BAB II. GAMBARAN UMUM OBJEK/LOKASI PENULISAN TUGAS
1. Nilai-Nilai dan Kode Etik Pegawai Direktorat Jendral Pajak
Dalam keputusan Direktorat Jendral Pajak Nomor KEP-111/PJ/2008 tanggal 28 Juni 2008 tentang Rencana Strategi Direktorat Jendral Pajak Tahun 2008-2012 telah ditetapkan Rencana Strategi Direktorat Jendral Pajak (Renstra DJP) untuk priode 5 (lima) tahun terhitung mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012, yang berisi visi, misi, nilai, tujuan, sasaran, strategi, program, dan indicator kinerja Direktorat Jendral Pajak untuk priode tersebut.
Berdasarkan Renstra Direktorat Jendral Pajak tersebut, visi Direktorat Jendral Pajak adalah “menjadi Institusi Pemerintah yang menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi”.Dan misi Direktorat Jendral Pajak adalah “menghimpun pemerintah pajak Negara nerdasarkan undang-undang perpajakan yang mampu mewujudkan kemandirian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui sistem administrasi yang efektif dan efisien”.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut, Direktorat Jendral Pajak berpedoman kepada nilai-nilai kementrian keuangan sebagai berikut.
1) Intergritas
Berfikir, berkata, berprilaku, dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
2) Profesionalisme
Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi.
3) Sinergi
Membangun dan memastikan hubungan kerja sama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas.
4) Pelayanan
Memberikan layanan yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan yang dilakukan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan aman.
5) Kesempurnaan
Senantiasa melakukan upaya perbaikan disegala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.
Kewajiban dan larangan dalam kode etik pegawai Direktorat Jendral Pajak:
a. Setiap pegawai mempunyai kewajiban untuk:
1) Menghormati agama, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat orang lain.
2) Bekerja secara professional, transparansi, dan akuntabel.
3) Mengamankan data dan informasi yang dimiliki Direktorat Jendral Pajak.
4) Memberikan pelayanan kepada wajib pajak, sesame pegawai, atau pihak lain dalam pelaksaan tugas dengan sebaik-baiknya.
5) Menaati perintah kedinasan
6) Bertanggung jawab dalam penggunaan barang inventaris milik Direjtorat Jendral Pajak.
7) Menaati ketentuan jam kerja dan tata tertib kantor.
8) Menjadi panutan yang baik bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
9) Bersikap, berpenampilan, dan bertutur kata secara sopan.
b. Setiap pegawai dilarang:
1) Bersifat diskriminatif dalam melaksanakan tugas.
2) Menyalahgunakan kewenangan jabatan baik langsung maupun tidak langsung
3) Menyalahgunakan fasilitas kantor
4) Menerima segala pemberian dalam bentuk apapun, baik langsung maupun tidak langsung, dari Wajib Pajak, sesame pegawai atau pihak yang menyebabkan pegawai yang menerima patut diduga memiliki kewajiban yang berkaitan dengan jabatan atau pekerjaannya.
5) Menyalahgunakan data dan infomasi pekejaan.
6) Melakukan perbuatan yang patut diduga dapat menyebabkan gangguan, kerusakan, dan atau perubahan data sistem informasi milik Direktorat Jedral Pajak.
7) Melakukan Perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan dapat merusak citra serta martabat Direktorat Jendral Pajak.
2. Struktur Organisasi Direktorat Jendral Pajak
Struktur organisasi merupakan penyedia lingkungan kerja yang tepat sesuai dengan keahlian dan kecepatan karyawan masing-masing serta membatasi kerja dan wilayah kerja setiap karyawan. Adapun kegunaan dari struktur organisis tersebut adalah:
a) Memudahkan pelaksanaan kerja.
b) Mempermudah pengawasan oleh pemimpin.
c) Membagi kegiatan kerja khusus pada tiap bagian (Job Description).
d) Mencegah adanya penumpukan kerja pada staff bagian saja.
e) Mempemudah kerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan rencana.
B. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
Di zaman Belanda, Kantor Pelayanan Pajak bernama Kantor Belasting dan kemudian berubah menjadi Kantor Inspeksi Keuangan yang selanjutnya diubah menjadi Kantor Inspeksi Pajak yang induk organisasinya Direktorat jenderal Pajak
dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Tahun 1976 di Sumatera Utara berdiri tiga Kantor Inspeksi Pajak, yaitu:
a. Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan b. Kantor Inspeksi Pajak Medan Utara c. Kantor Inspeksi Pajak Siantar
Tahun 1978 Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan dipecah menjadi dua, yaitu Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan dan Kantor Inspeksi Pajak Kisaran.Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat, maka dirasa perlu adanya tambahan kantor untuk melayani masyarakan di dalam membayar pajak. Oleh karena itu didirikan Kantor Inspeksi Pajak Medan Barat.
Selanjutnya untuk lebih memantapkan nilai pelayanan kepada masyarakat, maka berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 25 Maret 1989 No.267/KMK.01/1989 , telah diadakan perubahan menyeluruh pada struktur Direktorat Jenderal Pajak yang mencakup reorganisasi Kantor Inspeksi Pajak diganti menjadi Kantor Pelayanan Pajak dan juga dibentuk Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan.
Terakhir berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.443/KMK.03/2002 tanggal 26 Februari 2002 dibentuk Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia.Kantor Pelayanan Pajak adalah instansi Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah kepala Kantor Wilayah.
Pada tanggal 27 Mei 2008 Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dirubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dengan wilayah kerja Kecamatan Medan
Polonia, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, dan Medan Johor. Dilakukan perubahan oleh Menteri Keuangan adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada wajib pajak.
C. Visi dan Misi KPP Pratama Medan Polonia
Adapun Visi dari KPP Pratama Medan Polonia adalah mewujudkan pelayanan yang profesional dengan kinerja yang baik dan dapat diperccaya untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak di lingkungan Kanwil DJP Sumatera Utara.
Misi dari Kantor Direksi KPP Pratama Medan Polonia adalah meningkatkan penerimaan dan pendapatan negara melalui PPh, PPN, dan PPnBM serta senantiasa memperbaharui diri sesuai perkembangan aspirasi masyarakat dan tata tertib administrasi.
Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yaitu : 1. Integritas
"Berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral."
2. Profesionalisme
"Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi."
3. Sinergi
"membangun dan memastikan hubungan kerja sama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas."
4. Pelayanan
"Memberikan layanan yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan yang dilakukan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan aman."
5. Kesempurnaan
"Senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik."
D. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan wadah bagi sekelompok yang bekerja sama dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Struktur organisasi menyediakan pengadaan personil yang memegang jabatan tertentu dimana masing-masing diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai jabatannya.Hubungan kerja dalam organisasi dituangkan dalam struktur organisasi dimana merupakan gambaran sistematis tentang hubungan kerja dari orang-orang yang menggerakan organisasi dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Struktur organisasi diharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan antar bagian berdasarkan tingkat hirarki. Struktur organisasi juga diharapkan akan dapat menetapkan sistem hubungan dalam oranganisasi yang mengahsilkan tercapainya komunikasi, koordinasi dan integrasi secara efesien dan efektif dari segenap kegiatan organisasi baik vertikal maupun horizontal.
Pada prinsipnya struktur organisasi yang digunakan tergantung pada ukuran besarnya dan jenis organisasi serta banyaknya jumlah staf dalam
organisasi serta tingginya tingkat kerumitan dalam operasional organisasi. Berikut gambaran struktur organisasi KPP Pratama Medan Polonia:
a. Kepala Kantor
Kepala kantor mempunyai tugas mengkordinasikan pelaksanaan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan wajib pajak di bidang pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah dan pajak tidak langsung lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Subbagian Umum
Membantu dan menunjang kelancaran tugas kepala kantor dalam mengkordinasikan tugas dan fungsi pelayanan kesekretariatan terutama dalam hal pengaturran kegiatan tata usaha dan kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan.
