BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Nilai Kebaharuan
Penelitian saya memang mempunyai objek yang sama dengan peneliti terdahulu Yaitu Degradasi Budaya tetapi fokus penelitian saya sangat berbeda.
Inilah beberapa penelitian terdahulu yaitu: Muslimawati, 2016. Fokus penelitian lebih membahas tentang bagaimana intervensi globalisasi terhadap budaya tersebut. selfiana, 2017. Penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana nilai gotong royong pada lingkungan sekolah. Saiful, 2016, lebih fokus kepada bagaimana partisipasi masyarakat terhadap budaya modero. Dan yang terakhir Sasmita, 2017, fokus pada nilai-nilai Degradasi Bahasa Lontara’. Dari beberapa fokus penelitian terdahulu diatas dengan fokus penelitian saya menunjukkan sangat berbeda walaupun objeknya sama tetapi fokus penelitian saya berbeda, seperti saya lebih berfokus kepada bagaimana bentuk dan faktor yang mempengaruhi degradasi budaya pada masyarakat. Disinilah peneliti hadir dengan membawa nilai kebaharuan dari penelitian peneliti sebelumnya dengan penelitian saya saat ini.
Dari hasil penelitian saya dan penelitian peneliti sebelumnya sudah bisa kita lihat perbedaannya baik dari fokus penelitian saya ataupun dari hasil penelitian yang saya dapat. Jadi penelitian saya membawa nilai yang berbeda dari peneliti sebelumnya.
62
Setelah peneliti melakukan penelitian tentang degradasi budaya.
Peneliti dapat menyimpulkan temuan-temuan yang pokok yaitu sebagai berikut:
Bentuk degradasi budaya dari hasil penelitian yang saya dapat bahwa memang budaya yang ada pada desa ini mengalami kemerosotan, budaya ini sangat memudar dan bentuk degradasi budaya ini seperti kurangnya kebersamaan, silaturahmi dan komunikasi yang baik bagi masyarakat ataupun pemerintah setempat. Dan pudarnya budaya ini dikarenakan masyarakat sudah hilang kesadaran dirinya akan budaya tersebut, karena masyarakat sekarang hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memikirkan kepentingan orang lain. Ditambah lagi seperti kepentingan kekuasaan, jabatan dan kelas sosial, sehingga budaya yang ada mengalami kemerosotan.
Faktor yang mempengaruhi budaya tersebut dari hasil penelitian ini ialah ada beberapa faktor yang mempengaruhi budaya tersebut pada desa ini salah satunya yaitu faktor demokrasi/politik, faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor pekerjaan dan faktor teknologi, inilah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya yang ada dalam masyarakat.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat memberikan saran yaitu sebagai berikut:
1. Untuk masyarakat setempat agar dapat mempertahankan dan membuat budaya yang ada tetap bertahan maka masyarakat harus menjaga kebersamaan, silaturahmi sesama tetangga dan komunikasi harus lancar baik sesama masyarakat ataupun sama pemerintah. Masyarakat harus tetap bersatu bersama-bersama mempertahankan budaya kita agar tidak hilang.
2. Untuk pemerintah pada desa ini bahwa untuk mempersatukan kebersamaan, dan silaturahmi terhadap masyarakatnya maka perlu perbaiki komunikasi kepada masyarakatnya dan harus memperbaiki tali silaturahmi kepada masyarakatnya. Dan selalu sosialisasi terhadap masyarakat tentang pentingnya budaya kita, jadi pemerintah perlu lebih bertindak lagi agar budaya yang ada tetap bertahan.
3. Untuk akademi penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya, tetapi peneliti akui bahwa penelitian ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan dikarenakan juga belum ada peneliti sebelumnya disini yang meneliti mengenai judul yang serupa. Jadi perlu untuk diberikan kritikan dan saran untuk penelitian ini.
64
Amran Mahmud, 2012. Degradasi budaya gotong royong pada masyarakat Bali.
Jurnal edu civis media publikasi prodi PKN. 21 (1)
A. Safril Mubah, 2011. Strategi meningkatkan daya tahan budaya Lokal dalam menghadapi arus globalisasi. Jurnal budaya lokal. 24 (4)
Basri Seta. 2011. Pengantar Ilmu Politik. Jogjakarta: Indie Book Corner. Hlm 2.
Creswell, John W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Doyle Paul Johnson, (1994), Teori Sosiologi Klasik Dan Modern. Jakarta:
Gramedia Pustaka
Hildigardis, 2019. Upaya melestariakan budaya Indonesia di Era Globalisasi.
