NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN
OPTIMALISASI
MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI PUSKESMAS
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN ANGKATAN
PEMERINTAH KABUPATEN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN
OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN OBAT
MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI PUSKESMAS POLEANG TENGGARA
Oleh :
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt NDH : 018
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN ANGKATAN XLIX TAHUN 2020
PEMERINTAH KABUPATEN BOMBANA BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI 2020
NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN
PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN OBAT
MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
BOMBANA
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 A PuwatuTlp. 3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI
“OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN OBAT MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI
PUSKESMAS POLEANG TENGGARA”
Oleh :
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt NIP : 19920616 201903 2 037
Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal: 9 Juni 2020
COACH,
Ir. H. AMIR MA’SUM NIP 196710011993021008
MENTOR,
SARIPAH, S.Tr.Keb NIP. 19820511 200502 2 004
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 A PuwatuTlp. 3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
“OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN OBAT MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI
PUSKESMAS POLEANG TENGGARA”
Oleh :
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt NIP : 19920616 201903 2 037
Telah diterima dan diperbaiki sesuai masukan Penguji, Coach dan Mentor pada Seminar/ Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi yang diselenggarakan
Pada tanggal : 9 Juni 2020
Kendari, 9 Juni 2020
PENGUJI,
Dr. RUSLAN, M.Pd NIP. 19650528 199403 1 007
COACH,
Ir. H. AMIR MA’SUM NIP 196710011993021008
MENTOR,
SARIPAH, S.Tr.Keb NIP. 19820511 200502 2 004
Mengetahui :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,
Dr. Hj. NUR ENDANG ABBAS, SE., M.Si NIP. 19620407 198103 2 002
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan bimbingan, petunjuk dan berkat_Nya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi tepat pada waktunya dengan judul “OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN OBAT MENDEKATI KADALAUARSA DENGAN METODE KOMPUTERISASI DI PUSKESMAS POLEANG TENGGARA”
Laporan Aktualisasi ini disusun sebagai rangkaian dalam mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Gelombang I Angkatan XLIX tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara. Aktualisasi dan Habituasi secara substansi dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara dengan sikap perilaku ASN dan nilai dasar ASN yang terdiri dari: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penulis menyadari bahwa penyusunan Laporan Aktualisasi ini dapat terselesaikan tentunya tidak terlepas dari bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar- besarnya antara lain kepada :
1. Bapak H.Tafdil, SE.,MM, selaku Bupati Bombana yang telah memberikan kepercayaan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Prajabatan CPNS Angkatan XLIX,L dan LI tahun 2020.
2. Bapak Rusman, S.Pd.,Msi selaku Kepala BPSDM Bombana yang telah memberikan kepercayaan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Prajabatan CPNS Angkatan XLIX, L dan LI tahun 2020.
3. Ibu Dr. Hj. Nur Endang Abbas, SE., M.Si. selaku Kepala BKPSDM Sulawesi Tenggara untuk mengikuti Pelatihan Dasar Prajabatan CPNS Angkatan XLIX,L dan LI tahun 2020.
4. Bapak Ir. H. Amir Ma’sum, selaku coach yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran serta motivasi dalam setiap proses coaching.
5. Bapak Dr. Ruslan, M.Pd selaku penguji yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk menyempurnakan laporan aktualisasi ini.
6. Ibu Saripah, S.Tr.,Keb. selaku Mentor untuk kearifan dan kebijaksanaannya dalam
7. Seluruh widyaswara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XLIX Tahun 2020 yang telah memberikan ilmunya selama ini.
8. Panitia pelaksana Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XLIX Tahun 2020 Lingkup Kabupaten Bombana.
9. Keluarga tercinta yang senantiasa selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi dalam menyelesaikan segala rangkaian kegiatan selama Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XLIX Tahun 2020.
10. Rekan-rekan seangkatan yang saling membantu dan bekerjasama serta senantiasa memberikan motivasi selama dalam melaksanakan Pelatihan Dasar CPNS.
11. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam penyusunan laporan kegiatan ini.
Akhir kata saya berharap semoga laporan aktualisasi ini dapat bermanfaat terutama pada instansi kami sehingga daerah Kabupaten Bombana lebih baik dimasa yang akan datang dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
Kendari, Juni 2020
Penulis
USWATUN HASANAH, S.Farm., Apt NIP.199920616 201903 2 037
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN ... A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 3
C. Manfaat ... 3
D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ... 3
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI A. Deskripsi Organisasi ... 4
B. Struktur Organisasi ... 8
C. Nilai-Nilai Dasar ASN ... 11
D. Nilai-Nilai Dasar Kedudukan Dan Peran ASN Dalam NKRI ... 16
E. Identifikasi Isu Dan Dampaknya ... 17
BAB III CAPAIAN AKTUALISASI A. Kendala dan Antisipasi ... 61
B. Hasil Aktualisasi ... 62
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 132
B. Saran ... 133 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Menyiapkan bahan konsultasi ... 71
Gambar 1.2 Konsultasi dengan kepala puskesmas ... 72
Gambar 1.3 Meminta Persetujuan Pimpinan Atas Kegiatan Yang Akan Dilakukan .... 73
Gambar 2.1 Mengumpulkan data referensi dalam pembuatan SOP ... 80
Gambar 2.2 Penyusunan kerangka rancangan SOP... 80
Gambar 2.3 Pengusulan SOP yang telah dibuat kepada kepala Puskesmas ... 81
Gambar 2.4 Melaporkan hasil SOP yang telah direvisi oleh kepala puskesmas ... 81
