Laporan Kinerja 2021 Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN
Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN
Pada 2021, realisasi Nilai AKIP Ditjen Kerja Sama ASEAN adalah 79,27 dari target 79,50 sehingga capaiannya adalah sebesar 99.71%. Realisasi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang realisasinya sebesar 79,05 dan tahun 2019 sebesar 78,94.
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) merupakan wujud kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan target kinerja yang telah ditetapkan. Evaluasi dokumen AKIP terdiri dari Rencana Strategis, Manual Indikator Kinerja Utama (IKU), Perjanjian Kinerja (PK), Rencana Aksi, dan Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2020.
Nilai AKIP diperoleh dari hasil penilaian Inspektorat Jenderal yang disampaikan melalui Nota Dinas Inspektur Wilayah I Nomor 23176/PW/06/2021/41 tentang Laporan Hasil Evaluasi atas Impelmentasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 pada Ditjen Kerja Sama ASEAN. Sesuai manual IKU, Nilai AKIP Ditjen KSA yang diklaim pada tahun 2021 merupakan nilai AKIP tahun 2020. Penilaian AKIP ini mengacu pada PermenPAN Nomor 12 tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi dan Implementasi Sistem AKIP, yang menetapkan kriteria dalam penilaian hasil evaluasi.
Tabel 3.3 Capaian IKU S1 Tahun 2021
IKU S1 INFORMASI KINERJA NILAI
Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerja
Sama ASEAN
Laporan Hasil Evaluasi AKIP dari Inspektorat Jenderal
Target 79,50
Realisasi 79,27
Capaian 99,71%
Peningkatan Nilai AKIP dari 79.05 pada 2020 menjadi 79,27 pada 2021 disebabkan komitmen tinggi pimpinan dan para pengelola kinerja Ditjen KSA untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan sistem pengelolaan kinerja dari mulai perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi sampai dengan pencapaian kinerja.
Setditjen KSA selaku koordinator dalam pengelolaan kinerja Ditjen KSA terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh pengelola kinerja (Manajer Kinerja Organisasi/MKO dan Sub-Manajer Kinerja Organisasi/SMKO) dan menciptakan mekanisme koordinasi yang efektif dan berkelanjutan melalui pendampingan one on one, rapat koordinasi rutin, Dialog Kinerja Organisasi (DKO) pada tingkat unit eselon II dan eselon I serta koordinasi erat dengan mitra eksternal seperti BPO dan Inspektorat Wilayah I Kemenlu selaku APIP, Bappenas, KemenPANRB dan Kemenkeu.
Di samping adanya peningkatan realisasi Nilai AKIP Ditjen KSA dari 79,05 pada 2020 menjadi 79,27 pada 2021, dilihat dari hasil perhitungan capaian kinerja, Ditjen KSA mengalami sedikit penurunan capaian Nilai AKIP dari 100,06% pada 2020 menjadi 99,71% di 2021. Hal ini sebagai akibat meningkatnya target IKU Nilai AKIP Ditjen Kerja Sama ASEAN secara signifikan dari 79 menjadi 79,5. Penetapan target IKU Nilai AKIP tersebut sebenarnya telah mempertimbangkan nilai capaian IKU tahun 2020 yang tercapai melebihi 100%. Hal tersebut, ditambah optimisme dari berbagai upaya penguatan sistem manajemen kinerja di Ditjen KSA, telah mendorong penetapan peningkatan target pada tahun 2021. Belum tercapainya target IKU Nilai AKIP Ditjen KSA akan menjadi umpan balik upaya perbaikan peningkatan kualitas AKIP Ditjen KSA pada tahun yang akan datang.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Tabel 3.4 Capaian Komponen AKIP Ditjen KSA Tahun 2018-2021
No Komponen yang Dinilai Bobot 2018 2019 2020 2021
A Perencanaan Kinerja 30% 24,55 25,36 25,93 25,93
B Pengukuran Kinerja 25% 19,69 20,00 20,63 20,63
C Pelaporan Kinerja 15% 11,54 11,81 11,81 11,91
D Evaluasi Internal 10% 6,52 6,52 6,93 7,05
E Pencapaian Sasaran/Kinerja
Organisasi 20% 15,83 15,25 13,75 13,75
Nilai Hasil Evaluasi AKIP 100% 78,13 78,94 79,05 79,27
Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB BB BB BB
Nilai AKIP Ditjen KSA terkategori penilaian “BB” yang berarti “Sangat Baik”. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ditjen KSA telah akuntabel, berkinerja baik, dan memiliki sistem manajemen kinerja yang andal. Sesuai rekomendasi APIP Kemenlu, Ditjen KSA masih perlu meningkatkan kualitas evaluasi akuntabilitas kinerja dan evaluasi atas program kinerja. Perkembangan nilai AKIP Ditjen Kerja Sama ASEAN dalam lima tahun terakhir seperti tergambar dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.5 Perbandingan Target, Realisasi, dan Capaian IKU Nilai Evaluasi AKIP Ditjen KSA Tahun 2017-2021
2017 2018 2019 2020 2021
TARGET 80 80 79 79 79,50
REALISASI 76,38 78,13 78,94 79,05 79,27 CAPAIAN 95,47% 97,66% 99,92% 100,06% 99,71%
Sesuai data perbandingan Nilai AKIP Ditjen KSA dari tahun 2017 sampai dengan 2021 dapat dilihat bahwa realisasi Nilai AKIP terus mengalami peningkatan. Salah satu faktor pendukung konsistensi kenaikan realisasi nilai AKIP Ditjen KSA yaitu adanya upaya tindak lanjut rekomendasi hasil evalusi AKIP secara menyeluruh untuk memastikan terjadinya peningkatan akuntabilitas kinerja. Dari segi capaian, terlihat pada 2021 capaian Nilai AKIP mengalami penurunan, hal tersebut dipengaruhi kenaikan target yang cukup signifikan dibanding target tahun sebelumnya.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Laporan Kinerja 2021 Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN
Gambar 3.2 Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN
Selain adanya faktor penunjang keberhasilan, terdapat pula kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan nilai AKIP Ditjen KSA. Mutasi pejabat/staf pengelola kinerja yang cepat menyebabkan adanya gap tingkat pemahaman bagi pejabat/staf baru mengenai tata cara penyusunan dokumen kinerja. Sistem informasi kinerja yang belum sepenuhnya terintegrasi mempengaruhi konsistensi data dan menambah beban kerja para pengelola kinerja yang berasal dari direktorat. Selain itu, selama kondisi pandemi COVID-19, sistem kerja secara Work from Home (WFH) juga menyebabkan tidak optimalnya mekanisme koordinasi, mengingat koordinasi secara virtual banyak memiliki kelemahan seperti jaringan internet tidak stabil menggangu kelancaran komunikasi. Mudahnya menyelenggarakan kegiatan secara virtual mengakibatkan banyaknya agenda kegiatan virtual yang bertabrakan satu sama lain sehingga pegawai melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan sehingga tidak bisa fokus dan optimal.
Dalam rangka mengatasi kendala tersebut, Ditjen KSA terus menerus melaksanakan bimbingan teknis, pelatihan dan pendampingan kepada pengelola kinerja bekerja sama dengan BPO, Inspektorat Wilayah I, Kemenkeu dan Bappenas. Guna mengatasi gangguan teknis, pelaksanaan pengelolaan kinerja yang menggunakan aplikasi daring dilaksanakan sebelum tenggat waktu untuk mengurangi kecenderungan server sibuk yang menyebabkan eror. Lebih lanjut, Ditjen KSA melaksanakan ketentuan pemberian penggantian biaya komunikasi bagi pengelola kinerja yang menggunaan akses internet dengan frekuensi tinggi sehingga dapat melakukan tugasnya secara optimal. Untuk efektifitas koordinasi, Ditjen Kerja Sama ASEAN juga melaksanakan kegiatan secara one on one, kegiatan hybrid dengan mengimplementasikan protokol kesehatan yang ketat.
Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU Nilai AKIP tersebut adalah optimalisasi penggunaan teknologi informasi seperti penggunaan drive untuk penyimpanan data dukung kinerja, data sharing dan optimalisasi penggunaan aplikasi yang telah tersedia untuk perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi kinerja dan anggaran.
Guna meningkatkan kualitas implementasi SAKIP Ditjen KSA di tahun mendatang, Setditjen KSA akan tetap konsisten mengoordinasikan penyusunan AKIP sesuai ketentuan yang berlaku dan penyampaian dokumen AKIP tepat waktu serta menggunggah dokumen tersebut pada portal Kementerian Luar Negeri dan KemenpanRB. Setditjen KSA juga akan terus melakukan bimbingan teknis, pelatihan dan transfer of knowledge pada para pengelola kinerja lama/baru mengenai pengelolaan kinerja guna kesinambungan dan
80
TARGET REALISASI TARGET REALISASI REALISASI REALISASI REALISASI
TARGET TARGET TARGET
2017
2018 2019 2020 2021
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
peningkatan kapasitas sumber daya pengelola kinerja. Setditjen KSA akan melaksanakan rekonsiliasi kinerja setiap unit eselon II dengan melibatkan mitra BPO dan Inspektorat Jenderal secara berkala.
Gambar 3.3 Dialog Kinerja Ditjen Kerja Sama ASEAN
Gambar 3.4 Kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Satgas SPIP dan Tim Penguatan Manajemen Kinerja Ditjen Kerja Sama ASEAN 2021
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Laporan Kinerja 2021 Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN
Gambar 3.5 Rapat Monev dan Penyusunan Awal Laporan Kinerja Tahunan
Pengelolaan Anggaran adalah kegiatan yang diawali dengan penyusunan rencana kerja, penuangannya dalam dokumen pelaksanaan anggaran, pengawasan atas realisasinya, pencatatan dalam sistem akuntansi pemerintah, dan penyusunan Laporan Keuangan.
Sedangkan, optimal berarti paling baik dan tertinggi. Ruang lingkup Anggaran yang optimal dicapai dengan penyerapan anggaran yang maksimal serta terpenuhinya target-target kinerja yang telah ditetapkan.