Jurnal sosiologi nusantara. 5 (1)
Koentjaraningrat, (2009). Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta; rineka cipta
Muslimawati, (2016). Impilkasi Globalisasi Terhadap Budaya Assamaturu’ di Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Martono, N. (2012). Sosiologi perubahan social: prepektif klsik. Modern, postmodern, poskolonial. Jakarta. PT. Raja Grofindo Persada
Muhammad Nawir, 2017. Degradasi budaya modero (studi kasus masyarakat desa lasunapa duruka kabupaten muna. Jurnal Etika Demokrasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 (1)
Nursalam, Dkk. (2016). Teori Sosiologi. Yogyakarta: Writing Revolution.
Nomina, 2017. Pendidikan dalam kebudayaan. junal kopertais wilayah XI Kalimantan 15(28).
Naomi Diah Budi Setyaningrum, 2018. Budaya Lokal di era Global. Jurnal Ekspresi Seni. 20 (2)
Prayoga Rian dan Danial Endang (2016). Pergeseran nilai-nilai budaya pada suku Bonai Sebagai Civis Culture di Kecamatan Bonai Darrussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Jurnal Humanika .23(1).
Ritzer George, 2016. Sosiologi ilmu pengertahuan paradigma ganda. Pt RajaGrafindo persada Jakarta.
Soerjanto poespowardojo (1993). Strategi kebudayaan: Suatu pendekatan filosofis, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Soekanto S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali pers
Selpiana, 2017. Degradasi nilai gotong royong pada lingkungan sekolah (Studi kasus SMA Somba Opu) skripsi. Universitas Muhammadiyah makassar.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. bandung:
Alfabeta.
Sri Suneki, 2012. Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah.
Jurnal Ilmiah CIVIS. II (1)
https://medium.com/sadeva-satyagraha/indahnya-kebersamaan-solidaritas-kekeluargaan-9c591df61456
silaturahmi/https://www.maxmanroe.com/vid/bisnihtmls/pengertian-ekonomi https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/pengertian-teknologi.html
66
A M
P
I
R
A
N
Tabel Catatan
No Hari /Tanggal Wawancara
1. Rabu, 23/09/2020 Permohonan izin penelitian di desa Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
2 Sabtu, 26/09/2020 Wawancara dengan penyuluh agama desa Bontotiro
3 Sabtu, 26/09/2020 Wawancara dengan orang yang termasuk sudah tua di desa Bontotiro
4 Senin, 28/09/2020 Wawancara dengan mantan kepala desa di desa Bontotiro
5 Sabtu, 10/10/2020 Wawncara dengan kepala desa di desa Bontotiro
6 Senin, 12/10/2020 Wawncara dengan masyarakat bontitro selaku guru sekolah
7 Kamis, 22/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro selaku ketua PKK
8 Senin, 25/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro
9 Senin, 25/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontiro
10 Jum’at, 30/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro
Tabel Informan
No. Nama Informan Umur L/P Pekerjaan
1 Hamzah 37 L Guru/ penyuluh agama
2 Dg Jannang 80 L Petani
3 Kamaruddin 48 L Swasta
4 Marzuki Tinggi 47 L Kepala Desa
5 Halijah 42 P Guru
6 Syamsiah Akbar 42 P Sekretaris PKK
7 Hj. Bundu 62 L Petani
8 Dg Tompo 45 L Petani
9 Hj. Situju 67 L Petani
10 Hj. Roa 69 L Petani
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Utama (Kepala desa di Desa Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah betul budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi sekarang ?
3. Apakah budaya assamaturu’ masih sering terjadi ?
4. Mengapa demikian budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
5. Apakah solusi yang anda tawarkan untuk mempertahankan eksistensi budaya assamaturu’ di desa ini ?
6. Apa factor yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’?
7. Mengapa factor itu mempengaruhi budaya assamaturu sehingga mengalami kemunduran ?
8. Mengapa teknologi mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah factor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa factor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah faktor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa faktor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah faktor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa faktor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci (Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah faktor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa faktor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Pendukung (Masyarakat Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah anda setuju bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi ?
2. bagaimana anda bisa tahu bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi?
Alasannya:
3. Apakah anda pernah melalakukan suatu pekerjaan, tetapi masyarakat lain tidak membantu ?
4. Apakah anda masih antusias dalam melakukan budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang ingin anda lakukan dengan passamaturukan saat ini ? 6. Apakah anda tahu faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi
budaya assamaturu?