Gambar 3.1 Membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk ... 87
Gambar 3.2 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk ... 87
Gambar 3.3 Pemetaan tanggal kadaluarsa digudang Induk ... 88
Gambar 4.1 Membuat konsep Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO ... 94
Gambar 4.2 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep penyimpanan di gudang induk ... 94
Gambar 4.3 Melaksanakan penyimpanan sesuai SOP penyimpanan obat yang sudah ada dan dibantu oleh petugas farmasi ... 95
Gambar 4.4 Evaluasi kegiatan penyimpanan obat... 95
Gambar 5.1 Membuat konsep pengingat otomatis pada master file obat mendekati Kadaluarsa……… 102
Gambar 5.2 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep master file kadaluarsa obat ... 102
Gambar 5.3 Koordinasi dengan petugas farmasi tentang pembuatan master file Kadaluarsa ... 103
Gambar 5.4 Melaksanakan pembuatan file obat mendekati kadaluarsa ... 103
Gambar 6.1 Membuat konsep tentang pembuatan label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa ... 111
Gambar 6.2 Membuat design label pengingat kadaluarsa ... 112
Gambar 6.3 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep pembuatan label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa ... 112
Gambar 6.4 Koordinasi dengan petugas farmasi tentang pembuatan label obat
mendekati kadaluarsa ... 113
Gambar 6.5 Melaksanakan pembuatan label ... 113
Gambar 6.6 Label obat dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa ... 114
Gambar 7.1 Membuat konsep tentang pembuatan daftar obat mendekati kadaluarsa untuk tim medis……… 121
Gambar 7.2 Membuat design form yang akan digunakan oleh tim medis ... 122
Gambar 7.3 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep label obat mendekati kadaluarsa………... 122
Gambar 7.4 Koordinasi dengan petugas farmasi tentang pembuatan daftar obat mendekati kadaluarsa ... 123
Gambar 7.5 Mencetak daftar obat yang mendekati kadaluarsa ... 123
Gambar 7.6 Memberikan kepada tenaga medis penulis resep... 124
Gambar 8.1 Menyusun rancangan data yang akan dievaluasi ... 129
Gambar 8.2 Mengumpulkan data kegiatan untuk dievaluasi ... 130
Gambar 8.3 Mengolah data hasil kegiatan ... 130
Gambar 8.4 Membuat kesimpulan hasil evaluasi ... 131
DAFTAR TABEL
Tabel 2..1 Jumlah dan Status Kepegawaian di Puskesmas Poleang Tenggara ... 5
Tabel 2..2 Kompetensi Pendidikan pegawai di Puskesmas Poleang Tenggara ... 6
Tabel 2..3 Fasilitas di Ruang-ruang di Puskesmas Poleang Tenggara ... 6
Tabel 2..4 Jumlah Sarana Penunjang Poleang Tenggara ... 7
Tabel 2..5 Identifikasi isu ... 17
Tabel 2..6 Analisis Isu APKL ... 18
Tabel 2..7 Jumlah Analisis Isu USG ... 18
Tabel 2..8 Penetapan Isu menggunakan APKL dan USG ... 19
Tabel 2..9 Pemecahan isu ... 20
Tabel 2..10 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Melaporkan Rancangan aktualisasi kepada pimpinan ... 22
Tabel 2..11 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Membuat Rancangan SOP Pengelolaan Obat Kadaluarsa………. 25
Tabel 2..12 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Melakukan Pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk………... 30
Tabel 2..13 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO ………... 35
Tabel 2..14 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Membuat Master File Kadaluarsa……… 40
Tabel 2..15 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Membuat label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa………... 46
Tabel 2..16 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Membuat daftar obat mendekati kadaluarsa untuk tim medis yang dapat digunakan untuk pemaksimalan peresepan……… 52
Tabel 2..17 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Evaluasi dari kegiatan Aktualisasi……… 57
Tabel 3..1 Kendala dan antisipasi ... 61
Tabel 3..2 Hasil aktualisasi ... 62
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I. Martriks kedudukan dan peran ASN Lampiran II. Martriks Habituasi
Lampiran III. Martriks visi, misi dan nilaiorganisasi Lampiran IV. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi Lampiran V. Strategi pembimbingan coach Lampiran VI. Strategi pembimbingan mentor
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pelaksanaannya dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Kepala LAN No. 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Kader PNS Golongan III menekankan bahwa dalam rangka pewujudan cita-cita bangsa dan merealisasikan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki nilai-nilai pribadi seperti integritas, profesional, netral, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal itu sejalan dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
Tujuan dari kegiatan Pelatihan Dasar yang terintegrasi ini adalah untuk membangun moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, serta memperkuat profesionalisme kompetensi bidang. Dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), berdasarkan Pasal 5 ayat 2, ”Kegiatan Pelatihan Dasar merupakan kegiatan wajib bagi CPNS sesuai dengan ketentuan yang tercantum CPNS harus dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya”. Dasar- dasar tersebut yang menjadi latar belakang disusunnya laporan aktualisasi oleh penulis yang akan diterapkan di instansi tempat berkerja.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Puskesmas adalah salah satu organisasi pelayanan kesehatan yang pada dasarnya adalah organisasi jasa pelayanan umum. Dalam hal ini, puskesmas sebagai salah satu organisasi fungsional pusat pengembangan masyarakat yang memberikan pelayanan promotif (peningkatan), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
Didalam sarana kesehatan puskesmas, farmasi merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pelayanan kesehatan. Menurut Permenkes No 74 tahun
kefarmasian di puskesmas meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, serta pelayanan farmasi klinik. Untuk pengelolaan obat meliputi perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pelaporan, serta evaluasi pengelolaan obat. Sedangkan untuk pelayanan farmasi klinik bisa berupa pengkajian resep, PIO, konseling, visite pada Puskesmas rawat inap, pemantauan dan pelaporan efek samping obat, pemantauan terapi obat, serta serta evaluasi penggunaan obat.
