Modul 3: Proses Masuknya Agama Hindu-Buddha di Asia Selatan
I. Muncul dan Berkembangnya Agama Hindu, Buddha, dan Jain di Asia Selatan
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran - Kuliah interaktif
Pola masuk dan Perkembangan agama Hindu-Buddha tentunya dimulai dari peradaban sungai Indus di wilayah India. Dari sinilah pertumbuhan dan perkembangan dua kepercayaan itu bermula. Kepercayaan Hindu sendiri hadir beriringan melalui proses datangnya bangsa Arya ke wilayah Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada sekitar tahun 2000-1500 SM.
Agama Hindu muncul di lembah Sungai Shindu (Indus), di sebelah barat daya India, yang pada sekarang tempat ini dikenal dengan daerah Punjab. Bangsa Arya datang ke wilayah India membawa pengaruh dalam segi tulisan, bahasa, teknologi daan juga kepercayaan. Dari segi kepercayaan bangsa Arya yang dibawa adalah Veda (Weda) setelah datang di wilayah India menyebarkan ajaran agama Hindu. Berkembangnya agama Hindu berawal dari percampuraan kepercayaan oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Dalam pola perkembangan agama Hindu di wilayah India terbagi menjadi tiga skala periode, yaitu pada masa Weda kuno, masa Brahmana, serta pada masa Upanisyad.
1) Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam tinjauan para ahli sejarah sepakat jika pendatang yang di wilayah India merupakan bangsa Indo-Eropa yang mengakui bahwa mereka sebagai bangsa Arya. Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian-pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda. Dalam kitab Reg Weda, dijelaskan bahwa sistem kepercayaan Bangsa Arya umumnya percaya alam lain, dimana para dewa berada di samping roh jahat. Contohnya seperti dewa api yaitu Agni, dewa angin yakni Bayu, dan dewa matahari yakni surya. Dewa tersebut di anggap sebagai makhluk yang lebih tinggi dibandingkan mansa, dan manusia memiliki kewajiban untuk
25 menyembah dan memberikan sesaji untuk dewa tersebut. Oleh karena itu, system kepercayaan bangsa Arya di kenal dengan sebutan Poleteisme. Dalam kehidupan beragama dalam tinjauan pada zaman ini berdasarkan terhadao ajaran-ajaran yang tercantum dalam isi kitab Weda Samhita, adalah menekankan terhadap pola hafalan terhadap ayat-ayat Weda dengan cara menyanyikan dan mendengarkan secara kelompok. Pada zaman dulu isi kita Weda tidak ditulis oleh manusia, tapi hanya di hafalkan dan di ajarkan melalui proses komunikasi kepada kaum muda. Jadi isinya akan tetap seperti semua namun bahasa yang digunakan sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
2) Zaman Brahmana (1000 SM-750 SM)
Sesuai dengan perkembangan zaan, kaum Indo Arya memasuki lembah Gangga dan Jamuna dengan melewati Punjab. Kaum Indo Arya berhasil untuk mengalahkan peradaban penduduk asli dan dapat menurunkan derajatnya menjadi kaum sudra. Selama periode ini terjadinya pertempuran yang terjadi di kalangan masyarakat Indo Arya sendri diantara kaum perwira (kesatria) dan ulama (Brahmana). Pada awalnya kaum kstaria terdapat pada kasta teratas namun pada masa sekarang kasta brahmana yang menjadi golongan tertinggi dan memiliki kekuasaan yang luas. Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah. Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kea rah logis dan rasional.
3) Zaman Upanisyad (750 SM-500 SM)
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan. Zaman ini juga menjadi ciri dalam memberikan reaksi terhadap kaum brahmana yang sudah menanamkan suatu system upacara agama yang sulit di pahami oelh akal. Dengan demikian, hal paling penting pada masa ini yaitu adanya perombakan untuk memperbaiki zaman sebelumnnya.
26 b. Agama Buddha
Proses masuk dan berkembangnya agama Buddha pada abad ke-6 SM.
Pendiri dari agama ini bernama Siddharta Gautama yang sering di kenal dengan sebutan Buddha, oleh karena itu, agama ini diberi nama dari nama panggilan pendirinya. Sedangkan agama Hindu lahir tanpa adanya wahyu dari mana pun, dibandingkan dengan agama Budha. Ketika agama Hindu sudah berkembang dengan sangat pesat, keserakahan kaum Brahmana semakin kuat, dikarenakan hanya kaum Brahmana yang dapat membaca serta melakukan upacara keagamaan. Dengan demikian, masyarakat merasa jenuh dengan apa yang dilakukan oleh kaum Brahama, sehingga banyak masyarakat mulai menentang agama Hindu.
