Modul Pembelajaran Sejarah Asia Selatan
Penyusun :
Silvy Mei Pradita, M.Pd. (0303058702)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
2021
2 Ucapan Terima Kasih
Dalam kesempatan ini, penyusun menyampaikan ucapan terima kasih terhadap semua pihak yang sudah membantu dalam penyusunan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam proses penyusunan modul ini sampai selesai. Dengan begitu, perkenankanlah penyusun untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.
2. Prof. Dr. Abd. Rahman A. Ghani, SH, M.Pd. selaku Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
3. Dr. Zamah Sari, M.Ag. selaku Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr.
Hamka
4. Dr. Tri Wintolo Apoko, M.Pd. selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
5. Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
6. Andi, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang telah memberikan dukungan kepada penulis.
7. Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah memberikan dukungan kepada penulis.
8. Orang tua, suami dan anak-anak tercinta yang telah memberikan cinta dan kasih sayang, semangat, serta motivasi kepada penulis.
3 Daftar Isi
Daftar Isi 3
Daftar Gambar 6
Deskripsi Mata Kuliah 7
Modul 1: Geografi Kawasan Asia Selatan 8
Materi 1 8
Latihan 1 11
Jawaban 1 12
Rangkuman 1 13
Tes Formatif 1 14
Modul 2: Perkembangan Asia Selatan pada masa sebelum mengenal
tulisan 16
Materi 2 16
Latihan 2 19
Jawaban 2 20
Rangkuman 2 21
Tes Formatif 2 22
Modul 3: Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu Buddha
di Asia Selatan 24
Materi 3 24
Latihan 3 28
Jawaban 3 29
Rangkuman 3 31
Tes Formatif 3 32
Modul 4: Perkembangan Kebudayaan dan Kerajaan-Kerajaan Hindu
Buddha di Asia Selatan 34
Materi 4 34
Latihan 4 37
Jawaban 4 38
Rangkuman 4 39
Tes Formatif 4 40
Modul 5: Proses Islamisasi Anak Benua India 42
Materi 5 42
Latihan 5 45
Jawaban 5 46
Rangkuman 5 47
Tes Formatif 5 48
4 Modul 6: Perkembangan Kerajaan dan Kebudayaan Islam di Asia
Selatan 50
Materi 6 50
Latihan 6 53
Jawaban 6 54
Rangkuman 6 55
Tes Formatif 6 57
Modul 7: Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Barat di Asia Selatan
dan dampak yang ditimbulkannya 59
Materi 7 59
Latihan 7 64
Jawaban 7 65
Rangkuman 7 67
Tes Formatif 7 68
Modul 8: Pergerakan Nasional Bangsa-Bangsa Asia Selatan Sampai
Memperoleh Kemerdekaan 70
Materi 8 70
Latihan 8 72
Jawaban 8 73
Rangkuman 8 74
Tes Formatif 8 75
Modul 9: Tokoh-Tokoh Penting Dalam Kemerdekaan India 77
Materi 9 77
Latihan 9 83
Jawaban 9 84
Rangkuman 9 86
Tes Formatif 9 87
Modul 10: Perkembangan Asia Selatan Pasca Kemerdekaan 89
Materi 10 89
Latihan 10 94
Jawaban 10 95
Rangkuman 10 97
Tes Formatif 10 98
Modul 11: Peran Muhammad Iqbal (1877-1938) Dalam Perjuangan
Kemerdekaan Pakistan 100
Materi 11 100
Latihan 11 103
Jawaban 11 104
Rangkuman 11 105
Tes Formatif 11 106
5 Modul 12: Lahirnya Negara Bangladesh (1971) 108
Materi 12 108
Latihan 12 113
Jawaban 12 114
Rangkuman 12 116
Tes Formatif 12 117
Modul 13: Akar Konflik India dan Pakistan Soal Kashmir 119
Materi 13 119
Latihan 13 123
Jawaban 13 124
Rangkuman 13 126
Tes Formatif 13 127
Modul 14: Hubungan Strategis Negara-Negara Asia Selatan Dengan
Indonesia 129
Materi 14 129
Latihan 14 133
Jawaban 14 134
Rangkuman 14 136
Tes Formatif 14 137
Glosarium 139
Daftar Pustaka 140
6 Daftar Gambar
Gambar 1.1 Peta Asia Selatan 16
7 Deskripsi Mata Kuliah
Dalam mata kuliah menjelaskan tentang proses terbentuknya wilayah Asia Selatan dalam kehidupan bermasyarkat, proses terbentuknya agama Hindu / Budha, Perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, pola penetrasi Imprealis Barat hingga Perang Dunia II, proses kemerdekaan Negara di wilayah Asia Selatan, Historiografi Asia Selatan kerjasama Indonesia dengan Asia Selatan, dan pertistiwa actual pada masa kini.
Peta Kompetensi
8
Modul 1: Geografi Kawasan Asia Selatan
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran
-
Kuliah interaktif-
Diskusi 150 menit Mendeskripsikan geografi kawasan Asia SelatanMateri 1
I. Sebutan Bagi India
Istilah kata “India” berasal dari bahasa Yunani, dari suku kata Indoi, yang memiliki makna yaitu bangsa yang menduduki daerah atau lembah aliran sungai Indus (atau Shindhu). Namun, masyarakat India untuk menyebut Negara nya dengan istilah, dibawah ini :
1. Hindustan, yaitu negeri Sungai Sindhu atau Indus.
2. Sindh, maknanya lembah aliran Sungai Sindhu atau Indus.
3. Bharatawarta, yaitu daerah kedudukan keturunan Bharata.
4. Aryawarta, maknanya negeri orang-orang Arya.
5. Jambhudwipa, artinya pola pulau yang berbentuk seperti buah jambu.
6. Subcontinent, maknanya anak benua Asia.
II. Pembagian Wilayah India
Secara geografis, wilayah anak Benua India dapat dibagi menjadi empat wilayah sebagai berikut :
1. Wilayah Pegunungan
Dalam wilayah pegunungan secara tinjauan geografis yaitu menunjukan Pegunungan Himalaya yang terbentang di sebelah utara. Pegunungan ini adalah pegunungan terbesar di dunia. Pegunungan ini membentang sejauh lebih dari 2.400 km, dengan puncaknya Gunung Everest (tinggi 8.488 m), gunung tertinggi di dunia. Wilayah ini dipenuhi dengan hutan lebat dan rawa-rawa. Iklimnya bervariasi dari panas sampai dingin sekali. Hujan salju biasa turun pada ketinggian di atas 1.500 m. Di wilayah ini berhulu sungai- sungai besar di anak Benua, yaitu Indus, Gangga, dan Brahmaputra.
Wilayah pegunungan Himalaya ini dalam literatur klasik (Kitab Purana) sering disebut Parwatasrayin.
2. Wilayah India sebelah utara
Di wilayah ini mengalir sungai-sungai besar yang terpusat pada tiga lembah:
9 a. Lembah Sungai Indus
Adalah lembah yang subur, penghasil gandum, padi, jagung, aneka buah-buahan dan sayuran. Sungai Indus mengalir lebih dari 3.000 km.
Di lembah ini pula terdapat dua pusat kebudayaan kuno India, Mohenjo Daro dan Harappa. Di dekat Kota Mithankot, Sungai Indus bertemu dengan lima anak sungainya, yaitu Sungai Jhelum, Sungai Chenab, Sungai Ravi, Beas dan Sungai Sultej.
b. Lembah Sungai Gangga
Sungai ini dijuluki sungai induk (Gangga Mai), merupakan sungai suci bagi berjuta-juta umat Hindu. Airnya diyakini dapat membersihkan jiwa dari segala dosa dan dapat menyembuhkan tubuh dari segala penyakit.
Lembah Sungai Gangga selain subur, juga merupakan pusat agama Hindu, Buddha dan Jainisme. Kota suci agama Hindu seperti Benares dan Allahabad, terletak di dekat Sungai Gangga. Panjang sungai ini sekitar 2.575 km.
c. Lembah Sungai Brahmaputra
Dalam lembah Sungai Brahmaputra dan Sungai Gangga di wilayah Bangladesh di tinjau dalam geografis membentuk sebuah delta rawa yang memiliki letak yang sangat luas. Di wilayah Bangladesh letak Delta tersebut sangat subur dan menjadi salah satu asset padi bagi masyarakat. Namun karena letak delta itu rendah, maka sering terlanda banjir bandang dan juga tiupan angin topan dari Teluk Bengala.
3. Dataran Tinggi Deccan
Letak wilayah ini berada di tengah-tengah India (Penggunungan Windhya) Kearah wilayah Selatan menuju pantai dan terhalang oleh siste pengunungan yang terdapat di wilayah barat dan timur (Pengunungan Ghat Barat dan Ghat Timur). Wilayah ini selain bergunung-gunung, dipenuhi jurang-jurang, juga berhutan lebat.
4. Wilayah sempit antara Pegunungan Ghat Barat dan Ghat Timur hingga menuju pantai
Lokasi wilayah ini sangat subur karena mendaapatkan surah hujan yang sangat cukup tinggi dalam tiap periode tahunya. Lokasi ini sering di kenal dengan wilayah Tamil.
