• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG"

Copied!
402
0
0

Teks penuh

(1)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, pemerintah memerlukan perencanaan mulai dari perencanaan jangka panjang hingga perencanaan jangka pendek yang substansinya saling berkaitan. Perencanaan yang baik akan menjadi arah bagi cita-cita pembangunan serta strategi dan cara pencapaiannya.

Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu yang meliputi:

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah memberikan landasan bagi berbagai bentuk perencanaan dari pusat hingga daerah. Sedangkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah diamanatkan juga bahwa Pemerintahan Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten / Kota dalam rangka menyelenggarakan pemerintahannya harus menyusun perencanaan pembangunan. Sebagai bentuk perwujudan amanat tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Takalar Tahun 2005-2025 berdasarkan Peraturan Daerah nomor 7 Tahun 2008. RPJPD inilah yang dijabarkan dalam 4 tahap pembangunan yang diuraikan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun

2004 Pasal 5 Ayat (2), bahwa yang dimaksud dengan Rencana Pembangunan

(2)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.2 Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah penjabaran dari visi, misi, dan

program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

RPJMD merupakan dokumen perencanaan periode 5 (lima) tahun sebagai agenda pembangunan yang menyatu dengan agenda pemerintah yang akan dilaksanakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah selama menjadi pimpinan pemerintahan. Oleh karena itu, RPJMD merupakan dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan dalam mengarahkan pembangunan daerah dalam jangka waktu 5 (lima) Tahun ke depan masa pimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.

Berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 19 ayat 3, bahwa RPJMD ditetapkan melalui Peraturan Daerah, yang substansinya merupakan rencana kerja 5 (lima) tahun yang akan dijadikan acuan bagi pemerintah daerah di dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, sesuai dengan penjabaran visi, misi dan program prioritas dari Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih dalam kurun waktu lima tahun.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pasal 2 (1), bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019 (analog dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten/Kota), yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), berdasarkan visi dan misi kepala daerah terpilih.

Upaya pencapaian target TPB/SDGs (Sustainable development goals)

menjadi prioritas pembangunan nasional, yang memerlukan sinergi kebijakan

(3)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.3 perencanaan di tingkat nasional dan di tingkat povinsi maupun

kabupaten/kota. Target – target TPB/SDGs harus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Takalar tahun 2017 – 2022.

TPB/SDGs adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan (goals) yaitu (1) tanpa kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Ketujuh belas tujuan yang menjadi target global merupakan tantangan dan menjadi isu penting yang harus dicapai dan dipercepat pencapaiannya di Kabupaten Takalar.

Sehubungan dengan dilantiknya H. Syamsari, S.Pt, MM dan

H.Achmad Dg. Se’re, S.Sos pada hari Jum’at, 22 Desember 2017 sebagai

Bupati dan Wakil Bupati Periode 2017-2022 sesuai Surat Keputusan Gubernur

Sulawesi Selatan tentang Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Takalar, maka

Pemerintah Kabupaten Takalar berkewajiban menyusun RPJMD kurun waktu

5 (lima) tahun mendatang yakni RPJMD Tahun 2017-2022 yang merupakan

(4)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.4 Tahap III (ketiga) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Takalar Tahun 2005-2025.

Mengingat bahwa RPJMD bukan saja memuat visi dan misi kepala daerah namun juga memuat tentang arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah/Organisasi Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah/Organisasi Perangkat Daerah, dan program kewilayahan, maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 memiliki nilai strategis sebagai pedoman bagi dokumen perencanaan di Kabupaten Takalar dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Dengan demikian, Rencana Strategis (Renstra) SKPD/OPD Tahun 2017-2022 harus disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD/OPD serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai rencana kerja tahunan untuk tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 juga wajib mengacu dan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, yang dalam perencanaannya telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing. Selain itu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun ini juga telah mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah, serta dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional.

Untuk mewujudkan keterkaitan program pembangunan daerah

Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat, maka RPJMD Kabupaten Takalar disusun

dengan mengacu dan berpedoman pada RPJPN 2005-2025, RPJMN Tahun

(5)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.5 2015–2019, RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018, dan RPJPD

Kabupaten Takalar Tahun 2005-2025 yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Disamping itu, penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 juga memperhatikan sumber daya dan potensi daerah yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan 5 (lima) tahun yang lalu serta isu-isu strategis yang berkembang.

Mengingat RPJMD Kabupaten Takalar sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten dan masyarakat, maka proses penyusunannya dilakukan secara sistematis, akurat dan terpadu dengan melibatkan seoptimal mungkin peran para pemangku kepentingan pembangunan melalui penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan RPJMD Kabupaten Takalar. Proses penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar dilakukan secara transparan dan partisipatif untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, holistik dan berkesinambungan yang disusun berdasarkan beberapa pendekatan berikut :

1. Pendekatan Teknokratik, pendekatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga yang secara fungsional bertugas untuk hal tersebut.

2. Pendekatan Partisipatif, pendekatan ini dilaksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki.

3. Pendekatan Politik, pendekatan ini memandang bahwa pemilihan Kepala

Daerah sebagai proses penyusunan rencana program, karena rakyat pemilih

menentukan pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang

ditawarkan para calon Kepala Daerah. Dalam hal ini, rencana pembangunan

adalah penjabaran agenda-agenda pembangunan yang ditawarkan Kepala

Daerah saat kampanye ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD).

(6)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.6 4. Pendekatan Atas-Bawah (top-down) dan Bawah-Atas (bottom-up),

pendekatan ini dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Hasil proses tersebut kemudian diselaraskan melalui musyawarah rencana pembangunan.

Adapun proses penyusunan secara rinci dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1.1

Proses Penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar

Berdasarkan tahapan yang telah dilakukan dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 tersebut serta merujuk pada ketentuan- ketentuan tentang perencanaan pembangunan daerah, secara jelas menunjukan bahwa RPJMD memiliki nilai-nilai strategis dan politis, yaitu :

1. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan media untuk mengimplementasikan janji Kepala Daerah terpilih yang telah disampaikan pada saat kampanye kepada seluruh masyarakat;

2. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan pedoman

pembangunan selama 5 (lima) tahun;

(7)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.7 3. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan pedoman

penyusunan Rencana Strategis (Renstra) SKPD dan Rencana Kerja Tahunan Daerah (RKPD);

4. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan alat atau instrumen pengendalian bagi Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Bappeda / Bappelitbang dalam pelaksanaan pengendalian pembangunan;

5. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan instrumen untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja Kepala Daerah dan Kepala SKPD/OPD selama 5 (lima) tahun;

6. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan pedoman bagi daerah dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selaras dengan Rencana Pembangunan Nasional dan Provinsi;

7. RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 merupakan pedoman penilaian keberhasilan Pemerintah Daerah sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN

Landasan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017 - 2022 adalah sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah- daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822);

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara

yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);

(8)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.8 3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4421);

4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

8. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Indonesia Tahun 2014, Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578).

