• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO KEBIJAKAN POTENSI KONFLIK KONFLIK KEPENTINGAN

Dalam dokumen RENSTRA BAPPEDA 2013-2018 Kota Pagar Alam (Halaman 41-46)

Tabel ...

ANALISIS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR

NO KEBIJAKAN POTENSI KONFLIK KONFLIK KEPENTINGAN OUTPUT REKOMENDASI 1 Pengembangan TAHURA  Penguasaan dan pemanfaatan lahan untuk TAHURA dan kegiatan lainnya.

 Terdapat konflik kepentingan artara kawasan hutan lindung dan kawasan perkebunan kopi

Perlu deliniasi yang tegas untuk areal

pengembangan TAHURA

Dilakukan pengukuran batas deliniasi hutan lindung dengan kawasan budidaya.

2 Pengembangan Pusat Pemerintahan di Gunung Gare Dusun Tanjung Cermin, luas kawasan ± 100 Ha

 Masuk dalam daerah rawan bencana Gunung Dempo

 Potensi terbentuknya kegiatan lain selain kegiatan pemerintahan

 Potensi kerusakan fisik (bangunan) akibat bencana alam

 Ada kemungkinan tumbuh berkembang pusat permukiman di sekitar Kawasan Pemerintahan yang baru Layak dikembangkan dengan catatan sebagai Kawasan pengembangan terbatas

Selain fungsi kegiatan pemerintahan diarahkan sebagai lokasi pengembangan sumberdaya, bukan permukiman

3 Pengembangan

Bandara Pagar Alam di Dusun Mingkik Kelurahan Atung Bungsu (alokasi lahan ± 62 Ha)

Kelurahan Atung Bungsu

masuk dalam

pengembangan pusat agropolitan Kota Pagar Alam dan rencana pengembangan peternakan (pengembukan sapi)

Pada lokasi ini sudah ditetapkan melalui SK Walikota sebagai kawasan pengembangan peternakan sapi. Adanya aktivitas bandara akan mengakibatkan dampak negatif terhadap perkembangan ternak sapi. SK Penetapan Kawasan Pengembangan Ternak Sapi dicabut dan dicari lokasi untuk pengganti.

Kawasan Atung Bungsu dijadikan sebagai pusat pelayanan Kota Pagar Alam dengan potensi pengembangan sektor transportasi udara, permukiman dan industri

4 Rencana

pembangunan lapangan golf di Kelurahan Curup Jare dengan alokasi lahan ± 17 Ha

 Masuk dalam daerah rawan bencana Gunung Dempo

 Berada pada daerah resapan air  Topografi bergelombang dengan elevasi ± 1000 m di atas permukaan laut

Perubahan fungsi lahan akibat aktivitas golf

Tidak layak untuk dikembangkan dengan pertimbangkan mempertahan kan fungsi resapan air

Rencana pembangunan golf dialihkan ke lokasi lain dengan daya dukung tinggi

5 Rumah Pemotongan

Hewan (RPH) di Kelurahan Repah Tinggi

Masuk dalam DAS Selangis Kecil

Potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas rumah pemotongan hewan Layak untuk dikembangkan dengan catatan sebagai pengembangan kegiatan terbatas

Kegiatan pemotongan hewan bisa terus dilaksanakan pada lokasi yang telah ditetapkan dengan catatan adanya batasan kegiatan di sekitar lokasi tersebut.

6 Rencana Permukiman dan Perkebunan (KIMBUN) di Kelurahan Jokoh, alokasi lahan ± 2500 Ha.  Pembukaan askes yang tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perkembangan kegiatan permukiman Pengembangan kawasan permukiman

Tidak layak untuk dikembangkan

Permukiman dan Perkebunan sebaiknya tidak dikembangkan pada lokasi yang telah ditetapkan sebagaimana fungsinya. Arah pengembangan permukiman lebih kepada konsep kasiba dan lisiba.

RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-17

Pemerintah Kota Pagar Alam

NO KEBIJAKAN POTENSI KONFLIK KONFLIK KEPENTINGAN OUTPUT REKOMENDASI  Lokasi berdekatan dengan kawasan lindung 7 Pembangunan jalan lokal di kawasan perkebunan kopi, lokasi di Kelurahan Alun Dua Pengembangan kegiatan permukiman di sepanjang koridor jalan.

Perubahan fungsi lahan di sepanjang koridor jalan

Sebagai kawasan pengembangan terbatas

Pembangunan jalan lokal perlu dibatasi

8 Pembangunan Sport Centre di Kelurahan Tambak Ulas dengan alokasi lahan ± 14 Ha Perkembangan kegiatan ikutan seperti permukiman Potensi konflik kepentingan dengan adanya konfersi lahan

Layak untuk dikembangkan

Rencana pembangunan Kawasan sport centre terus dilaksanakan sehingga dalam arahan pemanfaatan ruang alokasi lahan telah dipertimbangkan

9 Penetapan lokasi

Industri, TPU dan TPS di Kelurahan Alun Dua dengan alokasi luas 20 Ha

Tidak optimalny pemanfaatan lokasi dengan fungsi yang telah ditetapkan

Berubah fungsi

pemanfaatan lahan dengan kegiatan lain, terutama kegiatan permukiman, karena faktor lokasi yang strategis dengan fusat kota

Aspek lokasi yang sesuai maka layak untuk

dikembangkan terutama optimasi kegiatan dengan memanfaatkan lokasi yang sudah ditetapkan,

Pembatasan perkembangan kegiatan terutama untuk arahan pemanfaatan ruang sebagai permukiman

3.5 Analisis terhadap KLHS

Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dimaksudkan untuk memberikan gambaran hasil-hasil analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipaif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program.

Tujuan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah:

a. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat pada penyusunan KRP b. Mengkaji pengaruh kebijakan, rencana, dan/atau program yang tertuang dalam KRP terhadap

kondisi lingkungan hidup wilayah;

c. Merumuskan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana, danlatau program;

d. Merekomendasikan perbaikan untuk pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan/atau program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pelaksanaan KRP.

Sasaran Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah:

a. Terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat pada proses penataan ruang wilayah

RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-18

Pemerintah Kota Pagar Alam

Hasil Analisis terhadap Dokumen KLHS

No Aspek Kajian Ringkasan KLHS Implikasi terhadap Pelayanan

Bappeda Kota Pagar Alam

Catatan bagi Perumusan Program dan Kegiatan Bappeda Kota Pagar Alam

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Kapasitas daya dukung dan

daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan

Terbatasnnya daya dukung dan daya tampung ling hidup

Kajian dan pemanfaatan lahan dan pelestarian LH

Penetapan zonasi Regulasi

2. Perkiraan mengenai dampak

dan risiko lingkungan hidup

Pembangunan

menyebabkan penyusutan dan perusakan LH

Kajian tentang dampak dan resiko LH

Penetapan zonasi Regulasi

3. Kinerja layanan/jasa ekosistem Menurunnya kualitas

lingkungan

Kajian Peningkatan kualitas Ling

Penetapan zonasi Regulasi

4. Efisiensi pemanfaatan sumber

daya alam

Pembatasan pemanfaatan SDA

Kajian Pemanfaatan SDA Penetapan zonasi

Regulasi

5. Tingkat kerentanan dan

kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim

Menurunya kelestarian akibat perubahan iklim

Kajian dampak perubahan iklim terhadap LH

Penetapan zonasi Regulasi

6. Tingkat ketahanan dan potensi

keanekaragaman hayati

Berkurangnya ketahanan dan potensi

keanekaragaman hayati

Kajian dan penanggulangan keanekaragaman hayati

Penetapan zonasi Regulasi

Dan Berdasarkan Hasil Analisis dan telaahan tersebut, Tantangan dan Peluang Pelayanan Bappeda Kota Pagar Alamdapat dijabarkan sebagai berikut:

