• Tidak ada hasil yang ditemukan

Neraca Keuangan Daerah

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 165-174)

SERTA KERANGKA PENDANAAN

3.1. Kinerja Keuangan Periode Lalu

3.1.2. Neraca Keuangan Daerah

Analisis neraca daerah bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan pemerintah daerah melalui perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas dan rasio aktivitas serta kemampuan asset daerah untuk penyediaan dana pembangunan daerah. Selanjutnya mengenai gambaran neraca Kabupaten Takalar dalam kurun waktu tahun 2012-2016 disajikan pada Tabel 3.3.

Dengan mencermati Neraca Kabupaten Takalar pada periode 2012-2016 terlihat posisi keuangan cukup baik, namun tingkat pertumbuhan masing-masing komponen cukup rendah dan berfluktuasi.

Untuk aset lancar, pada tahun 2012 sebesar Rp 44,7 milyar lebih meningkat menjadi Rp 87,4 milyar lebih atau bertumbuh sebesar 19,14 persen pada tahun 2016, namun pada satu tahun terakhir terjadi penurunan secara tajam menjadi Rp 187 milyar lebih pada tahun 2015 menurun menjadi 87,4 milyar lebih atau turun sekitar 53,25. Sementara untuk investasi jangka panjang, nilai nominal investasi cenderung meningkat hingga tahun 2012. Sedangkan aset tetap, mengalami penurunan dari tahun 2012 sebesar 1,3 triliun menurun menjadi 1,2 triliun

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-10 atau rata-rata menurun sebesar 1,54 persen per tahun. Dari beberapa komponen aset tetap, terlihat bahwa pembangunan jalan, jembatan dan irigasi serta bangunan gedung merupakan prioritas utama bagi pemerintah daerah Kabupaten Takalar. Hal ini ditunjukkan oleh proporsi rata-rata pembangunan jalan, jembatan dan jaringan irigasi terhadap aset tetap sebesar 42,55 persen per tahun dan 37,95 persen per tahun untuk pembangunan gedung dan bangunan. Demikian pula aset-aset lainnya yang cenderung meningkat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata yang cukup cepat. Secara keseluruhan, jumlah aktiva dalam neraca keuangan peningkatannya fluktuatif dari tahun ke tahun, namun mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebesar 1,3 triliun lebih menjadi Rp 1,4 triliun lebih pada tahun 2016 atau rata-rata peningkatannya sebesar 1,31 persen.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Takalar mempunyai kemampuan untuk meningkatkan investasi jangka panjang dan aset tetap dalam masa pemerintahan lima tahun ke depan.

Perkembangan neraca Pemerintah Kabupaten Takalar tahun 2012-2016 dan rata-rata pertumbuhannya dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut:

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-11

50.005.129.343,57 7,01

2. Investasi Jangka Pendek 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3. Piutang

195.593.000,00

5.390.098.099,89 9.904.434.409,85 16.665.631.982,62

24.669.077.015,86 2.502,49

4. Piutang Lainnya 1.139.540.295,00

404.767.285,00 5.673.186.598,11 0,00 0,00 20,00

5.

Persediaan 6.339.782.137,00

2.259.580.210,97 5.016.857.031,07 4.715.259.103,07

12.744.920.033,32 20,21

6. Penyisihan Piutang

- 0,00 -

460.918.026,22 0,00 0,00 0,00

7. Belanja Bayar Dimuka 0,00 0,00 0,00 0,00

65.959.303,75 100,00

Jumlah Aset Lancar 44.700.976.473,38

81.447.236.817,16 139.079.516.156,69 187.119.041.540,33

87.485.085.696,50 19,14

819.753.981,00 18,03

2 Investasi Permanen 24.028.141.867,00

24.518.403.112,36 23.948.899.085,29 25.948.899.085,29

68.198.849.133,37 36,77

Jumlah Investasi Jangka Panjang 32.334.339.044,00

25.328.489.387,36 24.798.587.700,29 26.729.079.237,29

69.018.603.114,37 22,69

Aset Tetap

1. Tanah 300.828.747.429,00

280.145.284.319,00 216.331.754.295,00 215.620.110.935,00

227.630.156.908,00 4,87

2. Peralatan dan Mesin 259.165.862.199,84

130.579.939.614,09 160.136.342.481,15 200.619.871.468,71

266.211.977.994,89 0,54

Tabel 3.3

Per Desember 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016 (Setelah Konversi)

