• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB IX PENUTUP

GAMBARAN KEUANGAN DAERAH

3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu

3.1.2 Neraca Daerah

3.1.2 Neraca Daerah

Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu (Standar Akuntasi Pemerintah). Dengan demikian, Neraca Daerah merupakan sumber informasi kepada manajemen pemerintah daerah mengenai likuiditas keuangan daerah yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan berupa aset, kewajiban (utang) dan ekuitas dana.

Neraca Daerah merupakan salah satu laporan keuangan yang harus dibuat oleh Pemerintah Daerah. Sebagai salah satu entitas pelaporan, pemerintah daerah wajib menyusun sebuah laporan yang menggambarkan posisi keuangan yang tidak hanya dalam rangka memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan yang berlaku saja, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang terarah dalam rangka pengelolaan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh daerah secara efisien dan efektif.

Neraca merupakan laporan yang menyajikan posisi keuangan pemerintah pada tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuangan adalah posisi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruh sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah. Kewajiban merupakan utang yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah di masa yang akan datang. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Kewajiban mencakup utang yang berasal dari pinjaman, utang biaya, dan utang lainnya yang masih harus dibayar. Sedangkan Ekuitas mencerminkan kekayaan bersih Pemerintah Daerah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban. Berikut ini disajikan neraca daerah dan pertumbuhannya dalam lima tahun terakhir:

Tabel 3.5

Rata – Rata Pertumbahan Neraca Daerah Tahun 2013 - 2018

No. Uraian Rata-Rata Pertumbuhan

(%)

1.2 INVESTASI JANGKA PANJANG 24,59

1.2.1 Investasi non permanen -50,00

1.2.2 Investasi permanen 24,61

Perubahan RPJMD Provinsi Sulteng Tahun 2016-2021 BAB III - 18

No. Uraian Rata-Rata Pertumbuhan

(%)

1.3 ASET TETAP 1,93

1.3.1 Tanah 14,02

1.3.2 Peralatan dan mesin 19,16

1.3.3 Gedung dan bangunan 24,95

1.3.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 3,34

1.3.5 Aset tetap lainnya 35,80

1.3.6 Konstruksi dalam pengerjaan 45,11

1.4 ASET LAINNYA 53,06

1.4.1 Tagihan penjualan angsuran 0,00 1.4.2 Tagihan tuntutan ganti kerugian

daerah -0,31

1.4.5 Aset Lainnya 55,75

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

DANA 7,03

2 KEWAJIBAN 16,49

2.1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 16,49

2.1.6 Utang jangka pendek lainnya 16,49

3 EKUITAS DANA 7,09

3.1 EKUITAS DANA LANCAR 0,21

3.1.1 SILPA 5,63

3.1.3 Cadangan piutang 20,74

3.1.3 Cadangan persediaan 22,41

3.1.4 Dana yang harus disediakan

untuk pembayaran utang 47,80

3.1.5 Pendapatan yang ditangguhkan -98,38

3.2 EKUITAS DANA INVESTASI 1,62

3.2.1 Diinvestasikan dalam investasi

jangka panjang 7,44

3.3.2 Diinvestasikan dalam aset tetap -0,70 3.2.3 Diinvestasikan dalam aset

lainnya 66,31

Berdasarkan informasi Neraca Daerah pada Tabel 3.5, aset daerah merupakan aset yang memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi yang dimiliki dan dikuasai pemerintah daerah, memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi pemerintah daerah maupun masyarakat di masa mendatang sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, serta dapat diukur dalam uang.

Selama kurun waktu 2013-2018, pertumbuhan rata-rata jumlah aset daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 7,03 persen. Aset tersebut berupa tanah, gedung dan bangunan serta sarana mobilitas dan peralatan kantor yang semuanya dipergunakan untuk menunjang kelancaran tugas pemerintahan.

