• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

A. Nama Proyek

Proyek : Pusat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA Pria Tema : Arsitektur Perilaku

Status Proyek : Fiktif Pemilik Proyek : Swasta Sumber Dana : Swasta

Lokasi : Jalan Cipadung Gagak, Kecamatan Cibiru, Kelurahan Pasirbiru, Kota Bandung.

B. Lokasi

1. Kriteria Lokasi

Berdasarkan hasil studi banding yang telah dilakukan, dalam pemilihan lokasi dan tapak Pusat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA Pria ini haruslah memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

a. Jauh dari pusat kota

Untuk menciptakan pemulihan yang lebih efektif, tapak pun harus berada jauh dari pusat kota. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan faktor- faktor negatif yang mungkin timbul seperti keinginan pasien kembali ke rumah.

b. Kepadatan penduduk rendah

Jumlah kependudukan ini akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA. Wilayah dengan jumlah penduduk tinggi relatif memiliki penyebaran penyakit yang lebih cepat sehingga akan membahayakan pasien Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA.

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Pencapaian

Pencapaian yang dimaksud adalah lokasi masih dapat di akses baik menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi. Dengan adanya akses yang baik dan mudah, maka akan membantu pasien untuk datang melakukan rehabilitasi. Namun disisi lain, akses yang ada jangan sampai memudahkan pasien untuk melarikan diri.

d. Kesesuaian dengan kondisi pasien.

Dalam melakukan penyembuhan, pusat rehabilitasi haruslah dapat memberikan kenyamanan bagi para pasien. Hal ini bertujuan agar proses penyembuhan menjadi lebih efektif. Maka dari itu, diperlukanlah suasana lingkungan yang tenang, beriklim sejuk, serta terhindar dari polusi udara. e. Terdapatnya sarana pendukung

Sarana pendukung ini ditujukan bagi para staf yang menetap dan keluarga pasien yang datang. Sarana pendukung ini berupa fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas perekonomian, serta terminal/stasiun.

f. Tidak berdekatan dengan fasilitas pelayanan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA lainnya.

Untuk mengefektifkan pelayanan, lokasi sebaiknya tidak berdekatan dengan fasilitas pelayanan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA lainnya karena untuk memeratakan pelayanan yang ada. g. Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Lokasi perancangan haruslah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), hal ini ditujukan agar bangunan Pusat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA ini sesuai dengan peruntukan beberapa tahun mendatang.

h. Terdapatnya jaringan listrik, telpon dan utilitas.

Jaringan listrik, telepon, dan utilitas merupakan sarana penunjang keberlangsungan kegiatan rehabilitasi.

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Analisis Lokasi

Berdasarkah kriteria lokasi tersebut, berikut analisis lokasi pada Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA :

Tabel 3. 1. Analisis Lokasi

No Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jauh Pusat Kota 0 0 0 0 5 10 10 5

2 Kepadatan Penduduk Rendah 8.4 8.3 7.7 8.4 9.5 9.2 9.1 9.1 3 Pencapaian 8.5 5.5 5 10 5.5 5 5 5 4 Kesesuaian dengan Kondisi Pasien 9 5 8 8 5 8 8 8

5 Akses dari Terminal

dan Stasiun 7 7 10 10 7 7 7 7 6 Tidak memiliki fasilitas pelayanan NAPZA 0 0 10 10 10 10 10 10 TOTAL 31.9 25.8 40.2 36.5 42 49. 2 59. 1 44. 1 (Sumber:Analisis Penulis,2015) Keterangan:

1: SWK Bojonagara Skala Penilaian 1-10

2: SWK Cibeunying 3: SWK Tegallega 4: SWK Karees 5: SWK Kordon 6: SWK Gedebage 7: SWK Ujung Berung 8: SWK Arcamanik

Berdasarkan hasil analisis di atas, lokasi terpilih berada pada Sub Wilayah Kota (SWK) Ujung Berung sebagai wilayah yang sesuai dengan kriteria lokasi perancangan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA. Untuk tahap selanjutnya yaitu penentuan lokasi pada Sub Wilayah Kota (SWK) Ujung Berung.