Budha kemudian menyampaikan paham ajarannya di lokasi Taman Rusa di wilayah Kota Sarnath. Adapun empat paham Budha sebagai berikut, lahir, tumbuh dewasa, tua, sakit dan akhirnya mati adalah penderitaan, penderitaan manusia itu disebabkan oleh adanya hawa nafsu keinginan untuk mencari kesenangan sepuas-puasnya seperti jabatan, uang, kesenangan jasmani yang serba mewah, penderitaan akan hilang apabila hawa nafsu dipadamkan atau keselamatan dicapai dengan pemadaman segala nafsu dan cita-cita, yang keempat jalan untuk melenyapkan penderitaan itu ialah melalui delapan jalan.
c. Agama Jain (Jaina)
Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India. Agama ini pertama kali dibuat oleh seorang mahawira yang bernama Nataputta Vardhamana pada yang hidup pada tahun 559-527 SM.
Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu. Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
Dalam agama ini diakui ada 24 Thirtankara atau jiwa sempurna yang mana semuanya dipercaya telah menyebarkan ajaran agama ini ke seluruh dunia. Dan di antara kedua puluh empat Thirtankara tersebut, Vardhamana atau yang biasa dikenal sebagai Mahavira, Thirtankara kedua puluh empat, merupakan tokoh Jainisme yang sangat terkenal serta dihormati oleh para penganut agama Jain. Kepercayaan ini mulai diakui keberadaannya sekitar pada abad ke-6 dan ke-5 SM di Magadha, India Utara. Kala itu, Mahavira yang menyebarkan ajaran agamanya. Tak heran jika Mahavira juga mendapat julukan sebagai Nabi Jainisme. Diketahui, di antara kedua puluh
27 empat Tirthankara, Mahavira lah yang paling terakhir turun ke bumi sehingga ia yang menyempurnakan ajaran agama Jain.
Untuk sumber-sumber suci yang dipercaya oleh para penganut agama ini sendiri ialah bersumber dari pidato dan petuah Mahavira. Namun karena takut ajarannya akan hilang seiring berjalannya waktu, sekitar abad ke-4 SM (ada juga yang menyebut 130 M) para pemeluk kepercayaan ini melakukan pertemuan di Bandar Patli Putra untuk membahas dan mengumpulkan naskah-naskah suci ajaran Mahavira yang kemudian nantinya akan disatukan. Setelah naskah-naskah tersebut disatukan hingga menjadi sebuah kitab, mereka menamainya dengan Siddhanta. Kitab ini pun menjadi ajaran pokok dalam agama Jain. Bahasa yang digunakan dalam kitab ini ialah bahasa Ardha Majdi atau Prakit. Namun bahasa tersebut hanya digunakan pada abad-abad sebelum masehi, sebelum akhirnya diubah menjadi bahasa Sanskerta.
28 Latihan 3
1. Perkembangan agama Hindu di India terbagi menjadi tiga periode. Sebutkan dan jelaskan ketiga periode tersebut.
2. Selain agama Hindu, agama Buddha juga masuk ke India sekitar abad ke 6 SM.
Jelaskan proses masuknya agama Buddha ke India.
3. Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India. Jelaskan yang dimaksud sistem kepercayaan Jain.
29 Jawaban 3
1. Tiga periode perkembangan agama Hindu, yakni a. Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam tinjauan para ahli sejarah sepakat jika pendatang yang di wilayah India merupakan bangsa Indo-Eropa yang mengakui bahwa mereka sebagai bangsa Arya. Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian-pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda.
Dalam kitab Reg Weda, dijelaskan bahwa sistem kepercayaan Bangsa Arya umumnya percaya alam lain, dimana para dewa berada di samping roh jahat.
Contohnya seperti dewa api yaitu Agni, dewa angin yakni Bayu, dan dewa matahari yakni surya. Dewa tersebut di anggap sebagai makhluk yang lebih tinggi dibandingkan mansa, dan manusia memiliki kewajiban untuk menyembah dan memberikan sesaji untuk dewa tersebut. Oleh karena itu, system kepercayaan bangsa Arya di kenal dengan sebutan Poleteisme. Dalam kehidupan beragama dalam tinjauan pada zaman ini berdasarkan terhadao ajaran-ajaran yang tercantum dalam isi kitab Weda Samhita, adalah menekankan terhadap pola hafalan terhadap ayat-ayat Weda dengan cara menyanyikan dan mendengarkan secara kelompok. Pada zaman dulu isi kita Weda tidak ditulis oleh manusia, tapi hanya di hafalkan dan di ajarkan melalui proses komunikasi kepada kaum muda. Jadi isinya akan tetap seperti semua namun bahasa yang digunakan sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
b. Zaman Brahmana (1000 SM-750 SM)
Sesuai dengan perkembangan zaan, kaum Indo Arya memasuki lembah Gangga dan Jamuna dengan melewati Punjab. Kaum Indo Arya berhasil untuk mengalahkan peradaban penduduk asli dan dapat menurunkan derajatnya menjadi kaum sudra. Selama periode ini terjadinya pertempuran yang terjadi di kalangan masyarakat Indo Arya sendri diantara kaum perwira (kesatria) dan ulama (Brahmana). Pada awalnya kaum kstaria terdapat pada kasta teratas namun pada masa sekarang kasta brahmana yang menjadi golongan tertinggi dan memiliki kekuasaan yang luas. Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah. Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kearah logis dan rasional.
c. Zaman Upanisad (750 SM-500 SM)
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang
30 sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan. Zaman ini juga menjadi ciri dalam memberikan reaksi terhadap kaum brahmana yang sudah menanamkan suatu system upacara agama yang sulit di pahami oelh akal. Dengan demikian, hal paling penting pada masa ini yaitu adanya perombakan untuk memperbaiki zaman sebelumnnya.
