• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

1. Nilai Moral Baik

Moral yang baik adalah sikap atau tingkah laku terpuji yang merupakan tanda keimanan seseorang. Adapun moral baik dalam novel Ibuku Tidak Gila yaitu kejujuran, kesabaran, kepercayaan, kesetiaan, pengendalian diri, penyesalan..

a. Kejujuran

Kejujuran merupakan perbuatan terpuji yang semakin jarang di

lakukan oleh umat manusia, jujur memang susah untuk di jalankan

tetapi kita hanya perlu melawan kesusahan itu dengan keberanian

berbuat benar dan tidak berbohong saat melakukan apapun.

Data I

“Dewa, kamu sudah dewasa sekarng, saatnya Ayah ceritakan sesuatu yang menjadi rahasia kita,” pinta Ayah.

“Rahasia apa Yah, kupikir kita tak punya rahsia,” ucapku.

“sebetulnya punya, dan maafkan Ayah sudah memotong cerita dibagian itu,” ujar Ayah.

“baik, sekarng ceritakan padaku..”

“ingat kamu tentang seseorang perempuan, yang tinggal dirumah lama kita?” kata ayah

Perempuan?”

“Ya, dia tinggal disebuah kamar, ingatkah kamu pada sumaiyah, pembantu kita dan dia biasa kamu panggil Yuk Sum?” jelas ayah.

“sebentar, Yah, mungkin aku agak lupa, tetapi wajah perempuan itu…”

“aku ingat sedikit ,Ayah” kataku.

Yuk Sum itulah yang bertahun-tahun merawat ibumu,” ucap Ayah dengan nada berat.

“Kenapa kita meninggalkannya, dirumah lama kita?” tanyaku.

“Ibumu….Ibumu….Ibumu hilang ingatan,” keluh Ayah.

(Ibuku Tidak Gila hal 7-8) Data 2

“Dewa,…”

“ibumu kenapa?” Tanya lembut.

“aku nggak tahu, bertahun-tahun aku terpisah dengannya, dan baru beberapa bulan ini, aku bertemu dengannya. Ayahku sengaja

memisahkanku darinya, karena sering bersikap agresif padaku.”

Ceritaku.

“baik,” jawabnya.

“Tetapi kenapa aku ceritakan kekamu ya, kita ‘kan baru kenal,”kataku.

(Ibuku Tidak Gila hal 17) Data 3

“Kalau begitu jawab dengan jujur, dari mana kamu barusan, kupikir, zaman sekarang, orang tak perlu ke bank untuk mengambil uang karena mesin ATM ada dimana-mana.” Tuturnya panjang lebar.

“aku kerumah sakit jiwa,” jawabku kemudian.

“ nagapain kerumah sakit jiwa?” Tanya agak kaget, matanya tajam kearahku.

“Ibuku, Ibuku kandungku, dirawat disana,” kataku.

“ooh…” berat. “Ibuku?” “Iya, Ibumu…” suara Ayah bergetar. “iya…”

“lalu mama?”

“Dia bukan Ibu kandungmu, Nak….”.

Pada data 2 dapat dilihat penggalan dalam kalimat ““ibumu kenapa?”

Tanya lembut.“aku nggak tahu, bertahun-tahun aku terpisah dengannya, dan baru beberapa bulan ini, aku bertemu dengannya. Ayahku sengaja”.

Pada data 3 dapat diliahat penggalan dalam kalimat ““ nagapain kerumah sakit jiwa?” Tanya agak kaget, matanya tajam kearahku. “Ibuku, Ibuku kandungku, dirawat disana,” kataku. “ooh…” “kaget?” tanyaku. “terus Mama?” “Dia Ibu tiriku,” kataku.