c. Seksi PDI (Pengolahan Data dan Informasi)
Membantu kepala kantor dalam mengkordinasikan pengumpulan, pengolahan data, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT, e-Filing, dan penyimpanan laporan kinerja dengan teknologi informasi perpajakan sehingga dapat memudahkan pekerjaan pada seksi PDI.
d. Seksi Pelayanan
Membantu tugas kepala kantor dalam mengkordinasikan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, mengadministrasikan dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan surat pemberitahuan dan surat lainnya,
penyuluhan perpajakan, pelaksanaan registrasi wajib pajak, serta kerja sama perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
e. Seksi Pemeriksaan
Membantu tugas kepala kantor mengkordinasikan pelaksanaan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan, pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak.
f. Seksi Penagihan
Membantu tugas kepala kantor mengkordinasikan pelaksanaan dan penatausahaan penagihan aktif, piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, dan usulan penghapusan pajak serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan.
g. Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan
Membantu tugas kepala kantor mengkordinasikan pelaksanaan dan penatausahaan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, penilaian objek pajak dan kegiatan ekstensifikasi perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
h. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon)
Membantu tugas kepala kantor mengkordinasikan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan wajib pajak, bimbingan atau himbauan kepada wajib pajak dan konsultasi teknis perpajakan, penyususnan profil wajib pajak, analisis kinerja wajib pajak, rekonsiliasi data wajib pajak dalam rangka melakukan intensifikasi dan melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pada KPP Pratama Medan Polonia terdapat empat kepala seksi pengawasan dan
konsultasi yang masing-masing pembagian tugas pokoknya berdasarkan wilayah kerja tertentu.
i. Jabatan Fungsional
Kelompok fungsional ini mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Tugas dan fungsinya adalah melakukan pemeriksaan kewajiban pajak terhadap wajib pajak orang pribadi dan badan sesuai dengan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3) yang dikeluarkan.
E. Keadaan Pegawai di KPP Medan Polonia
Aspek kepegawaian yang mendukung operasional Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Keadaan berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki 85
Perempuan 23
Jumlah 105
2. Keadaan berdasarkan Jabatan
Jabatan Jumlah
Kepala Kantor 1
Kasi/Kasubbag 10
Fungsional 13
Account
Representative 40
Pelaksana 44
Jumlah 108
3. Keadaan berdasarkan Seksi
Seksi Jumlah
Subbag Umum 10
Seksi Pelayanan 15
Seksi PDI 9
Seksi Waskon I 6
Seksi Waskon II 11
Seksi Waskon III 10
Seksi Waskon IV 10
Seksi Penagihan 7
Seksi Ekstensifikasi 11
Seksi Pemeriksaan 5
Fungsional 13
Jumlah 107
4. Keadaan berdasarkan Pangkat dan Golongan
Golongan Jumlah
IV 6
III 57
II 45
I 0
Jumlah 108
BAB III
GAMBARAN DATA
A. Data Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
Berikut adalah tabel data Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia.
Tabel 3.1
Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT yang Terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia Tahun 2015-2017
Tahun 2015 2016 2017
Jumlah Wajib Pajak Terdaftar
94.512 105.542 115.882
Sumber Data: Diolah dari Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Polonia 2018
Dari tabel 3.1 diatas dapat dilihat bahwa jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT yang terdaftar dari tahun 2015-2017 mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi sebanyak 94.512 jiwa, mengalami peningkatan di tahun 2016 sebanyak 105.542 jiwa dan pada tahun 2017 sebanyak 115.882 jiwa.
Tabel 3.2
Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT Terdaftar yang Melapor Pajak Secara E-Filing KPP Medan Polonia Tahun 2016 -2017 Tahun 2016 2017
Target KPP 25.209 14.265
Realisasi 29.580 15.186 Sumber Data: Diolah dari Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Polonia 2018
Dari tabel 3.2 diatas dapat dilihat bahwa jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT terdaftar yang melapor pajak secara e-filing di KPP Pratama Medan Polonia dari tahun 2016 ke tahun 2017 realisasinya telah mencapai target yang di tetapkan. Pada tahun 2016 realisasi jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melapor pajak secara e-filing sebanyak 29.580 jiwa dari target yang sudah ditetapkan KPP Pratama Medan Polonia yaitu sebanyak 25.209 jiwa.Dan pada tahun 2017 realisasi jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melapor pajak secara e-filing sebanyak 15.186 juga telah mencapai target yang ditetapkan yaitu sebesar 14.265 jiwa.
