• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

OPTIMALISASI HAFALAN MURID TERHADAP AL-QURAN MELALUI METODE MURAJAAH SAMBUNG AYAT DI SD NEGERI 1 LABARAGA

KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA

Oleh :

RAHMAT, S.Pd.I NIP. 19890423 201903 1 006

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LXXV TAHUN 2020

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

KENDARI 2020

(2)

iii

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

OPTIMALISASI HAFALAN MURID TERHADAP AL-QURAN MELALUI METODE MURAJAAH SAMBUNG AYAT DI SD NEGERI 1 LABARAGA

KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA

Oleh :

RAHMAT, S.Pd.I NIP. 19890423 201903 1 006

Telah disetujui untuk di seminarkan tanggal: 2 Oktober 2020 di Hotel Srikandi Kota Kendari Sulawesi Tenggara

COACH,

Drs. LA ODE NDISE, M.Si NIP.19621231 199603 1 015

MENTOR,

SYARIFUDDIN, S.Pd.SD NIP. 19721231 199304 1 003

(3)

iv

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

OPTIMALISASI HAFALAN MURID TERHADAP AL-QURAN MELALUI METODE MURAJAAH SAMBUNG AYAT DI SD NEGERI 1 LABARAGA

KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Oleh :

RAHMAT, S.Pd.I NIP. 19890423 201903 1 006

Telah diperbaiki sesuai saran Penguji, Coach dan Mentor pada Seminar/ Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi yang diselenggarakan

pada tanggal 2 Oktober 2020

Kendari, 2 Oktober 2020 PENGUJI,

Abdul Kahar Muzakir, S.SE., M.Si NIP. 19680903 199603 1 006

COACH,

Drs. La Ode Ndise, M.Si NIP. 19621231 199603 1 015

MENTOR,

Syarifuddin, S.Pd.SD NIP. 19721231 199304 1 003

Mengetahui :

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,

SYAHRUDDIN NURDIN, S.E NIP. 19660621 199012 1 001

(4)

v

ُ هُ نْ يِ عَ تْسَ نَ و ُ هُ دَ مْ حَ ن َِِّ لِلّ َ دْ مَ ح ْ لا َّ نِإ ْ نِ م ِللهاِ ب ُ ذوُ عَ نَ و ِ هْ يِ دْ هَ تْسَ نَ و ْ هُ رِ فْ غَ تْسَ نَ و

ِرْوُرُش ،اَ نِ لاَ مْ عَ أ ِتاَ ئِ يَس ْ نِ مَ و اَ نِ سُ فْ نَ أ

َلاَ ف ْ لِ لْ ضُ ي ْ نَ مَ و ُ ه َ ل َّ لِ ضُ م َلاَ ف ُالله ِ هِ دْ هَ ي ْ نَ م الله َّلاِإ َ ه َ لِإ َلا ْ نَ أ ُ دَ هْشَ أ .ُ ه َ ل َيِ داَ ه .ُ ه ُ لْ وُسَ رَ و ُ هُ دْ بَ ع اً دَّ مَ حُ م َّ نَ أ ُ دَ هْشَ أَ و

َّ مَ حُ م ىَ لَ ع ْ كِراَ بَ و ْ مِ لَسَ و ِ لَ ص َّ مُ هَّ للَ ا ٍ د

ُ هاَ دُ هِ ب ىَ دَ تْ ها ِنَ مَ و ِ هِبْحَصَ و ِ هِ لآ ىَ لَ عَ و دْ ُ عَ ب اَّ مَ أ .ِ ةَ ماَ يِ ق ْ لا ِمْوَ ي ى َ لِإ

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- Nya, sehingga penulisan tugas Laporan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi ASN dengan judul “Optimalisasi Hafalan Murid terhadap al-Quran melalui Metode Murajaah Sambung Ayat di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara” dapat diselesaikan dengan baik tepat pada waktunya.

Tak lupa pula penulis haturkan shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw, insan paripurna yang telah memperjuangkan umat manusia dari alam kegelapan menuju ke alam terang benderang seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Penyusunan Laporan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi ASN ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik bantuan moril maupun materil, khususnya untuk Ayah dan Bundaku tercinta Bapak La Hariri dan Ibu Wa Mahisa, serta istri tercinta Anirwan, S.Pd.I dan anak-anakku tersayang; Muhammad Fathul Mubarak Ars dan Ali Muazam Ars yang telah memberikan inspirasi, semangat, motivasi dan

(5)

vi

1. Bapak Syahruddin Nurdin, S.E selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara.

2. Bapak Abdul Kahar Muzakir, SE., M.Si selaku penguji Kelompok XI.

3. Bapak Drs. La Ode Ndise, M.Si selaku pembimbing Kelompok XI.

4. Bapak Syarifuddin, S.Pd.SD selaku mentor dan Kepala SD Negeri 1 Labaraga Kabupaten Buton Utara.

5. Bapak Muh. Syarifin Arif, S.Sos selaku Wali Kelas C Diklatsar Golongan III Angkatan LXXV tahun 2020.

6. Semua teman-teman peserta Diklat Pelatihan Dasar, baik itu teman seperjuangan untuk kelas C, teman sesama Kab. Buton Utara maupun teman-teman dari Kabupaten Buton Peserta DIKLATSAR CPNS Tahun 2020.

Kendari, 22 Oktober 2020 Penulis,

RAHMAT, S.Pd.I

NIP. 19890423 201903 1 006

(6)

vii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...

LEMBAR PERNYATAAN ………..

LEMBAR PERSETUJUAN ……….

LEMBAR PENGESAHAN ………..

KATA PENGANTAR ………

DAFTAR ISI ...

DAFTAR TABEL ………..

DAFTAR GAMBAR ……….

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...

B. Tujuan ………..

C. Manfaat ………

D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ………...

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI- NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU

A. Gambaran Umum Organisasi ………

B. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN ………..

C. Kedudukan dan Peran ASN ……….

D. Penetapan Isu dan Dampaknya ………

E. Rencana Kegiatan Aktualisasi ………..

BAB III CAPAIAN AKTUALISASI

A. Kendala dan Antisipasi ………..

B. Hasil Aktualisasi ………

BAB IV PENUTUP

i ii iii iv v vii viii ix

1 4 4 5

6 14 21 24 25

40 41

(7)

viii

DAFTAR TABEL

No Nama Hal

1.1. Jumlah Hafalan Minimum Tiap Kelas ………. 2 1.2. Jumlah Hafalan Murid Kelas V ………... 3 2.1. Matriks Rancangan Kegiatan ……….. 26 3.1. Antisipasi Dalam Menghadapi Kendala Selama

Melaksanakan Aktualisasi ……….. 40 3.2. Hasil Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ……….. 41

(8)

ix

DAFTAR GAMBAR

No Nama Hal

2.1 Foto Sekolah ……… 6

2.2 Struktur Organisasi SD Negeri 1 Labaraga ………. 8

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi Pemerintah. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundangundangan. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat dengan PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Guru profesional menjadi tuntutan semua pihak untuk mewujudkan idealisme, harapan dan cita cita pendidikan nasional yang dirumuskan dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945, dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam Undang Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Dilihat dari dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka guru juga dituntut secara cepat untuk menyesuaikan dengan dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya yang ada ditengah tengah masyarakat.

Guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Guru harus dapat menempatkan diri sebagai orang tua kedua, dengan mengemban tugas yang dipercayakan orang tua kandung/ wali anak didik dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu pemahaman terhadap jiwa dan watak anak didik diperlukan agar dapat dengan mudah memahami jiwa dan watak anak didik. Begitulah tugas guru sebagai orang tua kedua, setelah orang tua anak didik di dalam keluarga di rumah. Salah satu tugas guru PAI adalah membina kemampuan menghafal al-Quran murid.

(10)

Menghafal al-Quran merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia.

Kegiatan tersebut merupakan kesibukan yang terpuji. Terlebih jika kegiatan tersebut disertai dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, mentadabburi setiap ayatnya dan melaksanakan apa yang menjadi perintahNya yang terkandung dalam firmanNya. Menghafal al-Qur'an diperlukan persiapan yang matang dengan harapan akan memberikan hasil hafalan yang sempurna. Murajaah yaitu mengulang bacaan ayat atau surat yang ada di dalam al-Quran. Metode bermurajaah setiap orang berbeda-beda, namun intinya tetap sama, yakni mengulang hafalan untuk mencegah hilangnya hafalan.

Salah satu sekolah yang mempunyai program menghafal al-Quran adalah SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. SD Negeri 1 Labaraga membuka program hafalan atau menghafal al-Quran untuk para murid. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu kegiatan ekstra kurikuler.

Murid pada setiap kelas diwajibkan untuk menghafal surah pendek sesuai dengan tingkatan kelasnya dikali dengan angka 6. Misalnya kelas 1 wajib menghafal 6 surah pendek, kelas 2 wajib menghafal 12 surah pendek, kelas 3 wajib menghafal 18 surah pendek, dan seterusnya. Target hafalan di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

Tabel 1.1. Jumlah Hafalan Minimum Tiap Kelas No Kelas Jmlh Min Hafalan

1 I 6 surah

2 II 12 surah

3 III 18 surah

4 IV 24 surah

5 V 30 surah

6 VI 36 surah

Penetapan target hafalan yang berbeda tiap kelasnya berdasarkan pertimbangan bahwa kemampuan murid tiap kelas berbeda-beda. Sehingga untuk mengakomodasi semua perbedaan tersebut dilakukan klasifikasi perbedaan jumlah

(11)

hafalan minimum berdasarkan tingkat kelas. Secara rinci jumlah hafalan surah murid kelas V dapat ditampilkan sebagai berikut:

Tabel 1.2. Jumlah Hafalan Murid Kelas V

No Nama Jumlah Hafalan

1 L.M. Riski Jaya 14

2 L.M. Al Azhar Fikri 28

3 WD. Naila 28

4 Nurjaya 20

5 Afika Asriani 36

6 Syifatunisa S. 21

7 Andi Zulkifli 17

8 Riska 5

Hasil observasi awal murid kelas V menunjukkan bahwa dari 8 orang murid kelas V terdapat 1 murid atau 12,5% yang telah mencapai hafalan sesuai target, sementara itu muridnya yakni 7 murid atau 87,5 masih belum mencapai target hafalan yang telah ditetapkan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan hafalan murid adalah melalui murajaah sambung ayat. Menghafal al-Quran merupakan sebuah proses mengingat materi ayat, rincian bagian-bagiannya, waqaf, dan lain-lain yang harus dihafal dan diingat semaksimal mungkin. Hafalan al- Quran adalah hasil dari suatu proses peresapan kalam Allah dalam fikiran, dengan kata lain bisa disebut dengan hasil proses menghafalkan al-Quran. Sedangkan murajaah (mengulang hafalan) adalah sebuah kewajibkan bagi setiap orang yang memiliki hafalan al-Quran untuk mengulang kembali hafalan al-Quran yang telah ia miliki dengan tujuan agar tidak melupakan hafalannya.