Data 1,2, dan 3 menggambarkan sebuah kejujuran. Di mana semua cerita yang terjadi di kehidupan Dewa, Dewa yang sudah beranjak dewasa baru mengetahui ternyata dia mempunyai ibu

kandung. Dan yang membuat dia kanget pada saat dia mengetahui ternyata ibu kandungnya mengalami kelainan jiwa sehingga harus di rawat di rumah sakit jiwa. Kejujuran itu muncul pada saat Dewa beranjak dewasa karena Ayah Dewa baru berani mengungkapkan semua kejujuran itu pada saat Dewa dewasa. Kedewasaan Dewa dianggap bahwa dengan sifat kedewasaan Dewa maka Dewa bisa meneria semua apa yang telah terjadi di masa kecilnya.

Kejujuran di dalam kehidupan itu sulit, di kehidupan nyata banyak yang menganggap kejujuran membuat hancur dan juga banyak yang menganggap kalau kejujuran adalah modal untuk mendapatkan kepercayaan. Jujur bukan hanya pada orang lain tapi jujur terhadap diri sendiri. Contoh lain didalam kehidupan sehari-hari, banyak orang sulit untuk jujur baik jujur dalam berbisnis atau pun didalam hubungan berumah tangga. Banyak hal yang menganggap kalau berbisnis kita terlalu jujur akan mendapat omset pemasukan berkurang, tetapi didalam ajaran Allah bersikap jujur didalam berbisnis akan mendapatkan berkah yang banyak.

Data 4

“setelah tahu, bahwa Mama bukan ibuku, pernah aku tanyakan, apakah mama pernah cemburu kepada Ibu. Mama bilang, dia cemburu seumur hidupnya, karena Ayah sanngat mencintai Ibu.

Tetapi Ayah sama sekali tidak bisa mengubah situasi dan cintanya tak bisa bertumbuh dengan semestinya.

(Ibuku Tidak Gila hal 91)

Data 5

Mama sudah jujur mengatakan bahwa dia cemburu pada ibu. Mama juga perempuan yang ingin dicintai secara utuh.

(Ibuku Tidak Gila hal 256)

Pada data 4 dapat diliahat di penggalan pada kalimat “Mama bilang, dia cemburu seumur hidupnya, karena Ayah sanngat mencintai Ibu”. Pada data 5 dapat dilihat di penggalan pada kalimat “Mama sudah jujur mengatakan bahwa dia cemburu pada ibu. Mama juga perempuan yang ingin dicintai secara utuh”.

Data 4 dan 5 menggambarkan kejujuran yang mengatakan bahwa dirinya cemburu karena Ayah sangat mencintai ibu kandung Dewa. Dan dia ingin dicintai secara utuh tanpa ada perempuan lain lagi. Mama Gina mengatakan jujur kepada Dewa karena tidak mau menyimpan dan membohongi perasaannya sendiri. Perasaan cemburu seorang wanita yang hidup didalam keluarga yang masih mencintai perempuan lain.

Perasaan cemburu adalah perasaan yang dirasakan ketika mengalami rasa yang berbeda, sifat cemburu timbul pada saat kita menyayangi seseorang. Sedangkan Ibu kandung dan ibu tiri mempunyai persamaan dan perbedaan. Perbedaan Ibu kandung adalah orang yang mengandung dan yang melahirkan. Sedangkan ibu tiri adalah ibu yang tidak pernah mengandung kita tetapi dia yang merawat kita. Persamaannya adalah sama-sama memiliki jiwa ke ibuan.

Data 6

“Dewinta adalah adik perempuanmu.” Kata Ayah

“ Di mana sekarang dia?” tanyaku.

“Dia sudah meninggal,” jawab Ayah.

“Kenapa ayah tidak mengatakan itu padaku?”

“Kupikir, kau tak akan mempedulikan itu, toh kamu adik-adik yang lain,” terang Ayah.

(Ibuku Tidak Gila hal 296)

Data 7

Aku melihat Ayah tak pernah setegang itu. Mama menggenggam tangannya untuk menenangkannya.

“Apakah dia boleh yang sebenarnya?” Ayah berbisik kepada Mama.

Mama tak menjawab. Air mata bergulir dipipinya.

“Katakan saja , saying, biar beban pikiranmu berkurang…”

“Aku takut kehilngan dia, Ma…”

“Dia sudah dewasa, pasti dia kuat.”

“Ada apa ini?!”aku setengah marah.

Ayah mendekat kepadaku. Lalu dengan bergetar dia bicara.

“karena kamu yang membuat Dewinta meninggal, Nak..”

“Benarkah, Yah?”

“Ya, tetapi Ayah tahu, kamu melakukan tidak sengaja, karena kamu masih kecil dan belum mengerti, karena itu, ibu tak berhenti

menyalakan dirinya sendiri.

(Ibuku Tidak Gila hal 302)

Pada data 6 dapat dilihat di penggalan pada kalimat ““Dewinta adalah adik perempuanmu.” Kata Ayah”. Pada data 7 dapat di lihat di penggalan pada kalimat ““karena kamu yang membuat Dewinta meninggal, Nak..”.

Data 6 dan 7 menggambarkan bahwa dewa mempunyai seorang adik perempuan, adiknya bernama Dewinta, dewinta adalah anak yang cantik dan lucu. Tetapi dewinta meninggal pada usia 2 tahun penyebab kematiannya adalah Dewa. Dewa menanam besi ketelinga adiknya sehingga menyebabkan pendarahan yang berujung nyawa adiknya tidak tertolong lagi. Dengan kejujuran ini maka Dewa sangat terpukul dan merasa bersalah.

Semua yang Dewa lakukan dilakukan tidak sengaja. Dan pada saat kejadian Dewa masih anak-anak belum tahu tentang mana yang benar dan mana yang salah. Masa anak-anak belum banyak yang kita tahu apa kegunaan barang yang ada disekitar kita yang dapat membahayakan atau tidak. Dengan itu pengawasan seorang orang tua memang penting, anak-anak harus di awasi setiap saat. Jangan lalai dalam mengawasi anak-anak

karena banyak kejadian gara-gara kelalaian orang tua maka akan kehilangan anak yang disayangi.

b. Kesabaran

Kesabaran adalah sebuah keutamaan yang menghiasi diri seorang mukmin, di mana seseorang mampu mengatasi berbagai kesusahan dan tetap berada dalam ketaatan kepada Allah meskipun kesusahan dan cobaan itu begitu dahsyat.

Data 1

Aku meikmati kopiku dengan perasaan serba tak menentu. Memang itu yang terjadi setiap harus menengok Ibu. Keadaan ini, seperti memaksaku untuk menelan kepahitan ini begitu saja. Siapa di dunia yang mau, ketika orang yang menjadi bagian hidup terdekatnya, harus dirawat dirumah sakit ini. Aku memandangi tanaman di jendela dengan perasaan sedih.

(Ibuku Tidak Gila hal 11) Data 2

Aku melangkah dengan persaan seperti biasanya, sedih, takut, dan enggan. Aku duduk dikursi pertemuan, lalu seorang perawat menuntun Ibu padaku. Aku memandanginya, tersenyum. Tetapi sekali lagi sia-sia. Dia memandangku, tetapi itu tak focus kearahku.

Jiwanya entah ke mana. Aku ingin menjerit…

(Ibuku Tidak Gila hal 13)

Data 3

“Aku sudah bertemu ibu, dia tidak mengenaliku.”

“Mungkin dia lupa, sudah bertahun-tahun dia sakit.” Ujarnya.

“Bahkan tak mau menatap mataku,”

“Sabar nak, tidak ada Ibu yang melupakan anaknya sendiri, hanya saja ada pagar tembok kuat yangmemisahkanmu dengannya,”

ungkapnya.