Menurut Palupiningtyas (2014) gudang penyimpanan obat di puskesmas dan rumah sakit di Indonesia diketahui masih kurang untuk memenuhi persyaratan penyimpanan seperti tidak menggunakan sistem FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out), kartu stok yang belum memadai. Tata cara penyusunan obat obat menurut manajemen kefarmasian penyusunan obat dilakukan dengan sistem FEFO (First Expired First Out) untuk masing-masing obat artinya obat yang lebih awal kadaluarsa harus dikeluarkan lebih dahulu dari obat yang kadaluarsa kemudian dan FIFO (First In First Out) untuk masing-masing obat yang datang pertama kali harus dikeluarkan lebih dahulu dari obat yang datang kemudian.
Pada tahap aktualisasi, penulis dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menetapkan isu. Pada dasarnya isu yang muncul dapat bersumber dari individu, unit kerja maupun organisasi. Penulis merupakan seorang apoteker ahli pertama di Puskesmas Poleang Tenggara, Kecamata Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Hasil pengamatan penulis, isu-isu yang terjadi dikaitkan dengan pencapaian visi misi Puskesmas Poleang Tenggara, yaitu Belum optimalnya waktu tunggu pelayanan obat racikan, Belum Terdapatnya Ruang Konseling bagi Apoteker, serta belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa.
Isu yang diambil oleh penulis yaitu belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa didasarkan karena masih menggunakan proses manual yang sangat menguras energi dan waktu, serta dapat meningkatkan potensi salah dalam pembacaan tanggal kadaluarsa, yang dapat mengakibatkan obat menjadi kadaluarsa sehingga penulis berharap dapat memanfaatkan teknologi komputerisasi dalam sistem pengelolaan dan pengawasan obat mendekati kadaluarsa.
Sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) no 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian diharapkan dengan adanya Apoteker dapat meningkatkan pelayanan
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) maka penulis berharap dapat memberikan kontribusi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat solutif dan inovatif sehingga nantinya bisa menjadi PNS yang professional, berkarakter dan bermanfaat di Puskesmas Poleang Tenggara.
B. Tujuan a. Umum
Terlaksananya nilai-nilai dasar profesi yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari khususnya dalam upaya pengelolaan obat mendekati kadaluarsa.
b. Khusus
Tujuan khusus kegiatan aktualisasi ini adalah :
1. Untuk mengoptimalkan penggunaan obat mendekati kadaluarsa, melalui peresepan oleh tim medis
2. Untuk mempermudah mengelola dan melakukan pengawasan obat yang mendekati kadaluarsa.
C. Manfaat
a. Manfaat Untuk Penulis
Menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai ANEKA dalam pelayanan kesehatan dipuskesmas.
b. Manfaat Untuk Organisasi
Membantu mewujudkan misi puskesmas yaitu Memberikan pelayanan yang bermutu, berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan kewajiban pasien/ pelanggan dan Meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman
c. Manfaat Untuk Masyarakat
Masyarakat akan menerima obat secara cepat, tepat dan berkualitas baik dari puskesmas. Dan masyarakat dapat tetap menyelesaikan terapi sesuai dengan terapinya dan terhindar dari pemberian obat kadaluarsa.
D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi ini adalah gudang obat dan instalasi di
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi 1. Profil Organisasi
a. Geografi
UPTD Puskesmas Poleang Tenggara, lokasinya berada di Desa Lemo tepatnya di Jalan Stain No. 03 Lemo, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Terdiri dari 5 Desa dengan Luas Wilayah 132,21 km². Jarak tempuh ke Desa terjauh adalah 7 km yaitu Desa Larete. Batas-batas wilayah kerja Puskesmas Poleang Tenggara yaitu :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Rarowatu 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Kabaena 3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Mataoleo 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Poleang Timur b. Topografi dan Iklim
Kecamatan Poleang Tenggara sebagian besar merupakan daerah pesisir yang terbentang dari timur ke barat. Secara astronomis, Kecamatan Poleang Tenggara terletak antara 4 º46’ 24,2” - 4º54’ 46,8” Lintang Selatan, serta antara 121 º50’ 16,8” - 121 º58, 55,1” Bujur Timur. Curah hujan berkisar antara 18 – 159 mm. Curah hujan yang paling rendah terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 18 mm, sedangkan curah hujan yang paling tinggi terjadi pada bulan maret yaitu sebesar 159 mm.
c. Wilayah Administrasi
Kecamatan Poleang Tenggara merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Poleang Timur. Kecamatan Poleang Tenggara terdiri dari 5 Desa definitif yaitu : Desa Lamoare, Desa Lemo, Desa Larete, Desa Terapung, Desa Rambaha. Dapat dilihat bahwa, Desa Lamoare memiliki wilayah terluas yakni 51,51 km², sedangkan Desa terapung memiliki wilayah terkecil yang hanya seluas 5,10 km². semua wilayah kerja Puskesmas Poleang Tenggara dapat dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan roda empat.
Secara administrasi Wilayah kerja Puskesmas Poleang Tenggara terdiri
2. Desa Lemo terdiri dari 3 dusun 3. Desa Larete terdiri dari 4 dusun 4. Desa Terapung terdiri dari 4 dusun 5. Desa Rambaha terdiri dari 4 dusun 2. Sumber Daya Puskesmas
1) Ketenagaan
Sumber daya Manusia (SDM) merupakan salah satu undur terpenting dalam organisasi. Jalan tidaknya suatu organsasi sangat tergantung dari keberadaan SDM.