Tabel 3.3
Jumlah Penerimaan Pajak di KPP Pratama Medan Polonia Tahun 2015-2017
Tahun 2015 2016 2017
Target KPP (Dalam Rupiah)
678.733.119.000 819.632.260.000 676.764.789.000
Realisasi
(Dalam Rupiah)
587.347.033.378 520.323.136.715 585.884.087.794
Sumber Data :Diolah dari Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Polonia 2018
Dari tabel 3.3 diatas dapat dilihat besar jumlah penerimaan pajak keseluruhan di KPP Pratama Medan Polonia belum mencapai target yang ditetapkan. Adapun realisasi penerimaan pajak tahun 2015 sebesar 587.347.033.378 dari target yang ditetapkan sebesar 678.733.119.000. Realisasi penerimaan pajak pada tahun 2016 sebesar 520.323.136.715 juga belum mencapai target KPP yaitu sebesar 819.632.260.000. Begitupun pada tahun 2017 dengan realisasi penerimaan pajak sebesar 585.884.087.794 belum mencapai target KPP sebesar 676.764.789.000. Namun dalam hal pelaporan pajak secara e-filing telah mencapai target pada bagian penerimaan seperti dilihat pada tabel 3.2.
B. Hasil Wawancara Pegawai KPP Pratama Medan Polonia
Dalam mendukung penulisan Tugas Akhir ini diperoleh data yaitu melalui metode pengumpulan data dengan wawancara.Pada Tugas Akhir ini penulis mewawancarai salah satu pegawai yang ada di KPP Pratama Medan Polonia.
Adapun hasil wawancara tersebut ialah sebagai berikut:
1. Masih banyak Wajib Pajak yang tidak begitu paham dan juga kurang mengerti mengenai pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui sistem e-filing atau pelaporan secara online dengan menggunakan internet.
2. Dalam hal penyampaian SPT Tahunan secara online kebanyakan Wajib Pajak tidak mempunyai email dan atau punya email tetapi lupa password, hal ini membuat petugas pajak harus mendaftarkan terlebih dahulu email Wajib Pajak dan atau menggantikan password yang tentunya akan memakan banyak waktu dari yang diperkirakan sebelumnya.
3. Jaringan atau website terkadang tidak dapat diakses karena sistem e-filing sedang down atau sibuk.
4. Saat ingin menyampaikan SPT Tahunan secara online terkadang Wajib Pajak lupa EFIN, sehingga proses menjadi semakin lama karena Wajib Pajak harus meminta cetak ulang EFIN kembali.
5. Tidak jarang bukti potong yang diberikan oleh bendaharawan kepada Wajib Pajak salah sehingga memperlambat proses penyampaian SPT Tahunan secara online, sebab setiap data yang dilaporkan harus sesuai dengan bukti potong.
BAB IV PEMBAHASAN
A. Cara Pelaporan SPT Tahunan Secara E-Filing
1. Formulir SPT yang tersedia dalam E-Filing pajak online
Dalam proses pengisian SPT terdapat 3 jenis formulir, yakni 1770, 1770 S, dan 1770 SS dengan kriteria sebagai berikut:
1. E-Filing 1770 SS (Sangat Sederhana)
Formulir ini digunakan jika memenuhi kriteria berikut:
a. Penghasilan setahun kurang dari Rp 60 juta.
b. Pekerjaanmu adalah Pegawai Swasta, PNS/ASN, TNI/polri, atau Pegawai BUMN/BUMD.
c. Bukan Pengusaha atau pekerjaan bebas.
2. E-Filing 1770 S (Sederhana)
Formulir ini digunakan jika memenuhi kriteria berikut:
a. Penghasilan setahun kamu Rp 60 juta atau lebih.
b. Pekerjaan kamu adalah Pegawai Swasta, PNS/ASN, TNI/polri, atau Pegawai BUMN/BUMD.
c. Bukan Pengusaha atau pekerjaan bebas.
3. SPT 1770
Bagi yang berprofesi sebagai pengusaha atau memiliki pekerjaan bebas yang profesional, seperti akuntan, dokter, dan notaris dapat menggunakan formulir ini.
2. Langkah Melakukan Pengisian Awal Dalam Menggunakan E-filing Bagi yang baru pertama kali menggunakan E-Filing, maka perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:
1. Datang ke kantor pajak (KPP atau KP2KP) terdekat untuk melakukan registrasi EFIN (Electronic Filing Identification Number).
2. Mengisi, menandatangani, dan menyampaikan formulir permohonan aktivasi EFIN.
3. Mendaftarkan diri atau registrasi untuk membuat akun di laman DJP online.
4. Mengisi dan mengirim laporan SPT tahunan.
Informasi tambahan:
a. Permohonan hanya dapat dilakukan sendiri dan tidak dapat dikuasakan kepada pihak lain.
b. Permohonan ini hanya perlu dilakukan satu kali untuk seluruh layanan DJP online.
3. Petunjuk Registrasi E-filing Melalui DJP Online
Agar bisa menggunakan fitur e-filing, maka harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Untuk memulai registrasi layanan e-filing, masuk ke laman http:/djponline.pajak.go.id dan klik “Daftar”.
b. Isi Nomor Pokok Wajib Pajak dan nomor EFIN yang sebelumnya telah kamu peroleh dari KPP atau KP2KP. Kemudian klik “Verifikasi”.
c. Cek nama wajib pajak yang secara otomatis terisi.Kemudian Isi alamat email aktif dan buat password yang mudah kamu ingat.Klik “Simpan”.
d. klik link yang telah dikirimkan ke email, kemudian siap masuk ke DJP Online.
4. Langkah Selanjutnya Pengisian SPT Tahunan Pajak Orang Pribadi Dengan E-filing
Setelah melakukan registrasi, maka Wajib Pajak telah terdaftar dan memiliki akun. Langkah selanjutnya adalah untuk mengisi SPT tahunan menggunakan e-filing pajak online.
a. Masih dalam laman http:/djponline.pajak.go.id, klik “Login”.
b. Klik “E-Filing” untuk memasuki laman E-Filing. Kemudian klik “Buat SPT”.
c. Ikuti petunjuk dan jawab seluruh pertanyaan yang diberikan untuk menentukan jenis formulir yang sesuai dengan profil Wajib Pajak.
d. SPT 1770 S dengan formulir jika hendak mengisi formulir tanpa panduan.SPT 1770 S dengan panduan jika hendak mengisi formulir dengan panduan.
e. Setelah mengisi semua formulir hingga laman ini, kirim SPT dengan mengisi kode verifikasi dengan cara klik tombol “[di sini]”.Kode verifikasi kemudian dapat dicek di email.Akhiri proses isi SPT melalui E-Filing dengan klik
“Kirim SPT”.
B. Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Medan Polonia
1. Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT yang Terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia
Wajib Pajak atau pembayar pajak yang melaksanakan kewajiban perpajakannya harus terdata dan/atau terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia.Wajib Pajak yang terdata dan/atau terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia pada 3 (tiga) tahun terakhir yakni 2015, 2016 dan 2017.
Pada data jumlah Wajib Pajak terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia dapat dilihat bahwa jumlah Wajib Pajak tiga tahun terakhir (2015, 2016 dan 2017) setiap tahun meningkat jumlah Wajib Pajak yang terdaftar, dapat dihitung bahwa kenaikan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia tidak terlalu mengalami kenaikan yg signifikan.
Persentasi kenaikan jumlah Wajib Pajak dari tahun 2015 ke tahun 2016 ialah sebesar 0,11% kenaikannya sedangkan jumlah Wajib Pajak dari tahun berikutnya 2016 ke tahun 2017 ialah 0,09% kenaikannya. Jadi jumlah Wajib Pajak di KPP Pratama Medan Polonia dari tahun 2015 s/d 2016 mengalami kenaikan jumlah yang terdaftar walaupun kenaikan dari tahun 2015 ke tahun 2016 lebih tinggi kenaikannya daripada kenaikan jumlah Wajib Pajak dari tahun 2016 ke tahun 2017, perbandingan kenaikannya adalah 0,02%.
2. Wajib Pajak Orang Pribadi Wajib Lapor SPT Terdaftar yang Melapor Pajak Secara E-filing di KPP Pratama Medan Polonia
Pada bagian ini dapat dilihat keseluruhan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebagai Wajib Pajak yang wajib lapor SPT dengan sistem e-filing pada KPP Pratama Medan Polonia. Dari tabel 3.2 yaitu jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi sebagai Wajib Pajak wajib lapor SPT dapat diketahui bahwa jumlah
Wajib Pajak di KPP Pratama Medan Polonia telah mencapai target yang di tetapkan oleh pihak KPP. Jumlah dari realisasi 2 tahun terakhir 2016 dan 2017 ialah sebanyak 29.580 jiwa dan 15.186 jiwa dengan target yang ditetapkan yaitu sebanyak 25.209 jiwa untuk tahun 2016 dan 14.265 jiwa untuk tahun 2017.
Adapun persentasi pencapaian target pada tahun 2016 yaitu 117,34% dan tahun 2017 yaitu 83,03%.
C. Penerimaan Pajak di KPP Pratama Medan Polonia Tahun 2015-2017 Pendapatan atau penerimaan pajak berdasarkan tabel 3.3 pada BAB III Gambaran Data menunjukkan jumlah data dari tahun 2015, 2016 dan 2017 di KPP Pratama Medan Polonia (dalam rupiah). Penerimaan pajak yang ada di KPP Paratama Medan Polonia dapat dilihat dari data tiga tahun terakhir ini (2015, 2016 dan 2017) bahwa penerimaan pajak di KPP Pratama Medan Polonia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dan juga penurunan pendapatan pajak. Realisasi pendapatan dari tahun 2015 ke tahun 2016 mengalami penurunan pendapatan yaitu sebesar 0,11%. Sedangkan realisasi pendapatan dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan yaitu sebesar 0,12%.
Dengan demikian dapat di analisa bahwa pada KPP Pratama Medan Polonia jumlah Peningktan Wajib Pajak Orang Pribadi mencapai target yang terdaftar dari tiga tahun data yang dibandingkan, Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar dan Jumlah penerimaan atau pendapatan Pajak Penghasilan (PPh) dari realisasi tahun 2015, 2016 dan 2017 mengalami penurunan dan sekaligus kenaikan pendapatan walaupun belum mencapai target yang di tetapkan KPP Pratama Medan Polonia.
D. Kendala yang Dihadapi KPP Pratama Medan Polonia
Adapun kendala yang diperoleh oleh KPP Pratama Medan Polonia didalam upaya meningkatkan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam pelaporan SPT Tahunan melalui sistem e-filing ialah masih banyaknya Wajib Pajak yang tidak begitu paham dan juga kurang mengerti mengenai pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui sistem e-filing atau pelaporan secara online dengan menggunakan internet. Dalam hal penyampaian SPT Tahunan secara online kebanyakan Wajib Pajak tidak mempunyai email, jaringan atau website terkadang tidak dapat diakses karena sistem e-filing sedang down atau sibuk. Begitu pun saat ingin menyampaikan SPT Tahunan secara online terkadang Wajib Pajak lupa EFIN, sehingga proses menjadi semakin lama karena Wajib Pajak harus meminta cetak ulang EFIN kembali. Dan tidak jarang bukti potong yang diberikan oleh bendaharawan kepada Wajib Pajak salah sehingga memperlambat proses penyampaian SPT Tahunan secara online, sebab setiap data yang dilaporkan harus sesuai dengan bukti potong.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Pada uraian sebelumnya maka penulis mengambil kesimpulan dari
Pada uraian sebelumnya maka penulis mengambil kesimpulan dari