10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

Pemerintahan antara Pemerintah, dengan Pemerintah Daerah Provinsi

(9)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.9 dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4737).

11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815).

12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

15. Pertaturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 6178);

16. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

17. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang

Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;

(10)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.10 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

19. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010, Nomor 0199/M PPN/04/2010, Nomor PMK 95/PMK 07/2010 tentang Penyelarasan RPJMD dengan RPJMN 2010-2014;

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

21. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 12 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

22. Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 7 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005- 2025.

23. Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Takalar Tahun 2012 – 2031.

1.3. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN PERENCANAAN 1.3.1. Hubungan RPJMD dengan RPJMN

Sesuai dengan amanat UU Nomor 25 Tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (SPPN), RPJMD harus mengacu dan selaras

dengan RPJPN dan RPJMN karena keberhasilan pembangunan di daerah

(11)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.11 termasuk perencanaannya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

keberhasilan pembangunan nasional.

RPJMN dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar dalam merancang pembangunan di daerah sesuai kondisi daerah.oleh karena itu, substansi tujuan pembangunan nasional lima tahunan untuk kesejahteraan rakyat menjadi inti dari RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 – 2022 yang selanjutnya dirinci dalam rencana tahunan dalam RKPD.

1.3.2. Hubungan RPJMD dengan RPJPD

Dokumen RPJMD Tahun 2017 - 2022 merupakan RPJMD Ketiga dan Keempat dari periodesasi pelaksanaan RPJPD Tahun 2005 - 2025. Oleh karena itu, penyusunan RPJMD selain menjabarkan visi, misi dan program Kepala Daerah periode Tahun 2017 - 2022, juga berpedoman pada visi, misi dan arah kebijakan yang termuat dalam dokumen RPJPD Tahun 2005 - 2025.

1.3.3.Hubungan RPJMD dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Penyusunan RPJMD senantiasa memperhatikan dan mempertimbangkan struktur dan pola penataan ruang yang sesuai dengan RTRW Kabupaten Takalar sebagai dasar untuk menetapkan lokasi kebijakan program dan kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan pola ruang daerah di Kabupaten Takalar.

1.3.4.Hubungan RPJMD dengan Rencana Strategis Satuan Kerja Pemerintah Daerah (Renstra SKPD).

RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra OPD sesuai

dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk masa 5 (lima) tahun

kedepan. Oleh karena itu, Renstra OPD merupakan penjabaran teknis

RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional

dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan

setiap urusan bidang dan atau fungsi pemerintahan untuk jangka waktu

(12)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.12 5 (lima) tahun, yang disusun oleh setiap OPD di bawah koordinasi

Bapelitbang Kabupaten Takalar.

1.3.5.Hubungan RPJMD dengan RKPD.

Pelaksanaan RPJMD Tahun 2017 - 2022 setiap tahun dijabarkan ke dalam dokumen RKPD sebagai suatu dokumen perencanaan tahunan daerah yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja OPD.

RKPD menjadi acuan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten. Selanjutnya OPD dengan berpedoman pada Renstra OPD dan RKPD menyusun rencana kerja tahunan (RKT) OPD.

Adapun gambaran hubungan (keterkaitan) dokumen antara RPJMD dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya sebaai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan di Kabupaten Takalar dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 1.1.:

Hubungan antar Dokumen RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya sebagai Satu Kesatuan Sistem

RENST SKPD RA

Renj aSK

PD

RKA

SKPD DPA

SKP D Pedoma

n Pedom

an Diac

u Diperhati

kan

Diacu RKP RPJM

Nasiona l

RPJMD RKP

D RAPB

D APB

D Pedom

an Dijabark

an

B a h a n

B a h a n RPJPD Pedom

an

(13)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.13 1.4. MAKSUD DAN TUJUAN

1.4.1. MAKSUD

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh komponen daerah (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya) dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Takalar sesuai dengan dengan visi, misi, dan program pembangunan dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih masa bakti 2017-2022, sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif, dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak.

1.4.2. TUJUAN

Tujuan penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar Tahun 2017 – 2022 adalah:

1. Merumuskan gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar perumusan permasalahan dan isu strategis daerah, sebagai dasar prioritas penanganan pembangunan daerah 5 (lima) tahun ke depan dan sebagai pedoman bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menyusun Renstra OPD periode 2017- 2022;

2. Merumuskan gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan sebagai dasar penentuan kemampuan

kapasitas pendanaan 5 (lima) tahun ke depan;

3. Menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Takalar

kedalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun 2017-

2022, yang disertai dengan program prioritas untuk masing-masing

OPD tahun 2017-2022, dengan berpedoman pada Rencana

(14)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.14 Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Takalar

Tahun 2005-2025;

4. Menetapkan arah pembangunan dalam jangka lima (5) tahun kedepan;

5. Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran dan target indikator kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2017-2022;

6. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pada setiap tahun anggaran selama 5 (lima) tahun yang akan datang;

7. Menetapkan indikator kinerja Satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Indikator kinerja Bupati dan Wakil Bupati Takalar sebagai dasar penilaian keberhasilan Pemerintah Kabupaten Takalar periode 2017 - 2022.

1.5. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Rencana Pembangunan Jangka MenengahDaerah (RPJMD) Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah terdiri dari 9 (sembilan) bab, sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran uum penyusunan

rancangan awal RPJMD agar substansi pada bab – bab berikutnya

dapat dipahami dengan baik yang berisi latar belakang, dasar

(15)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.15 hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, maksud dan tujuan

serta sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Bagian ini sangat penting untuk menjelaskan dan menyajikan secara logis dasar – dasar analisis, gambaran umum kondisi daerah yang meliputi aspek geografi dan demografi serta indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah ditinjau dari aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.

BAB III GAMBARAN KEUANGAN DAERAH

Bab ini menyajikan gambaran hasil pengolahan dan analisis terhadap pengelolaan keuangan daerah yang diawali dengan penjelasan kinerja keuangan masa lalu, kebijakan pengelolaan keuangan masa lalu dan kerangka pendanaan.