“Aku sangat merindukannya, aku menemuinya dirumah sakit jiwa, tetapi tidak mengenaliku, mungkin kalau dulu Ayah tak memisahkan kami , mungkin tidak ada jeda seperti ini, antara aku dan dia.”

(Ibuku Tidak Gila hal 50)

Pada data 1 dapat dilihat di penggalan pada kalimat “Keadaan ini, seperti memaksaku untuk menelan kepahitan ini begitu saja. Siapa di dunia

yang mau, ketika orang yang menjadi bagian hidup terdekatnya, harus dirawat dirumah sakit ini”. Pada data 2 dapat dilihat di penggalan pada kalimat “Dia memandangku, tetapi itu tak focus kearahku. Jiwanya entah ke mana. Aku ingin menjerit…”. Pada data 3 dapat dilihat di penggalan pada kalimat “Sabar nak, tidak ada Ibu yang melupakan anaknya sendiri, hanya saja ada pagar tembok kuat yangmemisahkanmu dengannya,”

Data 1,2, dan 3 diatas menggambarkan sebuah perjuangan seorang anak untuk kembali kepelukan ibu kandungnya. Perasaan gelisa pun di alami Dewa pada saat bertemu dengan ibunya karena sikap ibunya yang begitu dingin dan berubah-rubah pada saat bertemu dengan Dewa, kadang dia mendapatkan perlakuan kasar terhadap ibu kandungnya sendiri tetapi Dewa dengan sabarnya menerima semua perlakuan Ibu kandungnya terhadapnya. Dewa sangat rindu dengan Ibunya dari kecil dia tidak mengenal ibu kandungnya, dia di besarkan oleh Ibu tirinya.

Kasih sayang ibu tirinya hampir sepenuhnya dia miliki, beda halnya dengan tanggapan orang kalau ibu tiri itu jahat. Ibu tiri selalu memperlakukan anaknya dengan kejam, menyiksanya dan membuat anak tirinya seperti babu. Anaknya disayang di kala ayahnya ada tapi kalau ayahnya sudah pergi ibu tiri menyiksa anak tirinya. Dewa memiliki ibu tiri yang begitu menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri, kesabaran mama gina merawat Dewa padahal Dewa bukan anak kandungnya tetapi mama Gina tidak pernah membedakan Dewa dan Danu.

Data 5

Aku memandangi Ayah mencium Mama dengan lembut. Laki-laki tua itu, tampaknya menyerahkan hidupnya pada perempuan ini.

Seringkali aku melihat dia seperti laki-laki tertekan yang terbelit oleh suatu masalah yang tanpa ujung. Apakah itu karena kehilangan Ibu.

Lalu muncul Mama yang menjadi sandaran hidupnya. Kalau memang

begitu, bagaimana perasaan Mama dengan semua itu. Perempuan biasanya tentunya cemburu. Tetapi kita hidup direalistis. Toh kita tidak pernah tahu, apakah Ibu akan kembali sehat seperti dulu atau tidak. Ini sudah bertahun-tahun. Tahun-tahun awal, mama tahu bahwa Ayah masih berharap. Dan itu adalah masa-masa tersulit bagi Mama. Tetapi setelah bertahun-tahun berjalan, tidak ada lagi perasaan di hati selain pasrah.”

(Ibuku Tidak Gila hal 91) Data 7

“Dewa melihat semua terus berjalan, dan ibu telah terkurung dalam kehidupan yang telah terputus dengan sekitarnya. Barang kali saja sudah tak tahu siapa dirinya sendiri, tak tahu punya keluarga, dan tak tahu punya anak laki-laki…”

“Sabar, saying, pasti Ibumu akan sembuh, Mama yakin itu, dan aku akan berkumpul lagi dengannya,” bisik Mama.

(Ibuku Tidak Gila hal 96) Data 8

“Ayahmu sangat mencintai Ibu, bahkan sampai hampir satu tahun kami menikah. Mama sering cemburu pada Ibumu, tetapi mama pendam, toh Ibumu sudah seperti itu.”

