• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3. Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Mutu dapat diartikan sebagai kualitas atau tingkatan dari sesuatu, mutu juga merupakan tingkat baik buruknya suatu kualitas dan derajat atau taraf kepandaian dan kecakapan. Mutu dalam konteks pendidikan adalah tolak ukur berhasilnya capaian pembelajaran. Peningkatan kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan peserta didik, peningkatan kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah, dalam konteks pendidikan, mencakup input, proces, dan output pendidikan.

Istilah peningkatan mutu dalam pembelajaran adalah sebagai sekumpulan prinsip dan teknik yang menekankan bahwa peningkatan mutu harus bertumpu pada lembaga pendidikan untuk secara terus menerus dan berkesinambungan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasinya guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.15

14Salman Rusydie, Prnisip-prinsip Manajemen Kelas, Jogjakarta: Diva Press, 2018, hal. 29

15Williem Mantja, Jurnal Ilmu Pendidikan Manajemen Mutu Pendidikan. Januari 2004

20

Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003.

Pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut pengertian ini, pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar terjadi proses pemerolehan ilmu pengetahuan, penguasaan, kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan keyakinan pada peserta didik.16

Istilah pembelajaran berasal dari bahasa Inggris “intruction” yang dimaknai sebagai usaha yang bertujuan membantu orang belajar. Pembelajaran sebagai serangkaian peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal. Pembelajaran juga suatu usaha yang disengaja, bertujuan agar orang lain belajar untuk perubahan yang relatif. Usaha tersebut dapat memiliki kemampuan atau kompetensi dalam merancang dan mengembangkan sumber belajar yang diperlukan. Secara sederhana bahwa pembelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh pendidik atau orang dewasa lainnya untuk membuat pembelajar dapat belajar dan mencapai hasil belajar yang maksimal.

Pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang tersusun antara unsur manusiawi, material, fasilitas, dan rencana yang saling mempengaruhi untuk mencapai suatu tujuan. pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam mengelola kelas untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada

16Ahmad Susanto, Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta: Prenadamedia Group, 2016, hal. 19

penyediaan sumber belajar.17 Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. “Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan penguasaan kemahiran serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik”.18 dengan manajemen kelas yang baik akan menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien.

b. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan menurut istilah “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”. Dengan demikian pendidikan itu jelas adanya usaha atau kesengajaan yang bersifat memberikan bantuan dan pertolongan kepada seseorang dalam perkembangannya ke arah positif dan rohani.

Pendidikan berasal dari kata didik artinya bina, mendapat awalan “pen” dan akhiran “an”, yang maknanya sifat dari perbuatan membina atau melatih, mengajar dan mendidik. Akan tetapi pendidikan secara terminologis dapat diartikan sebagai pembinaan, pembentukan, pengarahan, pencerdasan, pelatihan yang ditujukan semua

17Lefudin, Belajar dan Pembelajaran, Yogakarta: CV Budi Utama,2017, hal. 13

18Moh. Suardi, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018, hal. 6

22

anak didik secara formal maupun non formal dengan tujuan membentuk anak didik yang cerdas, berkepribadian memiliki keterampilan ataupun keahlian tertentu sebagai bekal dalam kehidupannya dilingkungan masyarakat.19

Pendidikan agama islam adalah usaha sadar yang berlangsung dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui bimbingan, pengajaran dan latihan dalam membentuk kepribadian serta menemukan dan mengembangkan fitrah yang dibawa sejak lahir untuk kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana firman Allah Swt terdapat dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 122.

ﺍْﻮُﻬﱠﻘَﻓَﺗَﻴﱢﻠ ٌﺔَﻓِﺌﺂَﻄ ْﻡُﻬْﻧﱢﻣ ٍﺔَﻘْﺮِﻓ ﱢﻞُﻛ ْﻥِﻣ َﺮَﻓَﻧ َﻻْﻮَﻠَﻓ ًۗﺔﱠﻓﺂَﻛ ﺍْﻭُﺮِﻓْﻧَﻳِﻠ َﻥْﻭُﻧِﻣْﺅُﻣﻠْﺍ َﻥﺎَﻛ ﺎَﻤَﻭ َﻥﺍْﻮُﺭَﺫْﺤَﻴ ْﻡُﻬﱠﻠَﻌَﻠ ْﻡِﻬْﻴَﻠِﺍ ﺍْﻮُﻌَﺟَﺭ ﺍَﺫِﺍ ْﻡُﻬَﻤْﻭَﻗ ﺍْﻮُﺭِﺫْﻧُﻴِﻠَﻮ ِﻥْﻴﱢﺩﻠﺍ ﯽِﻓ

﴿ ١٢٢ ﴾

Artinya : dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi

19 Dahwadin dan Farhan Sifa Nugraha, Motivasi dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jawa Tengah: CV Mangku Bumi Media, 2019, hal. 1

peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.20

Pendidikan agama islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadist melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, latihan, serta penggunaan pengalaman.21

Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.22 Pendidikan Agama Islam juga merupakan bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswa agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran islam. Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan terhadap seseorang agar ia menjadi muslim semaksimal mungkin.23

Dari pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan

20 Dapartemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2010, hal. 206

21Dahwadin dan Farhan Sifa Nugraha, Motivasi dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jawa Tengah: CV Mangku Bumi Media, 2019, hal. 7

22 Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012, hal. 12

23Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspekti Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007, hal. 32

24

peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pembejaran atau pelatihan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

c. Dasar Hukum Pendidikan Agama Islam

Sumber pokok pengajaran agama Islam adalah Qur’an dan hadis. Pada masa pertumbuhan Islam nabi Muhammad saw telah menjadikan al-Qur’an sebagai sumber belajar pendidikan agaman Islam di samping sunnah beliau sendiri (hadis).24

1) Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah lafal yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw, dari permulaan surah alfatiha sampai surah an-naas. Al-Qur’an merupakan sumber pendidikan dan pengetahuan yang mengajarkan manusia dengan bahasanya yang lemah lembut, balaghoh yang indah, sehingga al-Qur’an membawa dimensi baru terhadap pendidikan dan berusaha mengajak para ilmuan untuk menggali maksud kandungannya agar manusia dekat dengannya.

2) As-sunnah

Sunnah dalam pengertian para hadis ialah sesuatu yang didapatkan dari nabi saw yang terdiri dari ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik atau budi, atau biografi, baik pada masa sebelum ataupun sesudahnya. Menurut istilah para ahli toko agama (al-ushuliyyun), sunnah ialah sesuatu yang diambil dari nabi saw. Yang terdiri dari sabda, perbuatan dan persetujuan beliau.

24 Dayun Riadi, Dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017, hal. 26

3) Ijtihad

Karena al-Qur’an dan hadis banyak mengandung arti umum, maka para ahli hukum islam, menggunakan ijtihad untuk menetapkan hukum tersebut. Ijtihad ini terasa sekali kebutuhannya setelah wafatnya nabi saw dan beranjaknya Islam mulai ke luar tanah Arab. Ijtihad di bidang pendidikan ternyata semakin perlu sebab ajaran islam yang terdapat dalam al-qur’an dan hadis bersifat pokok-pokok dan prinsipnya saja. Bila ternyata ada yang agak terinci, maka rinciannya itu merupakan contoh Islam dalam menerapkan prinsip itu. Sejak diturunkan ajaran Islam sampai wafatnya nabi saw, Islam telah tumbuh dan berkembang melalui ijtihad yang dituntut oleh perubahan situasi dan kondisi sosial yang tumbuh dan berkembang pula.

d. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Fungsi Pendidikan Agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan digunakan sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Secara khusus kurikulum pendidikan agama islam untuk sekolah berfungsi sebagai berikut:

1) Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

2) Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

26

3) Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

4) Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelamahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

5) Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

6) Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsionalnya.

7) Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan orang lain.25

e. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama islam di sekolah/madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehinggga menjadi peserta didik yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaanya, berbangsa dan bernegara, serta dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.26

25Abdul Majid, Op. Cit, hal. 15

26Ibid. hal 16

Tujun Pendidikan Agama Islam di atas merupakan turunan dari tujuan pendidikan nasional, suatu rumusan dalam UUSPN (UU No. 20 tahun 2003), berbunyi: “ Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menajadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi peserta didik yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dokumen terkait