• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)

1

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DESA LANGGAPULU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN

KONAWE SELATAN

Oleh : MUAEMANA, AMd.Kep NDH : 24

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN XXVIII

TAHUN 2021

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA KENDARI

2021

(2)

2

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Jalan Chairil Anwar No.8A Puwatu Tlp.3124061 Fax.3125905

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DESA LANGGAPULU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN

KONAWE SELATAN

Oleh

Muaemana, Amd.Kep NIP.19850825 201903 2 007

Kendari, 26 November 2021 PENGUJI COACH MENTOR

ARDIN, SE., MM NIP. 196602201986101004

Ir . H. AM IR MA’S UM NIP. 19671001 199303 1 008

ARWAN, SKM NIP. 19700612 199403 1 011

Mengetahui:

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,

SYAHRUDDIN NURDIN, SE Pembina Utama Madya, Gol. IV/d

NIP.19660621 199012 1 001

(3)

3

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Jalan Chairil Anwar No.8A Puwatu Tlp.3124061 Fax.3125905

LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DESA LANGGAPULU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN

KONAWE SELATAN

Oleh:

Muaemana, AMd.Kep NIP.19850825 201903 2 007

Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal: 26 November 2021

COACH, MENTOR

Ir . H. AM IR MA’S UM NIP. 19671001 199303 1 008

ARWAN, SKM

NIP. 19700612 199403 1 011

(4)

4 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN... ...ii

HALAMAN PENGESAHAN...iii

KATA PENGANTAR...iv

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL...vi

DAFTAR GAMBAR...vii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG...1

1.2. TUJUAN...3

1.3. MANFAAT... ..3

1.4. RUANG LINGKUP...3

1.5. WAKTU DAN TEMPAT... ... ....4

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN 2.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1.1. Kedudukan Organisasi...6

2.1.2. Visi Misi Organisasi... ..6

2.1.3. Nilai Organisasi... ..6

2.1.4. Struktur Organisasi... ..7

2.1.5. Tugas Dan Fungsi Organisasi... 9

2.1.6. Tugas Pokok... . ..10

2.1.7. Identifikasi Dan Penetapan Isu... . ..15

2.1.8. Analisis Isu... .. 17 2.2. KONSEP NILAI DASAR KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

(5)

5

2.2.1. Akuntabilitas... ...19

2.2.2. Nasionalisme... 19

2.2.3. Etika Publik...20

2.2.4. Komitmen Mutu... ...21

2.2.5. Anti Korupsi...22

BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI 3.1. GAGASAN KREATIF SEBAGAI PEMECAHAN ISU...24

3.2. DESKRIPSI/ PENJELASAN KEGIATAN ...25

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN 4.1KENDALA DAN ANTISIPASI...……...56

4.2CAPAIAN AKTUALISASI………57

4.3PELKSANAAN KEGIATAN DAN CAPAIANNYA………..62

BAB V PENUTUP 5.1.KESIMPULAN...108

5.2.SARAN...108

5.3.RENCANA TINDAK LANJUT...109 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(6)

6

1DAFTAR TABEL

Tabel .1 Manfaat kegiatan...4

Tabel .2 Sarana prasarana ...11

Tabel .3 Keadaan ketenaga menurut Tingkat Pendidikan Dan Status ketenagaan ...13

Tabel 4.Analisis isu berdasarkan Kriteria APKL ...16

Tabel 5. Dampak Isu……….……….… 17

Tabel 6..Gagasan kreatif yang terpilih sebagai pemecahan isu ...24

Tabel 7 Deskripsi kegiatan...25

Tabel 8.Jadwal kegiatan ...55

Tabel 9 Upaya Antisipasi kendala ...56

Tabel 10 Capaian Aktualisasi ...57

Tabel 11 Pelaksanaan Aktualisasi dan capaiannya ...62

Tabel 12.Kontribusi dan Gambaran dampak Pelaksanaan Aktualisasi……….….100

(7)

7

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 : Rancangan aktualisasi yang akan dikonsultasikan kepada mentor ……62

Gambar 4.2 : Mengkonsultasikan rencana kegiatan kepada mentor/ atasan………..…63

Gambar 4.3 : Membuat surat persetujuan kegiatan………..64

Gambar 4.4: Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan………. 65

Gambar 4.5: Mengumpulkan materi leaflet……… .66

Gambar 4.6 : Menyusun konsep materi leaflet………...…..……67

Gambar 4.7 : Mencetak leaflet………..69

Gambar 4.8 : konsultasi dengan kepala desa lanngapulu………..……..70

Gambar 4.9: Meminta surat persetujuan kegiatan………..……….……..71

Gambar 4.10 : Media sosialisasi /leaflet Indikator PHBS Rumatangga………...72

Gambar 4.11: Sosialisasi diPOSYANDU…….……….73

Gambar 4.12 : Sosialisasi door to door………..……… ...75

Gambar 4.13 : Membuat dan mencetak questioner . ………..……..86

Gambar 4.14 : Mengumpulkan questioner PHBS rumah tangga………..…....87

Gambar 4.15 : Hasil rekapan quesionerPHBS rumah tangga……….………...89

Gambar 4.16 : Konsultasi dengan kepala sekolah SDN 11 KOLONO………... ,....90

Gambar 4.17 : Meminta surat persetujuan sosialisasi disekolah………....91

Gambar 4.18 : gambar konsultasi jadwal kegiatan………..……92

Gambar 4.19 : gambar Media sosialisasi/ leaflet Indikator PHBS di sekolah ……93

Gambar 4.20 : gambar membagikan leaflet pada siswa……….94

Gambar 4.21: Sosialisasi di sekolah SDN 11 KOLONO ………95

Gambar 4.22: Membuat questioner indicator PHBS disekolah………...96

Gambar 4.23 : Membagikan questioner indicator PHBS disekolah………..….97.

Gambar 4.24 : Mengumpulkan questioner PHBS disekolah……….98

Gambar 4.25 : Hasil rekapan quesionerPHBS disekolaH………..99

(8)

8

B AB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam rangka mencapai tujuan nasioanal sebagaimana tercantum dalam alenia ke-4 pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluru tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemardekaan, perdamain abadi dan keadilan social. Maka diperlukan ASN yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan public bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Dalam praktiknya seorang pegawai ASN diserahi tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan publik, pelaksana kebijakan publik, dan tugas sebagai pemersatu bangsa.