III. Masyarakat anak benua India
Berdasarkan survey, jumlah masyarakat Negara India yaitu 1.210.193.422 jiwa (Maret 2011); Pakistan (April, 2012) sejumlah 179.236.000 jiwa;
Bangladesh (2012) berjumlah 161. 083.804 jiwa. Belum lagi ditambah penduduk
10 Sri Lanka yang berjumlah sekitar 20.653.000 jiwa (Juni 2011); Nepal sekitar 26.620.809 jiwa (Juni 2011); Bhutan sekitar 708.427 jiwa (2011) dan;
Maladewa sekitar 328.536 jiwa.
Masyarakat pada wilayah anak benua India memiliki keberagaman bangsa dan warna kulit sebagai proses akibat pola dalam perkembangan sejarah, dimana India dalam skala waktu pada masa itu menjadi sasaran bangsa asing terutama sejak abad sebelum masehi melalui Khybar Pass. Bangsa-bangsa asing ialah Arya, Yunani, Scythia, Parthia, Bactria, Ionia, Hun, Arab; Persia, Turki dan Mongol. Menurut Smith, seorang sarjana Jerman, penduduk anak Benua India dapat dibagi dalam empat golongan, yaitu :
1. Bangsa India yang terdapat di sebelah utara. Mereka adalah mayoritas orang-orang Hindu kasta atas. Ciri-ciri fisik yang menonjol ialah: warna kulit masyarakat yaitu putih, memiliki hidung mancung, dan memiliki variansi tubuh yang bervariasi. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Sansekerta, yang termasuk rumpun bahasa Arya (Indo-Eropa).
2. Bangsa India yang terdapat di sebelah selatan. Ciri-ciri fisik yang nampak ialah pola tubuh masyarakat yang lebih mendominasi ukuran kecil dan pendek, memiliki jenis warna kulit yang relative hitam dan sering menggunakan bahasa Tamil, Telugu, Kanares, dan Malayalam, yang termasuk rumpun bahasa Dravida.
3. Bangsa India yang hidup di pegunungan atau hutan di wilayah India bagian tengah. Ciri-ciri fisik yang menonjol adalah kulit hitam, hidung pesek dan tubuh pendek. Sering disebut anasah (tidak berhidung). Bahasa yang digunakan termasuk rumpun “Austric” sebagaimana dipakai di Indochina.
Mereka misalnya ialah orang-orang Kol, Bhil, dan Munda.
4. Bangsa India yang bertipe Mongol. Ciri-ciri fisiknya kulit kuning atau agak coklat, hidung cukup mancung, mempunyai cheekbones (pipi halus).
Mereka berdiam di Assam, Nepal, Punjab, dan Kashmir. Salah satu contoh adalah suku bangsa Gurkha yang menetap di Nepal.
IV. Bahasa
Kawasan anak benua India punya perbendaharaan pengunaan bahasa lebih relative banyak sekitar 250 bahasa dan 550 logat. Wilayah Negara India memiliki 13 bahasa yang sudah terdaftar dan di akui yaitu bahasa Hindi, Bahasa Gujarati, Bahasa Bengali, Bahasa Marathi, Bahasa Assami, Bahasa Oriya, Bahasa Sindhi, Bahasa Punjabi, Bahasa Urdu, Bahasa Tamil, Bahasa Kannada, dan Bahasa Malayalam.
11 Latihan 1
1. India selain dikatakan jambhudwipa sering disebut juga Sindh. Mengapa demikian?
Berikan alasannya.
2. Jelaskan batas-batas wilayah India wilayah pegunungan di utara.
3. Jelaskan penduduk anak Benua India yang dapat dibagi dalam empat golongan menurut Smith.
12 Jawaban 1
1. Kawasan India disebut Sindh karena di wilayah ini mengalir sungai-sungai besar yang terpusat pada tiga lembah, salah satunya adalah lembah Sungai Indus.
2. Wilayah pegunungan yang menjadi batas wilayah India yaitu Pegunungan Himalaya yang terbentang di sebelah utara. Pegunungan ini adalah pegunungan terbesar di dunia. Pegunungan ini membentang sejauh lebih dari 2.400 km, dengan puncaknya Gunung Everest (tinggi 8.488 m), gunung tertinggi di dunia.
gunung tertinggi di dunia. Wilayah ini dipenuhi dengan hutan lebat dan rawa-rawa.
Iklimnya bervariasi dari panas sampai dingin sekali. Hujan salju biasa turun pada ketinggian di atas 1.500 m. Di wilayah ini berhulu sungai-sungai besar di anak Benua, yaitu Indus, Gangga, dan Brahmaputra. Wilayah pegunungan Himalaya ini dalam literatur klasik (Kitab Purana) sering disebut Parwatasrayin.
3. Penduduk anak Benua India dapat dibagi dalam empat golongan, yaitu :
a. Bangsa India yang terdapat di sebelah utara. Mereka adalah mayoritas orang- orang Hindu kasta atas. Ciri-ciri fisik yang menonjol ialah: : warna kulit masyarakat yaitu putih, memiliki hidung mancung, dan memiliki variansi tubuh yang bervariasi. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Sansekerta, yang termasuk rumpun bahasa Arya (Indo-Eropa).
b. Bangsa India yan terdapat di sebelah selatan. Ciri-ciri fisik yang nampak ialah pola tubuh masyarakat yang lebih mendominasi ukuran kecil dan pendek, memiliki jenis warna kulit yang relative hitam dan sering menggunakan bahasa Tamil, Telugu, Kanares, dan Malayalam, yang termasuk rumpun bahasa Dravida.
c. Bangsa India yang hidup di pegunungan atau hutan di wilayah India bagian tengah. Ciri-ciri fisik yang menonjol adalah kulit hitam, hidung pesek dan tubuh pendek. Sering disebut anasah (tidak berhidung). Bahasa yang digunakan termasuk rumpun “Austric” sebagaimana dipakai di Indochina.
Mereka misalnya ialah orang-orang Kol, Bhil, dan Munda.
d. Bangsa India yang bertipe Mongol. Ciri-ciri fisiknya kulit kuning atau agak coklat, hidung cukup mancung, mempunyai cheekbones (pipi halus). Mereka berdiam di Assam, Nepal, Punjab, dan Kashmir. Salah satu contoh adalah suku bangsa Gurkha yang menetap di Nepal.
13 Rangkuman 1
1. Sebutan lain untuk India adalah sebagai berikut.
a. Hindustan, yaitu negeri Sungai Sindhu atau Indus.
b. Sindh, maknanya lembah aliran Sungai Sindhu atau Indus.
c. Bharatawarta, yaitu daerah kedudukan keturunan Bharata.
d. Aryawarta, maknanya negeri orang-orang Arya.
e. Jambhudwipa, artinya pola pulau yang berbentuk seperti buah jambu.
f. Subcontinent, maknanya anak benua Asia.
2. Secara geografis, wilayah anak Benua India dapat dibagi menjadi empat wilayah sebagai berikut :
a. Wilayah Pegunungan
Adalah terletak di wilayah Pengunungan Himalaya yang terbentang di wilayah Utara, dan merupakan pengunungan terbesar di dunia. Wilayah pengunungan ini terletak sejauh lebih dari 2.400 km, dengan puncaknya Gunung Everest (yang memiliki tinggi 8.488 m), yaitu gunung tertinggi di dunia.
b. Wilayah India sebelah utara
Di wilayah ini mengalir sungai-sungai besar yang terpusat pada tiga lembah, yaitu lembah Sungai Indus, lembah Sungai Gangga dan lembah Sungai Brahmaputra.
c. Dataran Tinggi Deccan
Letak wilayah ini berada di tengah-tengah India (Penggunungan Windhya) Kearah wilayah Selatan menuju pantai dan terhalang oleh siste pengunungan yang terdapat di wilayah barat dan timur (Pengunungan Ghat Barat dan Ghat Timur).
Wilayah ini selain bergunung-gunung, dipenuhi jurang-jurang, juga berhutan lebat.
d. Wilayah sempit antara Pegunungan Ghat Barat dan Ghat Timur hingga menuju pantai
Lokasi wilayah ini sangat subur karena mendaapatkan surah hujan yang sangat cukup tinggi dalam tiap periode tahunya. Lokasi ini sering di kenal dengan wilayah Tamil.
3. Masyarakat pada wilayah anak benua India memiliki keberagaman bangsa dan warna kulit sebagai proses akibat pola dalam perkembangan sejarah, dimana India dalam skala waktu pada masa itu menjadi sasaran bangsa asing terutama sejak abad sebelum masehi melalui Khybar Pass. Bangsa-bangsa asing ialah Arya, Yunani, Scythia, Parthia, Bactria, Ionia, Hun, Arab; Persia, Turki dan Mongol.
4. Wilayah Negara India memiliki 13 bahasa yang sudah terdaftar dan di akui yaitu bahasa Hindi, Bahasa Gujarati, Bahasa Bengali, Bahasa Marathi, Bahasa Assami, Bahasa Oriya, Bahasa Sindhi, Bahasa Punjabi, Bahasa Urdu, Bahasa Tamil, Bahasa Kannada, dan Bahasa Malayalam.