(Ibuku tidak gila hal 246) Data 9

Ayah hanya diam membisu. Sesekali mengeratkan pelukannya kepada Ibu. Ayah terlihat lebih tenang, tetapi sebetulnya dia hancur.

Lelaki tidak bias menangis. Hanya bias menahan kesakitan di dalam dadanya.

(Ibuku Tidak Gila hal 286)

Pada data 5 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Aku memandangi Ayah mencium Mama dengan lembut. Laki-laki tua itu, tampaknya menyerahkan hidupnya pada perempuan ini. Seringkali aku melihat dia seperti laki-laki tertekan yang terbelit oleh suatu masalah yang tanpa ujung”. Pada data 6 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “mama tahu bahwa Ayah masih berharap. Dan itu adalah masa-masa tersulit bagi

Mama. Tetapi setelah bertahun-tahun berjalan, tidak ada lagi perasaan di hati selain pasrah.”. pada data 7 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat

““Sabar, saying, pasti Ibumu akan sembuh, Mama yakin itu, dan aku akan berkumpul lagi dengannya,” bisik Mama”. Pada data 8 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Mama sering cemburu pada Ibumu, tetapi mama pendam, toh Ibumu sudah seperti itu”. Pada data 9 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Ayah terlihat lebih tenang, tetapi sebetulnya dia hancur. Lelaki tidak bias menangis. Hanya bias menahan kesakitan di dalam dadanya”.

Data 5,6,7,8,9 diatas menggambarkan seorang perempuan dengan sabar menjalani hidupnya dengan laki-laki yang masih mencintai perempuan lain yang tidak lain adalah istri pertamanya. Walaupun persaan cemburu selalu ada dalam hatinya, perempuan mana yang tidak cemburu kalau orang yang disayangi masih mencintai orang lain. Tetapi mama Gina selalu sabar menghadapi ini semua dan tetap setia mendampingi Gandi dan merawat Dewa dengan kasih sayang. Sifat cemburu pasti selalu ada, Mama Gina hanya pasrah dan ikhlas dalam menjalani kehidupannya.

Sifat sabar seseorang akan mendapatkan hikma yang baik, sabar dalam menjalani semua cobaan dikalah cobaan itu datang. Allah tidak pernah diam dan melihat, sabar danikhlas dalam menjalani semua coban maka Allah selalu meridhoi orang-orang yang sabar dalam menjalani semua permasalahan yang di berikan..

Data 10

Aku terus memeluk baju itu. Aku berharap dan membayangkan sedang memeluk Ibu. Lalu aku duduk bersandar disebuah kursi tua di salah satu ujung ruangan. Aku peluk baju-baju dan tanpa terasa air mata meleleh, jurang pemisah antara aku dan Ibu begitu dalam.

Sangat dalam.

(Ibuku Tidak Gila hal 102) Data 11

Dan sekarang, aku sudah meraskan langsung. Di perlakukan dengan tidak adil oleh masyarakat. Tetapi aku tidak boleh menyerah. Ibu masih ada, dia hidup dan dia ada didepan mataku. Aku akan semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya. Meskipun aku harus kehilngan kekasih hati yang selalu kucintai selama ini. Baru terasa sekarang bagaimana sakitnya semua ini. Betapa sakitnya dicampakkan oleh seorang kekasih, setelah sekian lama bersama.

(Ibuku Tidak Gila hal 113)

Pada data 10 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Aku peluk baju-baju dan tanpa terasa air mata meleleh, jurang pemisah antara aku dan Ibu begitu dalam. Sangat dalam”. Pada data 11 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Dan sekarang, aku sudah meraskan langsung.

Di perlakukan dengan tidak adil oleh masyarakat”.