SDM Kesehatan yang memiliki kompetensi tentu akan menunjang keberhasilan pelaksanaan keiatan, program dan pelayanan kesehatan. Jenis dan jumlah tenaga kesehatan di Puskemas Poleang Tenggara pada tahun 2018 sebanyak 36 Orang . Adapun jenis dan jumlah tenaga kesehatan di Puskemas Poleang Tenggara pada tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 2.1 Jumlah dan Status Kepegawaian di Puskesmas Poleang Tenggara Tahun 2018
No. Jenis Tenaga Jumlah Status Pegawai
PNS PTT/PHTT Kontrak Sukarela
1. Doter Umum 1 0 0 1 0
2. Dokter Gigi 0 0 0 0 0
3. Perawat 11 1 6 4 0
4. Bidan 16 4 8 4 0
5. Farmasi 1 1 0 0 0
6. Kesehatan Masyarakat 3 0 1 2 0
7. Sanitarian 0 0 0 0 0
8. Tenaga Gizi 0 0 0 0 0
9. Analis Kesehatan 1 0 0 1 0
10. Sopir 1 0 1 0 0
11. CS 1 0 1 0 0
12 Tata Usaha 1 1 0 0 0
Jumlah 36 7 17 12 0
Sumber : Data Kepegawaian Tahun 2018
Tabel 2.2 Kompetensi Pendidikan Pegawai Puskesmas Poleang Tenggara Tahun 2018
No. Jenjang Pendidikan Jumlah Persentase Ket
1. Sarjana 7 Orang 19,4
2. Diploma IV 1 Orang 2,8
3. Diploma III 25 Orang 69,4
4. SMA/SPK/Sedejarajat 3 Orang 8,3
36 Orang 100 %
Sumber : Data Kepegawaian Tahun 2018 2) Peralatan dan Saran Kesehatan
Untuk melaksanakan kegiatan operasional pelayanan kesehatan, Puskemas Poleang Tenggara di lengkapi dengan fasilitas pelayanan dalam gedung seperti pada tabel berikut.
Tabel 2.3 Fasilitas Ruang Ruang di Puskesmas Poleang Tenggara Tahun 2018
No. Ruangan Jumlah Ket.
1. Ruang Pendaftaran dan Informasi 1
2. Ruang UGD 1
3. Ruang Pelayanan Pemeriksaan Umum 1
4. Ruang Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut 0 5. Ruang Pelayanan Kesehatan Ibu, KB, dan Persalinan 1
6. Ruang Programer 2
7. Ruang Kepala Puskesmas 1
8. Ruang Laboratorium 1
9. Ruang Pelayanan Farmasi 1
10 Ruang Rawat Inap 1
11. Gudang Farmasi 1
12. Ruang Tata Usaha 1
13. Ruang Rapat 1
Sumber : Laporan ASPAK Tahun 2018
3) Sarana Penunjang
Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan pelayanan dan program, Puskemas Poleang Tenggara juga didukung dengan sarana penunjang seperti pada tabel berikut.
Tabel 2.4. Jumlah Sarana Penunjang di Puskesmas Poleang Tenggara Tahun 2018
No. Jenis Sarana/Prasarana Jumlah
Kondisi Rusak
Ringan
Rusak Sedang
Rusak Berat
1. Puskesmas Pembantu 1 0 0 0
2. Poskesdes 2 0 0 0
3. Rumah Dinas Dokter 0 0 0 0
4. Rumah Dinas Paramedis 2 0 0 0
5. Mobil Puskel 1 0 0 0
6. Sepeda Motor 2 0 0 0
7. Komputer 1 0 0 0
8. Laptop 3 0 0 0
9. Lemari Es Vaksin buka Atas 1 0 0 0
10. TV besar/ kecil 1 0 0 0
11. Lemari Kaca 2 0 0 0
12. Meja 9 0 0 0
13. Sterilisator listrik 1 0 0 0
14. Kursi plastic Olymplast 1 0 0 0
15. Tempat tidur Pasien 6 0 0 0
Sumber : Laporan ASPAK Tahun 2018
B. Struktur Organisasi
Visi, Misi dan Nilai Organisasi a. Visi Organisasi
Visi UPTD Puskesmas Poleang Tenggara adalah “Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Terbaik dan Profesional Menuju Masyarakat Poleang Tenggara Sehat dan Sejahtera”.
b. Misi Organisasi
Untuk mencapai visi tersebut di tetapkan misi sebagai berikut :
1. Memberikan pelayanan yang bermutu, berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan kewajiban pasien/pelanggan 2. Mendorong masyarakat dalam mendukung program Gerakan Masyarakat Sehat
(GERMAS).
3. Meningkatkan kerjasama Lintas Sektor dalam mendukung kegiatan dalam bidang kesehatan.
4. Meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman.
c. Nilai-nilai Organisasi
Tata nilai puskesmas Poleang Tenggara adala “PANTAI” yaitu Profesional, Akuntaibel, Nyaman, Tertib, Amanah dan Inovatif.
Profesional
Memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik
Akuntabel
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman dan standar yang ditetapkan, dapat di ukur dan dipertanggung jawabkan
Nyaman
Memberikan rasa nyaman dan aman dalam memberikan pelayanan kesehatan Tertib
Tertib administrasi, tertib budaya kerja dan disiplin pegawai sesuai aturan yang berlaku
Amanah
Memberikan pelayanan yang sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan Inofatif
Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri serta memberi terobosan bagi
Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi
Dalam PMK. Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya, yaitu :
a. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan
b. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan.
c. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait
e. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat
f. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
h. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan
i. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya, yaitu :
a. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu
b. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif
c. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
d. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
e. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi
f. Melaksanakan rekam medis
h. Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan
i. Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
j. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan.
Tugas Pokok Apoteker
Berdasarkan PMK. Nomor 73 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Umum di Lingkungan Kementerian Kesehatan, uraian tugas apoteker sebagai berikut :
1. Mengumpulkan data maupun literatur kefarmasian 2. Menyusun draft surat permintaan obat
3. Menganalisis mutu bahan obat 4. Menguji mutu sediaan obat jadi
5. Menyusun draft rekomendasi pengujian mutu
6. Menyusun draft berita acara pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan rumah tangga
7. Melaksanakan sterilisasi bahan dan alat kesehatan 8. Memeriksa dan menilai resep
9. Meracik obat
10. Menyerahkan kepada pasien disertai dengan penjelasan penggunaan obat 11. Menyusun draft berita acara pemusnahan resep
12. Menyusun draft penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan 13. Menyusun Draft laporan kegiatan
14. Menyusun Laporan pelaksanaan tugas 15. Menyusun laporan lain-lain
C. Nilai-Nilai Dasar ASN 1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi.
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis.
c. Memperlakukan warga Negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
d. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintah.