BAB IV PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS DAERAH

Permasalahan dan isu – isu strategi daerah merupakan salah satu bagian terpenting dokumen RPJMD karena menjadi dasar utama visi dan misi pembangunan jangka menengah. Oleh karena itu, penyajian analisis ini harus dapat menjelaskan butir – butir penting isu – isu strategis yang menentukan kinerja pembangunan dalam 5 (lima) tahun mendatang. Penyajian isu – isu strategis meliputi permasalahan pembangunan daerah dan isu strategis dan memperhatikan dinamika internasional, kebijakan regional maupun nasional yang dapat memberikan manfaat serta pengaruh dimasa datang terhadap kabupaten Takalar.

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Dalam bab ini menguraikan tentang visi, misi, tujuan dan sasaran

yang telah disepakati Pemerintah Kabupaten Takalar disertai tujuan

dan sasaran serta pembangunan daerah untuk menjawab isu-isu

strategis daerah selama kurun waktu 5 (lima) tahun.

(16)

Ranperda RPJMD Kabupaten Takalar 2017-2022 I.16 BAB VI STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM

PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam bagian ini diuraikan strategi yang dipilih dalam mencapai tujuan dan sasaran serta arah kebijakan dari setiap strategi terpilih.

Selain itu diberikan penjelasan hubungan setiap strategi dengan arah dan kebijakan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Program pembangunan daerah dirumuskan dari masing – masing strategi untuk mendapatkan program prioritas.

Program pembangunan daerah menggambarkan kepaduan program prioritas terhadap sasaran pembangunan melalui strategi yang dipilih.

BAB VII KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PERANGKAT DAERAH

Bab ini memuat program prioritas dalam pencapaian visi dan misi serta seluruh program yang dirumuskan dalam renstra Perangkat daerah beserta indikator kinerja, pagu indikatif target, Perangkat Daerah penanggung jawab berdasarkan bidang urusan.

BAB VIII KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapain visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah, Indikator Kinerja Kunci (IKK), Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)/(TPB) pada akhir masa jabatan.

BAB IX PENUTUP

(17)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-1

BAB II

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1. ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI 2.1.1. Letak, Luas, dan Batas Wilayah Administrasi

Di dalam kebijakan penataan ruang nasional (PP. 26 Tahun 2008 tentang RTRWN) seluruh wilayah Kabupaten Takalar masuk dalam KSN Perkotaan Mamminasata bersamaan dengan kawasan perkotaan Maros, Kota Makassar, perkotaan Sungguminasata dan perkotaan Takalar (ibukota kabupaten Pattalasang).

Secara astronomis, wilayah Kabupaten Takalar terletak antara 5

0

30’ – 5

0

38’ Lintang Selatan dan 119

0

22’ – 119

0

39’ Bujur Timur. Berdasarkan posisi geografis, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Sedangkan di sebelah barat dan selatan dibatasi oleh Selat Makassar dan Laut Flores.

Gambar Peta Administrasi Kabupaten Takalar

Sesuai Permendagri No. 56 tahun 2015 tentang luas wilayah

administratif, maka Kabupaten Takalar dengan ibukota Pattallassang

memiliki luas wilayah 56.651 ha atau 566,61 Km

2

atau sekitar 1,24% dari luas

wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang seluas 45.764,53 km

2

. Adapun jarak

ibukota Kabupaten Takalar dengan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan

mencapai 45 km yang melalui Kabupaten Gowa.

(18)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-2 Secara administratif, Kabupaten Takalar terdiri atas 9 wilayah kecamatan, 100 Desa/Kelurahan yang terdiri atas 76 desa, 24 kelurahan yang terdiri dari 465 dusun/lingkungan dimana 331 dusun dan 113 lingkungan.

Kecamatan dengan wilayah paling luas adalah Polongbangkeng Utara (212,25 km

2

), dan yang paling sempit adalah Galesong Utara (15,11 km

2

).

Kecamatan dengan desa/kelurahan terbanyak adalah Polongbangkeng Utara (12 desa dan 6 kelurahan), sedangkan kecamatan dengan desa/kelurahan paling sedikit adalah Sanrobone (6 desa). Kecamatan dengan dusun/lingkungan paling banyak adalah Polongbangkeng Utara, sedangkan kecamatan dengan dusun/lingkungan yang paling sedikit adalah Sanrobone Pembagian administrasi Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1

Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Takalar

No Kecamatan Banyaknya

Luas (Km2) Persentase (%) Desa Kelurahan

1. Mangarabombang 11 1 100,50 17,74

2. Mappakasunggu 8 1 45,27 7,99

3. Sanrobone 6 - 29,46 5,18

4. Polongbangkeng Selatan 4 6 88,07 15,54

5. Pattallassang - 9 25,31 4,47

6. Polongbangkeng Utara 12 6 212,25 37,47

7. Galesong Selatan 12 - 24,71 4,36

8. Galesong 14 - 25,93 4,58

9. Galesong Utara 9 1 15,11 2,67

Jumlah 76 24 566,51 100,0

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

2.1.2. Topografi

Tipologi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan

dan perbukitan. Berdasarkan topografinya, di bagian barat adalah

daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 m meliputi

3 kecamatan (Galesong Selatan, Galesong dan Galesong Utara) derajat

sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0-25 m. Di bagian utara dan

selatan relatif datar kecuali daerah perbukitan di sebagian kecil

wilayah kecamatan Polongbangkeng Utara (Desa Ko’mara dan Desa

Barugaya) dan sebagian besar wilayah kecamatan Polongbangkeng

Selatan (Kelurahan Bulukunyi, Desa Su’rulangi, Kelurahan

Bontokadatto). Secara geologi, terdiri dari batuan penyusun

geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa

pantai, batu gamping, terumbu dan tufa serta beberapa tempat batuan

lelehan basah.

(19)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-3 Ketinggian wilayah Kabupaten Takalar berkisar antara 17 meter sampai dengan 64 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kecamatan dengan posisi terendah di atas permukaan laut adalah kecamatan Galesong Utara, sedangkan kecamatan dengan posisi tertinggi di atas pemukaan laut adalah kecamatan Polongbangkeng Selatan

Tabel 2.2

Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Tahun 2016

No. Kecamatan Tinggi (meter)

1. Mangarabombang 34,00

2. Mappakasunggu 44,00

3. Sanrobone 22,00

4. Polongbangkeng Selatan 64,00

5. Pattallassang 38,00

6. Polongbangkeng Utara 41,00

7. Galesong Selatan 22,00

8. Galesong 32,00

9. Galesong Utara 17,00

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

2.1.3. Geologi

Struktur geologi Kabupaten Takalar dipengaruhi oleh formasi camba, terobosan, gunung api cindako, formasi tonasa dan endapan aluvium. Masing masing formasi batuan tersebut memiliki karakteristik yang membentuk struktur tanah dan batuan, antara lain :

 Formasi Terobosan, terbentuk atas batuan basal

 Formasi Camba terbentuk atas sendimen laut berselingan

 Formasi Tonasa terbentuk atas batuan gamping

 Formasi Gunung Api–Cindako, terbentuk atas batuan lava-breksi- tufa-konglomerat dan terutama lava

 Endapan alivium dan pantai, terbentuk atas kerikil, pasir, lempung, dan lumpur

Jenis batuan atau geologi Kabupaten Takalar terdiri dari;

Vulcanic (batuan Vulkanik), batuan ini merupakan batuan tertua yang telah mengalami perubahan, sebagian besar batu kapur terbentang sepanjang pantai perbatasan Takalar dengan Jeneponto.

