B. Penanganan Pelanggaran
6. Muh S. Galih Siswanto
• Bahwa saksi adalah Tim Sukses Umar-Bakry untuk tingkat kecamatan yang tinggal di Desa Air Bajo, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton;
• Bahwa saksi ditugaskan khusus untuk memantau keterlibatan para PNS;
• Bahwa pada tanggal 22 April 2012 di rumahnya Mantan Camat Mawasangka, H. Dullah, pada Pukul 16.00 Wita hadir Drs. Laode Anwar Mantan Kadis P dan K, Rosli Akti, S.pd. staf Pemda Buton, Camat Mawasangka Syarifuddin A.S., S.Sos., Muhammad Rusli, Camat Mawasangka Timur, Sekretaris Camat Mawasangka Tengah La Tuka, dan Mawasangka Induk, Kepala Sekolah SMA Negeri I Mawasangka, Kepala Sekolah SMA Negeri II, Mawasangka, Kepala Sekolah SMK Mawasangka, Kepala Sekolah SMP I Mawasangka, Kepala Sekolah SMP II Mawasangka, Kepala Sekolah SMP IV Mawasangka, dan ada beberapa pegawai negeri, di antaranya guru, pegawai kecamatan, dan pemerintah daerah yang terlibat pada saat acara acara sosialisasi tim pemenangan Nomor Urut 9;
• Bahwa ada keterlibatan tingkat desa atau kepala dusun, sepert di Desa Terapung yang berperan aktif memberikan pengarahan kepada kaur-kaurnya untuk memenangkan AYO;
• Bahwa di Kecamatan Mawasangka ada 19 desa, menurut hasil penelitian ada keterlibatan para kepala desa. Ada 12 desa yang terlibat diantaranya Desa Terapung, Desa Polidu, Desa Banga, Desa Ongkolaki, Desa Tanailandu, Desa Dariango, Desa Wasilomata, Desa Matara, Desa Balobone, Desa Napa, Desa Mala;
• Bahwa di Mawasangka yang menang Pasangan Calon Nomor Urut 2 karena di sana putra daerah;
• Bahwa saksi mendengar dari kepala dusun, bahwa Camat Syarifuddin, S.Sos., mengatakan sebagai berikut, “Kalau Kepala Desa Air Bajo tidak mau bergabung kepada AYO, “Tunggu saja, Desa Air Bajo akan kering karena setiap bantuan-bantuan akan saya tekel. Karena apa? Karena AYO pasti menang.” Dan saya akan tetap jadi Camat Mawasangka.”
7. La Janaali
• Bahwa saksi adalah Ketua DPC Gerindra Kabupaten Buton;
• Bahwa pada tanggal 22 Februari 2012, saksi diundang oleh Abdul Hasan Mbou untuk hadir di rumahnya di Mawasangka, dengan agenda
penandatanganan dukungan terhadap dirinya sebagai Bakal Calon Bupati Buton dalam PSU tahun 2012;
• Bahwa saksi baru mengetahui penandatanganan pada saat itu, ternyata surat pencalonan atau B-KWK terhadap pasangan calon dari format KPU yang tanggalnya diundur menjadi tanggal 14 Juni 2011;
• Bahwa ternyata tanggal yang dimaksud tanggal 22 Februari 2012 tersebut ketika dimasukan ke KPU oleh Abdul Hasan Mbou menjadi tanggal 14 Juni 2011;
• Bahwa pada acara penandatanganan dukungan dihadiri pula oleh Ketua PDIP Kabupaten Buton, Ketua PPRN versi Joller Sitorus, Ketua Patriot Kabupaten Buton, dan Ketua Republikan Kabupaten Buton;
• Bahwa Gerindra pada tanggal 22 Februari 2012 menyatakan telah mendukung Pasangan La Uku-Dani pada saat pemilukada pertama tahun 2011;
• Bahwa pada tanggal 22 Februari 2012 yang menandatangani surat dukungan adalah Ketua PDIP, L. M. Amsri, Azaluddin, dan Ahmad Zainudin atas nama PPRN versi Joller Sitorus dan saksi tidak pernah menandatangani formulir tersebut walaupun saksi sudah disodorkan untuk harus tandatangani formulir tersebut;
• Bahwa saksi menghadiri acara penandatangan dukungan kepada Hasan Mbou tersebut karena Ketua Patriot Kabupaten Buton adalah teman baik saksi;
• Bahwa pada acara tersebut teman saksi menyampaikan kehadiran undangan untuk menjaga kepercayaan teman saksi terhadap Hasan Mbou;
• Bahwa saksi sempat menyampaikan pertanyaan kepada peserta yang hadir di acara penandatangan dukunguan terhapa Hasan Mbou tersebut, yaitu apakah dukungan kepada Hasan Mbou masih dimungkinkan, karena sepengetahuan saksi, amar putusan Mahkamah Konstitusi itu, untuk pelaksanaa PSU Tahun 2012, sudah tidak dimungkinkan lagi untuk penambahan dukungan partai politik terhadap pasangan bakal calon yang sudah masuk nama-namanya;
