PERENCANAAN STRATEGIS
(RENSTRA)
iii
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman judul ... i
Daftar Isi ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... I-1
1.1 Latar Belakang ... I-1
1.2 Landasan Hukum Penyusunan ... I-3
1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Renja Bappeda ... I-3
1.5 Sistematika Penulisan ... I-4
BAB II EVALUASI RENJA BAPPEDA TAHUN 2011 DAN 2012 ... II-1
2.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah ... II-1
2.1.1 Aspek Geografi ... II-1
2.1.2 Administrasi Pemerintahan ... II-3
2.1.2.1 Susunan Organisasi Perangkat Daerah ... II-4
2.1.3 Perkembangan Ekonomi Makro ... II-6
2.3 Capaian Kinerja Tahun 2011 danPrediksiTahun 2012 ... II-17
2.3.1 Urusan Tata Ruang ... II-17
2.3.2 Urusan Perencanaan Pembangunan ... II-21
2.3.3 Statistik ... II-27
2.4 Isu Strategis ... II-27
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... III-1
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
Bappeda Kota Pagar Alam ... III-1
3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Pagar Alam ... III-3
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi Sumatera Selatan ... III-10
3.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis ... III-11
3.5 Analisis terhadap KLHS ... III-17
iii
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... IV-1
4.1 Visi dan Misi SKPD ... IV-1
4.2 Misi ... IV-1
4.3 Tujuan, Sasaran, Strategi & Kebijakan ... IV-2
4.4 Prioritas Bappeda Kota Pagar Alam ... IV-6
4.5 Faktor-faktor Penentu Keberhasilan (Capital Succes Factor) ... IV-7
4.6 Pernyataan Analisis SWOT dan Proyeksi dalam Perencanaan serta Kendala
Yang Dihadapi ... IV-9
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... V-1
5.1 Pengertian Program ... V-1
BAB VI INDIKATOR KINERJA BAPPEDA YANG MENGACU PADA
TUJUAN DAN SASARAN ... VI-1
6.1 Pengukuran Indikator Kinerja ... VI-1
6.2 Indikator Kinerja Utama ... VI-1
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013-2018 I-1
PemerintahKota PagarAlam
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
SejalandenganPeraturanMenteriDalamNegeriNomor 54 Tahun 2010 tentangPelaksanaanPeraturanPemerintahNomor 8 Tahun 2008 tentangTahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, danEvaluasiPelaksanaan Pembangunan Daerah, merupakansatukesatuandalamsistemperencanaanpembangunannasional yang dilakukanpemerintahdaerahbersamaparapemangkukepentinganberdasarkanperandanke wenangannya, berdasarkankondisidanpotensi yang dimilikimasing-masingdaerahsesuaidinamikapembangunan.
Perencanaanpembangunandaerahmerupakanbagian yang tidakterpisahkandari system perencanaanpembangunannasional yang diaturdalamUndang-UndangNomor 25 Tahun 2005 tentangSistemPerencanaan Pembangunan NasionaldanUndang-undangNomor 32 tahun 2004 tentangPemerintahandaerah, yang mengamanatkankepadaSatuanKerjaPemerintahan Daerah (SKPD) untukmenyusunPerencanaanStrategis (Renstra).
Perencanaan Strategis Bappeda Kota Pagar Alam 2013-2018 merupakan perencanaan lima tahunan.Perencanaanstrategisadalahpendekatan, carauntukmencapaitujuan,
mengarahkanpadapengambilankeputusandantindakanterutama di bidangperencanaanpembangunan. RencanastrategisinidisusunberdasarkanPerencanaan
yang dihadapi, pemikirandananalisis yang
mendalamdankomprehensifdalamperumusanstrategi,
mengkajiulangterhadaprencanastrategissebelumnyasertamempertimbangkanmasukanma
upun saran daripihak internal
daneksternal.DokumenRencanaStrategisiniberpedomanpadaRencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD), mengacupadaRencana Pembangunan JangkaPanjang Daerah (RPJPD) sertamemperhatikanRencanaStrategis BAPPENAS sebagaiacuanperencanaandariseluruhBadanPerencanaan di daerah.
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013-2018 I-2
PemerintahKota PagarAlam
2013-2018, yang merupakandokumenperencanaan lima tahunanBadanPerencanaan Pembangunan Daerah, yang memuatvisi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,
program dankegiatanpembangunan di
bidangperencanaanpembangunanberdasarkankondisidanpotensidaerah di Kota PagarAlam.
Pembangunan Daerah merupakan subsistem dari pembangunan nasional dan PerencanaanStrategis SKPD merupakan subsistem dari Perencanaan Pembangunan Daerah oleh karenanya penyusunan PerencanaanStrategis SKPD harus sinergis dengan dokumen perencanaan lainnya.
Gambar I.1
Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
RPJM-Nasional (5 Tahun)
RPJP-Nasional (20 Tahun)
RPJP-Daerah Propinsi (20 Tahun)
RPJP-Daerah Kab/Kota (20 Tahun) RPJM- Daerah Propinsi/
Renstrada-Propinsi dan Standar Pelayanan Minimal
RPJM-Daerah Kab/Kota (5 Tahun)
Rancangan Renstra-SKPD
Renstra-SKPD (5 Tahun) RKPD Kab/Kota
(1 Tahun)
Renja-SKPD (1 Tahun)
RAPBD Kab/Kota (1 Tahun) RKP
Pedoman
Memperhatikan
Acuan Acuan
Acuan
Pedoman
Pedoman Input
Pedoman Memperhatikan
Penjabaran
Acuan Acuan
Acuan Input
Pedoman
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013-2018 I-3
PemerintahKota PagarAlam
1.2. Landasan Hukum Penyusunan
LandasanhukumpenyusunanRencanaStrategisBadanPerencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota PagarAlamadalahsebagaiberikut : (1). Undang-UndangNomor17 Tahun2003 tentangKeuanganNegara
(2). UU Nomor25 Tahun2004 tentangSistemPerencanaanPembangunanNasional
(3). UU Nomor32 tahun2004 tentangPemerintahanDaerah:
(4). PP Nomor8 Tahun2008 tentangTahapan, Tata Cara Penyusunan, PengendaliandanEvaluasiPelaksanaanRencana Pembangunan Daerah
(5)Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Pagar Alam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 88; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4115);
(6). InpresNomor 7 Tahun1999 tentangAkuntablitasKinerjaInstansiPemerintah
(7) PermendagriNomor54 tahun2010 tentangPelaksanaanPeraturanPemerintahNomor8 Tahun2008 tentangTahapan, TatacaraPenyusunan, Pengendalian, danEvaluasiPelaksanaanRencanaPembangunan Daerah
(8) Peraturan Daerah Kota PagarAlamNomor 06 Tahun 2007tentangRPJPD (Rencana Pembangunan JangkaPanjang Daerah) Kota PagarAlamTahun 2005-2025.
(9) Peraturan Daerah Kota PagarAlamNomor …… Tahun ….. tentangRPJMD (Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah) Kota PagarAlamTahun 2013-2018.
(10)Peraturan Daerah Kota Pagar Alam Nomor 03 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Pagar Alam (Lembaran Daerah Kota Pagar Allam Tahun 2008 Nomor 3 seri D
1.3. Maksud dan Tujuan Penyusunan Renstra
MaksudpenyusunanRenstraBappeda Kota PagarAlamTahun 2013 – 2018 adalahsebagaidokumenperencanaanBappedaPagarAlamdalamPerencanaanselamakurun waktu5 tahunpadaperiode2013 – 2018.
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013-2018 I-4
PemerintahKota PagarAlam
a. Sinkronisasitujuan, sasaran, program dankegiatanBappeda Kota PagarAlamdenganRencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD) Kota PagarAlam.
b. MenyediakanbahansertapedomanuntukmenyusunRencanaKinerja
(RencanaKerjaTahunan) Bappeda Kota PagarAlamdalamkurunwaktutahun 2013
– 2018.
c. MenyediakanacuanuntukmeningkatkanpelaksanaantugasdanfungsiBappeda Kota PagarAlambesertaseluruh unit kerjanyadalamhalPerencanaan Pembangunan Daerahdenganmenerapkanprinsipkoordinasi, integrasidansinkronisasi.