Gunung Api Baturape – Cindako merupakan batuan vulkanik

basal yang terdiri dari lava dan batuan piroklastik yang

bersilangan dengan tufa dan batu pasir. Batuan ini tersebar luas di

wilayah pegunungan dan daerah dataran, Lapisan batuan ini

memiliki porositas dan permeabilitas yang rendah. Batuan Instrusif

terdiri atas batuan basal mulai dari dolerit, diorit, gabbro hingga

diabase.

(20)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-4 2.1.4. Hidrologi

Secara Hidrologi, Kabupaten Takalar dilewati oleh 6 (enam) buah Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu Sungai Je’neberang, Sungai Pappa, Sungai Palleko, Sungai Je’netallasa, Sungai Pammukkulu dan Sungai Je’nemarrung. 4 (empat) diantara 6 (enam) sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha, yaitu Sungai Pappa, Sungai Palleko, Sungai Pammukkulu dan Sungai Je’nemarrung.

2.1.5. Klimatologi

Secara Klimatologi Kabupaten Takalar beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan biasanya terjadi antara bulan November hingga bulan Mei. Berdasarkan pencatatan curah hujan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, rata- rata curah hujan terbanyak tahun 2016 terjadi pada bulan Desember yaitu sekitar 468 mm

3

sebanyak 24 hari, rata-rata curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus yaitu sekitar 3 mm

3

dan terjadi hanya satu hari. Temperatur udara terendah 30,9 derajat celcius pada bulan Desember dan tertinggi 33.4 derajat celcius pada bulan Mei dan bulan Agustus.

2.1.6. Penggunaan Lahan

Sumberdaya lahan di Kabupaten Takalar dapat terlihat dari kondisi

tutupan lahan atau pemanfaatan lahan yang terbentuk. Pada dasarnya

pembentukan pola pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh faktor fisik

lahan seperti letak geografis, struktur geologi dan tanah, klimatologi

wilayah, dan sektor kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan lahan

yang terbentuk hingga saat ini di Kabupaten Takalar terdiri atas lahan

hutan, persawahan, perkebunan rakyat, tambak, permukiman, pada

rumput/alang-alang dan lain sebagainya. Berdasarkan Dokumen

RTRW Kabupaten Takalar dominasi pemanfaatan lahan pertanian

lahan basah mencapai sekitar 32.442,53 ha.

(21)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-5 Tabel 2.3

Kondisi Penggunaan Lahan Kabupaten Takalar Tahun 2008

No. Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Prosentase (%)

1 Tubuh Air (Embung) 33,24 0,06

2 Lahan Terbuka 6.208,38 10,96

3 Tambak 2.916,78 5,15

4 Semak Belukar 11.880,70 20,97

5 Rawa 467,79 0,83

6 Pertanian Lahan Basah 32.442,53 57,27

7 Permukiman 903,19 1,59

8 Perkebunan 15,45 0,03

9 Hutan 1.506,26 2,66

10 Lainnya 276,67 0,49

Jumlah 56.651,00 100,00

Sumber data: RTRW KAB. Takalar Tahun 2012-2031

2.1.7. Potensi Pengembangan Wilayah

Potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Takalar meliputi rencana kawasan lindung dan rencana kawasan budidaya, adapun rencana kawasan lindung dan rencana kawasan budidaya meliputi:

1. Kawasan Lindung

a. Kawasan hutan lindung

Kawasan hutan lindung merupakan kawasan yang ditetapkan dengan tujuan mencegah erosi dan sedimentasi serta menjaga fungsi hidrologis tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah, air tanah, dan air permukaan yang ditetapkan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

b. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan

bawahannya merupakan kawasan yang ditetapkan dengan

kriteria kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk

meresapkan air hujan dan sebagai pengontrol tata air

permukaan. Kawasan resapan air ditetapkan di bagian hulu

DAS Pappa Kecamatan Polongbangkeng Utara dan bagian hulu

DAS Gamanti Kecamatan Polongbangkeng Utara.

(22)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-6 c. Kawasan perlindungan setempat

Kawasan perlindungan setempat terbagi atas:

- Kawasan sempadan pantai

Kawasan sempadan pantai ditetapkan disepanjang pesisir pantai di Kecamatan Galesong Utara, Kecamatan Galesong, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Sanrobone, Kecamatan Mappakasunggu, dan Kecamatan Mangarabombang. Daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat. Daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.

- Kawasan sempadan sungai

Kawasan sempadan sungai ditetapkan di sepanjang Sungai Pappa, dan Sungai Gamanti dengan ketentuan:

 Daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lembar paling sedikit 5 (lima) meter dari kaki tanggul sebelah luar.

 Daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul diluar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepi sungai.

 Daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepian sungai.

- Kawasan sekitar waduk

Kawasan sekitar danau atau waduk ditetapkan di Bendungan Kampili Bissua, Bendungan Pamukkulu, Bendungan Je’nemarrung, Bendungan Je’netallasa, dan Bendungan Je’nemaeja dengan ketentuan:

 Daratan dengan jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sampai dengan 100 (seratus) meter dari titik pasang air danau atau waduk tertinggi;

 Daratan sepanjang tepian danau atau waduk yang

lebarnya proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik

danau atau waduk.

(23)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-7 - Kawasan ruang terbuka hijau

Kawasan ruang terbuka hijau berupa Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) yang ditetapkan menyebar dan seimbang dengan memperhatikan fungsi ekologis, sosial budaya, estetika, dan ekonomi dengan ketentuan RTH publik paling sedikit 20% (dua puluh persen) dan RTH privat paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari luas kawasan perkotaan Kabupaten Takalar.

d. Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya

Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya terdiri atas:

- Kawasan suaka margasatwa yang ditetapkan di kawasan Suaka Margasatwa Ko’mara berada di sebagian Kecamatan Polongbangkeng Utara dengan luasan kurang lebih 2.251 (dua ribu dua ratus lima puluh satu) hektar.