8. Ansarullah
• Bahwa saksi adalah saksi PPK di Kecamatan Mawasangka Timur untuk Pasangan Calon Nomor Urut 9;
• Bahwa Ketua PPK Kecamatan Mawasangka Timur, La Saripi, S.Sos yang juga sekretaris Camat Mawasangka Timur telah mehilangkan suara dari Pasangan Calon Nomor Urut 9 pada waktu rapat pleno di Kecamatan Mawasangka Timur;
• Bahwa dari hasil rekapitulasi lampiran C-1, Pasangan Calon Nomor Urut 9 mendapatkan suara sebanyak 943 dan menang di Kecamatan Mawasangka Timur;
• Bahwa ternyata di rekapitulasi lampiran DA-1, suara Pasangan Calon Nomor 9 sudah dikurangi menjadi 826;
• Bahwa pada saat semua para ketua PPS mengumumkan hasil rekapitulasi lampiran C-1, anggota PPK Kecamatan Mawasangka Timur mengumumkan langsung bahwa pemenang di Kecamatan Mawasangka Timur adalah Pasangan Calon Nomor Urut 9;
• Bahwa pada saat rekapitulasi dihadiri oleh KPPS-KPPS. Penghitungan suara berdasarkan per-desa, per-TPS di desa dan dari jumlah keseluruhan dari lampiran C-1 yang jumlah semuanya sebanyak 943, tetapi ketua PPK dan anggotanya memindahkan di lampiran DA-1 itu hanya 826;
• Bahwa saksi mengajukan keberatan penjumlahan tersebut dan melaporkannya ke Ketua Panwas yang juga memperlihatkan data yang sama yaitu sebanyak 826;
• Bahwa saksi disarankan oleh Panwas untuk melaporkan kepada PPK, tetapi pada saat itu PPK sudah tidak ada sehingga saksi melaporkan masalah ini kepada Polsek Mawasangka Timur;
• Bahwa pada saat rekapitulasi, dihadiri oleh saksi Pasangan Calon Nomor Urut 2, Nomor Urut 5, dan Nomor Urut 3 hadir, namun tidak sampai selesai;
• Bahwa saksi yang hadir pada saat itu, hanya 4 orang saksi Pasangan Calon Nomor Urut 2, Nomor Urut 3, Nomor Urut 5 dan Nomor Urut 9.
Setelah hasil rekapitulasi selesai, Ketua PPK beristirahat untuk makan siang, setelah selesai makan siang yang hadir tinggal saksi;
• Bahwa pada saat istirahat makan siang saksi kembali ke PPK, saksi agak terlambat datang ke tempat rekapitulasi, dan PPK sudah melakukan pengisian blangko di DA-1;
• Bahwa karena Ketua PPK Mawasangka Timur mengatakan, “Harus cepat-cepat pengisiannya karena kita mau berangkat ke Bau-Bau mengantar kotak suara”, sehingga saksi akhirnya pulang;
• Bahwa ternyata setelah saksi kembali lagi ke tempat rekapitulasi, terjadi selisih angka, oleh karena itu saksi tidak menandatangani Formulir DA-1, yang menandatangi hanya saksi dari Pasangan Calon Nomor Urut 2;
• Bahwa saksi mencocokan data hasil rekapitulasi, namun ternyata ada kekeliruan sehingga saksi langsung ke PPK. Tetapi di PPK sudah tidak ada ketua PPK, yang tinggal hanya anggota PPK. Saksi menanyakan masalah kepada anggota PPK yang dijawab kalau anggota PPK tersebut tidak mengetahui masalah tersebut dan yang mengetahui adalah Ketua PPK Mawasangka Timur;
• Bahwa pada saat itu saksi bersama Panwaslu langsung melaporkan kejadian tersebut di Kantor Polsek Mawasangka Timur;
• Bahwa atas laporan saksi tersebut, ditindaklanjuti oleh Panwaslukada, pada waktu itu anggota Polsek menelepon kapolsek dan bersama dengan ketua PPK menuju ke Bau-Bau untuk menyampaikan kepada saksi agar menunggu informasi dari Bau-Bau. Tidak lama kemudian ada informasi yang menyampaikan kepada saksi untuk bersikap tenang dan mengajak saksi ke Bau-Bau untuk membawa Ketua PPK Mawasangka Timur. Pada saat ini Ketua PPK tersebut sudah ditahan di Polres Bau-Bau;
• Bahwa anggota Polsek menyampaikan kepada saksi bahwa permasalahan sudah selesai, Ketua PPK Mawasangka Timur sudah membuat Berita Acara penyesuaian angka kembali seperti perolehan dari lampiran C-1;
• Bahwa Ketua PPK Kecamatan Mawasangka Timur yang juga sebagai Sekretaris Camat Mawasangka Timur mendukung Pasangan Calon Nomor Urut 3;