Tugas pelayanan public dilakukan dengan memberikan pelayanan atas barang dan jasa atau pelayanan administratif yang disediakan oleh pegawai ASN.

Salah satu cara untuk mewujudkan pegawai ASN yang professional tersebut dapat dimulai dari pendidikan dan pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil (latsar CPNS) yang didalamnya menanamkan nilai- nilai dasar profesi ASN terutama dalam proses internalisasi pada diri masing-masing peserta. Nilai-nilai dasar profesi ASN antara lain adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika public, Komitmen mutu, dan Anti korupsi yang lasim disebut ANEKA. Dalam proses internalisasi nilai- nilai dasar tersebut peserta akan mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga peserta merasakan manfaatnya secara langsung, dengan demikian nilai- nilai dasar tersebut terpaut kuat dalam dirinya.

Dibidang Kesehatan fungsi ASN sebagai pelayanan public yang bersipat mutlak dan erat kaitannya dengan ‘kesejahteraan masyarakat. Untuk semua pelayanan yang bersifat mutlak, Negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan

(9)

9

layanan yang bermutu dan mudah didapatkan setiap saat. Salah satu wujud nyata penyediaan layanan public dibidang kesehatan adalah adanya puskesmas.

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki peran yang optimal dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Puskesmas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama lebih mengupayakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya diwilayah kerjanya, serta menyediakan layanan yang bermutu namun dengan biaya yang relative terjangkau untuk masyarakat, yang didukung dengan tersedianya sumber daya manusia yg memadai dibidang kesehatan, salah satunya adalah perawat.

Adapun salah satu tugas dan fungsi perawat adalah Melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya promotif dimasyarakat. Berdasarkan tugas dan fungsi tersebut maka penulis berinisiatif untuk memilih isu tentang rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu jaya.

Berdasarkan data Cakupan Rumah Tangga ber-PHBS di Wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Tahun 2020 dan tahun 2019 sama yaitu hanya mencapai 19% saja, karena disebabkan adanya pandemic covid 19 yg berakibat pada program promosi kesehatan tidak berjalan. (sumber :profil Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Thn 2020). Maka Berdasarkan data tersebut maka penulis berinisiatif untuk memilih isu tentang rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di desa Langgapulu kecamtan kolono Timur kabupaten konawe selatan. Adapun salah satu solusinya yaitu Melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) didesa Langgapulu Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Terutama yang berkaitan dengan PHBS dirumah tangga dan PHBS disekolah. Adapun indicator PHBS dirumah tangga terdiri dari 10 poin yaitu: persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif,menimbang bayi dan balita secara berkala,cuci tangan dengan sabun

(10)

10

dan air yang bersih, menggunakan air yang bersih, menggunakan jamban yang sehat, memberantas jentik nyamuk, mengkonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari,dan tidak merokok dirumah. Sedangkan indicator PHBS disekolah terdiri dari 15 indikator yaitu : Mencuci tangan dengan air yang mengalir menggunakan sabun, Mengkonsumsi jajanan sehat dikantin sekolah, menggunakan jamban sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok disekolah, menimbang berat badan setiap 6 bulan sekali, memakai sepatu bersih dan rapih, memelihara kuku agar selalu pendek dan bersih, memakai pakaian bersih dan rapih, memelihara rambut agar bersih dan rapih, membuang sampah ketempat sampah yang terpilah, menggosok gigi secara rutin, tidak menggunakan NAPZA , adanya ruang UKS dan kader dokter cilik disekolah.

Untuk melakukan kegiatan sosialisasi tersebut hendaknya dibutuhkan ASN/

perawat Profesional yang mampu menerapkan nilai dasar ASN yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi .Kemudian melakukan aktualisasi nilai dasar ditempat kerja kemudian disusun laporan sebagai pertanggung jawaban dari kegiatan yang dilakukan. Sehubungan kegiata sosialisasi ini dilakukan dimasa pandemic covid 19, sehingga segala kegiatan harus sesuai dengan protokol kesehatan yaitu 5 M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Membatasi mobilisasi. Sehingga kegiatan aktualisasi tidak dapat terlaksana dengan baik.

1.2 TUJUAN KEGIATAN 1. Tujuan Umum

Tujuan kegiatan aktualiasi nilai dasar aparatur sipil Negara adalah: Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi ASN yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika public, Komitmen mutu, dan Anti korupsi.

(11)

11 2.Tujuan khusus

Tujuan khusus dari aktualisasi ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS) di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan.

1.3. MANFAAT KEGIATAN

Manfaat kegiatan aktualisasi nilai dasar Aparatur Sipil Negara adalah:

Tabel 1. Manfaat Kegiatan Aktualisasi Manfaat kegiatan

Masyarakat Organisasai Diri sendiri

Dapat Meningkat derajat kesehatan masyarakat didesa langgapulu

Dapat meningkatkan cakupan programer

promkes UPTD

Puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya

Teraktualisasinya nilai- nilai ANEKA dalam diri .

1.4. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Ruang lingkup laporan kegiatan aktualisasi meliputi upaya untuk meningkatan pengetahuan masyarakar didesa langgapulu kecamatan kolono timur kabupaten Konawe Selatan melalui melalui sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) didesa Langgapulu.sehubungan adanya dampak COVID- 19.Pelaksanaan Diklat dan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dilaksanakan selama 56 hari kerja dimulai dari tanggal 16 september 2021 sampai dengan 12 november 2021.Dengan rincian 18 hari kerja mulai tanggal 16 september sampai tanggal 3 oktober 2021 untuk pembelajaran klasikal (on campus) di hotel plaza kubra kendari dan 30 hari kerja atau pembelajaran non klasikal (off campus) atau aktualisasi di

(12)

12 1.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

1. Waktu

Waktu pelaksanaan kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ini yaitu tanggal 4 oktober sampai dengan 8 november 2021.

2. Tempat

Tempat pelaksanaan kegiatan Aktualisasi dan Habituasi yaitu di d e s a L a n g g a p u l u k e c a m a t a n k o l o n o T i m u r k a b u p a t e n K o n a w e S e l a t a n .

(13)

13

BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEP NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA ( ASN )

2.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1.1. Kedudukan Organisasi

UPTD Pukesmas Tumbu-Tumbu Jaya merupakan Puskesmas yang berada di Desa Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara. Selanjutnya Kecamatan Kolono Timur merupakan Pemekaran dari Kecamatan Kolono. Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya didirikan pada Tahun 2013 dan diresmikan Pada Bulan Maret Tahun 2014.

Letak Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya berjarak ± 105 Km² dari Ibukota Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo dan ± 115 Km² dari Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara di Kendari. Adapun luas wilayah kerja Puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya yakni 195 km² yang tersebar pada 10 desa.

Adapun batas-batas wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya sebagai berikut :

• Sebelah utara : Berbatasan Dengan Kecamatan Moramo

• Sebelah timur : Berbatasan Dengan Kecamatan Laonti

• Sebelah selatan: Berbatasan Dengan Teluk Kolono

• Sebelah barat : Berbatasan Dengan Kecamatan Kolono

2.1.2. Visi Misi Organisasi 1. Visi

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu dan keluarga.

(14)

14 2. Misi.

a. Menggerakkan Pembangunan Kesehatan di Kecamatan Kolono Timur b. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan

pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

c. Meningkatkan Profesionalisme sumber daya manusia dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

d. Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan Kesehatan Masyarakat. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerja.

e. Meningkatkan tata kelola Puskesmas yang baik melalui perbaikan manajemen yang profesional, akuntabel, efektif dan efisien.

f. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan g. Membangun Sistem Informasi dan Manajemen Puskesmas yang baik

dan benar

2.1.3. Tata Nilai Organisasi

Adapun tata nilai yang dikembangkan diUPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya adalah KPKR yakni :

- Kejujuran, - Profesionalisme, - Keterbukaan,

- Ramah dan Responsive.

2.1.4 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Tugas puskesmas malaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya dalam rangka mendukung dalam rangka mewujudkan kecamatan sehat. (PMK 75 Tahun 2014).

Sedangkan fungsi Puskesmas pada dasarnya meliputi ; a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, b. Pusat pemberdayaan masyarakat

(15)

15 c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Adapun tujuan organisasi UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya adalah:

1) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, Organisasi profesi dalam pembangunan kesehatan.

2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis kebutuhan; dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif.

3) Meningkatkan sistim perencanaan dan pengelolaan pembiayaan pembangunan kesehatan yang berbasis pada kebutuhan & masalah.

4) Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu.

(16)

16 2.1.5 Struktur Organisasi

ICROMPOIC iAllAl.AN FUHGSONAI..

OOKTER DOXTCJlGIGI

NOT[X[lt

BIOAH P(MA.WA'f

•ROM-.C:CS NUlltlSll)Hl$T CPE[MOlOCI CHlOMOlOG.I

(17)

17

2.1.6 Tugas Pokok dan fungsi Perawat Terampil

Uraian kegiatan tugas jabatan fungsional perawat trampil menurut permenpan no.35 tahun 2019 pasal 8 meliputi:

1) Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu .

2) Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan, 3) Melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam

rangka melakukan upaya promotif.

4) Memfasilitasi penggunaan alat- alat pengamanan/ pelindung diri pada pasien untuk mencegah resiko cedera pada individudalam rangka upaya preventif.

5) Memberikan oksigenasi sederhana,

6) Memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat /bencana/kritikal,

7) Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas resiko penularan infeksi.

8) Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medical bedah,

9) Melakukan intervensi keperawatan sfesifik yang sederhana diarea anak, 10) Melakukan intervensi keperawatan sfesifik yang sederhana maternitas , 11) Melakukan intervensi keperawatan sfesifik yang sederhana diarea

komunitas,Melakukan intervensi keperawatan sfesifik yang sederhana diarea jiwa,

12) Melakukan tindakan terapi komplementer/holistic,

13) Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada tahap pre/intra/post oprasi.

14) Memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan paliatif.

15) Memberikan dukungan/fasilitas kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan kehilangan /berduka /menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan.

16) Melakukan perawatan luka

(18)

18

17) Melakukan dokumentasi tindakan keperawatan.

2.1.7 Data-data sumber daya yang dimiliki unit kerja dan data-data terkait isu yang diangkat

A. Sarana dan prasarana kesehatan

Dalam sistim pelayanan kesehatan selain sumber daya manusia atau ketenagaan maka keberadaan sarana dan prasarana adalah sangat penting dan dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana diUPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur nampak pada uraian dibawah ini :

1. Gedung UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dan Jaringannya Gedung UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya merupakan sarana pelayanan kesehatan terdepan yang berada di Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe selatan. UPTD Puskesmas ini didirikan pada tahun 2013 dan diresmikan Pada Bulan Maret Tahun 2014 . UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu jaya memiliki jaringan pelayanan kesehatan di desa yang terdiri 2 (dua) Pustu dan 5 (lima) Poskesdes, seperti yang nampak pada dibawah ini :

Tabel 2. Sarana dan Prasarana

No Sarana dan Prasarana Jumlah

(Unit) Keadaan

1 Bangunan Puskesmas 1 Baik

a. Ruang Kapus 1 Baik

b. Ruang T U 1 Baik

c. Ruang Kartu 1 Baik

d. Ruang IGD 1 Baik

e. Ruang Poli Umum & Gigi 2 Baik

f. Ruang Apotik 1 Baik

(19)

19

g. Ruang Gizi 1 Baik

h. Ruang Imunisasi / P2 1 Baik

i. Ruang KIA/ Ruang MTBS 1 Baik

j. Ruang Bersalin 1 Baik

k. Gudang Obat 1 Baik

l. Ruang WC 3 Baik

m. Aula / Ruang Rapat 0 Tidak ada

2. Rumah Dinas 2 Buah

4 Kendaraan Dinas

a. Mobil 1 Rusak Berat

1 Baik

b. Motor 2 Baik

5 Pustu

a. Pustu Lambangi 1 Baik

b. Pustu Ulunese 1 Baik

6 Poskesdes

a. Poskesdes Rumba-Rumba 1 Baik

b. Poskesdes Batu Putih 1 Baik

c. Poskesdes Amolengo 1 Baik (Baru)

d. Poskesdes Langgapulu 1 Baik (Baru)

e. Poskesdes Ampera 1 Baik (Baru)

f. Poskesdes Rambu-Rambu 1 Baik (Baru)

7. Posyandu 10

8. Posbindu 10

Sumber : Data Primer UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kec.