- Kawasan pantai berhutan bakau ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Mangarabombang dengan luasan kurang lebih 6 (enam) hektar. Serta sebagian wilayah Kecamatan Mappakasunggu

e. Kawasan rawan bencana alam

Kawasan rawan bencana terdiri atas:

- Kawasan rawan banjir ditetapkan di sebagian Kecamatan Pattallassang, sebagian Kecamatan Sanrobone, dan sebagian di Kecamatan Mappakasunggu

- Kawasan rawan tanah longsor di tetapkan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, dan Kecamatan Polongbangkeng Utara.

f. Kawasan lindung geologi

Kawasan lindung geologi berupa kawasan terdiri atas :

- Kawasan rawan bencana alam geologi berupa kawasan

rawan abrasi dan kawasan rawan tsunami ditetapkan

disebagian kecamatan Mangarabombang, sebagaian

kecamatan Mappakasunggu, sebagian kecamatan

sanrobone, sebagian kecamatan Galesong selatan, sebagian

wilayah kecamatan galesong dan sebagian wilayah

Galesong Utara

(24)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-8 - Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air

tanah berupa sempadan mata air ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara dengan ketentuan daratan di sekitar mata air yang mempunyai manfaat untuk mempertahankan fungsi mata air, serta wilayah dengan jarak paling sedikit 200 (dua ratus) meter dari mata air.

g. Kawasan lindung lainnya

- Kawasan taman buru terdiri atas zona buru, zona pemanfaatan, zona pengembangan satwa, dan zona lainnya untuk kegiatan yang dapat menunjang kegiatan perlindungan dan rehabilitas kawasan. Kawasan taman buru Ko’mara berada di sebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara dengan luas kurang lebih 1.633 (seribu enam ratus tiga puluh tiga) hektar.

- Kawasan konservasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

 Kawasan konservasi pulau kecil meliputi Pulau Tanakeke di Kecamatan Mappakasunggu dan Pulau Sanrobengi di Kecamatan Galesong

 Kawasan konservasi dan perlindungan ekosistem pesisir berupa kawasan hutan pantai berhutan bakau di sebagian wilayah Kecamatan Mangarabombang

 Kawasan konservasi dan perlindungan ekosistem pesisir berupa kawasan perlindungan terumbu karang di kawasan pesisir Mappakasunggu dan Mangarabombang.

 Kawasan konservasi maritim berupa permukiman nelayan di Kawasan Galesong Kecamatan Galesong 2. Rencana Kawasan Budidaya

a. Kawasan Peruntukan Pertanian

1) Kawasan peruntukan hutan produksi

Kawasan peruntukan hutan produksi merupakan kawasan

hutan produksi dengan luasan kurang lebih 2.961 (dua ribu

sembilan ratus enam puluh satu) hektar ditetapkan di

wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara.

(25)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-9 2) Kawasan peruntukan pertanian

Kawasan Peruntukan Pertanian di Kabupaten Takalar terdiri atas :

a) Kawasan Pertanian tanaman pangan terdiri dari

 Kawasan peruntukan pertanian lahan basah ditetapkan di sebagian Kecamatan Polongbangkeng Utara, sebagian Polongbangkeng Selatan, kecamatan Mappkasunggu, sebagian kecamatan Sanrobone, kecamatan Mangarabombang sebagian kecamatan Galesong Utara dengan kurang lebih 18.688 (delapan belas ribu enam ratus delapan puluh delapan) hektar.

 Kawasan Peruntukan pertanian lahan kering ditetapkan disebagian Kecamatan Polongbangkeng Utara, sebagian kecamatan Polongbangkeng Selatan, kecamatan Mappakasunggu, sebagian kecamatan Sanrobone, kecamatan Mangarabombang, sebagian kecamatan Galesong Selatan, kecamatan Galesong dan sebagian kecamatan Galesong Utara dengan luasan kurang lebih 8.800 (delapan ribu delapan ratus) hektar.

3) Kawasan Peruntukan pertanian hortikultur

Ditetapkan disebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng Utara, sebagian Polongbangkeng Selatan, sebagian Kecamatan Pattallassang, sebagian Kecamatan Mangarabombang dan sebagian Kecamatan Galesong Utara luasan kurang lebih 4.554 ( empat Ribu Lima Ratus lima puluh empat ) hektar.

4) Kawasan Peruntukan perkebunan

Kawasan ini merupakan kawasan perkebunan dengan luasan kurang lebih 4.815 (empat ribu depalan ratus lima belas) hektar, terdiri atas :

 Kawasan peruntukan perkebunan Kapok ditetapkan

sebagaian Kecamatan Pattalasang, sebagian Kecamatan

Galesong Utara, sebagaian Kecamatan Mappakasunggu,

sebagian Kecamatan Sanrobone, sebagian Kecamatan

(26)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-10 Mangarabombang, dan sebagian Kecamatan Galesong Selatan

 Kawasan perkebunan tebu ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan sebagian wilayah Polongbangkeng Utara.

 Kawasan peruntukan perkebunan kelapa ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Pattallassang, sebagian kecamatan Galesong Utara, sebagian Kecamatan Mappaksunggu, sebagian Kecamatan Sanrobone, sebagian Kecamatan Mangarabombang dan sebagian Kecamatan Galesong Selatan, sebagian Kecamatan Galesong.

 Kawasan Peruntukan perkebunan kopi ditetapkan sebagian wilayah Polongbangkeng Selatan dan Polongbangkeng Utara.

 Kawasan peruntukan perkebunan kakao ditetapkan disebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan Polongbangkeng Utara.

5) Kawasan peruntukan peternakan

Kawasan peruntukan peternakan pengembangan ternak besar dan ternak unggas ditetapkan di sebagian Wilayah Kecamatan Mangarabombang, Sebagian Wilayah Kecamatan Mappakasunggu, Sebagian Kecamatan Sanrobone, Sebagian Wilayah Polongbangkeng Selatan dan Sebagaian Wilayah Polongbangkeng Utara dan Sebagian Wilayah Kecamatan Galesong Selatan dan Sebagian Wilayah Kec. Galesong dan Sebagian Wilayah Kecamatan Galesong, sebagian Kecamatan Galesong utara. Dengan luas kurang lebih 2.808 (Dua ribu delapan ratus delapan) hektar.

6) Kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan Kawasan

peruntukan pertanian tanaman pangan di kabupaten

Takalar ditetapkan sebagai kawasan lahan pertanian

tanaman pangan berkelanjutan, dengan luas kurang lebih

18.688 (delapan belas ribu enam ratus delapan puluh

delapan) hektar.

(27)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-11 b. Kawasan Peruntukan perikanan

Kawasan peruntukan pertanian terdiri atas : 1) Kawasan peruntukan perikanan tangkap

Kawasan peruntukan budidaya perikanan tangkap ditetapkan pada wilayah perairan laut flores dan wilayah perairan selat Makassar yang meliputi sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu, sebagian wilayah kecamatan sanrobone, sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu , sebagian wilayah sanrobone , sebagai wilayah Mangarabombang, sebagai wilayah kecamatan galesong utara sebagaian wilayah kecamatan Galesong selatan dan sebagaian kecamatan galesong.

2) Kawasan peruntukan budidaya perikanan merupakan budidaya perikanan payau , budidaya perikanan air laut dan budidaya perikanan air tawar dengan luas kurang lebih 4.914 (empat ribu Sembilan ratus empat belas) hektar,terdiri dari :

 Kawasan budi daya perikanan laut komoditas rumput laut ditetapkan sebagian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu , sebagian wilayah kecamatan sanrobone , sebagian wilayah kecamatan galesong Selatan

 Kawasan budidaya perikanan air payau komoditas udang dan ikan bandeng ditetapkan di sebagian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu, sebagian wilayah kecamatan sanrobone ,sebagaian wilayah galesong selatan ,sebagian wilayah kecamatan galesong dan sebagian wilayah kecamatan galesong Utara

 Kawasan budidaya perikanan air tawar ditetapkan

disebagian wilayah mappakasunggu , sebagian wilayah

sanrobone, sebagaian kecamatan galesong selatan

,sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng selatan

sebagaian wilayah kecamatan Polongbangkeng Utara

dan sebagaian wilayah kecamatan Mangarabombang

(28)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-12 3) Kawasan pengelolaan ikan

Kawasan Pengelolaan ikan ditetapkan di kawasan pengelolaan Ikan kecamatan Mappaksunggu ,Kecamatan Galesong ,kecamatan galesong Utara ,kecamatan galesong selatan dan kecamatan mangarabombang dengan pusat pengolahan di Kecamatan Galesong.

c. Kawasan Peruntukan Pertambangan

1) Kawasan peruntukan pertambangan mineral dan batubara a) Wilayah usaha pertambangan

 Wilayah usaha pertambangan mineral logam komoditas tambang pasir besi ditetapkan disebagian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagaian wilayah kecamatan mappakasunggu, dan sebagian kecamatan sanrobone.

 Wilayah usaha pertambangan mineral batu batuan meliputi : komiditas tambang berpasir alami ditetapkan di sebagian wilayah Polongbangkeng utara,sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng Selatan,sebagian wilayah kecamatan Pattallassang dan sebagian wilayah Kecamatan Mangarabombang.

b) Wilayah usaha pertambangan rakyat

Wilayah usaha pertambangan rakyat berupa wilayah wilayah usaha pertambangan mineral batuan komoditas tentang kerikil berpasir alami ditetapkan di sebagaian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagaian wilayah kecamatan pattallassang, sebagaian wilayah kecamatan Polongbangkeng selatan, sebagaian wilayah kecamatan pattallassang dan wilayah kecamatan Polongbangkeng Utara.

2) Kawasan peruntukan pertambangan minyak dan gas bumi

merupakan kawasan peruntukan pertambangan minyak

blok karaengta yang berada perairan laut selat Makassar.

(29)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-13 d. Kawasan Peruntukan Industri

Kawasan Peruntukan industry terdiri atas :

1) Kawasan peruntukan industri besar ditetapkan dikawasan industri takalar kecamatan Galesong Utara, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang merupakan pusat kegiatan manufaktur, dengan luasan kurang lebih 100 (seratus) hektar

2) Kawasan peruntukan industri sedang , merupakan kawasan pengembangan agroindustry dan mina industry ditetapkan disebagian wilayah Polongbangkeng selatan,sebagian kecamatan mappakasunggu,sebagian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagian wilayah Galesong selatan ,kecamatan galesong utara dan sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng utara

3) Kawasan peruntukan industri rumah tangga sebagai penunjang kegiatan industry besar ,penunjang kegiatan industry sedang dan penunjang kegiatan pariwisata ditetapkan disebagian kecamatan Pattalassang,sebagian kecamatan Galesong,sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng selatan,sebagian wilayah kecamatan galesong selatan dan sebagaian wilayah kecamatan Polongbangkeng Utara

e. Kawasan Peruntukan Pariwisata

Kawasan Peruntukan pariwisata terdiri atas :

1) Kawasan Peruntukan Pariwisata Budaya dan Religi di tetapkan di:

 Sebagian di wilayah Kecamatan Galesong Utara untuk kegiatan Pesta Assoso pa’rasanganta Bonto Lebang

 Sebagian wilayah Kecamatan Galesong untuk kegiatan pesta nelayan Boddia

 Sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng selatan untuk kegiatan pesta Lammang di lantang

 Sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu dan

sanrobone untuk kegiatan pesta akkio bunting, pesta

angngaru, pesta Qu’ran Barakka, dan pesta je’ne

Sappara

(30)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-14

 Sebagian wilayah kecamatan mangarabombang untuk kegiatan pesta Maudu Lompoa di cikoang

2) Kawasan pariwisata alam,merupakan kawasan wisata pantai ,dan laut serta wisata pegunungan ditetapkan :

 Pantai Lamangkia ,pantai puntondo, dan pantai Punaga di kecamatan Mangarabombang

 Pantai Galumbaya, pantai paria laut, pulau dayang- dayangan dan pulau tanakeke dikecamatan Mappakasunggu

 Pantai gusunga di kecamatan Galesong Utara

 Pantai Boe, dan pulau sanrobengi di kecamatan Galesong

 Gunung Buakkang di kecamatan Polongbangkeng Selatan

 Taman buru Ko’mara suaka margasatwa ko’mara dan barugaya di kecamatan Polongbangkeng Utara

3) Kawasan peruntukan pariwisata buatan merupakan kawasan pariwisata buatan yang akan dikembangkan disebagian wilayah kecamatan pattallassang, sebagian wilayah kecamatan galesong selatan, sebagian wilayah mappakasunggu, sebagian wilayah kecamatan galesong, sebagian wilayah kecamatan mangarabombang, sebagian wilayah kecamatan Galesong utara dan sebagaian wilayah kecamatan Polongbangkeng utara.

f. Kawasan Peruntukan Permukiman

Kawasan Peruntukan permukiman terdiri atas :

1) Kawasan peruntukan permukiman perkotaan berupa

kawasan permukiman yang didominasi oleh kegiatan non

agraris dengan tatanan kawasan permukiman yang terdiri

dari sumber buatan seperti perumahan ,fasilitas

sosial,fasilitas umum,serta prasarana wilayah perkotaan

lainnya. Kawasan peruntukan permukiman perkotaan

ditetapkan di sebagian wilayah kecamatan Pattallassang,

(31)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-15 sebagian wilayah kecamatan Galesong dan sebagaian wilayah Polongbangkeng utara.

