• Tidak ada hasil yang ditemukan

Target Realisasi Capaian

60 100 100 - - 60 100

Hasil capaian IKU Persentase Jumlah rekomendasi hasil pengawasan lingkup BPBL Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah tuntas pada triwulan I ini mencapai 100% yang artinya semua rekomendasi telah ditindak lanjuti.

SASARAN STRATEGIS 6 : TERKELOLANYA ANGGARAN PEMBANGUNAN SECARA EFISIEN DAN AKUNTABEL

IKU 16 : Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran (persen)

Kinerja adalah prestasi kerja berupa keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program dengan kuantitas dan kualitas terukur. Guna mengetahui kinerja suatu program maka perlu dilakukan pengukuran. Pengukuran dan evaluasi kinerja yang selanjutnya disebut evaluasi kinerja adalah proses untuk menghasilkan informasi capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen RKA-KL. Salah satu dasar hukum yang digunakan adalah PMK 249 Tahun 2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan RKA-K/L. Pagu Anggaran Belanja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon pada Tahun Anggaran 2020 adalah sebesar Rp 26.200.413.000,-.

Tabel 28. Capaian IKU “Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BPBL Ambon (persen) Triwulan I tahun 2020”.

Nama SS : Terkelolanya Anggaran Pembangunan Secara Akuntabel dan Efisien Nama Indikator : Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BPBL Ambon (Persen)

S.D Triwulan I 2020 Realisasi s.d TW I 2019 Perbandingan TW I 2020 dengan TW I 2019 (%) Target 2020 Realisasi Terhadap Target Tahunan (%) Target Realisasi Capaian

87 95,55 109.82 96.57 98.94 88 108.57

Orientasinya tidak lagi hanya berfokus kepada besarnya penyerapan anggaran tetapi juga pencapaian output anggaran melalui : (i) Kelancaran pelaksanaan anggaran (pembayaran/realisasi anggaran, penyampaian data kontrak, penyelesaian tagihan, SPM yang akurat, dan kebijakan dispensasi SPM); (ii) Mendukung manajemen kas (pengelolaan UP/TUP, revisi DIPA, renkas/RPD, deviasi halaman III DIPA, retur SP2D); dan (iii) Meningkatkan kualitas laporan keuangan (LKKL/LKPP) (penyampaian LPJ Bendahara dan penyelesaian pagu minus belanja).

Penggunaan dan pengajuan pembayaran sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan di awal tahun. Upaya tersebut dapat mengubah pola pencairan anggaran sehingga lebih merata di tiap triwulannya dan penumpukan tagihan kepada kas negara di akhir tahun dapat berkurang. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pelaksanaan anggaran yang lebih berkualitas, tidak hanya serapannya tinggi, tetapi pencairannya pun lancar, efektif, dan efisien dengan capaian output yang benar-benar optimal.

3.3. Akuntabilitas Keuangan

Alokasi anggaran APBN 2020 pada Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon adalah sebesar Rp 26.200.413.000, Berdasarkan data dari Online Monitoring Sistem Perbendaharan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) sampai dengan triwulan I tahun 2020, realisasi anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon telah tercapai sebesar Rp. 4.297.582.715,- (16,40%). Perbandingan pagu dan realisasi anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon triwulan I tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 29. Pagu dan Realisasi Anggaran BPBL Ambon Triwulan I Tahun 2020 dan 2019 TAHUN ANGGARAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) (%)

2020* 26.200.413.000,- 4.297.582.715 16.40 2019 18.917.397.000,- 4.104.371.930 21.70 Ket *: Data Triwulan I Tahun 2020 berdasarkan update OM-SPAN

Pembagian alokasi pagu anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon tersebut menurut jenis belanja yaitu : (i) Belanja Pegawai sebesar Rp. 7.736.654.000,-; (ii) Belanja Barang sebesar Rp 15.387.347.000; dan (iii) Belanja Modal sebesar Rp 3.076.412.000,-.

