• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Penanganan Pelanggaran

10. Muh. Idrus Anggay

• Bahwa saksi adalah Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Lasalimu, dan PPS Desa Lasalimu;

• Bahwa pada tanggal 13 April 2012 saksi dimutasi ke SD Negeri Nomor 1 Mega Bahari, Kecamatan Lasalimu Selatan sebagai guru biasa, yang

SK-nya diterima saksi pada tanggal 14 Mei 2012, setelah penyelenggaraan ujian nasional;

• Bahwa seharusnya jika ada pemindahan pegawai negeri sipil terlebih dahulu diperingati secara lisan maupun tertulis. Namun saksi tidak mengetahui kesalahan apa yang saksi telah perbuat, tiba-tiba menjelang Pilkada SK pemindahan itu datang;

• Bahwa saksi diberhentikan sebagai PPS Desa Lasalimu tanpa ada SK tertulis;

• Bahwa pada Pemilukada yang terdahulu saksi sebagai PPS Desa Lasalimu, namun pada saat PSU saksi digantikan orang lain, yaitu Suparman, Tim Sukses Umar-Bakry;

• Bahwa pada saat Pemilukada yang lalu, Pasangan Calon Nomor Urut 3 memperoleh suara sebanyak 333 suara, dan Pasangan Calon Nomor Urut 9 memperoleh suara sebanyak 192 suara. Setelah PSU, Pasangan Calon Nomor Urut 3 memperoleh suara sebanyak 331 suara, sedangkan Pasangan Calon Nomor Urut 9 memperoleh suara sebanyak 476 suara.

Hal tersebut ada kenaikan signifikan;

11. La Ndongu

• Bahwa saksi adalah Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara;

• Bahwa pada tanggal 11 Mei 2012 saksi bersama dengan kepala desa Gerak Makmur, La Ode Mandala dan bendahara LPM, Rolus, turun ke Bau-Bau untuk menerima dana bantuan dan dana Block Grant tahun 2012 sebanyak Rp 50.000.000,00.

• Bahwa yang Rp 5.000.000,00 disetor melaui BPR Tingkat I untuk LPM Desa Gerak Makmur, dan yang Rp 45.000.000,00 dikembalikan ke desa;

• Bahwa saksi diberitahu oleh Kepala Desa Gerak Makmur ada surat undangan dari Lm. Yunus selaku fasilitator dana Block Grant;

• Bahwa Lm. Yunus mengatakan kepada saksi dirumahnya, bahwa ada interupsi dari Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, bantuan dana

Block Grant block tahun anggaran 2012 diperuntukan Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa saksi menanyakan petunjuk operasionalnya, namun dikatakan bahwa pada tanggal 4 Agustus 2011, kita bersama-sama sudah mendukung Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Saksi menyampaikan kepada masyarakat bahwa untuk mempercepat penerimaan dana bantuan dana Block Grant jangan lupa pilih Nomor Urut 9 pada tanggal 19 Mei nanti;

• Bahwa pada malam hari tanggal 19 Mei 2012, Bapak Umar Samiun bersama rombongan antara lain, guru SMP Negeri 2 Bonco di Bau-Bau, anggota DPR Kabupaten Buton, Usman dan Wa Ode Husnia;

• Bahwa pada malam itu La Rama menyampaikan orasi politik dengan mengatakan, “Bunuh Nomor 3, bunuh Nomor 3, bunuh! Pilih Nomor 9, pilih! Pilih Nomor 9, pilih Nomor 9, pilih! Kami siapkan peluru”;

• Bahwa terhadap kejadian tersebut saksi melapor kepada Kepala Desa Gerak Makmur, dan meminta untuk disampaikan kepada Polisi, karena esok hari adalah hari pemilihan;

• Bahwa saksi mendapat info dari keponakan saksi, yang kebetulan Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 9 yang mengatakan bahwa dia menerima uang sebanyak Rp. 80.000.000,- dari Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa di tempat saksi ada 4 TPS dan yang menang adalah Pasangan Calon Nomor Urut 9;

12. Sudin

• Bahwa saksi adalah seorang wiraswasata tukang ojek;

• Bahwa saksi sebelumnya adalah Ketua PPS Desa Warinta;

• Bahwa saksi deberhentikan menjadi Ketua PPS oleh Ketua KPU Kabupaten Buton, La Rusuli, tanpa ada surat pemberhentian;

• Bahwa saksi mengkonfirmasikan berita pemberhentian saksi kepada ketua PPK Kecamatan Pasarwajo;

• Bahwa Ketua PPK Pasarwajo, La Rihi, mengatakan bahwa betul La Rusuli pernah datang ke rumahnya untuk mengajukan pergantian PPS di

Desa Warinta, tetapi La Rihi mengatakan bahwa di Warinta tidak ada pergantian PPS;

• Selang beberapa hari kemudian, La Rusuli menghubungi La Rihi yang mengatakan bahwa La Rusuli sudah melakukan pergantian PPS di Warinta yang dijawab oleh La Rihi bahwa hal tersebut merupakan hak bapak;

• Bahwa saksi sudah diberhentikan setelah keluar SK PPS yang ditandatangani oleh La Rusuli, S.H., Ketua KPU Kabupaten Buton;

• Saksi menerima SK Pemberhentian satu hari sebelum pemilihan, namun nama saksi di SK masih tercantum sebagai Anggota PPS Desa Warinta;

• Bahwa pada saat hari pemilihan, saksi melihat KPPS di TPS-1 itu, menjadi menjadi sebanyak delapan orang, yang seharusnya tujuh orang.