Terdapat banyak macam metode untuk murajaah, salah satunya yakni dengan murajaah sambung ayat bersama teman. Metode murajaah sambung ayat dilakukan dengan membentuk lingkaran kecil, kemudian guru membacakan satu ayat pertama pada bagian awal surah tertentu, lalu menunjuk seoran murid untuk melafalkan ayat berikutnya. Setelah selesai maka murid berikutnya akan melafalkan ayat berikutnya, hingga bagian akhir surah tersebut. Jika ada murid yang tidak mampu melafalkan sambungan dari ayat yang dibacakan temannya, maka ia akan dikeluarkan dari lingkaran.

(12)

Proses pengaitan (akhir ayat dengan awal ayat yang berikutnya) baik dari sisi pendengaran maupun penglihatan akan menghasilkan hafalan yang kuat. Hafalan yang kuat dihasilkan dari seringnya penghafal al-Quran berinteraksi dengan al- Quran, merenungi makna yang terkandung serta mempelajari tafsir yang terdapat dalam tema pada ayat tersebut. Selain itu aspek kompetisi dalam kegiatan murajaah sambung ayat juga cukup memotivasi murid satu sama lain, sehingga persaingan tersebut mendorong tiap murid untuk meningkatkan hafalannya.

Berdasarkan uraian kondisi faktual di atas, mendorong penulis berkomitmen untuk mengkaji tentang optimalisasi hafalan murid terhadap al-Quran melalui metode murajaah sambung ayat di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara.

B. Tujuan 1. Umum

Terwujudnya penerapan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) dalam pelaksanaan kegiatan akutalisasi sebagai ASN yang berintegritas menjadi pelaksana kebijakan publik, pemersatu bangsa dan pelayan publik.

2. Khusus

Optimalnya hafalan murid terhadap al-Quran melalui metode murajaah sambung ayat di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara.

C. Manfaat

1. Bagi Pribadi Penulis

a. Membantu mengaktualisasikan pemahaman tentang metode pembelajaran murajaah sambung ayat.

b. Membantu pengembangan pendidikan dan pengetahuan di bidang upaya optimalisasi hafalan murid.

c. Membantu pelaksanaan tugas dan fungsi guru dalam bidang pendidikan agama Islam.

(13)

2. Bagi Organisasi

a. Membantu terwujudnya visi dan misi SD Negeri 1 Labaraga dalam menyelenggarakan pengembangan pendidikan dan pengajaran.

b. Membantu guru di lingkup SD Negeri 1 Labaraga dalam pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid.

c. Membantu pelaksanaan tugas dan fungsi guru dalam bidang pendidikan dan pengajaran lingkup SD Negeri 1 Labaraga.

d. Membantu murid SD Negeri 1 Labaraga agar lebih mudah memahami materi pembelajaran PAI.

3. Bagi Stakeholder

a. Bagi murid, penerapan aktualisasi ini dapat mengoptimalkan kemampuan menghafal al-Quran.

b. Bagi orang tua murid, penerapan aktualisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap unit kerja, dalam hal ini SD Negeri 1 Labaraga.

D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi

Penulis membatasi fokus rancangan aktualisasi ini yakni optimalisasi hafalan murid terhadap al-Quran melalui metode murajaah sambung ayat di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi selama 1 bulan mulai dari tanggal 28 Agustus sampai dengan 30 September 2020.

(14)

BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU

A. Gambaran Umum Organisasi

Gambar 2.1. Foto Sekolah

1. Profil Organisasi

a. Nama Sekolah : SD Negeri 1 Labaraga

b. NPSN : 40403803

c. Bentuk Pendidikan : SD d. Status Sekolah : Negeri

e. Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah f. SK Pendirian Sekolah : -

g. Tanggal SK : 12 – 31 – 1983 h. SK Izin Operasional : -

i. Daya Listrik : 900 watt

j. Luas Lahan : 5.000 m2

k. Alamat : Jln. Poros Maligano – Labuan l. Desa / Kelurahan : Labaraga

m. Kecamatan : Wakorumba Utara

n. Kabupaten : Buton Utara

(15)

o. Provinsi : Sulawesi Tenggara

p. Kode Pos : 93671

q. Layanan KK : Tidak ada

r. MBS : Tidak

s. Nama Rekening : SDN10WAKORUMBAUTARA

t. Nama KCP / Unit : BPD Sultra Cabang Ereke 2. Visi dan Misi SD Negeri 1 Labaraga

Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin mewujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini dan menjangkau masa yang akan datang. Visi SD Negeri 1 Labaraga adalah:

“Terbentuknya peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal saleh, serta memiliki daya saing dalam bidang keagamaan, olahraga dan berwawasan lingkungan”

Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai organisasi bagi pihak yang berkepentingan di masa datang. Pernyataan misi mencerminkan tentang penjelasan produk atau pelayanan yang ditawarkan. Misi SD Negeri 1 Labaraga adalah:

a. Menumbuh kembangkan sikap dan amalia keagamaan.

b. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan tulis.

c. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga murid dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

d. Meningkatkan pencapaian rata-rata nilai ujian akhir sekolah berstandar nasional.

e. Meningkatkan sarana prasarana untuk meningkatkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik.

f. Memberdayakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

g. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah & komite sekolah.

h. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih dan indah.

(16)

3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Dengan adanya struktur organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik. Selain itu, dengan adanya struktur tersebut maka kita bisa mengetahui beberapa spesialisasi dari sebuah pekerjaan, saluran perintah, maupun penyampaian laporan. Struktur organisasi SD Negeri 1 Labaraga adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2. Struktur Organisasi SD Negeri 1 Labaraga

4. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Serta Uraian Tugas Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepala sekolah:

a. Kepala Sekolah sebagai Pendidik (Educator)

1) Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran, mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program pengajaran dan remedial.