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
SebagaimanaamanatPermendagriNomor 54 Tahun 2010 tentangPelaksanaanPeraturanPemerintahNomor 8 Tahun 2008 tentangTahapan, Tata Cara Penyusunan, PengendaliandanEvaluasiPelaksanaanRencana Pembangunan Daerah, SubstansiRencanaStrategisBadanPerencanaan Pembangunan Kota
PagarAlamtahun2013 –
2018dalamdokumeninidisajikandengansistematikapenulisansebagaiberikut:
Bab I Pendahuluanmencakup: LatarBelakang, LandasanHukum, MaksuddanTujuan, SistematikaPenulisan.
Bab II GambaranPelayananBappedamencakup: Tugas, Fungsi, danStrukturOrganisasiBappeda,SumberDayaBappeda, KinerjaPelayananBapeda, TantangandanPeluangPengembanganPelayananBappeda.
Bab III Isu-isuStrategisBerdasarkanTugasdanFungsimencakup: IdentifikasiPermasalahan BerdasarkanTugasdanFungsiPelayananBappeda, TelaahanVisi, Misi, danProgram
KepalaDaerah danWakilKepala Daerah Terpilih,TelaahanRenstra K/L, TelaahanRencana TataRuang Wilayah danPenentuanIsu-isuStrategis.
Bab IV Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, StrategidanKebijakanmencakup: VisidanMisiBappeda, TujuandanSasaranJangkaMenengahBappeda, StrategidanKebijakanBappeda. Bab V Rencana Program danKegiatan, IndikatorKinerja, KelompokSasaran,
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013-2018 I-5
PemerintahKota PagarAlam
Bab VI IndikatorKinerja SKPD Yang MengacuPadaTujuandanSasaran RPJMD. Bab VII KaidahPelaksanaan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-1
Pemerintah Kota Pagar Alam
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BAPPEDA KOTA PAGAR ALAM
Pelayanan fungsi perencanaan yang dilaksanakan oleh Bappeda Kota Pagar Alam
sampai saat ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang telah
ditetapkan. Namun belum semua kebutuhan dokumen perencanaan yang tersedia secara
lengkap, mengingat pemenuhan kebutuhan disesuaikan dengan skala prioritas dan
kemampuan pendanaan.
Pelayanan dalam hal perencanaan antara lain sebagai berikut :
1. Penyusunan perencanaan pembangunan tahunan melalui Forum Musrenbang yang
dimulai dari Musrenbang Kelurahan, Kecamatan, Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) atau dikenal dengan Rapat Teknis SKPD (Ratek), Musrenbang Kota Pagar Alam,
Musrenbang Provinsi, dan Musrenbang Nasional dapat terlaksana sesuai dengan
mekanisme dan penjadwalan yang ditetapkan. Namun perlu penajaman dalam penentuan
skala prioritas pembangunan pada setiap tahapan.
2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018 telah
ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2013.
3. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 07
Tahun 2012-2032 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pagar Alam. RTRW ini
sebagai dasar dalam pengendalian pengelolaan penggunaan lahan dalam wilayah Kota
Pagar Alam. Dalam pelaksanaannya perlu peningkatan pengawasannya, sehingga
peruntukan penggunaan ruang terkendali sesuai ketentuan RTRW.
4. Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) masih perlu disiapkan ditiap wilayah
Kecamatan dan akan ditetapkan dalam Peraturan Walikota Kota Pagar Alam.
5. Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) beberapa Kawasan.
6. Dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman
Daerah perlu di persiapkan dan ditetapkan dalam Peraturan Walikota Pagar Alam.
7. Penyediaan Data/ Informasi dalam rangka kerjasama perencanaan untuk lima tahunan ke
depan perlu ditingkatkan.
8. Penyusunan Kajian dan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan secara Makro perlu
perumusan untuk mengakomodir Rencana Pembangunan dan Rencana Tata Ruang.
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pagar Alam
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan
daerah yang meliputi ekonomi, fisik, sosial budaya, serta pengendalian dan evaluasi dan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-2
Pemerintah Kota Pagar Alam
Dari uraian singkat diatas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
Kota Pagar Alam merupakan unsur perencana penyelenggaraan Pemerintahan Kota Pagar
Alam yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pagar Alam Nomor 03 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Pagar Alam
(Lembaran Daerah Kota Pagar Allam Tahun 2008 Nomor 3 seri D .
Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis perencanaan;
2. Pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas teknis tertentu di bidang perencaaan
pembangunan daerah meliputi ekonomi, fisik, sosial budaya, serta pengendalian dan
evaluasi dan pelaporan;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Struktur/ Susunan organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pagar
Alam terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat, mempunyai tugas dan fungsi merencanakan, melaksanakan,
mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian,
keuangan dan penyusunan program dan anggaran.
Sekretariat membawahi :
A. Sub Bagian Umum;
B. Sub Bagian Keuangan;
C. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.
b. Bidang Pengendalian, Evaluasi, Pelaporan, Statistik dan Litbang membawahkan :
A. Sub Bidang Evaluasi dan Pelaporan;
B. Sub Bidang Statistik dan Litbang.
c. Bidang Ekonomi dan Penanaman Modal membawahkan :
A. Sub Bidang Pertanian;
B. Sub Bidang Pengembangan DuniaUsaha dan Investasi.
d. Bidang Sosial dan Budaya membawahkan :
A. Sub Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum;
B. Sub Bidang Pengembangan SDM dan Budaya.
e. Bidang Fisik dan Prasarana membawahkan :
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-3
Pemerintah Kota Pagar Alam
B. Sub Bidang Pengembangan SDA, Pertambangan Energi, Tata Ruang dan
Lingkungan Hidup.
f. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagan No. 2.1
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA BAPPEDA KOTA PAGAR ALAM
Sub - Bidang
Pengembangan SDM dan
Budaya
Kepala Bappeda
Sekretariat Kelompok
Jabatan Fungsional
Sub-Bagian Program dan
Pelaporan
Sub-Bagian Keuangan
Bidang Eva. Pel. Statistik
Dan Litbang
Bidang Sosial Budaya
Bidang Fisik dan Prasarana
Bidang Ekonomi dan Penanam Modal
Sub- Bidang
Pengembangan infrastruktur
Sub-Bidang Pengemb SDA, Pertamb Energi,
Tata Ruang dan Lingk. Hidup
Sub- Bidang
Pengembangan dunia usaha dan
Investasi
Sub- Bagian Umum
Sub-Bidang
Pertanian
Sub-Bidang
Pengemb Kesejaht sosial
dan Pelaya Umum
Sub- Bidang
Staistik dan Litbang
Sub- Bidang
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-4
Pemerintah Kota Pagar Alam
2.2 Sumber Daya Bappeda
Sumberdaya manusia merupakan salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh
instansi/badan usaha, karena kinerja para pegawai akan menentukan tingkat kinerja
instansi/badan usaha tersebut. Badan Perencanaan Pemabanguan Daerah (Bappeda) Kota
Pagar Alam, memiliki sumberdaya manusia sebanyak 37 orang, dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel ……
Kualifikasi Pegawai Bappeda Berdasarkan Pendidikan Doktor
(S3)
Magister
(S2)
Sarjana
(S1) Diploma SLTA SLTP TOTAL
- 7 28 1 1 - 37
Kondisi pegawai yang menangani Urusan Perencanaan Pembangunan berdasarkan
latar belakang pendidikannya dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel …..
Jabatan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan
Yang Menangani Urusan Perencanaan Pembangunan dengan Oktober 2012
Jabatan Doktor (S3)
Magister
(S2)
Sarjana
(S1) Diploma SLTA SLTP TOTAL
Struktural - 7 8 - 1 - 16
fungsional - - - -
Staff - - 20 1 - - 21
Kondisi pegawai yang menangani Urusan Perencanaan Pembangunan berdasarkan
golongannnya dapat dilihat pada tabel di bawah
Tabel ….. Kualifikasi Pegawai Bappeda
Berdasarkan Golongan
Golongan IVc IVb IVa IIId IIIc IIIb IIIa IId IIc IIb IIa TOTAL
Jumlah
(orang) 1 1 2 3 8 2 19 - 1 - - 37
Kondisi pegawai yang menangani Urusan Perencanaan Pembangunan
berdasarkan Jenis Kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah
Tabel …..
Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-5
Pemerintah Kota Pagar Alam
Laki Laki Perempuan TOTAL
Jumlah(orang) 26 11 37
Tabel ……
Aset Pada Urusan Perencanaan Pembangunan
NO URAIAN ASSET/MODAL NILAI (Rp)
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung Dan Bangunan
4 Dst
TOTAL JUMLAH
.
2.3 Kinerja Pelayanan SKPD
Jenis pelayanan kepada masyarakat yang disediakan oleh Badan Perencanaan
Pemabanguan Daerah (Bappeda) Kota Pagar Alam antara lain meliputi: layanan jasa arahan
perencanaan terhadap SKPD melalui Musrenbang, layanan advice planning tata Ruang dan
Tata Bangunan, layanan koordinasi dengan instasi vertikal, layanan penyediaan data dan
informasi serta layanan lainya yang terkait dengan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Masing-masing layanan tersebut akan terjadwal secara umum sebagai berikut:
SIKLUS JADWAL PENYUSUNAN APBD INDUK DAN APBD-P KOTA PAGAR ALAM
NO URAIAN WAKTU NO URAIAN WAKTU
1 Penyelenggaraan Forum Musrenbang Kelurahan
Minggu II Januari s/d Minggu I Pebruari 1
Pengajuan Usul APBD-P oleh masing-masing SKPD (BAPPEDA)
Minggu I s/d Minggu IV Juni
2 Penyelenggaraan Forum Musrenbang Kecamatan Minggu I dan II Pebruari 2
Penyusunan KUA DAN PPAS Perubahan (BAPPEDA + TAPD)
Minggu III Juni s/d Minggu IV
3
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) masing-masing SKPD
Minggu I s/d Minggu III Pebruari 3
Penyampaian KUA dan PPAS Perubahan dari TAPD kepada Walikota
Minggu IV Juli
4 Penyampaian Renja SKPD ke BAPPEDA
Minggu II Pebruari s/d Minggu IV Pebuari
4
Penyampaian Rancangan KUA-P dan PPAS-P dari Walikota kepada DPRD
Minggu I Agustus
5 Penyiapan Rancangan Awal RKPD (BAPPEDA) Minggu III Pebruari s/d Minggu I Maret 5 Pembahasan KUA-P dan PPAS-P (DPRD + TAPD) Minggu I s/d II Agustus
6 Rapat Teknis (SKPD terkait dan Kecamatan)
Minggu III Pebruari s/d Minggu I Maret 6
Kesepakatan KUA-P dan PPAS-P antara Kepala Daerah dan DPRD
Minggu II Agustus
7
Penyelenggaraan Forum SKPD (Paparan kepala SKPD dengan Walikota )
Minggu I Maret s/d Minggu II Maret 7
Penyampaian Pedoman penyusunan RKA-P kepada SKPD (BAPPEDA)
Minggu III Agustus
8 Penyusunan Rancangan RKPD (BAPPEDA)
Minggu II Maret s/d Minggu III Maret 8
Penyusunan RKA APBD-P (masing-masing SKPD)
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-6
Pemerintah Kota Pagar Alam
9
Penyelenggaraan Forum Musrenbang Kota Pagar Alam (BAPPEDA)
Minggu II atau III
Maret 2012 9
Pembahasan RKA APBD-P (TAPD + SKPD)
Minggu IV Agustus s/d I September
10 Menghadiri Forum Musrenbang Propinsi
Minggu IV Maret s/d Minggu I April 10
Penyampaian Raperda APBD-P beserta lampiran kepada DPRD (TAPD)
Minggu II September
11 Menghadiri Forum Musrenbang Nasional
Minggu II April s/d Minggu IV April 11
Pembahasan Raperda APBD-P (DPRD + TAPD + masing-masing SKPD)
Minggu II,III dan IV September
12
Indikasi Plafon Dana SKPD (BAPPEDA + DPPKA)
Minggu III April s/d Minggu I Mei 12
Persetujuan DPRD terhadap Raperda APBD-P (DPRD + Wako)
Minggu IV September
13 Penyusunan Rancangan Akhir RKPD (BAPPEDA)
Minggu IV April s/d Minggu IV Mei 13
Penyusunan Draft DPA-P (masing-masing SKDPA-PD difasilitasi oleh DPPKA)
Minggu IV Septembe s/d Minggu I Oktober
14 Penyusunan KUA dan PPAS APBD (BAPPEDA)
Minggu IV Mei s/d Minggu I Juni 14
Penelitian DPA-P (DPPKA)
Minggu IV Septembe s/d Minggu I Oktober
15
Penyampaia KUA dan PPAS APBD dari TAPD kepada Walikota
Minggu I Juni 15
Penyampaian Raperda APBD-P kepada Gubernur untuk di evaluasi
Minggu I Oktober
16
Penyampaian KUA dan PPAS APBD dari Walikota kepada DPRD
Minggu II dan III Juni 16 Evaluasi Raperda APBD-P oleh Gubernur Minggu I dan II Oktober
17 Pembahasan KUA dan PPAS (DPRD dan TAPD) Minggu III, IV Juni s/d minggu III Juli 17
Penyampaian hasil evaluasi Raperda APBD-P dari Gubernur
Minggu II Oktober
18
Kesepakatan KUA dan PPAS ( antara Walikota dan DPRD)
Minggu IV Juli 18
Pengesahan Raperda APBD-P menjadi Perda APBD-P
Minggu II Oktober 2012
19
Penyampaian Pedoman Penyusunan RKA SKPD (BAPPEDA)
Minggu I Agustus 19
Penyempurnaan Perda APBD sesuai Hasil Evaluasi Gubernur
Minggu III Oktober
20 Penyusunan RKA Masing-masing SKPD
Minggu I s/d Minggu
IV Agustus 20
Penandatanganan RKA-P dan DRKA-PA-RKA-P masing-masing SKPD
MinggU III dan IV Oktober
21 Pembahasan RKA SKPD
Minggu III Agustus s/d Minggu III September
22
Penyusunan RAPERDA APBD dan RAPER KDH tentang Penjabaran APBD (TAPD)
Penyampaian Raperda APBD dari Walikota kepada DPRD
Minggu I Oktober
2012
24
Pembahasan Raperda APBD dan persetujuan bersama APBD
Minggu I Oktober s/d
Minggu IV November
25
Penyusunan Draft DPA-SKPD (Masing-masing SKPD difasilitasi oleh DPPKA)
Minggu IV November s/d Minggu I Desember
26 Penelitian DPA-SKPD (DPPKA)
Minggu IV November s/d Minggu I Desember
27
Penyampaian Raperda APBD Dan Raper KDH ttg penjabaran APBD ke Gubernur
Minggu I Desember
28
Evaluasi Raperda APBD dan Raper KDH tentang penjabaran APBD oleh Gubernur
Minggu II s/d III
Desember
29 Penetapan Perda APBD Minggu III Desember
30 Penandatanganan RKA
dan DPA SKPD (TAPD)
Sumber:
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-7
Pemerintah Kota Pagar Alam
2 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah.
3 Peraturan Menteri Dalam Negeri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangungan Daerah,
4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 5 Data diolah.
Disamping Cakupan Pelayanan diatas Bappeda juga melalkukan pelayanan dalam
hal beberapa urusan berikut:
a. Layanan Penyusunan Penataan Ruang (RTRW, RDTRK, RTBL)
Dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyatakan
bahwa Penataan ruang terdiri atas proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan
pengendalian pemanfaatan ruang dalam satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Selain
itu undang – undang ini juga mengamanatkan supaya pengelolaaan sumber daya yang ada
(sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya buatan) secara berkesinambungan.
Jadi untuk merealisasikan suatu penataan ruang yang sesuai dengan undang–undang,
demokratis serta manusiawi, maka mutlak diperlukan pikiran–pikiran serta tindakan–tindakan
yang cermat, terarah dan berkualitas yang dapat menampung keinginan pemangku
kepentingan yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarat. Berdasar
berbagai pemaparan tersebut diatas maka dirasa perlu daerah kabupaten/ kota memiliki
landasan dan payung dalam melakukan kegiatan penataan ruang.
Landasan dan payung yang cukup penting adalah produk Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota serta berbagai rencana tata ruang turunannya yang kemudian lebih lanjut dapat
dituangkan kedalam peraturan daerah setempat. Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan
suatu produk rencana yang mutlak dibutuhkan oleh suatu daerah sebagai acuan dalam
operasionalisasi pembangunan daerah. Merujuk bahwa produk rencana tata ruang akan
digunakan sebagai dasar atau pedoman daerah bagi pembangunan, maka produk rencana
tata ruang harus memperhatikan kaidah-kaidah dalam perencanaan tata ruang, salah
satunya adalah bahwa suatu produk rencana tata ruang harus sinergi dengan produk
rencana tata ruang yang secara hirarkhi berada diatasnya maupun yang satu level dan
berada di sekitarnya. Hal ini sangat penting diperhatikan untuk menghindari konflik
kepentingan yang pada akhirnya akan merugikan daerah itu sendiri.
Kota Pagar Alam yang mendapat status otonomi setingkat kabupaten pada Tanggal
12 Juni 2001, berdasarkan UU No.08 tahun 2001, masuk dalam Sub-Pusat Wilayah
Pengembangan IV untuk regional Sumatera Selatan. Kondisi geografis di kaki Pegunungan
Dempo pada ketinggian 700 m dpl, menjadikan Kota Pagar Alam identik dengan wilayah
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-8
Pemerintah Kota Pagar Alam
dengan lokasi kota yang dilintasi oleh jalur transportasi regional Sumatera Selatan yang
menghubungkan antar kota maupun propinsi.
Kegiatan ekonomi utama Kota Pagar Alam dengan potensi pada pertanian dan
pariwisata adalah komoditi kopi. Sebagian besar masyarakat wilayah tersebut masih
menggantungkan mata pencahariannya dengan menanam dan menjual kopi. Komoditas kopi
sampai saat ini adalah komoditas yang mempunyai potensi dipasar internasional, ditambah
posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia sehingga sudah terjadi
link-match antara pasar dan pusat produksi yang berpotensi untuk mendorong kegiatan
perekonomian khususnya di wilayah produksi seperti Kota Pagar Alam. Potensi pariwisata
yang menjadi trademark Kota Pagar Alam adalah lansekap wilayah yang terletak di
pegunungan (Dempo), kaya akan potensi wisata seperti air terjun dan wilayah yang masih
alami. Disamping itu terdapat juga potensi wisata sejarah karena wilayah Pagar Alam
menyimpan situs bekas Kerajaan Sriwijaya berupa peninggalan pra sejarah berupa batu-batu
megalith. Kondisi riil potensi yang ada saat ini perlu dioptimalkan untuk mengembangkan dan
meningkatkan aktifitas perekonomian di kota ini. Peningkatan aktifitas perekonomian akan
membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah optimasi
dalam pengembangan kegiatan ekonomi wilayah adalah dengan memperkuat infrastruktur
fisik regional karena diyakini mampu meningkatkan kemampuan dan aktivitas (ekonomi)
masyarakat. Informasi awal konteks pengembangan wilayah Pagar Alam membutuhkan
keterpaduan strategi pengembangan wilayah yang lebih antisipatif terhadap perkembangan
wilayah kedepan, untuk itu diperlukan sebuah review terhadap arahan tata ruang wilayah
Pagar Alam.
Adapun secara garis besar yang melatar belakangi dalam penyusunan RTRW Kota
Pagar Alam Tahun 2010 – 2029 diantarnya adalah sebagi berikut :
• Dinamika perkembangan Kota Pagar Alam yang pesat sudah tidak terakomodasi oleh RTRW Kota Pagar Alam 2002 (Perda No. 14 Tahun 2003) sehingga diperlukan revisi
terhadap RTRW tersebut.
• Revisi terhadap RTRW 2002 sudah dimulai sejak 2006, akan tetapi terbitnya UU. No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebabkan proses proses legalisasi terhenti
sementara menunggu keluarnya ketentuan/ pedoman. Setelah terdapat arahan, revisi
RTRW Kota dilanjutkan dengan muatan yang disyaratkan oleh UU.
• UU 26/2007 memuat: perencanaan tata ruang; pemanfaatan ruang; dan pengendalian pemanfaatan ruang dalam kesatuan yang tidak dapat terpisahkan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-9
Pemerintah Kota Pagar Alam
pengendalian ruang meliputi peraturan zonasi, ketentuan perijinan, ketentuan insentif dan
diinsentif serta ketentuan sanksi.
• Kota Pagar Alam dengan karakteristik unik, luas kota yang besar, jumlah penduduk relatif kecil, didominasi kegiatan pertanian, mempunyai interval ketinggian yang ekstrim
(200-3104 meter dpl), terdapat kawasan lindung yang besar dan terdapatnya adanya situs
purbakala dan dinamika pembangunan yang pesat menunt ut suatu perencanaan yang
baik untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Tabel …..
Rencana Pemanfaatan Ruang
Lahan Besaran Satuan
LUAS WILAYAH ADMINISTRASI 63.366 Ha
LUAS KAWASAN LINDUNG 39.030 Ha
- Hutan Lindung 28.740 Ha
- Kawasan Lindung diluar hut.lindung 10.290 Ha
KAWASAN BUDIDAYA 24.336 Ha
- Pemukiman 3.000 Ha
- Pertanian 5.195 Ha
- Perikanan dan peternakan 253 Ha
- Cadangan Lahan Tanaman Pangan 3.300 Ha
- Perkebunan rakyat 10.205 Ha
- Pusat Pemerintahan 100 Ha
- Perindustrian dan TPST 208 Ha
- PTPN VII Gunung Dempo 1.575 Ha
- Kawasan wisata 300 Ha
- Pemakaman Umum 100 Ha
Revisi RTRW secara substantif berakhir pada tahun 2010, Program kegiatan tata
ruang tahun 2011 merupakan kelanjutan dari penyusunan Perda RTRW, tidak dianggarkan
secara khusus, tetapi terintegrasi pada layanan administrasi perkantoiran berupa perjalanan
dinas konsltasi dan koordinasi dan rapat-rapat penyelesaian masalah piñata ruangan.
Realisasi program tahun 2008-2011 antara lain menyusun Perda RTRW Kota Pagar
Alam, Hari Tata Ruang Nasional, Rapat kordinasi dan kelanjutan penyusunan Perda Tata
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-10
Pemerintah Kota Pagar Alam
Capaian kinerja layanan umum pada urusan Tata Ruang diukur dengan indikator kinerja
kunci: Rasio ketersediaan regulasi Tata Ruang,Rasio ruang terbuka Hijau per Satuan Luas
Wilayah ber HPL/HGB dan Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan
Tabel …….
Capaian Kinerja Urusan Tata Ruang
No Indikator TAHUN
2010 2011 2012 2013 2014
1. Rasio ketersediaan regulasi Tata Ruang(%) 60% 60% 61%
2 Rasio ruang terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber
HPL/HGB (%) 46% 46% 48%
3 Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan (%) 37% 37% 39%
Permasalahan yang ada dalam pelaksanaan urusan penataan ruang adalah bahwa
saat ini pembangunan di wilayah perkotaan lebih memprioritaskan kepada pembangunan
fisik dan lebih menekankan pada fungsi ekonomi daripada fungsi ekologis dan kelestarian
lingkungan.
Solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan
mengkaji secara teliti permohonan IMB yang diajukan masyarakat terkait dengan kesesuaian
terhadap rencana tata ruang dan teknis tata bangunan serta memberikan tegoran kepada
bangunan yang melanggar tata ruang dan tata bangunan sehingga diharapkan dapat
terciptanya kualitas lingkungan yang nyaman, serasi dan seimbang.
b. Layanan Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunana (Musrenbang)
Proses perencanaan pembangunan daerah di Kota Pagar Alam tentunya melalui
berbagai proses dan mekanisme dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota
Pagar alam menyelenggarakan satu program yaitu Program Perencanaan Pembangunan
yang terdiri dari 2 kegiatan yaitu :
a. Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ) SKPD.
b.Monitoring,Evaluasi, Pengendalian dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan
daerah
Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunana (Musrenbang)
dilaksanakan secara berjenjang setiap tahun untuk merencanakan program dan kegiatan
tahun berikutnya sbb :
1) Musyawaran Perencanaan Pembangunan Kelurahan pada Bulan Januari s/d Pebruari
setiap tahun. Dilaksanakan disesuaikan dengan rencana dan kondisi Kelurahan
.Difasilitasi oleh Bappeda berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-11
Pemerintah Kota Pagar Alam
ke Musrenbang Tingkat Kecamatan.