Akntabilitas publikdapat dibedakan menjadi dua,yaitu akuntabilitas vertical (verticalaccountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggung jawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi.Akuntabilitas vertikal membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada publik.
Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggung jawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan“ke samping” kepada para pejabat lainnya dan lembaga negara. Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel antara lain:
a. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya komitmen yang tinggi dlam melakukan pekerjaan);
b. Transparasi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkankepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);
c. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang, kontrak, kebajikan, dan peraturan yang berlaku);
d. Tanggung jawab/ Responsibilitas (terbagiatas responsibilitas perseorangan dan responsibilitas institusi);
e. Keadilan (ketidak adilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi);
f. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal– hal yangdapat dipercaya);
g. Keseimbangan(keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenngan, serta harapan dan kapasitas);
h. Kejelsan(mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan i. Konsisten(konsistensi menjamin kestabilan).
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai akuntabilitas yang harus
jujur, kejelasan target, metral, mendahukan public, adil, transparan dan partisipatif.
3. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut: religius (patuh kepada ajaran agama), hormat menghormati, kerjasama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana, kerja keras, dan menghargai karya orang lain.
4. Etika Publik
Yaitu pembelian pelayanan kepada masyarakat Seorang PNS harus mampu memberi pelayanan yang ramah selama menjalankan tugasnya. Dalam kondisi apapun, PNS tidak boleh terlihat sombong, angkuh, galak, apalagi tidak sopan. Aspek etika publik antara lain:
a. Jujur;
b. Integritas;
c. Disiplin;
d. Sopan;
e. Transparan;
f. Kerjasama;
g. Empati;
h. Respek; dan i. Keluwesan.
5. Komitmen Mutu
Yaitu sikap menjaga efektivitas dan efisiensi mutu. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik yang menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari kuantitas dan mutu hasil kerja, melainkan kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
b. Efisien
Efisiensi adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilakukan sehingga dapat diketahui ada tidaknya penggunaan sumber daya yang berlebihan, penyalahgunaan alokasi, penyimpanagan prosedur dan mekanisme yang tidak sesuai dengan alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik merupakan hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen.
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapan. Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11) yaitu:
1) Tangibles, yaitu bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan pegawai dan sarana komunikasi.
2) Reliability, yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera
3) Responsiveness, yaitu keinginan untuk memberikan pelayanan dengan tanggap.
4) Assurance, yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya.
5) Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan perhatian yang tulus terhadap kebutuhan pelanggan
6. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi dikatakan sebagai kejahatan yang luar biasa karena dampaknya yang luar biasa yaitu mampu merusak tatanan kehidupan dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat maupun ranah kehidupan yang lebih luas lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan pakar telah melakukan identifikasi nilai – nilai dasar anti korupsi. Ada 9 (sembilan) nilai – nilai anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri. Seseorang yang dapat berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri dari perbuatan curang.
b. Kepedulian
Dengan adanya kepedulian terhadap orang lain menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang antar sesama. Pribadi dengan jiwa sosial yang tinggi tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar.
c. Kemandirian
Kemandirian membentuk karakter pada diri seseorang untuk tidak mudah bergantung kepada pihak lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat.
d. Kedisiplinan
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.
Menurut Undang-undang No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7
suap-menyuap; (3) pemerasan; (4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam jabatan;
(6) benturan kepentingan dalam pengadaan; dan (7) gratifikasi.
D. Nilai-nilai Dasar Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen PPPK. PNS diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki suatu jabatan pemerintahan dan memilili nomor induk pegawai nasional. Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan; pengadaan; pangkat dan jabatan;
pengembangan karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan (LAN, Manajemen Aparatur Sipil Negara, 2014).
2. Whole of Government (WoG)
Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karena itu WoG dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan dengan melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait urusan-urusan yang relevan (Suwarno & Sejati, 2016).
WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu (Shergold & lain-lain, 2004).
3. Pelayanan Publik
LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah,
Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara Pelayanan Publik.
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry (rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah. Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem, non-rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya dapat dilakukan secara kolektif.
Perkembangan paradigma pelayanan meliputi: Old Public Administration (OPA), New Public Management (NPM) dan seterusnya menjadi New Public Service (NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan, responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
E. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya 1. Identifikasi Isu
Terdapat kesenjangan antara kondisis yang terjadi pada Puskesmas Poleang Tenggara dengan kondisi yang diharapkan sehingga memunculkan isu atau masalah.