3.6 Penentuan Isu-isu Strategis

Berdasarkan gambaran pelayanan Bappeda Kota Pagar Alam, Sasaran Jangka Menengah Renstra Bappeda Provinsi Sumsel, Implikasi RTRWK, dan KLHS Sumsel, maka berikut dijabarkan Isu isu strategis yang ditangani oleh Bappeda Kota Pagar Alam berikut upaya upaya penangannan secara umum

1. Terhadap Anggaran / Dana

a. Keterbatasan dana dalam perencanaan, dengan mengelompokkan urusan wajib dan pilihan dengan porsi proporsional dan terarah.

2. Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana

a. Meningkatkan Kuantitas sumber daya manusia yang menangani perencanaan b. Meningkatkan Kualitas, SDM yang berkecimpung di dalam perencanaan; c. Rasionalisasi struktur organisasi dan tata laksana dan regulasinya;

RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-19

Pemerintah Kota Pagar Alam

d. Melengkapi Sarana dan prasarana dalam rangka pelayanan; e. Memantapkan pengelolaan asset dan sistemnya;

3. Penataan Ruang

a. Menyusun Kebijakan tentang Penataan Ruang;

b. Melaksanakan sosialisasi Peraturan Perundangundangan di bidang Penataan Ruang; c. Memfasilitasi dan Mengkoordinasi penataan ruang;

d. Meningkatkan kemampuan aparat dalam perencannan ruang; e. Penyesuaian pemanfaatan ruang di kabupaten Jembrana; f. mengkoordinasi pemanfaatan ruang lintas kabupaten;

g. Meningkatkan Pengendalian, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penataan Ruang 4. Perencanaan Pembangunan

a. Mengumpulkan data daerah dalam rangka Pengembangan data / informasi; b. Mengkoordinasi kerjasama pembangunan antar SKPD akibat ego sektoral; c. Mengkoordinasi dan berkerjasama dalam pengembangan wilayah perbatasan;

d. Melaksanakan sosialisasi, koordinasi dan menitoring Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh;

e. Mengupayakan pemeratan dan dan merangsang pengembangan Perencanaan Pengembangan kota kota kecamatan;

f. Meningkatkan kemampuan aparat Perencana;

g. Merubah Mainset masyarakat dan Aparatur yang menganggap Perencanaan Daerah (partisipasi, penyelenggaraan, perumusan) bukan hal yang penting terutama dalam proses musrenbang;

h. Mengelola data/informasi dan mengkajian hal-hal tentang perencanaan pembangunan ekonomi, sosial budaya, sumber daya alam, dan kawasan kawasan khusus lainnya; i. Menetapkan Regulasi penggunaan data di semua sektor;

5. Data dan Informasi Daerah (Statistik)

a. Melaksanakan penyusunan dan pengumpulan data statistik daerah;

b. Melakukan pengolahan, updating dan analisis terhadap data statistik daerah;

c. Meningkatkan sistem updating dan penyebarluasan data statistik kepada masyarakat dalam rangka keterbukaan pelayanan publik;

RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-20

Pemerintah Kota Pagar Alam

6. Penanaman Modal

a. Meningkatkan minat penanam modal yang siap menanamkan modalnya di Kota Pagar Alam.

b. Melaksanakan Kajian dan data tentang penanaman modal di Kota Pagar Alam; c. Melakukan Promosi dalam rangka Pengembangan dan Kerjasama Investasi;

d. Mengupayakan peningkatan iklim investasi dan realisasi Investasi di Kota Pagar Alam; e. Penyiapan Potensi Sumberdaya, sarana da prasarana daerah dalam mendukung

BAPPEDA Kota Pagar Alam

Penetapan Kinerja BAPPEDA Kota Pagar Alam Tahun 2014 IV-1 BAB IV

Dalam dokumen RENSTRA BAPPEDA 2013-2018 Kota Pagar Alam (Halaman 41-46)

Dokumen terkait