Tabel 30. Pagu dan Realisasi Anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon per Jenis Belanja Triwulan I Tahun 2020 dan 2019

JENIS BELANJA

TW I TAHUN 2020* TW I TAHUN 2019 PAGU (Rp) REALISASI (Rp) % PAGU (Rp) REALISASI

(Rp) % Pegawai 7.736.654.000 1,336,712,050 17.28 7,634,001,000 1,273,606,647 16.68 Barang 15.387.347.000 2,773,687,665 18.03 9,453,666,000 2,608,560,393 27.59 Modal 3.076.412.000 187,183,000 6.08 1,829,730,000 222,204,890 12.14 Total 26.200.413.000 4,297,582,715 16.40 18,917,397,000 4,104,371,930 21.70 Keterangan *: Data Triwulan I Tahun 2020 berdasarkan update OM-SPAN dan SMART Keuangan 30

Maret 2020

Persentase anggaran belanja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon sampai dengan triwulan I tahun 2020 berdasarkan tabel di atas cukup proporsional karena didominasi oleh Belanja Barang, sedangkan untuk Belanja Pegawai masih dalam kondisi cukup baik walaupun mengalami peningkatan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

Penggunaan anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ditujukan untuk memenuhi target beberapa program prioritas yang menjadi tugas pokok dan fungsi utama. Pada tahun 2020, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon memiliki beberapa sasaran strategis yang menggambarkan kondisi yang ingin diwujudkan. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut dituangkan dalam beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) yang didukung oleh anggaran yang memadai. Berikut adalah sasaran strategis dan indicator kinerja utama beserta dukungan anggaran :

Tabel 31. Data realisasi anggaran pada indkator kinerja utama (IKU) program prioritas No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama (IKU) Kegiatan Output Pagu Anggaran Realisasi Persentase 1. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan SDKP yang berdaya saing dan berkelanjutan Jumlah Calon Induk Unggul lingkup BPBL Ambon Produksi Induk Unggul 1,253,255,000 398.453.200 31.79 2. Jumlah Bantuan Benih Ikan Laut Lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran Benih Bermutu Ikan Air Laut yang Didistribusikan ke Masyarakat 7,431,020,000 1.386.274.252 18.65 3. Jumlah Bantuan sarana dan prasarana kebun bibit rumput laut kultur jaringan Bantuan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya dan 925,000,000 47.051.988 5.08

lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran Percontohan Ikan 4. Jumlah bantuan bibit rumput laut lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran Bantuan bibit rumput laut kultur jaringan 1.391.304.000 10.000.000 0.7 5. Jumlah bantuan sarana dan prasarana produksi ikan hias laut lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran Bantuan sapras ikan hias laut (RAS) 450.000.000 0 0 6. Jumlah sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan Sampel yang Diuji Melalui Laboratorium Keskanling 702,260,000 93.193.000 13.27

3.4. Evaluasi dan Analisis Penggunaan Anggaran

Berikut adalah uraian tentang evaluasi terhadap penggunaan anggaran yang telah direalisasikan serta analisis capaian kinerja dari sasaran strategis. Pencapaian program prioritas Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon merupakan bagian dari internal proses perspective. Terdiri dari satu sasaran strategis (SS) yakni Terselenggaranya Tata Kelola Pemanfaatan SDKP yang Berdaya saing dan Berkelanjutan.

3.4.1. IKU Jumlah Produksi Calon Induk Unggul lingkup BPBL Ambon

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I terealisasi sebesar Rp. 398.453.200,- dari pagu anggaran senilai Rp. 1.253.255.000,- atau sebesar 31.79%. Target IKU produksi calon induk unggul pada tahun 2020 adalah 3400 Ekor dan realisasi sebanyak 1200 Ekor. Produksi calon induk terdiri dari produksi calon induk ikan konsumsi dan ikan hias. Data menunjukan produksi calon induk didominasi oleh calon induk clownfish.

3.4.2. IKU Jumlah Bantuan Benih Ikan Laut lingkup BPBL Ambon

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I terealisasi sebesar Rp. 1.386.274.252,- dari pagu anggaran senilai Rp. 7.431.020.000,- atau sebesar 18.65%. Target IKU Jumlah bantuan benih ikan laut pada tahun 2020 adalah

untuk kegiatan produksi benih keseluruhan termasuk sarana dan penunjang kegiatan lainnya.

3.4.3. IKU Jumlah Bantuan Sarana dan Prasarana Kebun Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan lingkup BPBL Ambon

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I terealisasi sebesar Rp. 47.051.988,- dari pagu anggaran senilai Rp. 925.000.000,- atau sebesar 5,08%. Target IKU bantuan Sapras KBRL pada tahun 2020 adalah 20 paket dan belum terealisasi. Bantuan ini meliputi sarana prasarana pembuatan kebun bibit rumput laut kultur jaringan dengan metode kandang bebek maupun longline.