2) Kawasan peruntukan permukiman perdesaan berupa kawasan permukiman yang didominasi oleh kegiatan agrarian dengan kondisi kepadatan bangunan,penduduk yang rendah dan kurang intensif dalam pemanfaatan daerah terbangun. Kawasan Kawasan Peruntukan permukiman perdesaan ditetapkan pada bagian wilayah kecamatan Polongbangkeng utara, sebagian wilayah kecamatan Polongbangkeng selatan, sebagian wilayah kecamatan mappakasunggu, sebagian wilayah kecamatan galesong, sebagian wilayah sanrobone, sebagaian wilayah Galesong Utara.

g. Kawasan Peruntukan Lainnya

1) Kawasan peruntukan pusat kegiatan pemerintahan kabupaten ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Pattalassang

2) Kawasan peruntukan pusat perdagangan dan jasa regional ditetapkan sebagian wilayah Kecamatan Pattalassang dan sebagian wilayah Kecamatan Galesong

3) Kawasan peruntukan pusat pendidikan tinggi ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Pattalassang; Sebagian wilayah Kecamatan Galesong

4) Kawasan peruntukan pusat pelayanan olahraga ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Pattalassang

5) Kawasan peruntukan pusat pelayanan kesehatan ditetapkan di ebagian wilayah Kecamatan Mangarabombang, sebagian wilayah Kecamatan Mappakasunggu, sebagian wilayah Kecamatan Sanrobone, sebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan, sebagian wilayah Kecamatan Pattalassang, sebagian wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara, sebagian wilayah Kecamatan Galesong Selatan, sebagian wilayah Kecamatan Galesong, dan sebagian wilayah Kecamatan Galesong Utara

6) Kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan negara

ditetapkan di sebagian wilayah Pattalassang, sebagian

wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara, sebagian

(32)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-16 wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan sebagian wilayah Kecamatan Galesong

2.1.8. Demografi

Dari sisi demografis, jumlah penduduk Kabupaten Takalar 289.978 jiwa pada Tahun 2016, terdiri dari laki-laki sebanyak 139.381 jiwa dan perempuan sebanyak 150.597 jiwa. Jumlah ini meningkat 1,07%

dibandingkan Tahun 2015. Jika dilihat dari komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur pada Tahun 2016, jumlah penduduk kelompok umur produktif (15-64 Tahun) sebesar 192.080 jiwa (66,24%), jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 Tahun) sebesar 79.425 jiwa (27,44%) dan jumlah penduduk kelompok umur tua (64 Tahun ke atas) sebesar 18.473 jiwa (6,37%). Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.5 :

Tabel 2.5

Banyaknya Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2011-2016 di Kabupaten Takalar No Tahun Laki-laki Perempuan

Jumlah

Jiwa % Jiwa %

1 2011 131.495 48,31 140.698 51,69 272.193 2 2012 133.082 48,01 144.136 51,99 277.218 3 2013 134.807 48,04 145.783 51,95 280.590 4 2014 136.350 48,05 147.412 51,94 283.762 5 2015 137.913 48,07 148.993 51,93 286.906 6 2016 139.381 48,06 150.597 51,93 289.978

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

Tabel 2.6

Jumlah dan Kepadatan Penduduk Per Kecamatan Tahun 2016 di Kabupaten Takalar No Kecamatan

Luas Wilayah

(Km

2

)

Presentase Penduduk

Jumlah Penduduk

(Org)

Kepadatan Penduduk (Org/ Km

2)

1. Mangarabombang 100,50 13,33 38.653 384

2. Mappakasunggu 45,27 5,52 16.010 353

3. Sanrobone 29,36 4,81 13.959 475

4. Polongbangkeng

Selatan 88,07 9,76 28.287 321

5. Pattallassang 25,31 13,24 38.394 1.516

6. Polongbangkeng

Utara 212,25 17,00 49.288 232

7. Galesong Selatan 24,71 8,85 25.668 1.038

8. Galesong 25,93 13,96 40.491 1.561

(33)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-17

No. Jenis Data Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

1. Banyaknya Kepala

Keluarga (KK) 64.143 64.924 65.657 66.292 67.001 2. Rata-rata jumlah

jiwa dalam keluarga (orang)

4,3 4,3 4,3 4,3 4,3

9. Galesong Utara 15,11 13,53 39.228 2.596

Takalar 566,51 100,00 289.978 511

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

Dari data diatas menunjukkan bahwa kepadatan penduduk yang tidak merata. Kepadatan penduduk tertinggi ada di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan kota Makassar dan Kabupaten Gowa yaitu Kecamatan Galesong Utara. Kepadatan rendah terjadi di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto, walaupun penduduknya banyak tetapi luas wilayah kecamatan ini yang terluas. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Takalar jika dilihat dari 5 tahun terakhir rata-rata sebesar 1,14%.

Pertumbuhan ini relatif tinggi.

Tabel 2.7

Laju Pertumbuhan Penduduk

Tahun 2012-2016 di Kabupaten Takalar

No Jenis Data Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

1 .

Laju

Pertumbuha n Penduduk (%/th)

1,21 1,22 1,13 1,11 1,07

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

Jumlah kepala keluarga mengalami kenaikan dari 64.143 KK pada tahun 2012 menjadi 67.001 KK pada tahun 2016. Rata-rata jumlah jiwa setiap rumah tangga sebanyak 4,3 j i w a pada tahun 2012 – 2016.

Tabel. 2.8

Banyaknya KK dan Rata-rata Jiwa Dalam Keluarga Tahun 2012-2016 di Kabupaten Takalar

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2017

Berdasarkan struktur umur penduduk laki-laki Tahun 2014, komposisi

penduduk usia 14 tahun kebawah mencapai 29,69%, penduduk usia 15-

59 tahun sebesar 62,89% dan penduduk usia diatas 60 tahun sebesar

7,4%.

(34)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-18 Pada tahun 2015 komposisi penduduk laki-laki usia 14 tahun ke bawah mencapai 29,36%, penduduk usia 15-59 tahun sebesar 63,07%, dan usia diatas 60 tahun sebesar 7,56%.