Auditan

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-12

542.409.936.464,83 9,50

4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan 317.325.598.091,09

320.513.788.210,95 426.871.331.815,52 558.454.341.579,37

789.333.280.788,97 29,75

5. Aset Tetap Lainnya 24.988.338.974,90

3.037.818.403,75 3.743.106.513,75 4.430.403.332,75

9.749.691.297,25 12,20

6. Konstruksi dalam Pengerjaan 30.979.188.260,39

64.453.042.953,54 8.915.309.155,83 21.810.199.804,77

47.564.689.180,57 10,71

7. Akumulasi Penyusutan

-

-

- - 549.600.459.168,12 -

682.112.858.590,92 0,00

Jumlah Aset Tetap 1.301.022.010.231,72

1.927.945.538,50 6,50

5. Aset Lain-lain

-

221.254.283.140,32 131.024.797.205,89 128.926.057.860,39

124.688.126.771,28 11,27

Jumlah Aset Lainnya 14.471.572.998,25

237.499.131.738,57 135.292.123.959,89 132.919.492.814,39

126.712.960.457,78 155,12

JUMLAH ASET 1.392.528.898.747,35

Per Desember 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016 (Setelah Konversi)

Auditan

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-13

27.303.287.005,67 0,00

4. Utang Jangka Pendek Lainnya 3.433.580.618,00

12.368.988.783,0 14.906.153.708,9 0,00 0,00 (20,00)

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 3.572.742.146,86

12.585.065.917,22 14.928.278.311,87 38.988.500.433,87

27.331.091.617,00 133,00

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

27.331.091.617,00 121,04

Per Desember 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016 (Setelah Konversi)

Auditan

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-14

Uraian Tahun

Rata-rata Pertumbuhan

2012 2013 2014 2015 2016 %

1.492.148.955.977,00 0,98

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 1.392.528.898.747,35

1.504.981.851.894,17 1.536.004.141.449,29 1.269.949.649.049,98 1.484.003.523.312,24 1,31 Sumber : BPKD, 2017

Tabel 3.3

Per Desember 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016 (Setelah Konversi)

Auditan

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-15 Rasio kewajiban terhadap aset adalah kewajiban dibagi dengan aset, sedangkan rasio kewajiban terhadap terhadap ekuitas adalah kewajiban dibagi dengan ekuitas. Rasio lancar digunakan untuk melihat kemampuan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam melunasi utang jangka pendeknya. Semakin besar rasio yang diperoleh, semakin lancar utang pembayaran jangka pendeknya.

Berdasarkan perhitungan, nilai rasio lancar Neraca Keuangan Pemerintah Kabupaten Takalar mengidentifikasikan bahwa pemerintah dapat dengan mudah mencairkan aset lancarnya untuk membayar seluruh utang atau kewajiban jangka pendeknya. Walaupun begitu perlu diperhatikan nilai rasio lancar yang semakin menurun. Nilai rasio yang semakin kecil dapat menunjukkan semakin berkurangnya kemampuan pemerintah daerah dalam melunasi kewajibannya.

Quick Ratio lebih akurat bila dibandingkan ratio lancar (curren ratio) karena quick ratio telah mempertimbangkan persediaan dalam perhitungannya. Sebaiknya ratio ini tidak kurang dari 1. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai quick ratio neraca keuangan Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan bahwa kemampuan aset lancar Pemerintah Kabupaten Takalar setelah dikurangi persediaan, mempunyai kemampuan yang rendah dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.

Hasil analisis rasio menunjukkan bahwa rasio lancar Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar selama kurun waktu tahun 2012-2016 tergolong rendah, yang berarti bahwa pemerintah daerah Kabupaten Takalar kesulitan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Rasio lancar pada tahun 2012 hanya mencapai 12,51 yang berarti bahwa aset lancar pemerintah daerah Kabupaten Takalar adalah 12,51 kali lipat bila dibandingkan dengan kewajiban yang jatuh tempo. Persediaan masuk dalam kategori aset lancar, namun memerlukan tahap untuk menjadi kas.

Apalagi persediaan di pemerintah daerah bukan merupakan barang dagangan, sehingga sebagai faktor pengurang dalam aset lancar. Kondisi tersebut bisa dicermati pada tabel 3.4 berikut ini.

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-16 Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan pemerintah daerah dalam membayar kewajiban jangka panjang. Jenis rasio solvabilitas yang digunakan pemerintah daerah antara lain rasio total utang terhadap total aset (total debt to total aset ratio) dan rasio utang terhadap ekuitas (total debt to equity ratio). Rasio total utang terhadap total aset, mengukur kemampuan pemerintah daerah dalam menjamin utangnya dengan aktiva/aset yang dimilikinya, rumusnya total utang dibagi total aset.