Data 10 dan 11 menggambarkan seseorang anak yang rindu akan pelukan Ibu kandungnya,. Walau pun masyarakat memperlakukan ibu kandungnya tidak adil, dia tetap bersemangat untuk menyembuhkan ibunya. Dengan kesabarannya dia tidak menyerah dan selalu berusaha agar bisa berkumpul kembali. Dewa rela berkorban demi mendapatkan kasih saying seorang ibu kandung. Dewa memng sudah mendapatkan kasih sayang dari Gina seperti ibu kandung tetapi Dewa berharap kasih sayang itu di berikan oleh ibu kandungnya. Cinta yangsudah dijalani sekian lama harus Dewa korbankan. Kehilangan seorang kekasih yang sangat dicintai memng sakit tapi yang Dewa paling harapkan sekarng adalah berkumpul dengan ibu kandungnya. Tidak peduli apa yang terjadi dengan kehidupan asmaranya yang sudah dijalani sekian lama. Dewa mengorbankan smuanya hanya untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu kandung.

Orang tua adalah segalanya didunia ini. Tanpa orang tua kita tidak akan seperti ini. Terutama ibu, ibu adalah surga seorang anak.

Data 12

Setelah kejadian, Nani meminta Rina untuk bersabar, Nani mengaku bahwa orang tua mereka memang bersikap tak adil kepada Rina. Rina menurut, Rina sekarang memilih untuk diam, dan memendam kesidihan itu. Dia juga tak pernah lagi melawan. Sri semakin naik daun di mata kedua orang tuanya. Prestasinya semakin menonjol. Semakin tidak peduli dengan dua adiknya, dan hanya memikirkan kesenangan dirinya.

Dan hanya kepada Nanilah, Rina mengeluarkan penderitaan batinnya.

(Ibuku Tidak Gila hal 197)

Pada data 12 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Rina sekarang memilih untuk diam, dan memendam kesidihan itu”.

Data ini mengngambar sikap sabar seseorang dalam menghadapi hidup persaudaraannya, orang tua membeda-bedakan anak kandungnya sendiri. Didalam cerita ini Nani dan Rina sangat sabar menghadapi sikap Sri dan orang tuanya. Sri yang selalu dimanja dan dipenuhi keinginanx,, beda halnya dengan Rina dan Nani mereka diperlakukan seperti anak yang tidak disayangi.

Anak adalah anugrah yang di berikan Allah, anak wajib untuk disayang tanpa ada membedakan. Membeda-bedakan anak itu akan menimbulkan masalah dan tidak pantas seorang orang tua membedakan anaknya satu sama lain. Semua anak membutuhkan kasih sayang seorang orang tua.

c. Kepercayaan

Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis yang benar.

Data 1

Aku gelagapan. Tak menyangka akan keluar pertanyaan seperti itu.

Aku emang belum cerita tentang ibu dan rumah sakit jiwa kepada Bila. Belum saatnya. Melihat sifatnya yang keras dan rasional, membuat aku ragu untuk berterus terang kepadanya.

(Ibuku Tidak Gila 21) Data 2

Aku mencari Arra. Jujur saja aku sangat memikirkannya semalaman.

Seorang gadis yang polos. Biarpun tak mengenalku, dia bersikap baik, tanpa terlihat ada prasangka. Semua bicara terlihat tulus. Tidak curiga atau merasa terancam. Hanya orang tertentu yang begitu.

(Ibuku Tidak Gila hal 25) Data 3

“apakah kamu selalu dekat dengan orang seperti ini, Arra?”

Dia tidak menjawab. Menggeleng.

“tentu tidak…”

“Lalu kenapa langsung akrab denganku? Apakah kamu anggap aku ini pasien yang nanti akan jadi bahan percobaanmu?”

“Jangan prasangka…”

“Jawab pertanyaanku, kenapa dengan mudahnya kau percaya padaku, padahal kamu tahu ‘kan, ada gen orang gila di tubuhku…”

“Aku tidak tahu jawabannya.”

“Di dunia ini banyak orang jahat, kamu tidak takut?”

