9. Cetak Laporan Fishbone
4.7.5 User Interface
4.7.5.1 Navigation Diagram
Navigation diagram berisi tentang gambar yang telah diperkecil dari setiap window dan arah yang menjelaskan bagaimana tombol dan fungsi-fungsi dari aplikasi
bekerja, berikut adalah navigation diagram dari sistem pengendalian kualitas PT. KEMANG FOOD INDUSTRIES yang dibuat sesuai keperluan user:
4.7.5.2 Examples
Berikut ini melalui contoh, akan dijelaskan secara lebih mendalam tentang masing-masing window dari user interface yang ada pada sistem pengendalian kualitas PT. KemFood.
• Window Login
Gambar 4.41 Window Login
Pada saat aplikasi pertama kali dijalankan, maka window yang pertama kali muncul adalah window login, seperti yang diperlihatkan pada gambar 4.41 diatas.
Window ini berlaku bagi semua tipe user, baik admin, staff maupun manajer QC. Pada
menekan tombol Log In. Bila ada kesalahan, akan muncul pesan untuk memperbaiki kesalahan, namun bila berhasil user akan masuk ke halaman menu utama.
• Window Ganti Password
Gambar 4.42 Window Change Password
Window change password ini dimiliki oleh semua user pada sistem. Window ini
digunakan user apabila ingin merubah kata sandi miliknya. User diminta memasukan paswword yang lama, lalu memasukan password yang baru dua kali sebagai konformasi. Bila telah selesai bisa memilih button Ok, atau cancel bila ingin operasi dihentikan.
• Menu Utama
Gambar 4.43 Window Menu Utama
Setelah mengisi form login, maka user akan langsung masuk ke menu utama. Pada menu utama terdapat MDI button yang berfungsi sebagai opsi- opsi yang akan dipilih sesuai kebutuhan user. Tiap user memiliki hak akses yang berbeda. Staff Produksi hanya bisa mengakses window yang berkaitan dengan bagian produksi, seperti transaksi produksi dan master produk. Staff QC juga hanya bisa mengakses window yang berhubungan dengan bagian QC, seperti transaksi cacat dan master cacat. Sedangkan manajer hanya bisa mengakses window laporan ditambah dengan window master produk.
• Master Produk
Gambar 4.44 Window Master Produk
Data pertama yang harus diinput pada aplikasi ini adalah master produk. Master produk menunjukan daftar produk yang diproduksi di PT. Kemfood. Untuk melakukan entri jenis produk, dapat menekan tombol “tambah”, lalu akan keluar window Tambah Produk.
Master Produk dapat ditambah sesuai keperluan oleh manajer dan staff produksi. Kode Produk diisi sesuai format yang dikehendaki, lalu diisi keterangan atau nama produk tersebut pada kolom deskripsi. User dapat menekan tombol save lanjut untuk pengisian master selanjutnya, atau save untuk menyimpan data dan langsung mengakhiri sesi tersebut.
Setelah melakukan pengisian master produk, langkah selanjutny adalah mengisi master cacat yang hanya bisa dilakukan oleh staff QC.
Gambar 4.46 Window Master Cacat.
Pada Master Cacat, user bisa menambahkan, mengubah, dan menghapus jenis cacat yang ditemukan dan juga detailnya. Untuk menambahkan, user dapat menekan tombol tambah dan akan muncul window Tambah cacat.
Gambar 4.47 Form Pengisian Jenis Cacat
Sama seperti saat akan menambahkan master produk, user dapat mengisi kode cacat sesuai format yang dikehendaki lalu mengisi deskripsi dari cacat tersebut. User dapat menekan tombol save lanjut untuk pengisian master selanjutnya, atau save untuk menyimpan data dan langsung mengakhiri sesi tersebut.
Pada menu master cacat, tiap kode atau jenis cacat memiliki detil yang juga harus diisi. Detil- detil tersebut yaitu faktor penyebab (manusia, mesin, material, dan metode), potensial mode, potensial efek, dan rekomendasi tindakan. Setiap kode atau jenis cacat bisa memiliki lebih dari satu detil. Form pengisian detil cacat dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 4.48 Form Pengsian Detil Cacat
Setelah semua master baik produk maupun cacat sudah tersedia, selanjutnya bagian staff produksi dapat melakukan entri transaksi produksi dari setiap produksi yang dilakukan. Proses entri tersebut dapat dilakukan pada form transaksi produksi, seperti yang ditunjukan pada gambar berikut.