Kolono TimurTahun 2020 B. Data Sumberdaya Tenaga Kesehatan

Secara umum tenaga kesehatan dapat dibedahkan dalam dua kategori, yakni tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Tenaga Kesehatan menurut PP nonor 32 1996, adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan atau

(20)

20

keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan dibidang kesehatan serta mengabdikan dirinya dibidang kesehatan.

Bila dilihat dari keadaan sumber daya ketenagaan diUPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.

Keadaan Ketenagaan Puskesmas TumbuTumbu JayaTahun 2020 PNS Kontrak

Daerah NS Sukarela

1. Dokter Umum 0 0 1 0 1

2 Dokter Gigi 0 0 1 0 1

3 Perawat 2 0 2 2 6

4 Bidan 7 0 1 7 15

5 Kesmas 1 4 1 0 6

6. Kesehatan Lingkungan 0 0 1 0 1

7. Tenaga Gizi 0 0 1 0 1

8 Tenaga Farmasi 0 0 1 0 1

9

Tenaga

Analis/Laboratorium 0 0 0 1 1

10 Tenaga Administrasi 0 1 0 1 2

11 Pekarya 0 0 0 0 0

12 Perawat gigi 0 0 0 1 1

Jumlah 11 5 9 12 37

C. Data Rumah Tangga yang tidak berPHBS

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah Tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Dalam PHBS tatanan Rumah

(21)

21

terdapat 10 (sepuluh) indicator untuk menentukan Rumah tangga ber-PHBS atau tidak ber-PHBS meliputi ; Persalinan ditolong oleh Nakes, Pemberian ASI Eksklusif, Menimbang setiap bulan, Tersedianya sarana air bersih, tersedianya jamban, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, Makan sayuran dan buah, memberantas jentik, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah.

Dalam penentuan rumah tangga yang ber-PHBS bila dari 10 (sepuluh) indicator PHBS terdapat salah satu indicator yang bermasalah maka rumah tangga tersebut dikatakan tidak ber-PHBS. Untuk mengetahui cakupan PHBS pada tatanan rumah tangga maka dilakukan pendataan PHBS setiap tahun pada seluruh rumah tangga. Dari hasil pendataan tersebut diperoleh gambaran cakupan PHBS tahun2020 nampak pada grafik 72 sebagai berikut;

Grafik.Cakupan Rumah Tangga ber-PHBS menurut desa di Wilayah kerja UPTD

Puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya Tahun 2020 Berdasarkan data

Cakupan Rumah Tangga ber- PHBS di Wilayah

45 40 35 30

25 19

20 14

15 11 10

5 0

39

28 27 28

24 21 22 19

kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Tahun 2019 dan tahun 2020 sama yaitu hanya mencapai 19% saja , karena disebabkan adanya pandemic covid 19 yg berakibat pada program promosi kesehatan tidak berjalan. (sumber :profil Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Thn 2020). Serta berdasarkan grafik diatas

(22)

22

menunjukkan bahwa desa langgapulu merupakan desa yg paling rendah cakupan PHBS-nya.

2.1.8. Identifikasi Dan Penetapan Isu

Rancangan aktualisasi disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai perawat terampil di UPTD Puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya .

Berdasarkan tugas dan fungsi perawat terampil dalam Permenpan no.35 tahun 2019, pasal 8 pada poin:1 dan 3.Telah ditetapkan beberapa isu atau masalah, antara lain;

1. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan.

2. Tidak optimalnya pelayanan pasien diruang poli umum UPTD Puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya.

3. Rendahnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan dipoli umum pada UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dimasa Pandemi covid 19.

Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan ,perlu dilakukan proses analisis isu ,untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis.

Adapun analisis isu yang dipakai pada penentuan prioritas masalah adalah metode APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan). Yang artinya sebagai berikut:

1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat.

2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.

3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

4) Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Metode ini menggunakan skala likert yaitu dari angka 1-5 dimana:

(23)

23

 5 : Sangat kuat pengaruhnya

 4 : Kuat pengaruhnya

 3 : Cukup pengaruhnya

 2 : Kurang pengaruhnya

 1 : Sangat kurang pengaruhnya.

Tabel 4. Analisis isu berdasrkan kriteria APKL

NO ISU Kriteria JUMLA

H Skor

RANGKI NG

A P K L

1.

Tidak optimalnya pelayanan pasien ruang poli umum di UPTD puskesmas Tumbu- Tumbu Jaya

4 4 2 4 14 III

2 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan

5 5 4 5 19 I

3 Rendahnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan dipoli umum pada UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dimasa Pandemi covid 19

5 5 4 5 18 II

Berdasarkan analisis isu dengan menggunakan metode APKL maka dapat ditentukan isu prioritas yaitu: Kurangnya pengetahuan tentang perilaku hidup

(24)

24

bersih dan sehat ( PHBS ) pada masayarakat di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan

2.1.9 Faktor Penyebab Isu

Kurang Pengetahuan

Kebiasaan Masyarakat

Rendahnya Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di

Masyarakat Desa Langgapulu

Faktor Ekonomi

2.1.10.Dampak isu

Dampak isu kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masyarakat di Desa Langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe selatan. Dapat dilihat pada table berikut;

Tabel 5. Dampak isu

No Sumber isu Identifikasi isu Dampak 1. Pelayanan public Kurangnya perilaku

hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masayarakat di desa langgapulu

kecamatan kolono

Rendahnya prilaku hidup, bersih, dan sehat memiliki dampak pada menurunnya derajat kesehatan masyarakat didesa langgapulu

(25)

25

Timur kabupaten Konawe Selatan

kecamatan kolono timur.

2.1.10 . Rencana Kegiatan penyelesaian Masalah.

Berdasarkan isu Kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) pada masayarakat di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan. Maka penulis membuat rencan kegiatan penyelesaian masalah yaitu:

1. Melakukan konsultasi dengan atasan atau mentor 2 . Membuat leaflet .

3. Melakukan Konsultasi dengan kepala desa 4. Melakukan sosialisasi didesa

5. Melakukan Konsultasi dengan kepala sekolah 6. Melakukan sosialisasi disekolah

7. Evaluasi

2.2. KONSEP NILAI DASAR KEDUDUKAN DAN PERAN ASN A. Nilai-Nilai Dasar

Nilai-Nilai Dasar Nilai dasar merupakan merupakan prinsip- prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi. Nilai-nilai dasar ASN sering disebut dengan ANEKA. Kelima nilai dasar itu adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Untuk mencapai terciptanya aparatur sipil negara yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu

(26)

26

menyelenggarakan pelayanaan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, maka perlu adanya penerapan nilai-nilai dasar profesi ASN.

Nilai-nilai dasar tersebut dijabarkan sebagai berikut:

2.2.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kata yang seudah tidak asing lagi kita dengar, namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan responsibilitas.

Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau instansi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang ASN adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel maka diperlukan benerapa aspek yang merupakan indicator dari nilai dasar akuntabilitas,antara lain kepemimpinan,integritas, tanggung jawa, keadilan, kepercayaan, keseimbangan, kejelasan dan konsistensi.

2.2.2 Nasionalisme

Nasionalisme adalah pandangan/paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Merupakan pondasi bagi Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan

(27)

27

tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:

menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri;

mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.

2.2.3 Etika Publik

Etika Publik merupakan refleksi tentang standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggungjawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:

a) memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila b) setia dalam mempertahankan UUD 1945;

c) menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;

d) membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian, e) memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;

f) mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik;

g) memiliki kemampuan menjalankan kebijakan pemerintah;

h) memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;

i) mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;

j) menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;

k) mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;

l) mendorong kesetaraan dalam pekerjaan

(28)

28

m) meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir

(29)

29 2.2.4 Komitmen mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati untuk menjaga dan memelihara. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain:

a. efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan target;

b. efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan pemborosan;

c. inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung kebaruan;

d. berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di persepsi individu terhadap produk atau jasa.

2.2.5 Anti Korupsi

Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.

Isu- isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi ini bersumber dari aspek sebagai berikut:

1. Whole of government ( WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya- upaya kolaboratif perintahan dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan – tujuan pembangunan kebijakan , manajemen program dan pelayanan public.

2. Pelayanan public adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang –

(30)

30

undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang , jasa dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyalenggara pelayanan public.

3. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN professional , memiliki nilai dasar , etika profesi ,bebas dari intervensi politik ,bersih, dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.

B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI .

Berdasarkan UU ASN No 5 Tahun 2014, pegawai ASN berperan:

1. Melaksanakan kebijakan public , ASN harus memiliki nilai nilai-nilai kepublikan berorientasi pada kepentingan public dan senantiasa menempatkan kepentingan public ,bangsa dan Negara diatas kepentingan lainnya, mengsedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan.

2. Memberikan pelayanan publik; ASN harus bersikap professional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan,tidak boleh mengejar keuntungan pribadinya saja, tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memberdayakan masyarakat dan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Untuk itu sebagai ASN senantiasa menjunjung nilai-nilai kejujuran, keadilan tidak korupsi, transparan,akuntabel,dan memoaskan public.

3. Perekat pemersatu bangsa Sebagai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan Negara,menjadi pemersatu bangsa mengu payakan situasi damai diseluruh wilayah Indonesia dan menjaga keutuhan Negara republic Indonesia.

(31)

31 BAB III

RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

3.1. Gagasan Kreatif Yang Terpilih Sebagai Pemecahan Isu

Tabel 6. Gagasan kreatif yang terpilih sebagai pemecahan isu Unit Kerja : UPTD Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya

Isu yang diangkat : Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) di desa langgapulu kecamatan kolono Timur kabupaten Konawe Selatan.

Judul : Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS) di desa langgapulu kecamatan kolono Timur

kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan : 1. Melakukan konsultasi dengan atasan atau mentor 2 . Membuat leaflet .

3. Melakukan Konsultasi dengan kepala desa 4. Melakukan sosialisasi didesa

5. Melakukan Konsultasi dengan kepala sekolah 6. Melakukan sosialisasi disekolah

7. Membuat quesioner 8. Evaluasi.

(32)

3.2 Deskripsi / Penjelasan Kegiatan

Tabel 7. Deskripsi

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi mata Pelatihan

Kontribusi terhadap Visi dan Misi

Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 1. Melakukan

Konsultasi dengan atasan / Mentor

a. Menyiapkan bahan yang akan

dikonsultasikan.

Tersedianya bahan konsultasi berupa rencana kegiatan yang akan dilakukan

Akuntabilitas: Penulis akan menyiapkan bahan yang akan dikonsultasikan.

dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Penulis akan Menyiapkan bahan yang akan dikonsultasikan maka saya bermusyawarah dan tidak memaksaskan

Terkait visi;

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

Pelaksanaan kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

profesional

32

(33)

kehendak kepada atasan.

Etika public: Penulis akan Menyiapkan bahan yang akan dikonsultasika maka Saya akan akan bersikap sopan santun.

Komitmen mutu; Penulis akan Menyiapkan bahan yang akan dikonsultasika maka Saya akan lakukan dengan efisien dan efektif Anti korupsi; Penulis akan Menyiapkan bahan yang akan dikonsultasika maka Saya akan lakukan dengan: penuh tanggung jawab.

yang meliputi kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan

Kesehatan Masyarakat

33

(34)

b.Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan.

Diperolehnya petunjuk dan arahan atasan.

Akuntabilitas: Penulis akan Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan dengan transfaran dan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Penulis akan Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan.dengan santun.

Etika Publik: Penulis akan Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan dengan memelihara dan

menjunjung tinggi standar standar etika luhur.

Komitmen mutu: Penulis

34

(35)

akan Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan dengan efektif.

