1. Nilai-nilai Pendidikan Moral Spiritual
Hasbullah menyatakan bahwa, moral merupakan kemampuan seseorang membedakan antara yang baik dan yang buruk. Uzey berpendapat bahwa nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. Moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia.
Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan manusia sehari-hari.
Sikap moral (moral feeling) mencakup kata hati (conscience), rasa percaya diri (self esteem), empati (emphaty), cinta kebaikan (loving the good), pengendalian diri (self control), dan kerendahan hati (and huminity).
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat dari seorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku.36
36Griya Wardani, Nilai-Nilai P endidikan, Dikutip dari https://griyawardani.wordpress.com/2011/05/19/nilai-nilai-pendidikan/, diakses tanggal 19 Januari 2015, pukul 10:50 WIB.
Nilai-nilai dasar yang digunakan seseorang sebagai faham spiritual dapat bersumber dari mana saja, seperti: lingkungan, logika, ajaran agama yang dianutnya, pendidikan, wejangan kedua orang tua, warisan pemikiran dan penelitian dalam kitab primbon para leluhurnya, ajaran tarikat yang diikutinya, faham dari guru spiritual yang diyakininya, ritual imu batin yang sedang dijalankannya, premanisme, materialisme, skulerisme, dan lain sebagainya.
Nilai spiritual berhubungan dengan sesuatu yang sakral suci dan agung. Nilai spiritual merupakan nilai tertinggi dan bersifat mutlak karena bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai ini dianggap sebagai kendali dalam memilih kehidupan yang baik dan buruk. Nilai spiritual (kerohanian) adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani. 37
Nilai-nilai moral spiritual yang dimaksudkan dalam Islam adalah ajaran agama yang berwujud perintah, larangan dan anjuran; yang kesemuanya berfungsi untuk membina kepribadian manusia dalam kaitannya sebagai hamba Allah serta anggota masyarakat.38
37http://www.artikel.majlismanabawi.net/nilai-nilai-spiritual-dalam-islam/, diakses pada tanggal 19 januari 2015, pukul 11:56.
38Mustofa, Akhlak Tasawuf, 17.
2. Tujuan Pendidikan Islam
Dikatakan oleh Dr. Zakiah Daradjat bahwa tujuan pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil dengan pola takwa. Insan kamil artinya manusia utuh rohani jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakat serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini maupun di akhirat nanti.
Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.39
Esensi karakteristik pendidikan Islam adalah beribadah hanya kepada Allah Swt., dan konsep pendidikan Islam tidak lepas dari tujuan hidup manusia. Sebagai tujuan hidup manusia adalah untuk
39Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam 2 (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 1997), 41.
menjadikan pribadi-pribadi hamba Allah Swt. yang bertakwa kepada-Nya dan dapat mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat.
Pendidikan Islam merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam secara keseluruhan. Karenanya, tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam yaitu beribadah hanya kepada-Nya, karena hakikat hidup manusia semata-mata hanya tercurahkan untuk menghambaakan diri kepada Allah SWT, memtuhi segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.40
Menurut Hasan Langgulung, tujuan pendidikan Islam adalah bahwa tujuan pendidikan Islam itu pada dasrnya tujuan hidup manusia itu sendiri. Sebagaimana tersirat dalam firman Allah SWT dalam Q.S.
Adz-Dzariyat:56, yang artinya, “Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku”. Ada beberapa tujuan pendidikan Islam menurut Hassan Langgulung, antara lain:
b. Menjadi khalifah di muka bumi
c. Pembentukan Insan sholeh, dan masyarakat yang shaleh
d. Terwujudnya manusia yang sempurna baik sebagai hamba ataupun khalifah
e. Mempunyai akhlak yang baik kepada sesama manusia
40Basuki dan Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Ponorogo: STAIN Po PRESS, 2007), 37.
Menurut Al-Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :
a. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemempuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan akhirat.
b. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tigkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.
c. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
Menurut Al-Abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan Islam menjadi: pembinaan akhlak, menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat, penguasan ilmu, dan ketrampilan di masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar seorang individu mampu hidup dalam berbagai macam bentuk kihudapan yang akan ia jalani nantinya.
Dari berbagai pendapat pakar tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada tujuan pendidikan Islam yaitu tujuan umum pendidikan Islam dan tujuan khusus pendidikan Islam. Tujuan umum pendidikan Islam:
mewujudkan ubudiyah yang totalitas kepada Allah SWT dengan landasan hubungan yang kontinyu seorang hamba kepada Allah SWT.
Sedangkan tujuan khusus pendidikan Islam yaitu : mengembangkan kepribadian siswa secara totalitas dan integral, menyiapkan siswa yang dapat menguasai dan melakukan aktifitas-aktifitas yang baik dan positif, membangun umat terbaik dan membangun peradaban manusia yang baik dan Islami.41
41Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam 2, 42-43.
38 BAB III
BIOGRAFI PENGARANG DAN KANDUNGAN BUKU NOTES FROM QATAR 2