Gambar 4.49 Form Transasksi Produksi
Pada form transasksi produksi, pertama sekali user harus memilih tanggal kapan produksi dilakukan, memilih shift kerja, dan lalu memilih jenis produk yang akan direkam data produksinya. Produk yang dipilih merupakan salah satu produk yang berada pada master produk yang telah diiisi sebelumnya. Setelah memilih kode produk, staff produksi juga harus memasukan jumlah produksinya, baru setelahnya dapat menekan tombol save. Apabila menekan tombol save, data akan otomatis tersimpan dan terpampang pada tabel di bawah, dan field isian akan kembali kosong untuk pengisian selanjutnya. Apabila user telah selesai melakukan pengisian, dapat menekan tombol keluar.
Setelah dilakukan entri transaksi produksi, lalu petugas QC akan memeriksa barang hasil produksi pada hari tersebut dan menginventarisir cacatnya. Lalu dia akan melakukan entri data pada form transaksi cacat seperti pada gambar berikut.
Gambar 4.50 Form Transasksi Cacat
Pada pengisian transaksi cacat, staff QC hanya perlu memilih tanggal dan akan muncul produk-produk yang diproduksi pada tanggal tersebut. Lalu user dapat memilih salah satu dari produksi tersebut dan langsung memilih jenis cacat apa yang teridentifikasi serta jumlahnya. Tiap produksi bisa saja memiliki lebih dari satu jenis cacat. Setiap transaksi cacat yang sudah dimasukan, akan langsung ditampilkan pada tabel beserta deskripsi dan jumlahnya.
Apabila transaksi produksi dan transaksi cacat sudah tercatat, maka rekaman produksi dan cacat yang menyertainya sudah tersimpan dalam database. Selanjutnya user dapat melihat beberapa laporan dari transaksi tersebut. Yang pertama adalah user dapat melihat laporan produksi. Laporan ini memperlihatkan rekaman produksi beserta jumlahnya dalam kurun waktu tertentu.
Durasi penyajian laporan juga dapat ditentukan sendiri, mulai tanggal berapa sampai tanggal hari ini. Tipe laporannya pun dapat dipilih sesuai kebutuhan, yaitu berdasarkan kronologis, grup produk, dan juga kronologi per-produk.
Selain itu, manajer juga dapat melihat grafik produksi setiap bulan ataupun selama setahun dari suatu jenis produk, seperti pada gambar berikut.
Gambar 4.52 Grafik Produksi
Pada window ini laporan produksi perbulan atau pertahun daru suatu produk akan disajikan dalam bentuk bar. Apabila user ingin laporan tahunan, maka periode akan menjadi bulan. Namun apabila user ingin informasi per-bulan, makan periode chart akan berubah menjadi tanggal.
Selanjutnya, aplikasi ini juga menyediakan laporan grafik quality control yang terdiri atas peta kendali X, dan juga diagram pareto yang berbentuk pie chart.
Gambar 4.53 Grafik QC
Pada penyajian laporan ini, user dapat memilih laporan ingin disajikan untuk per produk dalam kurun waktu satu bulan atau satu tahun. Selain itu laporan juga dapat disajikan untuk semua produk, baik dalam kurun waktu satu bulan, ataupun satu tahun. Pada grafik peta kendali, akan ditunjukan sebaran data cacat untuk melihat apakah cacat- cacat tersebut masih dalam batasan kontrol atau tidak. Apabila data keluar dari batas UCL atau LCL, maka data tersebut masuk dalam kategori out of control . Di samping peta kendali X terdapat sebuah pie chart yang menujukan proporsi dari tiap jenis cacat pada suatu produk atau keseluruhan produk yang disajikan dalam peta kendali di sampingnya.
Untuk melihat laporan fishbone dari masing-masing jenis cacat, user dapat memilih laporan fishbone pada menu utama.
Gambar 4.54 c
Bagian terakhir dari aplikasi ini adalah berupa window FMEA atau failure mode
effect analysis yang menunjukan tingkat kepentingan dari masing-masing detil cacat.
Gambar 4.55 Analisa FMEA.
Pada window ini user dapat melakukan analisa FMEA atas sebuah produk pada setiap bulan ataupun keseluruhan selama satu tahun. Setelah user memilih kode produk
dan periodenya, maka pada akan keluar tabel yang berisi tentang jenis cacat beserta detilnya, yaitu potensial mode, potensial efek, dan rekomendasi tindakannya. Selain itu pada tabel terdapat juga kolom-kolom isian angka severity, occurance, dan detection yang dapat diisi sesuai tingkat kepentingan. Apabila user sudah melakukan pengisian atas tiga kolom tersebut, maka otomatis angka RPN atau Risk Priority Number akan terisi. Angka RPN inilah yang menentukan prioritas dari masing-masing potensial efek, untuk diputuskan mana yang harus diutamakan penyelesaiannya.