Sedangkan rasio utang terhadap ekuitas mengukur seberapa jauh aset pemerintah daerah dibelanjai pihak kreditur dan modal sendiri (ekuitas), rumusnya total utang dibagi total ekuitas. Semakin kecil rasio ini berarti semakin kecil dana yang diambil dari luar dan sebaliknya. Dari tabel di atas, rasio total utang terhadap total aset Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar tahun 2012, 2013, tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016 berturut-turut adalah sebesar berkisar 0,28%, 0,85%, 0,97%, 3,07 dan 1,84%. Pada

Tabel 3.4

Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar Tahun 2012-2016

No. Uraian Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

1 Rasio Likuiditas

1.1. Rasio Lancar (current ratio) 12,51 6,47 9,32 4,80 3,20 1.2. Rasio Cepat (quick ratio) 10,74 6,29 8,98 4,68 2,73

2 Rasio Solvabilitas

2.1. Rasio total utang terhadap total asset 0,28 0,85 0,97 3,07 1,84 2.2. Rasio utang terhadap modal 0,28 0,85 0,97 3,07 1,84

3 Rasio Aktivitas

3.1. Rata-rata umur piutang 77,14 183,65 451,96 579,81 639,11 3.2. Rata-rata umur persediaan 303,13 247,55 587,7 354,03 675,78

Sumber : BPKD, 2017

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-17 tahun 2012 rasio total utang terhadap total aset Pemerintah daerah Kabupaten Takalar sebesar 0,28% artinya sebesar Rp 0,0028 dari setiap Rp1,00 total aktiva merupakan pendanaan dari utang, atau aktiva Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar yang didanai oleh utang sebesar 0,0028%, sisanya dari modal sendiri (ekuitas). Dari tahun 2012-2016, rasio utang terhadap modal, memiliki rasio yang sama dengan rasio total utang terhadap total aset Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Rasio aktivitas adalah rasio untuk melihat tingkat aktivitas tertentu pada kegiatan pelayanan pemerintah daerah. Rasio aktivitas juga dimaknai merupakan rasio yang mengukur seberapa efektif dan efisien pemerintah daerah dalam pendayagunaan aktiva yang dimiliki dan dalam pengelolaan sumber-sumber dananya. Jenis rasio aktivitas yang digunakan untuk pemerintah daerah antara lain rata-rata umur piutang, yaitu rasio untuk melihat berapa lama, hari yang diperlukan untuk melunasi piutang (merubah piutang menjadi kas). Semakin besar periode rata-rata, semakin besar risiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang dan sebaliknya. Cara perhitungan rata-rata umur piutang adalah 365 dibagi perputaran piutang, dimana perputaran piutang sendiri adalah pendapatan daerah dibagi rata-rata piutang pendapatan daerah. Sedangkan, rata-rata piutang pendapatan daerah adalah saldo awal piutang ditambah saldo akhir piutang kemudian dibagi 2. Dari tabel 3.4 bahwa rata-rata umur piutang Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar sangat panjang, artinya Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar memiliki kemampuan yang sangat rendah dalam menagih piutang atau merubah piutang menjadi kas, yaitu dalam tempo 77,14, 183,65, 451,96, 579,96, dan 639,11 hari berturut-turut pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan tahun 2016. Hal juga mencerminkan kemungkinan piutang daerah tidak tertagih lagi.

Rancangan Akhir RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 III-18 3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Periode Lalu

Analisis kebijakan keuangan masa lalu memberikan informasi tentang kearah mana peningkatan pendapatan daerah, kearah mana alokasi belanja, dan demikian pula kebijakan pembiayaan defisit atau surplus. Untuk masa pemerintahan lima tahun ke depan, dengan tetap mengacu pada upaya pencapaian visi dan misi pemerintah daerah, kebijakan pengelolaan keuangan daerah diarahkan pada kebijakan peningkatan pengelolaan pendapatan daerah, pengelolaan belanja daerah dan pembiayaan daerah yang berbasis kinerja dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparan, adil dan akuntabel. Kebijakan pengelolaan keuangan daerah tersebut juga harus mempertimbangkan perubahan lima tahun mendatang, dimana pendanaan untuk pelaksanaan pembangunan diperkirakan akan terus mengalami kenaikan. Dengan demikian arah kebijakan pengelolaan keuangan daerah diarahkan pada upaya pemenuhan kebutuhan pendanaan baik itu belanja langsung maupun belanja tidak langsung.

Analisis keuangan daerah pada masa lalu dapat dicermati dari tiga aspek yaitu (a) analisis kebijakan pendapatan, (b) analisis kebijakan belanja, (c) analisis kebijakan pembiayaan. Khusus untuk analisis kebijakan pembiayaan lebih detail dijelaskan pada subbab kerangka pendanaan.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 165-174)

Dokumen terkait