2) Musyawaran Perencanaan Pembangunan Kecamatan pada Bulan Februari – Maret
setiap tahun. Difasilitasi oleh Bappeda. Untuk menghasilkan Rencana Kerja Pemerintha
Kecamatan dan Usulan ke Musrenbang Tingkat Kota.
3) Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Bulan Maret setiap tahun. Dilaksanakan
Untuk mengasilkan Rangcangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah ( RKPD ) yang
memuat Rancangan Kerangka Ekonomi daerah, Prioritas pembangunan dan Kewajiban
daerah,rencana kerja yang terukur dan pendanaannya. Untuk menghasilkan Rencana
Kerja ( Renja ) SKPD berdasarkan prioritas menurut sumber pendanaan dari APBD
Kab. APBD Provinsi dan APBDN dibentuk Forum satuan kerja Perangkat Daerah
(Forum SKPD) yang dikoordinir oleh Bappeda
4) Penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ).
5) Musyawarah Perencanaan Pembangunan Propinsi Bali .Bulan Mei tiap tahun.
6) Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional setiap bulan Mei
7) Penyusunan Rancana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Bulan Mei- Juni setiap
tahun
8) Penyusunan Kebijakan Umum APBD ( KUA ) serta PPAS Bulan Juni setiap tahun.
Rancangan KUA dan PPAS yang telah disiapkan TAPD ( Sekda ) kepada Bupati paling
lambat Minggu pertama bulan juni. Rangcangan KUA dan PPAS disampaiakn Bupati
kepada DPRD paling lambat pertengahan bulan Juni, untuk dievaluasi oleh Panitia
Anggaran DPRD bersama TPAD. Nota Kesepakatan KUA dan PPAS paling lambat
akahir bulan Juli. Untuk menyusun Nota Kesepakatan KUA dan PPAS sebagai acuan
penyusunan RKA – SKPD
9) Nota Kesepakatan KUA dan PPAS bersama DPRD ( Panitia Anggaran ) palin lambat
akhir bulan Juli
10) Penyusunan Ranperda APBD dan Ranperbup tentang penjabaran APBD, paling lambat
tanggal 31 Desember setiap tahun anggaran
11) Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD ( KUAPBD ) serta Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara ( PPAS ) Perubahan APBD paling lambat minggu pertama Bulan
Agustus.
12) Penyusunan RKA dan DPA dalam rangka Perubahan APBD ( DPPA Dokumen
Pelaksanaan Perubahan Anggaran ), paling lambat minggu ketiga Bulan Agustus.
RKA-SKPD yang telah melewati Verifikasi TAPD masuk ke Bagian Keuangan sebagai bahan
input Penyusunan Ranpeda APBD dan Ranperbup tentang penjabaran APBD. Bupati
menyampaikan Ranperda APBD kepada DPRD untuk penyempurnaan selama 7 ( tujuh
) Hari kerja pada bulan Oktober,hasil penyempurnaan evaluasi ditetapkan dengan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-12
Pemerintah Kota Pagar Alam
setelah evaluasi oleh Gubernur ditetapkan menjadi Perda APBD pada akhir 31
Desember 2011
13) Pembahasan dan Penetapan Perubahan APBD paling lambat bulan september ( Tiga
bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir ).
c. Laynan Penyelenggaraan Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Kegiatan pemantauan dan Evaluasi dimaksudkan untuk mengamati perkembangan
pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan
yang timbul maupun yang akan timbul sehingga dapat diambil tindakan sedini mungkin.
Sasaran kegiatan monitoring,evaluasi adalan Kegiatan APBD Kota Pagar Alam dan
Kegiatan Tugas Pembantuan (Dana APBN) Jumlah Kegiatan di masing-masing SKPD tiap
tahun bervariasi dan sessuai dengan jumlah SKPD yang ada yaitu Dinas,Badan, Kantor,
Bagian, Kecamatan dan Kelurahan. Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan
Pelaksanaan Rencana Pembangunan dilaksanakan secara berkala yaitu setiap bulan,
tiapTriwulan dan Akhir tahun .
Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana
Pembangunan dilaksanakan secara berkala yaitu setiap bulan, Triwulan dan Akhir tahun.
Lokasi Kegiatan Monitoring, evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana
Pembangunan adalah kegiatan di masing-masing SKPD dan Bagian di Wilayah Kota Pagar
Alam. Sasaran kegiatan monitoring, evaluasi adalan Kegiatan APBD Kota Pagar Alam dan
Kegiatan Tugas Pembantuan ( Dana APBN )
d. Layanan Penyelenggaraan Urusan Penanaman Modal
Dengan pelaksanaan otonomi daerah, maka Pemerintah Daerah dituntut untuk
meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang salah satunya dilaksanakan melalui
peningkatan investasi di Kota Pagar Alam. Untuk menumbuhkan minat investasi perlu
didukung dengan memantapkan sistem administrasi pemerintah dan pembangunan yang
efektif dan efisien serta terciptanya lingkungan yang kondusif.
Penanaman Modal pada tahun 2008-2013 tidak dianggarkan tersendiri,namun
pelaksanaanya digabungkan pada urusan Koperasi dan UKM, Perindustrian dan
Perdagangan serta Otonomi Daerah melalui Kantor Perijinan Terpadu.
e. Layanan Penyelenggaraan Urusan Penyediaan Data dan Informasi
Bappeda dalam melalukan tugasnya juga mempersiapkan kebutuhan data dan
informasi yang di perlukan dalam perencanaan pembangunan. Data adalah sesuatu yang
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-13
Pemerintah Kota Pagar Alam
Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun
simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan,
obyek, kejadian ataupun suatu konsep yang semuanya diperlukan dalam kebutuhan
perencanaan maupun penelitian.
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi,
ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan
untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap
sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya.
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-14
Pemerintah Kota Pagar Alam
Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kota Pagar Alam
No. Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target SPM
Target IKU
Target Indikator Lainya
Target Renstra SKPD Tahun Ke Realisasi Capaian Tahun Ke Rasio Capaian pada Tahun ke- (=capaian/target x 100%)
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (6) (7) (8) (9) (10) (6) (7) (8) (9) (10) Urusan Wajib Bappeda
1 Bidang Perencanaan Pembangunan 2 Bidang Tata Ruang 3 Bidang Statistik 4 Bidang Penanaman
Modal
Anggaran dan realisasi penyerapan pendanaan Bappeda dari tahun 2009 sampai dengan 2013, dapat dilihat pada tabel berikut:
Uraian
Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun Ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke
Rata-Rata Pertumbuhan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Belanja Langsung
Belanja Tidak Langsung
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-15
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-16
Pemerintah Kota Pagar Alam
2.4 Tantangan dan Peluang Pelayanan Bappeda Kota Pagar Alam 2.4.1 Tantangan
Tantangan utama dalam Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman
Modal adalah banyaknya usulan dari SKPD, namun sumber dana yang digunakan untuk
membiayai pembangunan dan kemampuan keuangan daerah sangat terbatas, dengan kata
lain keterbatasan anggaran merupakan tantangan utama. Tantangan dalam Perencanaan
Pembangunan Daerah dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Anggaran / Dana
a. Terbatasnya kemampuan keuangan daerah.
2. Sumber Daya
a. Secara Kuantitas, kurangnya jumlah sumber daya manusia yang menangani
perencanaan.
b. Secara Kualitas, SDM yang berkecimpung di dalam perencanaan perlu ditingkatkan.
c. Struktur organisasi dan tata laksana serta regulasinya masih belum efektif, sehingga perlu
di evaluasi.
d. Masih rendahnya respon SKPD terhadap pelaksanaan dan penyelenggaraan tahapan-
tahapan perencanaan daerah.
e. Masih rendahnya respon SKPD terhadap Sistim Pelaporan Pembangunan.
3. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana untuk perencanaan daerah masih belum memadai.