7. Mengapa teknologi termasuk faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’ ?
8. Apakah bentuk assamaturu yg dipengaruhi oleh teknologi ?
9. Apakah faktor lain yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu?
10. Apakah harapan anda dan solusi apa yang akan anda lakukan untuk budaya assamaturu kedepannya ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Pendukung (Masyarakat Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah anda setuju bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi ?
2. bagaimana anda bisa tahu bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi?
Alasannya:
3. Apakah anda pernah melalakukan suatu pekerjaan, tetapi masyarakat lain tidak membantu ?
4. Apakah anda masih antusias dalam melakukan budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang ingin anda lakukan dengan passamaturukan saat ini ? 6. Apakah anda tahu faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi
budaya assamaturu?
7. Mengapa teknologi termasuk faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’ ?
8. Apakah bentuk assamaturu yg dipengaruhi oleh teknologi?
9. Apakah faktor lain yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu?
10. Apakah harapan anda dan solusi apa yang akan anda lakukan untuk budaya assamaturu kedepannya?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Pendukung ( Masyarakat Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah anda setuju bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi ?
2. bagaimana anda bisa tahu bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi?
Alasannya:
3. Apakah anda pernah melalakukan suatu pekerjaan, tetapi masyarakat lain tidak membantu ?
4. Apakah anda masih antusias dalam melakukan budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang ingin anda lakukan dengan passamaturukan saat ini ? 6. Apakah anda tahu faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi
budaya assamaturu?
7. Mengapa teknologi termasuk faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’ ?
8. Apakah bentuk assamaturu yg dipengaruhi oleh teknologi ?
9. Apakah faktor lain yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu
?
10. Apakah harapan anda dan solusi apa yang akan anda lakukan untuk budaya assamaturu kedepannya ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Pendukung ( Masyarakat Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah anda setuju bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi ?
2. bagaimana anda bisa tahu bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi?
Alasannya:
3. Apakah anda pernah melalakukan suatu pekerjaan, tetapi masyarakat lain tidak membantu ?
4. Apakah anda masih antusias dalam melakukan budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang ingin anda lakukan dengan passamaturukan saat ini ? 6. Apakah anda tahu faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi
budaya assamaturu?
7. Mengapa teknologi termasuk faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’ ?
8. Apakah bentuk assamaturu yg dipengaruhi oleh teknologi ?
9. Apakah faktor lain yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu
?
10. Apakah harapan anda dan solusi apa yang akan anda lakukan untuk budaya assamaturu kedepannya ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Pendukung ( Masyarakat Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah anda setuju bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi ?
2. bagaimana anda bisa tahu bahwa budaya assamaturu’ memang mengalami degradasi?
Alasannya:
3. Apakah anda pernah melalakukan suatu pekerjaan, tetapi masyarakat lain tidak membantu ?
4. Apakah anda masih antusias dalam melakukan budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang ingin anda lakukan dengan passamaturukan saat ini ? 6. Apakah anda tahu faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi
budaya assamaturu?
7. Mengapa teknologi termasuk faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’ ?
8. Apakah bentuk assamaturu yg dipengaruhi oleh teknologi ?
9. Apakah faktor lain yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu
?
10. Apakah harapan anda dan solusi apa yang akan anda lakukan untuk budaya assamaturu kedepannya ?
MATA PENCAHARIAN DAN KONDISI PEMERINTAHAN
a. Mata Pencaharian
Mayoritas Penduduk Bontotiro memiliki Mata Pencaharian sebagai Petani dan Berkebun, sesuai dengan hasil Komoditi terbesar yang bersumber dari Bontotiro adalah Beras Hitam yang sudah menembus Pasar Internasional.
Selain itu, banyak juga yang mengandalkan Tanaman Holtikultura seperti Bawang Merah, Lombok, tomat, Kol dan Sawi.
Tabel 5. Mata Pencaharian
PETANI PEDAGANG PNS BURUH
388 KK 184 KK 8 KK 59 KK
b. Pola Penggunaan Tanah
Pola penggunaan tanah umumnya digunakan sebagai lahan persawahan, perkebunan (sayuran, jagung, dll.) dengan panen musiman. Artinya, umumnya Masyarakat bercocok tanam dengan mengikuti Musim dan Keadaan cuaca.