14 Te s Formatif 1
1. Salah satu sebutan lain bagi benua India adalah Aryaputra yang berarti negeri orang-orang Arya, maksudnya adalah…
a) Masyarakat mengidolakan bangsa Arya
b) Bangsa Arya berhasil mengalahkan bangsa Dravida
c) Bangsa Arya merupakan salah satu bangsa yang menetap di India dan masuk melalui celah Khyber Pass
d) Nenek moyang bangsa India berasal dari Bangsa Arya e) Bangsa Arya adalah bangsa minoritas di India
2. Di wilayah kota Mithankont, letak sungai Indus terdapat lima anak sungainya.
Dibawah ini adalah nama lima anak sungai dari Sungai Indus, kecuali… a) Jhelum
b) Brahmaputra c) Chenab d) Ravi e) Beas
3. Bangsa India yang memiliki ciri-ciri mempunyai cheekbones (pipi halus), yaitu…
a) Bangsa India yang berada di wilayah utara b) Bangsa India yang berada di wilayah selatan
c) Bangsa India yang berada di wilayah pegunungan India tengah d) Bangsa India yang bertipe Mongol
e) Bangsa India yang bertipe Arab
4. Air dari salah satu sungai di India dipercayai untuk membersihkan pola jiwa dari berbagai dosa dan bisa menyembuhkan bdan dari penyakit merupakan air dari sungai…
a) Gangga b) Indus
c) Brahmaputra d) Sutej
e) Jhelum
5. Berikut ini adalah bahasa yang diakui di India, kecuali…
a) Hindi b) Urdu c) Tamil d) Parthia e) Telugu
15 Jawaban Tes Formatif 1
1. C 2. B 3. D 4. A 5. D
Periksalah jawaban anda dengan kunci soal jawaban Tes Formatif 1 yang ada di bagian modul ini. Kemudian, hitunglah jawaban yang benar melalui rumus dibawah ini untuk dapat mengetahui penguasaan anda terhadap materi modul 1.
Arti tingkat penguasaan : 90-100% = baik sekali 80-89% = baik
70-79% = cukup <70% = kurang
Jika tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda dapat melanjutkan dengan kegiatan belajar 2. Namun, jika anda masih di bawah 80% , maka adan harus mengulang materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum di pahami.
Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah Soal
X 100%
16
Modul 2: Perkembangan Asia Selatan Pada Masa Sebelum Mengenal Tulisan
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran
-
Kuliah interaktif-
Diskusi 150 menit Mendeskripsikan terbetuknyasejarah Asia Selatan pada masa sebelum mengenal tulisan
Materi 2
I. Bangsa-Bangsa yang Mendiami Asia Selatan
Menurut kurikulum pendidikan sejarah di Indonesia, yang dimaksud Asia Selatan merupakan wilayah yang di kenal dengan istilah anak benua (subcontinent) dari wilayah benua Asia. Kawasan ini hanya meliputi tiga negara, yakni: Negara India, Negara Pakistan, dan Negara Bangladesh. Tiga negara ini ditambah dengan Srilanka adalah wilayah tunggal, jika ditinjau dari letak geografis terlebih lagi secara kultural yang dahulu dikenal sebagai “Anak Benua India”. India disebut sebagai subcontinent karena wilayahnya yang cukup luas.
Negara India saat ini luasnya mencapai 3.287,590 km2, ditambah dengan Pakistan yang luasnya 803.940 km2 dan Bangladesh yang luasnya 143.998 km2, maka luas kawasan Benua India adalah 4.235,520 km3.
Gambar 1.1 Peta Asia Selatan
Wilayah India dikenal dengan Negara terluas di wilayah Asia Selatan. Kata India berasal dari suku kata bahasa Yunani, dari suku kata Indoi yang memiliki makna : bangsa yang berlokasikan di daerah lembah air Sungai Indus (atau
17 Shindu). India juga menjadi salah satu dari pusat peradaban dunia di masa lampau, kebudayaan yang terkenal adalah kebudayaan Sungai Indus. Dalam perkembangannya, kebudayaan Sungai Indus di bangun oleh beberapa bangsa yaitu :
1. Bangsa Dravida
Pada masa itu, peradaban pertama kali di bangun oleh bangsa Dravida untuk membangun peradaban Mohenjodaro serta peradaban Harappa.
Bangsa Dravida memiliki ciri fisik lebih mengarah ke ras Australoid dengan memiliki ciri fisik yaitu bentuk bibir yang tebal, warna kulit yang gelap, memiliki bentuk hidung yang pesek, memiliki badan yang tegap serta memiliki struktur rambut yang ikal. Pola hidup mereka menetap dan sudah hidup di daerah lembah Indus yang memiliki ciri struktur tanha yang subur yang sangat cocok untuk bercocok tanam. Wilayah lembah Indus memiliki perkembangan yang relative ramai dengan jumlah penduduk perkiraan terdapat 30 sampai dengan sekitar 40 ribu orang. Pola penduduk pada masa itu terbagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah administrative dan wilayah kota. Kedua wilayah ini juga dibatasi sebuah pagar tinggi dan memiiki ukuran yang sangat besar yang dilengkapi oleh berbagai menara dan system dalam saluran bawah.
2. Bangsa Arya
Bangsa Arya dalam bahasa Persia dan India memiliki arti sebagai bangsawan ataupun tuan. Pada awalnya datang ke wilayah India secara bertahap yang berlangsung selama berabad-abad, bahkan dikatakan bahwa bangsa Arya merupakan bangsa yang gemar berpetulangan atau dapat dikatakan bangsa Arya memiliki kehidupan secara nomaden.
Bangsa Arya adalah bangsa yang melakukan kegiatan beternak melalui pola kehidupan mengembara. Kemudian, Bangsa Arya lebih maju dibandingkan bangsa Dravida yang terdapat di sekitaran lembah sungai indus dan dapat menguasai daerah yang sangat subur dan bangsa Arya menetap di wilayah tersebut. Kebudayaan pada masa itu, dikenal dengan kebudayaan Hindu yang merupakan perpaduan kebudayaan bangsa Arya dan bangsa Dravida.
II. Hasil kebudayaan lembah Sungai Indus (Harappa dan Mahenjodaro) Kebudayaan sungai Indus merupakan kebudayaan yang terdapat pada masa India Kuno atau dibeberapa sumber sering disebut masa purba India.
Mohenjodaro dan Harrapa merupakan dua tempat yang tak mungkin kita abaikan ketika ingin membahas tentang hasil kebudayaan masyarakat
18 disepanjang aliran sungai Indus. Dua kota tersebut merupakan tempat ditemukannya berbagai macam bukti tentang kebudayaan yang pernah ada.
Penduduk Mohenjodaro dan Harappa sangat memanfaatkan sumber daya yang terdapat di sekitaran wilayah Sungai Indus dengan pola pemanfaatan yang sangat baik. Pemanfaatan sumber daya oleh penduduk tersebut yaitu dalam bidang pertanian. Penduduk juga bisa membuat system saluran perairan dari kota menuju sungai dengan baik, sehingg ketika wilayah tersebut sedang musim hujan dengan system saluran yang baik sehingga tidak terjadi bencana banjir. Pola penduduk Mohenjodaro dan Harappa juga sangat cukup maju, karena penduduk sangat memanfaatkan tanah sebagai bahan utama untuk mendirikan bangunan mereka.
Penduduk di sekitaran lembah sungai Indus susah memahami terkait ilmu pengetahuan serta teknologi. Kemampuaan tersebut dapat di tinjau dari peninggalan budaya yang ditemuka di sekitaran lokasi mereka, peninggalan tersebut seperti materai yang terbuat dari bahan utama tanah lihat yang banyak sekali memuat tulisan pendek dalam segi bentuk huruf piktograf yang memilliki makna yaitu tulisan yang berbentuk seperti gambar. Peninggalan lainnya hasil kebudayaan Sungai Indus adalah arca atau patung. Hal ini berkaitan dengan pola dalam system kepercayaan penduduk lembah sungai Indus. Penduduk sangat memuja terkait hasil yang sudah di dapatkan. Hal ini ditinjau karena adanya bukti peninggalan patung yang dikenal dengan sebutan “Dewi Ibu” yang terbuat dari bahan utama tanah liat, patung tersebut di yakini penduduk sebagai perwujudan dari dewi kesuburan.
19 Latihan 2
1. Kawasan Asia Selatan disebut anak benua (subcontinent) dari Benua Asia, mengapa demikian? Berikan alasannya.
2. Dalam peradaban Lembah Sungai Indus terdapat dua bangsa yang menempati wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut mengalami kemajuan, karena penduduk di wilayah tersebut di mendiami oleh bangsa Dravida dan bangsa Arya.
Jelaskan tentang kedua bangsa tersebut!
3. Bagaimana kehidupan rakyat pada peradaban Mohenjodaro dan Harappa? Apa saja peninggalan-peninggalan peradaban tersebut?
