• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5. Nepenthes tobaica Danser

Batang : batang roset pada anakan, dewasa merambat, panjangnya mencapai 1,5 m , diameter 0,5 cm, bentuk silinder berwarana hijau, permukaan kulit batang licin (Gambar 9a).

Daun : daun tunggal, tanpa tangkai duduk pada batang, berwarana hijau, bentuk lanset menyempit di pangkal batang, melebar di tengah kemudian runcing di ujung daun, tepi daun tidak berbulu, ibu tulang daun berwarna hijau dan coklat, menjepit batang 1/2 – 3/4 lingkaran, permukaan daun licin, panjang daun 10 - 13 cm, lebar 1,4 - 3 cm, jarak antar daun 0,5 - 5 cm (Gambar 9a).

Kantung bawah : Bentuk pinggang, oval di bagian bawah, menyempit di bagian tengah, dan silindris ke bagian atas, berwarna hijau muda, bagian dalam kantung terdapat bercak merah. Panjang kantung 10 cm dan lebar 3 cm. Memiliki sayap dengan bulu rapat, panjang bulu 0,2 cm (Gambar 9b). Peristome tipis berwarna hijau, melingkar agak oval sampai bulat, rata di bagian depan meninggi di bagian belakang, tidak memiliki gigi atau bulu di dalam kantung dibawah peristome. Bentuk tutup kantung bulat telur, membulat dibagian ujung dan berlekuk dibagian pangkal berwarna hijau kemerahan, taji tanpa cabang (Gambar 9g). Panjang sulur 4,5 cm, diameter 0,1 cm, berwarna hijau kemerahan, permukaan sulur licin.

Kantung atas : warna hijau bercak merah, bentuk hampir sama dengan kantung bawah tetapi tidak bersayap, ditandai dengan liris jelas di kantung bagian depan berwarna merah, terlihat jelas antara bentuk bagian dasar dan bagian tengah kantung. Bagian dalam kantung terdapat bercak merah. Panjang kantung 13 cm dan lebar 2,3 cm (Gambar 9d). Peristome tipis berwarna merah terang, melingkar agak oval sampai bulat, rata di bagian depan meninggi di bagian belakang. Peristome rapat dan tidak

memiliki gigi (Gambar 9f). Bentuk tutup kantung bulat telur membulat dibagian ujung dan berlekuk dibagian pangkal berwarna merah bercak hijau muda, taji tanpa cabang. Panjang sulur 8 cm, diameter 0,1 cm, berwarna hijau dekat daun dan merah di pangkal dekat kantung, permukaan sulur licin.

Gambar 9. Bagian-bagian pada tumbuhan Nepenthes tobaica : a) Batang dan susunan

daun, b) kantung bawah, c) kantung roset (antara), d) kantung atas, e) peristome berwarna hijau, f) Peristome berwarna merah, dan g) tutup

kantung.

6. Nepenthes sp. 1

Batang : batang roset pada anakan, dewasa merambat, panjangnya mencapai 1 m, diameter 1 cm, bentuk segitigs berwarna hijau, permukaan kulit batang licin (Gambar 10a).

Daun : daun tunggal tidak memiliki tangkai daun langsung menempel pada batang, berwarana hijau hijau, bentuk tumpul di pangkal batang, melebar di tengah kemudian runcing di ujung daun, tepi daun tidak berbulu, ibu tulang daun berwarna merah di

a b c

e

d

g f

pangkal daun dan hijau di ujung daun, menjepit batang 3/4 lingkaran, permukaan daun licin, panjang daun 31 cm, lebar 7,2 cm, jarak antar daun 1 cm (Gambar 10a).