Beberapa isu yang ditemukan yaitu : Tabel 2.5. Identifikasi isu
No Identifikasi Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondiisi yang Diharapkan 1 Belum optimalnya
waktu tunggu pelayanan obat racikan di puskesmas Poleang Tenggara
Pelayanan Publik Waktu peracikan belum optimal
Waktu peracikan obat lebih cepat dan tepat
2 Belum optimalnya pengelolaan obat yang
Manajemen ASN Pengelolaan obat mendekati kadaluarsa
Penggelolaan obat mendekati
mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
belum optimal kadaluarsa dapat lebih optimal untuk menghindari obat Expired date 3 Belum Terdapatnya
Ruang Konseling bagi Apoteker
Pelayanan Publik Belum ada ruang konseling bagi apoteker sehingga kegiatan konseling belum berjalan sebagaimna mestinya
Terdapat ruang konseling sehingga kegiatan konseling dapat berjalan dengan baik
Berdasarkan identifikasi isu tersebut, perlu dilakukan proses analisi isu untuk menentukan isu yang merupakan prioritas sehingga dapat dicarikan solusi. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan criteria kualitas isu yaitu berupa:
Tabel 2.6. Analisis isu APKL
No. Indikator Keterangan
1. Aktual (A) Isu yang sering terjadi atau dalam proses kejadian sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat
2. Problematik (P) Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
3. Kekhalayakan (K)
Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak
4. Layak (L) Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya
Tabel 2.7. Analisis Isu USG
No. Indikator Keterangan
1. Urgency (U) Mendesak atau tidaknya masalah tersebut
2. Seriousness (S) Dampak masalah terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak 3. Growth (G) Masalah tersebut berkembang sehingga sulit dicegah
Tabel 2.8. Penetapan isu menggunakan APKL dan USG No. Identifikasi Isu APKL
(Skor 1-5)
Peringkat USG Peringkat
A P K L U S G
1. Belum optimalnya waktu tunggu
pelayanan obat racikan di puskesmas Poleang Tenggara
3 2 4 3 2 3 3 2 2
2. Belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
4 3 4 5 1 4 4 3 1
3. Belum Terdapatnya Ruang Konseling bagi Apoteker
2 1 3 2 3 2 3 1 3
Dari analisis tersebut ditetapkan isu yang paling priritas yaitu “Belum optimalnya pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa di Puskesmas Poleang Tenggara” dikarenakan sebelumnya tidak ada tenaga Apoteker yang bertugas di Puskesmas Poleang Tenggara sehingga belum optimal pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa.
2. Analsis Dampak
Dampak apabila isu tidak segera diselesaikan menyebabakan obat-obatan tersebut menjadi kadaluarsa, tidak dapat digunakan dan menambah anggaran pemusnahan obat, berkuraangnya kepercayaan masyarakat karena berpotensi untuk penggunaan obat kadaluarsa dan pasien tidak mendapat hanya dengan optimal sehingga perlayanan belum optimal.
3. Faktor Penyebab Masalah
Setelah sebuah isu ditetapkan sebagai isu terpilih dalam rancangan aktualisasi, maka perlu ditelusuri faktor-faktor penyebab terjadinya isu :
4. Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecahan Isu 2.9. Tabel Pemecahan Isu
Unit Kerja : Puskesmas Poleang Tenggara
Isu yang diangkat : Belum optimalnya pengelolaan obat mendekati kadalauarsa di Puskesmas Poleang Tenggara
Judul : Optimalisasi pengelolaan dan pengawasan obat mendekati kadalauarsa dengan metode komputerisasi untuk meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Poleang Tenggara
Kegiatan : 1. Melaporkan rancangan aktualisasi kepada pimpinan 2. Membuat rancangan SOP Pengelolaan Obat Kadaluarsa
Belum optimalnya pengelolaan
obat yang mendekati kadaluarsa di
Puskesmas Poleang Tenggara
Belum tersedinya
SOP Tidak adanya SDM
sebelumnya (Apoteker) Tingkat kepatuhan
menjalankan SOP penyimpanan
rendah
Belum ada pemetaan obat sesuai tanggal kadaluarsa
3. Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk 4. Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO 5. Membuat master file kadaluarsa
6. Membuat label yang dilengkapi dengan nama obat dan tanggal kadaluarsa
7. Membuat daftar obat mendekati kadaluarsa untuk tim medis yang dapat digunakan untuk pemaksimalan peresepan
8. Evaluasi dari kegiatan aktualisasi
Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Tabel 2.10 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Melaporkan rancangan aktualisasi kepada pimpinan”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan konsultasi pelaksanaan kegiatan kepada pimpinan
Menyiapkan bahan konsultasi
yang akan
disampaikan kepada Kepala Puskesmas
Tersedianya bahan konsultasi yang akan disampaikan kepada kepala puskesmas
Akuntabilitas : Dalam menyiapkan bahan konsultasi, saya bertanggung jawab sebagai bentuk penghargaan kepada kepala puskesmas.
Nasionalisme : Dalam menyiapkan bahan konsultasi, saya menggunakan bahasa Indonesia
EtikaPublik : Dalam menyiapkan bahan, saya cermat dalam memilih bahan akan dikonsultasikan.