Wateni sebagai anggota PPS yang ditunjuk oleh La Rusuli sebagai penyelenggara pemungutan suara di TPS itu tersebut;

• Bahwa Ketua KPU Kabupaten Buton, La Rusuli, pernah mengancam istri saksi, yang mengatakan “ Bahwa kalau Sudin bersaksi di MK, maka dia akan berhadapan dengan saya”;

13. La Daa

• Bahwa saksi adalah Petani;

• Bahwa ada 72 orang yang datang memilih ke Desa Kamelanta di TPS 1 dan TPS 2, yaitu La Udy, Amir, Imran, La Badu, La Ao, dan La Acy, yang dibayar untuk memilih Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa saksi mengetahui hal tersebut dari pengakuan mereka sendiri;

• Bahwa mereka adalah warga Kecamatan Bungi, Kelurahan Palabusa;

• Bahwa yang membawa mereka untuk memilih adalah La Sami, Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa terhadap kejadian tersebut, ada saksi pasangan calon TPS yang protes. Namun KPPS-nya bilang, “Enggak usah ribut, jangan sampai tidak berjalan pemilihan ini”;

• Di TPS ada Panwas, tapi semuanya orang-orangnya Tim Suksesnya Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa di tempat tersebut yang menang Pasangan Calon Nomor Urut 9;

14. Jufrin

• Bahwa saksi adalah nelayan;

• Bahwa saksi tinggal di Bau-Bau;

• Bahwa pada tanggal 19 Mei 2012, warga Kota Bau-Bau, Kecamatan Bungi, Palabusa, sebanyak 12 orang dipanggil Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 9, La Sami, untuk ikut memilih di TPS 1 Desa Kamelanta;

• Bahwa saksi ikut memilih dengan cara diberikan surat undangan memilih yang sudah tercantum nama orang lain;

• Bahwa saksi dan yang lainnya diberi uang sebanyak Rp 50.000,00 per orang;

15. Suardi

• Bahwa saksi adalah pelajar SMA yang sudah lulus;

• Bahwa pada tanggal 14 April 2012 seluruh siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Batauga dan seluruh kelas 3 SMK Safitri, dikumpulkan oleh Kepala Sekolah. Drs. La Sefelin;

• Bahwa Kepala Sekolah mengatakan tanggal 19 nanti pilihlah calon yang dia dukung, dan kalau memilih Nomor Urut 9, maka kelulusan siswa akan dijamin 100%, tapi kalau tidak memilih Nomor Urut 9 maka terancam tidak diluluskan;

• Bahwa saksi memilih Pasangan Calon Nomor Urut 9 di TPS 2 karena takut tidak diluluskan;

• Bahwa di tempat saksi yang menang adalah Pasangan Calon Nomor Urut 9;

• Bahwa sebelum pemilihan sudah sudah saling sms-an, yang mengingatakan jangan lupa pilih Nomor Urut 9 karena kalau tidak memilih Nomor Urut 9 tidak akan diluluskan;

16. Safarullah

• Bahwa saksi adalah advokat dan juga Ketua I Partai Demokrat DPD Provinsi Sulawesi Tenggara;

• Bahwa H. Saharudin Buton, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buton sebenarnya telah dipecat sebagai Anggota Partai Demokrat sejak

12 April 2010 dan sampai ini belum ada penggantinya. Dan kalau mengacu aturan dan kebiasaan Partai Demokrat, maka akan diambil alih oleh DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara;

• Bahwa Partai demokrat mengadakan Muscab, tapi berakhir dengan keributan, sehingga DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara membatalkan hasil muscab tersebut. Sehingga saksi mengaanggap sejak tanggal 18 November 2011 terjadi demisioner kepengurusan Partai Demokrat di Kabupaten Buton;

• Bahwa ada tiga nama yang diusung oleh Tim 9, yaitu Uku-Dani, kedua, Ali La Opa, dan ketiga adalah Agus. Namun sampai sekarang belum ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP untuk mengusung siapa di antara tiga nama itu;

• Bahwa pada prinsipnya saksi mengetahui bahwa Saharudin Buton mengusung Uku-Dani. Tapi yang jelas sampai sekarang dari DPP belum mengeluarkan rekomendasi, sebagaimana kebiasaan yang terjadi di Kota Kendari;

• Bahwa pada bulan Oktober telah dilakukan PAW terhadap H. Saharudin Buton. Namun muncul perdebatan-perdebatan, yang pada akhirnya H.

Saharudin Buton membawa masalah tersebut ke pengadilan;

• Bahwa perkara tersebut telah diputus yang putusannya menyatakan bahwa permohonan Pemohon itu tidak dapat diterima, dan kebetulan saat itu juga KPU Provinsi, ikut digugat oleh H. Saharudin Buton;

• Bahwa KPU Kabupaten Buton tidak pernah melakukan verifikasi terhadap DPD maupun DPP Partai Demokrat Provinsi;