20 Jawaban 2
1. Kawasan Asia Selatan disebut anak benua (subcontinent) karena wilayahnya yang cukup luas. Negara India saat ini luasnya mencapai 3.287,590 km2, ditambah dengan Pakistan yang luasnya 803.940 km2 dan Bangladesh yang luasnya 143.998 km2, maka luas kawasan Benua India adalah 4.235,520 km3.
2. Dua bangsa yang mendiami wilayah Asia Selatan, yaitu:
a. Bangsa Dravida memiliki ciri fisik lebih mengarah ke ras Australoid dengan memiliki ciri fisik yaitu bentuk bibir yang tebal, warna kulit yang gelap, memiliki bentuk hidung yang pesek, memiliki badan yang tegap serta memiliki struktur rambut yang ikal. Mereka sudah menetap dan tinggal di lembah indus dengan bercocok tanam sesuai keadaan alam sekitar lembah yang subur dan dialiri sungai.
b. Bangsa Arya dalam bahasa Persia dan India memiliki arti sebagai bangsawan ataupun tuan. Pada awalnya datang ke wilayah India secara bertahap yang berlangsung selama berabad-abad, bahkan dikatakan bahwa bangsa Arya merupakan bangsa yang gemar berpetulangan atau dapat dikatakan bangsa Arya memiliki kehidupan secara nomaden yang kemudian perlahan menyebar ke wilayah India serta membentuk sebuah budaya baru yang dibawa dari tempat asalnya.
c. Penduduk Mohenjodaro dan Harappa sangat memanfaatkan sumber daya yang terdapat di sekitaran wilayah Sungai Indus dengan pola pemanfaatan yang sangat baik. Pemanfaatan sumber daya oleh penduduk tersebut yaitu dalam bidang pertanian. Penduduk juga bisa membuat system saluran perairan dari kota menuju sungai dengan baik, sehingg ketika wilayah tersebut sedang musim hujan dengan system saluran yang baik sehingga tidak terjadi bencana banjir. Pola penduduk Mohenjodaro dan Harappa juga sangat cukup maju, karena penduduk sangat memanfaatkan tanah sebagai bahan utama untuk mendirikan bangunan mereka. Penduduk di sekitaran lembah sungai Indus susah memahami terkait ilmu pengetahuan serta teknologi. Kemampuaan tersebut dapat di tinjau dari peninggalan budaya yang ditemuka di sekitaran lokasi mereka, peninggalan tersebut seperti materai yang terbuat dari bahan utama tanah lihat yang banyak sekali memuat tulisan pendek dalam segi bentuk huruf piktograf yang memilliki makna yaitu tulisan yang berbentuk seperti gambar. Peninggalan lainnya hasil kebudayaan Sungai Indus adalah arca atau patung. Hal ini berkaitan dengan pola dalam system kepercayaan penduduk lembah sungai Indus. Penduduk sangat memuja terkait hasil yang sudah di dapatkan. Hal ini ditinjau karena adanya bukti peninggalan patung yang dikenal dengan sebutan “Dewi Ibu” yang terbuat dari bahan utama tanah liat, patung tersebut di yakini penduduk sebagai perwujudan dari dewi kesuburan.
21 Rangkuman 2
1. Kawasan Asia Selatan meliputi tiga negara, yakni: India, Pakistan, dan Bangladesh.
2. Kata India berasal dari suku kata bahasa Yunani, dari suku kata Indoi yang memiliki makna : bangsa yang berlokasikan di daerah lembah air Sungai Indus (atau Shindu).
3. Dalam perkembangannya, kebudayaan Sungai Indus di bangun oleh beberapa bangsa yaitu :
a. Bangsa Dravida
Bangsa Dravida memiliki ciri fisik lebih mengarah ke ras Australoid dengan memiliki ciri fisik yaitu bentuk bibir yang tebal, warna kulit yang gelap, memiliki bentuk hidung yang pesek, memiliki badan yang tegap serta memiliki struktur rambut yang ikal. Mereka sudah menetap dan tinggal di lembah indus dengan bercocok tanam sesuai keadaan alam sekitar lembah yang subur dan dialiri sungaiBangsa Arya
b. Bangsa Arya dalam bahasa Persia dan India memiliki arti sebagai bangsawan ataupun tuan. Bangsa Arya adalah bangsa yang melakukan kegiatan beternak dengan kehidupan yang terus mengembara.
4. Percampuran budaya yang terdapat oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida menghasilkan kebudayaan yang dikenal dengan kebudayaan Hindu.
5. Mahenjodaro dan Harappa adalah dua kota tempat ditemukannya berbagai macam bukti tentang kebudayaan yang pernah ada.
6. Peninggalan kebudayaan Mahenjodaro dan Harappa:
a. Pembuatan material pada masa itu terbuat dari tanah lihat yang memuat tulisan pendek dalam huruf piktograf yaitu tulisan yang memiliki bentuk seperti gambar.
d. Arca atau patung. Hal ini berkaitan dengan pola dalam system kepercayaan penduduk lembah sungai Indus. Penduduk sangat memuja terkait hasil yang sudah di dapatkan. Hal ini ditinjau karena adanya bukti peninggalan patung yang dikenal dengan sebutan “Dewi Ibu” yang terbuat dari bahan utama tanah liat, patung tersebut di yakini penduduk sebagai perwujudan dari dewi kesuburan.
22 Tes Formatif 2
1. Kawasan Asia Selatan disebut juga subcontinent dari Benua Asia. Arti dari subcontinent adalah…
a) Anak benua b) Wilayah baru c) Wilayah Hindi d) Wilayah kuning e) Wilayah Pangea
2. Berikut ini adalah empat negara di Asia Selatan, kecuali…
a) India b) Pakistan c) Uzbekistan d) Bangladesh e) Srilanka
3. Bangsa Asia Selatan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut memiliki kulit berwarna putih, memiliki struktur hidung mancung, dan hidup secara nomaden adalah...
a) Bangsa Arya
b) Bangsa Mohenjodaro c) Bangsa Harappa d) Bangsa Dravida e) Bangsa Pigmy
4. Bangsa Dravida yaitu tergolong ras…
a) Mongoloid b) Australoid c) Negroid d) Kaukasoid e) Veddoid
5. Berikut ini adalah peninggalan peradaban lembah Sungai Indus, kecuali…
a) Patung/arca b) Huruf piktograf c) Materai
d) Agama Hindu e) Sistem kalender
23 Jawaban Tes Formatif 2
1. A 2. C 3. A 4. B 5. E
Periksalah jawaban anda dengan kunci soal jawaban Tes Formatif 2 yang ada di bagian modul ini. Kemudian, hitunglah jawaban yang benar melalui rumus dibawah ini untuk dapat mengetahui penguasaan anda terhadap materi modul 2.
Arti tingkat penguasaan : 90-100% = baik sekali 80-89% = baik
70-79% = cukup <70% = kurang
Jika tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda dapat melanjutkan dengan kegiatan belajar 2. Namun, jika anda masih di bawah 80% , maka adan harus mengulang materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum di pahami.
Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah Soal
X 100%
QR Code Video Pembelajaran
24
Modul 3: Proses Masuknya Agama Hindu-Buddha di Asia Selatan
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran - Kuliah interaktif
- Diskusi 150 menit
Mengkaji pola masuk dan perkembangan agama Hindu- Buddha di Asia Selatan
Materi 3
I. Muncul dan Berkembangnya Agama Hindu, Buddha, dan Jain di Asia Selatan
a. Agama Hindu
Pola masuk dan Perkembangan agama Hindu-Buddha tentunya dimulai dari peradaban sungai Indus di wilayah India. Dari sinilah pertumbuhan dan perkembangan dua kepercayaan itu bermula. Kepercayaan Hindu sendiri hadir beriringan melalui proses datangnya bangsa Arya ke wilayah Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada sekitar tahun 2000-1500 SM.
Agama Hindu muncul di lembah Sungai Shindu (Indus), di sebelah barat daya India, yang pada sekarang tempat ini dikenal dengan daerah Punjab. Bangsa Arya datang ke wilayah India membawa pengaruh dalam segi tulisan, bahasa, teknologi daan juga kepercayaan. Dari segi kepercayaan bangsa Arya yang dibawa adalah Veda (Weda) setelah datang di wilayah India menyebarkan ajaran agama Hindu. Berkembangnya agama Hindu berawal dari percampuraan kepercayaan oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Dalam pola perkembangan agama Hindu di wilayah India terbagi menjadi tiga skala periode, yaitu pada masa Weda kuno, masa Brahmana, serta pada masa Upanisyad.
1) Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam tinjauan para ahli sejarah sepakat jika pendatang yang di wilayah India merupakan bangsa Indo-Eropa yang mengakui bahwa mereka sebagai bangsa Arya. Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian- pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda. Dalam kitab Reg Weda, dijelaskan bahwa sistem kepercayaan Bangsa Arya umumnya percaya alam lain, dimana para dewa berada di samping roh jahat. Contohnya seperti dewa api yaitu Agni, dewa angin yakni Bayu, dan dewa matahari yakni surya. Dewa tersebut di anggap sebagai makhluk yang lebih tinggi dibandingkan mansa, dan manusia memiliki kewajiban untuk
25 menyembah dan memberikan sesaji untuk dewa tersebut. Oleh karena itu, system kepercayaan bangsa Arya di kenal dengan sebutan Poleteisme. Dalam kehidupan beragama dalam tinjauan pada zaman ini berdasarkan terhadao ajaran-ajaran yang tercantum dalam isi kitab Weda Samhita, adalah menekankan terhadap pola hafalan terhadap ayat-ayat Weda dengan cara menyanyikan dan mendengarkan secara kelompok. Pada zaman dulu isi kita Weda tidak ditulis oleh manusia, tapi hanya di hafalkan dan di ajarkan melalui proses komunikasi kepada kaum muda. Jadi isinya akan tetap seperti semua namun bahasa yang digunakan sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
2) Zaman Brahmana (1000 SM-750 SM)
Sesuai dengan perkembangan zaan, kaum Indo Arya memasuki lembah Gangga dan Jamuna dengan melewati Punjab. Kaum Indo Arya berhasil untuk mengalahkan peradaban penduduk asli dan dapat menurunkan derajatnya menjadi kaum sudra. Selama periode ini terjadinya pertempuran yang terjadi di kalangan masyarakat Indo Arya sendri diantara kaum perwira (kesatria) dan ulama (Brahmana). Pada awalnya kaum kstaria terdapat pada kasta teratas namun pada masa sekarang kasta brahmana yang menjadi golongan tertinggi dan memiliki kekuasaan yang luas. Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah. Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kea rah logis dan rasional.
3) Zaman Upanisyad (750 SM-500 SM)
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan. Zaman ini juga menjadi ciri dalam memberikan reaksi terhadap kaum brahmana yang sudah menanamkan suatu system upacara agama yang sulit di pahami oelh akal. Dengan demikian, hal paling penting pada masa ini yaitu adanya perombakan untuk memperbaiki zaman sebelumnnya.
26 b. Agama Buddha
Proses masuk dan berkembangnya agama Buddha pada abad ke-6 SM.
Pendiri dari agama ini bernama Siddharta Gautama yang sering di kenal dengan sebutan Buddha, oleh karena itu, agama ini diberi nama dari nama panggilan pendirinya. Sedangkan agama Hindu lahir tanpa adanya wahyu dari mana pun, dibandingkan dengan agama Budha. Ketika agama Hindu sudah berkembang dengan sangat pesat, keserakahan kaum Brahmana semakin kuat, dikarenakan hanya kaum Brahmana yang dapat membaca serta melakukan upacara keagamaan. Dengan demikian, masyarakat merasa jenuh dengan apa yang dilakukan oleh kaum Brahama, sehingga banyak masyarakat mulai menentang agama Hindu.
Budha kemudian menyampaikan paham ajarannya di lokasi Taman Rusa di wilayah Kota Sarnath. Adapun empat paham Budha sebagai berikut, lahir, tumbuh dewasa, tua, sakit dan akhirnya mati adalah penderitaan, penderitaan manusia itu disebabkan oleh adanya hawa nafsu keinginan untuk mencari kesenangan sepuas-puasnya seperti jabatan, uang, kesenangan jasmani yang serba mewah, penderitaan akan hilang apabila hawa nafsu dipadamkan atau keselamatan dicapai dengan pemadaman segala nafsu dan cita-cita, yang keempat jalan untuk melenyapkan penderitaan itu ialah melalui delapan jalan.
c. Agama Jain (Jaina)
Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India. Agama ini pertama kali dibuat oleh seorang mahawira yang bernama Nataputta Vardhamana pada yang hidup pada tahun 559-527 SM.
Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu. Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
Dalam agama ini diakui ada 24 Thirtankara atau jiwa sempurna yang mana semuanya dipercaya telah menyebarkan ajaran agama ini ke seluruh dunia. Dan di antara kedua puluh empat Thirtankara tersebut, Vardhamana atau yang biasa dikenal sebagai Mahavira, Thirtankara kedua puluh empat, merupakan tokoh Jainisme yang sangat terkenal serta dihormati oleh para penganut agama Jain. Kepercayaan ini mulai diakui keberadaannya sekitar pada abad ke-6 dan ke-5 SM di Magadha, India Utara. Kala itu, Mahavira yang menyebarkan ajaran agamanya. Tak heran jika Mahavira juga mendapat julukan sebagai Nabi Jainisme. Diketahui, di antara kedua puluh
27 empat Tirthankara, Mahavira lah yang paling terakhir turun ke bumi sehingga ia yang menyempurnakan ajaran agama Jain.
Untuk sumber-sumber suci yang dipercaya oleh para penganut agama ini sendiri ialah bersumber dari pidato dan petuah Mahavira. Namun karena takut ajarannya akan hilang seiring berjalannya waktu, sekitar abad ke-4 SM (ada juga yang menyebut 130 M) para pemeluk kepercayaan ini melakukan pertemuan di Bandar Patli Putra untuk membahas dan mengumpulkan naskah-naskah suci ajaran Mahavira yang kemudian nantinya akan disatukan. Setelah naskah-naskah tersebut disatukan hingga menjadi sebuah kitab, mereka menamainya dengan Siddhanta. Kitab ini pun menjadi ajaran pokok dalam agama Jain. Bahasa yang digunakan dalam kitab ini ialah bahasa Ardha Majdi atau Prakit. Namun bahasa tersebut hanya digunakan pada abad-abad sebelum masehi, sebelum akhirnya diubah menjadi bahasa Sanskerta.
28 Latihan 3
1. Perkembangan agama Hindu di India terbagi menjadi tiga periode. Sebutkan dan jelaskan ketiga periode tersebut.
2. Selain agama Hindu, agama Buddha juga masuk ke India sekitar abad ke 6 SM.
Jelaskan proses masuknya agama Buddha ke India.
3. Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India. Jelaskan yang dimaksud sistem kepercayaan Jain.
29 Jawaban 3
1. Tiga periode perkembangan agama Hindu, yakni a. Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam tinjauan para ahli sejarah sepakat jika pendatang yang di wilayah India merupakan bangsa Indo-Eropa yang mengakui bahwa mereka sebagai bangsa Arya. Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian-pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda.
Dalam kitab Reg Weda, dijelaskan bahwa sistem kepercayaan Bangsa Arya umumnya percaya alam lain, dimana para dewa berada di samping roh jahat.
Contohnya seperti dewa api yaitu Agni, dewa angin yakni Bayu, dan dewa matahari yakni surya. Dewa tersebut di anggap sebagai makhluk yang lebih tinggi dibandingkan mansa, dan manusia memiliki kewajiban untuk menyembah dan memberikan sesaji untuk dewa tersebut. Oleh karena itu, system kepercayaan bangsa Arya di kenal dengan sebutan Poleteisme. Dalam kehidupan beragama dalam tinjauan pada zaman ini berdasarkan terhadao ajaran-ajaran yang tercantum dalam isi kitab Weda Samhita, adalah menekankan terhadap pola hafalan terhadap ayat-ayat Weda dengan cara menyanyikan dan mendengarkan secara kelompok. Pada zaman dulu isi kita Weda tidak ditulis oleh manusia, tapi hanya di hafalkan dan di ajarkan melalui proses komunikasi kepada kaum muda. Jadi isinya akan tetap seperti semua namun bahasa yang digunakan sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
b. Zaman Brahmana (1000 SM-750 SM)
Sesuai dengan perkembangan zaan, kaum Indo Arya memasuki lembah Gangga dan Jamuna dengan melewati Punjab. Kaum Indo Arya berhasil untuk mengalahkan peradaban penduduk asli dan dapat menurunkan derajatnya menjadi kaum sudra. Selama periode ini terjadinya pertempuran yang terjadi di kalangan masyarakat Indo Arya sendri diantara kaum perwira (kesatria) dan ulama (Brahmana). Pada awalnya kaum kstaria terdapat pada kasta teratas namun pada masa sekarang kasta brahmana yang menjadi golongan tertinggi dan memiliki kekuasaan yang luas. Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah. Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kearah logis dan rasional.
c. Zaman Upanisad (750 SM-500 SM)
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang
30 sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan. Zaman ini juga menjadi ciri dalam memberikan reaksi terhadap kaum brahmana yang sudah menanamkan suatu system upacara agama yang sulit di pahami oelh akal. Dengan demikian, hal paling penting pada masa ini yaitu adanya perombakan untuk memperbaiki zaman sebelumnnya.
2. Proses masuk dan berkembangnya agama Buddha pada abad ke-6 SM. Pendiri dari agama ini bernama Siddharta Gautama yang sering di kenal dengan sebutan Buddha, oleh karena itu, agama ini diberi nama dari nama panggilan pendirinya.
Sedangkan agama Hindu lahir tanpa adanya wahyu dari mana pun, dibandingkan dengan agama Budha. Ketika agama Hindu sudah berkembang dengan sangat pesat, keserakahan kaum Brahmana semakin kuat, dikarenakan hanya kaum Brahmana yang dapat membaca serta melakukan upacara keagamaan. Dengan demikian, masyarakat merasa jenuh dengan apa yang dilakukan oleh kaum Brahama, sehingga banyak masyarakat mulai menentang agama Hindu.
3. Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu.
Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
Dalam agama ini diakui ada 24 Thirtankara atau jiwa sempurna yang mana semuanya dipercaya telah menyebarkan ajaran agama ini ke seluruh dunia. Dan di antara kedua puluh empat Thirtankara tersebut, Vardhamana atau yang biasa dikenal sebagai Mahavira, Thirtankara kedua puluh empat, merupakan tokoh Jainisme yang sangat terkenal serta dihormati oleh para penganut agama Jain.
Kepercayaan ini mulai diakui keberadaannya sekitar pada abad ke-6 dan ke-5 SM di Magadha, India Utara. Kala itu, Mahavira yang menyebarkan ajaran agamanya.
Tak heran jika Mahavira juga mendapat julukan sebagai Nabi Jainisme. Diketahui, di antara kedua puluh empat Tirthankara, Mahavira lah yang paling terakhir turun ke bumi sehingga ia yang menyempurnakan ajaran agama Jain.
31 Rangkuman 3
1. Tiga agama di Asia Selatan, yaitu:
a. Hindu b. Buddha c. Jain
2. Perkembangan agama Hindu di kawasan India terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
a. Zaman Weda Kuno (2500 SM-1000 SM)
Dalam menelisik peradaban dan agama bangsa Arya dapat di tinjau dari isi kitab Weda, yang terdapat pujian-pujian yang terdiri dari empat yang termasyhur yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atarwa Weda.
b. Zaman Brahmana
Pada zaman ini juga terdapat system dalam kasta yang digunakan sampai sekarang seperti adanya kasta Brahmana, yaitu golongan yang ahli agama, kasta Kstaria yaitu golongan yang memiliki pengetahuan, kasta Waisya yaitu golongan pekerja, dan kasta Sudra yaitu golongan rakyat yang memiliki kedudukan rendah.
Pola pemikiran pada masa ini sudah terarah pada pola pemikiran yang lebih kearah logis dan rasional.Zaman Upanisyad (750 SM-500 SM)
c. Zaman Upanisyad
Pada masa ini ajaran-ajaran Hindu sudah berpengaruh terhadap ajaran dalam filsafat, sehingga pada masa ini terdapat banyak kritik mengenai ajaran yang sudah memprioritaskan terhadap ajaran Brahma, terutama tentang upacara pengorbanan 3. Terdapat empat ajaran Budha yaitu sebagai berikut, lahir, tumbuh dewasa, tua, sakit
dan akhirnya mati adalah penderitaan, penderitaan manusia itu disebabkan oleh adanya hawa nafsu keinginan untuk mencari kesenangan sepuas-puasnya seperti jabatan, uang, kesenangan jasmani yang serba mewah, penderitaan akan hilang apabila hawa nafsu dipadamkan atau keselamatan dicapai dengan pemadaman segala nafsu dan cita-cita, yang keempat jalan untuk melenyapkan penderitaan itu ialah melalui delapan jalan.
4. Agama Jain atau Jaina merupakan salah satu kepercayaan monastic kuno dari India.
Agama ini pertama kali dibuat oleh seorang mahawira yang bernama Nataputta Vardhamana pada yang hidup pada tahun 559-527 SM. Menurut Jhon A Hutchison, agama ini lahir karena dua alasan, yakni karena pada masa itu masyarakat tak ada yang mengakui otoritas sakral weda dan yang kedua karena masyarakat pada masa itu menolak sistem kasta yang ada di agama Hindu. Kepercayaan ini lahir atas dasar reaksi masyarakat terhadap ajaran-ajaran Hindu.
32 Tes Formatif 3
1. Agama dan kebudayaan yang lahir akibat alkuturasi antara Bangsa Arya dan Bangsa Dravida adalah…
a) Agama Buddha b) Agama Shinto c) Agama Hindu d) Agama Islam e) Agama Kristen
2. Zaman dimana ajaran-ajaran Hindu telah berpengaruh pada ajaran filsafat, yaitu…
a) Zaman Brahmana b) Zaman Weda Kuno c) Zaman Waisya d) Zaman Sudra e) Zaman Upanisyad
3. Agama Buddha muncul melalui ilham yang datang kepada seorang ksatria bernama…
a) Siddharta Gautama b) Mahavira
c) Jarasanda d) Tirthankara e) Chandragupta
4. Tokoh agama yang disebut juga Nabi Jainisme adalah…
a) Chandragupta b) Vardhamana c) Jarasanda d) Kushan e) Tirthankara
5. Ajaran agama Buddha disebarkan di Taman Rusa yang terletak di kota…
a) Sarnath b) New Delhi c) Mumbai d) Kolkata e) Chennai
33 Jawaban Tes Formatif 3
1. C 2. E 3. A 4. B 5. A
Periksalah jawaban anda dengan kunci soal jawaban Tes Formatif 3 yang ada di bagian modul ini. Kemudian, hitunglah jawaban yang benar melalui rumus dibawah ini untuk dapat mengetahui penguasaan anda terhadap materi modul 3.
Arti tingkat penguasaan : 90-100% = baik sekali 80-89% = baik
70-79% = cukup <70% = kurang
Jika tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda dapat melanjutkan dengan kegiatan belajar 4. Namun, jika anda masih di bawah 80% , maka adan harus mengulang materi kegiatan belajar 3, terutama bagian yang belum di pahami.
Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah Soal
X 100%
34
Modul 4: Perkembangan Kebudayaan dan Kerajaan Hindu- Buddha di Asia Selatan
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran - Kuliah interaktif
- Diskusi 150 menit
Menganalisis perkembangan kebudayaan dan kerajaan Hindu- Buddha di Asia Selatan
Materi 4
I. Eksistensi Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Asia Selatan
Awal mula kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha berasal dari kawasan Asia Selatan terutama Negara India yang menjadi pusat agama Hindu-Budha terutama di sungai Indus dan Gangga, ketika awal kemunculan Hindu-Budha oleh bangsa Arya yang dimana berkembang sangat cepat kala itu, dan disusul Berkembangnyaa kerajaan yang bercorak Hindu- Budha yaitu :
A. Kerajaan Magadha
Kerajaan ini berada di wilayah Bihar. Ibukota pertamanya adalah Rajagriha (kini Rajgir), lalu Pataliputra (kini Patha). Wilayah-wilayah kekuasaanya meliputi Bihar, Pataliputra, Benggala dan sebagian wilayah dari Uttar Pradesh. Kerajaan ini punya raja yang sangat hebat kala itu bernama Jarasanda.
B. Kerajaan Maurya
Kerajaan ini adalah kerajaan yang sangat besar pengaruhnya di wilayah Asia Selatan. Pendiri kerajaan ini bernama Candragupta di Pataliputra.
Terletak di India timur laut. Pada masa kekuasaan Raja Chandragupta kala itu bersinggungan dengan kerajaan Macedonia yang dikuasai Alexander Agung. Peristiwa ini berlangsung dua tahun sesudah Chandragupta naik tahta. Alasan peperangan ini karena kerajaan Macedonia menyebarkan kebudayaan Hallenime yaitu perpaduan antara kebudayaan timur dan barat. Ketika kematian Alexander Agung banyak wilayahnya dikuasai oleh Chndragupta bahkan dia menjalin hubungan dengan musuh Alexander Agung yaitu Seloucus Nicator pennguasa Yunani di Asia Barat. Dan dia membantu Chandragupta menuliskan sejarah di India.
C. Kerajaan Kushan
Kerajaan Kushan berdiri di wilayah Bactria. Kerajaan ini membentang antara Afganistan, Pakistan, sampai ke lembah Gangga di India. Raja dari kerajaan Kushan bernama Kujala Kadphises yang menyatukan suku-suku Yuezhi sebagai konfederasi. Mereka mempunyai hubungan diplomatik baik dengan kekaisaraan Romawi, Persia, dan Cina, dan kerajaan ini juga sebagai pusat perdagangan antara barat dan timur.
35 D. Kerajaan Gupta
Kerajaan ini dikuasi oleh dinasti Gupta dari tahun 320 sampai 550 masehi di seluruh hampir kawasan India Utara. Pada masa kerajaan inilah perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan di kawasan Asia Selatan berkembang sangat cepat kala itu, seperti matematika, astronomi, agama, dan filsafat. Karena kedamaian yang diciptakan oleh kerajaan Gupta maka ilmu-ilmu pengetahuan dan artistik pada masa itu berkembang pesat. Para ahli sejarah memberikan bahwa wilayah kerajaan Gupta bersama Dinasti Han, Dinasti Tang serta kekaisaraan Romasi sebagai model dalam peradaban klasik, pusat pemerintahannya berada di kota Ayodhia dan sungai Gangga.
