• Tidak ada hasil yang ditemukan

Neraca Konsolidasi

Dalam dokumen Marketing Gallery Megapolitan Developments (Halaman 66-72)

A. ASET

Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan 31Desember 2012.

Aset Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp938,54 miliar, naik 5,88% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp886,38 miliar. Piutang Usaha Perseroan terutama yang berasal dari pihak ketiga meningkat sebesar 24,59% menjadi Rp152,52 miliar pada tahun 2013 dibandingkan pada satu tahun sebelumnya sebesar Rp122,42 miliar seiring dengan peningkatan penjualan usaha Perseroan.

Pada periode ini, jumlah Persediaan meningkat 15,32% menjadi Rp259,23 miliar dari Rp224,79 miliar karena semakin bertambahnya produk-produk properti yang sedang dibangun (Proyek Dalam Pelaksanaan) kendati Persediaan Tanah Kavling yang siap dijual mengalami penurunan. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka mengalami penurunan sebesar 30,04% dari Rp25,98 miliar pada 2012 menjadi hanya Rp18,17 miliar. Itu disebabkan oleh penurunan Biaya yang Dibayar Dimuka, terutama biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada kontraktor pembangunan apartemen Cinere Bellevue Suites, yang salah satu kontraktor utamanya adalah PT Waskita Karya Tbk, sebesar Rp13,06 miliar, sedangkan Piutang dari pihak berelasi mengalami kenaikan sebesar 9,97% dari sebesar Rp58,74 miliar pada 2012 menjadi Rp64,60 miliar, terutama diakibatkan oleh pinjaman yang diberikan kepada pemegang saham Perseroan. Aset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar 3,18% menjadi Rp405,69 miliar pada 2013 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp393,17 miliar, terutama diakibatkan oleh kenaikan nilai tanah yang belum dikembangkan.

67 Laporan TahunanEMDE2013

B. KEWAJIBAN

Kewajiban Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp380,60 miliar, naik 5,01% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp362,44 miliar. Itu diakibatkan oleh kenaikan utang usaha sekitar 49,83% menjadi Rp30,46 miliar dari Rp20,33 miliar pada tahun 2012 sehubungan kenaikan signifikan utang kepada pihak ketiga sekitar 77,5% menjadi Rp26,44 miliar dari Rp14,90 miliar.

Utang Pajak pada periode ini meningkat sebesar 11,84% menjadi Rp44,59 miliar dari Rp39,87 miliar seiring dengan meningkatnya penjualan dan pemberlakuan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 dimana atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan PPh final sebesar 5%. Biaya Yang Masih Harus Dibayar turun 18,93% menjadi Rp4,19 miliar dari Rp5,17 miliar dimana penurunan ini terutama berasal dari Biaya Gaji dan Upah akibat dari strategi anak Perusahaan melakukan efisiensi Biaya Karyawan. Estimasi Biaya Penyelesaian Proyek yang belum ditagih turun39,53% menjadi Rp15,21 miliar dari Rp25,15 miliar. Estimasi-estimasi biaya tersebut terdiri dari Estimasi Biaya Penyelesaian atas Proyek Perumahan Cinere Riverside dan Puri Cinere milik Anak Perusahaan, PT Mega Pasanggrahan Indah; Proyek Perumahan Bukit Cinere dan Griya Cinere 2 milik Anak Perusahaan, PT Mega Limo Estate; Proyek Perumahan Tatya Asri milik Perseroan dan ruko Vivo Sentul milik PT Tirta Persada Developments.

68 Laporan TahunanEMDE2013

C. EKUITAS

Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember 2011.

Ekuitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp557,94 miliar, meningkat 6,94% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar Rp523,94 miliar. Peningkatan itu karena kenaikan saldo laba Perseroan sebesar 108,13% menjadi Rp64,84 miliar apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar Rp31,15 miliar sebagai dampak adanya kontribusi Laba Bersih Perseroan.