3.4.4. IKU Jumlah Bantuan bibit rumput laut kultur jaringan lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I terealisasi sebesar Rp. 10.000.000,- dari pagu anggaran senilai Rp. 1.391.304.000,- atau sebesar 0.7%. Target IKU bantuan bibit rumput laut kuljar pada tahun 2020 adalah 40.000 Kg dan belum terealisasi.

3.4.5. Jumlah Sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I terealisasi sebesar Rp. 93.193.000,- dari pagu anggaran senilai Rp. 702.260.000,- atau sebesar 13.27%. Target IKU jumlah sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan pada tahun 2020 adalah 1950 sampel dan realisasi sebanyak 592 sampel. Pengujian sampel laboratorium terdiri dari sampel mikrobiologi, sampel parasite, sampel virus dan sampel kualitas air. Sampel uji didominasi oleh sampel yang berasal dari sampel internal yakni divisi produksi BPBL Ambon.

3.4.6. IKU Jumlah Bantuan sarana dan prasarana produksi ikan hias laut lingkup BPBL Ambon yang tepat sasaran

Penggunaan anggaran dalam proses pencapaian target IKU ini sampai dengan triwulan I belum terealisasi dari pagu anggaran senilai Rp. 450.000.000,- Target IKU pada tahun 2020 adalah 15 paket. Pencapaian target IKU bantuan sapras ikan hias laut berupa system RAS skala rumah tangga.

3.5. Upaya Efisiensi Penggunaan Anggaran

Dalam upaya melaksanakan efisiensi penggunaan anggaran Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon telah melakukan beberapa upaya dalam pencapaian target kinerja utama yang telah ditetapkan sebelumnya. Walaupun secara umum penggunaan anggaran 2019 menunjukan selisih cukup kecil antara nilai pagu dan realisasi anggaran.

Upaya – upaya yang telah dilakukan adalah :

 Melakukan perhitungan secara cermat terkait jumlah kebutuhan pakan dan unsur penunjang lain seperti pengkayaan vitamin sehingga pemanfaatkan pakan dapat dimaksimalkan untuk pertumbuhan ikan, jumlah ikan yang memenuhi standar calon induk unggul dapat meningkat dengan cukup signifikan. Yang berdampak pada tingginya capaian IKU dari target yang telah ditetapkan.

 Penggunaan aplikasi media seperti ZoomUs, Google Meet merupakan aplikasi gratis dalam video conference yang dapat diaplikasikan dengan mudah, hal ini biasanya digunakan dalam koordinasi kegiatan karena pembatasan perjalanan dinas yang disebabkan pandemic covid-19.

4.1. Simpulan

Laporan Kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon Triwulan I Tahun 2020 menyajikan berbagai keberhasilan maupun kendala dalam mencapai Sasaran Strategis Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon pada triwulan I yang tercermin pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Secara umum capaian sasaran strategis menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun terdapat indikator yang belum mencapai target yang diharapkan. Hal tersebut disebabkan beberapa indikator kinerja membutuhkan komitmen, keterlibatan, dan dukungan aktif segenap komponen aparatur negara, masyarakat, dunia usaha dan civil society. Berikut adalah penjabaran persentase capaian IKU pada triwulan I tahun 2020 :

1. IKU Nilai PNBP lingkup BPBL Ambon tercapai 136.574.003,- target triwulan I senilai Rp. 125.000.000 atau sebesar 109,17% dan target tahunan sebesar Rp. 934.250.000 atau sebesar 14,61%

2. IKU Jumlah Tenaga Teknis Binaan lingkup BPBL Ambon tercapai 834 orang target triwulan I sebanyak 187 orang atau 445,98% dan target tahunan sebanyak 750 orang atau 111,2%

3. IKU Jumlah Produksi Calon Induk lingkup BPBL Ambon tercapai 1200 ekor target triwulan I sebanyak 900 ekor atau 133,33% dan target tahunan 3.400 Ekor atau 35,29% 4. IKU Jumlah Bantuan Benih Ikan Laut Lingkup BPBL Ambon tercapai 431.000 Ekor target

triwulann I sebanyak 415.000 ekor atau 103,85% dan target tahunan 1.495.000 Ekor atau 28,83%

5. IKU Jumlah sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan lingkup BPBL Ambon tercapai 592 sampel, target triwulan I sebanyak 553 sampel atau 107,05% dan target tahunan 1.950 sampel atau 30,36%

6. IKU Jumlah Bantuan sarana dan prasarana kebun bibit rumput laut kultur jaringan lingkup BPBL Ambon sebanyak 20 paket belum terealisasi.

