• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai dari hasil evaluasi sarana pintu kebakaran Millenium ICT Center adalah 64,3% dari total 100% dimana dapat di artikan sarana pintu

kebakaran pada bangunan Millenium ICT Center sudah ada namun tidak

karena hanya terdapat 2 buah pintu kebakaran dan beberapa komponennya belum memenuhi standart seperti jumlah engsel pintu darurat, tinggi pintu darurat dan juga kaca dan tanda peringatan.

4. Nilai dari hasil evaluasi sarana penanda Millenium ICT Center adalah 50%

dari total 100% dimana dapat di artikan sarana penanda pada bangunan Millenium ICT Center sudah ada namun belum memenuhi standart yang berlaku untuk pusat perbelanjaan. Penanda pada bangunan Millenium ICT Center sudah memenuhi standart ukuran dan penulisan dan juga sudah memiliki penunjuk arah. Namun penanda belum di terangi oleh lampu sehingga ketika proses evakuasi penghuni bangunan dapat kesulitan berjalan menuju tangga kebakaran karena tidk dapat melihat penunjuk arah.

5. Nilai dari hasil evaluasi sarana pengeras suara Millenium ICT Center adalah 50% dari total 100% dimana dapat di artikan sarana pengeras suara pada bangunan Millenium ICT Center sudah ada namun belum memenuhi standart yang berlaku untuk pusat perbelanjaan dimana pengeras suara tidak terdapat pada area tangga kebakaran sehingga dapat mempersulit proses evakuasi

6. Nilai dari hasil evaluasi titik kumpul Millenium ICT Center adalah 37,5%

dari total 100% dimana dapat di artikan titik kumpul pada bangunan Millenium ICT Center sudah ada namun tidak memenuhi standart yang berlaku untuk pusat perbelanjaan karena titik kumpul pada bangunan Millenium ICT Center difungsikan sebagai area parkir kendaraan dan

papan penanda titik kumpul tertutup pamflet-pamflet iklan sehinga tidak terlihat.

7. Nilai rata-rata dari hasil evaluasi sarana dan prasarana jalur evakuasi dan manajemen penanggulangan kebakaran Millenium ICT Center adalah 59,5% dari total 100% dimana dapat di artikan titik kumpul pada bangunan Millenium ICT Center sudah ada namun tidak memenuhi standart yang berlaku untuk pusat perbelanjaan

8. Berdasarkan hasil olah data menggunakan software Arena, kecepatan evakuasi pengguna pada bangunan Millenium ICT Center yaitu 100 menit dari batas waktu maksimall evakuasi 60 menit dimana artinya belum dapat mengevakuasi penghuni gedung dengan efektif

5.2. Rekomendasi

1. Pintu kebakaran harus menggunakan standar produk pintu besi tahan api yang didesain untuk penggunaan bangunan gedung, sebagai safety area bila terjadi kebakaran. dapat juga ditambahkan Panic System & Vision Wireglass.

2. Penanda sebaiknya diperbanyak dan diletakkan pada beberapa titik lain sehingga dapat mempermudah proses evakuasi. Gunakan penandadengan tulisan yang bisa terang dalam gelap (Glow in the dark) jika tidak memungkinkan untuk menambah penerangan buatan seperti lampu pada penanda.

3. Pengeras suara harus ada di setiap lantai dan di setiap tangga kebakaran agar mempermudah proses evakuasi ketika terjadi kebakaran.

4. Titik kumpul harus memiliki ketersediaan areal/ruang terbuka yang cukup memadai, mudah diakses oleh korban bencana maupun penolong, cukup terlindung dari jangkauan bahaya langsung atau tidak langsung dari bencana, tersedia tempat naungan/ruang sementara terutama bagi kelompok rentan (lansia, bayi, ibu hamil, difable), adanya kemudahan akses mobilisasi (perpindahan kelokasi yang lebih aman) secara cepat dan aman, tersedia sarana komunikasi memadai yang terhubungan dengan struktur organisasi kedaruratan, tersedia sarana pertolongan pertama (emergency kits), ketersediaan peta jalur evakuasi yang mudah dibaca dan dipahami secara cepat

5. Tangga kebakaran harus terbuat dari konstruksi beton/baja yang memiliki tahan Api selama 2 jam, memiliki tebal dinding minimum 15cm, dengan

lebar tangga minimum 120cm, dan di beri alat penerangan di bagian luar dan di bagian dalam tangga sebagai petunjuk arah ke tangga dengan daya otomatis atau emergency. Tangga kebakaran harus ada setidaknya 3 buah pada setiap bangunan mall. Jika tidak memungkinkan untuk menambah tangga kebakaran maka dapat menggunakan Selubung peluncur sebagai alternative penyelamatan tambahan.

6. Selubung Peluncur

Selubung peluncur dibuat sesuai dengan kinerjanya yaitu sebagai

"selubung peluncur untuk melarikan diri" dan telah diuji ilmiah oleh Josef Tuliszkowski di Pusat Penelitian untuk Fire Protection, Warsawa, Polandia, untuk tujuan mengevakuasi orang dari bangunan 2 lantai sampai bangunan tinggi pada kasus kebakaran, gempa bumi, terorisme atau bencana lainnya. Selubung peluncur berfungsi baik sebagai alternatif dan sarana tambahan dari jalan keluar untuk bangunan dan struktur ketika cara lain untuk melarikan diri mungkin rusak atau tidak dapat diakses selama peristiwa bencana. Sekarang ini Selubung peluncur diakui oleh banyak orang sebagai solusi perangkat keras untuk memperbaiki kekurangan jalan

atau meningkatkan ukuran tangga yang ada dalam struktur karena keterbatasan dalam desain, mobilitas konstruksi, atau ketersediaan.

Keuntungan menggunakan Selubung peluncur sebagai jalan keluar darurat tambahan ialah,

1. Selubung peluncur adalah solusi paling efisien dan tercepat dalam proses evakuasi kebakaran Pemasangannya cepat, dan langsung dapat digunakan 2. Pada kasus kebakaran, dapat mengevakuasi 30 org/menit atau 1800 orang

per jam dari setiap lantai.

3. Perlindungan tiga arah selubung peluncur terdiri dari tiga lapisan material yaitu:

• Lapisan luar adalah lapisan pelindung, terbuat dari bahan kaca tahan api yg tahan terbakar (dapat menahan panas hingga 8000C)

• Lapisan tengah terbuat dari bahan sangat elastis (Serat Lycra &

Modlacrylic dapat dikembangkan hingga 3 x ukuran normallnya), untuk menumpu kecepatan luncuran evakuasi.

• Lapisan dalam, terbuat dari bahan Kevlar fiber (Twaron sepanjang selubung peluncur, & benang Rohvyl Fleksibel berdasar PVC chlorofibre), sangat kuat (kuat tarik 10 x baja), sangat fleksibel dan juga tahan terhadap api, dengan koefisien gesekan yg rendah (menghindari luka gesekan)

5.3 Saran

Berdasarkan pada keterbatasan dalam penelitian ini, maka saran untuk penelitian-penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan evaluasi dengan metode penelitian yang berbeda agar dapat di jadikan perbandingan 2. Bagi penelitian selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan refrensi

untuk melakukan penelitian sejenis dan lebih lanjut dalam bidang yang sama.

Dokumen terkait