• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nada atau suasana (tone)

STRUKTUR SENANDUNG BABUSSALAM

3. Imaji Auditif ( Pendengaran)

3.3 Struktur Batin

3.3.2 Nada atau suasana (tone)

Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca dari sikap terciptalah suasana puisi (Waluyo, 2005 : 37).

Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pendengar. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca dari sikap itu terciptalah suasana puisi (Waluyo, 2005 : 37). Nada mempunyai unsur yang penting dalam puisi sebab nada menyangkut, masalah sikap penyair kepada pembaca. Ada nada menegaskan, persuasif dan sebagainya.

Adapun nada yang digunakan dalam senandung Babussalam sebagai berikut : 1. Nada menegaskan

Nada menegaskan ini bersifat lugas, hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Nada ini biasanya menegaskan kembali apa yang telah ditetapkan sebelumnya seperti sejarah, dogma-dogma agama, hukum adat, dan lain-lain. Nada ini tercermin pada bait berikut :

Dengan Bismillah dimulai wadah Menyusun syair menata kalam Mengharap hidayah dan ridho Allah Serta syafaat rasul yang kirom (SB : 1)

Pada bait di atas menegaskan atau menceritakan kembali bahwa untuk memulai sesuatu haruslah dimulai dengan membaca Bismillah agar mendapat ridho dari Allah dan syafaat dari Rasul.

2. Nada persuasif

Menurut KBBI ( 2005: 864) persuasif adalah bersifat membujuk secara halus (supaya lebih yakin ) ; hanya dengan cara....pendekatan itu dapat dilakukan. Nada persuasif ini tergambar pada kutipan berikut :

Wahai pemuda dan juga pemudi Hidupkan olehmu busana Islami Jangan tergoda rayuan duniawi Ingat wasiat Alkholidi Naqsyabandi ( SB : Bait 8)

Pada bait di atas terlihat bahwa penyair mengisyaratkan atau membujuk pembaca terutama kaum muda-mudi agar mau menjaga auratnya dengan berbusana muslim dan

menjaga diri agar tidak tergoda oleh rayuan duniawi dan selalu ingat akan pesan wasiat dari syekh Abd. Wahab Rokan.

3. Nada Sugesti

Menurut KBBI (2005 : 1097) sugesti adalah 1. pendapat yang dikemukakan ( untuk dipertimbangkan) ; anjuran ; saran, 2. pengaruh dan sebagainya yang dapat menggerakkan hati orang dan sebagainya ; dorongan.Dalam hal ini penyair ingin merangsang pembaca agar tergerak hatinya untuk melakukan apa yang dimaksudkan penyair. Nada sugesti terdapat pada bait berikut :

Bila waktu sholatkan sampai Dari menara kumandang munajat Suaranya merdu lemah gemulai Mohon selamat dunia akhirat ( SB : bait 7)

Pada bait 7 di atas memiliki nada sugesti yang kuat. Nada tersebut terlihat pada kata-kata ” bila waktu sholatkan sampai, dari menara kumandang munajat” yang mensugesti pembaca untuk segera menunaikan ibadah sholat.

3.3.3 Perasaan ( feeling)

Rasa atau feeling mengungkapkan suasana perasaan penyair ikut di ekspresikan dan dihayati oleh pembaca ( Waluyo, 2005 : 39). Rasa adalah tanggapan atau reaksi pengarang berupa perasaan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya, juga merupakan gambaran suasana kejiwaan atau perasaan seorang penyair terhadap segala sesuatu yang menjadi persoalan dalam dirinya.

Sehubungan dengan hal di atas, maka dapat dipaparkan rasa atau perasaan pengarang dalam senandung Babussalam dalalm kutipan bait di bawah ini :

Dengan Bismillah dimulai wadah Menyusun syair menata kalam Mengharap hidayah dan ridho Allah Serta syafaat rasul yang kirom (SB : 1)

Dirakit kalam untaian madah Riwayat negeri kampung halaman Andaikan silap bersalah tingkah Musafir kelana mohon maafkan (SB : 2)

Wahai pemuda dan juga pemudi Hidupkan olehmu busana Islami Jangan tergoda rayuan duniawi Ingat wasiat Alkholidi Naqsyabandi ( SB : Bait 8)

Ia mengaji dengan khusyuknya Sepanjang malam tiada hentinya Walaupun demam yang dideritanya Ia sembunyikan kepada gurunya ( SB : Bait 10)

Tiga belas empat puluh lima hijriyah Berkabunglah umat di kala itu

Tuan guru berpulang ke Rahmatullah ( SB : Bait 18)

Pada bait 1 ” mengharap hidayah dan ridho Allah, serta syafaat Rasul yang kirom” menggambarkan bahwa penyair mengharapkan hidayah dan keridhoan dari Allah SWT serta syafaat Rasul dalam memulai suatu hal.

Pada bait 2 ” andaikan silap bersalah tingkah, musafir kelana mohon maafkan” merupakan gambaran perasaan penyair bahwa sebagai manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan oleh karena itu penting untuk memaafkan segala kesalahan.

Pada bait 8 ” jangan tergoda rayuan duniawi, ingat wasiat Alkholidi Naqsyabandi” merupakan gambaran bahwa penyair tentang pentingnya menjaga diri agar tidak tergoda dengan godaan dunia ini dan selalu mengingat amanah dari syekh Abd. Wahab Alkholidi Naqsyabandi.

Pada bait 10 ” ia mengaji dengan khusyuknya, sepanjang malam yang dideritanya” menggambarkan perasaan penyair yang begitu dalam terhadap Syekh Abd. Wahab yang senantiasa mengaji dengan khusyuk setiap malam dan tetap menjaga amanah dari gurunya dengan tetap mengaji.

Pada bait 18 ” berkabunglah umat dikala itu, tuan guru berpulang ke Rahmatullah” menggambarkan perasaan penyairnya yang sangat berduka atas meninggalnya syekh dari Babussalam tersebut dan semua orang pun berkabung atas kepergiannya.

3.3.4 Amanat

Menurut Kamus Istilah Sastra (2006 : 27), amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dari sebuah karya sastra. Ada kalanya dapat diangkat suatu

ajaran moral. Amanat puisi sangat sangat berkaitan dengan cara pandang pembaca, amanat tidak lepas dari tema dan isi puisi yang dikemukakan oleh penyair (Waluyo, 2005 : 40).

Adapun amanat yang hendak disampikan dalam senandung Babussalam adalah sebagai berikut :

1. Dalam memulai sesuatu pekerjaan hendaklah kita selalu mengucapkan bismillah agar pekerjaan yang kita lakukan selalu diberikan keridhoan oleh Allah SWT. Hal ini terlihat pada bait berikut :

Dengan Bismillah dimulai wadah Menyusun syair menata kalam Mengharap hidayah dan ridho Allah Serta syafaat rasul yang kirom (SB : 1)

2. Selalu mengingat perjuangan syekh Abd. Wahab Rokan Alkholidi Naqsyabandi agar kita senantiasa terjaga dari segala hal yang dapat menjerumuskan kita. Hal ini terlihat pada kutipan senandung di bawah ini :

Syekh Abd. Wahab Rokan seorang Waliyullah Alim dan wara’ serta karomah

Murid beribu dan juga khalifah Mahsyur namanya sampai ke Mekkah (SB : 5)

Wahai pemuda dan juga pemudi Hidupkan olehmu busana Islami Jangan tergoda rayuan duniawi Ingat wasiat Alkholidi Naqsyabandi ( SB : Bait 8)

B A B IV

Dokumen terkait