Komitmen Mutu : Menyiapkan materi sebelum melakukan konsultasi kepada Kepala Puskesmas sehingga pertemuan bisa berjalan dengan efektif
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel, professional dan amanah
Anti Korupsi : Sebelum melakukan konsultasi, saya mencetak bahan yang akan dikonsultasikan sebagai bentuk kerja mandiri
Melakukan konsultasi
rencana kegiatan
yang akan
diaktualisasikan kepada Kepala Puskesmas
Terlaksananya konsultasi dengan kepala puskesmas
Akuntabilitas : Dalam berkonsultasi dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan dengan jelas
Nasionalisme : Menyampaikan dengan menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Meminta izin Terbitnya izin Akuntabilitas : Dalam meminta izin
untuk
melaksanakan kegiatan rancangan aktualisasi
dari atasan. dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan dengan jelas
Nasionalisme : Menyampaikan dengan menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Dengan adanya persetujuan merupakan bagian untuk menjaga mutu kegiatan
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Adanya tahap kegiatan yang kurang disetujui pimpinan
Strategi Menghadapi Kendala : Menjelaskan dengan bahasa yang sopan kepada pimpinan tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan pada saat melakukan habituasi
Tabel 2.11 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Membuat rancangan SOP Pengelolaan Obat Kadaluarsa”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2 Membuat SOP Pengelolaan Obat
Kadaluarsa
Mengumpulkan data referensi dalam
pembuatan SOP
Tersedianya data referensi yang akan digunakan dalam pembuatan SOP
Akuntabilitas : Pengumpulan informasi dari sumber yang terpercaya merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan informasi yang benar dan akurat
Nasionalisme : Dengan referensi yang jelas maka SOP yang disusun sesuai dengan prosedur yang berlaku sehingga kepentingan bersama akan terpenuhi Etika Publik : Dalam menyiapkan referensi SOP, saya lakukan dengan cermat dalam memilih bahan akan di jadikan referensi
Komitmen mutu : Mengambil referensi berdasarkan kegiatan yang
Kegiatan ini sesuai
dengan visi
mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi puskesmas yaitu memberikan pelayanan
yang bermutu,
berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel, professional dan amanah
akan dilakukan dalam penyusunan SOP, agar lebih efektif
Anti korupsi : Dalam mencari SOP, saya melakukannya secara mandiri
kewajiban pasien/
pelanggan
Penyusunan kerangka rancangan SOP
Tersusunnya rancangan SOP yang telah dibuat
Akuntabilitas : Saya menyusun SOP dengan tekun sebagai wujud tanggung jawab terhadap tugas
Nasionalisme : Dalam menyusun SOP, saya menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Dalam merancang SOP, saya merancang sesuai dengan aturan penulisan yang ada di puskesmas Komitmen mutu : Saya menuangkan ide dari referensi yang didapatkan dalam menyusun SOP agar kualitas SOP bermutu
Anti korupsi : Saya menyelesaikan SOP tepat waktu, menunjukkan sikap disiplin
Mengusulkan Terlaksanaya Akuntabilitas : Dalam pengusulan
SOP yang telah dibuat kepada kepala
Puskesmas
pengusulan SOP yang telah dibuat kepada kepala Puskesmas
SOP kepada kepala puskesmas, saya menyerahkan SOP yang telah dibuat
sebagai bentuk fisik
pertanggungjawaban
Nasionalisme : Saya menyerahkan hasil SOP yang telah dibuat dengan percaya diri karena tertuang dari referensi terpercaya dan disusun secara sistematis
Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Saya memberikan waktu kepada kepala puskesmas untuk meninjau kembali SOP untuk diberikan saran perbaikan agar SOP bisa lebih bermutu
Anti korupsi : Saya menyelesaikan dan menyerahkan SOP yang telah
dibuat sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, menunjukkan sikap disiplin Melaporkan
hasil SOP yang telah direvisi oleh kepala puskesmas
Terlaksananya pelaporan SOP yang telah disetujui kepala
puskesmas dan
terlaksananya pengesahan SOP
Akuntabilitas : Saya mampu mempertanggung jawabkan hasil akhir SOP yang direvisi sebagai standar yang akan ditetapkan dan digunakan
Nasionalisme : Saya menyerahkan hasil SOP yang direvisi sebagai bentuk menghargai atasan yang telah memberikan masukan dan saran
Etika Publik : Saya bersikap hormat kepada atasan dengan terlebih dahulu mengetuk pintu dengan sopan dan meminta izin masuk serta menyerahkan SOP keatasan untuk disahkan dan ditetapkan
Komitmen mutu : Saya tidak lupa meminta tanda tangan dan stempel puskesmas sebagai bukti legalitas SOP, berorientasi mutu
Anti korupsi : Saya mengesahkan SOP yang telah direvisi sesuai dengan jadwal yang telah disepakati menunjukkan sikap disiplin
ANALISISS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Adanya beberapa sejawat dalam unit kerja yang kurang merespon rencana kegiatan pembuatan SOP
Strategi Menghadapi Kendala : Pemberian atas manfaat yang akan diperoleh dari terbentuknya SOP dan jika disahkan maka akan menjadi sumber acuan pengelolaan obat mendekati kadaluarsa
Tabel 2.12 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3 Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Terbentuknya konsep pemetaan
Akuntabilitas : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya mencantumkan nama obat dan tanggal kadaluarsa untuk kejelasan
Nasionalisme : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal kadaluarsa dilakukan dengan hati-hati agar tidak salah menuliskan nama obat dan tanggal kadaluarsa
Komitmen mutu : Dalam membuat
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi puskesmas yaitu
1. memberikan
pelayanan yang bermutu, berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan kewajiban pasien/
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel,
professional, tertib, amanah dan inovatif
konsep pemetaan bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam membuat konsep pemetaan tanggal secara mandiri dan dapat dipertanggung jawabkan
pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman
Dan visi Mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera
Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep pemetaan tanggal kadaluarsa di
Tersedianya konsep dan rancangan yang disetujui mentor
Akuntabilitas : Dalam berkonsultasi dengan pimpinan, saya menyampaikan maksud dan tujuan pemetaan dengan jelas
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi, saya menggunakan bahasa Indonesia
gudang induk Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Terlaksananya pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk
Akuntabilitas : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya melakukan sesuai dengan konsep pemetaan sebagai bentuk konsistensi
Nasionalisme : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam melakukan
pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya lakukan dengan hati-hati agar tidak salah menuliskan nama obat dan tanggal kadaluarsa
Komitmen mutu : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam melakukan pemetaan tanggal kadaluarsa di gudang induk, saya lakukan dengan mandiri dan jujur
Melakukan evaluasi kegiatan pemetaan tanggal kadaluarsa
Terbentuknya hasil evaluasi
Akuntabilitas : Melakukan evaluasi agar kegiatan yang dilakukan dapat di pertanggung jawabkan
Nasionalisme : Melakukan kegiatan dengan semangat pemetaan tanggal agar hasil yang dihasilkan optimal Etika Publik : Melakukan kegiatan dengan cermat agar mengetahui proses
yang harus ditindaklanjuti
Komitmen mutu : Evaluasi agar dapat memberikan perbaikan yang berkelanjutan
Anti korupsi : Melakukan evaluasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pegelolaan obat
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Membutuhkan waktu yang lama karena banyak barang yang dimiliki Strategi menghadapi kendala : Bekerjasama untuk melakukan pemetaan dengan petugas farmasi lainnya
Tabel 2.13 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4 Penyimpanan obat
menggunakan metode FEFO/FIFO (First Expired First Out/ First In First Out)
Membuat konsep Penyimpanan obat
menggunakan metode FEFO/FIFO (First Expired First Out/ First In First Out)
Terbentuknya konsep Penyimpanan obat
menggunakan metode FEFO/FIFO (First Expired First Out/ First In First Out)
Akuntabilitas : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO untuk kejelasan
Nasionalisme : Dalam membuat konsep penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO, saya buat untuk kepentingan bersama
Etika Publik : Dalam membuat konsep penyimpanan obat menggunakan metode FEFO/FIFO, saya bekerja dengan cermat agar konsep yang dibuat dapat dipergunakan dengan baik
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi puskesmas yaitu
1. memberikan
pelayanan yang bermutu, berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan kewajiban pasien/
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel,
professional, tertib, amanah dan inovatif
Komitmen mutu : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO bertujuan untuk pengelolaan obat yang efektif
Anti korupsi : Dalam membuat konsep penyimpanan obat, saya menggunakan metode FEFO/FIFO tanggal secara mandiri dan dapat dipertanggung jawabkan
pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman Dan visi mewujudkan
pelayanan kesehatan
terbaik dan
professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera
Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep penyimpanan di gudang induk
Tersedianya konsep dan rancangan yang disetujui mentor
Akuntabilitas : Dalam proses penyimpanan, saya menerima usulan dan saran dari mentor dengan penuh tanggung jawab
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi dengan mentor, saya
menggunakan bahasa Indonesia Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen Mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melaksanakan penyimpanan sesuai SOP penyimpanan obat yang sudah ada dan dibantu oleh petugas farmasi
Terlaksananya penyimpanan FEFO/FIFO
Akuntabilitas : Dalam melaksanakan penyimpanan, saya menggunakan metode FEFO/FIFO untuk kejelasan Nasionalisme : Dalam melaksanakan penyimpanan obat, saya bekerja sama dengan petugas farmasi lain
Etika Publik : Dalam melaksanakan penyimpanan, saya menghargai teman kerja dalam bekerja
Komitmen mutu : Membuat inovasi label HOLD yang dibuat untuk karantina produk yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih panjang
Anti korupsi : Saya melakukan penyimpanan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, menunjukkan sikap disiplin
Melakukan evaluasi kegiatan penyimpanan
Terbentuknya hasil evaluasi
Akuntabilitas : Saya melakukan evaluasi agar kegiatan yang dilakukan dapat di pertanggung jawabkan Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan dengan, saya lakukan dengan semangat
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya bersikap cermat agar mengetahui proses yang harus ditindaklanjuti
Komitmen mutu : Saya melakukan evaluasi agar dapat memberikan
perbaikan yang berkelanjutan
Anti korupsi : Saya melakukan evaluasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pegelolaan obat
ANALISIS DAMPAK
Kendala yang mungkin terjadi : Banyak obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih dari satu
Strategi menghadapi kendala : Memisahkan data obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih dari satu pada file pemetaan untuk mempermudah proses penyimpanan obat
Tabel 2.14 Deskripsi Kegiatan dan Analisis Keterkaitan Nilai Dasar “Membuat master file kadaluarsa”
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan Kontribusi terhadap visi
& misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5 Membuat master file kadaluarsa
Membuat konsep pengingat otomatis pada master file obat mendekati kadaluarsa
Terbentuk konsep pengingat otomatis pada master file obat mendekati kadaluarsa
Akuntabilitas : Dalam pembuatan master file tanggal kadaluarsa dilakukan untuk kejelasan informasi Nasionalisme : Saya bekerja keras dalam pembuatan master file agar mendapatkan hasil yang baik
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya lakukan dengan cermat agar tidak terjadi kekeliruan saat membuat konsep master file
Komitmen mutu : Saya membuat konsep inovasi dengan tujuan agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan optimal
Anti korupsi : Dalam membuat master
Kegiatan ini sesuai dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik dan professional menuju masyarakat poleang tenggara sehat dan sejahtera dan Misi puskesmas yaitu
1. Memberikan
pelayanan yang bermutu, berkeadilan dan terjangkau oleh masyarakat dengan mengedepankan hak dan kewajiban pasien/
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap rancangan aktualisasi kepada pimpinan yaitu akuntabel,
professional, inovatif dan amanah
file, saya buat dengan mandiri pelanggan 2. Meningkatkan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana guna terciptanya pelayanan yang aman dan nyaman
Melakukan konsultasi dengan mentor tentang konsep master file kadaluarsa obat
Tersedianya konsep dan rancangan yang disetujui mentor
Akuntabilitas : Dalam proses konsultasi, saya menerima usulan dan saran dari mentor dengan penuh tanggung jawab
Nasionalisme : Dalam melakukan konsultasi dengan mentor, saya menggunakan bahasa indonesia
Etika Publik : Sopan santun saat bertemu dengan mentor, mengucapkan salam dan mengetuk pintu sebelum masuk di ruangan
Komitmen Mutu : Mencatat masukan dari kepala puskesmas agar konsultasi
berjalan dengan efisien
Anti korupsi : Datang tepat waktu dapat mencerminkan nilai disiplin waktu
Melakukan koordinasi dengan petugas farmasi tentang pembuatan master file kadaluarsa obat
Terlaksanaya koordinasi
Akuntabilitas : Dalam melakukan kegiatan, saya berkoordinasi dengan petugas lain suatu upaya untuk kejelasan konsep yang akan dibuat Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan, saya bekerja sama dengan petugas farmasi
Etika Publik : Dalam melakukan kegiatan, saya berkoordinasi dengan sopan santun
Komitmen mutu : Dalam melakukan kegiatan ini, saya lakukan agar pengelolaan dan pelayanan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien Anti korupsi : Dalam melakukan koordinasi, saya bersikap jujur kepada