Sekitar Bulan Januari-Juni Mayoritas Masyarakat menanam Padi dan Jagung, sedangkan Bulan Juli sampai dengan Desember lahan banyak dipergunakan untuk Tanaman Holtikultura.
c. Kepemilikan Ternak
Selain Pertanian dan Perkebunan banyak juga masyarakat Bontotiro yang memelihara Ternak seperti Sapi, Itik dan Ayam sebagai pekerjaan Sampingan
mereka. Salah Satu Ternak yang sangat berkembang di desa Bontotiro adalah Ternak Sapi berupa Penggemukan Sapi Australia yang merupakan hasil dari proses Inseminasi hewan. Masyarakat banyak yang membeli Bibit berupa Anak sapi yang kemudian di gemukkan selama sekitar 6 Bulan kemudian Dijual kembali dengan harga yang jauh lebih Tinggi. Selain Sapi, ciri khas masyarakat perdesaan yang banyak memelihara Ayam dan itik sebagai Ternak yang wajib ada sebagai pembantu dalam penggerak ekonomi keluarga.
Tabel 6. Kepemilikan Ternak
Ayam/Itik Sapi Kerbau Kuda Kambing Tidak
Punya
184 KK 121
KK
- 4 KK 17 KK 313
1. Kondisi Pemerintahan Desa
a. Pembagian Wilayah Desa
Sejak dimekarkan Desa Bontotiro, Bontotiro kini terbagi dalam 6 Wilayah Dusun yakni Dusun Balangerasa, Bontosunggu, Bontosunggu Utara, Sampeang, Sanggaringan dan Balebalang. Berikut Nama-nama Kepala Dusun di Desa Bontotiro ;
Tabel 7. Nama-nama Kepala Dusun Bontotiro
N dusun desa Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
2 . SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
a. Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa Bontotiro
Adapun struktur Organisasi/ Susunan Pemeritahan di desa Bontotiro setelah terpilihnya kepala Desa Baru pada tanggal 24 Oktober 2017 dan dengan mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2016.
Gambar 2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
KEPALA DESA
Marzuki Tinggi
SEKRETARIAT DESA
Andika
Kaur Keuangan
Nain Kaur Tata
Usaha/Umum Darwis
Kaur Perencanaan
Kasi Pemerintahan Kasi Kesjahteraan Kasi Pelayanan
BPD
Alvin
3.1 Potensi
Dengan melihat perkembangan lingkungan strategis dan potensi Desa Bontotiro yang dapat dijadikan landasan dalam perumusan strategi untuk mendukung keberadaan agenda utama pembangunan enam tahun yang akan datang adalah :
a. Sumberdaya Manusia
Semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan terbukti bahwa sudah banyak pemuda dan warga yang melanjutkan pendidikan sampai Perguruan Tinggi bahkan sudah ada beberapa diantaranya yang menyandang gelar sarjana dari berbagai jurusan.
Ekonomi (biaya) menjadi alasan utama penyebab tingginya angka putus sekolah di kalangan anak usia sekolah khusus jenjang Perguruan Tinggi.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa Bontotiro dalam meraih visi cerdas.
b. Demografi
Jumlah penduduk 2.159 jiwa termasuk jumlah yang besar bagi ukuran suatu Desa. Penduduk yang jumlahnya besar akan menjadi satu kekuatan/potensi pembangunan bilamana memiliki kompetensi sumberdaya manusia. Komposisi perbandingan jumlah laki-laki dengan perempuan adalah hampir seimbang laki-laki = 1.099 perempuan= 1.060
Kadus Sampeang Kadus Balangerasa Kadus Bontosunggu
Utara
H. Abd. Rasyd
Kadus Balebalang Kadus Sanggaringan
Kadus Bontosunggu
Pertumbuhan penduduk yang tidak stabil setiap tahun, di satu sisi menjadi beban pembangunan karena ruang gerak untuk produktivitas masyarakat makin rendah, apalagi jika tidak diikuti peningkatan pendidikan yang dapat menciptakan lapangan kerja. Memang tidak selamanya pertambahan penduduk membawa dampak negatif, malahan menjadi positif jika dapat diberdayakan secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi ketenagakerjaan yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan secara komprehensif adalah terjadinya peningkatan angka usia kerja setiap tahunnya.
Pertumbuhan angkatan kerja yang memasuki dunia kerja di mana dari angkatan kerja yang mencari kerja tersebut tidak dapat terserap pada lapangan kerja yang tersedia khususnya dalam konteks hubungan kerja (bekerja di sektor pemerintah atau di sektor swasta/perusahaan), karena memang daya serap dari sektor-sektor tersebut sangat terbatas, sehingga sebagai “katup pengaman” harus dapat dikembangkan sebagai potensi atau peluang bekerja terbuka luas melalui kerja mandiri/wirausaha (sektor ekonomi non formal).
c. Pertanian dan Peternakan
Lahan pertanian berupa lahan sawah yang subur seluas sekitar 152,00 ha yang terbentang luas tersebar di setiap dusun. Hal ini berpotensi untuk dapat meningkatkan jumlah produksi pertanian dengan cara intensifikasi budidaya dengan sentuhan teknologi yang tepat.