2. Proses masuk dan berkembangnya agama Buddha pada abad ke-6 SM. Pendiri dari agama ini bernama Siddharta Gautama yang sering di kenal dengan sebutan Buddha, oleh karena itu, agama ini diberi nama dari nama panggilan pendirinya.
Sedangkan agama Hindu lahir tanpa adanya wahyu dari mana pun, dibandingkan dengan agama Budha. Ketika agama Hindu sudah berkembang dengan sangat pesat, keserakahan kaum Brahmana semakin kuat, dikarenakan hanya kaum Brahmana yang dapat membaca serta melakukan upacara keagamaan. Dengan demikian, masyarakat merasa jenuh dengan apa yang dilakukan oleh kaum Brahama, sehingga banyak masyarakat mulai menentang agama Hindu.
3. Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu.
Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
Dalam agama ini diakui ada 24 Thirtankara atau jiwa sempurna yang mana semuanya dipercaya telah menyebarkan ajaran agama ini ke seluruh dunia. Dan di antara kedua puluh empat Thirtankara tersebut, Vardhamana atau yang biasa dikenal sebagai Mahavira, Thirtankara kedua puluh empat, merupakan tokoh Jainisme yang sangat terkenal serta dihormati oleh para penganut agama Jain.
Kepercayaan ini mulai diakui keberadaannya sekitar pada abad ke-6 dan ke-5 SM di Magadha, India Utara. Kala itu, Mahavira yang menyebarkan ajaran agamanya.
Tak heran jika Mahavira juga mendapat julukan sebagai Nabi Jainisme. Diketahui, di antara kedua puluh empat Tirthankara, Mahavira lah yang paling terakhir turun ke bumi sehingga ia yang menyempurnakan ajaran agama Jain.
31 Rangkuman 3
1. Tiga agama di Asia Selatan, yaitu:
a. Hindu b. Buddha c. Jain
2. Perkembangan agama Hindu di kawasan India terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
a. Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian-pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda.
b. Zaman Brahmana
Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah.
Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kearah logis dan rasional.Zaman Upanisyad (750 SM-500 SM)
c. Zaman Upanisyad
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan 3. Terdapat empat ajaran Budha yaitu sebagai berikut, lahir, tumbuh dewasa, tua, sakit
dan akhirnya mati adalah penderitaan, penderitaan manusia itu disebabkan oleh adanya hawa nafsu keinginan untuk mencari kesenangan sepuas-puasnya seperti jabatan, uang, kesenangan jasmani yang serba mewah, penderitaan akan hilang apabila hawa nafsu dipadamkan atau keselamatan dicapai dengan pemadaman segala nafsu dan cita-cita, yang keempat jalan untuk melenyapkan penderitaan itu ialah melalui delapan jalan.
4. Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India.
Agama ini pertama kali dibuat oleh seorang mahawira yang bernama Nataputta Vardhamana pada yang hidup pada tahun 559-527 SM. Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu. Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
32
2. Zaman dimana ajaran-ajaran Hindu telah berpengaruh pada ajaran filsafat, yaitu…
a) Zaman Brahmana
4. Tokoh agama yang disebut juga Nabi Jainisme adalah…
a) Chandragupta b) Vardhamana c) Jarasanda d) Kushan e) Tirthankara
5. Ajaran agama Buddha disebarkan di Taman Rusa yang terletak di kota…
a) Sarnath b) New Delhi c) Mumbai d) Kolkata e) Chennai
33 Jawaban Tes Formatif 3
1. C 2. E 3. A 4. B 5. A
Periksalah jawaban anda dengan kunci soal jawaban Tes Formatif 3 yang ada di bagian modul ini. Kemudian, hitunglah jawaban yang benar melalui rumus dibawah ini untuk dapat mengetahui penguasaan anda terhadap materi modul 3.
Arti tingkat penguasaan : 90-100% = baik sekali 80-89% = baik
70-79% = cukup <70% = kurang
Jika tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda dapat melanjutkan dengan kegiatan belajar 4. Namun, jika anda masih di bawah 80% , maka adan harus mengulang materi kegiatan belajar 3, terutama bagian yang belum di pahami.
Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah Soal
X 100%
34