BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
D. Nilai-Nilai Dasar Kedudukan Dan Peran ASN Dalam NKRI
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen PPPK. PNS diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki suatu jabatan pemerintahan dan memilili nomor induk pegawai nasional. Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan; pengadaan; pangkat dan jabatan;
pengembangan karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan (LAN, Manajemen Aparatur Sipil Negara, 2014).
2. Whole of Government (WoG)
Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karena itu WoG dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan dengan melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait urusan-urusan yang relevan (Suwarno & Sejati, 2016).
WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu (Shergold & lain-lain, 2004).
3. Pelayanan Publik
LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah,
Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara Pelayanan Publik.
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry (rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah. Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem, non-rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya dapat dilakukan secara kolektif.
Perkembangan paradigma pelayanan meliputi: Old Public Administration (OPA), New Public Management (NPM) dan seterusnya menjadi New Public Service (NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan, responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
E. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya 1. Identifikasi Isu
Terdapat kesenjangan antara kondisis yang terjadi pada Puskesmas Poleang Tenggara dengan kondisi yang diharapkan sehingga memunculkan isu atau masalah.
Beberapa isu yang ditemukan yaitu : Tabel 2.5. Identifikasi isu
No Identifikasi Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondiisi yang Diharapkan
Pelayanan Publik Waktu peracikan belum optimal
Waktu peracikan obat lebih cepat dan tepat
2 Belum optimalnya pengelolaan obat yang
Manajemen ASN Pengelolaan obat mendekati kadaluarsa
Penggelolaan obat mendekati
mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
belum optimal kadaluarsa dapat lebih optimal untuk
Pelayanan Publik Belum ada ruang konseling bagi
Berdasarkan identifikasi isu tersebut, perlu dilakukan proses analisi isu untuk menentukan isu yang merupakan prioritas sehingga dapat dicarikan solusi. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan criteria kualitas isu yaitu berupa:
Tabel 2.6. Analisis isu APKL
No. Indikator Keterangan
1. Aktual (A) Isu yang sering terjadi atau dalam proses kejadian sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat
2. Problematik (P) Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
3. Kekhalayakan (K)
Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak
4. Layak (L) Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya
Tabel 2.7. Analisis Isu USG
No. Indikator Keterangan
1. Urgency (U) Mendesak atau tidaknya masalah tersebut
2. Seriousness (S) Dampak masalah terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak 3. Growth (G) Masalah tersebut berkembang sehingga sulit dicegah
Tabel 2.8. Penetapan isu menggunakan APKL dan USG No. Identifikasi Isu APKL
(Skor 1-5)
Peringkat USG Peringkat
A P K L U S G
1. Belum optimalnya waktu tunggu
pelayanan obat racikan di puskesmas Poleang Tenggara
3 2 4 3 2 3 3 2 2
2. Belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
4 3 4 5 1 4 4 3 1
3. Belum Terdapatnya Ruang Konseling bagi Apoteker
2 1 3 2 3 2 3 1 3
Dari analisis tersebut ditetapkan isu yang paling priritas yaitu “Belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara” dikarenakan sebelumnya tidak ada tenaga Apoteker yang bertugas di Puskesmas Poleang Tenggara sehingga belum optimal pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa.
2. Analsis Dampak
Dampak apabila isu tidak segera diselesaikan menyebabakan obat-obatan tersebut menjadi kadaluarsa, tidak dapat digunakan dan menambah anggaran pemusnahan obat, berkuraangnya kepercayaan masyarakat karena berpotensi untuk penggunaan obat kadaluarsa dan pasien tidak mendapat hanya dengan optimal sehingga perlayanan belum optimal.
3. Faktor Penyebab Masalah
Setelah sebuah isu ditetapkan sebagai isu terpilih dalam rancangan aktualisasi, maka perlu ditelusuri faktor-faktor penyebab terjadinya isu :
4. Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecahan Isu 2.9. Tabel Pemecahan Isu
Unit Kerja : Puskesmas Poleang Tenggara
Isu yang diangkat : Belum optimalnya pengelolaan obat mendekati kadalauarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
Judul : Optimalisasi pengelolaan dan pengawasan obat mendekati kadalauarsa dengan metode komputerisasi untuk meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Poleang Tenggara
Kegiatan : 1. Melaporkan rancangan aktualisasi kepada pimpinan 2. Membuat rancangan SOP Pengelolaan Obat Kadaluarsa
Belum
3. Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk 4. Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO 5. Membuat master file kadaluarsa
6. Membuat label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa
7. Membuat daftar obat mendekati kadaluarsa untuk tim medis yang dapat digunakan untuk pemaksimalan peresepan
8. Evaluasi dari kegiatan aktualisasi
Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Tabel 2.10 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Melaporkan rancangan aktualisasi kepada pimpinan”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi bahan konsultasi, saya bertanggung jawab sebagai bentuk penghargaan kepada kepala puskesmas.