Jenis ternak yang berpotensi dikembangkan adalah unggas (bebek dan ayam) dan ternak besar (sapi, kerbau, kuda, dan kambing). Sedangkan lahan tambak yang cukup luas disetiap sudut dusun di desa Bontotiro
d. Sarana dan prasarana
Terdapat sarana dan prasarana jalan berupa jalan raya (jalan beton) yaitu Poros yang menghubungkan Desa Bonto Cini dan Desa Tompobulu.
Sarana dan prasarana sosial yang ada yaitu ; Sarana pendidikan berupa Sekolah 3 Unit, dan sarana kesehatan berupa Posyandu 4 unit, Masjid 6 buah, Serta Mushallah 3 Buah. Selai itu, jika dilihat dari Luas Wilayahnya Bontotiro termasuk Desa Yang sangat kecil. Sejak dimekarkan itu, Desa bontotiro telah melakukan Pembangunan Sarana dan Prasarana yang sudah dinikmati oleh masyarakat Desa Sampai Saat ini.
Tabel 8. Sarana / Prasarana Desa K
Setelah mengidentifikasi masukan-masukan seluruh elemen masyarakat Desa Bontotiro dan pihak lain yang berkepentingan maka dapat dirumuskan beberapa masalah :
1. Sarana dan Prasarana Jalan ; Perawatan Jalanan Tani yang sangat terlambat dibanding yang seharusnya, juga masih minimnya jumlah jalanan usaha tani.
2.Sarana dan Prasarana Pendidikan ; Belum tersedia sekolah SMA, belum ada Perpustakaan Umum dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Masih tingginya angka putus sekolah dan kurangnya kesadaran melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
3.Sarana dan Prasarana Sosial kemasyarakatan, Pemuda dan Olahraga ; Belum tersedia ruang serbaguna, belum ada lapangan olahraga yang refresentatif.
Masih tinggi angka pengangguran dan masih ditemukan adanya keluarga miskin.
4.Kesadaran beragama, berdemokrasi, dan kondisi keamanan ; Masih minim pelaksanaan syariat agama. Masih tabuh atau rendahnya pemahaman akan arti pentingnya sebuah perbedaan pendapat. Dan masih sering terjadi pencurian ternak.
5.Kelembagaan Masyarakat ; Minimnya perhatian dan minat masyarakat terhadap kelembagaan masyarakat desa. Belum maksimalnya potensi kelompok-kelompok tani yang sudah terdaftar begitupula kelompok perempuan yang masih harus dibina dan dikembangkan, serta belum tersedianya gedung/kantor kelembagaan masyarakat.
6.Kelembagaan Pemerintahan ; Belum tersedianya Kantor BPD yang refresentatif. Kompetensi dan profesionalisme anggota BPD dan para staf desa termasuk para Kepala Dusun masih harus diberdayakan dan ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan.
Tabel 9. Daftar Potensi, Masalah dan Rencana Kegiatan 6 Tahun
BIDANG MASALAH POTENSI
1. Bidang
2. Bidang
- Masih sering
Visi Pembangunan Desa Bontotiro merupakan gambaran kesuksesan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 6 (Enam) tahun ke depan yang disusun dengan memperhatikan Visi RPJPD Kabupaten Jeneponto, substansi RPJMD Kabupaten Jeneponto, dinamika lingkungan strategis, aspirasi masyarakat dan pemerintah Desa Bontotiro serta visi dan misi Kepala Desa terpilih. Untuk itu Visi Pembangunan Desa Bontotiro. untuk 6 tahun pertama RPJMDes 2018-2023 adalah :
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA BONTOTIRO YANG MANDIRI, DEMOKRATIS, BERKEADILAN SOSIAL DAN SEJAHTERA LAHIR BATHIN”
Adapun makna visi pembangunan diatas adalah : Mandiri:
suatu kondisi yang mana masyarakat desa maupun pemerintah desa Telah mampu mengopmetimalkan kemampuan dan potensi desa dalam menwujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Hal ini juga berarti terciptanya kemampuannya desa dalam menggembangkan sumberdaya