Kantung bawah : warna hijau muda. Bentuk pinggang, oval di bagian bawah, menyempit di bagian tengah, dan silindris ke bagian atas. Panjang kantung 34 cm dan lebar 9,6 cm memiliki sayap dengan bulu jarang, panjang bulu 1,3 cm, jarak antar bulu 0,6 cm. Peristome menyempit dibagian depan mengembang di bagian tengah dan meninggi di bagian belakang berwarna merah liris hijau kekuningan, melingkar agak oval sampai bulat, tidak memeliki gigi atau bulu di dalam kantung dibawah peristome (Gambar 10b). Bentuk tutup kantung bulat telur, membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal, berwarna hijau muda, taji berwarna hijau muda. Panjang sulur 14 cm dan diameter 0,2 cm, berwarna merah dan permukaan sulur berbulu.

Kantung atas : warna hijau muda kekuningan tidak memiliki corak, bentuk hampir sama dengan kantung bawah. Panjang kantung 23 cm dan lebar 8 cm, memiliki sayap dengan bulu jarang, panjang bulu 1,4 cm. Peristome tebal berwarna merah dengan pinggir hijau kekuningan, melingkar agak oval sampai bulat, menyempit dibagian depan mengembang di bagian tengah meninggi di bagian belakang. Peristome rapat dan tidak memiliki gigi (Gambar 10d). Bentuk tutup kantung bulat telur, membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal, berwarna hijau dan merah, panjang 5,6 cm dan lebar 5 cm (Gambar 10e). Taji berwarna merah dan hijau, panjang taji 1,3 bercabang dua. Panjang sulur 13 cm dan diameter 0,2 cm, berwarna merah, permukaan sulur berbulu (Gambar 10f).

Gambar 10. Bagian-bagian pada tumbuhan Nepenthes sp.1: a) kantung bawah, b) kantung bawah tampak samping, c) kantung atas, d) tutup kantung hijau

bercak merah dan merah, e) sulur dan bakal kantung, f) bentuk dan susunan daun.

7. Nepenthes sp. 2

Batang : batang roset pada anakan, dewasa merambat, panjangnya mencapai 3cm, diameter 0,2 cm, bentuk segitiga berwarana hijau, permukaan kulit batang berbulu (Gambar 11a).

Daun : daun tunggal tidak memiliki tangkai batang, langsung menempel pada batang. berwarana hijau, susunan alternate bentuk agak menyempit di pangkal batang, melebar di tengah kemudian menyempit di ujung daun, tepi daun tidak berbulu, ibu tulang daun hijau muda. menjepit batang 3/4 lingkaran, permukaan daun berbulu, panjang daun 47 cm, lebar 7 cm, jarak antar daun 7 cm (Gambar 11a).

Kantung bawah : bentuk pinggang membesar di bagian bawah kantung, mengecil di tengah kantung membesar kearah peristome, berwarna hijau polos diluar kantung dan

e f

d

c

dibagian dalam kantung. Panjang kantung 30 cm dan lebar 7 cm, memiliki sayap dengan panjang bulu 0, 5 cm berwarna hijau. Peristome berwarna hijau, menyempit di depan, mengembang ditengah dan meninggi ke belakang, Penutup kantung bulat telur, membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal, panjang 10,1 cm, lebar 9,6 cm, berwarana hijau. Panjang taji 1 cm, tidak bercabang dengan warna merah campur hijau. Panjang sulur 36 cm dan diameter 0,7 cm, berwarna hijau, permukaan sulur berbulu (Gambar 11c).

Kantung atas : bentuk pinggang membesar di bagian bawah kantung, mengecil di tengah kantung membesar kearah peristome, berwarna hijau polos diluar dan dibagian dalam kantung, tinggi 42 cm, lebar 11 cm (Gambar 11d). Memiliki sayap yang jarang dan berbentuk rusuk tanpa bulu mendekati peristome, dengan panjang bulu 1,3 cm berwarna hijau (Gambar 11f). Peristome berwarna hijau, bentuk bulat telur, datar di depan mengembang di tengah dan meninggi dan menyempit ke belakang kea rah pangkal penutup kantung (Gambar 11e). Penutup kantung bulat telur , membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal, berwarana hijau bintik merah, panjang 9 cm, lebar 8,2 cm, Taji panjangnya 1,4 cm, tidak bercabang berwarna hijau. Panjang sulur 34 cm, diameter 0,4 cm, berwarna hijau, permukaan sulur berbulu.