Nasionalisme : Dalam menyiapkan bahan konsultasi, saya menggunakan bahasa Indonesia
EtikaPublik : Dalam menyiapkan bahan, saya cermat dalam memilih bahan akan dikonsultasikan.
Komitmen Mutu : Menyiapkan materi sebelum melakukan konsultasi kepada Kepala Puskesmas sehingga pertemuan bisa berjalan dengan efektif
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel, professional dan amanah
Anti Korupsi : Sebelum melakukan konsultasi, saya mencetak bahan yang akan dikonsultasikan sebagai bentuk kerja mandiri
Melakukan konsultasi
rencana kegiatan
yang akan
diaktualisasikan kepada Kepala Puskesmas
Terlaksananya konsultasi dengan kepala puskesmas
Akuntabilitas : Dalam berkonsultasi dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan dengan jelas
Nasionalisme : Menyampaikan dengan menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Meminta izin Terbitnya izin Akuntabilitas : Dalam meminta izin
untuk
melaksanakan kegiatan rancangan aktualisasi
dari atasan. dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan dengan jelas
Nasionalisme : Menyampaikan dengan menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Dengan adanya persetujuan merupakan bagian untuk menjaga mutu kegiatan
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Adanya tahap kegiatan yang kurang disetujui pimpinan
Strategi Menghadapi Kendala : Menjelaskan dengan bahasa yang sopan kepada pimpinan tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan pada saat melakukan habituasi
Tabel 2.11 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Membuat rancangan SOP Pengelolaan Obat Kadaluarsa”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Akuntabilitas : Pengumpulan informasi dari sumber yang terpercaya merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan informasi yang benar dan akurat
Nasionalisme : Dengan referensi yang jelas maka SOP yang disusun sesuai dengan prosedur yang berlaku sehingga kepentingan bersama akan terpenuhi Etika Publik : Dalam menyiapkan referensi SOP, saya lakukan dengan cermat dalam memilih bahan akan di jadikan referensi
Komitmen mutu : Mengambil referensi berdasarkan kegiatan yang
Kegiatan ini sesuai
dengan visi
mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju mengedepankan hak dan
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel, professional dan amanah
akan dilakukan dalam penyusunan SOP, agar lebih efektif
Anti korupsi : Dalam mencari SOP, saya melakukannya secara mandiri
kewajiban pasien/
pelanggan
Penyusunan kerangka rancangan SOP
Tersusunnya rancangan SOP yang telah dibuat
Akuntabilitas : Saya menyusun SOP dengan tekun sebagai wujud tanggung jawab terhadap tugas
Nasionalisme : Dalam menyusun SOP, saya menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Dalam merancang SOP, saya merancang sesuai dengan aturan penulisan yang ada di puskesmas Komitmen mutu : Saya menuangkan ide dari referensi yang didapatkan dalam menyusun SOP agar kualitas SOP bermutu
Anti korupsi : Saya menyelesaikan SOP tepat waktu, menunjukkan sikap disiplin
Mengusulkan Terlaksanaya Akuntabilitas : Dalam pengusulan
SOP yang telah dibuat kepada kepala
Puskesmas
pengusulan SOP yang telah dibuat kepada kepala Puskesmas
SOP kepada kepala puskesmas, saya menyerahkan SOP yang telah dibuat
sebagai bentuk fisik
pertanggungjawaban
Nasionalisme : Saya menyerahkan hasil SOP yang telah dibuat dengan percaya diri karena tertuang dari referensi terpercaya dan disusun secara sistematis
Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Saya memberikan waktu kepada kepala puskesmas untuk meninjau kembali SOP untuk diberikan saran perbaikan agar SOP bisa lebih bermutu
Anti korupsi : Saya menyelesaikan dan menyerahkan SOP yang telah
dibuat sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, menunjukkan sikap disiplin Melaporkan mempertanggung jawabkan hasil akhir SOP yang direvisi sebagai standar yang akan ditetapkan dan digunakan
Nasionalisme : Saya menyerahkan hasil SOP yang direvisi sebagai bentuk menghargai atasan yang telah memberikan masukan dan saran
Etika Publik : Saya bersikap hormat kepada atasan dengan terlebih dahulu mengetuk pintu dengan sopan dan meminta izin masuk serta menyerahkan SOP keatasan untuk disahkan dan ditetapkan
Komitmen mutu : Saya tidak lupa meminta tanda tangan dan stempel puskesmas sebagai bukti legalitas SOP, berorientasi mutu
Anti korupsi : Saya mengesahkan SOP yang telah direvisi sesuai dengan jadwal yang telah disepakati menunjukkan sikap disiplin
ANALISISS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Adanya beberapa sejawat dalam unit kerja yang kurang merespon rencana kegiatan pembuatan SOP
Strategi Menghadapi Kendala : Pemberian atas manfaat yang akan diperoleh dari terbentuknya SOP dan jika disahkan maka akan menjadi sumber acuan pengelolaan obat mendekati kadaluarsa
Tabel 2.12 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Akuntabilitas : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya mencantumkan nama obat dan tanggal kadaluarsa untuk kejelasan
Nasionalisme : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa dilakukan dengan hati-hati agar tidak salah menuliskan nama obat dan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi kepada pimpinan yaitu akuntabel,
professional, tertib, amanah dan inovatif
konsep pemetaan bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal secara mandiri dan dapat dipertanggung jawabkan
pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya
Akuntabilitas : Dalam berkonsultasi dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan pemetaan dengan jelas
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi, saya menggunakan bahasa Indonesia
gudang induk Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Terlaksananya pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Akuntabilitas : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya melakukan sesuai dengan konsep pemetaan sebagai bentuk konsistensi
Nasionalisme : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam melakukan
pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya lakukan dengan hati-hati agar tidak salah menuliskan nama obat dan tanggal kadaluarsa
Komitmen mutu : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya lakukan dengan mandiri dan jujur
Melakukan evaluasi kegiatan pemetaan tanggal kadaluarsa
Terbentuknya hasil evaluasi
Akuntabilitas : Melakukan evaluasi agar kegiatan yang dilakukan dapat di pertanggung jawabkan
Nasionalisme : Melakukan kegiatan dengan semangat pemetaan tanggal agar hasil yang dihasilkan optimal Etika Publik : Melakukan kegiatan dengan cermat agar mengetahui proses
yang harus ditindaklanjuti
Komitmen mutu : Evaluasi agar dapat memberikan perbaikan yang berkelanjutan
Anti korupsi : Melakukan evaluasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pegelolaan obat
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Membutuhkan waktu yang lama karena banyak barang yang dimiliki Strategi menghadapi kendala : Bekerjasama untuk melakukan pemetaan dengan petugas farmasi lainnya
Tabel 2.13 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Akuntabilitas : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO untuk kejelasan
Nasionalisme : Dalam membuat konsep penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam membuat konsep penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO, saya bekerja dengan cermat agar konsep yang dibuat dapat dipergunakan dengan baik
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi
Komitmen mutu : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO tanggal secara mandiri dan dapat dipertanggung jawabkan
pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya
Akuntabilitas : Dalam proses penyimpanan, saya menerima usulan dan saran dari mentor dengan penuh tanggung jawab
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi dengan mentor, saya
menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen Mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melaksanakan penyimpanan sesuai SOP penyimpanan obat yang sudah ada dan dibantu oleh petugas farmasi
Terlaksananya penyimpanan FEFO/FIFO
Akuntabilitas : Dalam melaksanakan penyimpanan, saya menggunakan metode FEFO/FIFO untuk kejelasan Nasionalisme : Dalam melaksanakan penyimpanan obat, saya bekerja sama dengan petugas farmasi lain
Etika Publik : Dalam melaksanakan penyimpanan, saya menghargai teman kerja dalam bekerja
Komitmen mutu : Membuat inovasi label HOLD yang dibuat untuk karantina produk yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih panjang
Anti korupsi : Saya melakukan penyimpanan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, menunjukkan sikap disiplin
Melakukan evaluasi kegiatan penyimpanan
Terbentuknya hasil evaluasi
Akuntabilitas : Saya melakukan evaluasi agar kegiatan yang dilakukan dapat di pertanggung jawabkan Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan dengan, saya lakukan dengan semangat
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya bersikap cermat agar mengetahui proses yang harus ditindaklanjuti
Komitmen mutu : Saya melakukan evaluasi agar dapat memberikan
perbaikan yang berkelanjutan
Anti korupsi : Saya melakukan evaluasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pegelolaan obat
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Banyak obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih dari satu
Strategi menghadapi kendala : Memisahkan data obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih dari satu pada file pemetaan untuk mempermudah proses penyimpanan obat