Anti korupsi : Mengkonsultasikan kegiatan yang akan dilakukan dengan tanggung jawab.

c. Membuat surat persetujuan kegiatan

Tersedianya dokumen surat.

Akuntabilitas. Penulis akan Membuat surat persetujuan kegiatan dengan transparansi.

Nasionalisme: Penulis akan Membuat surat persetujuan kegiatan dengan degan

menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

35

(36)

benar.

Etika public: Penulis akan Membuat surat persetujuan kegiatan dengan dengan penuh tanggung jawab.

Komitmen mutu : Penulis akan Membuat surat persetujuan kegiatan dengan Efektif dan efisien.

Anti korupsi: : Penulis akan Membuat surat persetujuan kegiatan dengan disiplin.

d.Meminta tanda tangan surat

persetujuan kepada atasan

Akuntabilitas. Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan kepada atasan

36

(37)

dengan transparan.

Nasionalisme: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan tidak memaksakan kehendak.

Etika public: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan dengan penuh sopan santun.

Komitmen mutu : Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan Efektif dan efisien.

Anti korupsi: : Penulis akan Meminta tanda

37

(38)

tangan surat persetujuan kegiatan dengan tanggung jawab.

2. Membuat media penyuluhan (leaflet).

a. Mengumpulkan referensi / materi leaflet

Terkumpulnya referensi / materi leaflet

Akuntabilitas : Saya Mengumpulkan referensi / materi leaflet dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Saya Mengumpulkan referensi / materi leaflet dengan menghargai karya orang lain..

Etika public: Saya

Mengumpulkan referensi / materi leaflet dengan memegang teguh Komitmen mutu :

Mengumpulkan referensi /

Terkait visi;

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

yang meliputi

kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan

Pelaksanaan kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

profesional

38

(39)

materi leaflet dengan Efektif.

Anti korupsi:

Mengumpulkan referensi / materi leaflet dengan kerja keras.

bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan

Kesehatan Masyarakat b. Menyusun konsep

leaflet

Tersusunnya konsep laflet

Akuntabilitas: Saya Menyusun konsep leaflet dengan rasa tanggung jawab

Nasionalisme: Saya

39

(40)

Menyusun konsep leaflet dengan amanah . Etika public: Saya Menyusun konsep leaflet dengan memegang teguh nilai- nilai idiologi Negara pancasila..

Komitmen mutu: Saya Menyusun konsep leaflet dengan inovatif.

Anti korupsi: Saya Menyusun konsep leaflet dengan kerja keras.

c. Mengkonsultasikan konsep kepada mentor

Telah dilakukan konsultasi

Akuntabilitas:

Mengkonsultasikan konsep kepada mentor dengan penuh tanggung jawab.

40

(41)

Nasionalisme:

Mengkonsultasikan konsep kepada mentor dengan rasa kekeluargaan. Etika public:

Mengkonsultasikan konsep kepada mentor dengan memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

Komitmen mutu : Mengkonsultasikan konsep kepada mentor dengan efisien.

Anti korupsi : Mengkonsultasikan konsep kepada mentor dengan tanggung jawab .

41

(42)

d. Mencetak leaflet Adanya leaflet Akuntabilitas: Mencetak leaflet dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Mencetak leaflet dengan menghargai karya orang lain.

Etika public: Mencetak leaflet dengan

menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.

Komitmen mutu:

Mencetak leaflet dengan Efektif.

Anti korupsi: Mencetak leaflet dengan penuh kejujuran.

3. Melakukan a. Melapor dan Tersampaikannya Akuntabilitas : Penulis Terkait visi; Pelaksanaan

42

(43)

konsultasi dengan kepala Desa

menyampaikan maksud dan jadwal kegiatan

kegiatan maksud dan jadwal kegiatan

akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: : Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan penuh rasa kekeluargaan Etika public: : Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar Komitmen mutu: Penulis akan melapor dan

menyampaikan maksud

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

yang meliputi

kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang

kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

profesional

43

(44)

kegiatan dengan Efisien.

Anti korupsi: Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan penuh disiplin

optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan

Kesehatan Masyarakat b. Meminta surat

persetujuan

Tersedianya Adanya dokumen surat

Akuntabilitas. Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan kepada atasan dengan transparan.

Nasionalisme: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan tidak

44

(45)

memaksakan kehendak.

Etika public: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan dengan penuh sopan santun.

Komitmen mutu : Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan Efektif dan efisien.

Anti korupsi: : Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan tanggung jawab.

4. Melakukan a. Mempersiapkan Tersedianya Akuntabilitas : Saya Terkait visi; Pelaksanaan

45

(46)

penyuluhan dengan kunjungan rumah

media penyuluhan leaflet Mempersiapkan media penyuluhan dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Saya Mempersiapkan media penyuluhan dengan amanah.

Etika public: Saya Mempersiapkan media penyuluhan dengan

mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya.

Komitmen mutu : Mempersiapkan media penyuluhan dengan efektif.

Anti korupsi :

Mempersiapkan media

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

yang meliputi

kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang

kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

profesional

46

(47)

penyuluhan dengan kemandirian .

optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan

Kesehatan Masyarakat b. Melakukan

sosialisasi diposyandu

Terlaksanya sosialisasi diposyandu

Akuntabilitas: Penulis akan melakukan sosialisasi diposyandu dengan penuh tanggung jawab dan integritas yang tinggi Nasionalisme: Penulis akan melakukan sosialisasi diposyandu dengan penuh tenggang rasa

47

(48)

Etika public: Penulis akan melakukan sosialisasi diposyandu dengan

menjunjung standar etika luhur

Komitmen mutu: Penulis akan melakukan sosialisasi diposyandu dengan

efisien.

Anti korupsi: : Penulis akan melakukan sosialisasi diposyandu dengan

Penuh keihlasan.

c. Melakukan

sosialisasi rumah ke rumah

Terlaksananya sosialisasi

Akuntabilitas:

Melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah dengan konsisten.

Nasionalisme: Melakukan

48

(49)

sosialisasi dari rumah ke rumah dengan santun.

Etika public: Melakukan sosialisasi t dari rumah ke rumah dengan

menjalankan tugas secara profesinal dan tidak berpihak.

Komitmen mutu :

Melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah dengan efisien.