Gambar 11. Bagian-bagian pada tumbuhan Nepenthes sp. 2 : a) Batang dan susunan daun b) kantung bawah yang masih tertutup, c) kantung bawah yang sudah terbuka, d) kantung atas, e) kantung atas tampak samping, f) bulu pada sayap.

8. Nepenthes sp. 3

Batang : batang roset pada anakan, dewasa merambat, panjangnya mencapai 2 m, diameter 0,8 cm, bentuk segitiga berwarana hijau, permukaan kulit batang berbulu (Gambar 12a).

Daun : daun tunggal, tidak memiliki tangkai duduk pada batang. berwarana hijau muda, susunan alternate bentuk tumpul di pangkal batang, melebar di tengah kemudian menyempit di ujung daun, tepi daun tidak berbulu, ibu tulang daun merah muda. menjepit batang 3/4 lingkaran, permukaan daun berbulu, panjang daun 32 cm, lebar 9,5 cm, jarak antar daun 1,5 cm (Gambar 12a).

Kantung bawah : bentuk pinggang membesar di bagian bawah kantung, mengecil di tengah kantung membesar kearah peristome, berwarna hijau bercak merah di dalam dan diluar kantung , tinggi 20 cm, lebar 4 cm (Gambar 12b). Peristome berwarna merah, datar di depan, mengembang ditengah dan meninggi ke belakang, memiliki sayap dengan panjang bulu 1 cm berwarna hijau kemerahan dan jarak antar bulu 0,5 cm. Penutup kantung bulat telur, membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal,

e

panjang 6,6 cm, lebar 5,2 cm, berwarana hijau kemerahan. Taji panjangnya 1 cm, bercabang 3 warna merah dan ujung taji berwarna kuning. Panjang sulur 20 cm dan diameter 0,2 cm, berwarna hijau kemerahan, permukaan sulur berbulu.

Kantung atas : : bentuk pinggang membesar di bagian bawah kantung, mengecil di tengah kantung membesar kearah peristome, berwarna hijau kekuningan polos diluar dan dibagian dalam kantung, tinggi 30 cm, lebar 10 cm. Peristome berwarna merah dengan pinggir hijau muda, datar di depan melebar hingga 1 cm di tengah, dan meninggi ke belakang (Gambar 12f), memiliki sayap dengan panjang bulu 1,2 cm berwarna hijau muda, jarak antar bulu 0,6 cm (Gambar 12c). Penutup kantung bulat telur, membulat di bagian ujung dan berlekuk di bagian pangkal, panjang 11cm, lebar 9,5 cm, berwarana hijau kekuningan (Gambar 12f). Taji panjangnya 3cm, bercabang 2 berwarna hijau. Panjang sulur 25 cm, diameter 0,3 cm, berwarna hijau, permukaan sulur berbulu (Gambar 12e).

Gambar 12. Bagian-bagian pada tumbuhan nepenthes sp.3 : a) Batang dan susunan daun, b) kantung bawah, c) kantung atas, d) kantung atas tampak samping, e) taji tunggal, f) penutup kantung, g) peristome.

a b c d

Deskripsi Kantung pada Nepenthes spp

Menurut Mansur (2006) secara keseluruhan, semua spesies Nepenthes memiliki lima bentuk kantung yaitu bentuk tempayan (Nepenthes ampullaria), bulat telur/oval (Nepenthes rafflesiana), silinder (Nepenthes grasilis), corong (Nepenthes rafflesiana) dan pinggang (Nepenthes reinwardhtiana) atau (Nepenthes gymnamphora). Sedangkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SM Siranggas bentuk kantung yang ditemukan hanya 4 bentuk yaitu silinder (Nepenthes grasilis), pinggang (Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes tobaica, Nepenthes sp 1, Nepenthes sp 2, Nepenthes sp 3,

telur/oval (Nepenthes rhombicaulis), corong (Nepenthes mirabilis).