4. Statistik
a. Terbatasnya data.
b. Rendahnya dukungan SKPD dalam pengumpulan data.
c. Kurangnya koordinasi tentang pengumpulan dan updating data.
5. Penanaman Modal
Masih rendahnya minat penanam modal yang siap menanamkan modalnya di Kota
Pagar Alam, sehingga perlu ada promosi tentang potensi Kota Pagar Alam.
2.4.2 Peluang
Peluang utama dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, Statistik dan
Penanaman Modal adalah:
1. Anggaran / Dana
Adanya Peningkatan Potensi Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Daerah (dana
Perimbangan, dan lain lain pendapatan yang sah).
2. Sumber Daya
a. Secara Kuantitas, perlu ada penambahan SDM Perencanaan.
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 II-17
Pemerintah Kota Pagar Alam
c. Adanya regulasi untuk merubah struktur organisasi sesuai dengan urusan dan tupoksi.
3. Sarana dan Prasarana
Optimalisasi sarana dan prasarana yang ada serta setiap tahun ditingkatkan sesuai
dengan kemampuan keuangan daerah.
4. Statistik
a. Secara Tupoksi memungkinan pengumpulan data dan informasi dalam rangka
perencanaan daerah.
b. Dari segi jenis data, banyaknya data dan informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan
daerah.
5. Penanaman Modal
a. Potensi penanaman modal pada sektor primer, sekunder dan tersier di Kota Pagar Alam
yang masih memungkinkan untuk dikembangkan.
b. Adanya regulasi nasional tentang penanaman modal. yang mendukung dan dapat di
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-1
Pemerintah Kota Pagar Alam
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Bappeda Kota Pagar
Alam
Berdasarkan pada gambaran layanan Bappeda Kota Pagar Alam, serta peluang dan
tantangan yang dihadapi maka disajikan Indentifikasi permasalajhan sebagai berikut :
Tabel 3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Bappeda Kota Pagar Alam
Aspek Kajian Capaian/ Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL
(KEWENANGAN Kota Pagar Alam)
EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN Kota Pagar Alam)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Kesekretariatan Peningkatan Kualitas aparatur yang menunjang kinerja Bappeda dan PM
Telah tersusun LAKIP , Bahan
Dukungan dari Pimpinan
Dukungan dari Kabid
Dukungan dari
SKPD
Terbatasnya anggaran
Terbatasnya SDM
Penataan Ruang Dokumen RTRW UU No. 26/2007
Dukungan dari SKPD
Terbatasnya anggaran
Terbatasnya SDM
Statistik Ketersediaan data/Informasi
Dukungan dari
SKPD
Terbatasnya data yang tersedia
Terbatasnya anggaran
Terbatasnya SDM Penanaman
Dukungan dari
berbagai pihak
Terbatasnya investor yang mau menanamkan modal
Terbatasnya anggaran
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-2
Pemerintah Kota Pagar Alam
Berdasarkan analisis tersebut, dapat dijabarkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh
Bappeda Kota Pagar Alam Kota Pagar Alam, antara lain;
1. Anggaran / Dana masih sangat terbatas.
2. Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana
a. Secara Kuantitas, kurangnya jumlah sumber daya manusia yang menangani perencanaan
b. Secara Kualitas, SDM yang menangani perencanaan perlu ditingkatkan.
c. struktur organisasi dan tata laksana dan regulasinya masih belum efektif, sehingga perlu di
evaluasi
d. Sarana dan prasarana saat ini masih belum memadai, dilihat dari rasio ideal;
e. Belum adanya sistem pengelolaan asset daerah yang baik;
3. Penataan Ruang
a. Masih Kurangnya Kebijakan tentang Penataan Ruang;
b. Kurangnya sosialisasi Peraturan Perundangundangan di bidang Penataan Ruang;
c. Kurangnya Fasilitasi, Koordinasi penataan ruang;
d. Masih rendahnya kemampuan aparat dalam perencannan ruang;
e. Belum sesuainya pemanfaatan ruang di Kota Pagar Alam;
f. Kurangnya koordinasi pemanfaatan ruang lintas kota/kabupaten;
g. Lemahnya Pengendalian, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penataan Ruang
4. Perencanaan Pembangunan
a. Terbatasnya data yang ada dalam rangka Pengembangan data / informasi;
b. Lemahnya Koordinasi kerjasama pembangunan antar SKPD akibat ego sektoral;
c. Kurangnya Koordinasi dan kerjasama pengembangan wilayah perbatasan;
d. Kurangnya sosialisasi, koordinasi dan menitoring Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat
Tumbuh;
e. Belum merata dan Lambatnya Perencanaan Pengembangan kota kota kecamatan;
f. Masih kurangnya kemampuan aparat Perencana;
g. Mainset masyarakat dan Aparatur yang menganggap Perencanaan Daerah (partisipasi,
penyelenggaraan, perumusan) bukan hal yang penting terutama dalam proses musrenbang;
h. Kurangnya data/informasi dan kajian tentang perencanaan pembangunan ekonomi, sosial
budaya, sumber daya alam, dan kawasan kawasan khusus lainnya;
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-3
Pemerintah Kota Pagar Alam
5. Data dan Informasi Daerah (Statistik)
a. Kurangnya penyusunan dan pengumpulan data statistik daerah;
b. Minimnya pengolahan, updating dan analisis terhadap data statistik daerah;
c. Masih Kurangnya sistem updating dan penyebarluasan data statistik kepada masyarakat
dalam rangka keterbukaan pelayanan publik;
d. Minimnya aparatur pengolah data;
6. Penanaman Modal
a. Masih Kurangnya minat penanam modal yang siap menanamkan modalnya di Kota Pagar
Alam .
b. Minimnya Kajian dan data tentang penanaman modal di Kota Pagar Alam;
c. Kurangnya Promosi dalam rangka Pengembangan dan Kerjasama Investasi;
d. Lemahnya peningkatan iklim investasi dan realisasi Investasi di Kota Pagar AlamKurangnya
Penyiapan Potensi Sumberdaya, sarana dan prasarana daerah dalam mendukung Penanaman
Modal di Kota Pagar Alam;
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota dan Wakil Walikota Pagar Alam
Dalam Perda Kota Pagar Alam Nomor 06 Tahun 2007tentang RPJPD (Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kota Pagar Alam Tahun 2005-2025 disebutkan; ada beberapa
unsur yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun visi dan misi daerah, yaitu mandat dan
perubahan-perubahan yang terjadi (yang telah maupun yang akan terjadi). Mandat berupa kebijakan dari
organisasi yang lebih tinggi (dalam hal pemerintahan yang lebih tinggi) dan dapat berupa aspirasi
masyarakat.
Dalam penyusunan visi dan misi Kota Pagar Alam, di samping hal-hal umum sebagaimana
tersebut di atas, ada beberapa mandat yang perlu diperhatikan, karena akanmemberi warna kuat
terhadap visi dan misi serta kebijakan berikutnya, yaitu:
a. Mandat filosofis ,yaitu berupa semboyan: “Kota Perjuangan” . Makna kata Perjuangan berarti
ditafsirkan secara historis, di mana pada masa perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang,
Pagar Alam sebagai salah satu pusat pembinaan/penggodokan para pejuang yang kemudian
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-4
Pemerintah Kota Pagar Alam
diartikan dengan suatu semangat membangun bahwa pembangunan harus terus diperjuangkan
untuk menuju masyarakat yang sejahtera.
b. Mandat yang berupa motto Kota Pagar Alam :BESEMAH (Bersih-Sejuk- Aman-Ramah).
c. Mandat yang berupa fungsi pengembangan Kota pagar Alam, yaitu Kota pariwisata terpadu dan
salah satu pusat agribisnis Sumatera Selatan.
Berdasarkan kondisi umum Kota Pagar Alam berkaitan dengan permasalahan, tantangan
serta keterbatasan yang dihadapi maka ditetapkan Visi Pembangunan Daerah Kota Pagar Alam Tahun
2008 - 2027 yaitu : Pagar Alam sebagai Kota Jasa Berbasis Agrowisata Terdepan di Sumatera
Bagian Selatan (SUMBAGSEL) tahun 2025.