E. Kerajaan Pala
Kerajaan ini adalah kerajaan bercorak buddha yang terletak kawasan Benggala, arti nama pala adalah perlindungan. Raja pertama dari kerajaan ini adalah Gopala. Kekuasaan kerajaan ini dari tahun 750 sampai 1120 M, kerajaan ini punya hubungan yang baik. Benggala sendiri sekarang terdapat di kawasan negara Bangladesh.
F. Kerajaan Chola
Pada abad X, di India selatan berkembang Kerajaan Chola yang berpusat di Tanjore. Karena letaknya di tepi pantai Samudra Hindia yang sejak dulu menjadi jalur lalu lintas perdagangan yang ramai, Kerajaan Chola tampil sebagai kerajaan maritim yang kuat. Kekuatan armada Kerajaan Chola dibuktikan dari wilayah taklukan yang cukup luas, tidak hanya kawasan India selatan, tetapi juga Pulau Ceylon, Kepulauan Andaman dan beberapa wilayah Burma seperti Pegu dan Martaban. Raja yang paling terkenal adalah Rajendra Chola I dan Kulothunga Chola I pada abad pertengahan.
II. Hubungan Asia Selatan dengan Berbagai Bangsa pada Masa Hindu- Buddha
Kejayaan Asia Selatan ditandai dengan menyebarnya agama Hindu-Budha melalui jalur perayaran yang dilakukan oleh para pelayar maupun pedagang Asia Selatan. Hindu-Budha menyebar luas dari tanah suci Asia Selatan atau India sebagai pusat keagamaan. Penyebaran Hindu-Budha ke kawasan Asia Tenggara yang pernah didominasi oleh kerajaan Hindu-Budha disebabkan akulturasi para pelayar dan pelaut India. Indonesia adalah Negara yang menjadi salah satu bagian dari Negara di wilayah Asia yang terpengaruh oleh Asia Selatan pada masa kejayaan Hindu-Budha. Sangat banyak kerajaan Hindu- Budha yang tumbuh dan mengisi peradaban di Indonesia, terutama wilayah pesisir yang cukup banyak terjadi komunikasi langsung oleh pelaut dan pedagang Asia Selatan.
36 Beberapa wilayah di Asia Tenggara telah muncul kerajaan bercorak Hindu- Budha mulai abad ke-1 M ditandai dengan berdirinya kerajaan Funan di Kamboja. Bukti tersebut tersimpan jelas oleh pelayar China yang telah melakukan interaksi dengan kerajaan Funan tersebut. Wilayah Kamboja sebagai kerjaan awal yang tumbuh di Asia Tenggara serta terpengaruhi oleh Hindu- Budha India. Selain itu terdapat banyak ditemukan prasasti yang menggunakan bahasa Sansakerta. Bahasa Sansakerta merupakan bahasa yang dipakai di kitab-kitab suci Hindu-Budha. Sangat mengambarkan dengan jelas bagaimana Hindu-Budha mempengaruhi wilayah Asia Tenggara.
Pada mulanya, masyarakat India datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang serta menyebarkan agama mereka yaitu Hindu Budha. Bahkan beberapa masyarakat Indonesia pun berkunjung ke India untuk berguru kemudian mengajarkan kembali ajaran Hindu Budha kepada masyarakat yang lain. Dari hubungan dagang beserta penyebaran agama Hindu Buddha tersebut semakin lama semakin berkembang di Indonesia hingga terbentuk lah beberapa kerajaan Hindhu Buddha. Kerajaan Hindu-Buddha tersebut diantaranya:
Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Holing, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Medang Kemulan, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, Kerajaan Bali, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Majapahit. Selain itu, dengan adanya kerajaan- kerajaan tersebut pun menghadirkan beberapa bangunan candi, seperti candi borobudur maupun candi prambanan. Oleh karena itu dengan hadirnya beberapa kerajaan Hindu-Buddha serta hubungan dagang tersebut tentunya masyarakat pribumi kita memiliki hubungan baik dengan India.
37 Latihan 4
1. Di India terdapat beberapa kerajaan Hindu-Budha, sebutkan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang terdapat di India.
2. Jelaskan peperangan yang terjadi antara pendiri Kerajaan Maurya dengan Kerajaan Macedonia.
3. Negara Indonesia menjadi salah satu Negara yang terdapat di wilayah Asia Tenggara yang terpengaruh oleh Asia Selatan pada masa kejayaan Hindu-Budha.
Jelaskan bagaimana keterkaitan Asia Selataan dengan hubungan Indonesia pada masa kejayaan Hindu-Budha.
38 Jawaban 4
1. Kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di India, antara lain:
a. Kerajaan Magadha b. Kerajaan Maurya c. Kerajaan Kushan d. Kerajaan Gupta e. Kerajaan Pala f. Kerajaan Chola
2. Pendiri kerajaan Maurya bernama Candragupta di Pataliputra. Di India timur laut.
Pada masa kekuasaan Raja Chandragupta kala itu bersinggungan dengan kerajaan Macedonia yang dikuasai Alexander Agung. Peristiwa ini berlangsung dua tahun sesudah Chandragupta naik tahta. Alasan peperangan ini karena kerajaan Macedonia menyebarkan kebudayaan Hallenime yaitu perpaduan antara kebudayaan timur dan barat. Ketika kematian Alexander Agung banyak wilayahnya dikuasai oleh Chndragupta bahkan dia menjalin hubungan dengan musuh Alexander Agung yaitu Seloucus Nicator pennguasa Yunani di Asia Barat. Dan dia membantu Chandragupta menuliskan sejarah di India.
3. Pada mulanya, masyarakat India datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang serta menyebarkan agama mereka yaitu Hindu Budha. Dari hubungan dagang beserta penyebaran agama Hindu Buddha tersebut semakin lama semakin berkembang di Indonesia hingga terbentuk lah beberapa kerajaan Hindhu Buddha.
Kerajaan Hindu-Buddha tersebut diantaranya: Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Holing, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Medang Kemulan, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, Kerajaan Bali, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Majapahit. Selain itu, dengan adanya kerajaan-kerajaan tersebut pun menghadirkan beberapa bangunan candi, seperti candi borobudur maupun candi prambanan. Oleh karena itu dengan hadirnya beberapa kerajaan Hindu-Buddha serta hubungan dagang tersebut tentunya masyarakat pribumi Indonesia memiliki hubungan baik dengan India.
39 Rangkuman 4
1. Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Asia Selatan antara lain sebagai berikut:
a. Kerajaan Magadha
Letak wilayah kerajaan di wilayah Bihar. Rajagriha (kini Rajgir) Ibu kota pertama, kemudian Pataliputra (kini Patha)
b. Kerajaan Maurya
Kerajaan ini berkuasa di wilayah India bagian timur laut yang didirikan oleh Chandragupta.
c. Kerajaan Kushan
Kerajaan Kushan berdiri di wilayah Bactria. Kerajaan ini membentang antara Afganistan, Pakistan, sampai ke lembah Gangga di India.
d. Kerajaan Gupta
Kerajaan ini dikuasi oleh dinasti Gupta dari tahun 320 sampai 550 masehi di seluruh hampir kawasan India Utara. Pada masa kerajaan inilah perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan di kawasan Asia Selatan berkembang sangat cepat.
e. Kerajaan Pala
Kerajaan ini adalah kerajaan bercorak buddha yang terletak kawasan Benggala, arti nama pala adalah perlindungan. Raja pertama dari kerajaan ini adalah Gopala.
Kekuasaan kerajaan ini dari tahun 750 sampai 1120 M, kerajaan ini punya hubungan yang baik. Benggala sendiri sekarang terdapat di kawasan negara Bangladesh.
f. Kerajaan Chola
Kerajaan Chola adalah salah satu kerajaan terkuat di wilayah Asia Selatan terutama di India bagian Selatan, dimana kerajaan ini mempunyai armada laut yang sangat kuat.
2. Hubungan Asia Selatan dengan beberapa Bangsa pada zaman Hindu Buddha ditandai dengan munculnya kerajaan bercorak Hindu-Budha mulai abad ke-1 M yaitu kerajaan Funan di Kamboja. Wilayah Kamboja sebagai kerjaan awal yang tumbuh di Asia Tenggara serta terpengaruhi oleh Hindu-Buddha India. Selain itu Hindu-Buddha juga berkembang di Indonesia ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan seperti Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Holing, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Medang Kemulan, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, Kerajaan Bali, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Majapahit.
3. Terdapat banyak ditemukan prasasti yang menggunakan bahasa Sansakerta. Bahasa Sansakerta merupakan bahasa yang dipakai di kitab-kitab suci Hindu-Budha. Sangat mengambarkan dengan jelas bagaimana Hindu-Budha mempengaruhi wilayah Asia Tenggara. Selain itu, dengan adanya kerajaan-kerajaan tersebut pun menghadirkan beberapa bangunan candi, seperti candi Borobudur maupun candi prambanan.
40 Tes Formatif 4
1. Kerajaan yang berdiri di Benggala dan sekarang telah berubah nama menjadi Bangladesh adalah…
a) Kerajaan Gupta b) Kerajaan Magadha c) Kerajaan Pala d) Kerajaan Kushan e) Kerajaan Funan
2. Berikut ini, kerajaan bercorak Hindu Buddha di India, kecuali… a) Kerajaan Magadha
b) Kerajaan Funan c) Kerajaan Maurya d) Kerajaan Kushan
e) Kerajaan Medang Kemulan
3. Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia berupa candi. Di bawah ini, candi yang bercorak Buddha adalah…
a) Candi Borobudur b) Candi Gedong Songo c) Candi Prambanan d) Candi Dieng e) Candi Cangkuang
4. Kerajaan Maurya pernah mengalami peperangan dengan sebuah kerajaan yang disebabkan oleh penyebaran kebudayaan Hallenime yaitu perpaduan antara kebudayaan timur dan barat. Kerajaan yang dimaksud adalah…
a) Kerajaan Funan b) Kerajaan Macedonia c) Kerajaan Gupta d) Kerajaan Kushan e) Kerajaan Chola
5. Salah satu tanda bahwa agama Hindu-Buddha sampai ke wilayah Asia Tenggara adalah dengan berdirinya sebuah kerajaan di Kamboja yang bernama…
a) Majapahit b) Sriwijaya c) Funan d) Kushan e) Maurya
41 Jawaban Tes Formatif 4
1. C 2. E 3. A 4. B 5. C
Periksalah jawaban anda dengan kunci soal jawaban Tes Formatif 4 yang ada di bagian modul ini. Kemudian, hitunglah jawaban yang benar melalui rumus dibawah ini untuk dapat mengetahui penguasaan anda terhadap materi modul 4.
Arti tingkat penguasaan : 90-100% = baik sekali 80-89% = baik
70-79% = cukup <70% = kurang
Jika tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda dapat melanjutkan dengan kegiatan belajar 5. Namun, jika anda masih di bawah 80% , maka adan harus mengulang materi kegiatan belajar 4, terutama bagian yang belum di pahami.
Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah Soal
X 100%
42
Modul 5: Proses Islamisasi Anak Benua India
Metode Pembelajaran Estimasi Waktu Capaian Pembelajaran
-
Kuliah interaktif-
Diskusi 150 menit Menganalisis proses masuknyaIslam di India dan keadaan sosial India pada zaman pengaruh Islam
Materi 5
I. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di India
Sesungguhnya usaha untuk menaklukan kawasan India oleh para penguasa Islam telah dimulai sejak masa Khulafau r-Rashidun, namun selalu mengalami kegagalan. Baru pada masa Dinasti Umayyah, khususnya masa Khalifah Al- Walid ibn Abdul Malik (705-715), pasukan tentara Islam di bawah panglima Muhammad ibn al-Qasim ats Tsafaqi berhasil menaklukan wilayah Sind dan Punjab bagian bawah/selatan untuk dimasukkan ke dalam kekuasaan dinasti Umayyah. Kemudian pada masa Dinasti Abbasiyah, banyak keluarga/kafilah Arab yang berhijrah ke Sind. Setelah dinasti Abbasiyah mengalami kemunduran, di Sind terdapat dua kerajaan Islam yang berpusat di Maltan dan Masyurah.
Masuknya Islam ke Asia Selatan khususnya anak benua India, memang diterima dengan baik, karena agama Islam datang dengan penghapusan kasta yang sebelum nya sudah mendarah daging di Asia Selatan. Masuknya Islam ke India cukup kompleks karena hampir mencakup seluruh kehidupan manusia mulai dari bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, kesenian, kesusastraan dan ideologi agama. Poin penting masuknya Islam ke Asia Selatan berada di India;
dikarenakan melihat eksistensi Islam yang paling besar saat ini dalam kawasan Asia Selatan berada di India. Dalam proses menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah India berawal pada abad ke-7 melalui beberapa cara yaitu melalui jalur perdagangan, melakukan proses menyampaikan ajaran Islam melalui seorang da’I serta mendirikan kerajaan untuk memberikan dakwah terhadap masyarakat India. Dalam proses masuknya ajaran agama Islam di India terbagi menjadi tiga gelombang. Untuk abad ke-8 datang masyarkat Arab, kemudian pada abad ke-12 kedatangan masyarakat Turki, dan selanjutnya pada abad ke- 16 masuknya masyarakat Afghanista di wilayah India. Dalam perkembangannya penguasa muslim juga turut andil untuk menyebarkan agama Islam, melalui proses penyebaran dengan membawa tentara, pedagang, dan budak yang di miliki kemudiaan di bawa ke berbagai Negara di dunia, selanjutnya orang-orang tersebut menikah dengan orang India untuk memeluk ajaran agama Islam.
43 Dari peristiwa tersebut, masyarakat muslim di wilayah India terbagi menjadi beberapa kelompok. Di wilayah barat India terdapat Bohara dan Khoja. Wilayah tersebut terpengaruh oleh komunitas muslim melalui pendakwah muslim yang ada disana. Di wilayah Selatan India, ada komunitas bernama Mophilla yang berasal dari kaum pedagang Arab. Kemudian juga, terdapat komunitas Nawait, merupakan komunitas muslim daari imigran wilayah Arab dan Persia. Komunitas muslim yang memiliki jumlah terbanyak terdaapat di wilayah Pathan.
Masyarakat Pathan yaitu muslim yang berasal dari wilayah Afghanistan.
Masyarkat tersebut memiliki marga Khan yang memiliki makna gambaran orang yang memiliki kejujuran, sikap berani, dan prilaku baik. Perkembangan agama Islam di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebarannya yaitu dapat mempengaruhi penyebaran agama Islam di wilayah India berserta budaya.
II. Perkembangan Sosial Politik India pada Masa Pengaruh Islam
Pada masa awal terbentuknya dinasti Islam di India yaitu Kutbu’ddin Aibak (1206-1211), yang sangat berhasil dalam mendirikan kerajaan Islam di wilayah India yang sangat merdeka. Pada tahun 1206 Kutbu’ddin Aibak mendirikan kesultanan Delhi di wilayah India yang berhasil dipertahankan hingga 1290.
Dinasti ini juga sering dikenal dengan istilah dinasti keturunan hamba-hamba raja, karena dinasti Aibak bukan dari keturuanan raja. Raja yang memiliki keturunan dari kalangan raja yaitu Sultan Balban. Pada proses pergantian pemerintahan para raja yang berkuasa di wilayah Delhi tidak berjalan mulus namun ada beberapa problematika sehingga terjadinya pertumpahan darah dan saling menjatuhkan.
Kebesaran kesultanan Delhi hingga dinasti Mughol tidak hanya dapat dilihat dari luas wilayahnya yang di satukan dalam satu bagian imperium, melainkan terdapat pembaharuan dalam system politik. Jika di tinjau, proses penetrasi dalam politik Islam pada masa sebelum dinasi Moghul terdapat beberapa ikatan yang sangat kuat dengan dinasti Islam di wilayah Asia Barat. Raja Kutbu’ddin Aibak sudah membangun dasar dalam pemerintahan Islam secara merdeka di wilayah India, terlepas dari wilayah kesultanan di Asia Barat. Hal ini menujukan adanya ha yang sangat untuk jika ditinjau dari wilayah Asia Selatan di wilayah India berdekatan dengan wilayah Asia Barat, walaupun jika ditinjau dari letak geografis di pisahkan oleh pengunungan yang sangat sulit di tempuh.
Jika ditinjau dari bidang sosial, kedatangan Agama Islam di wilayah India menjadi hal baru yaitu sebagai pencerahaan bagi masyarakat lemah seperti yang diungkapkan Hunter dalam Rychard Symonds “Bagi orang-orang melarat ini nelajan-nelajan, pemburu-pemburu, perompakperompak dan pembadjak- pembadjak tanah, dari kasta rendah, Islam datang sebagai kurnia dari langit. Ia merupakan kepercayaan dari kaum yang memerintah....”.
44 Sejak agama Islam masuk ke wilayah India, ada beberapa pengaruh yang dasar yang menjadi utama yaitu adanya masalah penghapusan kasta yang sudah menjadi ciri khas wilayah India sejak ratusan tahun lainnya. Karena, di agama Islam tidak mengenal system kasta, sehingga proses ajaran Islam sangat mudah di terima di kalangan masyarakat India terutama pada kasta rendah. Kedatangan agama Islam di wilayah India di sambut dengan sangat senang hati. Ada beberapa perubahan yang terjadi di wilayah India sejak adanya ajaran Islam yaitu mulai terkikisnya Upacara Sati yang merombak permasalahan kesetaraan gender di India, hal tersebut karena adanya pengaruh Islam di wilayah India.
45 Latihan 5
1. Masuknya Islam ke Asia Selatan khususnya anak benua India, memang diterima dengan baik, karena agama Islam datang dengan penghapusan kasta yang sebelum nya sudah mendarah daging di Asia Selatan. Jelaskan proses masuknya islam ke India!
2. Proses masuknya ajaran agama Islam di wilayah India terbagi menjadi tiga bagian kelompok yang membuat muslim di India terbagi menjadi beberapa kelompok, sebut dan jelaskan kelompok-kelompok tersebut!
3. Jelaskan pengaruh mendasar masuknya Islam ke anak benua India.