Menurut Athauda ,dkk (2004) pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantung, yaitu kantung atas, kantung bawah, dan kantung roset. Kantung atas adalah kantung dari tumbuhan dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain, kantung atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantung jenis ini jarang bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria. Kantung bawah adalah kantung yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantung dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya, adapun kantung roset, memiliki bentuk yang sama seperti kantung bawah, namun kantung roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, contoh spesies yang memiliki kantung jenis ini adalah N. ampullaria dan N. gracilis.

Di SM Siranggas ditemukan 2 jenis Nepenthes yang memiliki kantung roset yaitu Nepentes tobaica dan Nepenthes grasilis. Perbedaan antara kantung bawah, kantung roset, dan kantung atas, pada Nepenthes grasilis dapat dilihat pada Gambar 14. Kantung bawah berwarna ungu polos, sayap terlihat sangat jelas dengan bulu yang rapat, peristome sangat tipis dan tanpa gigi di bagian dalam peristome, berwarna senada dengan warna kantung (13a). Kantung roset bagian bawah membesar, mengecil di tengah dan membesar kearah peristome. Berwarna hijau ditutupi dengan bercak ungu, peristome berwarna ungu campur merah. Memiliki sayap namun bulu tidak rapat atau jarang. Panjang sulur lebih pendek dibandingkan dengan kantung bawah berwarna coklat kemerahan (13b). Kantung atas berwarna hijau ditutupi bercak merah kecoklatan, tidak memiliki sayap, peristome lebih tipis dibandingkan dengan kantung bawah dan kantung roset, peristome berwarna merah terang (13c).

Gambar 13. Tiga macam bentuk kantung pada Nepentes grasilis: a) kantung bawah, b) kantung roset,dan c) kantung atas.

Menurut Lloyd (1942) dan Leach (1940) Kantung berfungsi untuk menangkap serangga. Kantung ini mempunyai warna sangat menarik yaitu: hijau dengan bercak merah., kantung dapat berwarna ungu, kuning, hijau dan putih. Serangga yang tertarik oleh warna, lebih jauh dipikat dengan nektar dan bau-bauan yang dihasilkan oleh

b c

kelenjar di bagian bawah bibir yang berlekuk-lekuk dan menjorok ke dalam rongga kantung. Serangga seringkali terpeleset dari bibir yang licin berlilin dan tercebur ke dalam cairan di dalam kantung. Cairan ini berisi bermacam-macam enzim pencernaan yang dihasilkan kelenjar di pangkal kantung. Lilin di permukaan dalam kantung tidak memungkinan serangga yang terjebak untuk keluar.

Semut telah masuk kedalam kantung (Gambar 14a) dan tidak akan bisa kembali keluar karena terdapat lapisan lilin di dalam kantung, sehingga semut tersebut akan mati, dan di ubah menjadi sumber nurtisi bagi Nepenthes (14b). Sehingga walaupun di tanah kritis, tumbuhan ini dapat bertahan hidup. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wang dkk, (2009), Mithofer, (2011), Morohoshi dkk, (2011) yang mengatakan kemampuan Nepenthes hidup di tanah yang miskin unsur hara menjadikan Nepenthes mengembangkan kantungnya sebagai alat untuk memenuhi kekurangan suplai unsur hara terutama nitrogen dan fosfor.

Gambar 14. Semut dalam kantung : a) semut yang tergelincir masuk ke dalam kantung, b) semut yang telah dicerna di dalam kantung

Mansur (2006) yang menyatakan di dalam kantung Nepenthes terdapat cairan asam (pH < 4), sehingga dapat membunuh serangga. Selanjutnya deretan kelenjar di dinding kantung mengeluarkan enzim protease yang disebut juga dengan Nepenthesin.

Dengan bantuan enzim pemecah protein itu, protein dari bangkai serangga atau hewan lain yang terjebak dalam cairan kantung tersebut diuraikan menjadi nitrogen, fosfor, kalium, dan garam mineral. Setelah serangga ini terurai maka zat sederhana kemudian diserap oleh tanaman ini.

Dokumen terkait