengemasan. Bahan kemasan yang digunakan untuk cabai merah harus dapat melindungi cabai merah dari pengaruh luar dan kerusakan fisik, sehingga mempertahan mutu cabai merah; 6) Penyimpanan, dilakukan untuk mempertahankan daya simpan cabai merah sehingga terhindar dari kerusakan, dapat mengendalikan transpirasi, respirasi, dan mempertahankan kesegarannya; 7) Pengangkutan. Merupakan kegiatan
mendistribusikan produk cabai merah sampai ke konsumen dalam kondisi segar dan aman.
Produk cabai merah harus diletakkan secara teratur dalam alat angkut dengan mempertimbangkan ketinggian tumpukan kemasan. Suhu dan kelembaban dalam alat pengangkut perlu dijaga sesuai dengan persyaratan penyimpanan cabai merah, terutama untuk perjalanan lebih dari 2,5 jam.
Referensi : Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2014.
Media Penyuluhan Folder
Media Penyuluhan Video
Gambar 9. Video mengenai penanganan pascapanen cabai (https://youtu.be/Hlw2S3VZcjY)
Alat Peraga
Gambar 10. Pengemasan cabai merah segar menggunakan styrofoam dan plastik wrapping
Lampiran 7. Daftar Hadir
Lampiran 8. Jurnal Harian
Lampiran 9. Jurnal Konsultasi
Lampiran 10. Dokumentasi
Gambar 11 Survei lokasi penelitian di BPP Argapura
Gambar 12 Penerimaan Mahasiswa TA di BPP Argapura
Gambar 13 Penerimaan Mahasiswa TA di BPP Argapura
Gambar 14 Perizinan ke Desa Argamukti
Gambar 15 Perizinan ke Desa Argalingga Gambar 16 Supervisi oleh Dosen Pembimbing
Gambar 17 Pengisian Kuesioner Gambar 18 Anjangsana dan wawancara dengan petani
Gambar 19 Pemanenan Gambar 20 Pemanenan
Gambar 21 Pengumpulan Gambar 22 Sortasi
Gambar 23 Grading Gambar 24 Pengemasan dengan plastik
Gambar 25 Pengemasan dengan kardus Gambar 26 Pelabelan
Gambar 27 Petak Percontohan Gambar 28 Pengangkutan
Gambar 29 Penyuluhan di Desa Argamukti