Perubahan RPJMD Provinsi Sulteng Tahun 2016-2021 BAB III - 19

Rata-rata pertumbuhan Aset Lancar senilai 30,83 persen, dengan Aset Lancar Kas senilai 51,98 persen yang menunjukkan telah terjadi pemakaian kas daerah secara konsisten setiap tahunnya pada selang waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 yang mengindikasikan tertibnya administrasi keuangan daerah, dimana terjadi pemanfaatan secara efisien dan terdapat penyimpanan kas setiap tahunnya untuk dijadikan penjagaan pemanfaatan dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kewajiban Jangka Pendek, memberikan informasi tentang utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga atau klaim pihak ketiga terhadap arus kas pemerintah daerah. Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa lalu yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang meliputi penggunaan sumber pembiayaan, pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintah lain atau lembaga internasional. Kewajiban Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam kurun waktu 5 tahun (2013-2018) dengan rata-rata sebesar 16,49 persen, yang berarti bahwa kewajiban kepada pihak ketiga atau klaim pihak ketiga terhadap arus kas pemerintah daerah dari Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah selama kurun waktu tersebut dapat melaksanakan kewajiban finansial jangka pendek yang cukup tinggi secara tepat waktu.

Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aset dan kewajiban yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Ekuitas Dana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah selama kurun waktu 5 tahun mengalami pertumbuhan sebesar 7,09 persen.

Selanjutnya, tingkat kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat diketahui berdasarkan analisis rasio atau perbandingan antara kelompok/elemen laporan keuangan yang satu dengan kelompok yang lain.

Beberapa rasio yang dapat diterapkan di sektor publik adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio utang. Rasio likuiditas terdiri rasio lancar (current ratio), rasio kas (cash ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Sedangkan rasio lancar (current ratio) adalah rasio standar untuk menilai kesehatan organisasi.

Rasio ini menunjukkan apakah pemerintah daerah memiliki aset yang cukup untuk melunasi kewajiban yang jatuh tempo. Kualitas pengelolaan keuangan daerah dikategorikan baik apabila nilai rasio lebih dari satu.

Perubahan RPJMD Provinsi Sulteng Tahun 2016-2021 BAB III - 20

Aset lancar Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan hasil analisis rasio menunjukkan bahwa rasio lancar Provinsi Sulawesi Tengah selama kurun waktu tahun 2013-2018 mempunyai nilai lebih dari satu, yang berarti bahwa pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah dapat memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Rasio lancar pada tahun 2018 mencapai 8,11 yang berarti bahwa aset lancar pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah adalah 8,11 kali lipat bila dibandingkan dengan kewajiban yang jatuh tempo. Persediaan masuk dalam kategori aset lancar, namun memerlukan tahap untuk menjadi kas.

Apalagi persediaan di pemerintah daerah bukan merupakan barang dagangan, sehingga sebagai faktor pengurang dalam aset lancar.

Tabel 3.6

Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2018

NO Uraian 2015 2016 2017 2018

1. Rasio lancar (current ratio) 2,08 1,46 4,75 8,11 2. Rasio cepat (quick ratio) 1,85 1,20 4,34 7,38 3. Rasio total hutang terhadap total

asset 0,01 0,02 0,01 0,01

4. Rasio hutang terhadap modal 0,01 0,02 0,01 0,01

5. Rata-rata umur piutang (Hari) 1 - - -

6. Rata-rata umur persediaan

(Hari) 365 365 365 365

Sumber: Laporan Keuangan Daerah Tahun 2015-2018, data telah diolah (2019) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai rasio cepat (quick ratio) mencapai 7,38 pada Tahun 2018 hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah dapat membayar kewajibannya dalam waktu yang singkat karena ratio lancar yakni satu ukuran likuiditas keuangan terbaik, untuk rasio solvabilitas Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebesar 0,01 (Tabel 3.6).

Hal ini menunjukan bahwa total kewajiban Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat ditutupi oleh total aset ataupun oleh modal pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah karena menghitung rasio solvabilitas yaitu perbandingan total aset dengan total utang. Untuk rata-rata umur persediaan selama kurun waktu Tahun 2015-2018 mencapai 365 hari per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berada pada tingkat aman karena mempunyai persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih 365 hari, karena rata-rata umur persediaan yaitu rasio untuk melihat berapa lama dana tertanam dalam bentuk persediaan (menggunakan persediaan untuk memberi pelayanan publik). Pada sektor pelayanan publik

Perubahan RPJMD Provinsi Sulteng Tahun 2016-2021 BAB III - 21

semakin lama rata-rata umur persediaan adalah semakin baik. Rata-rata umur persediaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yaitu 365 hari.