Selanjutnya pada tahun 2016 komposisi penduduk laki-laki usia 14 tahun ke bawah mencapai 29,04%, penduduk usia 15-59 tahun sebesar 63,22%, dan usia diatas 60 tahun sebesar 7,7%. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel. 2.9

Penduduk Laki-laki Berdasarkan Umur Tahun 2012 - 2016

Sumber: Badan Pusat Statistik (2013-2017)

Berdasarkan struktur umur penduduk perempuan Tahun 2014, komposisi penduduk usia 14 tahun ke bawah mencapai 26,38%, penduduk usia 15-59 tahun sebesar 63,18% dan penduduk usia diatas 60 tahun sebesar 10,42%.

Berdasarkan struktur umur penduduk perempuan Tahun 2015, komposisi penduduk usia 14 tahun kebawah mencapai 26,11%, penduduk usia 15-59 tahun sebesar 63,27% dan penduduk usia diatas 60 tahun sebesar 10,10%.

Berdasarkan struktur umur penduduk perempuan Tahun 2016, komposisi penduduk usia 14 tahun kebawah mencapai 25,85%, penduduk usia 15-59 tahun sebesar 63,22% dan penduduk usia diatas 60 tahun sebesar 10,61%.

Kelompok

Umur 2012 2013 2014 2015 2016

0-4 12.724 12.962 14.037 14.040 13.987

5-9 13.644 13.899 13.355 13.409 13.475

10-14 13.005 13.248 13.099 13.049 13.022

15-19 12.061 12.287 13.900 14.017 14.029

20-24 10.768 10.969 11.720 11.914 12.153

25-29 10.734 10.935 10.314 10.438 10.570

30-34 10.465 10.661 10.094 10.077 10.100

35-39 10.151 10.341 9.865 9.883 9.841

40-44 9.209 9.381 9.577 9.671 9.750

45-49 7.598 7.740 8.546 8.812 9.060

50-54 6.336 6.455 6.906 7.173 7.433

55-59 4.234 4.313 4.835 4.999 5.177

60-64 3.602 3.669 3.581 3.705 3.850

65+ 7.794 7.940 6.521 6.726 6.924

JUMLAH 132.325 134.800 136.350 137.913 139.381

(35)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-19 Tabel. 2.10

Penduduk Perempuan Berdasarkan Umur Tahun 2012-2016 Kelompok

Umur 2012 2013 2014 2015 2016

0-4 13.722 14.019 13.429 13.447 13.392

5-9 14.715 15.034 12.941 13.002 13.100

10-14 14.025 14.329 12.531 12.460 12.449

15-19 13.008 13.290 13.056 13.087 13.055

20-24 11.613 11.865 11.969 12.073 12.027

25-29 11.576 11.827 11.604 11.678 11.769

30-34 11.282 11.531 11.677 11.637 11.625

35-39 10.948 11.185 11.191 11.271 11.310

40-44 9.932 10.147 10.827 10.949 11.065

45-49 8.194 8.371 9.503 9.766 10.016

50-54 6.833 6.981 7.817 8.110 8.390

55-59 4.567 4.666 5.496 5.704 5.953

60-64 3.885 3.969 4.407 4.565 4.717

65+ 8.404 8.586 10.964 11.244 11.549

JUMLAH 142.709 145.800 147.412 148.993 150.597 Sumber: Badan Pusat Statistik

Berdasarkan data struktur penduduk, nampak bahwa penduduk kelompok umur 0-4 tahun fluktuatif sedangkan jumlah penduduk yang berumur diatas 60 tahun mengalami peningkatan yang siginifikan, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Tabel. 2.11

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Usia Sekolah dan Jenis Kelamin Di Kabupaten Takalar Tahun 2016

Kelompok Usia Sekolah

Jenis Kelamin

Laki-Laki Perempuan Jumlah

0-2 8.551 8.102 16.653

3-4 5.436 5.290 10.726

5-6 5.433 5.296 10.729

7-12 15.768 15.248 31.016

13-15 8.073 7.587 15.660

16-18 8.538 7.898 16.436

19-24 14.877 14.782 29.659

25+ 72.750 86.394 159.099

Jumlah 139.381 150.597 289.978

Sumber: Badan Pusat Statistik

(36)

Draft RPJMD Kab.Takalar 2017-2022 II-20 2.2. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Aspek Kesejahteraan masyarakat terdiri dari kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta seni budaya dan olahraga.

2.2.1. FOKUS KESEJAHTERAAN DAN PEMERATAAN EKONOMI Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi dilakukan terhadap indikator yang mempengaruhi kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, diantaranya adalah:

2.2.1.1 Pertumbuhan PDRB

Perekonomian Takalar pada tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan PDRB Takalar tahun 2016 mencapai 9,61 persen, sedangkan tahun 2015 sebesar 8,40 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi, yaitu sebesar 12,59 persen yang kemudian diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dan sektor pengadaan listrik dan gas, yang masing – masing tumbuh sebesar 10,88 dan 10,60 persen.

Pertumbuhan ekonomi terendah berada di sektor Pengadaan

Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dengan

pertumbuhan sebesar 2,65 persen, setelah itu ada sektor Jasa

Perusahaan dengan pertumbuhan sebesar 3,01 persen. Secara umum,

lapangan usaha ekonomi PDRB pada tahun 2015 mencatat

pertumbuhan yang positif dengan adanya perlambatan maupun

percepatan.

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan laporan meliputi hasil kegiatan di lapangan berupa peta geologi dengan skala 1 : 12.500, serta hasil analisis kestabilan lereng berupa laporan

Informasi mengenai ketersediaan sarana prasarana permukiman yang ada berdasarkan sistem perkotaan di Kecamatan Banjarnegara dan Karangkobar dapat menjadi masukan

Program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bengkulu Tahun 2020 pada urusan perumahan dalam rangka mencapai target indikator

Kawasan ini terjadi perubahan penggunaan lahan dari fungsi guna lahan yang semula permukiman ataupun non- perdagangan bergeser pada fungsi guna lahan perdagangan atau fungsi guna

Sehingga tingkat konsumsi energi listrik oleh pelanggan rumah tangga yang didominasi oleh permukiman memiliki permintaan daya listrik lebih signifikan dan variatif bila

Berbagai permasalahan perkotaan tersebut merupakan hal yang terjadi apabila pembangunan sebuah kawasan perkotaan tidak dilakukan dengan perencanaan yang baik dan

4. Terciptanya keberlanjutan.progam penanganan permukiman kumuh sebagai bagian dari strategi pengurangan luasan kawasan permukiman kumuh. Kota Pekalongan, sebagai salah

Sesuai dengan UU nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, di Provinsi Banten terdapat 2 Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yaitu kawasan perkotaan yang