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3. 1. Pemilihan Lokasi Sub Wilayah Kota Ujung Berung

(Sumber: Dokumen Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya,2015)

Penentuan lokasi pada Sub Wilayah Kota (SWK) Ujung Berung ini mengacu terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung tahun 2015-2031. Dalam tahap pemilihan lokasi kali ini, digunakan pendekatan kriteria lokasi yang sama seperti sebelumnya. Namun, untuk besaran tapak yang dibutuhkan, digunakan perbandingan terhadap bangunan Rehabilitasi yang memberikan pelayanan kelas A yaitu UNITRA LIDO Bogor untuk menghasilkan asumsi luas tapak minimal pada bangunan Pusat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA Pria .

Tabel 3. 2. Analisis Besaran Tapak

Nama Tempat Kapasitas Luas Lahan

UNITRA LIDO Bogor 200 TT 11,2 Ha

Pusat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NARKOBA Pria 100 TT (standar pelayanan minimal kelas A) Diasumsikan untuk 200 TT membutuhkan lahan sebesar 11,2 Ha, maka untuk 100 TT:

=(100:200)x11,2 Ha =5,6 Ha

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan kriteria tersebut, terpilihlah 3 lokasi tapak yang berada di Desa Palasari, Kecamatan Pasir Biru. Adapun karakteristik lingkungan Desa Palasari adalah sebagi berikut :

a. Memiliki kondisi lingkungan yang tenang, beriklim sejuk, view yang baik serta terhindar dari polusi udara karena berada di kaki Gunung Manglayang.

b. Memiliki jumlah penduduk yang rendah. c. Memiliki banyak lahan kosong.

d. Karakteris lingkungan yang memiliki nilai keagamaan yang tinggi sehingga sesuai dengan metode rehabilitasi yang akan diterapkan yaitu metode religius. Salah satu bentuk keagamaan yang terlihat yaitu dengan adanya sarana-sarana pendidikan berbasis islam.

e. Terdapat fasilitas pendidikan seperti TPA, SD, SMP 46 Bandung, SMAN 26 Bandung, MAN 2 Bandung, SMAT Krida Nusantara, Universitas Islam Bandung.

f. Terdapat fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Cipadung.

g. Terdapatnya fasilitas ekonomi seperti retail dan pasar sebagai sarana penunjang kebutuhan sehari-hari.

h. Tersedianya jaringan listrik, telpon dan utilitas sebagai sarana penunjang aktivitas.

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3. 2. Analisis Lokasi Tapak

(Sumber: Analisis Penulis,2015)

Berikut merupakan hasil analisis terhadap 3 lokasi tapak yang terpilih :

 Tapak 1

Berada pada sebuah tikungan di jalan Cipadung Gagak; Akses dari jalan utama yang mudah; Dilalui oleh transportasi umum; Kontur tidak terlalu curam; Luas lahan +- 5,6 Ha.

 Tapak 2

Berbatasan langsung dengan lembah dan sawah; Berada tepat di samping jalan Cipadung Gagak; Dilalui oleh transportasi umum; Kontur tidak terlalu curam; Luas lahan +- 5,6 Ha.

 Tapak 3

Berbatasan dengan fasilitas pendidikan; Hanya dapat dilalui oleh transportasi umum roda 2; Kontur relatif datar.

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Berikut penilaian terhadap ke-3 lokasi tapak tersebut :

Tabel 3. 3. Analisis Kriteria Lokasi Tapak

KRITERIA ALTERNATIF

Tapak 1 Tapak 2 Tapak 3

Kesesuaian dengan kebutuhan Rehabilitasi (lingkungan yang tenang, iklim yang sejuk, rendah polusi)

2 3 4

Kemiringan kontur 5 4 3

Potensi View 3 5 1

Aksesibilitas 4 4 1

Luas lahan memadai 4 4 4

Total 18 20 14

(Sumber: Analisis Penulis,2015)

Keterangan :

Skala Penilaian 0-5 Lokasi terpilih :

Gambar 3. 3. Lokasi Tapak Terpilih

Akbar Raditya Permana, 2015

PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen terkait