Tabel 2.14 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Membuat master file kadaluarsa”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Akuntabilitas : Dalam pembuatan master file tanggal kadaluarsa dilakukan untuk kejelasan informasi Nasionalisme : Saya bekerja keras dalam pembuatan master file agar mendapatkan hasil yang baik
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya lakukan dengan cermat agar tidak terjadi kekeliruan saat membuat konsep master file
Komitmen mutu : Saya membuat konsep inovasi dengan tujuan agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan optimal
Anti korupsi : Dalam membuat master
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi
file, saya buat dengan mandiri pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman
Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep master file kadaluarsa obat
Tersedianya konsep dan rancangan yang disetujui mentor
Akuntabilitas : Dalam proses konsultasi, saya menerima usulan dan saran dari mentor dengan penuh tanggung jawab
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi dengan mentor, saya menggunakan bahasa indonesia
Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen Mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi
berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melakukan koordinasi dengan petugas farmasi tentang pembuatan master file kadaluarsa obat
Terlaksanaya koordinasi
Akuntabilitas : Dalam melakukan kegiatan, saya berkoordinasi dengan petugas lain suatu upaya untuk kejelasan konsep yang akan dibuat Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan, saya bekerja sama dengan petugas farmasi
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya berkoordinasi dengan sopan santun
Komitmen mutu : Dalam melakukan kegiatan ini, saya lakukan agar pengelolaan dan pelayanan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien Anti korupsi : Dalam melakukan koordinasi, saya bersikap jujur kepada
rekan kerja Melaksanakan
pembuatan file obat mendekati kadaluarsa
Terbentuknya File obat mendekati kadaluarsa
Akuntabilitas : Dalam melakukan rekapitulasi pemetaan, saya lakukan agar pembacaan tanggal kadaluarsa sesuai dan jelas
Nasionalisme : Dalam melakukan penbuatan file, saya lakukan untuk kepentingan bersama agar dapat meningkatkan pengelolaan dan pelayanan
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya lakukan dengan cermat agar tidak terjadi kekeliruan saat membuat master file
Komitmen mutu : Saya membuat konsep inovasi dengan tujuan agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan optimal
Anti korupsi : Dalam melakukan kegiatan penulis membuat file secara
mandiri Melakukan
evaluasi kegiatan pembuatan file kadaluarsa obat
Terbentuknya hasil evaluasi
Akuntabilitas : Saya emelakukan evaluasi agar kegiatan yang dilakukan dapat di pertanggung jawabkan Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan, saya lakukan dengan semangat
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya lakukan dengan cermat agar mengetahui proses yang harus ditindaklanjuti
Komitmen mutu : Evaluasi agar dapat memberikan perbaikan yang berkelanjutan
Anti korupsi : Melakukan evaluasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pegelolaan obat
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Master baru akan dicoba
Strategi menghadapi kendala : Mencari literatur terkait penggunaan rumus excel yang mudah diaplikasikan
Tabel 2.15 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Membuat label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Akuntabilitas : Dalam membuat label, saya mencantumkan nama dan tanggal kadaluarsa untuk kejelasan informasi Nasionalisme : Dalam membuat label, saya lakukan untuk kepentingan bersama agar dapat meningkatkan mutu pelayanan
Etika Publik : Dalam membuat konsep label, saya bekerja dengan cermat agar label yang dibuat dapat dipergunakan dengan baik
Komitmen mutu : Saya membuat konsep inovasi dengan tujuan agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan optimal
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan misi
Anti korupsi : Dalam membuat konsep label penulis membuat dengan mandiri
pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman
Membuat design label pengingat kadaluarsa
Terbentuknya Design label
Akuntabilitas : Saya membuat design label sesuai konsep pelabelan sebagai bentuk konsistensi
Nasionalisme : Melakukan kegiatan untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Melakukan kegiatan dengan cermat agar tidak terjadi kekeliruan saat membuat design label Komitmen mutu : Saya membuat konsep inovasi dengan tujuan agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan optimal
Anti korupsi : Meningkatkan kepedulian petugas terhadap barang
Anti korupsi : Meningkatkan kepedulian petugas terhadap barang