Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran (balance of payment) merupakan dokumen sistematis dari semua transaksi ekonomi antara penduduk satu negara dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Penduduk di sini adalah individu, badan hukum dan pemerintah. Individu dimaksudkan orang yang bertepat tinggal dan mempunyai mata pencaharian di negara tersebut. Wisatawan, mahasiswa yang belajar di luar negeri, korp diplomatik adalah penduduk dari negara yang diwakilinya (negara asalnya), demikian pula dengan badan hukum merupakan penduduk dari negara yang memberi izin usaha badan hukum tersebut, cabang-cabangnya yang ada diluar negeri dianggap penduduk luar negeri. Pemerintah jelas penduduk negara yang diwakilinya, misalnya; para duta besar, para atase, dan sebagainya.
Transaksi yang dicatat dalam neraca pembayaran hanyalah transasksi ekonomi internasional, transaksi bantuan militer tidak termasuk ke dalamnya, karena bantuan tersebut hanyalah merupakan bantuan yang sifatnya tidak imbal beli.
Banyak tujuan dari neraca pembayaran, tapi yang lebih penting adalah:
a. Untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang posisi internasional dari negara yang bersangkutan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan (policy) dalam bidang moneter fiscal dan bidang perdagangan.
b. Dapat pula berguna bagi pihak-pihak tertentu, karena dalam neraca pembayaran tercakup bidang pembayaran, pariwisata, tingkat bunga, deviden, dan perdagangan barang-barang dan jasa-jasa serta transaksi-transaksi financial.
Pencatatan Neraca Pembayaran (The
Accounting Balance of Payment)
Secara teoritis neraca pembayaran selalu seimbang, karena ia dicatat menurut buku berpasangan. Setiap transasksi yang terjadi kredit mencakup semua transasksi yang menyebabkan bertambahnya tagihan kepada negara lain, atau segala transasksi yang menyebabkan masuknya dana (fund inflow). Transaksi debet adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran kepada negara lain atau funds outflow.
Contoh: Suatu perusahaan di Amerika mengekspor barang X seharga $100 kepada langganannya di Inggris, dan hasilnya semua digunakan untuk membeli mobil.
Balance of Payment adalah suatu neraca yang
terdiri atas keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of
Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara
penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan/ current
account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca
pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign
Direct Investment maupun Portofolio Investment.
Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan gambaran/ indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.
Dalam ekonomi, keseimbangan kemampuan berbelanja (bahasa Inggris: purchasing power parity, PPP) adalah sebuah metode yang digunakan untuk menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata uang dari dua negara. PPP mengukur berapa banyak sebuah mata uang dapat membeli dalam pengukuran internasional (biasanya dolar), karena barang dan jasa memiliki harga berbeda di beberapa negara. Nilai tukar PPP digunakan dalam perbandingan internasional dari standar hidup. PDB sebuah negara awalnya dihitung dalam mata uang lokal, jadi perbandingan antara dua negara membutuhkan konversi mata uang. Perbandingan menggunakan nilai tukar nyata dianggap tidak
nyata, karena mereka tidak merefleksikan perbedaan harga antar negara. Perbedaan antara PPP dan nilai tukar nyata bisa berbeda banyak. Misalnya, PDB per kapita di RRT sekitar AS$1.400, sedangkan berdasarkan PPP adalah sekitar AS$6.200. Sedangkan PDB nominal per kapitanya adalah sekitar AS$37.600, tetapi PPP-nya hanya AS$31.400.
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif, yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif, yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Setelah Perang Dunia I, banyak negara mulai meninggalkan standar emas sebagai alat tukar dan beralih kepada standar kertas. Standar kertas berarti bahwa uang kertas yang dipegang masyarakat tidak dapat ditukarkan dengan emas pada bank sentral. Namun emas masih tetap dipergunakan sebagai alat pembayaran bagi transasksi internasional. Emas berperan sebagai devisa. Dalam masa standar kertas seperti sekarang ini, yang dimaksud dengan sistem kurs devisa tetap adalah suatu sistem devisa di mana pemerintah menetapkan tingkat kurs mata uang negara tersebut dengan mata uang-mata uang negara lain dan berusaha untuk mempertahankannya dengan berbagai kebijakan secara sadar. Bila kurs satu mata uang dengan mata uang lain dibiarkan untuk ditentukan secara bebas oleh tarik-menarik kekuatan pasar, maka kita katakan bahwa negara tersebut menganut sistem devisa mengambang (floating atau flexible exchange rate). Keuntungan dari sistem devisa mengambang adalah bahwa tingkat kurs yang berlaku selalu sama dengan tingkat kurs keseimbangan. Jadi tidak ada masalah pasar gelap dan efek negatifnya.63
Neraca Perdagangan
Total transaksi perdagangan (ekspor + impor) Indonesia dengan negara-negara UNCTAD pada tahun 2003 tercatat sebesar US$ 88.949.114.544 yang terdiri dari nilai ekspor sebesar US$ 57.546.700.928 dan nilai impor sebesar US$ 31.402.413.616. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun ( 1999 s/d 2003 ) nilai perdagangan Indonesia
63 Boediono, Ekonomi Internasional: Seri Sinopsis Pengantar
dengan negara-negara partner dagang dalam lingkup UNCTAD, baik ekspor maupun impor mengalami pasang surut/fluktuasi khususnya dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2001 mengalami penurunan tetapi tahun 2000 sampai dengan 2003 mengalami kenaikan. Pada tahun 2003 jika dibandingkan antara total nilai ekspor dan impor, terlihat adanya surplus di pihak Indonesia, dimana total ekspor sebesar US$ 57.546.700.928 sementara total Impor sebesar US$ 31.402.413.616, sehingga terdapat surplus sebesar US$ 26.144.287.312.