69 Laporan TahunanEMDE2013

Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan 31 Desember 2012.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan mencatat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp37,014miliar menjadi Rp79,39 miliar dari Rp116,406 miliar. Hal ini disebabkan antara lain terjadinya reklasifikasi akun Deposito Berjangka Yang Dibatasi Penggunaannya, yang semula dicatatkan pada akun Kas dan Setara Kas direklas ke akun Aset Keuangan Lainnya.

Perolehan Kas Bersih per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp75,19 miliar dibandingkan Pengeluaran Kas Bersih sebesar (Rp9,97 miliar) pada periode yang sama pada tahun 2012. Perolehan Kas Bersih ini terutama disebabkan oleh lonjakan penerimaan dari pelanggan sebesar 166,07% menjadi Rp274,64 miliar dari Rp103,22 miliar pada 2012 serta kenaikan penghasilan bunga dari Rp5,34 miliar menjadi Rp5,88 miliar. Arus kas untuk kegiatan investasi meningkat 290,58% menjadi Rp11,52 miliar per 31 Desember 2013 dibandingkan periode yang sama pada 2012 sebesar Rp2,95 miliar, dimana hal tersebut terutama akibat kenaikan signifikan nilai investasi Perseroan untuk membiayai perolehan Tanah Yang Belum Dikembangkan (landbank) sebesar 209,22% menjadi Rp6,84 miliar dari Rp2,21 miliar.

E. PEMBELANJAAN BARANG MODAL

Total Belanja Barang Modal Perseroan per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp4,975 miliar, naik signifikan 560,69% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp753 juta. Jika dibandingkan per 31 Desember 2011 sebesar Rp4,902 miliar, maka total Belanja Barang Modal Megapolitan Developments tersebut hanya naik sekitar 1,48%.

Kenaikan signifikan Belanja Barang Modal Perseroan pada tahun 2013 disebabkan oleh lonjakan Belanja Barang Modal untuk Bangunan dalam Penyelesaian menjadi Rp3,85 miliar dari sebesar Rp500 juta pada tahun 2012. Disamping itu, lonjakan kenaikan Belanja Barang Modal untuk Inventaris Kantor dan Proyek sekitar 344,66% menjadi Rp1,125 miliar dari Rp253 juta turut menjadi faktor pendorong kenaikan signifikan total Belanja Barang Modal pada 2013.

Sementara itu, Perseroan pada tahun 2011 mengalokasikan Belanja Barang Modal untuk Inventaris Kantor dan Proyek hingga mencapai Rp2,952 miliar. Adapun Belanja Barang Modal untuk Bangunan dan Kendaraan masing-masing sebesar Rp970 juta dan Rp980 juta. Tetapi Perseroan pada tahun tersebut belum mengalokasikan Belanja Barang Modal untuk Bangunan dalam Penyelesaian.

70 Laporan TahunanEMDE2013

F. SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS

Persentasi Solvabilitas Aset Perseroan sejak tahun 2011 hingga 2013 terus menurun dari 41,90% menjadi 40,89%, dan akhirnya menjadi 40,55%. Penurunan tersebut diikuti oleh penurunan Solvabilitas Ekuitas sepanjang tiga tahun terakhir dari 72,10% pada tahun 2011 menjadi 69,18% pada tahun 2012, serta mencapai 68,21% pada tahun 2013.

Meski demikian, kondisi itu diimbangi oleh peningkatan persentasi Profitabilitas yang terdiri dari Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity/ROE), dan Imbal Hasil Investasi (Return On Asset/ROA). Kenaikan ROE melesat jauh hingga mencapai 6,09% pada tahun 2013. Sementara itu, ROE Perseroan pada tahun 2011 dan 2012 masing-masing baru sebesar 0,39% dan 0,80%.

Sementara itu, Imbal Hasil Investasi (Return On Asset/ROA) juga meningkat signifikan pada 2013 menjadi 3,62% dibandingkan sebesar 0,47% pada tahun 2012, dan sebesar 0,22% pada tahun 2011.

71 Laporan TahunanEMDE2013

72 Laporan TahunanEMDE2013

Dalam dokumen Marketing Gallery Megapolitan Developments (Halaman 66-72)

Dokumen terkait