Anti korupsi : Melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah dengan kerja keras.

5 Melakukan konsultasi

a. Melapor dan menyampaikan

Tersampaikannya maksud kegiatan

Akuntabilitas : Penulis akan melapor dan

49

(50)

dengan kepala sekolah SDN 11 KOLONO

maksud kegiatan menyampaikan maksud

kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: : Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan penuh rasa kekeluargaan Etika public: : Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar Komitmen mutu: Penulis akan melapor dan

menyampaikan maksud kegiatan dengan Efisien.

50

(51)

Anti korupsi: Penulis akan melapor dan menyampaikan maksud kegiatan dengan penuh disiplin

b. Meminta surat persetujuan kegitan

Adanya surat persetujuan dari kepala sekolah

Akuntabilitas. Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan kepada atasan dengan transparan.

Nasionalisme: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan tidak memaksakan kehendak.

Etika public: Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan

51

(52)

dengan penuh sopan santun.

Komitmen mutu : Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan Efektif dan efisien.

Anti korupsi: : Penulis akan Meminta tanda tangan surat persetujuan kegiatan dengan tanggung jawab.

c. Mengkonsultasikan tentang jadwal kegitan sosialisasi

Disepakatinya jadwal kegiatan

Akuntabilitas: Penulis akan Menentukan jadwal sosialisasi dengan

tranparansi.

Nasionalisme: : Penulis

52

(53)

akan Menentukan jadwal sosialisasi dengan kerja sama.

Etika public: : Penulis akan Menentukan jadwal sosialisasi dengan

menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.

Komitmen mutu : : Penulis akan Menentukan jadwal sosialisasi dengan efisien.

Anti korupsi : : Penulis akan Menentukan jadwal sosialisasi dengan kerja keras.

6 Melakukan a. Menyiapkan media Adanya media Akuntabilitas : Saya Terkait visi; Pelaksanaan

53

(54)

sosialisasi disekolah SDN 11 KOLONO

sosialisasi sosialisasi berupa leaflet

Menyiapkan media sosialisasi dengan kejelasan.

Nasionalisme: Saya Menyiapkan media sosialisasi degan tidak memaksakan kehendak.

Etika public:

Menyiaapkan media sosialisasi dengan

menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.

Komitmen mutu : Menyiapkan media sosialisasi dengan efektif.

Anti korupsi : Menyiapkan media

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

yang meliputi

kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat kesehatan yang

kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

professional

54

(55)

sosialisasi dengan kerja keras

optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan pembangunan

Kesehatan Masyarakat b. Membagikan leaflet

kepada siswa

Terbaginya leaflet kepada siswa

Akuntabilitas: Penulis akan membagikan leaflet kepada siswa dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Penulis akan membagikan leaflet kepada siswa dengan menghormati hak orang lain.

55

(56)

Etika public: Penulis akan membagikan leaflet kepada siswa dengan menjunjung tinggi standar etika luhur.

Komitmen mutu: Penulis akan membagikan leaflet kepada siswa dengan efektif.

Anti korupsi: Penulis akan membagikan leaflet kepada siswa dengan kerja keras.

c. Melakukan

sosialisasi kepada siswa

Tersosialisasinya PHBS disekolah

Akuntabilitas: Penulis akan melakukan sosialisasi kepada siswa dengan transparans dan penuh kejelasan.

56

(57)

Nasionalisme: Penulis akan melakukan sosialisasi kepada siswa dengan mengedepankan rasa kekeluargaan

Etika public: Penulis akan melakukan sosialisasi kepada siswa secara jujur, tanggap dan santun serta tdk diskriminatif.

Komitmen mutu : Penulis akan melakukan sosialisasi kepada siswa dengan efektif dan efisien.

Anti korupsi : Penulis akan melakukan sosialisasi kepada siswa dengan kerja keras.

57

(58)

7. Evaluasi kegiatan

a. Membuat dan mencetak

instrument evaluasi (quesioner).

Adanya quesioner

Akuntabilitas : Saya akan membuat dan mencetak instrument evaluasi (quesioner) dengan kejelasan.

Nasionalisme: Saya akan membuat dan mencetak instrument evaluasi (quesioner) dengan tidak memaksakan kehendak.

Etika public: Saya akan membuat dan mencetak instrument evaluasi (quesioner) dengan penuh tanggung jawab

Komitmen mutu : Saya akan membuat dan mencetak instrument

Terkait visi;

Tercapainya Desa sehat yang mendukung kecamatan sehat menuju terwujudnya kabupaten Hebat dan Indonesia Sehat, yakni dengan mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku sehat

yang meliputi

kesadaran,kemauan,dan kemampun hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu,hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat

Pelaksanaan kegiatan ini menguatkan nilai

organisasi yaitu ramah dan

professional

58

(59)

evaluasi (quesioner) dengan efektif dan efisien.

Anti korupsi : : Saya akan membuat dan mencetak instrument evaluasi (quesioner) dengan penuh tanggung jawab

kesehatan yang optimal, baik individu dan keluarga.

Terkait misi : Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dan

pembangunan

Kesehatan Masyarakat b. Membagikan

questioner kepada responden

Terbaginya questioner kepada responden

kuntabilitas: Penulis akan Membagikan questioner kepada responden dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme: Penulis akan Membagikan questioner kepada responden dengan adil.

59

(60)

Etika public: Penulis akan Membagikan questioner kepada responden dengan

menjunjung tinggi standar etika luhur .

Komitmen mutu: Penulis akan Membagikan questioner kepada

responden dengan efektif.

Anti korupsi: Penulis akan Membagikan questioner kepada responden dengan penuh kemandirian

c. Mengumpulkan quesioner

Terkumpulnya quesioner

Akuntabilitas: Penulis akan Mengumpulkan dengan tranparansi.

60

(61)

Nasionalisme: Penulis akan Mengumpulkan dengan penuh tanggung jawab dan tidak

diskriminatif

Etika public: : Penulis akan Mengumpulkan questioner menjunjung tinggi standar etika luhur Komitmen mutu : Penulis akan Mengumpulkan questioner dengan efisien.