7. IKU Jumlah Bantuan bibit rumput laut kultur jaringan lingkup BPBL Ambon sebanyak 40.000 Kg belum terealisasi.

8. IKU Jumlah Bantuan sarana dan prasarana produksi ikan hias laut lingkup BPBL Ambon sebanyak 15 paket belum terealisasi.

9. IKU Jumlah paket Perekayasaan Teknologi Terapan Bidang Budidaya Laut lingkup BPBL Ambon sebanyak 1 paket belum terealisasi.

10. IKU Peningkatan kapasitas sarana prasarana produksi ikan hias laut dan rumput laut lingkup BPBL Ambon sebanyak 35% belum terealisasi.

11. IKU IKU Indeks Profesionalitas ASN lingkup BPBL Ambon belum terealisasi (nilai adopsi pusat) target tahunan sebesar 72

12. IKU Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar target tahunan 82%

13. IKU Terselenggaranya pengelolaan kinerja lingkup BPBL Ambon sesuai standar akuntabilitas kinerja sebesar 100%

14. IKU Unit Kerja lingkup BPBL Ambon berpredikat menuju WBK telah tercapai dan memperoleh predikat WBK pada tahun 2017. Pada triwulan ini progress kegiatan pada pemenuhan kebutuhan kelengkapan administrasi penunjang, dan target nilai 76 akan direalisasikan pada triwulan IV

15. IKU Persentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan lingkup BPBL Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah tuntas target tahunan 60% pada triwulan I telah tuntas 100% yaitu semua rekomendasi telah tuntas dokumen tindak lanjutnya.

16. IKU nilai kinerja pelaksanaan Anggaran BPBL Ambon target tahunan 88%.

4.2. Permasalahan/Kendala dihadapi

Beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pencapaian IKU Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon lebih didominasi oleh kendala teknis. Terlihat pada beberapa IKU utama yakni :

 IKU Bantuan sarana dan prasarana kebun bibit rumput laut pada triwulan I belum terealisasi karena terbatasnya informasi calon penerima bantuan di beberapa wilayah kerja BPBL Ambon.

 IKU Bantuan bibit rumput laut kultur jaringan pada triwulan I belum terealisasi karena keterbatasan data CPCL kelompok pembudidaya rumput laut di provinsi Maluku dan Maluku Utara.

 IKU Bantuan sarana dan prasarana produksi ikan hias pada triwulan I belum terealisasi karena terbatasnya informasi calon penerima bantuan di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

4.3. Langkah Perbaikan

Beberapa upaya telah dilakukan dalam memenuhi pencapaian target IKU yang menjadi tugas utama Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Langkah perbaikan yang dilakukan antara lain :

 Melakukan upaya koordinasi antar PJ Bantuan dalam melakukan identifikasi dan verifikasi calon penerima dan calon lokasi bantuan bibit rumput laut, sapras KBRL dan sapras produksi ikan hias laut di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Beberapa Kabupaten yang telah dilakukan identifikasi adalah :

1. Kabupaten Kepulauan Sula 2. Kabupaten Pulau Taliabu 3. Kabupaten Halmahera Timur 4. Kabupaten Halmahera Barat 5. Kabupaten Maluku Tenggara 6. Kota Tual

7. Kabupaten Kepulauan Tanimbar 8. Kabupaten Buru

9. Kabupaten Seram Bagian Barat 10. Kabupaten Maluku Tengah 11. Kota Ambon

 Melakukan upaya koordinasi dengan tim kinerja pusat dalam melakukan inputan data aplikasi kinerjaku

Akhirnya dengan disusunnya Laporan Kinerja ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait mengenai tugas dan fungsi BPBL Ambon, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada tahun mendatang. Secara internal laporan kinerja ini telah menjadi motivator untuk lebih meningkatkan kinerja organisasi terhadap perkembangan tuntutan stakeholders /mitra kerja, sehingga kontribusi BPBL Ambon dalam pembangunan perikanan budidaya dapat lebih ditingkatkan.

Dokumen terkait