Secara lengkap perkembangan neraca perdagangan selama lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel
Neraca Perdagangan (Ekspor-Impor) Indonesia dengan Negara-negara Anggota UNCTAD
N
o. Tahun Ekspor (US$) Impor (US$)
Surplus/D efisit (US$) 1 199 9 45.499.33 2.930 22.965.53 8.224 22.533.794 .706 2 200 0 58.094.43 2.065 31.860.27 1.264 26.234.160 .801 3 200 1 52.732.244.771 29.596.012.206 23.136.232.565 4 200 2 53.750.304.708 29.976.101.869 23.774.202.839 5 200 3 57.546.70 0.928 31.402.41 3.616 26.144.287 .312
Pada tahun 2003, nilai total ekspor Indonesia ke negara-negara UNCTAD tercatat sebesar US$ 57.546.700.928, hal ini menunjukkan adanya
kenaikan sebesar US$ 3.796.396.220 atau 0,94%
dibanding tahun sebelumnya/tahun 2002 sebesar US$ 53.750.304.708. Sementara itu dilihat dari volume ekspor, tercatat total volume ekspor Indonesia ke negara-negara UNCTAD sebesar 247.373.307.831 kg, dimana hal ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 49.194.361.150 kg. dari total volume ekspor tahun 2002.
Jika dilihat data secara series selama lima tahun terakhir (1999 s/d 2003), tercatat adanya
kenaikan rata-rata per tahun sebesar 6,05% untuk
nilai ekspor dan kenaikan sebesar 4,10% untuk volume ekspornya.
Secara lengkap perkembangan ekspor selama lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel 2 di bawah ini.
Dibandingkan dengan total nilai ekspor Indonesia ke seluruh dunia pada tahun 2003 yaitu sebesar US$ 61.058.246.995, maka total nilai ekspor ke negara-negara UNCTAD yaitu sebesar US$ 57.546.700.928, hanya merupakan 0,94% nya. Sementara dari volume ekspor, merupakan 0,75% dari total volume ekspor dunia. Melihat kecilnya prosentase nilai tersebut disatu sisi, sementara dilihat dari jumlah negara-negara anggota UNCTAD yang besar, kiranya peningkatan ekspor ke negara-negara UNCTAD ini harus diupayakan seintensif mungkin. Peningkatan ekspor ke negara-negara UNCTAD ini sangat potensial untuk meningkatkan perdagangan Indonesia secara total ke seluruh dunia.
Dilihat dari negara tujuan ekspor, yang termasuk dalam peringkat lima besar secara berturut-turut adalah Jepang, United States, Singapura, Korea dan China.
Secara lengkap perkembangan ekspor selama lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel
Nilai Ekspor Indonesia kenegara-negara UNCTAD N o. Tah un Nilai (US$) Volume (kg) 1 199 9 45.499.33 2.930 210.639.35 7.023 2 200 0 58.094.432.065 201.446.259.010 3 200 1 52.732.244.771 245.949.180.119 4 200 2 53.750.30 4.708 198.178.94 6.681 5 200 57.546.70 247.373.30
3 0.928 7.831
Pada tahun 2003, nilai total impor Indonesia ke negara-negara UNCTAD tercatat sebesar US$ 31.402.413.616, hal ini menunjukkan adanya
kenaikan sebesar US$ 1.426.311.747 atau 0,95%
dibanding tahun sebelumnya/tahun 2002 sebesar US$ 29.976.101.869. Sementara itu dilihat dari volume impor, tercatat total volume impor Indonesia ke negara-negara UNCTAD sebesar 68.589.957.297 kg, dimana hal ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 2.954.504.726 kg. dari tahun sebelumnya/tahun 2002 yaitu sebesar 71.544.462.023 kg.
Dibandingkan dengan total nilai impor Indonesia keseluruh dunia pada tahun 2003 yaitu sebesar US$ 32.550.684.286, maka total nilai impor ke negara-negara UNCTAD yaitu sebesar 31.402.413.616, hanya merupakan 0,97% nya.
Jika dilihat data secara series selama lima tahun terakhir ( 1999 s/d 2003), tercatat adanya
kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,13% untuk
nilai impor. dan kenaikan sebesar 2,79% untuk volume impornya. Sementara dari volume impor tahun 2003 sebesar 68.589.957,297 merupakan 0,98% dari total volume impor dunia tahun 2003 sebesar 69.705.137,458.
Dilihat dari negara tujuan impor, yang termasuk dalam peringkat lima besar secara berturut-turut adalah Jepang, Singapura, China, United States dan Thailand.
Secara lengkap perkembangan impor selama lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel
Nilai Impor Indonesia kenegara-negara UNCTAD N
o. Tahun (US$)Nilai Volume (kg)
1 199 9 22.965.538.224 61.433.998.035 2 200 0 31.860.27 1.264 66.189.032 .205 3 200 1 29.596.012.206 64.470.548.725 4 200 2 29.976.101.869 71.544.462.023 5 200 3 31.402.41 3.616 68.589.957 .297 Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi selama satu tahun.64 Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris [1], yang berusaha menaksir pendapatan nasional Inggris pada tahun 1665.65 Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut
64Diperolehdari"http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasio
na"
65
Sukwiaty, Sudirman Jamal,dan Slamet Sukamto, Ekonomi
mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional:
• Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara.
• Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
• Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada