• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mutu Pendidikan Sekolah

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 44-47)

Mutu pendidikan merupakan kemampuan sekolah dalam pengelolaan secara operasional dan efisien terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah sehingga menghasilkan nilai tambah sesuai dengan norma atau standar yang berlaku. Mutu pendidikan berkaitan erat dengan input, proses dan output. Mutu dalam proses pendidikan melibatkan guru dengan pola Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Berbagai input seperti; bahan ajar (kognitif, afektif atau psikomotorik), sarana dan prasarana lembaga pendidikan, dukungan administrasi, berbagai sumber daya dan upaya penciptaan suasana yang kondusif untuk belajar. Mutu dalam konteks “hasil pendidikan” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh lembaga pendidikan pada setiap kurun waktu tertentu. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang mencakup pengembangan pendidikan kecakapan hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dalam rangka pengembangan kompetensi, kepribadian, kewarganegaraan, intelektual, estetika, dan kinestik pada berbagai satuan, jenis, jenjang, dan jalur pendidikan. Tujuannya agar keluaran pendidikan memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang terus berkembang secara mandiri.

Berikut ini ditampilkan beberapa data terkait upaya peningkatan presentase kelulusan dan kualitas kelulusan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dapat di lihat pada tabel 2.20; 2.21; 2.22; 2.23.

Tabel 2.20. Kelulusan Sekolah Dasar

NO TAHUN TERDAFTAR BERUJI TIDAK

BERUJI LULUS %

1 2009/2010 9.256 9.137 119 9.032 98,85

2 2010/2011 9.714 9.617 97 9.167 95,32

3 2011/2012 10.399 10.276 123 10.276 100

Sumber : Dinas PPO Kab. TTS

Data pada tabel 2.20 menunjukan bahwa jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian dari tahun ke tahun terus meningkat yaitu sebanyak 9.256 pada tahun ajaran 2009/2010 meningkat menjadi 10.399 pada tahun ajaran 2011/2012 atau bertambah sebanyak 1.143 siswa (13%). Peningkatan yang sama juga terlihat pada jumlah siswa yang mengikuti ujian yaitu sebanyak 9.137 siswa pada tahun 2009/2010, meningkat menjadi 10.276 pada tahun 2011/2012 atau bertambah sebanyak 1.139 siswa (12%). Hal ini menunjukan bahwa perhatian orang tua untuk menyekolahkan anak mereka terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data pada tabel juga menunjukan bahwa peningkatan jumlah peserta ujian ternyata diikuti juga oleh peningkatan jumlah siswa yang tidak mengikuti ujian yaitu sebanyak 119 siswa (1,3%) pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 123 siswa (1,1%) pada tahun 2011/2012.

Hal yang menggembirakan adalah data kelulusan pendidikan sekolah dasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebesar 98,85% pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 100% pada tahun ajaran 2011/2012. Ini adalah angka ideal yang diharapkan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan sudah tentu harus tetap dipertahankan.

Tabel 2.21

Kelulusan Sekolah Menengah Pertama

NO TAHUN TERDAFTAR BERUJI TIDAK

BERUJI LULUS %

1 2009/2010 7.806 7.489 317 5.974 79,77

2 2010/2011 7.223 6.925 271 6.745 97,40

3 2011/2012 7.261 7.019 242 6.842 97,47

Sumber : Dinas PPO Kab. TTS

Data pada tabel 2.21 menunjukan bahwa jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian pada tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 7.806, pada tahun ajaran 2010/2011 menurun menjadi 7.223 siswa. Kemudian pada tahun ajaran 2011/2012 bertambah menjadi 7.261 (0,5%). Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti ujian yaitu sebanyak 7.489 siswa pada tahun 2009/2010 dan menurun menjadi 6.925 pada tahun 2010/2011 sedangkan pada tahun 2011/2012 bertambah menjadi 7.019 atau bertambah sebanyak 94 siswa (1,3%). Data pada tabel juga menunjukan bahwa penurunan jumlah peserta ujian ternyata diikuti juga oleh penurunan jumlah siswa yang tidak mengikuti ujian yaitu sebanyak 317 siswa (4,2%) pada tahun ajaran

2009/2010 menurun menjadi 271 siswa (3,9%) pada tahun 2010/2011 dan menurun lagi menjadi 242 siswa (3,4%).

Walaupun terjadi penurunan pada jumlah siswa yang mengikuti ujian tetapi tingkat kelulusan meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebesar 79,77% pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 97,47% pada tahun ajaran 2011/2012.

Tabel 2.22.

Kelulusan Sekolah Menengah Atas

Sumber :Dinas PPO Kab. TTS

Data pada tabel 2.22 menunjukan bahwa jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian dari tahun ke tahun terus menurun yaitu sebanyak 3.176 pada tahun ajaran 2009/2010 menurun menjadi 3.043 pada tahun ajaran 2011/2012 atau berkurang sebanyak 133 siswa (4,3%). Penurunan yang sama juga terlihat pada jumlah siswa yang mengikuti ujian yaitu sebanyak 3.090 siswa pada tahun 2009/2010, menurun menjadi 2.951 pada tahun 2011/2012 atau berkurang sebanyak 139 siswa (4,5%). Data pada tabel juga menunjukan bahwa penurunan jumlah peserta ujian ternyata diikuti juga oleh penurunan jumlah siswa yang tidak mengikuti ujian yaitu sebanyak 86 siswa (2,7%) pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 75 siswa (2,5%) pada tahun 2011/2012.

Sedangkan data kelulusan pendidikan Sekolah Menengah Atas terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebesar 79,77% pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 99,72% pada tahun ajaran 2011/2012.

Tabel 2.23.

Kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan

NO TAHUN TERDAFTAR BERUJI TIDAK

BERUJI LULUS %

1 2009/2010 1.044 1.003 41 972 96,90

2 2010/2011 930 888 42 867 97,63

3 2011/2012 1.186 1.104 82 1.091 98,82

Sumber :Dinas PPO Kab. TTS

Data pada tabel 2.23 menunjukan bahwa jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian pada tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 1.044, pada tahun ajaran 2010/2011 menurun menjadi 930 siswa. Kemudian pada tahun ajaran 2011/2012 bertambah menjadi 1.186 (14%) Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti ujian yaitu sebanyak 1.003 siswa pada tahun 2009/2010, dan menurun menjadi 888 pada tahun 2010/2011 sedangkan pada tahun 2011/2012 bertambah menjadi 1.104 atau bertambah sebanyak 101 siswa (10 %). Data pada tabel juga menunjukan jumlah siswa yang tidak mengikuti

NO TAHUN TERDAFTAR BERUJI TIDAK

BERUJI LULUS %

1 2009/2010 3.176 3.090 86 2465 79,77

2 2010/2011 3.113 3.062 51 3001 98,08

ujian sebanyak 41 siswa pada tahun ajaran 2009/2010 dan meningkat menjadi 82 siswa pada tahun 2011/2012. Sedangkan tingkat kelulusan meningkat yaitu sebesar 96,90% pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 98,82% pada tahun ajaran 2011/2012.

b. Urusan Kesehatan

Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain peningkatan umur harapan hidup, angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat.

1. Mortalitas

Mortalitas adalah angka kematian yang terjadi pada kurun waktu dan tempat tertentu yang diakibatkan oleh keadaan tertentu. Indikator mortalitas meliputi angka kematian pada bayi, angka kematian pada balita, angka kematian pada ibu melahirkan, angka kematian kasar. Indikator-indikatormortalitas yang menjadi ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai berikut :

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 44-47)

Dokumen terkait