(17)

2) Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari.

3) Membimbing murid dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan mengikuti lomba diluar sekolah.

4) Mengembangkan staf melalui pendidikan/latihan, melalui pertemuan, seminar dan diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan kenaikan pangkat, mengusulkan kenaikan jabatan melalui seleksi calon Kepala Sekolah.

5) Mengikuti perkembangan iptek melalui pendidikan/latihan, pertemuan, seminar, diskusi dan bahan-bahan.

b. Kepala Sekolah sebagai Manajer (Manager)

1) Mengelola administrasi kegiatan belajar dan bimbingan konseling dengan memiliki data lengkap administrasi kegiatan belajar mengajar dan kelengkapan administrasi bimbingan konseling.

2) Mengelola administrasi kesiswaan dengan memiliki data administrasi kesiswaan dan kegiatan ekstra kurikuler secara lengkap.

3) Mengelola administrasi ketenagaan dengan memiliki data administrasi tenaga guru dan Tata Usaha.

4) Mengelola administrasi keuangan Rutin, BOS, dan Komite.

5) Mengelola administrasi sarana/prasarana baik administrasi gedung/ruang, mebelair, alat laboratorium, perpustakaan.

c. Kepala Sekolah sebagai Pengelola Administrasi (Administrator)

1) Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

2) Menyusun organisasi ketenagaan disekolah baik Wakasek, Pembantu Kepala Sekolah, Walikelas, Kasubag Tata Usaha, Bendahara, dan Personalia Pendukung misalnya pembina perpustakaan, pramuka, OSIS, Olah raga. Personalia kegiatan temporer, seperti Panitia Ujian, panitia peringatan hari besar nasional atau keagamaan dan sebagainya.

3) Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan arahan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas.

(18)

4) Mengoptimalkan sumberdaya manusia secara optimal, memanfaatkan sarana / prasarana secara optimal dan merawat sarana prasarana milik sekolah.

d. Kepala Sekolah sebagai Penyelia (Supervisor)

1) Menyusun program supervisi kelas, pengawasan dan evaluasi pembelajaran.

2) Melaksanakan program supervisi.

3) Memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru/karyawan dan untuk pengembangan sekolah.

e. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin (Leader)

1) Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggungjawab, berani mengambil resiko dan berjiwa besar.

2) Memahami kondisi guru, karyawan dan anak didik.

3) Memiliki visi dan memahami misi sekolah yang diemban.

4) Mampu mengambil keputusan baik urusan intern maupun ekstern.

5) Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tertulis.

f. Kepala Sekolah sebagai Pembaharu (Inovator)

1) Mampu mencari, menemukan dan mengadopsi gagasan baru dari pihak lain.

2) Mampu melakukan pembaharuan di bagian kegiatan belajar mengajar dan bimbingan konseling, pengadaan dan pembinaan tenaga guru dan karyawan. Kegiatan ekstra kurikuler dan mampu melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya manusia di Komite dan masyarakat.

g. Kepala Sekolah sebagai Pendorong (Motivator) 1) Mampu mengatur lingkungan kerja.

2) Mampu mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai.

3) Mampu menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kasubag tata usaha adalah bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:

(19)

a. Penyusunan program kerja tata usaha sekolah

b. Pengelolaan dan pengarsipan surat-surat masuk dan keluar c. Pengurusan dan pelaksanaan administrasi sekolah

d. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah

e. Penyusunan administrasi sekolah meliputi kurikulum, kesiswaan dan ketenagaan

f. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah secara keseluruhan g. Penyusunan tugas staf Tata Usaha dan tenaga teknis lainnya

h. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 9 K i. Penyusunan laporan pelaksanaan secara berkala

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) wali kelas membantu dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam pengelolaan kelas:

a. Tugas Pokok meliputi:

1) Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan 2) Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

3) Membantu pengembangan keterampilan dan kecerdasan anak didik 4) Membina karakter, budi pekerti dan kepribadian anak didik

b. Keadaan Anak Didik

1) Mengetahui jumlah (Putra dan Putri) dan nama-nama anak didik 2) Mengetahui identitas lain dari anak didik

3) Mengetahui kehadiran anak didik setiap hari

4) Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi anak didik c. Melakukan Penilaian

1) Tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah 2) Kerajinan, Kelakuan, dan Kedisiplinan anak d. Mengambil Tindakan Bila Dianggap Perlu

1) Pemberitahuan, pembinaan, dan pengarahan 2) Peringatan secara lesan dan tertulis

3) Peringatan khusus yang terkait dengan BP/Kepala Sekolah e. Langkah Tindak Lanjut

1) Memperhatikan buku nilai rapor anak didik

(20)

2) Memperhatikan keberhasilan/kenaikan anak didik 3) Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan f. Penyelenggaraan Administrasi Kelas, meliputi:

1) Denah tempat duduk anak didik 2) Papan absensi anak didik

3) Daftar Pelajaran dan Daftar Piket 4) Buku Presensi

5) Buku Jurnal kelas 6) Tata tertib kelas

7) Penyusunan dan pembuatan statistik bulanan anak didik 8) Pembuatan catatan khusus tentang anak didik

9) Pencatatan mutasi anak didik

10) Pengisian dan pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru pembimbing (BK) adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan:

a. Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling.

b. Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi anak didik tentang kesulitan belajar.

c. Membgerikan layanan dan bimbingan kepada anak didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar.

d. Memberikan saran dan pertimbangan kepada anak didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.

e. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling.

f. Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling.

g. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar.

h. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling.

i. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pustakawan sekolah adalah membantu Kepala sekolah dalam kegiatan:

a. Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika

(21)

b. Pelayanan perpustakaan

c. Perencanaan pengembangan perpustakaan

d. Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronika e. Inventarisasi dan pengadministrasian

f. Penyimpanan buku/bahan pustaka, dan media elektronika g. Menyusun tata tertib perpustakaan

h. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) laboran adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan:

a. Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium b. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium

c. Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat laboratorium d. Membuat dan menyusun daftar alat-alat laboratorium

e. Inventarisasi dan pengadministrasian alat-alat laboratorium

f. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium secara berkala

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru bidang studi adalah bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam melaksanakan KBM, meliputi:

a. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

c. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan, dan ujian.

d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan f. Mengisi daftar nilai anak didik

g. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan), kepada guru lain dalam proses pembelajaran

h. Membuat alat pelajaran/alat peraga

i. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni

j. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum k. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

l. Mengadakan pengembangan program pembelajaran

m. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar anak didik

(22)

n. Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran o. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

p. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru piket adalah:

a. Meningkatkan pelaksanaan 9 K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan)

b. Mengadakan pendataan dan mengisi buku piket

c. Menertibkan kelas-kelas yang kosong dengan jalan menginval

d. Pada jam ke 2 harus berusaha menghubungi orang tua murid yang tida kmasuk tanpa keterangan. Melalui telepon, atau mengunjungi ke rumah bagi yang tidak memiliki telepon

e. Mencatat beberapa kejadian:

1) guru dan murid yang terlambat,

2) guru dan murid yang pulang sebelum waktunya, 3) kelas yang pulang / dipulangkan sebelum waktunya, 4) kejadian-kejadian penting lainnya

f. Mengawasi murid sewaktu berada diluar kelas karena istirahat. Dan keliling kelas sambil mengingatkan murid untuk beristirahat bagi murid yang masih berada di dalam kelas

g. Petugas piket harus hadir paling sedikit 5 menit sebelum bel masuk.

h. Melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada wali kelas atau guru pembimbing.

i. Mengawasi berlakunya tata tertib sekolah

B. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 yang dimaksud Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.

Fungsi ASN yaitu melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; memberikan

(23)

pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan Bangsa. Untuk menjadi seorang pelayan publik yang professional diperlukan pembekalan kepada PNS dengan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dikenal dengan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawabnya. Fungsi utamanya ada tiga, yaitu untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis); mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar). Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu:

akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas).

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Tanggung Jawab: adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak disengaja tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

b. Jujur: sikap untuk menyatakan yang benar, sesuai sesuai dengan yang terjadi.

c. Kejelasan: Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.

d. Netral: Tidak memihak pada salah satu pihak. Seimbang antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

e. Mendahulukan kepentingan publik atas kepentingan pribadi atau kelompok.

f. Adil: adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

g. Transparansi: Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

h. Konsistensi: adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

(24)

i. Partisipatif: semua aspek yang mendukung terlibat tanpa adanya monopoli oleh sebagian orang.

j. Legal: adanya bukti secara formal atas segala tindakan untuk dapat dipertanggungjawabkan.

2. Nasionalisme

Dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme merupakan hal mendasar yang harus dijiwai ASN dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.

Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai-nilai ketuhanan yang dikehendaki Pancasila adalah nilai-nilai ketuhanan yang positif, yang digali dari nilai-nilai keagamaan yang terbuka (inklusif), membebaskan dan menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan.

Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan fungsi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

(25)

c. Persatuan Indonesia

Manusia Indonesia sarat akan keragaman. Namun itu dilebur dalam satu nyawa, satu asal, yang menjadi satu kesatuan riwayat. Membangkitkan persatuan, karakter dan kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah geopolitik. Selain itu, persatuan Indonesia juga didukung oleh semangat gotong royong.

d. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan/ Perwakilan

Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua fungsi. Fungsi pertama, badan permusyawaratan/perwakilan bisa menjadi ajang memperjuangkan asprasi beragam golongan yang ada di masyarakat. Fungsi kedua, semangat permusyawaratan bisa menguatkan negara persatuan, bukan negara untuk satu golongan atau perorangan. Permusyawaratan dengan landasan kekeluargaan dan hikmat kebijaksanaan diharapkan bisa mencapai kesepakatan yang membawa kebaikan bagi semua pihak.

e. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan keadilan. Keadilan sosial juga merupakan perwujudan imperative etis dari amanat Pancasila dan UUD 1945. Peran negara dalam mewujudkan rasa keadilan sosial, antara lain :

1) Perwujudan relasi yang adil di semua tingkat sistem kemasyarakatan;

2) Pengembangan struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan;

3) Proses fasilitasi akses atas informasi, layanan dan sumber daya yang diperlukan; dan

4) Dukungan atas partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua orang.

3. Etika Publik

Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai berikut:

(26)

a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;

b. Melaksanakan tugas dengan cermat dan disiplin;

c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;

d. Melaksanakan tugas sesuai peraturan perundangan yang berlaku;

e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan dan etika pemerintahan;

f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;

g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;

h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;

i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan

j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;

k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN;

l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN.

4. Komitmen Mutu

Ada tiga karakteristik utama dalam menjamin mutu yang baik yaitu efektivitas, efesien dan inovasi. Sebagaimana terkait dengan karakteriktik utama tersebut, setidaknya empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Efektif

Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

(27)

b. Efisien

Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.

c. Inovasi

Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.

d. Berorientasi pada Mutu

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya.

5. Anti Korupsi

Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang. (Widita, 2015). Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Jujur

Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun

(28)

orang lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.

b. Peduli

Individu yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar.

c. Mandiri

Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang.

Tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain dan mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.

d. Disiplin

Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.

Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.

e. Tanggung Jawab

Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

f. Kerja Keras

Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya.

(29)

Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.

g. Sederhana

Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.

h. Berani

Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.

i. Adil

Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

C. Kedudukan dan Peran ASN

Kedudukan dan peranan pegawai dalam setiap organisasi pemerintahan sangatlah menentukan, sebab Pegawai Negeri merupakan tulang punggung

(30)

pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Dalam rangka memberikan Pelayanan yang profesional, jujur adil dan merata maka dibutuhkan juga Sumber Daya Manusia Aparatur Pemerintah yang berkualitas dan mempunyai kesadaran tinggi akan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara, abdi negara, serta abdi masyarakat. Kedudukan dan peran ASN dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Manajemen ASN

ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundangundangan sedangkan PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Manajemen PNS meliputi: penyusunan dan penetapan kebutuhan;

pengadaan; pangkat dan jabatan; pengembangan karier; pola karier; promosi;

mutasi, penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin;

pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan.

2. Whole Of Government

WoG (Whole of Government) didefinisikan sebagai “Suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Hasil atau manfaat yang diperoleh melalui e- government antara lain adalah:

a. Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), efisien dan efektif.

b. Hemat anggaran dan tepat waktu.

c. Transparan sehingga peluang terjadinya kecurangan (fraud), suap dan korupsi akan banyak berkurang.

d. Tingkat akurasi (ketepatan) dan kualitas pelayanan meningkat dan tingkat kesalahan berkurang.

(31)

e. Kemudahan akses dan kenyamanan pelayanan meningkat sehingga kepuasan publik juga meningkat.

3. Pelayanan Publik

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dalam pasal 4 dijelaskan tentang asas/nilai-nilai pnyelenggaraan pelayanan publik yaitu :

a. Kepentingan umum; yaitu Pemberian pelayanan tidak boleh mengutamakan kepentingan pribadi dan/atau golongan.

b. Kepastian hukum; yaitu Jaminan terwujudnya hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan pelayanan.

c. Kesamaan hak; yaitu Pemberian pelayanan tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, gender, dan status ekonomi.

d. Keseimbangan hak dan kewajiban; yaitu Pemenuhan hak harus sebanding dengan kewajiban yang harus dilaksanakan, baik oleh pemberi maupun penerima pelayanan.

e. Keprofesionalan; yaitu Pelaksana pelayanan harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugas.

f. Partisipatif; yaitu Peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.

g. Persamaan perlakuan/tidak diskriminatif; yaitu Setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan yang adil.

h. Keterbukaan; yaitu Setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah mengakses dan memperoleh informasi mengenai pelayanan yang diinginkan.

i. Akuntabilitas; yaitu Proses penyelenggaraan pelayanan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

j. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan; yaitu Pemberian kemudahan terhadap kelompok rentan sehingga tercipta keadilan dalam pelayanan.

(32)

k. Ketepatan waktu; yaitu Penyelesaian setiap jenis pelayanan dilakukan tepat waktu sesuai dengan standar pelayanan.

l. Kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan. Yaitu Setiap jenis pelayanan dilakukan secara cepat, mudah, dan terjangkau.

D. Penetapan Isu dan Dampaknya 1. Penetapan Isu

Berdasarakan hasil pengamatan penulis selama melakukan pengajaran di SD Negeri 1 Labarga selama lebih dari satu tahun, ditemukan beberapa masalah tekait dengan pembelajaran, diantara rendahnya motivasi belajar murid, belum optimalnya hafalan murid terhadap surah al-Quran dan belum optimalnya penugasan yang dikerjakan oleh murid. Diantara beberapa program tersebut penulis menganggap bahwa program hafalan surat pendek merupakan hal yang memenuhi beberapa syarat untuk diteliti. Hafalan surah pendek murid merupakan salah satu program yang terdapat di SD Negeri 1 Labarga yang termuat dalam tujuan pembelajaran PAI.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI dalam hal ini meningkatkan jumlah hafalan murid, maka diperlukan adanya pengembangan metode belajar yang dapat mendorong lahirnya minat murid untuk menghafal Quran.

Pengembangan metode murajaah sambung ayat yang dirancang untuk mengoptimalkan hafalan murid terhadap al-Quran di SD Negeri 1 Labaraga, sehingga murid merasa lebih tertarik untuk meningkatkan hafalan surah pendek yang dimilikinya. Metode murajaah sambung ayat mendorong lahirnya minat murid untuk meningkatkan hafalannya, sebab murid saling bersaing satu sama lain dalam melakukan murajaah sambung ayat.

2. Dampak Isu Jika Tidak Diselesaikan

Dampak yang terjadi jika belum optimalnya hafalan al-Quran adalah rendahnya hafalan murid terhadap surah pendek dalam al-Quran. Hal ini juga akan mempegaruhi aspek lain, seperti kemampuan murid untuk membaca al-Quran dan memahami makna yang terkandung dalam ayat-ayat al-Quran. Selain menyebabkan tujuan pembelajaran sulit tercapai juga menghadirkan kendala bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, dikarenakan murid kurang memperhatikan apa

(33)

yang disampaikan oleh guru, sebab murid merasa tidak tertarik dengan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru.

E. Rencana Kegiatan Aktualisasi

1. Unit Kerja : SD Negeri 1 Labaraga

2. Isu yang Diangkat : Belum optimalnya hafalan murid

3. Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi hafalan murid di SD Negeri 1 Labaraga melalui metode murajaah sambung ayat dengan:

a. Melakukan konsultasi pelaksanaan metode murajaah sambung ayat.

b. Sosialisasi pelaksanaan pembelajaran murajaah sambung ayat.

c. Perencanaan pembelajaran murajaah sambung ayat.

d. Pelaksanaan pembelajaran murajaah sambung ayat.

e. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran murajaah sambung ayat

4. Tujuan Gagasan Pemecahan Isu: Optimalnya hafalan murid terhadap al-Quran melalui metode murajaah sambung ayat di SD Negeri 1 Labaraga Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara.

(34)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan

Keterkaitan dengan Nilai-nilai Mata Pelatihan

Kontribusi terhadap visi dan misi

organisasi

Penguatan Terhadap

Nilai Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Melakukan konsultasi pelaksanaan metode murajaah sambung ayat

1. Melapor pada pimpinan

2. Menyampaikan rancangan kegiatan yang akan dilakukan

Dokumentasi pertemuan

Persetujuan pelaksanaan kegiatan

Akuntabilitas :

Dalam melapor pada pimpinan mengedepepankan transparansi dengan menyampaikan tujuan secara jelas

Nasionalisme :

Dalam melapor pada pimpinan mengedepankan sikap tidak

memaksakan kehendak pada kepala sekolah

Etika Publik :

Dalam melapor pada pimpinan mngedepankan sikap hormat pada pimpinan

Komitmen Mutu :

Dalam melapor pada kepala sekolah mengedepankan inovasi dengan menawarkan metode baru Anti Korupsi :

Dalam melapor pada pimpinan mengedepankan sikap sederhana dengan tidak berpendampilan mewah.

Akuntabilitas :

Dalam menyampaikan rancangan kegiatan mengedepankan partisipasi dari pimpinan

Berbagai tahapan kegiatan berkontribusi dalam mewujudkan visi organisasi SD Negeri 1 Labaraga, yaitu: Terbentuknya peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal saleh, serta memiliki daya saing dalam bidang keagamaan, olahraga dan berwawasan lingkungan.

Dalam Misi : a. Menumbuh

kembangkan sikap dan amalia keagamaan.

b. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan tulis.

c. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga murid dapat

Terwujudnya nilai-nilai:

1. Profesional 2. Disiplin 3. Tanggung

jawab

(35)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

3. Mencatat masukan atau saran dari kepala sekolah

Daftar saran dari kepala sekolah

Nasionalisme :

Dalam menyampaikan rancangan kegiatan mengedepankan rasa kekeluargaan

Etika Publik :

Dalam menyampaikan rancangan kegiatan mengedepankan sikap hormat pada pimpinan

Komitmen Mutu :

Dalam menyampaikan rancangan kegiatan mengedepankan efisiensi penggunaan waktu

Anti Korupsi :

Dalam menyampaikan rancangan kegiatan mengedepankan sikap tanggung jawab

Akuntabilitas :

Dalam mencatat saran dari kepala sekolah mengedepankan sikap netral dalam menerima saran/kritik

Nasionalisme :

Dalam mencatat saran dari kepala sekolah mengedepankan sikap

mengutamakan kepentingan bersama Etika Publik :

Dalam mencatat saran dari kepala sekolah mengedepankan sikap cermat

berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

(36)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Komitmen Mutu :

Dalam mencatat saran dari kepala sekolah mengedepankan sikap berorientasi pada mutu dalam menerima saran/kritik

Anti Korupsi :

Dalam mencatat saran dari kepala sekolah mengedepankan sikap jujur dalam menerima saran/ kritik 2. Sosialisasi

pelaksanaan pembelajaran murajaah sambung ayat

1. Membuat surat undangan dan daftar hadir

Undangan dan daftar hadir

Akuntabilitas :

Dalam membuat surat undangan dan daftar hadir mengedepankan sikap tanggung jawab dalam pelaksanaanya Nasionalisme :

Dalam membuat surat undangan dan daftar hadir mengedepankan sikap persatuan

Etika Publik :

Dalam membuat surat undangan dan daftar hadir mengedepankan sikap hormat pada peserta

Komitmen Mutu :

Dalam membuat surat undangan dan daftar hadir mengedepankan efisiensi dalam pembuatannya.

Anti Korupsi :

Dalam membuat surat undangan dan daftar hadir mengedepankan sikap

Berbagai tahapan kegiatan berkontribusi dalam mewujudkan visi organisasi SD Negeri 1 Labaraga, yaitu: Terbentuknya peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal saleh, serta memiliki daya saing dalam bidang keagamaan, olahraga dan berwawasan lingkungan.

Dalam Misi : a. Menumbuh

kembangkan sikap dan amalia

Terwujudnya nilai-nilai:

1. Profesional 2. Disiplin 3. Tanggung

jawab

(37)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

2. Melaksanakan rapat

3. Koordinasi dengan guru kelas

Dokumentasi rapat

Dokumentasi koordinasi dengan mentor

sederhana dalam pembuatannya.

Akuntabilitas :

Dalam melaksanakan rapat

mengedepankan kepentingan publik dari kepentingan pribadi

Nasionalisme :

Dalam melaksanakan rapat mengedepankan sikap persatuan Etika Publik :

Dalam melaksanakan rapat

mengedepankan hormat pada peserta Komitmen Mutu :

Dalam melaksanakan rapat mengedepankan sikap efisiensi penggunaan waktu

Anti Korupsi :

Dalam melaksanakan rapat

mengedepankan sikap adil terhadap peserta

Akuntabilitas :

Dalam koordinasi dengan guru kelas mengedepankan sikap transparan dalam pelaksanaanya

Nasionalisme :

Dalam koordinasi dengan guru kelas mengedepankan sikap jujur dalam pelaksanaanya

keagamaan.

b. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan tulis.

c. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga murid dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

(38)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Etika Publik :

Dalam koordinasi dengan guru kelas mengedepankan sikap integritas tinggi dalam pelaksanaanya

Komitmen Mutu :

Dalam koordinasi dengan guru kelas mengedepankan sikap berorientasi pada mutu dalam pelaksanannya.

Anti Korupsi :

Dalam koordinasi dengan guru kelas mengedepankan sikap jujur dalam pelaksanaanya

3. Perencanaan pembelajaran murajaah sambung ayat

1. Menetapkan tujuan yang akan dicapai

Daftar surah pendek yang dihafal

Akuntabilitas :

Dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai mengedepankan sikap kejelasan target

Nasionalisme :

Dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai mengedepankan sikap tidak diskriminatif pada peserta

Etika Publik :

Dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai mengedepankan sikap bertanggung jawab pada peserta didik.

Komitmen Mutu :

Dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai mengedepankan sikap inovasi

Berbagai tahapan kegiatan berkontribusi dalam mewujudkan visi organisasi SD Negeri 1 Labaraga, yaitu: Terbentuknya peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal saleh, serta memiliki daya saing dalam bidang keagamaan, olahraga dan berwawasan lingkungan.

Dalam Misi :

Terwujudnya nilai-nilai:

1. Profesional 2. Disiplin 3. Tanggung

jawab

(39)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

2. Menyediakan alat/ bahan yang dibutuhkan

3. Menentukan tempat pembelajaran

Tersedianya Al- Quran / juz amma

Tersedianya tempat pembelajaran

Anti Korupsi :

Dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai mengedepankan sikap adil.

Akuntabilitas :

Dalam menyediakan alat/ bahan mengedepankan sikap transparan Nasionalisme :

Dalam menyediakan alat/ bahan mengedepankan sikap tidak memaksakan kehendak Etika Publik :

Dalam menyediakan alat/ bahan mengedepankan sikap bertanggung jawab

Komitmen Mutu :

Dalam menyediakan alat/ bahan mengedepankan sikap efisiensi Anti Korupsi :

Dalam menyediakan alat/ bahan mengedepankan sikap sederhana

Akuntabilitas :

Dalam menentukan tempat

pembelajaran mengedepankan sikap mendahulukan kepentingan publik Nasionalisme :

Dalam menentukan tempat

a. Menumbuh kembangkan sikap dan amalia keagamaan.

b. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan tulis.

c. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga murid dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

(40)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

4. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

Rencana pelaksanaan pembelajaran

pembelajaran mengedepankan sikap memelihara ketertiban

Etika Publik :

Dalam menentukan tempat

pembelajaran mengedepankan sikap sopan

Komitmen Mutu : Dalam menentukan tempat

pembelajaran mengedepankan sikap efisiensi

Anti Korupsi :

Dalam menentukan tempat

pembelajaran mengedepankan sikap sederhana

Akuntabilitas :

Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mengedepankan sikap kejelasan target

Nasionalisme :

Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mengedepankan sikap tidak diskriminatif

Etika Publik :

Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mengedepankan sikap cermat

Komitmen Mutu :

Dalam menyusun rencana pelaksanaan

(41)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan visi dan misi

organisasi Nilai

Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

pembelajaran mengedepankan sikap efisiensi

Anti Korupsi :

Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mengedepankan sikap sederhana

4. Pelaksanaan pembelajaran murajaah sambung ayat

1. Absensi

2. Pembacaan doa

Daftar Hadir

Dokumentasi Pembacaan Doa

Akuntabilitas :

Dalam melakukan absensi mengedepankan sikap adil Nasionalisme :

Dalam melakukan absensi mengedepankan sikap hormat menghormati

Etika Publik :

Dalam melakukan absensi mengedepankan sikap hormat Komitmen Mutu :

Dalam melakukan absensi mengedepankan sikap efisiensi Anti Korupsi :

Dalam melakukan absensi mengedepankan sikap peduli

Akuntabilitas :

Dalam melakukan pembacaan doa mengedepankan sikap partisipatif Nasionalisme :

Dalam melakukan pembacaan doa mengedepankan sikap persamaan

Berbagai tahapan kegiatan berkontribusi dalam mewujudkan visi organisasi SD Negeri 1 Labaraga, yaitu: Terbentuknya peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal saleh, serta memiliki daya saing dalam bidang keagamaan, olahraga dan berwawasan lingkungan.

Dalam Misi : a. Menumbuh

kembangkan sikap dan amalia keagamaan.

b. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan tulis.

Terwujudnya nilai-nilai:

1. Profesional 2. Disiplin 3. Tanggung

jawab

Referensi

Dokumen terkait

Tempat kerja yang dimaksud adalah Kantor Kecamatan Ueesi yang dilakukan meliputi pelaksanaan penyimpanan dokumen berbasis digital yang telah dibuat, menyiapkan

Dengan melakukan kegiatan aktualisasi yang terdiri dari lima kegiatan dalam rancangan yang telah dilaksanakan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara kurang

Adapun saran terkait kegiatan aktualisasi nilai dasar, peran dan kedudukan ASN dalam “Optimalisasi Program Pengembangan Investasi Melalui Promosi Online Pada Sektor

e. Melaksanakan kebijakan, memberikan bimbingan teknis, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi sosial anak dan pelayanan sosial lanjut usia. Seksi

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam meningkatkan keterampilan pengoperasian komputer

Anti korupsi: pemberian nilai untuk melihat pemahaman siswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan tidak adil dan bersifat subjektif, yang hanya melihat siswa yang unggul di

5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi “Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi