• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Perusahaan

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH : ASRI DITA PUTRI (Halaman 28-34)

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori

2.1.4 Nilai Perusahaan

Menurut Ernawati dan Widyawati (2015:3-4) salah satu hal yang dipertimbangkan oleh investor dalam melakukan investasi adalah nilai perusahaan, dimana investor tersebut akan menanamkan modal. Berdasarkan pandangan keuangan nilai perusahaan adalah nilai kini (present value) dari pendapatan mendatang (future free cash flow). Semakin tinggi nilai perusahaan, semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemilik perusahaan. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjual-belikan di bursa efek merupakan indikator nilai perusahaan.

Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi, pendanaan (financing) dan manajemen aset.

Hal yang sama dikemukakan oleh Pratiwi, dkk (2016) bahwa nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan dimasa depan.

Kemakmuran pemegang saham salah satunya dilihat dari tinggi rendahnya nilai perusahaan. Nilai perusaaan yang tinggi dapat dilihat dari harga saham perusahaan, sehingga nilai perusahaan yang tinggi menjadi salah satu faktor penilaian calon investor sebelum menanamkan modalnya diperusahaan tersebut.

Tujuan manajemen perusahaan adalah memaksimalkan nilai kekayaan para pemegang saham (Harmono, 2017:1). Nilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham dipasar berdasarkan terbentuknya harga saham perusahaan di pasar, yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap kinerja perusahaan secara riil. Dikatakan secara riil karena terbentuknya harga di pasar merupakan bertemunya titik-titik kestabilan kekuatan permintaan dan titik-titik kestabilan kekuatan penawaran harga yang secara riil terjadi transaksi jual beli surat berharga di pasar modal antara para penjual (emiten) dan para investor, atau sering disebut

ekuilibrium pasar. Oleh karena itu, dalam teori keuangan pasar modal harga saham dipasar disebut sebagai konsep nilai perusahaan (Harmono, 2015:50).

Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula nilai suatu perusahaan.

2.1.4.1 Ukuran Nilai Perusahaan

Menurut Harmono (2017:114) indikator ukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan :

a. PBV (Price Book Value)

Price Book Value merupakan salah satu variabel yang dipertimbangkan seorang investor dalam menentukan saham mana yang akan dibeli. Nilai perusahaan dapat memberikan keuntungan pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.

Semakin tinggi harga saham, maka makin tinggi kekayaan pemegang saham.

PBV =

b. PER (Price Earning Ratio)

Price earning ratio adalah harga per lembar saham, indikator ini secara praktis telah diaplikasikan dalam laporan keuangan laba rugi bagian akhir dan menjadi bentuk standar pelaporan keuangan bagi perusahaan publik di Indonesia. Rasio ini menunjukan seberapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan earnings (Harmono, 2015:57).

PER =

c. EPS (Earning Per Share)

Earning Per Share atau pendapatan per lembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki (Fahmi, 2014:335).

EPS =

d. Tobin’s Q

Tobin’s Q merupakan konsep yang berharga karena menunjukan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi dimasa depan (Smithers dan Wright, 2007:37) dalam Prasetyorini (2013:186).

Tobin’s Q = Keterangan :

MVE = Harga Saham Debt = Hutang TA = Total Aset

Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan adalah PBV (Price Book Value). Karena rasio ini merupakan perbandingan antara harga saham dengan nilai buku sahamnya. Semakin tinggi rasio PBV menunjukan perusahaan semakin dipercaya yang artinya nilai perusahaan menjadi lebih tinggi. Perusahaan yang memiliki PBV yang semakin

tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan di masa mendatang dinilai semakin prospektif oleh investornya.

Price to book value (PBV) banyak digunakan oleh para analis sekuritas untuk mengestimasi harga saham di masa yang akan datang. Besarnya hasil perhitungan harga pasar saham terhadap nilai bukunya menunjukkan perbandingan antara kinerja saham perusahaan di pasar saham dengan nilai bukunya. Perusahaan yang tingkat pengembalian atas ekuitasnya relatif tinggi biasanya memiliki harga pasar saham berkali-kali lebih besar dari nilai bukunya daripada perusahaan yang tingkat pengembalian atas ekuitasnya rendah.

Perusahaan yang memiliki PBV yang semakin tinggi menunjukkan bahwa kinerja dan nilai perusahaan di masa mendatang dinilai semakin prospektif oleh investornya.

2.1.4.2 Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan

Ada beberapa faktor-faktor dalam perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Faktor Pertumbuhan Laba

Petumbuhan laba adalah pengaruh positif terhadap nilai pertumbuhan yang tinggi dan semakin bernilai pertubuhan laba yang di hasilkan pada potensi keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian Laba perusahaan dapat mengelola bisnisnya secara efisien karena mampu mendapatkan profitabilitas yang semakin tinggi serta dapat meningkatkan kepercayaan pada masyarakat dan mendapatkan investor yang mendorong lebih besar.

b) Faktor Dividend Payout Ratio

Faktor Dividend Payout Ratio merupakan nilai yang memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan yang semakin tinggi dari nilai jual yang meningkat pada perusahaan dengan memiliki keuntungan bagi pemegang saham. Faktor Dividend Payout Ratio ini juga dapat memberikan sinyal kepada para investor terhadap perusahaan untuk mempertahankan dan direspon positif dengan pertumbuhan yang lebih tinggi sehingga memiliki karakter pertumbuhan dividen.

c) Faktor Required Rate of Return

Faktor Required Rate of Return merupakan faktor nilai yang memiliki tingkat keuntungan yang dianggap layak di dapatkan bagi investor atau tingkat dengan keuntungan yang lebih di utamakan lagi. Faktor Required Rate of Return dapat diberikan hasil nilai dalam menjual saham tersebut dan akan mendorong terhadap penurunan harga saham lebih jauh sehingga kemampuan ini akan semakin rendah.

Banyak faktor yang internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi Nilai Perusahaan. Namun, Dalam Penelitian ini penulis hanya mengambil 4 indikator yang mempengaruhi Nilai Perusahaan, diantaranya : Good Corporate Governance (GCG), Dewan Komisaris Independen, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH : ASRI DITA PUTRI (Halaman 28-34)

Dokumen terkait