Beberapa pengertian pokok yang terkandung dalam visi pembangunan adalah:
1. Kota terdepan mengandung pengertian sebagai suatu kondisi di masa yang akan datang
merupakan kota terdepan di sektor jasa berbasis agrowisata menuju masyarakat sejahterah dalam
konstelasi regional Sumatera Bagian Selatari. Pencapaian hal tersebut diukur dengan indeks
pembangunan manusia pada tahun 2025 sebesar 80,0.
2. Sektor jasa berbasis agrowisata adalah adalah sektor yang mengedepankan penyediaan jasa dari
produksi pertanian (agrobisnis) dan pariwisata.
Dalam mewujudkan Visi Pembangunan Daerah Kota Pagar Alam tersebut ditempuh melalui
Misi Pembangunan Daerah sebagai berikut:
1. Pembangunan SDM
Pembangunan SDM mencakup upaya-upaya untuk perbaikan kualitas dan taraf hidup dalam rangka
meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
2. Pembangunan Kinerja Pemerintah Daerah
Pembangunan Kinerja Pemerintah Daerah mencakup upaya-upaya peningkatan kualitas sistem
penyelenggaraan pemerintahan daerah yang meliputi penetapan kebijakan dan regulasi,
pembinaan aparatur pemerintahan daerah, pengembangan sistem perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan dan pengawasan kegiatan sebagai upaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang
baik (good governance).
3. Pembangunan Sektor Perdagangan dan Jasa
Pembangunan Sektor Perdagangan dan Jasa mencakup upaya-upaya menciptakan iklim yang
kondusif bagi tumbuh-berkembangnya sektor perdagangan dan jasa;
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-5
Pemerintah Kota Pagar Alam
Pembangunan sektor agribisnis mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan agribisnis sesuai
potensi sumberdaya yang ada;
5. Pembangunan Sektor Pariwisata
Pembangunan sektor pariwisata mencakup upaya-upaya penggalian, pengembangan dan
pemanfaatan berbagai potensi wisata baik yang bersumber dari pengembangan wisata alam/buatan
maupun budaya lokal yang perlu dilestarikan serta menjadi daya tarik wisata;
6. Pembangunan lnfrastruktur (Prasarana Fisik)
Pembangunan infrastruktur mencakup upaya-upaya dalam penyediaan prasarana untuk
peningkatan SDM, peningkatan kinerja Pemda, aksesibilitas yang menunjang pembangunan sektor
perdagangan dan jasa, agribisnis serta pariwisata.
Dalam periode lima tahun ketiga yaitu tahun 2013-2018 berdasarkan pada Pilkada Putaran 2
tanggal 30 Maret 2013 telah terpilih pasangan Idanov, dengan Visi :
“Terwujudnya Keseimbangan Masyarakat Pagar Alam Yang Sehat, Cerdas, Berakhlaq Mulia, Dan Didukung Oleh Ekonomi Kerakyatan Yang Tangguh Dalam Lingkungan Yang
Alami”.
Penjelasan visi :Yaitu terwujudnya keseimbangan masyarakat Pagar Alam dalam membangun
individu, keluarga, dan komponen masyarakatnya dengan derajat kesehatan yang tinggi, kecerdasan
gemilang, berakhlaq mulia dalam peri kehidupan dan penghidupan, serta melestarikan alam, dalam
semangat dan kecerahan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang
mantap, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
1. Sehat; Terwujudnya derajat kesehatan sumber daya manusia Pagar Alam yang berkelanjutan,
melalui partisipasi pembangunan di segala bidang yang ditopang oleh komunikasi, informasi, dan
edukasi (KIE) untuk peningkatan produktivitas yang tinggi dan stabil, serta tercapainya
kesejahteraan keluarga yang paripurna.
2. Cerdas; Terwujudnya kecerdasan masyarakat Pagar Alam yang terbangun berdasarkan tiga pilar
pendidikan melalui perluasan dan pemerataan akses pendidikan; peningkatan mutu, peningkatan
relevansi, dan daya saing pendidikan; penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik.
3. Akhlaq Mulia;Terpeliharanya akhlaq mulia masyarakat Pagar Alam dengan selalu menjaga
keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat dalam pencapaian kesejahteraannya, melalui
penguatan di bidang budaya, keagaamaan, hukum, peningkatan mutu pengelola pelayanan publik
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-6
Pemerintah Kota Pagar Alam
4. Ekonomi Kerakyatan; Berkembangnya ekonomi kerakyatan yang tangguh berbasis agribisnis dan
pariwisata dengan pengembangan nilai tambah dan peningkatan daya saing produk melalui
ekstensifikasi dan intensifikasi serta penganekaragaman komoditas yang ditopang pengolahan dan
pemasaran hasil yang kompetitif
5. Lingkungan Alami;Terkelola dan terlindunginya lingkungan hidup Pagar Alam dengan selalu
mempertahankan kelestarian alam di berbagai kehidupan pertanian, perkebunan, dan kehutanan,
serta pemanfaatan sumber energI secara terbatas dan seimbang dengan menerapkan ilmu
pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam upaya Pagar Alam sebagai payung alami Sumatera
Selatan.
Untuk mencapai segala apa yang dicita-citakan sebagaimana terkandung dalam visi diatas,
maka rumusan misi Kota Pagar Alam 2013-2018 yaitu :
1. Terjaminnya kesehatan SDM yang adil, beradab dan merata diseluruh wilayah Kota Pagar Alam.
2. Tersedianya pendidikan yang terjangkau, bermutu, trampil, bercitra diri dalam penguasaan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan kesenian.
3. Terbangunnya modal sosial yang berakhlaq mulia yang dilandasi dengan iman dan taqwa dalam
sendi-sendi kehidupan politik, ekonomi, sosioal, kebudayaan, ketentraman, dan ketertiban.
4. Memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dalam kerangka pelayanan publik.
5. Memperkuat ekonomi kerakyatan dengan basis sumber daya alam, agrobisnis, dan kelestarian
lingkungan hidup.
6. Mengembangkan kepariwisataan Kota Pagar Alam berbasis wisata alam, wisata budaya, beserta
atraksinya yang bercirikan nilai dan kearifan lokal.
7. Mengembangkan infrastruktur dalam rangka layanan dasar dan daya saing daerah
Tujuan dan Sasaran misi terkait dengan tugas pokok dan funsi Bappeda dapat diuraikan sebagai
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-7
Pemerintah Kota Pagar Alam
Tabel …….
Hubungan Visi, Misi Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Dalam Kerangka Pelayanan Publik Dan Tujuan/Sasaran Pembangunan
No Misi Tujuan Sasaran
1 2 3 4
Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Dalam Kerangka Pelayanan Publik
1. Meningkatkan kinerja pemerintahan daerah menju good governance
1) Meningkatnya Prosentase peningkatan sarana dan prasarana aparatur
2) Meningkatnya Cakupan ketersediaan Rencana Kerja dan Penganggaran SKPD
3) Meningkatnya Prosentase cakupan Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH
4) Meningkatnya Progsentase cakupan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur
5) Meningkatnya Progsentase cakupan Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
2. Meningkatkan Koordinasi Pengembangan Perumahan
1).Meningkatnya Persentase Koordinasi Pengembangan Perumahan 3. Meningkatkan ketersdiaan
dokumen Perencanaan Tata Ruang
1).Meningkatnya Persentase Perencanaan Tata Ruang 4. Meningkatkan
ketersediaan data/informasi
1).Meningkatnya Persentase Pengembangan Data/Informasi
5. Meningkatkan ketersdiaan dokumen perencanaan pembanguan
1) Meningkatnya Persentase Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
2) Meningkatnya Persentase Kerjasama Pembangunan 3) Meningkatnya Persentase Peningkatan Kapasitas
Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah
4) Meningkatnya Persentase Perencanaan Pembangunan Daerah 5) Meningkatnya Persentase Ketersediaan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Ekonomi Terhadap kebutuhan 6) Meningkatnya Persentase Perencanaan Pembangunan Daerah
6. Meningkatkan kinerja kepengawasan kebijakan kepala daerah
1) Meningkatnya Cakupan peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
2) Meningkatnya Cakupan peningkatan sistem pegawasan internal dan pengandlian pelaksanaan kebijakan KDH 3) Meningkatnya Cakupan peningkatan profesionalisme tenaga
pemeriksa dan aparatur pengawasan
4) Meningkatnya Cakupan Pelayanan Administrasi Perkantoran 5) Meningkatnya Cakupan Peningkatan Sarana dan prasarana
Aparatur
6) Meningkatnya Cakupan penyusunan Rencana Kerja dan Penganggaran SKPD
7. Meningkatkan ketersediaan dokumen hasil
Perencanaan Tata Ruang
1).Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Perencanaan Tata Ruang
8. Meningkatkan kinerja pemerintah daerah
1) Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Pengembangan Data/ Informasi/Statistik Daerah 2) Meningkatnya Prosentase Pelayanan Kedinasan Kepala
Daerah/Wakil Kepala Daerah
3) Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah 4) Meningkatnya Prosentase Prosentase penyelesaian
konflik-konflik Pertanahan
5) Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa
6) Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Pengembangan nilai budaya
7) Meningkatnya Prosentase keterseiaan dokumen hasil Pengelolaan Keragaman Budaya
8) Meningkatnya Persentase Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olahraga
9) Meningkatnya Persentase Pelayanan Administrasi Perkantoran 10) Meningkatnya Persentase Peningkatan Sarana Dan Prasarana
Aparatur
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-8
Pemerintah Kota Pagar Alam
Penyusunan Rencana Kerja Dan Penganggaran SKPD 12) Meningkatnya Persentase Peningkatan Pelayanan Kedinasan
KDH / Wakil KDH
13) Meningkatnya Persentase dokumentasi dan informasi pelayanan pembangunan
14) Meningkatnya Persentase Pengembangan Komunikasi, Informasi Dan Media Massa
15) Meningkatnya Persentase Kerjasama Informasi Dan Media Massa
16) Meningkatnya Persentase Fasilitasi Peningkatan SDM Bidang Komunikasi Dan Informatika
17) Meningkatnya Cakupan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur
18) Meningkatnya Persentase Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
19) Meningkatnya Persentase Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelkasaan Kebijkan KDH Penanganan Kasus-kasus di lingkungan
20) Meningkatnya Persentase Pentaan Peraturan Perundang - undangan
21) Meningkatnya Cakupan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
22) Meningkatnya Cakupan Pembinaan Dan Pengembangan Aparatur Program Pembinaan Dan Pengembangan Aparatur 23) Meningkatnya Cakupan Sistem Pengawasan Internal Dan
Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH
24) Meningkatnya Cakupan Penataan Peraturan Perundang-Undangan Program Penataan Peraturan Perundang-Perundang-Undangan 25) Meningkatnya Persentase Pelayanan Administrasi Perkantoran 26) Meningkatnya Persentase Peningkatan Sarana / Prasana
Aparatur
27) Meningkatnya Persentase Peningkatan Pengembangan Sistem Laporan Capaian Kinerja
28) Meningkatnya Persentase Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
29) Meningkatnya Persentase Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
30) Meningkatnya Persentase Pembinaan dan Fasilitas Pengelolaan Keuangan Kabupaten/ Kota
31) Meningkatnya Persentase Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksana Kebijakan KDH 32) Meningkatnya Prosenase Peningkatan Efisiensi Perdagangan
Dalam Negeri
33) Meningkatnya Cakupan SDM lulus Pendidikan ke dinasan 34) Meningkatnya Prosentase Pemberdayaan Fakir Miskin,
Komunitas Adat Terpencil (Kat) Dan Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial
35) Meningkatnya Prosentase Perlindungan Konsumen Dan Pengamanan Perdagangan
36) Meningkatnya Cakupan Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif
37) Meningkatnya Prosentase Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koprasi
38)
39) Meningkatnya Cakupan pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan
40) Meningkatnya Cakupan pembinaan dan pengembangan ketenagalistrikan
41) Meningkatnya Persentase penjaringan usulan
42) Meningkatnya Persentase Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
43) Meningkatnya Persentase Pendataan Administrasi Kependudukan
44) Meningkatnya Persentase penjaringan usulan
45) Meningkatnya Persentase Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
46) Meningkatnya Persentase Pendataan Administrasi Kependudukan
47) Meningkatnya Persentase penjaringan usulan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-9
Pemerintah Kota Pagar Alam
Perusakan Lingkungan Hidup
49) Meningkatnya Persentase Pendataan Administrasi Kependudukan
50) Meningkatnya Persentase penjaringan usulan
51) Meningkatnya Persentase Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
52) Meningkatnya Persentase Pendataan Administrasi Kependudukan
53) Meningkatnya Persentase penjaringan usulan
54) Meningkatnya Persentase Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
55) Meningkatnya Persentase Pendataan Administrasi Kependudukan
56) Meningkatnya rasio ketersediaan pelayanan administrasi perkantoran
57) Meningkatnya Persentase Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
58) Meningkatnya Persentase Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
59) Meningkatnya Persentase Peningkatan Disiplin Aparatur 60) Meningkatnya Persentase Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur
61) Meningkatnya Persentase Peningkatan Penanaman Modal Investasi di Kota Pagar Alam
9.Meningkatkan layanan sosial
1) Meningkatnya Persentase Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
2) Meningkatnya Persentase Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma
3) Meningkatnya Persentase Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial
10.Meningkatkan Penataan Administrasi Kependudukan
1).Meningkatnya Prosentase cakupan Penataan Administrasi Kependudukan
11.Meningkatkan layanan Ketenagakerjaan
1) Meningkatnya Persentase Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
2) Meningkatnya Persentase Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
3) Meningkatnya Persentase Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja
12.Meningkatkan akuntablitas pengelolaan keuangan dan asset daerah
1) Meningkatnya Persentase Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
2)
3) Meningkatnya Persentase Pengembangan pengelolaan Keuangan daerah
4) Meningkatnya Persentase Pengembangan pengelollaan asset daerah
5) Meningkatnya Jumlah Paket Pemeliharaan Program Aplikasi Pengelolaan Keuangan Daerah
13. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat kelurahan
1) Meningkatnya Cakupan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan
2) Meningkatnya Prosentase cakupan Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
3) Meningkatnya Cakupan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam
4) Membangun kelurahan 5)
6) Meningkatnya Prosentase Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa
7) Terlaksananya lomba penilaian 10 program pokok PKK 8) Meningkatnya Prosentase Peningkatan Peran Perempuan Di
Pedesaan
9) Meningkatnya Prosentase Pembinaandan Fasilitas Pengelolaan
10) Keuangan Desa / Kelurahan
RENSTRA BAPPEDA Kota Pagar Alam 2013 -2018 III-10
Pemerintah Kota Pagar Alam
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Renstra Provinsi Sumatera Selatan
Analisis Renstra K/L dan Renstra Bappeda Provinsi Sumatera Selatan ditujukan untuk menilai
keserasian, keterpaduan, sinkronisasi, dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra
Bappeda Kota Pagar Alam, terhadap sasaran Renstra K/L dan Renstra Bappeda Sumatera Selatan
sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi:
a. Apakah capaian sasaran pelaksanaan Renstra Bappeda Kota Pagar Alam telah berkontribusi
terhadap pencapaian sasaran Renstra Bappeda Provinsi Sumatera Selatan dan Renstra K/L; dan
b. Apakah tingkat capaian kinerja Renstra Bappeda Kota Pagar Alam melebihi/sama/kurang dari
sasaran Renstra Bappeda Provinsi Sumatera Selatan atau Renstra K/L.
Tabel 3.9
Komparasi Capaian Sasaran Renstra Bappeda Kota Pagar Alam terhadap Sasaran Renstra Bappeda Provinsi Sumseldan Renstra K/L
No Indikator
Kinerja
Capaian Sasaran Renstra Bappeda Kota Pagar Alam Kota Pagar Alam
Sasaran pada Renstra
Bappeda Provinsi Sumsel
Sasaran pada Renstra
K/L
1 2 3 4 5
1 Kesekretariatan
Persentase SKPD Menyusun LAKIP tepat waktu
100% 100% 100%
Ketersediaan bahan LPPD 100% 100% 100%
Ketersediaan bahan LKPJ 100% 100% 100%
2 Perencanaan Daerah
Ketersediaan dokumen perencanaan
100% 100% 100%
3 Statistik
Ketersediaan data/Informasi
Ketersediaan dokumen perencanaan