“Aku hanya bias merasakan, kamu orang baik, Dewa,” katanya kemudian.

“ooh.. jawaban itu sudah cukup, terima kasih untuk ketulusanmu,”

ujarku.

(Ibuku Tidak Gila hal 29) Data 4

Dia diam saja. Entah mengapa aku ingin menyembunyikan rahasia ini pada Bila. Padahal kami dekat, kami sudah pacaran sejak

semester satu. Aku ragu, aku tak ingin dia tahu. Beda dengan Arra, gadis itu sangat tulus, sehingga tak ada sesuatu pun yang ingin aku tutupi darinya. Nabila, selalu memikirkan secara logika.

(Ibuku Tidak Gila hal 54).

Pada data 1 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Melihat sifatnya yang keras dan rasional, membuat aku ragu untuk berterus terang kepadanya”. Pada data 2 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Biarpun tak mengenalku, dia bersikap baik, tanpa terlihat ada prasangka. Semua bicara terlihat tulus. Tidak curiga atau merasa terancam. Hanya orang tertentu yang begitu”. Pada data 3 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat

““Di dunia ini banyak orang jahat, kamu tidak takut?” “Aku hanya bias merasakan, kamu orang baik, Dewa,” katanya kemudian”. Pada data 4 dapat dilihat dipenggalan pada kalimat “Entah mengapa aku ingin menyembunyikan rahasia ini pada Bila. Padahal kami dekat, kami sudah pacaran sejak semester satu. Aku ragu, aku tak ingin dia tahu”.

Data 1,2,3, dan 4 menggambarkan kepercayaan terhadap seseorang itu bukan saja dilihat dari berapa lama kita kenal tetapi dillihat juga dari sikap kepribadiannya. Dewa masih ragu terhadap Bila padahal Bila adalah gadis yang sudah dia kenal 2 tahun yang lalu. Tetapi Dewa masih kurang percaya terhadap Bila di sebabkan sikapnya yang keras dan rasional.

Beda halnya dengan Arra, Arra adalah gadis yang dia kenal di rumah sakit jiwa berapa hari yang lalu tetapi Dewa begitu percaya terhadapnya.

Kepercayaan seseorang juga diliat dari kepribadian seseorang bukan hanya dilihat dari luar karena kepercayaan terhadap seseorang hanya di berikan sekali. Kepercayaan adalah bagian dari amanah, apabila orang telah memberikan kepercayaan terhadap kita dan di kemudian hari kita mengecewakan kepercayaannya maka kepercayaan itu akan hilang.

Sampai kapan pun orang tersebut tidak akan mempecayai lagi. Dengan itu jagalah kepercayaan yang telah orang berikan kerena kepercayaan hanya datang sekali.

d. Kesetiaan

kesetiaan adalah ketulusan, tidak melanggar janji atau berkhianat, perjuangan dan anugerah, serta mempertahankan cinta dan menjaga janji bersama.

Kesetiaan berarti perjuangan, anugerah, pengorbanan, dan kesabaran.

Data 1

Tidak ada yang menyangka, kalau perempuan secantik Bila, biasa berbicara panjang lebar mengenai karya seni. Bahkan saat dia berbicara, siapapun akan menatapnya tanpa berkedip, yang kadang kala membuatku cemburu. Tetapi Bila merupakan tipe perempuan setia. Selama menjadi pacarku, tidak pernah sedikit pun dia

berpaling, meskipun banyak yang menaksir dirinya.

Ketika kami sekelas ada seseorang yang sempat mendekati Bila, dan membuatku bersitegag dengannya. Tetapi bila bersikap tenang, dan menenangkan aku.

(Ibuku Tidak Gila hal 116)

Pada data 1 dapat dilihat dipenggalang pada kalimat “tidak pernah

Pada data 1 dapat dilihat dipenggalang pada kalimat “tidak pernah

Dokumen terkait