Anti korupsi : : Penulis akan Mengumpulkan questioner dengan penuh tanggung jawab.

d. Merekap questioner Adanya hasil rekapan

Akuntabilitas: Penulis akan Merekap questioner

61

(62)

quesioner Menyusun laporan dengan penuh tanggung jawab . Nasionalisme: Penulis akan Merekap questioner dengan jujur.

Etika public: Penulis akan Merekap questioner secara professional dan tidak diskriminatif

Komitmen mutu : Penulis akan Merekap questioner secara efektif.

Anti korupsi : Penulis akan Merekap questioner dengan kerja keras dan penuh kejujuran

62

(63)

Menyetujui Coach

Ir . H. AMI R MA’SUM NIP.19671001 199303 1 008

Kendari, 02 Oktober 2021 Peserta

Muaemana, A.md.Kep NIP.19850825 201903 2 007

63

(64)

64 3.3.Jadwal kegiatan

Tabel 8 : Jadwal kegiatan

No Kegiatan

Bulan/Minggu

Bukti Kegiatan Oktober-

November M1 M2 M3 M4

1

Melakukan konsultasi dengan mentor / Atasan.

Foto

2

Membuat Leaflet

3

Melakukan konsultasi dengan kepala desa

langgapulu Foto

4

Melakukan kegiatan Sosialisasi/penyuluhan

didesa langgapulu Foto

5

Evaluasi kegiatan Sosialisasi/penyuluhan didesa langgapulu

Foto

6

Melakukan Konsultasi dengan kepala sekolah SDN 11 Kolono

Foto 7 Melakukan sosialisasi

PHBS disekolah SDN 11 Kolono

Foto

8 Evaluasi kegiatn sosialisasi PHBS di sekolah

Foto

(65)

65 BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISAS 4.1. Kendala dan Antisipasi

Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi sejak tanggal 03 Oktober sampai dengan tanggal 09 November 2021 selama off campus diperoleh berbagai macam kendala pada setiap kegiatan, serta tindakan upaya antisipasi terhadap kendala kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel 9 berikut ini.

Tabel 9. Upaya Antisipasi yang Dilaksanakan Dalam Menghadapi Kendala No Kegiatan Kendala yang ditemui Upaya Antispasi 1 Melakukan konsultasi dengan

mentor / Atasan.

Kurangnya waktu luang pimpinan dalam jadwal pertemuan yang di sebabkan banyaknya kegiatan diklat yang diikuti oleh pimpinan

Memanfaatkan waktu

yang diberikan

pimpinan semaksimal mungkin dengan cara menepati janji serta hadir tepat waktu dalam pertemuan yang telah disepakati untuk penyampaian rencana pelaksanaan kegiatan 2 Membuat Leaflet Kurangnya pengetahuan

penulis tentang pembuatan Leaflet yang baik dan benar

Berupaya mencari refernsi-referensi dan cara pembuatan leaflet yang benar dan baik 3 Melakukan konsultasi dengan

kepala desa langgapulu

Kurangnya waktu luang berkonsultasi dengan kepala desa karena ada kegiatan dinas luar

Memamfaatkan waktu konsultasi yang sudah disepakati

4 Melakukan kegiatan

Sosialisasi/penyuluhan didesa langgapulu

cuaca kurang bersahabat, serta susahnya mencari waktu untuk bertemu dengan masyarakat yang mayoritas adalah nelayan

Memamfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya

5 Evaluasi kegiatan

Sosialisasi/penyuluhan didesa langgapulu

Sebagian besar

respondent/Masyarakat tidak tamat sekolah dasar bahkan ada yang sama sekali buta aksara

Penulis membantu membacakan indicator PHBS

(66)

66 N

o

Kegiatan Tahapannya Output

Wak tu Pela ksan aan

Nilai Dasar K

e t .

1.

Melakukan konsultasi dengan pimpinan untuk meminta persetujuan kegiata.

- Menyiapkan bahan yang akan

dikonsultasika n

Adanya bahan yang akan dikonsulta sikan

4 oktober

2021

Akuntabiltas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi

Terlaks ana

- Melapor dan menyampaika n maksud dan tujuan

kegiatan kepada atasan /mentor

Tersampaika nnya

maksud dan tujuan dari rancangan aktualisasi

4 oktober

2021

Akuntabiltas,

Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi

Terlaks ana

- Membuat surat persetujua nkegiatan aktualisasi

Adanya surat

persetujuan 5

oktober 2021

Akuntabiltas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi

Terlak sana 6 Melakukan Konsultasi

dengan kepala sekolah SDN 11 Kolono

Kurangnya waktu luang untuk konsultasi dengan kepala sekolah disebabkan ada kegiatan dinas luar

Memamfaatkan waktu luang yang telah disepakati

7 Melakukan sosialisasi PHBS disekolah SDN 11 Kolono

Masa pandemic covid 19 yang berakibat pada pembatasan kerumunan

Membatasi jumlah siswa diruangan kegiatan dan tetap menerapkan protocol kesehatan 8 Evaluasi kegiatn sosialisasi

PHBS di sekolah

Ada beberapa siswa tidak mengerti cara pengisian quisioner

Menjelaskan cara pengisian quisioner

4.2 Capaian Aktualisasi

Tahapan aktualisasi dan habituasi dilaksakan di Didesa langgapulu kecamatan kolono timur Kabupaten Konawe selatan adalah sebagai berikut:

Tabel 10. Capaian Aktualisasi

Nasionalisme,

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Optimalisasi Penyusunan Dokumentasi

Tempat kerja yang dimaksud adalah Kantor Kecamatan Ueesi yang dilakukan meliputi pelaksanaan penyimpanan dokumen berbasis digital yang telah dibuat, menyiapkan

Dengan melakukan kegiatan aktualisasi yang terdiri dari lima kegiatan dalam rancangan yang telah dilaksanakan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara kurang

Adapun saran terkait kegiatan aktualisasi nilai dasar, peran dan kedudukan ASN dalam “Optimalisasi Program Pengembangan Investasi Melalui Promosi Online Pada Sektor

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam meningkatkan keterampilan pengoperasian komputer

Anti korupsi: pemberian nilai untuk melihat pemahaman siswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan tidak adil dan bersifat subjektif, yang hanya melihat siswa yang unggul di

5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi “Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi