Misi I Melaksanakan reformasi birokrasi dengan aparatur yang bersih dan responsif dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat
2015 2016 No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
( %)
1. Peningkatan Produksi Utama 149,28
a. Padi ton 322.752 274.124 84,93
b. Jagung ton 111.808 161.981 144,87
c. Daging Kg 1.205.295 3.812.986 316,35
d. Telur Kg 1.580.747 1.645.104 104,07
e.Ikan ton 48.500 46.650 96,19
2. Skor Pola Pangan Harapan % 78,00 72,90 93,46
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
1. Produksi Ton 317.373 274.124
2. Produktivitas Kw/Ha 50,92 51,63
Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Tahun 2017
b. Jagung
Produksi jagung Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015 sebesar 108.894 ton, meningkat menjadi 161.981 ton di tahun 2016. Sedangkan untuk produktivitas jagung ditahun 2016 sebesar 81,62 Kw/Ha dan ditahun 2015, produktivitas jagung sebesar 84,31 Kw/Ha. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.40
Perkembangan Produksi dan Produktivitas Jagung di
Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015-2016
No. Uraian Satuan
Tah un
2015 2016
1. Produksi ton 108.894 161.981
2. Produktivitas Kw/Ha 84,31 81,62
Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Tahun 2017
Adapun jumlah irigasi yang mendukung capaian produksi padi dan jagung tahun 2016 berjumlah 9 paket dengan cakupan areal lebih kurang 2.728 Ha yang bersumber dari dana APBD dan APBN dengan rincian sebagai berikut :
1. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Bayang sebanyak 9 kelompok dengan cakupan areal 243 Ha;
2. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan IV Jurai sebanyak 7 kelompok dengan cakupan areal 280 Ha;
3. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Batang Kapas sebanyak 5 kelompok dengan cakupan areal 184 Ha;
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
4. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Sutera sebanyak 13 kelompok dengan cakupan areal 530 Ha;
5. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Lengayang sebanyak 11 kelompok dengan cakupan areal 305 Ha;
6. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Ranah Pesisir sebanyak 11 kelompok dengan cakupan areal 456 Ha;
7. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Linggo Sari Baganti sebanyak 11 kelompok dengan cakupan areal 450 Ha;
8. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Airpura sebanyak 6 kelompok dengan cakupan areal 165 Ha;
9. Pembangunan/rehabilitasi/pengembangan jaringan irigasi di Kecamatan Ranah IV Hulu Tapan sebanyak 4 kelompok dengan cakupan areal 116 Ha.
c. Daging
Persentase peningkatan produksi daging dari tahun 2015 ke 2016 mengalami peningkatan yang cukup besar. Namun untuk tahun 2016 produksi daging meningkat sesuai dengan target yang ditetapkan. Untuk lebih jelasnya peningkatan produksi daging, populasi ternak dan konsumsi daging pada tahun 2015-2016 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.41
Perkembangan Produksi Daging dan Populasi Ternak di
Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015-2016
No. Uraian Satuan
Tahun
2015 2016
1. Produksi Daging Sapi Potong Kg 1.173.571 3.812.986
2. Populasi Ternak
a. Sapi Potong Ekor 80.146 80.851
b.Kerbau Ekor 8.271 8.336
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
3. Konsumsi Daging
a. Sapi Potong Kg 1.173.571 1.205.295
b. Kerbau Kg 46.204 47.542
Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tahun 2017
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa populasi ternak (Sapi, Kerbau dan Kambing) meningkat untuk masing-masing ternak di tahun 2016. Begitu juga untuk konsumsi daging (Sapi Potong dan Kerbau) juga mengalami peningkatan di tahun 2016.
d. Telur
Produksi telur unggas (Ayam Buras, Ayam Ras Petelur dan Itik) meningkat dari 1.544.552 kg di tahun 2015 menjadi 1.645.104 kg di tahun 2016. Persentase peningkatan produksi telur juga naik menjadi 6,51% di tahun 2016. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.42.
Perkembangan Produksi dan Persentase Produksi dan Konsumsi Telur serta Populasi Unggas di Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015-2016
No. Uraian Satuan Tah un
2015 2016
1. Produksi Telur Unggas 1.544.552 1.645.104
a. Ayam Buras Kg 327.524 327.624 b. Ayam Ras Kg 542.508 615.012 c. Itik Kg 674.520 702.468 2. Persentase Produksi Telur Peningkatan % (3,53) 6,51
3. Konsumsi Telur ton 1.064,39 1.120,31
4. Populasi Ternak
a. Ayam Buras ekor 779.819 785.356
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
c. Itik ekor 147.921 149.400
Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tahun 2017
Dari tabel diatas terlihat peningkatan produksi telur dari -3,53 % ditahun 2015 menjadi 6,51% di tahun 2016, sedangkan untuk populasi unggas dan konsumsi daging dan telur mengalami peningkatan di tahun 2016.
e.Ikan
Kabupaten Pesisir Selatan merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil laut, terutama ikan. Perikanan yang ada di Pesisir Selatan terdiri dari Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap. Berikut perkembangan produksi perikanan budidaya dan perikanan tangkap
Tabel 3.43
Perkembangan Produksi Perikanan di
Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015-2016
No. Indikator Satuan Tahun
2015 2016
1 Produksi Perikanan Ton 44.324 46.650
a. Perikanan Budidaya Ton 10.327 12.210
b. Perikanan Tangkap Ton 33.997 34.439,9
Sumber : Dinas Perikanan, Tahun 2017
Produksi Perikanan Tangkap tahun 2015 sebesar 33.997 ton, meningkat menjadi 34.439,9 ton di tahun 2016. Perikanan tangkap naik sebesar 422,9 ton dari tahun 2015 ke tahun 2016. Produksi perikanan budidaya ditahun 2016 sebesar 12.210 ton dari 10.327 ton di tahun 2015.
Tabel 3.44
Realisasi dan Capaian Indikator Kinerja
Peningkatan Produksi Utama Tahun 2015-2016
No. Indikator Kinerja Satuan
Realisasi Capaian (%) 2015 2016 2015 2016
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
1. Peningkatan Produksi Utama
a. Padi Ton 317.569 274.124 111,06 84,93 b. Jagung Ton 108.976 161.981 73,24 144,87 c. Daging Kg 1.173.571 1.205.295 100 100 d.Telur Kg 1.558.945 1.580.747 99,85 100 e. Ikan Ton 44.324 46.650 84,05 96,19
Dari tabel diatas untuk peningkatan produksi utama yang terdiri dari Padi, Jagung, Daging, Telur dan Ikan, rata-rata meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2016, kecuali Padi. Produksi Padi turun dari 317.569 ton di tahun 2015 menjadi 274.124 ton di tahun 2016. Untuk produksi Jagung, capaiannya diatas 100% yaitu sebesar 144,87%.
2.Skor Pola Pangan Harapan
Penyelenggaraan urusan pangan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 pengganti Undang-Undang Pangan Nomor 7 Tahun 1996, yang dibangun berdasarkan kedaulatan dan kemandirian pangan.
Pola Pangan Harapan adalah susunan beragam pangan atau kelompok pangan yang didasarkan atas sumbangan energinya baik secara absolut maupun relative terhadap total energi baik dalam hal ketersediaan maupun konsumsi pangan, yang mencakup kebutuhan dengan mempertimbangkan aspek-aspek sosial, ekonomi, budaya, aroma dan cita rasa.
Tabel 3.45
Realisasi dan Capaian Indikator Kinerja Skor Pola Pangan Tahun 2015-2016
No. Indikator Kinerja Satuan
Realisasi Capaian (%) 2015 2016 2015 2016
1. Skor Pola Pangan Harapan % 77,2 72,90 100,26 93,46
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
Skor Pola Pangan Harapan tahun 2016 adalah 72,90% dibandingkan tahun 2015 sebesar 77,2%. Menurut ketetapan apabila skor aktual kelompok bahan pangan per-hari memang sudah diatas Angka Kecukupan Energi, namun keberagaman dan keseimbangan konsumsi masyarakat perlu dilakukan penyadaran kepada masyarakat tentang penting keragaman dalam pemenuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh karena tidak ada satu jenis pangan yang mampu memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh yang sangat beragam.
Pencapaian produksi ini didukung oleh 2 program/kegiatan. Program yang pertama yaitu Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan Total anggaran untuk program ini yaitu Rp3.855.278.943,00 dan terealisasi sebesar Rp3.716.731.893,00 atau sebesar 96,41%.
Program kedua yaitu Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian Total anggaran untuk program kedua ini yaitu Rp3.512.614.077,00 dengan realisasi anggaran sebesar Rp3.452.440.859,00 atau sebesar 98,29 %.
Pencapaian produksi jagung ini didukung oleh Program Peningkatan Produksi
Pertanian/Perkebunan total anggaran Rp8.882.802.800,00 dan terealisasi Rp8.858.309.350,00 atau sebesar 99,72%.
Pencapaian produksi dan peningkatan produksi daging, populasi ternak dan konsumsi daging ini didukung oleh 2 program, yaitu :
1. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.
2. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
Pencapaian produksi dan peningkatan produksi telur unggas, populasi unggas dan konsumsi daging dan telur ini didukung oleh 2 program, yaitu :
1. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.
2. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
Ada 3 program yang mendukung produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya, yaitu:
1. Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap 2. Program Peningkatan Produksi Perikanan
3. Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan.
Laporan Kinerja Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 | III-4
Adapun program yang mendukung indikator kinerja ini adalah Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat dengan anggaran Rp639.971.540,00 dan realisasi anggaran sebesar Rp586.791.066,00 atau 91,69%.
Program-program yang telah dilaksanakan untuk mendukung pencapaian target indikator kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya Produksi dan Produktifitas Pertanian, Perkebunan, Peternakan serta Kelautan dan Perikanan tersebut diatas didukung oleh dana sebesar Rp8.823.642.384,00 terealisasi sebesar Rp8.423.259.310,00 atau 95,46%. Ini berarti, dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2016 terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp391.384.074,00 atau 4,44%.
SASARAN 4.1.2
TERWUJUDNYA INDUSTRI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN PRODUK-PRODUK PERTANIAN,
PERKEBUNAN, PETERNAKAN, PERIKANAN MELALUI PENGEMBANGAN KOPERASI, UMKM,