• Tidak ada hasil yang ditemukan

Multiplier Effect Kawasan Pelabuhan Dumai, Riau

Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan internasional yang berada di pesisir timur pulau Sumatera. Pelabuhan Dumai bukan hanya berperan dalam melayani pelayaran antar pulau di Indonesia, tapi juga melayani pelayaraan internasional. Letak Pelabuhan Dumai sangat strategis karena berada di salah satu jalur niaga tersibuk di dunia yaitu Selat Malaka. Pelabuhan Dumai dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai (Persero) dengan aktivitas saat ini antara lain: (1) pelayanan bongkar- muat barang; (2) pelayanan penumpang; (3) pelayanan peti kemas; dan (4) Aktivitas kegiatan lain di dalam daerah kerja pelabuhan, di kawasan ini terdapat kegiatan perusahaan lain (tenant) dalam bentuk kegiatan industri, tangki timbun dan jalur pipa.

Eksistensi Pelabuhan Dumai juga dipengaruhi oleh potensi wilayah hinterland yang kaya akan sumber daya alam. Kehadiran Pelabuhan Dumai sebagai salah satu pusat pertumbuhan tentunya akan memberikan multiplier effect bagi wilayah hinterlandnya melalui keterkaitan ekonomi yang terjadi antara Pelabuhan Dumai dengan hinterland. Interaksi ekonomi yang terjadi ini akan membangkitkan sektor-sektor ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan di wilayah hinterland, bahkan dalam lingkup yang lebih luas mampu memajukan perekonomian di Sumatera.

Tumbuhnya unit-unit ekonomi baru sebagai dampak positif dari tingginya aktivitas ekonomi di Pelabuhan Dumai tentunya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Provinsi Riau. Tetapi pada kenyataannya selama kurun waktu 5 tahun (2011-2015) tingkat pengangguran di Provinsi Riau mengalami peningkatan. Terdapatnya perbedaan-perbedaan antara kenyataan di lapangan dengan teori pusat pertumbuhan yang dikemukakan oleh Perroux (1955) dan Hirschman (1958) menarik penulis untuk melihat dan mengkaji lebih jauh tentang multiplier effect Kawasan Pelabuhan Dumai terhadap Provinsi Riau.

Di sisi lain, kontribusi Provinsi Riau terhadap pendapatan nasional jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera tergolong tinggi, namun pertumbuhan ekonominya setiap tahun terus menurun, bahkan pada tahun 2015 laju pertumbuhan ekonominya hanya 0,22%. Hal ini terjadi karena sektor pertambangan dan penggalian yang menjadi leading sector di dalam perekonomian Provinsi Riau tidak mengalami pertumbuhan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dicari alternatif sektor ekonomi yang berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Penelitian tentang multiplier effect Kawasan Pelabuhan Dumai dapat dijadikan masukan bagi Pemerintah Provinsi Riau, khususnya bagi pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam mengambil kebijakan terkait pengembangan potensi ekonomi wilayah untuk mendorong pertumbuhan wilayah.

Kesenjangan antar wilayah terjadi karena adanya keragaman potensi sumber daya alam, letak geografis, kualitas sumber daya manusia, maupun sebagai akibat dari implikasi kebijakan politik. Kesenjangan ini terlihat jelas dari perbedaan tingkat pendapatan daerah, ketersediaan sarana dan prasarana ekonomi dan sosial, maupun tingkat kesejahteraan penduduk. Untuk mengatasi semakin melebarnya kesenjangan yang terjadi antar wilayah maka diperlukan intervensi dari pemerintah. Salah satu kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah pusat untuk meminimalisir tingkat kesenjangan antar wilayah di Indonesia adalah dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan seperti yang tertuang di dalam upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ini diharapkan mampu menggali potensi dan keunggulan daerah serta memperbaiki ketimpangan spasial pembangunan ekonomi Indonesia. Aktivitas ekonomi yang terjadi antara pusat pertumbuhan dengan hinterlandnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di wilayah hinterland melalui keterkaitan ekonomi yang terjadi dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Terserapnya tenaga kerja pada lapangan-lapangan pekerjaan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Kawasan Pelabuhan Dumai memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang karena berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Sebagai pusat pertumbuhan, Pelabuhan Dumai diharapkan mampu menjalankan perannya dengan baik dalam rangka mendorong pertumbuhan hinterlandnya di Provinsi Riau melalui lancarnya arus distribusi barang dan jasa baik untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah hinterland maupun dalam pendistribusian hasil-hasil output dari wilayah hinterland.

Keterkaitan ekonomi yang terjadi antara Kawasan Pelabuhan Dumai dengan hinterlandnya diyakini mampu membangkitkan sektor-sektor ekonomi potensial di wilayah hinterland sehingga kegiatan perekonomian terus berlangsung dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah hinterland. Di sisi lain, interaksi ekonomi yang terjadi ini diyakini mampu mengurangi tingkat pengangguran di wilayah hinterland melalui penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor ekonomi potensial tersebut. Namun pada kenyataannya selama kurun waktu 5 tahun (2011-2015) pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau terus mengalami penurunan. Perekonomian Provinsi Riau tahun 2015 hampir tidak tumbuh, padahal pendapatan Pelabuhan Dumai dari pelayanan kapal, penumpang dan barang di tahun tersebut mengalami peningkatan sebesar 21,45%. Di sisi lain, tingkat pengangguran di Provinsi Riau tahun 2015 juga mengalami peningkatan sebesar 1,75% dari tahun 2011. Oleh karena itu, perlu diteliti apakah sektor-sektor ekonomi yang terpengaruh oleh aktivitas di Pelabuhan Dumai turut mempengaruhi

tidak tumbuhnya perekonomian di Provinsi Riau, dan apakah penyerapan tenaga pada sektor-sektor potensial tersebut mengalami peningkatan.

Berdasarkan uraian di atas, dengan melakukan penelitian terkait multiplier effect Kawasan Pelabuhan Dumai, maka akan diperoleh kesimpulan apakah Kawasan Pelabuhan Dumai mampu menjalankan perannya sebagai pusat pertumbuhan di Provinsi Riau. Melalui penelitian ini akan teridentifikasi apakah multiplier effect yang ditimbulkan oleh Kawasan Pelabuhan Dumai mempengaruhi pertumbuhan di wilayah hinterland dan apakah Kawasan Pelabuhan Dumai sebagai pusat pertumbuhan berperan dalam meminimalisir tingkat kesenjangan antar wilayah di Provinsi Riau. Disamping itu, melalui penelitian ini juga akan ditemukan sektor-sektor ekonomi potensial yang berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka mendorong pertumbuhan di wilayah hinterland. Temuan-temuan dalam penelitian ini selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pengembangan wilayah yang sesuai dengan potensi ekonomi wilayah.

Dokumen terkait